Anda di halaman 1dari 10

2011

MAKALAH PENYAKIT KELAMIN

• Muhammad Fiqhi Ibad ( 19 )

• Nanda Pradana ( 24 )

• Muhammad Rizqi Alfian ( 23 )

X-1
PENJASKES
4/20/2011
KATA PENGANTAR

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH WABARAKATUH ………..!!!

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, Hidayah
dan Inayahnya, sehingga Kami bisa Menyelesaikan Makalah Penjaskes ini dengan
Lancar, Afdhol, dan Benar.

Shalawat serta Salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Kita,


Nabi Besar, Muhammad Saw. yang telah membimbing kita dari jaman Jahiliyah
sampai kepada Jaman yang penuh Hikmah, kebaikan dan Kenikmatan yakni Jaman
Islam.

Terima Kasih kami, kepada Bpk. Sumedi yang telah banyak memberi kami
pengertian, pembahasan, dan Pembelajaran, Hingga kami bisa membuat Makalah ini
dengan penuh Pembahasan yang mempunyai Makna, serta Bisa mempelajari
banyak arti dalam makalah dengan Jasanya.

Terima Kasih juga tak terlupakan, kepada Teman-teman yang telah banyak
mendukung kami dengan segala bantuan dan pembahasan yang telah kami maksud,
dengan segala upaya pembelajaran kepada kami untuk membuat suatu makalah ini
menjadi sesuatu yang berarti bagi kami pembuat makalah.

Hanya itulah yang bisa kami Sampaikan, bila ada kata-kata yang tak
nyaman dan Menyinggung kepada pembaca yang bersangkutan, kami pribadi
memohon banyak ribuan Maaf kepada Pihak yang bersangkutan.

SALAM

I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Penyakit kelamin disebarkan oleh hubungan seks di antara pasangan yang


telah dijangkiti kuman, seperti chlamydia, sifilis, dan gonorrhoea. Ia boleh dijangkiti
semasa hubungan seks melalui faraj, dubur atau oral (mulut). Di Malaysia, kes
penyakit kelamin bertambah dari setahun ke setahun, lebih-lebih lagi di kalangan
remaja yang berumur antara 16 hingga 24
tahun. Di antara sebab bertambahnya kes-kes adalah pendedahan awal kepada
seks dan melakukan seks bebas pada umur yang muda. .

1.2. Rumusan Masalah

a. Penjabaran Pengetahuan dari penyakit kelamin ?


b. Tanda dan gejala dalam penyakit kelamin ?
c. Penularan dan pengobatan penyakit kelamin menular ?

1.3. Tujuan

a. Mengetahui secara Rinci dan Tepat, pengetahuan yang tertera dalam


penyakit kelamin manular
b. Mengetahui tanda dan gejala dalam penyakit kelamin
c. Mengetahui penularan dan bagaimana pengobatan dalam penyakit
kelamin menular

II
DAFTAR ISI

• KATA PENGANTAR ……………………………………………. I

• PENDAHULUAN ……………………………………………. II

• DAFTAR ISI ……………………………………………. III

• GONOREA ……………………………………………. 1

a) Tanda dan Gejala ……………………………………………. 1

b) Penularan ……………………………………………. 1

c) Diagnosa ……………………………………………. 2

d) Pengobatan ……………………………………………. 2

e) Epidemiologi ……………………………………………. 2

• SYPHILIS …………………………………………….. 3

a) Tanda dan Gejala …………………………………………….. 3

b) Pengobatan …………………………………………….. 4

• PENUTUP …………………………………………….. 5
GONORE
III
Gonore adalah suatu penyakit yang ditularkan infeksi menular seksual yang
disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae . Gejala yang biasa pada pria yang
terbakar dengan buang air kecil dan debit penis. Wanita, di sisi lain, tidak
menunjukkan gejala separuh waktu atau memiliki keputihan dan nyeri panggul .
Dalam kedua laki-laki dan perempuan jika gonore tidak diobati, bisa menyebar
secara lokal menyebabkan epididimitis atau penyakit radang panggul atau seluruh
tubuh, mempengaruhi sendi dan katup jantung .
Pengobatan umumnya dengan ceftriaxone sebagai resistensi antibiotik telah
dikembangkan untuk obat yang sebelumnya banyak digunakan.

a) TANDA DAN GEJALA

Setengah dari wanita dengan gonore adalah gejala sementara yang lain
keputihan , nyeri perut bagian bawah atau nyeri dengan hubungan seksual .
Sebagian besar pria yang terinfeksi memiliki gejala seperti uretritis yang terkait
dengan pembakaran dengan buang air kecil dan keluar dari penis.
Para masa inkubasi adalah 2 sampai 30 hari dengan gejala yang paling terjadi
antara 4-6 hari setelah terinfeksi.

