Anda di halaman 1dari 91

AKSI PERUBAHAN

Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android


(SILAPAK HASIAN)
Pada Bagian Perencanaan Dan Keuangan Setdakab Deli Serdang

DISUSUN OLEH:
NAMA : IRNAWATI, SE., M.Si
NDH : 37
JABATAN : KEPALA SUB.BAGIAN PERENCANAAN
INSTANSI : SEKRETARIAT DAERAH KAB. DELI SERDANG

PELATIHAN KEPEMIMPINAN PENGAWAS ANGKATAN I


PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN KAJIAN HUKUM
ADMINISTRASI NEGARA (PUSLATBANG KHAN)
LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
ACEH BESAR , 2021

Irnawati,SE,M.Si _PKP I Tahun 2021 i


LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKSI

Nama : Irnawati,SE,M.Si
NDH : 37
Judul : Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android
(SILAPAK HASIAN)
Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang

Bahwa Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang diusulkan


telah disetujui oleh Coach dan Mentor untuk dipresentasikan dihadapan
Narasumber, Mentor, dan Coach pada Seminar Rancangan Aksi
Perubahan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas
Angkatan I Tahun 2021 di Puslatbang KHAN Lembaga Administrasi
Negara, pada hari Jum’at tanggal 27 Agustus 2021.

L. Pakam, 31 Agustus 2021

Peserta

Irnawati,SE,M.Si
NIP.197705102005022010

Disetujui oleh :
Coach, Mentor,

Yasniva, Spd. M.Si RICKY SUPRIADY,S.Sos


NIP. 197707172011012006 NIP.196910221998031006
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha
Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga rancangan aksi perubahan
kinerja organisasi ini dapat diselesaikan, serta shalawat dan salam tak
lupa kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan
sahabat sekalian. Rancangan aksi perubahan ini merupakan salah satu
persyaratan yang harus dipenuhi dalam rangka mengikuti Pelatihan
Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2021.
Penulisan rancangan aksi perubahan ini dapat diselesaikan berkat
bimbingan dan dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, perkenan
kami menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Ir. H. Faizal Adriansyah, M.Si selaku Kepala Puslatbang KHAN
LAN Aceh, beserta segenap jajaran dan staf.
2. Bapak Drs. Darwin Zein,S.sos selaku Sekretaris Daerah Kabupaten
Deli Serdang untuk motivasi dan dukungannya.
3. Bapak Ricky Supriady,S.Sos Kepala Bagian Perencaaan Dan Keuangan
selaku mentor atas masukan, dukungan dan arahannya.
4. Ibu Yasniva, Spd., M.Pd, selaku Coach yang telah membimbing dan
mengarahkan selama penyusunan rancangan aksi perubahan.
5. Bapak dan Ibu Widyaiswara yang sudah membagi pengetahuan dan
pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami peserta PKP Angkatan
I Tahun 2021.
6. Bapak/Ibu PIC beserta seluruh panitia PKP Angkatan I Tahun 2021,
yang selalu bekerja ekstra dalam menyukseskan pelaksanaan PKP.
7. Rekan-rekan peserta PKP Angkatan I Tahun 2021 yang telah
memberikan inspirasi dan semangat dalam menjalani seluruh kegiatan
pelatihan.

Harapannya semoga rancangan aksi perubahan ini memberi manfaat


bagi kami dan bagi siapa saja yang membutuhkannya.

L.Pakam, Agustus 2021

Irnawati,SE,.M.Si

NIP. 19770510 200502 2 010


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................i

DAFTAR ISI........................................................................................ii

BAB IPENDAHULUAN........................................................................1

1.1. Latar Belakang.......................................................................1

1.2. Tujuan Aksi Perubahan .........................................................3

1.3. Manfaat .................................................................................4

1.4. Ruang Lingkup.......................................................................5

BAB IIPROFIL KINERJA ORGANISASI................................................5

BAB IIIANALISA MASALAH...............................................................14

3.1. Identifikasi Masalah.............................................................14

3.2. Analisis Masalah..................................................................15

3.3. Faktor Penyebab...................................................................17

3.4. Dampak Masalah..................................................................17

BAB IVSTRATEGI PENYELESAIAN MASALAH..................................18

4.1. Terobosan/Inovasi................................................................18

4.2. Tahapan Kegiatan.................................................................19


4.3. Sumberdaya (Peta dan Pemanfaatan)...................................21

4.4. Manajemen Risiko................................................................30

4.5. Faktor Kunci Keberhasilan Aksi Perubahan..........................32


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Aksi Perubahan


Keberhasilan instansi merupakan sebuah implikasi nyata dari
bentuk kualitas sumber daya manusia dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya dalam menekuni dan mengembangkan
pekerjaannya yang disebut dengan kinerja. Kinerja adalah hasil kerja
yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam
mencapai suatu organisasi yang sesuai dengan wewenang dan
tanggung jawab masing-masing (Soeprihanto, 2001).
Berdasarkan Peraturan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 5
Tahun 2020 tentang Kedudukan , Susunan Organisasi Tugas dan
Fungsi, serta Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang,
Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas :
1. Merumuskan program kegiatan Bagian Perencanaan dan
Keuangan;
2. Merumuskan penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana
Kinerja (Renja) tahunan dan Rencana Kerja Anggaran (RKA)
Sekretariat Daerah;
3. Merumuskan pelaksanaan asistensi dan verifikasi RKA, DPA,
DPPA Sekretariat Daerah;
4. Merumuskan Perjanjian Kinerja Sekretariat Daerah;
5. Merumuskan pengelolaan administrasi keuangan dan anggaran
Sekretariat Daerah;
6. Merumuskan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
(LKIP) Sekretariat Daerah;
7. Merumuskan evaluasi rencana kerja Sekretariat Daerah;
8. Merumuskan laporan keuangan Sekretariat Daerah;
9. Merumuskan Standar Operasional Prosedur Bagian Perencanaan
dan Keuangan;
10. Melaksanakan monitoring, evaluasi, dan menilai prestasi kerja
pelaksanaan tugas bawahan;
11. Membuat laporan pelaksanaan tugas kepada atasan sebagai dasar
pengambilan kebijakan;
12. Menyampaikan saran dan pertimbangan kepadaatasan secara
lisan maupun tertulis;
13. Melaksanakan tugas kedinasan lain sesuai dengan perintah
atasan.
Dalam melaksanakan tugas pegawai di harapkan mampu
melakukan pelaporan kegiatan yang dilakukan di ruang kerja. Dalam
pelaporan tersebut pegawai mampu menjelaskan hal apapun terkait
dengan kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan format laporan
kinerja harian (LKH) pegawai.
Fenomena yang terjadi pada Bagian Perencanan dan keuangan
Setdakab Deli Serdang, sebagian besar pegawai tidak jarang terlihat
masih sering melalaikan waktu membuat laporan kinerja harian.
Pencatatan laporan Kinerja harian selayaknya harus dilakukan setiap
hari agar pekerjaan yang dilaksanakan pada hari itu dapat tertuang
dalam laporan harian. Dan sebaiknya juga langsung dicatat dalam
komputer bukan dengan ditulis secara manual dikertas. Hal yang
demikian inilah yang melatarbelakangi penulis untuk memunculkan
ide membuat sebuah sistem aplikasi yang mampu mencatat laporan
harian setiap harinya dimanapun dan kapanpun setiap saat melalui
telepon selular android. Dimana pada sistem tersebut dilengkapi
dengan fitur –fitur pilihan pekerjaan yang kita lakukan setiap hari.
Hal utama yang mendasari ide adalah seiring perkembangan zaman,
yang semakin pesat penggunaan sebuah telepon selular pun semakin
luas di berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali di kalangan
pagawai. Bisa dikatakan bahwa tidak ada pegawai yang tidak
mempunyai Handphone Android.
HP Android dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pekerjaan
lebih mudah yang di lakukan pegawai, efisien dan efektif. Bukan hanya
sekedar menjadi trendfashion pegawai di jaman sekarang. Dari latar
belakang di atas maka penulis ingin merancang suatu aplikasi
berbasis android dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi
untuk memudahkan dalam melakukan pelaporan kinerja harian
pegawai agar lebih mudah dan praktis dengan judul “Sistem Laporan
Kinerja Harian Berbasis Android (SILAPAK HASIAN) Pada Bagian
Perencanaan Dan Keuangan Setdakab Deli Serdang”.

1.2. Tujuan Aksi Perubahan

Adapun tujuan dari aksi perubahan yang akan dilaksanakan dapat


dibagi dalam tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka
panjang sebagaimana dijabarkan sebagai berikut:

 Tujuan Jangka Pendek (sampai selesai diklat), meliputi:

1. Membentuk Tim Efektif

2. Mencapai kesepakatan konsep pada sistem aplikasi

3. Membuat Standart Pelayanan dan Petunjuk Tekhnis Aplikasi

4. Tersedianya Laporan Kinerja Harian dari soft copy ke hard copy

5. Terlaksananya sosialisasi Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis


Android (SILAPAK HASIAN) di Bagian Perencanaan dan Keuangan
Setdakab Deli Serdang

6. Pelaksanaan Sistem Laporan kinerja Harian Pegawai Berbasis


Android (SILAPAK HASIAN).

 Tujuan Jangka Menengah (6 bulan s.d. 1 tahun), meliputi:

1. Melakukan evaluasi pengembangan Sistem Pencatatan Laporan


Kinerja Harian Berbasis Android (SILAPAK HASIAN).

2. SILAPAK HASIAN akan dijadikan rule model pelaporan kinerja


harian di Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang.

 Tujuan jangka panjang (1 s.d. 2 tahun), meliputi:


Diharapkan Terlaksananya Sistem Pencatatan Laporan Kinerja
Harian Berbasis Android (SILAPAK HASIAN) di lingkungan
Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang .

1.3. Manfaat Aksi Perubahan

Dari uraian di atas, dapat dijabarkan manfaat dari aksi perubahan


sebagai berikut:

1. Manfaat bagi peserta

a. Memudahkan dalam pencatatan laporan Harian

b. Cepat , Praktis dan Mandiri

c. Meningkatkan capaian kinerja secara unit kerja dan individu

2. Manfaaat bagi Bagian Perencanaan Dan Keuangan Setdakab


Deli Serdang

a. Memperlancar tugas pokok dan fungsi Bagian Perencanaan


dan keuangan dalam mendukung mewujudkan tata kelola
pemerintahan yang berbasis good governance dan clean
government.

b. Terukurnya Pencapaian Kinerja.

c. Berjalannya monitoring dan evaluai kinerja Bagian


Perencanaan dan Keuangan.

3. Manfaat bagi SKPD/OPD

a. Percepatan penyusunan Renstra, Renja dan RKA .


b. Meningkatnya penilaian kinerja organisasi Setdakab Deli
Serdang
1.4. Ruang Lingkup Aksi Perubahan

Ruang lingkup aksi perubahan yang akan dilaksanakan, yaitu:

1. Konsultasi dan koordinasi dengan mentor (Kepala Bagian


Perencanaan dan Keuangan) terkait Aksi Perubahan yang akan
dilaksanakan

2. Membentuk Tim Efektif;

3. Membuat komitmen bersama dengan sumber daya internal dan


eksternal;

4. Koordinasi dan konsultasi dengan programmer (Ahli IT) Diskominfo;

5. Rapat dengan Tim Efektif membahas kesiapan pelaksanaan aksi


perubahan;

6. Pembangunan Sistem bersama Tim Efektif dan Programmer;

7. Penyusunan Modul Penggunaan SILAPAK HASIAN;

8. Pencetakan dalam bentuk modul dan sosialisasi;

9. Melaksanakan sosialisasi SILAPAK HASIAN kepada ASN;

10. Uji Coba SILAPAK HASIAN pada ASN Bagian Perencanaan dan
Keuangan;

11. Launching SILAPAK HASIAN;

12. Monitoring dan evaluasi SILAPAK HASIAN;

13. Memperkenalkan SILAPAK HASIAN di lingkungan Sekretariat


Daerah Kabupaten Deli Serdang;

Dalam melaksanakan terobosan inovasi rencana aksi SILAPAK


HASIAN penulis tetap memperhatikan prinsip manajemen mutu, yaitu :

1. Fokus Pelanggan (Costumer Fokus)

 Melakukan analisa kebutuhan konsumen yaitu ASN pada


Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang.
2. Kepemimpinan (Leadership)

 Mengarahkan dan mengatur anggota tim dalam melakukan


rencana aksi SILAPAK HASIAN.

