Anda di halaman 1dari 12

TEORI KEPERAWATAN FLORENCE NIGHTINGALE DAN VIRGINIA

HANDERSON

OLEH :
Elsa ofiana
(17301059)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKes PAYUNG NEGERI
PEKANBARU
2020
KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha


Esa,karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan.Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas Falsafah.Tidak lupa penulis mengucapkan terima
kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan materi maupun
pikirannya.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman,makalah ini masih
banyak kekurangan dalam pembuatan oleh karena itu,penulis sangat mengharapkan
saran dan kritik.

Pekanbaru,9 September 2020

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................i
DAFTAR ISI....................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................1
1  Latar Belakang..............................................................................................1
1 Tujuan............................................................................................................2
a. Tujuan Umum.........................................................................................2
b. Tujuan Khusus........................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................3
1 Konsp Teori....................................................................................................3
2  Paradigma Keperawatan................................................................................3
3 Contoh Aplikasi Teori dalam Keperawatan..................................................7

BAB III  PENUTUP........................................................................................8
1   Kesimpulan..................................................................................................8
3.   Saran............................................................................................................8

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................9


ii

BAB I
PENDAHULUAN
1) Latar Belakang

Florence Nightingale adalah perawat yang pertama kali ada di dunia dan beliau dikenal sebagai
wanita yang pantang menyerah dalam merawat pasien dan memiliki jiwa penolong serta sangat berperan
penting dalam perkembangan ilmu keperawatan. Teori Florence Nightingale lebih mengemukakan tentang
lingkungan. Pandangan model konsep dan teori ini merupakan gambaran dari bentuk pelayanan
keperawatan yang akan diberikan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia berdasarkan tindakan dan
lingkup pekerjaan dengan arah yang jelas dalam pelayanan keperawatan.
Virginia Henderson mendefinisikan keperawatan sebagai “penolong individu, saat
sakit atau sehat, dalam melakukan kegiatan tersebut yang bertujuan untuk kesehatan,
pemulihan ,atau kematian yang damai dan individu akan dapat melakukannya sendiri jika
mereka mempunyai kekuatan, keinginan, atau pengetahuan”(Harmer dan Henderson, 1955;
Henderson, 1996). Proses keperawatan mencoba melakukan hal tersebut dan tujuannya
adalah kebebasan. Henderson dalam teorinya mengkategorikan empatbelas kebutuhan dasar
semua orang dan mengikut sertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini :fisiologis,
psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan.
Bersama perawat dan klien bekerja sama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan
mencapai tujuannya, tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson 1955
bekerjasecarabebasdenganpekerjapelayankesehatanlainnya (TomeydanAlligood, 2006),
membantu klien mendapatkan kekuatannya lagi. Dan latar belakang untuk praktik menurut
Henderson yaitu perawat membantu klien melaksanakan empatbelas dasar kebutuhan
Henderson, 1966.
         Model konsep keperawatan dijelasakan oleh Virginia Henderson adalah model
konsep aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji
individu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehatan,
penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.
2) Tujuan

1. Tujuan Umum
Setelah mengikuti program pembelajaran diharap mahasiswa mampu
memahami tentang “TeoriKeperawatan Florence Nightingale dan Virginia
Handerson”.

2. Tujuan Khusus
Setelah mengkuti mata pelajaran ini dengan materi diskusi yang berjudul
“TeoriKeperawatan Florence Nightingale dan Virginia Handerson” di
harapkan mahasiswa mampu memahami tentang:
a. Mengetahui Konsep Teori Florence Nightingale dan Virginia
Handerson
b. Menegtahui paradigma keperawatan Florence Nightingale dan Virginia
Handerson
c. Mengetahui Contoh Aplikasi Teori Florence Nightingale dan Virginia
Handerson
BAB II
PEMBAHASAN

1) Konsep Teori Florence Nightingale dan Virginia Henderson

Konsep Florence Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan


keperawatan dan perhatian dimana perawat tidak perlu memahami seluruh proses
penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan
kedokteran. Florence Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya
sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada
pemberian udara, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang kuat
(Nightingale, 1860, Tores, 1986). Faktor-faktor ini sangat signifikan saat seseorang
memperhatikan bahwa kondisi sanitasi di rumah sakit pada pertengahan tahun 1800-an
sangat kurang dan bahwa wanita yang bekerja di rumah sakit sering kali tidak dapat
diandalkan, tidak terdidik, dan tidak kompeten untuk merawat orang sakit. Nightingale
juga menekankan pentingnya menjaga klien agar tetap hangat, menjaga agar lingkungan
bebas dari kebisingan dan mengurus diet klien dalam hal mengkaji asupan, ketepatan
waktu makan, dan pengaruh diet kepada orang tersebut.
Konsep Virginia Henderson (1955) mencakup seluruh kebutuhan dasar seorang
manusia. Henderson (1964) mendefinisikan keperawatan sebagai:
Membantu individu yang sakit dan yang sehat dalam melaksanakan aktifitas yang
memiliki kontribusi terhadap kesehatan dan penyembuhannya. Dimana individu tersebut
akan mampu mengerjakannya tanpa bantuan bila ia memiliki kekuatan, kemauan dan
pengetahuan yang dibutuhkan.
Tidak seperti Nightingale, Henderson memandang perawat sebagai orang
yangbmemberikan perhatian baik pada individu yang sehat maupun yang sakit,
mengakui bahwa perawat berinteraksi dengan klien meskipun pemulihan tidak mungkin
terjadi, dan meyebutkan pera pengajaran dan advokasi perawat.

