Anda di halaman 1dari 3

Nama : Rusman Alfian Perkasa

Npm : 16318398
Kelas : 4TA03
Mata kuliah Pengembangan Sumberdaya Air
M-6

SIKLUS HIDROLOGIS HIDROLOGIC RESPONS CATCHMENT AREA/DAERAH ALIRAN


SUNGAI (DAS) KESATUAN WILAYAH SUNGAI

DEFINISI Daerah Aliran Sungai


Suatu Wilayah kesatuan ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografi dan berfungsi sebagai
pengumpul, penyimpan dan penyalur air, sedimen, unsur hara dalam system sungai dan keluar
melalui outlet tunggal
Maka DAS dapat dipandang sebagai:
- Suatu wilayah bentang lahan dengan batas topografi
- Suatu wilayah kesatuan hidrologis
- Suatu wilayah kesatuan ekosistem
DAS sebagai wilayah bentang lahan dengan batas topografi
- Implikasinya : batas DAS tidak berhimpit dengan batas administrasi
- DAS mempunyai fungsi keruangan, produksi dan habitat, makan penataan, penggunaan
dan pemanfaatan lahan menjadi sangat penting
3 Komponen utama dalam DAS sebagai system hidrologis yang terbuka
- Input yaitu hujan
- Proses yaitu DAS sebagai regulator
- Output yang berupa aliran permukaan sedimen dan unsur hara
DAS sebagai wilayah kesatuan ekosistem
- Jasad hidup (termasuk manusia) dan lingkungannya saling berinteraksi secara dinamis
- Kegiatan dalam DAS menyangkut berbagai aspek (fisik, sosek, kependudukan, hukum,
kelembagaan dan kerekayasaan) sehingga sangat memerlukan keterpaduan dalam
berbagai aspek
Siklus Hidrologi
Daur hidrologi (siklus hidrologi) diberi batasan sebagai tahapan-tahapan yang dilalui air dari
atmosfer, penguapan dari tanah atau laut, kondensasi untuk membentuk awan, presipitasi,
akumulasi di dalam tanah maupun tubuh air dan menguap Kembali.

FILOSOFI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR


1. Upaya
Meliputi: Merencanakan, melaksanakan, memantau, mengevaluasi

2. Penyelenggaraan
- Konservasi SDA
- Pendayagunaan SDA
- Pengendalian Daya rusak Air
Strategi Pengelolaan sumber daya air
PRINSIP PSDAT
1) Dasar dari PSDAT adalah bahwa penggunaan sumber daya air yang berlain-lainan tujuan
memiliki saling ketergantungan (interdependensi) dalam konteks DAS hulu-hilir.
2) Pengelolaan Terpadu adalah suatu proses yang mempertimbangkan kepentingan semua
pengguna air secara bersama.
3) Setiap penggunaan harus memperhatikan dampaknya terhadap penggunaan lainnya.
4) Mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi termasuk sasaran pengelolaan berkelanjutan.
5) Pengelolaan sumber daya air tidak hanya difokuskan pada pembangunan dalam sumber daya
air tetapi harus menjamin tersedianya sumber daya air yang berkelanjutan.
Masalah Umum
Krisis air
a) Pertumbuhan penduduk, over eksploitasi
b) Air terlalu banyak, terlalu sedikit, dan terlalu kotor
Krisis Prilaku
c) Pencemaran
d) Kerusakan ekosistem
Krisis penyelenggaraan pengelolaan
e) Sectoral dan top down
f) Biaya pengelolaan ditanggung pemerintah
KETERPADUAN PENGELOLAAN SDA
Pengelolaan sumber daya air dilaksanakan dengan memperhatikan KESERASIAN antara:
1. konservasi dan pendayagunaan
2. antara hulu dan hilir
3. antara pemanfaatan air permukaan dan air tanah
4. antara pemenuhan kepentingan jangka pendek dan kepentingan jangka panjang.

POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR


Pola pengelolaan sumber daya air disusun dan ditetapkan sebagai kerangka dasar dalam
pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dengan keterpaduan antara air permukaan dan air
tanah.
POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR memuat :
1. Tujuan pengelolaan sumber daya air pada Wilayah Sungai yang bersangkutan.
2. Dasar pertimbangan yang dipergunakan dalam melakukan pengelolaan sumber daya air.
3. Beberapa skenario pengelolaan sumber daya air.
4. Alternatif pilihan strategi pengelolaan sumber daya air untuk setiap scenario pengelolaan
sumber daya air.
5. Kebijakan operasional untuk melaksanakan strategi pengelolaan sumber daya air.

PERSYARATAN PENERAPAN PSDAT (IWRM):


1. Memiliki lembaga Pengelola SDA Wilayah Sungai yang handal dilandasi dasar hukum
yang kuat, diterima para pemilik kepentingan dan memiliki SDM yang kompeten.
2. Memiliki kebijakan, pola dan rencana pengelolaan SDA.
3. Memiliki data, model, sistem, fasilitas pengelolaan SDA.
4. Memiliki wadah koordinasi dan komunikasi antar pemilik kepentingan sebagai perangkat
manajemen partisipatif.
5. Memiliki Sasaran yang jelas.

PENERAPAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR TERPADU


1. Ketersediaan dan keterbukaan data SDA : a. Tersedia sistem informasi SDA , b. Kebutuhan
vs ketersediaan SDA, c. Mudah diakses stakeholders
2. Tertetapkannya program penerapan PSDAT (IWRM Plan) a. Tersusunnya IWRM Plan WS
terkait
3. Terterapkannya proses demand menejemen a. Dalam perizinan SDA menerapkan proses ,
b. Demand management
4. Terlaksanakannya kampanye peduli air a. Tersedianya modul kampanye dan penyuluh , b.
Tersusunnya program kegiatan kampanye
5. Bakunya proses pengalokasian air a. Tertetapkannya prosedur , b. Konsistennya proses
6. Penerapan instrumen ekonomi untuk efisiensi a. Pengguna membayar , b. Pencemar
membayar , c. Tarif SDA progresif
7. Tersedianya sistem informasi IWRM a. Tersedia sistem informasi IWRM , b. Informasi
lessons learnt, best practices

Anda mungkin juga menyukai