3. Keterlibatan Personil (Engagement of People):

 Melakukan pembagian tugas ASN Bagian Perencanaan dan


Keuangan dalam melakukan aktifitas proses rencana aksi
SILAPAK HASIAN.

4. Pendekatan Proses (Process Approach)

 Melakukan evaluasi pada setiap tahapan rencana aksi


SILAPAK HASIAN.

5. Manajemen Relasi (Relationship Management):

 Menjalin Kerjasama dengan OPD lain yaitu Dinas Kominfo


terkait aplikasi pada inovasi rencana aksi SILAPAK HASIAN.

6. Peningkatan Berkesinambungan (Improvement) :

 Tim akan melakukan perbaikan - perbaikan dari


permasalahan yang muncul pada rencana aksi SILAPAK
HASIAN.

7. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Bukti (evidence-based


decision making) :

 Rencana aksi SILAPAK HASIAN akan ditingkatkan sesuai


dengan hasil evaluasi.
BAB II
PROFIL KINERJA ORGANISASI

2.1. Profil Kabupaten Deli Serdang


2.1.1. Sejarah Kabupaten Deli Serdang

Sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945


Kabupaten Deli Serdang yang dikenal sekarang ini dua pemerintahan
yang berbentuk kerajaan (Kesultanan) yaitu Kesultanan Deli yang
berpusat di Kota Medan dan Kesultanan Serdang berpusat di
Perbaungan. Kabupaten Deli dan Serdang ditetapkan menjadi Daerah
Otonom sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 tahun 1984 tentang
Undang-Undang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah dan Undang-
Undang Nomor 7 Darurat Tahun 1965. Hari jadi Kabupaten Deli
Serdang ditetapkan tanggal 1 Juli 1946. Berdasarkan Peraturan
Pemerintah Nomor 7 Tahun 1984, ibukota Kabupaten Deli Serdang
dipindahkan dari Kota Medan ke Lubuk Pakam dengan lokasi
perkantoran di Tanjung Garbus yang diresmikan oleh Gubernur
Sumatera Utara tanggal 23 Desember 1986. Sesuai dengan dikeluarkan
UU Nomor 36 Tahun 2003 tanggal 18 Desember 2003, Kabupaten Deli
Serdang telah dimekarkan menjadi dua wilayah yakni Kabupaten Deli
Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai, secara administratif
Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kini terdiri atas 22 kecamatan
yang di dalamnya terdapat 14 Kelurahan dan 380 desa.
Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu dari 33 (tiga
puluh tiga) Kabupaten/Kota yang ada saat ini di Provinsi Sumatera
Utara. Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Deli Serdang berada
pada Kawasan Pantai Timur Sumatera Utara yang berbatasan langsung
dengan Selat Malaka. Secara geografis Kabupaten Deli Serdang terletak
diantara koordinat 2 º 57’’ sampai dengan 3 º 16’’ Lintang Utara, dan
98º 33’’ sampai dengan 99 º 27’’ Bujur Timur. Secara administratif
Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 (Dua Puluh Dua) Kecamatan, 14
Kelurahan dan 380 Desa, dengan luas wilayah 249.772 Ha (2.497,72
Km2). Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Kecamatan
Hamparan Perak yaitu seluas 23.015 Ha atau sebesar 9,21% dari luas
total Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan kecamatan yang memiliki
luas paling kecil adalah Kecamatan Deli Tua yaitu hanya seluas 936 Ha
atau sebesar 0,37% dari luas Kabupaten Deli Serdang.
Adapun mengenai batas-batas wilayah administrasi Kabupaten
Deli Serdang, dapat diuraikan sebagai berikut :

 Utara : berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan Selat


Malaka
 Selatan : berbatasan dengan Kabupaten Karo & Kabupaten
Simalungun
 Barat : berbatasan dengan Kabupaten Langkat dan
Kabupaten Karo
 Timur : berbatasan dengan Kabupaten Serdang Bedagai.

Secara topografis daerah Kabupaten Deli Serdang sebagian besar


terletak didaerah pantai timur Sumatera utara dan secara umum
terletak di ketinggian 0-1000 m di atas permukaan laut, dengan
pembagian wilayah bedasarkan elevasi (ketinggian) sebagai berikut :
 Dataran rendah dan tanah pesisir dengan ketinggian 0 –
500 m di atas permukaan laut, seluas 88% dari total
terletak di seluruh kecamatan kecuali Kecamatan Gunung
Meriah.
 Daerah perbukitan dengan ketinggian 100 – 1.000 m di
atas permukaan laut, seluas 11% Dari total terletak di
sebagian Kecamatan Gunung Meriah, STM Hulu,
Sibolangit dan Kutalimbaru.
 Daerah pegunungan dengan ketinggian di atas 1.000 m
dari permukaan laut, seluas 1% dari  total terletak di
sebagian Kecamatan Gunung Meriah, STM Hulu,
Sibolangit dan Kutalimbaru.
2.1.2. Visi dan Misi Kabupaten Deli Serdang

Visi Bupati Kabupaten Deli Serdang periode 2019-2024 adalah:


“Visi :
"Deliserdang Yang Maju dan Sejahtera Dengan Masyarakatnya yang
Religius dan Rukun dalam Kebhinekaan"

Misi :

1. Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan


berdaya saing yang mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan
dan teknologi.
2. Meningkatkan Kesejahteraan dan Kemandirian dalam
memantapkan struktur ekonomi yang kokoh berlandaskan
keunggulan kompetitif.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana sebagai pendukung
pertumbuhan ekonomi yang berorientasi kepada kebijakan tata
ruang serta berwawasan lingkungan.
4. Meningkatkan tatanan kehidupan masyarakat yang religius,
berbudaya dan berakhlakul karimah, berlandaskan keimanan
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta dapat memelihara
kerukunan, ketenteraman dan ketertiban.
5. Meningkatkan profesionalisme aparatur pemerintah untuk
mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (good &
clean governance) berwibawa dan bertanggung jawab.

2.2. Profil Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang

2.2.1. Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang

Sekretariat Daerah merupakan unsur staf yang dipimpin oleh seorang


Sekretaris Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung
jawab kepada Bupati. Rincian tugas, fungsi dan tata kerja Sekretariat
Daerah Kabupaten Deli Serdang diatur dalam Peraturan Bupati Deli
Serdang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan
Organisasi, Tugas dan Fungsi Tata Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten
Deli Serdang.
2.2.2. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Sekretariat
Daerah

Tugas pokok Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang adalah


membantu Bupati dalam penyusunan kebijakan dan
mengkoordinasikan administratif terhadap pelaksanaan tugas
perangkat daerah serta pelayanan administratif. Dalam melaksanakan
tugas pokok tersebut, Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang
menyelenggarakan fungsi :
a. Pengkordinasian Penyusunan kebijakan pemerintah daerah;
b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemerintah
daerah;
d. Pelayanan administratif dan pembinaan aparatur;
e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati yang berkaitan
dengan tugas dan fungsinya.

Tugas Pokok Subbagian Perencanaan


Sub Bagian Perencanaan yang berada di bawah Sekretariat,
mempunyai tugas, menyiapkan bahan penyusunan perencanan
Setdakab Deli Serdang yang meliputi penyusunan Rencana
Strategis (RENSTRA),Rencana Kerja (RENJA) tahunan dan
Rencana Kerja Anggaran (RKA) Sekretariat Daerah.

2.2.3. Struktur Sekretariat Kabupaten Deli Serdang


Bagan Struktur Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang
berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor Nomor 5 Tahun
2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Tata
Kerja Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang adalah sebagai
berikut :
Struktur Organisasi Sekretariat Daerah sebagai salah satu Perangkat
Daerah, dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah, yang dalam
melaksanakan tugasnya dibantu oleh 3 (tiga) orang Asisten, yaitu :
1.) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Jenjang struktur pada tingkat bagian dilingkup Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat adalah sebagai berikut:
(a) Bagian Tata Pemerintahan, terdiri dari :
- Sub Bagian Pemerintahan Umum
- Sub Bagian Otonomi Daerah
- Sub Bagian Kerjasama Daerah
(b) Bagian Kesejahteraan Rakyat, terdiri dari :
- Sub Bagian Bina Mental Spiritual
- Sub Bagian Kesejahteraan Sosial
- Sub Bagian Kesejahteraan Masyarakat
(c) Bagian Hukum, terdiri dari :
- Sub Bagian Perundang-Undangan
- Sub Bagian Bantuan Hukum
- Sub Bagian Dokumentasi dan Informasi

2.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan


Jenjang struktur pada tingkat bagian dilingkup Asisten
Perekonomian dan Pembangunan adalah sebagai berikut :
(a) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, terdiri dari :
- Sub Bagian Perekonomian
- Sub Penanaman Modal, Perizinan dan BUMD
- Sub Bagian Sumber Daya Alam
(b) Bagian Administrasi Pembangunan, terdiri dari :
- Sub Bagian Penyusunan Program
- Sub Bagian Pengendalian Program
- Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan
(c) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, terdiri dari :
- Sub Bagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa
- Sub Bagian Pengelolaan Layanan Pengadaan Secara
Elektronik
- Sub Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan
Jasa
3.) Asisten Administrasi Umum
Jenjang struktur pada tingkat bagian dilingkup Asisten
Administrasi Umum adalah sebagai berikut :
(a) Bagian Umum, terdiri dari :
- Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan
Kepegawaian
- Sub Bagian Perlengkapan
- Sub Bagian Rumah Tangga Sekretariat Daerah Kabupaten
Deli Serdang
(b) Bagian Organisasi, terdiri dari :
- Sub Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan
- Sub Bagian Pelayanan Publik dan Tatalaksana
- Sub Bagian Kinerja dan Reformasi Birokrasi
(c) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terdiri dari :
- Sub Bagian Protokol
- Sub Bagian Komunikasi Pimpinan
- Sub Bagian Dokumentasi Pimpinan
(d) Bagian Perencanaan dan Keuangan terdiri dari :
- Sub Bagian Perencanaan
- Sub Bagian Keuangan
- Sub Bagian Pelaporan
2.2.4.Keadaaan Personil

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor yang sangat


penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari Organisasi Perangkat
Daerah sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai
tujuan organisasi itu. SDM Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang
terdiri dari Pegawai Negeri Sipil 117 orang, Honor Daerah 59 orang,
Pegawai Tidak Tetap (PTT) 64 orang dengan total pegawai 240 orang.

2.2.5.Profil Kinerja Pelayanan

Untuk mewujudkan rancangan suatu perencanaan diseluruh


sektor pembangunan yang kemudian dituangkan kedalam dokumen
perencanaan dapat ditempuh dengan serangkaian implementasi
kebijakan terkait dengan gambaran pelaksanaan pembangunan yang
telah dilakukan secara makro. Tidak hanya itu, pengunaan asumsi
yang berfungsi sebagai indikator instrumen perencanaan, harus dapat
dipenuhi dalam rangka merealisasikan perencanaan yang telah
ditetapkan. Dalam penyelenggaraan pada tahun perencanaan, asumsi
yang telah ditetapkan dapat mengalami perubahan sesuai dengan
dinamika yang terjadi, dan tentu saja hal ini dapat menjadi salah satu
faktor penghambat didalam pelaksanaan perencanaan pembangunan
yang telah ditetapkan pada tahun sebelumnya.