2) Paradigma KeperawatanFlorence Nighhtingale dan Virginia Henderson

Menurut Nightingale 4 komponen paradigma keperawatan antara lain: manusia,


keperawatan, sehat-sakit (kesehatan) dan lingkungan.
1.        Manusia
Manusia sebagai klien, yakni makhluk bio, psiko, sos, spiritual dan
tersusun dari jasad (fisik) dan jiwa (roh). Komponen fisik adalah komponen yang
mempunyai wujud (dapat dilihat dan disentuh) dan membutuhkan sesuatu
untuk kelangsungan hidup seperti bernafas, makan, minum, eliminasi, berjalan,
melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Komponen roh merupakan komponen yang
tak terwujud (tersirat, tesembunyi tapi ada) dan kita wajib meyakini keberadaannya.
Manusia mempunyai sifat yang unik dan berbeda - beda satu dengan yang lainnya,
mempunyai kebutuhan yang berbeda pula serta mengalami tingkat perkembangan
dan pertumbuhan.
Manusia sebagai klien yang bersifat keluarga (sekelompok individu) dan saling
berhubungan atau berinteraksi satu dengan yang lain dalam lingkungan atau
masyarakat. Manusia sebagai klien yang bersifat masyarakat akan memiliki
kemampuan individu yang dipengaruhi oleh fasilitas keseahatan (rumah sakit,
puskesmas, posyandu), pendidikan (sekolah, institusi, universitas), komunikasi
(langsung, tidak langsung, media), dan sosial (keyakinan, pandangan, proses
berubah).
2.        Keperawatan
Keperawatan  memberikan pelayanan kesehatan yang profesional yang
berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio, psiko, sosial,
spiritual yan komprehensif yang ditunjukan kepada individu, kelompok, dan
masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan
manusia. Perawat bertanggung jawab sepanjang kehidupan seseorang. Perawat harus
berpegang pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Bentuk pelayanan yang
diberikan bersifat promotif, prefentif, kuratif, dan rehabilitatif. Keperawatan
bertujuan membawa atau mengantar individu pada kondisi terbaik untuk dapat
melakukan kegiatan melalui upaya dasar untuk mempengaruhi lingkungan.
3.        Sehat-sakit (kesehatan)
Kesehatan adalah karunia tuhan yang harus disyukuri, dipelajari, dilindungi, dan
ditingkatkan. Kesehatan adalah hak asasi dan sekaligus inverstasi serta modal utama
untuk berkarya dan beraktifitas serta produktif merupakan tujuan hidup manusia.
Sehat adalah keadaan seseorang yang dapat memenuhi kebutuhan pokoknya sebagai
umat manusia sesuai dengan tingkat dan derajat masing-masing. Sehat yaitu individu
yang mampu memanipulasi pengaruh lingkungan tanpa menimbulkan ketegangan
serta tidak menimbulkan ketidak seimbangan pada dirinya. Sehat adalah adanya
keseimbangan komponen-komponen biologis, psikologis, sosial budaya dan spritual
individu. Sedangkan sakitadalah  keadaan yang disebabkan oleh berbagai macam
dapat menimbulkan gangguan terhadap susunan jaringan tubuh, baik fungsi jaringan
itu sendiri maupun fungsi tubuh.
4.    Lingkungan
Konsep Florence Nightingale, pasien dipandang dalam kontek lingkungan
secara  keseluruhan terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan psikologis dan
lingkungan sosial.
a.    Lingkungan fisik (physical enviroment)
Merupakan lingkungan dasar/alami yang berhubungan dengan ventilasi
dan udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap lingkungan fisik yang
bersihyang selalu akan mempengaruhi pasien dimanapun dia berada didalam
ruangan harus bebas dari debu, asap, bau-bauan. Lingkungan dibuatsedemikian
rupa sehingga memudahkan perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya
sendiri. Tempat tidur harus diatur sedemikian rupa supaya mendapat ventilasi.
b.   Lingkungan psikologi (psychologi enviroment)
Nightingale melihat bahwa kondisi lingkungan yang negatif dapat menyebabkan
srtres fisik dan berpengaruh buruk terhadap emosi pasien.Tidak boleh
memberikan harapan yang terlalu muluk, menasehati yang berlebihan tentang
kondisi penyakitnya.
c.    Lingkungan sosial (social environment)
Observasi dari lingkunngan sosial terutama hubungan yang spesifik dihubungkan
dengan keadaan penyakit, sangat penting untuk pencegahan penyakit.
Lingkungan sosial selalu dibicarakan dalam hubungannya dengan pasien yaitu
lingkungan pasien yang secara menyeluruh.