b) PENULARAN

Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae . Infeksi ini ditularkan dari
satu orang ke orang lain vagina, oral, atau anal sex melalui. Pria memiliki resiko 20%
terkena infeksi dari satu tindakan hubungan vagina dengan wanita yang terinfeksi.
Risiko bagi laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki yang lebih tinggi.
Perempuan memiliki 60-80% risiko mendapatkan infeksi dari satu tindakan hubungan
seks dengan pria yang terinfeksi. Seorang ibu dapat menularkan gonore kepada
bayinya selama persalinan, ketika mempengaruhi mata bayi, ini disebut sebagai
neonatorum ophthalmia .Hal ini tidak bisa ditularkan melalui toilet atau kamar mandi.
c) DIAGNOSA 1
Secara tradisional, gonore didiagnosa dengan gram noda dan budaya , namun, baru
polymerase chain reaction (PCR) metode pengujian berbasis menjadi lebih umum.
Pada mereka yang gagal budaya pengobatan awal yang harus dilakukan untuk
menentukan kepekaan terhadap antibiotik. Semua orang yang dites positif untuk
gonore harus diuji untuk penyakit menular seksual lainnya, seperti klamidia , sifilis
dan human immunodeficiency virus.’

d) PENGOBATAN

Gonore jika tidak ditangani dapat berlangsung selama beberapa minggu atau
bulan dengan risiko tinggi komplikasi. tahun 2010 injeksi ceftriaxone tampaknya
salah satu dari beberapa antibiotik yang efektif. Karena meningkatnya angka
resistensi antibiotik pola-pola kerentanan lokal perlu diperhitungkan pada saat
penentuan pengobatan. Banyak antibiotik yang pernah efektif, termasuk tetrasiklin
dan fluoroquinolones tidak lagi dianjurkan karena tingginya tingkat resistensi. Kasus
perlawanan terhadap ceftriaxone telah dilaporkan tetapi masih jarang.

Disarankan bahwa pasangan seksual diuji dan berpotensi diobati. Salah satu
pilihan untuk mengobati pasangan seksual dari orang yang terinfeksi adalah pasien
disampaikan mitra terapi (PDPT) yang melibatkan menyediakan resep atau obat
untuk orang tersebut untuk dibawa ke pasangan mereka tanpa kesehatan penyedia
perawatan pertama memeriksa mereka.

e) EPIDEMIOLOGI

Gonore adalah umum penyakit menular . Dalam Kerajaan 196 per 100.000
pria berusia 20-24 tahun Serikat, dan 133 per 100.000 perempuan 16-19 tahun
didiagnosis pada tahun 2005. CDC memperkirakan bahwa lebih dari 700.000 orang
di Amerika Serikat mendapat infeksi gonorrheal baru setiap tahunnya. Hanya sekitar
setengah dari infeksi ini dilaporkan ke CDC. Pada tahun 2004, 330.132 kasus gonore
dilaporkan ke CDC. Setelah pelaksanaan program pengendalian gonore nasional di

2
pertengahan 1970-an, tingkat gonore nasional menurun 1975-1997. Setelah
peningkatan kecil pada tahun 1998, tingkat gonore telah mengalami sedikit
penurunan sejak tahun 1999. Pada tahun 2004, angka yang dilaporkan infeksi
gonorrheal adalah 113,5 per 100.000 orang.

SYPHILIS

Sifilis adalah penyakit kelamin menular yang disebabkan oleh bakteri


spiroseta, Treponema pallidum. Penularan biasanya melalui kontak seksual, tetapi
ada beberapa contoh lain seperti kontak langsung dan kongenital sifilis (penularan
melalui ibu ke anak dalam uterus).

a) GEJALA DAN TANDA

Banyak dari para penderita sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena
sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama
didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.
Sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi. Setelah terinfeksi dengan sifilis, ada
masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang
disebut ”chancre” sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat.