Memperhatikan isu– isu dan permasalahan pembangunan yang


dihadapi diharapkan peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah
untuk mewujudkan tata pemerintah yang baik dan bersih (good &
clean governance) berwibawa dan bertanggung jawab sehingga akan
berdampak pada kualitas pembangunan daerah.
Secara Umum identifikasi permasalahan berdasarkan Tugas dan
Fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh Sekretariat Daerah
Kabupaten Deli Serdang adalah sebagai berikut:
1. Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Daerah masih dalam kategori CC.
2. Belum optimalnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi.
3. Kurangnya kompetensi dan jumlah sumber daya aparatur
pemerintah.
4. Pola pembinaan aparatur pemerintah yang belum terorientasikan
pada peningkatan kinerja.
5. Tingginya kekhawatiran terkriminalisasi dalam pelaksanaan
pengadaan barang dan jasa khususnya Kelompok Kerja (Pokja)
Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
6. Belum optimalnya penataan produk hukum daerah.
7. Belum optimalnya penginventarisasian barang aset.
8. Tata kelola kearsipan yang kurang baik.
9. Koordinasi belum cukup baik dengan Perangkat Daerah maupun
antar bagian di lingkungan Sekretariat Daerah.
10. Kerjasama dengan pihak lain guna mempercepat pembangunan
belum optimal.
11. Masih kurangnya sarana dan prasarana kantor yang menunjang
pelaksanaan tugas.
12. Etos dan disiplin kerja sumber daya aparatur yang efisien, efektif
belum membudaya.
13. Mekanisme dan pola kerja pada setiap unit kerja belum tertata
dalam suatu sistem yang terpadu, efektif dan efesien.
14. Belum selarasnya dokumen perencanaan perangkat daerah dengan
dokumen perencanaan diatasnya.
15. Antisipasi terhadap perubahan-perubahan aturan dan kebijakan
belum baik.
1.
BAB III
ANALISA MASALAH

3.1. Identifikasi Masalah

Dari hasil analisa kinerja di Bagian Perencanaan Setdakab Deli


Serdang, masih terdapat beberapa permasalahan yang terjadi pada
kondisi saat ini yaitu:
1. Terhambatnya penyusunan program kegiatan Bagian Perencanaan
dan Keuangan.
2. Lambatnya dalam menyusun Renstra, Renja dan RKA.
3. Tidak meningkatnya penilaian tentang perjanjian kinerja Setdakab
Deli Serdang.
4. Kompetensi SDM ASN yang masih rendah.

3.2. Analisis Masalah

Analisis masalah yang dilakukan dalam mengambil isu atau


masalah prioritas yang perlu untuk diatasi pada Bagian Perencanaan
an Keuangan Setdakab Seli Serdang adalah dengan menggunakan
metode APKL (Aktual, Problematika, Khalayak, Layak). Pertama adalah
aktual, yang berarti isu tersebut benar-benar terjadi dan sedang
menjadi perhatian. Kedua adalah problematik, berarti isu yang
dimaksud memiliki dimensi masalah yang kompleks dan perlu segera
diselesaikan. Ketiga adalah khalayak, berarti isu yang dimaksud
menyangkut hajat banyak orang. Keempat adalah layak, berarti isu
tersebut realistis dan relevan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi
peserta.
Setelah melakukan diskusi dengan mentor, rekan dan staf
pelaksana pada Subbagian umum, diperoleh hasil analisis sebagai
berikut :
Tabel Penilaian isu dengan Penilaian Kriteria Aktual,
Problematik, Berdampak luas pada Khalayak dan Kelayakan

KRITERIA
ISU
NO
ISU
A P K L

Terhambatnya penyusunan program


1. - √ √ √
kegiatan.
Lambatnya dalam menyusun Renstra,Renja
dan RKA.
2. - - √ √

Tidak meningkatnya tentang penilaian


kinerja Sekretariat
3. √ √ √ √

Kompetensi tenaga SDM aparatur yang


4. √ √ - √
masih rendah

Keterangan :
A : Aktual
P : Problematika
K : Kekhalayakan

L : Layak

Selanjutnya juga dilakukan analisis dengan metode USG


(Urgency, Seriousness, Growth). USG adalah salah satu alat untuk
menyusun urutan prioritas isu yang harus diselesaikan, caranya
dengan menentukan tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan
isu dengan menentukan skala nilai 1 – 5 atau 1 – 10. Isu yang memiliki
total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya dapat
diuraikan sebagai berikut :
- Urgency yaitu seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas
dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras
tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan isu tadi.
- Seriousness yaitu seberapa serius isu tersebut perlu dibahas
dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan
pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat
yang menimbulkan masalah-masalah lain kalau masalah
penyebab isu tidak dipecahkan. Perlu dimengerti bahwa dalam
keadaan yang sama, suatu masalah yang dapat menimbulkan
masalah lain adalah lebih serius bila dibandingkan dengan suatu
masalah lain yang berdiri sendiri.
- Growth yaitu seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu
tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah
penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan.

Tabel Skala Nilai USG

Nilai Keterangan

5 Sangat Urgent/Serius/Mendesak

4 Urgent/Serius/Mendesak

3 Sedang Urgent/Serius/Mendesak

2 Rendah Urgent/Serius/Mendesak

1 SangatRendah Urgent/Serius/Mendesak
Tabel Analisis USG Prioritas

KRITERIA
PENILAIA TO TINGKATPR
NO
ISU N TA IORITAS
U S G L

Terhambatnya penyusunan
1 4 4 5 13 III
program kegiatan
Lambatnya dalam menyusun
2 Renstra,Renja dan RKA 4 5 5 14 II

Tidak meningkatnya tentang


3 penilaian kinerja Sekretariat 5 5 5 15 I

Kompetensi tenaga SDM


4 4 4 4 12 IV
aparatur yang masih rendah

Berdasarkan hasil analisis darikedua metode di atas diperoleh


masalah utama yang perlu untuk diatasi yaitu “ tidak meningkatnya
tentang penilaian kinerja Sekretariat ” .Masalah tersebut memiliki
poin tertinggi sehingga perlu untuk dicari solusinya agar tidak
menimbulkan dampak yang lebih besar apabila diabaikan.

3.3. Faktor Penyebab


Beberapa faktor yang menjadi penyebab adanya permasalahan
Tidak meningkatnya tentang penilaian kinerja Sekretariat Kabupaten
Deli Serdang yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan Pegawai tentang Tupoksinya.
2. Sasaran Kerja pegawai yang kurang tepat.
3. Tidak berkembangnya kinerja organisasi
3.4. Dampak Masalah

Apabila permasalahan Tidak meningkatnya tentang penilaian


kinerja Sekretariat, maka akan berdampak sebagai berikut:
1. Tidak tercapainya target kinerja Bagian Perencanaan dan
Keuangan.
2. Tidak terukurnya pencapaian kinerja.

3.
BAB IV
STRATEGI PENYELESAIAN MASALAH

1.1. Terobosan/Inovasi

1.1.1. Gagasan/Inovasi Aksi Perubahan

Berdasarkan analisis masalah dan dalam rangka


pengembangan kinerja organisasi, terobosan/inovasi yang akan
dilakukan untuk mengoptimalkan penilaian kinerja Sekretariat
yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja maka dibangun
sebuah Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android pada
Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang yang
kemudian disingkat menjadi SILAPAK HASIAN.

1.1.2. Deskripsi Aksi Perubahan

Laporan Kinerja Harian Berbasis Android (SILAPAK HASIAN)


pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang
dimana terdiri dari data – data mulai Profile pegawai, Input Data
Harian, Paraf Atasan, Laporan Anggota, Data Laporan Harian Bulan
Sebelumnya dan Menu Cetak Laporan dalam bentuk aplikasi sesuai
dengan kinerja harian masing-masing ASN .
Pengguna/User akan dibagikan kepada setiap aparatur sipil
Negara (ASN) pada bagian Perencanaan dan Keuangan. Masing –
masing user mengelola penginputan laporan kinerja harian melalui
androidnya dan mencetaknya. Aplikasi ini dirancang sedemikian rupa
dan sesederhana mungkin sehingga memudahkan dalam menginput
data yang diperlukan, selanjutnya user akan mencetak laporan kinerja
harian melalui komputer yang tersedia di bagian perencanaaan dan
kuangan. Setiap berkas yang dicetak akan tersimpan diaplikasi
Laporan Kinerja Harian Pegawai berbasis android (SILAPAK HASIAN).
.
1.2. Tahapan Kegiatan

Dalam rangka mencapai target dari terobosan/inovasi yang


seperti yang dijelaskan di atas, maka perlu disusun pentahapan
kegiatan seperti tabel berikut:
Tabel 4.1. Tahapan/Milestone Aksi Perubahan

RENCANA RENCANA
NO TAHAPAN OUTPUT
KEGIATAN WAKTU

I Jangka Pendek
A. Perencanaan 1. Konsultasi dan Persetujuan Minggu III
koordinasi dengan Mentor Agustus
mentor (Kepala Bagian a. Jadwal konsul
2021
Perencanaan dan b. Dokumentasi
Keuangan) terkait Aksi
Perubahan yang akan
dilaksanakan
2. Pembentukan Tim Keputusan Minggu I
Efektif: Sekretaris September
a. Rapat internal Daerah tentang
2021
membahas Pembentukan
Pembentukan Tim Tim Efektif
Efektif SILAPAK HASIAN
b. Penetapan Keputusan a. Undangan
Sekretarias Daerah b. Daftarhadir
tentang Pembentukan c. Notulensi
Tim Efektif SILAPAK d. Dokumentasi
HASIAN
Pendistribusian
Keputusan kepada
Tim Efektif
3. Membuat komitmen Dukungan Minggu II
bersama dengan sumber internal dan September
daya internal dan eksternal
2021
eksternal
B. Perancangan 1. Koordinasi dan Rancangan Minggu III
konsultasi dengan desain SILAPAK September
programmer (Ahli IT) HASIAN
2021
Diskominfo.
2. Rapat dengan Tim Efektif Daftar Minggu IV
membahas kesiapan kebutuhan September
pelaksanaan aksi sapras dan
2021
perubahan SDM
3. Pembangunan Sistem SILAPAK HASIAN Minggu
bersama Tim Efektif dan IVSeptermb
Programmer
er 2021
4. Penyusunan Petunjuk Juknis SILAPAK Minggu II
Teknis Penggunaan HASIAN
SILAPAK HASIAN Oktober
2021
5. Pencetakan Juknis dalam Modul Juknis Minggu III
bentuk modul SILAPAK HASIAN
Oktober
2021
6. Melaksanakan sosialisasi Pemahaman Minggu I
SILAPAK HASIAN kepada ASN ASN mengenai November
SILAPAK HASIAN
a. Undangan 2021
b. Daftarhadir
c. Bahan
Sosialisasi
d. Notulensi
e. Dok umentasi
C. Pelaksanaan1.1 Uji Coba SILAPAK HASIAN Laporan uji Minggu I
coba SILAPAK November
HASIAN
a. Dokumentasi 2021
1.2 Launching SILAPAK HASIAN User admin Minggu I
untuk masing- November
masing ASN
2021
a. Undangan
b. Daftarhadir
c. Dokumentasi
II Jangka Menengah
1. Monitoring dan Evaluasi Daftar Hasil Januari s/d
SILAPAK HASIAN Monitoring dan
Maret 2022
Evaluasi
III Jangka Panjang
2. di
SILAPAK HASIAN SILAPAK HASIAN Juni s/d
lingkungan Sekretariat
Agustus
Daerah Kabupaten Deli
Serdang 2022

1.3 . Sumber Daya (Peta dan Pemanfaatan)

1.2.1. Peta dan Analisis Sumber Daya Organisasi

Untuk mewujudkan aksi perubahan sangat diperlukan


membangun jejaring kerja, dengan mengikutsertakan sumber daya
organisasi yang akan mendukung dan berpengaruh pada aksi
perubahan yang akan dilakukan baik hubungannya secara internal
maupun eksternal organisasi. Pemetaan terhadap sumber daya
organisasi internal dan eksternal dengan peran masing-masing sumber
daya tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.2. Pemetaan Sumber Daya, Hubungan, Peran dan
Dukungannya
NO SUMBER DAYA PERAN PENGARUH KEPENTINGAN
1 2 3 4 5
A INTERNAL
1 Sekretaris Daerah Memberi dukungan + +
Kabupaten Deli Serdang dan motivasi pada
area aksi
perubahan
2 Kepala Bagian Memberi + +
Perencanaan dan persetujuan,
Keuangan
pengesahan, dan
pengarahan pada
area aksi
perubahan

3 Kepala Sub Bagian Mendukung, dan - +


menjadi anggota
dalam Tim Efektif
aksi perubahan
serta terlibat
langsung
5 Jafrizal (Staf pengumpul Mendukung, dan + +
data) menjadi anggota
dalam Tim Efektif
aksi perubahan
serta terlibat
langsung mulai
dari perencanaan
sampai evaluasi
6 Sukewes (Staf pengolah Mendukung, dan + +
data ) menjadi anggota
dalam Tim Efektif
aksi perubahan
serta terlibat
langsung mulai
dari perencanaan
sampai evaluasi
7 Novitasari (staf pengolah Mendukung, dan + +
data menjadi anggota
dalam Tim Efektif
aksi perubahan
serta terlibat
langsung mulai
dari perencanaan
sampai evaluasi
8 Lia (staf dokumentasi) Mendukung, dan + +
menjadi anggota
dalam Tim Efektif
aksi perubahan
serta terlibat
langsung mulai
dari perencanaan
sampai evaluasi
B EKSTERNAL
1 Sekretaris Daerah Sebagai Pejabat + -
yang berwenang
urusan
perencanaan
memberikan
dukungan demi
kesuksesan aksi
perubahan
2 Diskominfo Sebagai Pembuat + -
aplikasi.