Paradigma Virginia Henderson

a) Manusia.
Henderson melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk
meraih kesehatan, kebebasan atau kematian yang damai, serta bantuan untuk meraih
kemandirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14 komponen
yang merupakan komponen penanganan perawatan. Ke-14 kebutuhan tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Bernafas secara normal.
2. Makan dan minum dengan cukup.
3. Membuang kotoran tubuh.
4. Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan.
5. Tidur dan istirahat.
6. Memilih pakaian yang sesuai.
7. Menjaga suhu tubuh tetap dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian
dan mengubah lingkungan.
8. Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta melindungi integumen.
9. Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai.
10. Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan,
rasa takut atau pendapat.
11. Beribadah sesuai dengan keyakinan.
12. Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi.
13. Bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi.
14. Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada
perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatan yang
tersedia.
B. Keperawatan
Menurut Henderson, perawat mempunyai fungsi yang unik yaitu untuk membantu
individu baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan,
perawat mempunyai fungsi independence di dalam penanganan perawat berdasarkan
kebutuhan dasar manusia (14 kebutuhan dasar manusia). Untuk menjalankan
fungsinya, perawat harus memiliki pengetahuan biologis maupun sosio.
C. Kesehatan
Sehat adalah siklus hidup yang menjadi dasar seseorang dapat berfungsi bagi
kemanusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting dari pada mengobati penyakit.
Untuk mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling ketergantungan.
Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki
kekuatan, kehendak serta pengetahuan yang cukup.
D. Lingkungan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek lingkungan.
a. Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sakit
akan menghambat kemampuan tersebut.
b. Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c. Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d. Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar dalam
memberikan resep.
e. Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran tentang
konstruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f. Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk
memperkirakan adanya bahaya.

3) Contoh Aplikasi Teori dalam Keperawatan Florence Nightingale dan


Virginia Henderson
a. Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ispa pada Balita
Berdasarkan Pendekatan Teori Florence Nightingale di Wilayah Kerja
Puskesmas Alak Kota Kupang Ntt
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ada hubungan yang
signifikan anatara pemenuhan kebutuhan udara bersih dengan kejadian ISPA
pada balita diwilayah kerja Puskesmas Alak Kota Kupang NTT Bulan
November-Desember 2013. Hasil penelitian yang telah dilakukan
menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemenuhan
kebutuhan udara bersih dengan kejadian ISPA pada balita. Hasil penelitian ini
sesuai dengan pernyataan Florence Nigtingale yang menjelaskan bahwa,
kebutuhan udara yang bersih merupakan kebutuhan utama dalam proses
perawatan pasien agar pasien dapat memperoleh pemulihan yang cepat dan
opimal (Kozier 2010).

b. Aplikasi Teori Virginia Henderson Pada Pasien Neglected Fracture Of Left


Shaft Femur”
Asuhan keperawatan yang diberikan oleh perawat sangat mempengaruhi
kualitas pelayanan kesehatan yang akan diterima oleh pasien. Upaya yang
dilakukan untuk meningkatkan kualitas asuhan keperawatan tersebut dengan
mengapliaksikan teori Virginia Henderson. Penerapan teori Virginia
Henderson efektif diterapkan pada pasien dengan Neglected Fracture Of Left
Shaft Femur , teori digunakan pada asuhan keperawatan pasien untuk
meningkatkan kemandirian akibat perubahan fisik dan psikologi
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Konsep Florence Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan
keperawatan dan perhatian dimana perawat tidak perlu memahami seluruh proses
penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan
kedokteran. Florence Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya
sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada
pemberian udara, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang kuat
Tidak seperti Nightingale, Henderson memandang perawat sebagai orang
yangbmemberikan perhatian baik pada individu yang sehat maupun yang sakit,
mengakui bahwa perawat berinteraksi dengan klien meskipun pemulihan tidak mungkin
terjadi, dan meyebutkan pera pengajaran dan advokasi perawat.

B. Saran
Diharapkan kepada pembaca untuk mempelajari tentang teori teori keperawatan yang
lain setelah mengetahui tentang keperawatan menurut Nightingale dan Virgnia
Handerson.
DAFTAR PUSTAKA
Israfil, Yuni, S A & Ilya K. (2014).Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Ispa
Pada Balita Berdasarkan Pendekatan Teori Florence Nightingale Di Wilayah Kerja
Puskesmas Alak Kota Kupang Ntt. Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga.
Vol. 2 - No. 2.
Sahrudi, Agung W, & Masfuri. (2019). Aplikasi Teori Virginia Henderson Pada Pasien
Neglected Fracture Of Left Shaft Femur. Dunia Keperawatan, Volume 7, Nomor 2.