Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 2

MANAJEMEN OPERASI JASA


1. Jelaskan mengapa kualitas menjadi ukuran kinerja produktivitas?
Jawaban:
Produktivitas kerja adalah suatu ukuran perbandingan kualitas dan kuantitas dari seorang
tenaga kerja dalam satuan waktu untuk mencapai hasil atau prestasi kerja secara efektif dan
efisien dengan sumber daya yang digunakan.
Kualitas (Quality) atau Mutu adalah tingkat baik atau buruknya suatu produk yang
dihasilkan apakah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan ataupun kesesuaiannya
terhadap kebutuhan. Pada dasarnya standar Kualitas akan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan
dari pihak yang membutuhkannya. Kualitas (Mutu) tentunya bukan hanya pada produk atau
barang, tetapi juga diaplikasikan pada sektor Jasa atau pelayanan.
Pada dasarnya, Tujuan utama dari suatu perusahaan bisnis adalah untuk menghasilkan
keuntungan ataupun profit yang sebanyak-banyaknya. Untuk meningkatkan keuntungan atau
profit perusahaan, Ide ataupun usulan yang paling sederhana dan paling pertama muncul adalah
meningkatkan Produktivitas. Hal ini tidak selalunya tepat. Peningkatan Kualitas dapat
mempengaruhi Peningkatan Produktivitas dalam Kegiatan Produksi.
Manajemen Perusahaan harus mampu menemukan cara untuk menyeimbangkan
peningkatan Kualitas dan Produktivitas. Terlalu menekankan peningkatan Produktivitas akan
mengorbankan Kualitas yang mungkin pada akhirnya juga akan menurunkan Output Produksi.
Sedangkan terlalu menekankan peningkatan Kualitas dengan mengorbankan Produktivitas juga
akan menimbulkan Biaya Operasional yang tinggi. Oleh karena itu, Peningkatan Kualitas dan
Produktivitas harus dilakukan secara bersamaan tanpa mengorbankan salah satunya.
Dengan meningkatkan Kualitas dan Produktivitas secara bersamaan, perusahaan akan
menikmati keuntungan seperti Harga Pokok Produksi yang lebih rendah, Mengurangi biaya
pekerjaan ulang (rework cost), meningkatkan kepuasan pelanggan (Customer Satisfaction) dan
tentunya meraih Profit (Laba) yang lebih besar.
Inilah mengapa kualitas menjadi salah satu ukuran kinerja produktivitas selain dari
kuantitas dan ketepatan waktu.
2. Jelaskan strategi yang menjadi pertimbangan perusahaan ketika memutuskan
menentukan lokasi usahanya diantara para pesaing.
Jawaban:
Beberapa hal yang menjadi strategi pertimbangan yaitu:
1. Tingkat kepadatan penduduk sekitar lokasi.
Memilih lokasi bisnis yang memiliki kepadatan penduduk cukup tinggi. Semakin tinggi
kepadatan penduduk di suatu lokasi, maka semakin besar pula potensi pasar sebuah
bisnis. Coba saja bandingkan pendapatan bisnis yang lokasinya di daerah pedesaan
dengan bisnis yang berada di daerah perkotaan, omset yang diperoleh akan sangat jauh
berbeda.
2. Besar pendapatan masyarakat sekitar lokasi.
Besar pendapatan masyarakat yang ada di sekitar lokasi juga mampu mempengaruhi
bisnis yang akan dibangun. Sebab, tingkat pendapatan masyarakat juga akan berpengaruh
terhadap daya beli konsumen. Jika kita ingin menjalankan bisnis dengan produk yang
harganya sedikit tinggi, sebaiknya pilih lokasi yang daya belinya cukup tinggi ( misalnya
di kota – kota besar ). Sedangkan bila ingin menawarkan produk dengan harga yang
relative murah, tidak akan jadi masalah jika kita memilih lokasi bisnis yang daya beli
masyaratnya kurang untuk. Karena konsumen di daerah tersebut lebih mementingkan
harga murah, dibandingkan memperhatikan kualitas produk yang dijual.
3. Memperhatikan tingkat keramaian lalu lalang kendaraan yang lewat.
Perhatikan trafik lalu lalang kendaraan atau pejalan kaki yang lewat, karena hal ini juga
mempengaruhi jenis bisnis yang cocok di daeah tersebut. Untuk daerah yang dilalui
pejalan kaki, bisnis toko kelontong atau bisnis minuman dingin cocok untuk dibangun di
daerah tersebut. Sedangkan untuk lokasi yang banyak dilalui kendaraan bermotor, bisa
mencoba bisnis bengkel yang lebih dibutuhkan. Sesuaikan jenis bisnis kita dengan para
konsumen yang lalu lalang di lokasi tersebut.
4. Banyaknya bisnis yang mendukung lokasi tersebut.
Semakin banyak bisnis yang ada di sekitar lokasi, maka konsumen yang datang ke lokasi
tersebut juga semakin ramai. Karena di lokasi tersebut terdapat berbagai macam bisnis
yang menyediakan produk yang berbeda pula, sehingga para konsumen lebih tertarik
datang ke lokasi yang terdapat berbagai macam bisnis. Misalnya saja lokasi pasar, atau
mall yang selalu ramai pengunjung.
5. Sesuaikan dana dengan lokasi bisnis yang akan dipilih.
Biasanya lokasi bisnis yang ada di keramaian seperti mall, atau di pinggir jalan yang
strategis harga sewanya lebih mahal dibandingkan lokasi bisnis yang kurang strategis.
Untuk itu sesuaikan dana yang kita miliki, dengan lokasi bisnis yang di pilih. Jangan
memilih lokasi yang harga sewanya mahal, tetapi ternyata tidak ramai pengunjung.
6. Pilih lokasi bisnis yang tingkat kompetisinya rendah.
Jika di lokasi tersebut sudah banyak bisnis yang sejenis dengan bisnis Anda, sebaiknya
lokasi ini dihindari. Namun jika kita yakin karena posisinya yang sangat strategis, kita
harus siap bersaing dengan menciptakan inovasi baru yang dapat membedakan bisnis kita
dengan bisnis lain yang sejenis.
7. Perhatikan pula akses menuju lokasi bisnis.
Pilih lokasi yang mudah di akses oleh para konsumen. Jika memungkinkan, pilih lokasi
bisnis yang dilalui transportasi umum. Agar konsumen yang tidak memiliki kendaraan
pribadi juga bisa menjangkau lokasi bisnis Anda.
8. Tingkat keamanan yang mendukung.
Lokasi bisnis yang aman juga menambah kenyamanan para konsumen. Mereka tidak
akan ragu meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir, dan bisa meninkmati
pelayanan bisnis kita dengan merasa nyaman. Dengan lingkungan yang aman, kita bisa
mengurangi resiko pencurian maupun perusakan yang bisa terjadi pada bisnis yang ada di
lokasi kurang aman.
9. Perhatikan kebersihan lokasi bisnis.
Konsumen tidak akan mengunjungi sebuah toko, warung ataupun sebuah outlet yang
berada di lingkungan kotor atau kumuh. Mereka akan merasa ragu untuk membeli produk
Anda. Untuk itu jaga kebersihan lingkungan sekitar Anda, agar konsumen merasa
nyaman berkunjung ke lokasi bisnis Anda.
Sebelum membuka bisnis sebaiknya kita harus mengetahui apakah bangunan yang disewa atau
yang kita dirikan semua perijinannya sudah beres, seperti ijin mengenai analisa dampak
lingkungan ( AMDAL ), ijin mendirikan bangunan ( IMB ), serta ijin gangguan ( HO ). Agar
tidak terjadi kejadian tidak terduga, yang akan merugikan bisnis yang kita jalankan. Banyaknya
peristiwa tempat bisnis yang dihancurkan hanya karena tidak memiliki ijin.