Dari tabel diatas, tergambar bahwa semua sumber daya internal


dan eksternal diperkirakan akan memberikan dukungan yang positif
terhadap pelaksanaan aksi perubahan, maka tingkat keberhasilan aksi
perubahan sangat bergantung pada dukungan sumber daya internal
dan sumber daya eksternal.

Sumber daya yang ikut terlibat dalam aksi perubahan juga dapat
dikelompokkan kedalam Kuadran Stakeholder seperti terlihat pada
gambar berikut:
Gambar 4.1. Kuadran Stakeholder

Diskominfo Sekretaris Daerah


Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan
Promoter
Latents

Programer
s

Pengaruh Tinggi

Kepentingan Rendah Kepentingan Tinggi


Aparatur Sipil Negara (ASN) Bagian Perencanaan dan Keuangan
LSM
Defenders
Aphatetics

Pengaruh Rendah

Dengan memperhatikan kelompok stakeholder diatas, strategi


untuk mempengaruhinya adalah sebagai berikut:
1. Promotors (high influence/high interest)
Memiliki kepentingan besar terhadap aksi perubahan dan juga
kekuatan untuk membantu membuatnya berhasil atau
menggagalkan tergantung dengan sikap stakeholder yang
mendukung atau menentang. Komunikasi yang dilakukan untuk
meyakinkan promotors adalah dengan cara menguraikan kondisi
saat ini dan kondisi apa yang diinginkan serta menyampaikan ide
dan gagasaninovasi aksi perubahan.

2. Defenders (Low Influence/High Interest)


Memiliki kepentingan pribadi dan dapat menyuarakan dukungan
dalam komunitas tetapi kekuatannya kecil untuk mempengaruhi
program. Secara umum kelompok ini merupakan kelompok
pengguna layanan/penerima manfaat dari aksi perubahan.
Kelompok ini memiliki peranan yang penting sehingga diperlukan
beberapa strategi untuk memberdayakan kelompok stakeholder ini.
Komunikasi yang dilakukan agar para defenders mau
mempengaruhi aksi perubahan adalah dengan melibatkan
defenders internal yaitu Kepala Sub Bagian Keuangan dan Kepala
Sub Bagian Pelaporan dan Aparatur Sipil Negara bagian
Perencanaan dan Keuangan untuk diikutsertakan dalam Tim
Efektif , sehingga diharapkan defender dapat
menyuarakan/memberikan dukungan baik itu dengan
menyampaikannya secara langsung maupun tidak langsung.
3. Latents (high influence/low interest)
Kelompok yang tidak memiliki kepentingan khusus maupun terlibat
dalam program, tetapi memiliki kekuatan mempengaruhi aksi
perubahan yang cukup besar jika mereka menjadi tertarik.
Komunikasi yang dilakukan untuk mempengaruhi latents
(Diskominfo) dengan cara komunikasi secara langsung memberikan
informasi detail maksud, tujuan, manfaat dan output yang
dihasilkan dari aksi perubahan ini serta tetap menjaga hubungan
persuasif dengan meraka.

4. Apathetics (low influence/lowinterest)


Kurang memiliki kepentingan maupun kekuatan, bahkan mungkin
tidak mempengaruhi kegiatan. Komunikasi yang dilakukan dengan
cara memberikan penjelasan mengenai manfaat dari aksi
perubahan jika ada pertanyaan yang disampaikan.

1.2.2. Pembentukan Tim Efektif


Dibutuhkan adanya Tim Efektif untuk terwujudnya aksi
perubahan yang sudah direncanakan yang membantu dalam
pelaksanaan setiap tahapan kegiatan yang sudah direncanakan.
Struktur Tim Efektif dimaksud dapat dilihat dalam gambar berikut:
Gambar 4.2. Struktur Tim Efektif

STRUKTUR DESKRIPSI
SPONSOR AKSI
PERUBAHAN:
SPONSOR Sekretaris Daerah
Kabupaten Deli Serdang
Darwin Zein,S.Sos
MENTOR AKSI
PERUBAHAN:
Kepala Bagian
Perencanaan dan
MENTOR Keuangan
Ricky Supriady,S.Sos

Action Leader:
Irnawati,SE,M.Si

Coach:
COACH ACTION TIM Yasniva, Spd. M.Si
LEADER EVALUASI
Tim Evaluasi:
- Kabag

Pokja I (Tim
POKJA 1 POKJA 2 pengumpul data &
dokumentasi)
- Jafrizal
- Sukewes

Pokja II (Tim
Pelaksana)
- Novitasari(Staf)
- Lia (Staf)

1.2.3. Peran Anggota Tim dalam Pelaksanaan Aksi Perubahan


Adapun tugas, peran dan kewenangan masing-masing anggota
Tim Efektif seperti pada struktur di atas sebagai berikut:

1. Sponsor Aksi Perubahan (Darwin Zein,S.sos) memiliki kewenangan


dan peran sebagai berikut:
a. Memberi dukungan, motivasi, pembinaan dan arahan terhadap
rancangan aksi yang dilakukan oleh Action Leader.
b. Memonitor rangkaian aksi perubahan mulai dari perencanaan,
perancangan, pelaksanaan sampai hasil pelaksanaan aksi
perubahan dalam rangka pembangunan inovasi daerah yang
akan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

2. Mentor (Kepala Bagian/ Ricky Supriady,S.Sos), memiliki kewenangan


dan peran sebagai berikut:
a. Membimbing Action leader berdasarkan sikap profesionalisme;
b. Memberikan dukungan penuh kepada Action leader dalam
mempersiapkan Rancangan Aksi Perubahan yang akan
dilakukan;
c. Memberikan bimbingan dan arahan kepada Action leader dalam
merumuskan atau mengidentifikasi permasalahan krusial
organisasi yang memerlukan terapi melalui Aksi Perubahan;
d. Membantu Action leader dalam memetakan agenda aksi yang
akan dilaksanakan;
e. Memberikan kesepakatan dan persetujuan atas dokumen
Rancangan Aksi perubahan yangdiajukan;
f. Memberikan dukungan kepada Action leader dalam
mendayagunakan seluruh potensi sumber daya yang diperlukan
dalam melakukan implementasi aksi perubahan;

3. Coach (Ibu Yasniva, Spd. M.Si ), memiliki kewenangan dan peran


sebagai berikut:

a. Melakukan monitoring kegiatan Action leader selama tahap


pelatihan dan pembimbingan Kepemimpinan Adminitrasi melalui
mediateknologi pembelajaran;
b. Melakukan koordinasi dengan mentor untuk membantu Action
leader apabila mengalami permasalahan selama tahap pelatihan
dan pembimbingan Kepemimpinan Administrasi;
c. Memberikan masukan kepada peserta terkait usulan aksi
perubahan yang sedang dirumuskan selama tahap pelatihan dan
pembimbingan Kepemimpinan Adminitrator;
d. Memberikan feedback terhadap laporan progress implementasi
aksi perubahan yang disampaikan peserta bimbingan minimal
seminggu sekali;
e. Mengembangkan instrumen monitoring dan perekaman terhadap
progress yang dilaporkan;
f. Mengkomunikasikan proses, kemajuan dan hasil coaching
kepada penyelenggara PKP Angkatan I Tahun 2021;
g. Menjadi counsellor pada saat peserta mengalami lack of
motivation selama proses pembelajaran atau menyusun
aksiperubahan.

4. Action Leader (Irnawati,SE,M.Si), memiliki tugas sebagai berikut:


a. Mempersiapkan/merencanakan (dokumen/instrument/waktu)
yang diperlukan dengan baik sebelum pertemuan dengan
mentor;
b. Mengambil inisiator dalam dialog dengan mentor;
c. Menggalang komunikasi dan kesepakatan dengan stakeholder
terkait;
d. Memberikan bimbingan dan memonitor kinerja masing-masing
Pokja dalam melakukan tugas sesuai kewenangan masing-
masing;
e. Melakukan eksekusi keseluruhan tahapan yang telah dirancang
dalam rancangan aksi perubahan dengan mendayagunakan
seluruh sumber daya yang dimiliki;
f. Aktif melakukan diskusi dengan bertanya atau melaporkan
progress implementasi aksi perubahan kepada coach minimal
satu minggu sekali;
g. Mengacu rumusan milestone dalam dokumen pelaksanaan aksi
perubahan sebagai dasar pencapaian target perubahan;
h. Menggerakkan seluruh elemen stakeholder terkait dalam
mendukung keseluruhan tahapan aksi perubahan;
i. Mengembangkan instrumen monitoring dan melakukan
perekaman terhadap setiap progress yang dihasilkan dalam
proses implementasi aksi perubahan;
j. Menyusun laporan aksi perubahan ke dalam sebuah deskripsi
utuh.

5. Tim Evaluasi, memiliki tugas sebagai berikut:


a. Melakukan monitoring pelaksanaan SILAPAK HASIAN;
b. Melakukan Evaluasi keberhasilan pelaksanaan SILAPAK
HASIAN;

6. Pokja I (Tim IT), memiliki tugas sebagai berikut:


a. Menyusun fitur-fitur dan instrumen yang akan dimasukkan
dalam rencana aksi sistematis dalam bentuk tabel maupun
infografis agar lebih mudah dituangkan dalam bentuk sistem
informasi;
b. Membuat desain sistem;
c. Melakukan pemrograman sistem sesuai rancang bangun dan
bisnis proses sistem ;
d. Memperbaiki dan menyempurnakan sistem sesuai kebutuhan;
e. Melakukan uji coba sistem;
f. Menyusun Modul/Buku Panduan/brosur tentang penggunaan
sistem;
g. Membuat tutorial penggunaan sistem;

7. Pokja II (Tim Pelaksana) memiliki tugas sebagai berikut:

a. Mengelola sistem informasi yang dibangun oleh Pokja I (Tim IT);

b. Memahami proses dan menjalankan system;

c. Membantu dalam penyusunan draft modul SILAPAK HASIAN;

d. Mempersiapkan seremonial launching SILAPAK HASIAN serta


melakukan sosialisasi kepada ASN Bagian Perencanaan dan
Keuangan;
e. Melakukan pendampingan, pembimbingan, pelatihan
penggunaan SILAPAK HASIAN kepada ASN bagian Perncanaan
dan Keuangan.

