Anda di halaman 1dari 3

Nama : Hikbah Maulana

NIM : 0902273
Prodi : JPTM S1 Otomotif
Tugas : Motor Bakar

PERBEDAAN MOTOR DIESEL DAN MOTOR BENSIN

Mesin yang ditemukan oleh Rudolf Diesel (8158-1913) konsturksinya


tidak berbeda jauh dengan mesin bensin yang dikenal dengan sebutan mesin otto.
Beberapa bagian komponennya punya tugas yang sama dengan mesin bensin,
seperti blok slinder, poros engkol, poros bubungan, asembli torak dan mekanisme
pengerak katupnya.
Motor bensin dan motor diesel bekerja dengan torak bolak balik (naik
turun pada motor gerak). Untuk motor dengan penyalaan busi disebut motor
bensin dengan bahan bakar bensin (premium), sedangkan untuk motor diesel
dengan bahan bakar solar atau minyak diesel.
Dalam proses pembakaran terjadi perubahan tenaga panas bahan bakar
menjadi tenaga mekanik melalui pembakaran bahan bakar didalam motor.
Pembakaran adalah proses kimia dimana Karbondioksida dan zat air bergabung
dengan oksigen dalam udara. Jika pembakaran berlangsung maka diperlukan:
a) Bahan bakar dan udara dimasukkan kedalam motor
b) Bahan bakar dipanaskan hingga suhu tinggi sehingga menghasilkan
pembakaran yang menimbulkan panas dan menghasilkan tekanan, kemudian
menghasilkan tenaga mekanik. Campuran masuk kedalam motor
mengandung udara dan bahan bakar. Perbandingan campuran kira kira 12-15
berbanding 1 setara 12-15 kg udara dalam 1 kg bahan bakar. Yaitu karbon
dioksida 85% dan zat asam (Oksigen) 15% atau 1/5 bagian dengan karbon
dioksida dan zat air. Zat lemas (N) tidak mengambil bagian dalam
pembakaran.
Perbedaan motor diesel dan motor bensin adalah cara pemberian dan
penyalaan bahan bakarnya, perbandingan kompresi dan disain komponen.

1. Cara Pemberian dan Penyalaan Bahan Bakar


Perbedaan utama terletak pada bagaimana memulai sesuatu pembakaran
dalam ruang silinder. Mesin besin mengawali pembakaran dengan disuplainya
listrik tegangan tinggi, sehingga menimbulkan percikan bunga api di antara celah
busi untuk memulai pembakaran gas. Motor diesel memanfaatkan udara yang
dikompresi untuk memulai pembakaran bahan bakar solar. Dengan perbandingan
kompresinya sangat tinggi sampai berkisar 22:1, akibatnya tekanan naik secara
mendadak (berlangsung dalam beberapa milidetik) suhunya dapat mencapai 900-
1000 derajat celcius. Suhu setinggi itu dapat menyalakan bahan bakar solar.
Menjelang akhir langkah kompresi, solar disemprotkan ke udara yang
sangat panas itu. Akibatnya, bahan bakar langsung terbakar sebab titik nyala solar
sendiri Cuma 4000 Celcius. Karena pembakaran terjadi akibat tekanan kompresi
yang sangat tinggi tadi, maka mesin diesel disebut juga mesin penyalaan kompresi
(compression igniton engine). Sedangkan mesin bensin di kenal dengan mesin
penyalaan bunga api (spark ignition engine).
Dalam mesin bensin bahan bakar dan udara dicampur di luar slinder yaitu
dalam karburator dan saluran masuk (manifold). Sebaliknya mesin diesel tidak ada
campuran pendahuluan udara dan bahan bakar di luar silinder, hanya udara yang
diterima ke dalam silinder melalui saluran masuk.

2. Perbandingan Kompresi Mesin Diesel dan Bensin


Perbandingan kompresi adalah perbandingan volume udara dalam silinder
sebelum langkah kompresi dengan volume sesudah langkah kompresi.
Perbandingan kompresi untuk motor-motor bensin adalah berkisar 8:1. Sedangkan
perbandingan yang umum untuk motor-motor diesel adalah 16-22.
Perbandingan kompresi yang tinggi pada motor diesel menimbulkan
kenaikan suhu udara cukup tinggi untuk menyalakan bahan bakar tanpa ada
letikan bunga api. Hal ini menyebabkan motor diesel mempunyai efisiensi yang
besar sebab kompresi yang tinggi menghasilkan pemuaian yang besar dari gas-gas
hasil pembakaran dalam slinder. Karena itu tenaganya sangat kuat.
Efisiensi tinggi yang dihasilkan pembakaran motor diesel harus diimbangi
dengan kekuatan komponen-komponennya agar dapat menahan gaya-gaya
pembakaran yang sangat besar.
3. Disain Komponen Mesin Diesel dan Bensin
Sudah dikatakan bahwa mesin diesel haruslah dibuat kokoh dan kuat untuk
dapat menahan gaya pembakaran yang sangat besar. Pada umumnya bagian-
bagian yang dikuatkan adalah torak, pena torak, batang penghubung dan poros
engkol serta sejumlah bantalan utama untuk mendukung poros engkol.

4. Kelebihan dan kekurangan antara motor bensin dan motor diesel


Kelebihan
• Getaran motor bensin lebih halus dan pada ukuran dan kapasitas yang
sama mesin motor bensin lebih ringan.

Kekurangan
• Motor bensin tidak tahan bekerja terus-menerus dalam waktun yang lama
sedangkan diesel sebaliknya. Dengan medan yang berat.
• Motor bensin peka pada suhu yang tinggi terutama komponen sistem
pengapiannya, sedangkan motor diesel tahan bekerja pada suhu yang
tinggi.
• Bahan bakar motor bensin harus bermutu baik karena peka terhadap bahan
bakar, beda dengan dengan motor diesel hampir dapat menggunakan
bahan bakar dari berbagai jenis dan mutu. Keduanya baik motor bensin
dan diesel keduanya bekerja dengan proses 4 tak dan 2 tak, dimana
motor 4 tak adalah motor yang bekerja setiap satu kali pembakaran bahan
bakamya memerlukan 4 kali langkah piston atau 2 kali putaran poros
engkol.