Anda di halaman 1dari 2

Tugas 1

1. Sebuah perusahaan berencana akan memperoduksi sabun mandi cair dengan


menggunakan dua pabriknya yang berada di Tangerang dan Bekasi, yang mana kedua
daerah tersebutakan bekerja dengan fungsi TC = 3X 2+6Y 2-XY
X merupakan output dari pabrik di Tangerang dan Y merupakan output dari pabrik di
Bekasi. Pihak manajemen perusahaan akan berusaha untuk menentukankombinasi biaya
terendah antara X dan Y, dan diminta tunduk kepada kendala bahwa produk total harus
20.000 unit.
Dilakukan dengan menyelesaikan kendala X dan mensubtitusikan nilai tersebutkedalam
fungsi tujuan dengan X=15-Y

Tentukan nilai biaya total dan nilai turunan nya? Jelaskan!


a. Minimumkan persamaan TC = 3X 2+6Y 2-XY dengan kendala X+ Y
b. Dengan menyelesaikan kendala X dan mensubtitusikan nilai tersebut ke dalam tujuan
maka = X= 15-Y sehingga
TC= 3(15– Y) 2+6Y 2 – (15-Y)Y
TC= 3(225 – 30Y+ Y 2 )+ 6 Y 2 – (15Y - Y 2 )
TC= 675-90Y + 3 Y 2 + 6 Y 2 - 15Y + Y 2
TC= 675 – 105Y+10 Y 2

c. Penyelesaian diatas akan kita anggap sebagai masalah minimisasi tak terkendala,

tersebut dengan nol dan mendapatkan nilai Y


dTC
105 + 15 Y = 0
dY = −
15Y = 105
Y= 7

Pengujian terhadap tanda kedua dari turunan kedua yang ditakssir pada titik tersebut akan
membuktikan bahwa pada fungsi tersebut ditemukan titikminimum :

= +15

Pengujian terhadap tanda kedua diatas adalah positif maka Y=7 pastilah merupakan titik
dT2C d2Y

minimum
d. Dengan memasukan 7 ke dalam Y di dalam persamaan kendala memungkinkan kita
untuk menentukan kuantitas optimum yang di produksi oleh pabrik X
X + Y = 15
X + 7= 15
X=2

Oleh karena itu produksi output 2 unit pada pabrik X dan 7 unit pada Pabrik Y adalah kombinasi
biaya terendah dalam menghasilkan 20.000 unit produk dari perusahaan sabun cair

e. Biaya total (TC) minimum:


TC = 3X2+6Y2-XY
TC = 3(2)2+6(7)2-(2 x 7) TC =
12 + 20 - 14= 18

2. Penyebab utama kasus principal agent berdampak negative terhadap perusahaan


adalah? Jelaskan!

Jawaban: .Jensen dan Meckling (1976) dalam Ni Putu Ayu (2012) menyatakan bahwa teori
keagenan (agency theory) adalah: “…hubungan agensi muncul ketika satu orang atau lebih
(principal) memperkerjakan orang lain (agent) untuk memberikan suatu jasa dan kemudian
mendelegasikan wewenang pengambilan keputusan kepada agent tersebut.

Anthony dan Govindarajan (2005) dalam Ni PutuAyu (2012), menyatakan bahwa: “Konsep teori
agensi adalah hubungan atau kontrakan tara principal dan agen. Principal memperkerjakan
agen untuk melakukan tugas untuk kepentingan principal, termasuk pendelegasian otorisasi
pengambilan keputusan dari principal kepada agen.” Pada perusahaan yang telah go public,
pemegang saham bertindak sebagai principal dan CEO (Chief Executive Officer)
sebagaiagenmereka. Teoriagensimengasumsikanbahwa CEO (agen)
memilikilebihbanyakinformasidaripada principal. Hal
inidikarenakan principal tidakdapatmengamatikegiatan yang dilakukan agen secara
terus-menerus dan berkala. Principal tidak memilki informasi yang cukup mengenai kinerja
agen, maka principal tidak pernah dapat merasa pasti bagaimana usaha agen memberikan
kontribusi pada hasil actual perusahaan. Dari situasi itulah uang disebut asimetri informasi.
Konflik inilah yang kemudian dapat memicu biaya agensi.

Menurut Novianti (2009) dalam Ni PutuAyu (2012), konflik kepentingan akan terjadi antara
principal dan agent ketika pihak manajemen mempunyai tujuan lain yang bertentangan dengan
tujuan utama perusahaan. Konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham dapat
diminimumkan dengan suatu mekanisme yang dapat menyejajarkan mekanisme pengawasan
Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)
tersebut akan menimbulkan biaya yang disebut agency cost

Anda mungkin juga menyukai