1.3. Manajemen Risiko

Dalam pelaksanaan aksi perubahan ini terdapat beberapa risiko


kendala yang yang mungkin terjadi pada saat melaksanakan aksi
perubahan, sebagaimana terlihat pada tabel manajemen risiko dibawah
ini:
Tabel 4.3.Manajemen Risiko Aksi Perubahan

TAHAPAN/ IDENTIFIKSI ANALISIS PENGENDALIAN


NO OUTPUT
MILESTONE RISIKO RISIKO RISIO
1 TahapanPersiapan Persetujuan Kurangnya Adanya Menerapkan
Rancangan Aksi Mentor terhadap komunikasi dan perbedaan tujuan komunikasi
Perubahan Rancangan Aksi komitmen dan target kinerja efektif dan
Perubahan bersama dengan Organisasi meyakinkan
mentor mentor bahwa
Aksi Perubahan
ini akan
bermanfaat bagi
peningkatan
kinerja
organisasi
sehingga mentor
menerima
rencana Aksi
Perubahan
Keputusan Belum Adanya Memberikan
Sekretaris terbangunnya perbedaan pemahaman
Daerah tentang komunikasi dan pendapat penting
Pembentukan kesamaan dan target- dilakukan aksi
Tim Efektif komitmen untuk target kinerja perubahan agar
pencapaian organisasi dapat
tujuan meningkatkan
organisasi kualitas kinerja,
2 Tahapan Rancangan Terjadinya Programmer Melakukan
Perancangan SILAPAK desain aplikasi perbedaan belum memahami diskusi dan
HASIAN SILAPAK persepsi terkait proses layanan memberi
HASIAN fitur yang akan sistem pemahaman
masuk ke dalam kepada
sistem programmer
tentang fitur
yang diperlukan
dalam sistem
Persetujuan Belum Adanya beberapa Melakukan
akan rencana terbangun sumber daya pendekatan
aksi perubahan kesamaan dinilai tidak secara persuasif
Persepsi berpengaruh pada guna
peningkatan meyakinkan
kinerja organisasi bahwa
aksiperubahan
ini akan
memberikan
manfaat dan
dampak yang
positif bagi
peningkatan
kinerja
organisasi
Anggaran Tidak terpenuhi Adanya refocusing Melakukan
anggaran koordinasi dan
komunikasi
dengan pihak
BPKD untuk
perubahan
APBK, juga
memanfaatkan
sumber daya
yang ada untuk
yang tidak
terlalu
membutuhkan
anggaran
Sistem Informasi Tidak/gagal Programmer tidak Memanfaatkan
terbangun berhasil media
menterjemahkan komunikasi
hasil diskusi ke online secara
dalam kode lebih intensif,
program, akibat melalui
terbatasnya WhatsApp, Zoom
intensitas Appsertatelefon
pertemuan selular
Pemahaman Tim Tidak Paham Adanya beberapa Memberikan
Efektif sumber daya Tim pemahaman dan
Efektif yang memotivasi Tim
merasa tidak Efektif bahwa
berkepentingan pentingnya
pada aksi inovasi SILAPAK
perubahan HASIAN
Kemampuan Tidak Mampu Beberapa anggota Memberikan
Mengoperasikan Tim Efektift idak pelatihan secara
Sistem memiliki lebih intens
kapasitas dalam kepada anggota
menjalankan Tim Efektifyang
Sistem tidak mampu
Modul/Buku Juknis Beberapa sumber Kerjasama tim di
Panduan/Brosu Penggunaan daya tidak optimalkan,
r Tentang Aplikasi gagal memahami sehingga dapat
SILAPAK dicetak dalam tentang tata acara saling
HASIAN bentuk penyusunan melengkapi dan
modul/buku juknispenggunaa memberikan
panduan/brosur n sistem pemahaman
tentang
petunjuk teknis
penggunaan
SILAPAK
HASIAN
3 Tahapan Penggunaan Sistem Tidak berhasil Pengguna merasa Pendampingan
SILAPAK HASIAN digunakan ASN dilaksanakan kesulitan dalam dilakukan
Bagian menggunakan secara intens
Perncanaan dan SILAPAK HASIAN dan persuasif,
Keuangan menggunakan
teknik
komunikasi
efektif, sehingga
mampu di
pahami oleh
pengguna
layanan
1.4. Faktor Kunci Keberhasilan Aksi Perubahan

Ada beberapa faktor kunci keberhasilan aksi perubahan yaitu:


1. Adanya dukungan dari Sekretaris Daerah
2. Adanya dukungan penuh dari mentor/atasan langsung
3. Optimalisasi peran dan fungsi personil Tim Efektif
4. Kesamaan pemahaman dan komitmen dengan Tim Efektif
5. Kesamaan persepsi dan sudut pandang tentang manfaat aksi
perubahan dengan stakeholder eksternal
6. Membangun semangat kebersamaan dan gotong royong
antarsesama sumber daya
RENCANA KEGIATAN (TIME SCHEDULE) PELAKSANAANAKSI PERUBAHAN

Penanggung
JADWAL PELAKSANAAN Output
Jawab
NO URAIAN KEGIATAN
AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV
1. Konsultasi  Pertemuan 1. Jadwal kegiatan
dan dengan mentor 2. Dokumentasi
koordinasi (Kepala Bagian
dengan
Perencanaan dan
mentor Action Leader

Seminar Rancangan Aksi Perubahan


tentang aksi Keuangan )
perubahan
yang akan
dilaksanakan

2. Pembentukan  Rapat internal 1. SK Tim Efektif


Tim Efektif membahas 2. Undangan
Pembentukan Tim 3. Daftar hadir
Efektif 4. Notulensi rapat
 Penyusunan dan 5. Dokumentasi
PenetapanKeputu
san Sekretaris Action Leader
Daerah mengenai
Pembentukan Tim
Efektif
 Pendistribusian
KeputusanTim
Efektif
3. Membuat Menjalin Dukungan dari
komitmen komunikasi kepada stakeholderinternal dan
bersama sumber daya eksternal
dengan Action Leader
internal dan
sumber daya
internal dan eksternal
eksternal
4 Koordinasi Membahas Rancangan desain
dan rancangan desain SILAPAK HASIAN
Action Leader
konsultasi SILAPAK HASIAN dan Tim
dengan
Efektif
programmer
(Ahli IT)
Rapat dengan Membahas daftar Daftar
Tim Efektif kebutuhan biaya, kebutuhan
5 membahas SDM dan Sarpras biaya, SDM Action Leader
kesiapan dan Sarpras dan Tim
pelaksanaan Efektif
aksi
perubahan
Pembangunan Membangun SILAPAK
Sistem SILAPAK HASIAN HASIAN
Action Leader
6 Aplikasi beserta fitur dasar
dan Tim
bersama Tim
Efektif
Efektif dan
Programmer
Penyusunan Menyusun draft Standar Pelayanan
7 Standar Standar Pelayanan SILAPAK HASIAN Action Leader
Pelayanan SILAPAK HASIAN dan Tim
SILAPAK Efektif
dan finalisasinya
HASIAN
8 Penyusunan Menyusun Keputusan
Petunjuk draftPetunjuk Sekdakab.Deli Serdang
Teknis Action Leader
Teknis Penggunaan tentang Juknis
Penggunaan dan Tim
SILAPAK HASIAN Penggunaan SILAPAK Efektif
SILAPAK
HASIAN HASIAN

9 Pencetakan Mencetak dalam Modul dan spanduk


dalam bentuk bentuk modul dan Action Leader
SILAPAK HASIAN
modul dan dan Tim
spanduk Efektif
spanduk
10 Melaksanakan Sosialisasi Pemahaman ASN
sosialisasi SILAPAK HASIAN mengenai SILAPAK
SILAPAK Action Leader
kepada ASN Bagian HASIAN
HASIAN dan Tim
Perencanaan dan Efektif
kepada ASN
Keuangan

11 Uji Coba Uji coba untuk Laporan uji coba


SILAPAK persiapan launching SILAPAK HASIAN
HASIAN SILAPAK HASIAN Action Leader
oleh Tim Efektif dan Tim
bersama Efektif
Programmer

12 Launching Seremonial User SILAPAK Action Leader


SILAPAK SILAPAK HASIAN HASIAN untuk masing- dan Tim
HASIAN masing ASN bagian Efektif
Perencanaan dan
Keuangan
13 Monitoring Monitoring dan Laporan hasil
dan evaluasi evaluasi oleh Tim monitoring dan
SILAPAK Efektif dan evaluasi SILAPAK Action Leader
HASIAN dan Tim
Programmerpenggun HASIAN
aan SILAPAK Efektif
HASIAN
BAB V
DESKRIPSI PROSES KEPEMIMPINAN

5.1 Membangun Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Organisasi


Integritas adalah kemampuan senantiasa untuk memegang teguh prinsip-
prinsip moral dan menolak untuk mengubahnya walaupun dalam kondisi dan
situasi yang dihadapi sangat sulit, serta banyak tantangan yang berupaya untuk
melemahkan prinsip-prinsip moral dan etika yang dipegang teguhnya. Integritas
dibutuhkan oleh siapa saja, tidak hanya pemimpin namun juga yang
dipimpinnya. Seorang pemimpin harus membangun integritas dalam
melaksankan tugasnya agar orang-orang yang dipimpin mendapatkan jaminan
bahwa pemimpin mereka dapat dipercaya jika mereka harus menjadi pengikut-
pengikutnya. Mereka merasa yakin bahwa sang pemimpin memperhatikan
kepentingan setiap anggota tim dan sang pemimpin harus menaruh
kepercayaan bahwa para anggota timnya melakukan tugas tanggung-jawab
mereka. Pemimpin dan yang dipimpin sama-sama ingin mengetahui bahwa
mereka akan menepati janji-janjinya dan tidak pernah luntur dalam
komitmennya. Orang yang hidup dengan integritas tidak akan mau dan mampu
untuk mematahkan kepercayaan dari mereka yang menaruh kepercayaan
kepada dirinya. Mereka senantiasa memilih yang benar dan berpihak kepada
kebenaran. Ini adalah tanda dari integritas seseorang. Mengatakan kebenaran
secara bertanggung jawab, bahkan ketika merasa tidak enak mengatakannya.
Integritas itu menjadi kunci utama kepemimpinan “bagaimana ia membuat
keputusan yang benar pada waktu yang benar” dalam bersikap dan berperilaku,
karena disitulah terletak pondasi dalam membangun kepercayaan dan
hubungan antara individu dalam organisasi. Untuk dapat memiliki integritas
dalam kepemimpinan, seorang pemimpin harus menggabungkan seluruh aspek
yang ada dalam dirinya menjadi satu kesatuan yang saling mendukung satu
sama lainnya. Aspek-aspek tersebut adalah kognitif (ranah yang mencakup
kegiatan mental/otak), afektif (ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai),
dan psikomotoriknya (ranah yang berkaitan dengan keterampilan/skill atau
kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar
tertentu).
Seorang pemimpin dituntut untuk memiliki integritas yang tinggi,karena
integritas adalah sebuah karakter kepemimpinan yang akan membentuk
seorang pemimpin untuk berlaku jujur dan adil, dipercaya danmenjadi panutan
sehingga menjadikannya sebagai sosok yang berwibawa dan disegani dalam
menjalankan kepemimpinan tersebut.
Dalam praktik Good Corporate Governance, akuntabilitas adalah sebuah
nilai dan juga prinsip yang wajib dijadikan sebagai karakter kerja. Realitasnya,
semua orang mengerti dan paham tentang makna akuntabilitas,tetapi mereka
tidak mampu menjalankannya.
Akuntabilitas berarti individu bertanggung jawab penuh atas pikiran,
perkataan, perbuatan, emosi, cara kerja, keputusan, dan sikap di tempat kerja.
Dalam hal ini, individu wajib memiliki integritas dan transparansi di dalam
perilaku kerjanya, sehingga dari sanalah akuntabilitas dapat dijadikan karakter
kerja untuk memperkuat tugas dan tanggung jawabnya.
Orang-orang dengan akuntabilitas yang tinggi selalu hidup dalam integritas
yang tinggi; sehingga semua sikap dan tindakan mereka menjadi unggul dalam
etika, prinsip, nilai-nilai, tata kelola, sistem, dan akal sehat. Dalam hal ini,
mereka juga bertindak dengan mengambil inisiatif untuk mewujudkan tanggung
jawab mereka dengan penuh integritas.
Melaksanakan aksi perubahan juga perlu membangun integritas dan
akuntabilitas kinerja organisasi pada tim efektif yang dibentuk. Adapun
integritas yang dibagus dalam proses pelaksanaan aksi perubahan sebagai
berikut yaitu:
1. Membentuk tim efektif dengan anggota tim yang terdiri dari staf yang
dianggap cakap, mampu dan memiliki kreativitas mewujudkan aksi
perubahan.
2. Action Leader selaku ketua tim sebagai penggerak utama organisasi harus
mampu menciptakan rasa saling percaya sehingga dapat mencapai tujuan
bersama dengan lebih cepat.
3. Action Leader aktif memimpin diskusi bersama dalam menyamakan
pemahaman tim. Menerima masukan dari seluruh anggota tim, juga
mengarahkan anggota tim dalam dengan memberikan data-data dan
informasi yang cukup agar aksi perubahan berjalan dengan baik dan tujuan
aksi perubahan bisa terwujud.
4. Melaksanakan aksi perubahan secara konsisten sesuai dengan milestone
yang sudah ditetapkan dalam rencana aksi agar tercapai sesuai dengan
output yang sudah ditetapkan.
5. Menanamkan komitmen bersama dengan tim dan memberikan motivasi
kepada anggota tim agar aksi perubahan ini dapat terealisasi dan dapat
diimplementasikan Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android pada
Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang.
Sebagai abdi negara seorang pemimpin diharapkan mampu
mengaktualisasikan substansi nilai-nilai wawasan kebangsaan yang meliputi
kedudukan Pancasila sebagai visi kemerdekaan, struktur dan sistematika UUD
NKRI tahun 1945, ketahanan nasional, kewaspadaan nasional dan nilai nilai
dasar bela negara dalam sebuah kerangka kerja yang utuh sebagai fondasi
pengembangan integritas dan kepemimpinan guna mengelola kinerja organisasi
pelayanan publik secara berkesinambungan sebagai bagian danwujud dari
upaya bela negara.

