Anda di halaman 1dari 2

Muhammad Fathi Farhat/X RPL

Ketoprak

Ketoprak adalah seni drama tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Kesenian ini lahir di
Surakarta dan berkembang di Yogyakarta, sehingga disebut dengan sebutan Ketoprak Mataram.
Ketoprak merupakan sebuah bentuk teater yang mengandung beberapa unsur utama berupa
dialog, tembang, dan dagelan yang diiringi dengan gamelan. Ketoprak juga merupakan salah
satu kesenian yang banyak digemari di Indonesia karena isi ceritanya yang menarik.

Ketoprak pada awalnya merupakan permainan rakyat yang dilakukan oleh anak-anak pada
waktu bulan purnama dengan iringan alat musik lesung. Permainan Ketoprak selain bersifat
hiburan, sebenarnya juga memiliki makna religius. Ketoprak dimainkan dengan alat musik
lesung berirama kotekan dipercaya mampu membuat Dewi Sri turun ke Bumi. Dewi Sri
dianggap sebagai lambang kesuburan oleh sebagian petani Jawa.

Pada saat awal mula Ketoprak mulai dimainkan, ketoprak menggunakan iringan lesung (tempat
menumbuk padi) yang dipukul secara berirama sebagai pembuka, iringan saat pergantian
adegan,dan penutup pertunjukkan sehingga terkenal sebagai Ketoprak Lesung. Dalam
perkembangannya, Ketoprak kemudian menggunakan iringan gamelan Jawa, dan penggarapan
cerita maupun iringan yang lebih rumit.

Tema cerita dalam sebuah pertunjukkan ketoprak bermacam-macam. Biasanya diambil dari
cerita legenda atau sejarah Jawa. Banyak pertunjukkan Ketoprak yang mengambil cerita dari
luar negeri.

Ada beberapa jenis ketoprak, yaitu Ketoprak Lesung, merupakan awal perkembangan seni
ketoprak yang hanya menggunakan alat musik lesung untuk mengiringi pertunjukan. Tema yang
diangkat  hanya mengenai petani demang. Alat penerangan yang digunakan selama
pertunjukan masih berupa obor. Ketoprak Gamelan, bentuk perkembangan lebih lanjut dari
ketoprak lesung dengan fungsi pertunjukan yang tidak berubah, masih tetap untuk menghibur
rakyat. Perbedaannya hanya pada alat musik pengiring yang digunakan berupa gamelan, serta
ditambahkannya unsur tari pada ketoprak gamelan. Ketoprak Humor, jenis ketoprak yang lahir
karena perkembangan sarana hiburan dan alat komunikasi. Pada tahun 1990-an, kesenian
ketoprak mengalami masa-masa kejenuhan, dan untuk mengatasinya banyak pemain mencari
tambahan sana-sini dengan bermain dalam ketoprak humor. Pertunjukan yang digawangi
Timbul dan kawan-kawan ini sukses mencapai masa kejayaannya saat ada dua pemain, kakak
beradik yang pandai membanyol, Topan dan Lesus. Ditayangkannya ketoprak humor di televisi
merupakan inovasi dalam pelestarian kesenian ketoprak.

Seni ketoprak dahulu hanya dipertunjukkan di lingkungan keraton saja. Baru pada tahun 1922
di masa Keraton Mangkunegaran di Surakarta, kesenian ini mulai bisa dinikmati oleh umum.
Saat itu, pementasannya masih sangatlah sederhana dengan diiringi oleh gamelan lesung, alu,
kendang dan seruling. Ketoprak lebih mudah digemari masyarakat karena ceritanya seputar
kehidupan kerajaan atau keraton. Sehubungan dengan cerita yang diangkat, pada tahun 1942,
kesenian ini sempat dilarang untuk dipentaskan oleh pemerintahan Jepang. Pelarangan
tersebut berkaitan dengan pantun-pantun serta alur cerita yang banyak menyindir
pemerintahan Jepang.

Dalam perjalanannya, seni ketoprak diwarnai banyak perubahan, terlebih sehubungan dengan
bentuk maupun istilahnya. Sebagai salah satu bentuk kesenian rakyat Jawa, ketoprak semula
hanya sebagai hiburan kemudian berkembang sebagai sarana pendidikan ataupun untuk
dakwah. Di dalam pertunjukan ketoprak ada unsur tari, musik, cerita, dialog, akting, tata
panggung, pencahayaan, rias, dan tata cara berpakaian.

Bahasa yang digunakan untuk pertunjukan Ketoprak adalah bahasa Jawa dengan
menerapkan unggah-ungguh boso atau tingkatan penggunaan bahasa sesuai dengan
kedudukan, seperti bahasa Ngoko Lugu dan Krama Inggil.

Pertunjukan Ketoprak juga memiliki beberapa babak atau sesi yang mana ada salah satu sesi
di mana penampilan para lakon mementaskan cerita tidak memiliki hubungan dengan cerita
yang dibawakan sebelumnya. Sesi ini disebut sebagai sesi hiburan, atau bisa dikatakan
seperti iklan. Sama halnya dengan Ludruk, seni teater tradisional asal Surakarta ini juga
menggunakan gamelan untuk mengiringi pembawaan cerita. Salah satu kelompok Ketoprak
yang kini masih eksis adalah Ketoprak Tobong Kelana Bhakti Budaya dari Jogjakarta.