Stadium pertama sifilis bisa ada sebuah luka terbuka yang disebut chancre di
daerah genital, rektal, atau mulut. Luka terbuka ini tidak terasa sakit. Pembesaran
kelenjar limfe bisa saja muncul. Seorang penderita bisa saja tidak merasakan
sakitnya dan biasanya luka ini sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu,
maka dari itu penderita biasanya tidak akan datang ke dokter untuk berobat, tetapi
bukan berarti sifilis ini menghilang, tapi tetap beredar di dalam tubuh. Jika tidak
diatasi dengan baik, akan berlanjut hingga stadium selanjutnya.
Stadium kedua muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu) setelah
infeksi pertama, ada beberapa manifestasi yang berbeda pada stadium kedua ini.
Suatu ruam kemerahan bisa saja timbul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian
tertentu,seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembab, seperti skrotum dan bibir
vagina. Selain ruam ini, timbul gejala-gejala lainnya, seperti demam, pembesaran
kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, nyeri
otot, dan perlu diketahui bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sifilis ini juga
akan bisa hilang dengan sendirinya, tapi juga perlu diingat bahwa ini bukan berarti
sifilis hilang dari tubuh Anda, tapi infeksinya berlanjut hingga stadium laten.

Stadium laten adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes laboratorium,
3
hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda bisa ada ataupun tidak. Stadium laten ini juga
dibagi sebagai stadium awal dan akhir laten. Dinyatakan sebagai sifilis laten awal
ketika sifilis sudah berada di dalam badan selama dua tahun atau kurang dari infeksi
pertama dengan atau tanpa gejala. Sedangkan sifilis laten akhir jika sudah menderita
selama dua tahun atau lebih dari infeksi pertama tanpa adanya bukti gejala klinis.
Pada praktiknya, sering kali tidak diketahui kapan mulai terkena sehingga sering kali
harus diasumsikan bahwa penderita sudah sampai stadium laten.
Sifilis tersier yang muncul pada 1/3 dari penderita yang tidak ditangani dengan
baik. Biasanya timbul 1-10 tahun setelah infeksi awal, tetapi pada beberapa kasus
bisa sampai 50 tahun baru timbul, stadium ini bisa dilihat dengan tanda-tanda timbul
benjolan seperti tumor yang lunak. Pada stadium ini, banyak kerusakan organ yang
bisa terjadi, mulai dari kerusakan tulang, saraf, otak, otot, mata, jantung, dan organ
lainnya.

b) PENGOBATAN

Sifilis dapat dirawat dengan penisilin atau antibiotik lainnya. Menurut statistik,
perawatan dengan pil kurang efektif dibanding perawatan lainnya, karena pasien
biasanya tidak menyelesaikan pengobatannya. Cara terlama dan masih efektif
adalah dengan penyuntikan procaine penisilin di setiap pantat (procaine diikutkan
untuk mengurangi rasa sakit); dosis harus diberikan setengah di setiap pantat karena
bila dijadikan satu dosis akan menyebabkan rasa sakit. Cara lain adalah memberikan
kapsul azithromycin lewat mulut (memiliki durasi yang lama) dan harus diamati. Cara
ini mungkin gagal karena ada beberapa jenis sifilis kebal terhadap azithromycin dan
sekitar 10% kasus terjadi pada tahun 2004. Perawatan lain kurang efektif karena
pasien diharuskan memakan pil beberapa kali per hari. Perawat kesehatan
profesional mengusulkan seks aman dilakukan dengan menggunakan kondom bila
melakukan aktivitas seks, tapi tidak dapat menjamin sebagai penjaga yang pasti.
Usul terbaik adalah pencegahan aktivitas seksual dengan orang yang memiliki
penyakit kelamin menular dan dengan orang berstatus penyakit negative..

PENUTUP 4

Puji Syukur Kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat, Hidayah
dan Inayahnya, sehingga Kami bisa Menyelesaikan Makalah Penjaskes ini dengan
Lancar, Afdhol, dan Benar.

Shalawat serta Salam semoga tetap tercurahkan kepada Junjungan Kita,


Nabi Besar, Muhammad Saw. yang telah membimbing kita dari jaman Jahiliyah
sampai kepada Jaman yang penuh Hikmah, kebaikan dan Kenikmatan yakni Jaman
Islam.

Demikianlah sekedar makalah tentang “penyakit kelamin menular” dari


kelompok makalah kami, bila ada yang salah dalam isi dan pengetahuan yang
tertera dalam makalah ini, mohon dimaafkan.

Karena kami hanyalah sekedar manusia yang tidak luput dengan adanya
salah, ini adalah pengetahuan baru bagi kami untuk dapat melangkah jauh ke masa
depan yang lebih cerah dan penuh dengan tanggung jawab.

Hanya itu yang bisa kami, sekali lagi kalau ada yang salah dalam perkataan
maupun pengetahuan yang kami cantum dan kami tulis, kami mohon maaf yang
sebanyak-banyaknya.

WASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAH

WABARAKATUH …………….!!!
SALAM