5.2 Pengelolaan Budaya Pelayanan


Budaya telah menjadi konsep penting dalam memahami masyarakat dan
kelompok manusia untuk waktu yang lama. Budaya, dalam arti antropologi dan
sejarah, adalah inti dari kelompok atau masyarakat tertentu, apa yang berbeda
mengenai cara para anggotanya saling berinteraksi dengan orang dari luar
lingkungan dan bagaimana mereka menyelesaikan apa yang dikerjakannya.
Sebenarnya budaya organisasi yang kuat, diakui secara luas sering kali
disebutkan sebagai alasan suksesnya organisasi. Sejumlah organisasi
menanamkan budaya tertentu seperti upacara, penghargaan, gaya dekoratif,
dan berbagai bentuk simbolis lain dari komunikasi yang merupakan sifat
budaya perusahaan yang menjadi pedoman tindakan anggota organisasi. Hal-
hal yang seyogyanya dilakukan seorang pemimpin adalah mengubah budaya
untuk mendorong perubahan organisasi. Namun mengubah budaya bukanlah
perkara yang mudah karena memerlukan pengukuran budaya organisasi dalam
hubungannya dengan perubahan organisasi.
Tahapan proses pembentukan budaya organisasi dimulai dari
penyusunan nilai-nilai yang berlaku dalam organisasi. Kemudian
diinternalisasikan melalui sosialisasi yang meliputi komunikasi, internalisasi
dan implementasi setiap anggota organisasi melalui pembentukan change agent.
Serta penyusunan sistim dan prosedur untuk menjaga dan memelihara
kesinambungan. Oleh karenanya, untuk membangun budaya organisasi
diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Menetapkan Visi dan Misi Organisasi. Visi dan misi organisasi ini akan
mengarahkan organisasi dalam menjalankan bisnisnya, sehingga
dibutuhkan analisis yang mendalam agar dapat menjadi branding
organisasi.
b. Mensosialisasikan Visi dan Misi.
c. Setelah visi dan misi ditetapkan langkah selanjutnya adalah sosialisasi
kepada seluruh elemen organisasi agar mengetahui, memahami,
menginternalisasi dan mengimplementasikan mengenai visi dan misi
organisasi.
d. Menetapkan Budaya Kerja. Budaya kerja sebagai suatu falsafah yang
didasari oleh pandangan hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat,
kebiasaan dan kekuasaan pendorong, membudaya dalam kehidupan suatu
organisasi. Kemudian tercermin dari sikap menjadi perilaku, kepercayaan,
cita-cita, pendapat dan tindakan yang terwujud sebagai kerja atau bekerja.
Oleh karena itu, memahami dan mengimplementasikan budaya kerja
merupakan tugas berat yang harus dilakukan secara utuh dan menyeluruh
karena menyangkut proses pembangunan karakter, sikap, dan perilaku
manusia.
e. Mengimplementasikan Budaya Kerja secara Konsisten. Setiap budaya kerja
yang sudah ditetapkan wajib diimplementasikan dalam praktik kerja sehari-
hari di dalam maupun di luar organisasi. Fungsinya adalah agar masing-
masing anggota organisasi terlatih untuk menjalankan budaya kerja yang
sudah ditetapkan.
f. Mengukur Implementasi Budaya Kerja. Pengukuran implementasi budaya
kerja ini untuk mengetahui hasil yang sudah dicapai dari penerapan budaya
kerja secara periodik. Sehingga akan terbentuk sebuah proses sistim kerja
yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dan berjangka waktu.
g. Memberikan Reward dan Punishment. Pemberian reward dan punishment
terhadap anggota organisasi yang sudah ataupun belum menjalankan
budaya kerja sangat dibutuhkan agar anggota organisasi tetap bersemangat
mengimplementasikan budaya kerja.
Budaya pelayanan membutuhkan perubahan pola pikir dari setiap individu
pegawai pemerintah. Saat setiap individu pegawai pemerintahan sudah mampu
memiliki mindset sebagai pelayan publik, saat itulah budaya pelayanan yang
kuat akan tumbuh.
Pelayanan publik yang baik dihasilkan dari budaya pelayanan yang diciptakan
secara sadar. Tanpa kehadiran budaya pelayanan yang unggul, pelayanan
publik menjadi tidak berkualitas dan tidak konsisten .
Memberikan pelayanan publik yang prima merupakan tujuan setiap pemerintah
daerah. Pemerintah daerah saat ini berlomba-lomba menerapkan dan
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi untuk dapat membantu
mewujudkannya. Pemanfaatan teknologi informasi tersebut mencakup aktivitas
yang saling berkaitan yaitu pengolahan data, pengelolaan informasi,dan sistem
manajemen. Perkembangan teknologi informasi serta penerapan konektivitas
internet ke dalam tata kelola pemerintah diharapkan mampu mengatasi
berbagai macam persoalan melalui peningkatan efisiensi, inovasi, produktivitas,
perluasan jangkauan dan penghematan biaya.
Budaya pelayanan yang dilaksanakan dalam melakukan aksi perubahan
ini adalah melakukan koordinasi pelayanan dengan stakeholder di lingkungan
Kabupaten Deli Serdang dalam percepatan penyusunan Rencana Kerja
Anggaran melalui Klinik Anggaran serta senantiasa menerima masukan dari
seluruh anggota tim efektif untuk penyempurnaan pelayanan.
Terdapat beberapa hal dan jenis kegiatan dalam melaksanakan
aksi peruahan dengan menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan
antara lain sebagai berikut:
a. Aksi perubahan dilakukan untuk perbaikan kinerja, dalam
melaksanakan pekerjaan tentu selalu terdapat hambatan yang
disebabkan oleh faktor-faktor pelaksanaan pekerjaan yang masih
kurang ideal, misalnya pemanfaatan ilmu teknologi yang belum
maksimal, prosedur kerja yang belum sepenuhnya ditaati,
evaluasi terhadap standar pelayanan, perlengkapan yang belum
memadai dan lain sebagainya. Maka dari itu perlu adanya
sebuah aksi perubahan dalam rangka mem perbaiki kinerja.
b. Upaya untuk melaksanakan aksi perubahan sampai tuntas, aksi
perubahan ini dilakukan sampai tuntas dalam rangka
mengetahui efektivitas dari sebuah aksi, benarkah memiliki
kontribusi yang dapat memberikan manfaat, seberapa baik
pengaruhnya terhadap capaian kinerja. Maka dari itu
pentahapannya harus diikuti sampai tuntas.
c. Pelibatan tim kerja sesuai peranannya, untuk mendukung
keberhasilan aksi perubahan ini dibentuk lah tim kerja dengan
mendapatkan peran masing-masing. Dengan menjalankan peran
masing-masing secara disiplin disertai kepemimpinan dalam
menggerakkan tim maka keberhasilan dalam menjalankan aksi
perubahan dapat dicapai dengan baik.
d. Komunikasi dengan mentor dan coach, mentor yang merupakan
pengarah dan sekaligus pendukung serta penentu kebijakan
dalam menjalankan aksi perubahan menjadi tempat untuk
berkonsultasi, sedangkan coach selaku pembimbing merupakan
pusat konsultasi teknis dalam menjalankan aksi perubahan
mulai dari rancangan aksi perubahan hingga pelaporan aksi
perubahan.
Dalam Aksi perubahan ini action leader diharapkan dapat
mengimplementasikan prinsip - rinsip kepemimpinan dalam rangka
membangun kemampuan mengaktualisasikan kepemimpinan
pelayanan dalam pelaksanaan sehingga memperoleh hasil
sebagaimana yang diharapkan.

5.3 Membangun Jejaring dan Kolaborasi


Menurut Ensiklopedia Britania, partnership dinyatakan sebagai assosiasi
secara sukarela dari dua pihak atau lebih dengan tujuan mengelola urusan yang
disepakati dan secara bersama menanggung kerugian ataupun memperoleh
keuntungan. Membangun jejaring kerja pada hakekatnya adalah sebuah proses
membangun komunikasi atau hubungan, berbagi ide,informasi dan sumber
daya atas dasar saling percaya (trust) dan saling menguntungkan diantara
pihak-pihak yang bermitra yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman
atau kesepakatan guna mencapai kesuksesan bersama yang lebih besar.
Komunikasi merupakan hal paling utama dalam suatu tim kerja,
yangmenghubungkan pemimpin dengan anggota tim atau anggota tim satu
dengan lainnya. Komunikasi yang jelas dan terarah akan membantu anggota tim
untuk mengetahui tujuan, target, prosedur, tugas dan tanggung jawab masing-
masing. Anggota tim juga akan memahami aturan yang harus ditaati,serta
mengetahui konsekuensi dan resiko yang harus dihadapi dalam tugas.Anggota
tim akan bekerja dengan lebih terarah dan terencana, sehingga lebih mudah
melakukan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan tugas, serta
meminimalisir masalah.
Membangun jejaring, kolaborasi serta komunikasi yang baik sangat
penting dalam mewujudkan tahapan milestone yang telah ditetapkan, hal ini
menjadi penting saat kita memimpin sebuah tim efektif agar tim bisa bekerja
dengan baik dan solid untuk mewujudkan target-target kerja yang
menjaditujuan dalam tim. Kolaborasi dan komunikasi actionleader dengan
seluruh tim yang efektif akan membuat tahapan-tahapan milestone bisa
diselesaikandengan baik dan sesuai dengan jadwal rencana bahkan beberapa
milestone bisa dilaksanakan lebih awal dari target yang telah ditetapkan.

