Anda di halaman 1dari 2

Para peserta tutorial silakan Anda ungkapkan:

1. Apa yang Anda ketahui tentang sejarah perkembangan bahasa


Indonesia dalam diskusi kedua ini?
2. Ungkapkan pula hal yang menurut Anda menarik dari sejarah
perkembangan bahasa Indonesia tersebut dan berikan alasan mengapa
Anda menganggap hal itu menarik!

Catatan (NB):

 Jawaban yang ditulis dengan BAHASA SENDIRI akan mendapatkan


nilai yang lebih tinggi dibandingkan hanya sekadar COPY PASTE dari
Google!
 Perhatikan ketepatan penggunaan huruf kapital dan tanda baca!
 Sertakan/tuliskan sumber (daftar pustaka) dari mana saja Anda
memperoleh pengetahuan tersebut!

Selamat Berdiskusi
1.Sejarah perkembangan bahasa Indonesia.
Bahasa Melayu merupakan cikal bakal atau embrio lahirnya bahasa Indonesia. Bahasa ini telah
digunakan di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu adalah ditemukannya
Prastasi Kedukan Bukit dan Prastasi Talang Tuwo di Palembang, Prastasi Kota Kapur di Bangka Barat, dan
Prastasi Karang Berahi di Jambi.

Pada Zaman Sriwijaya, bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa kebudayaan , yaitu bhasa buku
pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa perhubungan antarsuku di
Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersama dengan menyebarnya agama Islam diwilayah
Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan
( lingua franca ) antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa
sistemnya yang mudah dipelajari, antara lain tidak adanya tingkat tutur berdasarkan strata social.

Pada zaman Belanda ketika Dewan Rakyat dibentuk , yakni pada 18 Mei 1918 bahasa Melayu
memperoleh pengakuan sebagai bahasa resmi kedua, di samping bahasa Belanda yang berkedudukan
sebagai bahasa resmi pertama.

Pada Kongres Pemuda Indonesia I tahun 1926, Muhammad Yamin, penyusun ikrar Sumpah Pemuda
menyatakan kenyakinannya bahwa bahasa Melayu lambat laun akan tertunjuk menjadi bahasa
pergaulan umum atau bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia. Masih dalam Sodjito ( 2008: 1,5 ) pada
15 Agustus 1928, Soekarno dalam pidatonya menyatakan bahwa perbedaaan bahasa di antara suku
bangsa Indonesia tidak akan menghalangi persatuan, tetapi makin luas bahasa Melayu itu tersebar,
makin cepat kemerdekaan Indonesia terwujud.
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 di Jakarta merupakan peristiwa bersejarah yang monumental bagi
bangsa dan bahasa Indonesia. Yaitu pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, bangsa yang satu dan
kebulatan tekat untuk menjunjung bahasa Indonesia ( bahasa Melayu ) menjadi bahasa persatuan.
Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober menjadi tonggak dikenalkannya nama bahasa Indonesia oleh
seluruh bangsa Indonesia.

Pada zaman Jepang tahun 1942, Poesponegoro dan Notosusanto ( dalam Fahrurrozi dan Andri, 2016:
38 ) menjelaskan bahwa Pemerintah Penjajah Jepang melarang penggunaan bahasa Belanda dalam
semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia, salah satunya adalah larangan digunakannya buku-buku
atau refernsi yang menggunakan bahasa Belanda. Jepang juga memasukan bahasa Jepang sebagai
bahasa pengantar dalam pengajaran dengan tujuan menjadikan bahasa Jepang sebagai bahasa resmi
orang Indonesia sebagai penganti bahasa Belanda. Namun, usaha itu tidak dapat dilakukan secara cepat,
untuk sementara itu Jepang memilih jalan praktis yaitu menggunakan bahasa Indonesia yang sudah
tersebar diseluruh Indonesia. Selama pendudukan Jepang di Indonesia ( 1942-1945) bahasa Indonesia
digunakan sebagai bahasa pengantar di semua tingkat pendidikan. Jepang Juga melakukan
penyempurnaan bahasa Indonesia yang tidak berkembang pada masa penjajahan Belanda. Untuk
penyempurnaan bahasa Indonesia, Jepang membentuk Indonesia Goseibilinkai, yaitu komisi Soewandai
dan Sutan Takdir Alisyahbana.

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan
fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa Negara. Pada tanggal 18 Agustus 1945,
bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa Negara. Pada saat itu pula Undang-Undang
Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang
Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa Negara ialah bahasa Indonesia. Kini bahasa Indonesia digunakan
oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik tingkat pusat maupuyn daerah.

2.Hal yang menarik dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Pengakuan bahasa Melayu pada tanggal 18 Mei 1918 oleh Belanda sebagai bahasa resmi kedua setelah
bahasa Belanda yang menjadi bahasa resmi pertama. Alasanya hal ini membutikan bahwa bahasa
Melayu telah luas penyebaran dan penggunaannya diseluruh wilayah Indonesia mengalah kan bahasa
Jawa, Sunda, dan Madura yang penuturannya lebih banyak ketimbang bahasa Melayu.

Selama Pendudukan Jepang (1942-1945) bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar di
semua tingkat pendidikan. Alasannya kegagalan Jepang untuk memasukan bahasa Jepang sebagai
bahasa pengantar dalam pengajaran dengan tujuan menjadikan bahasa Jepang sebagai bahasa resmi
orang Indonesia sebagai penganti bahasa Belanda. Hal ini membuktikan bahwa bahasa Indonesia telah
tersebar diseluruh wilayah Indonesia.

Sumber : MKWU4108/MODUL 2 HAL 2.3-2.8

Anda mungkin juga menyukai