3. “Sebuah perusahaan makanan cepat saji akan membangun lokasi baru diwilayah
Bogor yaitu Bogor Barat, Kota Bogor dan Bogor Timur. Biaya tetap dan biaya
variable dari masing masing wilayah tersebut adalah sebagai berikut: Bogor Barat
biaya tetap sebesar 40.000.000 dengan biaya variable 20.000, sedangkan Kota Bogor
biaya tetap sebesar 75.000.000 dengan biaya variable 15.000 sedangkan Bogor
Timur memiliki biaya variable 17.500 dengan biaya tetap 55.000.000.
Tentukan lokasi perusahaan bila diketahui target penjualan yang ditetapkan
perusahaan sebesar a) 3000 dan b) bila perusahaan ingin membangun di kota
bogor berapa minimal target penjualannya.
Jawaban:

Wilayah Biaya Tetap Biaya Variable


Bogor Barat Rp. 40.000.000 Rp. 20.000
Kota Bogor Rp. 75.000.000 Rp. 15.000
Bogor Timur Rp. 55.000.000 Rp. 17.500
a. Total biaya untuk masing-masing wilayah bila ditetapkan target penjualan sebesar 3000
Total Biaya = (biaya variabel per unit x unit) + biaya tetap
- Bogor Barat :
Total Biaya = (20.000x3000)+40.000.000 = Rp. 100.000.000
- Kota Bogor :
Total Biaya = (15.000x3000)+75.000.000 = Rp. 120.000.000
- Bogor Timur :
Total Biaya = (17.500x3000)+55.000.000 = Rp. 107.500.000
Jadi lokasi perusahaan yang cocok untuk target prdouksi 3000 unit adalah bogor barat karena
total biaya produksinya paling rendah.
b. Saya asumsikan harga jual per unit Rp. 40.000
BEP (unit) = FC / (P – VC)
= 75.000.000 / (40.000 – 15.000)
= 3000 unit
BEP (rupiah) = BEP (unit) x P
= 3000 x 40.000
= Rp 120.000.000
Jadi bila perusahaan ingin membangun dikota bogor, maka perusahaan harus dapat menjual
minimum 3000 unit dengan penjualan Rp. 120.000.000

SUMBER: BMP EKMA4369 /Manajemen Operasi Jasa