Tabel 5.1
Teknik Komunikasi Stakeholder

TEKNIK
NO TAHAPAN KEGIATAN STAKEHOLDER
KOMUNIKASI
I Jangka Pendek
A.Perencanaan 1. Konsultasi dan Kepala Bagian Konsultasi
koordinasi Perencanaan dan dan
dengan mentor Keuangan Koordinasi
terkait Aksi
Perubahan yang
akan
dilaksanakan
2. Pembentukan Keputusan Konsultasi dan
Tim Efektif Sekdakab.Deli Koordinasi
Serdang
3. Membuat sumber daya Konsultasi dan
komitmen internal dan Koordinasi
bersama eksternal
4. Koordinasi dan Ahli IT Konsultasi dan
konsultasi dgn Diskominfo. Koordinasi
programmer
5. Rapat dengan Tim Efektif Brainstorming
Tim Efektif dan
membahas Koordinasi
kesiapan
pelaksanaan
aksi perubahan
6. Pembangunan Tim Efektif dan Brainstorming
Sistem bersama Programmer dan
Tim Efektif dan Koordinasi
Programmer
7. Penyusunan Tim Efektif Brainstorming
Petunjuk Teknis dan
Penggunaan Koordinasi
SILAPAK
HASIAN
8. Pencetakan Tim Efektif Brainstorming
Juknis dalam dan
bentuk modul Koordinasi
9. Melaksanakan Tim Efektif, Sosialisasi dan
sosialisasi Kabag diskusi
SILAPAK Perencanaan interaktif
HASIAN kepada dan keuangan
ASN dan Staf Bgian
Perencanaa dan
Keuangan
B.Pelaksanaan Uji Coba SILAPAK Tim Efektif Brainstorming
HASIAN dan
Koordinasi
Launching Tim Efektif Kabag diskusi
SILAPAK HASIAN Perencanaan dan interaktif
keuangan dan
Staf Bgian
Perencanaa dan
Keuangan
II Jangka Menengah
Monitoring dan Tim Efektif Brainstorming
Evaluasi SILAPAK dan
HASIAN Koordinasi

III Jangka Panjang

SILAPAK HASIAN di Tim Efektif Brainstorming


lingkungan dan
Sekretariat Daerah Koordinasi
Kabupaten Deli
Serdang
Dalam melaksanakan aksi perubahan ini, ActionLeader menetapkan
beberapa langkah-langkah kerja untuk mengoptimalkan peran dan fungsi dari
masing-masing tim efektif dan stakeholder terkait dengan aksi perubahan yang
dilaksanakan yaitu:
1. Perencanaan
a) Konsultasi dengan mentor terkait pembentukan tim efektif SILPAK
HASIAN.
b) Pembentukan Tim Efektif SILAPAK HASIAN untuk melaksanakan aksi
perubahan dan mengatur serta menetapkan tugas dan tanggungjawab
kepada perorangan.
c) Membuat komitmen bersama dengan sumber daya internal dan
eksternal.
d) Koordinasi dan konsultasi dengan programmer (Ahli IT) Diskominfo
e) Pembangunan Sistem bersama Tim Efektif dan Programmer.
f) Penyusunan Petunjuk Teknis Penggunaan SILAPAK HASIAN.
g) Pencetakan Juknis dalam bentuk modul
h) Melaksanakan sosialisasi SILAPAK HASIAN kepada ASN bagian
Perencanaan dan Keuangan.
2. Pelaksanaan
a) Melaksanakan Uji Coba SILAPAK HASIAN .
b) Launching SILAPAK HASIAN di Bagian Perencanaan dan Keuangan
Setdakab Deli Serdang.
c)
BAB VI
DESKRIPSI HASIL KEPEMIMPINAN

6.1 Capaian Dalam Perbaikan Kinerja Organisasi

Pelaksanaan aksi perubahan yang dilaksanakan 01 September sampai 26


November 2021, difokuskan pada pencapaian target jangka pendek dengan
tahapan kegiatan yang disusun pada milestone yang direncanakan pada
rancangan aksi perubahan.
Tabel 6.1
Realisasi Pelaksanaan Milestone
RENCANA
NO TAHAPAN OUT PUT KETERANGAN
KEGIATAN
I Jangka Pendek
A.Perencanaan 1. Konsultasi dan Persetujuan Terlaksana
koordinasi Mentor ttg aksi
dengan mentor perubahan yang
terkait Aksi akan
Perubahan yang dilaksanakkan
akan
dilaksanakan
2. Pembentukan Keputusan Terlaksana
Tim Efektif Sekdakab.Deli
Serdang
3. Membuat sumber daya Terlaksana
komitmen internal dan
bersama eksternal
4. Koordinasi dan Ahli IT Terlaksana
konsultasi dgn Diskominfo.
programmer
5. Rapat dengan Daftar Terlaksana
Tim Efektif kebutuhan
membahas sapras dan
kesiapan SDM
pelaksanaan
aksi perubahan
6. Pembangunan Aplikasi Terlaksana
Sistem bersama SILAPAK
Tim Efektif dan HASIAN
Programmer
7. Penyusunan Petunjuk Terlaksana
Petunjuk Teknis Teknis
Penggunaan Penggunaan
SILAPAK SILAPAK
HASIAN HASIAN
8. Pencetakan Modul Petunjuk Terlaksana
Juknis dalam Teknis
bentuk modul Penggunaan
SILAPAK
HASIAN
9. Melaksanakan Tim Efektif, Terlaksana
sosialisasi Kabag
SILAPAK Perencanaan
HASIAN kepada dan keuangan
ASN dan Staf Bgian
Perencanaa dan
Keuangan
B.Pelaksanaan Uji Coba SILAPAK Laporan uji Terlaksana
HASIAN coba
Dokumentasi
Launching Tim Efektif Kabag Terlaksana
SILAPAK HASIAN Perencanaan dan
keuangan dan
Staf Bgian
Perencanaa dan
Keuangan
II Jangka Menengah
Monitoring dan Peningkatan Tahun 2022
Evaluasi SILAPAK Kualitas
HASIAN SILAPAK
HASIAN
III Jangka Panjang
SILAPAK HASIAN di Penggunaan Tahun 2023
lingkungan aplikasi di
Sekretariat Daerah Setdakab Deli
Kabupaten Deli Serdang
Serdang

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan tahapan milestone yang


dilaksanakan sesuai dengan target jangka pendek yang telah ditetapkan sebagai
berikut :

1. Perencanaan
Uraian kegiatannya sebagai berikut :
a) Persetujuan mentor terhadap aksi perubahan, dalam hal ini sangat
penting meyakinkan mentor bahwa Aksi Perubahan ini akan
bermanfaat bagi peningkatan kinerja organisasi sehingga mentor
menerima rencana Aksi Perubahan.
b) Pembentukan Tim Efektif, dalam kegiatan ini dilakukan dengan
berdiskusi dan menerima arahan dan masukan yang diberikan oleh
mentor kepada action leader dalam mengoptimalkan potensi SDM
yang ada di Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli
Serdang serta menunjuk SDM yang terampil sesuai dengan
kebutuhan pelaksaan aksi perubahan. Tim efektif dipimpin oleh
action leader dan uraian tugas dibentuk berdasarkan SK Sekretaris
Daerah Kabupaten Deli Serdang.
c) Membuat komitmen bersama dengan sumber daya internal dan
eksternal, dalam kegiatan ini action leader bersama dengan tim efektif
memerlukan dukungan dari internal dan eksternal.
d) Koordinasi dan konsultasi dengan programmer (Ahli IT) Diskominfo,
membangun komunikasi aktif mengenai rancangan aplikasi SILAPAK
HASIAN.
e) Rapat dengan Tim Efektif membahas kesiapan pelaksanaan aksi
perubahan, melakukan komunikasi aktif tentang kesiapan SDM ,
anggaran serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
f) Pembangunan Sistem bersama Tim Efektif dan Programmer, adanya
keberhasilan pembangunan sisten aplikasi SILAPAK HASIAN.
g) Penyusunan Petunjuk Teknis Penggunaan SILAPAK HASIAN,
dilaksanakan untuk mempermudah dalam penggunaan aplikasi
SILAPAK HASIAN.
h) Pencetakan Juknis dalam bentuk modul, dilakukan agar pengguna
dapat mempelajari panduan aplikasi SILAPAK HASIAN dengan
mudah.
i) Melaksanakan sosialisasi SILAPAK HASIAN kepada ASN, dilaksakan
dengan maksud memperkenalkan aplikasi pada ASN bagian
Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang.
2. Pelaksanaan
a) Uji Coba SILAPAK HASIAN , dalam kegiatan ini action leader dan tim
efektif melakukan uji coba pada aplikasi SILAPAK HASIAN.
b) Launching SILAPAK HASIAN, dalam kegiatan ini action leader
bersama dengan tim efektif dan ASN Bagian Perncanaan dan
Keuangan Setdakab melaksakaan Lounching aplikasi SILAPAK
HASIAN sebagai awal dari penggunaan SILAPAK HASIAN di Bagian
Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang.

6.2 Manfaat Aksi Perubahan


Manfaat yang telah dicapai melalui aksi perubahan Sistem Laporan
Kinerja Harian Pegawai Berbasis Android (SILAPAK HASIAN) pada Bagian
Perencanaan dan Keuanagn Setdakab Deli Serdang adalah sebagai
berikut :
 Memberikan kemudahan kepada pegawai Bagian Perencanaan dan
Keuangan Setdakab Deli Serdang dalam pencatatan Laporan Kinerja
Harian
 Dengan terbangunnya Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis
Android maka pencatatan laporan kinerja harian menjadi lebih cepat
dan praktis, efektif dan efisien.
 Terwujudnya Peningkatan Capaian Kinerja baik secara pribadi
maupun unit kerja.
 Memperlancar tugas pokok dan fungsi Bagian Perencanaan dan
keuangan dalam mendukung e-government
 Terukurnya Pencapaian Kinerja.
 Berjalannya monitoring dan evaluai kinerja Bagian Perencanaan dan
Keuangan.
BAB VII
PENUTUP

7.1 Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan pada laporan ini maka
dapat diperoleh beberapa kesimpulan, diantaranya adalah:
1. Pemimpin memiliki peran yang sangat vital dalam menjalankan
keberlangsungan dan kemajuan organisasi yang dipimpinnya. Dalam
aksi perubahan ini, peran yang dapat dilaksanakan oleh seorang
pemimpin bisa diwujudkan dalam beberapa proses diantaranya adalah
membangun integritas dan akuntabilitas kinerja organisasi, mengelola
budaya kerja organisasi yang positif.
2. Tahapan pelaksanaan aksi perubahan yang ditujukan untuk
peningkatan kinerja pegawai sudah mencapai proses pembuatan
aplikasi SILAPAK HASIAN sebagai sistem yang memberikan sejumlah
kemudahan dan manfaat bagi semua pihak pengguna. Aplikasi ini
memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas , pelaporan dan
mengukur kinerja pegawai .
3. Tindak lanjut dari aksi perubahan diarahkan pada optimalisasi
fungsi aplikasi SILAPAK HASIAN dan penggunaan yang menyeluruh
terhadap berbagai kegiatan yang dilaksanakan di Sekretaiat Daerah
Kabupaten Deli Serdang untuk jangka menengah dan jangka panjang .
Aksi perubahan ini dilaksanakan dengan maksud untuk mewujudkan
salah satu visi dan misi Bupati Deli Serdang yaitu Memperlancar tugas pokok
dan fungsi Bagian Perencanaan dan keuangan dalam mendukung mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang berbasis good governance dan clean government
melalui Sistem Laporan Kinerja harian Berbasis Android dalam menginput
laporan kinerja harian
Pelaksanaan aksi perubahan yang dilaksanakan 01 September sampai 26
November 2021, difokuskan pada pencapaian target jangka pendek dengan
seluruh tahapan kegiatan yang disusun pada milestone yang direncanakan pada
rancangan aksi perubahan bila terlaksana dengan baik dan sesuai dengan
rencana, bahkan beberapa milestone bisa diselesaikan lebih awal dibandingkan
dengan target.

7.2 Saran

Adapun saran yang dapat disampaikan dalam laporan aksi perubahan


Sistem Laporn Kinerja Harian Berbasis Android (SILAPAK HASIAN) pada Bagian
Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang diantaranya adalah sebagai
berikut:
1. Pemimpin organisasi sebagai komponen penting dalam
organisasi ataupun institusi seyogyanya memiliki sejumlah kompetensi
yang dapat mengarahkan seluruh anggota organisasi atau institusi
untuk dapat bersama-sama mengarahkan kinerja optimal dalam
mencapai tujuan organisasi atau institusi.
2. Untuk menjamin kualitas pelayanan dan meningkatkan
kinerja pegawai maka sebaiknya direkomendasikan untuk dapat
dilksanakan evaluasi kinerja yang terintegrasi, berkala, dan menyeluruh
dengan menambah fitur – fitur layanan pada Aplikasi SILAPAK HASIAN
yang akan mempermudah proses pengawasan dan penilaiannya.
3. Aplikasi SILAPAK HASIAN yang digunakan dalam
membuat laporan kinerja harian pegawai sebaiknya dibuat dalam
sistem yang sederhana dan mudah untuk diakses secara online.

DAFTAR PUSTAKA

 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan


Publik.
 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil
Negara.
 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 64 Tahun
2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja
Daerah Tahun Anggaran 2021.
 Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 31 Tahun 2020 tentang kedudukan,
susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Badan Pengelola
Keuangan dan Aset,

LAMPIRAN CAPAIAN IMPLEMENTASI


AKSI PERUBAHAN KINERJA ORGANISASI

A. JANGKA PENDEK

1. Konsultasi dan Koordinasi dengan Mentor


2. Pembentukan tim efektif
 Evidence
SK Sekretaris daerah Kabupaten Deli Serdang Nomor 269 Tahun 2021 tentang
Pembentukan Tim Efektif Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android pada
Bagian Perencanan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang .
3. Membuat komitmen bersama
Dukungan Sekretaris Daerah Kabupaten Deli Serdang
Dukungan Kepala BKD Kabupaten Deli Serdang

Dukungan Kadis Kominfo Kabupaten Deli Serdang


Dukungan Kabag Umum Setdakab Deli Sedang

Dukungan Kabag Organisasi Ksetdakab Deli Serdang


4. Koordinasi dan konsultasi dgn programmer
5. Rapat dengan Tim Efektif
6. Pembangunan Sistem bersama Tim Efektif dan Programmer
7. Melaksanakan sosialisasi SILAPAK HASIAN kepada ASN
8. Uji Coba SILAPAK HASIAN
9. Sosialisasi SILAPAK HASIAN
PETUNJUK TEKNIS OPERASIONAL
APLIKASI SILAPAK HASIAN

Sebagai Operator

1. Kunjungi alamat https://silapakhasian.com/adminsilapak

2. Akan tampil halaman dashboard secara otomatis akan tampil data pegawai seperti
dibawah ini
:
3. Selanjutnya operator pilih menu sidebar di sebelah kiri pada menu pegawai lalu
klik tombol tambah pada sebelah paling bawah akan tampil form untuk
menambahkan data pegawai :
4. Pada tombol sebelah kanan operator dapat mengedit data pegawai jika terjadi
kesalahan input lalu menekan tombol update jika sudah diperbaiki :
5. Dan disebelahkanan juga terdapat tombol hapus jika operator ingin menghapus
data pegawai, nantinya akan muncul tampilan konfirmasi lalu tekan tombol yes
untuk menghapus :

6. Lalu disebelah kanan juga terdapat tombol lihat untuk melihat foto profil pegawai
seperti dibawah ini :
7. Lalu tekan menu manajeman jabatan pada sidebar sebelah kiri untuk
menampilkan data atasan pegawai :

8. Lalu operator dapat mengklik tombol lihat anggota untuk menampilkan data
anggota yang akan dipilih :
9. Operator dapat memilih dengan klik tombol pilih untuk dijadikan sebagai anggota
pegawai yang dimaksud setelah itu nanti akan secara otomatis kolom atasan
langsung akan terisi secara otomatis :

10. Selanjutnya pada menu laporan pada sidebar untuk menampilkan data laporan
pegawai seperti dibawah ini :
11. Lalu klik tombol lihat laporan untuk melihat laporan pegawai terkait :

12. Klik tombol pilih periode untuk melihat laporan di periode sebelumnya :
13. Klik tombol logout pada header kanan atas untuk keluar

Sebagai User

1. User dapat mengunjungi alamat http://silapakhasian lalu tekan tombol download aplikasi
2. Selanjutnya silahkan install aplikasi silapak hasian di hp android, setelah itu
akan tampil tampilan login pada halaman awal

3. Silahkan login dengan username dan password yang sudah didaftarkan oleh
operator setelah berhasil akan otomatis akan tampil laporan kerja pada bulan aktif
4. Selanjutnya untuk melihat laporan kerja bulan lalu dapat klik link diatasnya lalu
pilih bulan dan tahun :

5. Klik navbar tambah laporan untuk menambahkan laporan seperti tampilan dibawah ini :
6. Lalu pada menu navbar profilku digunakan untuk menampilkan detail profil

7. Pada tombol ganti password digunakan untuk mengganti password pengguna


seperti tampilan dibawah ini :
8. Tekan tombol logout untuk keluar aplikasi

9. Jika login sebagai atasan maka akan ada menu navbar lihat anggota
10. Maka akan tampil laporan anggota :

11. Dan untuk memberi paraf pada laporan anggota atasan dapat mengklik tombol
paraf pada bawah laporan
12. Dan pada navbar profil dapat membuat paraf pada tombol paraf nanti
akan menampilkan form pembuatan paraf:
STANDAR PELAYANAN
SISTEM LAPORAN HARIAN BERBASIS ANDROID

NO KOMPONEN URAIAN
.
1. Dasar Hukum 1. Peraturan Menteri PAN RB Nomor 15 Tahun 2014 tentang
Pedoman Standar Pelayanan.
2. Peraturan Pemerintah Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik.
3. Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2019 tentang Penilaian
Kinerja Pegawai.
2. Persyaratan ASN Bagian Perencanaan Dan Keuangan Setdakab Deli Serdang
Pelayanan
3. Sistem Mekanisme
dan Prosedur
ASN User Aplikasi Sistem
Bagian /Operator Laporan Kinerja
Perencanaan dan Menginput Harian Berbasis
Keuangan data pegawai Android ( Silapak
(Memberikan Harian )
data” kpd User
untuk diinput oleh

Hasil: Menginpu
t data laporan
Laporan Kinerja kinerja harian
Harian

4. Jangka Waktu Akhir bulan pada setiap bulannya


penyelesaian
5. Biaya / Tarif Tidak dipungut biaya
6. Produk Pelayanan Laporan Kinerja Harian Pegawai
7. Sarana, a. Komputer dan Akses Internet
prasarana,atau b. Printer
fasilitas
8. Pengawasan Internal 1. Atasan Langsung
2. Dilaksanakan secara Terus menerus
9. Jumlah Pelaksana 1 (satu) Orang Kabag, 3(tiga) Orang Kasubbag, 5 (lima) Orang ASN dan
8 (delapan) orang Tenaga Honorer
10. Evaluasi Kinerja Evaluasi Standard Pelayanan dilakukan setiap saat jika terjadi
Pelaksana perubahan atas peraturan , selanjutnya dilakukan tindakan perbaikan
untuk menjaga dan meningkatkan mutu kinerja ASN

KEPALA BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN


SETDAKAB DELI SERDANG

RICKY SUPRIADI,SE
NIP.19691022 199803 1 006

NOTULEN
Rapat Staf Bagian Perencanaan Dan Keuangan
Rencana Aksi Perubahan PKP Angkatan I Tahun 2021
“ Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android pada Bagian
Perencanaan Dan Keuangan Setdakab Deli Serdang”

Hari/tanggal : Senin / 13 September 2021


Tempat : Ruang Rapat Bagian Adm. Pembangunan
Waktu : 10 Wib s.d selesai
Materi Rapat : Pembangunan Sistem Laporan Kinerja Harian
Berbasis Android
Pimpinan Rapat : Irnawati,SE ., M.Si (Kasubbag Perencanaan)
Notulis : Anita Budiman, S.Sos
Peserta Rapat : Kasubbag Keuangan, Kasubbag Pelaporan dan
seluruh Staf Bagian Perencanaan dan Keuangan
Setdakab Deli Serdang.

- Pembukaan
Rapat dibuka oleh Kasubbag Perencanaan selaku action leader
sekaligus pemaparan rencana aksi perubahan “ Sistem Laporan
Kinerja Harian Berbasis Android pada Bagian Perencanaan dan
Keuangan Setdakab Deli Serdang ” dan dilanjutkan dengan
bimbingan dan arahan Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan
dalam rangka mendukung Aksi Perubahan.

- Pemaparan oleh Kasubbag Perencanaan


Kasubbag Perencanaan selaku action leader Aksi Perubahan Sistem
Laporan Kinerja Harian Berbasis Android pada Bagian Perencanaan
dan Keuangan Setdakab Deli Serdang yang disingkat SILAPAK
HASIAN, menyampaikan bahwa tujuan dari Aksi Perubahan ini
adalah membangun Sistem Operasi Mobile pada Laporan Kinerja
Harian agar tercipta optimalisasi pelaksanaan kegiatan pada Bagian
Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang. Adapun
manfaatnya pada Bagian Perencanaan dan Keuangan antara lain
Memperlancar tugas pokok dan fungsi Bagian Perencanaan dan
Keuangan dalam mendukung e-government meningkatkan
pelayanan yang efektif dan efisien .Manfaat yang lebih luas bagi ASN
pada Bagian Perencanaan dan Keuangan meningkatnya capaian
kinerja secara unit kerja dan individu. Lebih lanjut dipaparkan juga
deskripsi singkat tentang Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis
Android pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli
Serdang , dimana Bagian Perencanaan dan Keuangan akan
menunjuk User Admin yang akan mengelola penginputan data –
data pegawai, manajemen jabatan dan username / password ASN
pada penggunaan aplikasi Silapak Hasian serta membantu ASN
untuk mendownoad Aplikasi tersebut pada Handphone masing-
masing.

- Pertanyaan
1. Utomo Wahyudi Putra,S.Sos,MM (Kasubbag Keuangan)
Apa sajakah tahapan yang akan dilaksanakan dalam
pelaksanaan Aksi perubahan ini.
2. Leny Maida Siregar (Kasubbag Pelaporan)
Kendala yang akan dihadapi dan solusinya

- Jawaban Action Leader


1. Aksi Perubahan Sistem Laporan Kinerja Harian Berbasis Android
pada Bagian Perencanaan dan Keuangan Setdakab Deli Serdang
akan dibagi menjadi 3 ( tiga) tahapan kegiatan yaitu jangka
pendek (Sampai dengan selesai PKP), jangka menengah (6 bulan
s.d 1 tahun), dan jangka panjang (1 s.d 2 tahun. Untuk jangka
pendek kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain
pembentukan tim efektif, membangun sistem aplikasi, membuat
Standart pelayanan dan Petunjuk Teksnis Aplikasi , sosialisasi
sekaligus lounching aplikasi Sistem Laporan Kinerja Harian
Berbasis Android pada Bagian Perencanaan dan Keuangan
Setdakab Deli Serdang, dimana harapan kedepannya para
pengguna layanan yaitu ASN Bagian Perencanaan dan Keuangan
lebih mudah dalam menginput laporan kinerja hariannya .
Selanjutnya jangka menengah melaksanakan evaluasi
pengembangan Sistem Pencatatan Laporan Kinerja Harian
Berbasis Android (SILAPAK HASIAN).
Untuk jangka panjang diharapkan dapat terlaksananya Sistem
Pencatatan Laporan Kinerja Harian Berbasis Android (SILAPAK
HASIAN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Deli
Serdang.

2. Adapun beberapa masalah dan kenala yang mungkin dihadapi


diantaranya adalah faktor dana terutama untk pembangunan
aplikasi , kemudian juga padatnya kegiatan rutin pada Bagian
Perencanaan dan Keuangan, solusinya adalah dengan meminta
dukungan atau pengusulan perubahan anggaran, meluangkan
waktu sebaik mungkin disetiap tahapan milestone serta
memaksimalkan potensi SDM yang tersedia semaksimal
mungkin.

Kesimpulan

Seluruh peserta rapat mendukung dan bersedia untuk menyukseskan


aksi perubahan tersebut untuk memperlancar tugas pokok dan fungsi
Bagian Perencanaan dan keuangan dalam mendukung e-government
meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien.

Lubuk Pakam, 13 september 2021

Kasubbag Perencanaan Notulis

Irnawati,SE., M.Si Anita Budiman, S.Sos


NIP.19770510 200502 2 010 NIP.19840714 200801 2 001

Diketahui :
KEPALA BAGIAN PERENCANAAN DAN KEUANGAN
SETDAKAB DELI SERDANG

RICKY SUPRIADI,SE
NIP.19691022 199803 1 006