Anda di halaman 1dari 11

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

NO: 1

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Definisi dan tipe-tipe budaya politik
diIndonesia
Pertemuan Ke- : 1 s.d. 5
Alokasi Waktu : 5 x pertemuan (10 x 45 menit)

Standar Kompetensi:
- Menganalisis Budaya Politik di Indonesia
Kompetensi Dasar:
- Mendeskripsikan pengertian budaya politik di Indonesia
- Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
Indikator :
- Mendeskripsikan pengertian budaya politik di Indonesia
- Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
Alokasi waktu : 10 Jam pelajaran (5x pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Mendeskripsikan pengertian budaya politik di Indonesia
- Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat Indonesia
B. Materi Pelajaran:
Definisi dan tipe-tipe budaya politik di Indonesia
Pertemuan Ke-1 s.d.5
1. Beberapa pendapat para akar tentang budaya politik adalah:
a. Samuel Beer: nilai-nilai keyakinan dan sikap-sikap emosi tentang bagaimana pemerintahan seharusnya
dilaksanakan dan tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah
b. Almond dan Verba: suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka
ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu
c. Rusadi Sumintapura: pola tingkah laku individu dan orientasi tehadap kehidupan politik yang dihayati
oleh para anggota suatu sistem politik
2. Klasifikasi budaya politik menurut Gabriel Almond adalah:
a. Budaya politik parokal
b. Budaya politik kaula
c. Budaya politik partisipan
3. Beberapa tipe budaya politik menurut para pakar
a. Almond dan Powell membagi tiga kategori sistem politik, yaitu: sistem primitif yang intermittent, sistem
tradisional dan sistem modern
b. Alfian membagi politik totaliter, anarki, demokrasi, dan politik dalam transisi
c. Ramlan Surbakti membagi menjadi empat macam, yaitu: sistem politik otokrasi tradisional, totaliter,
demokrasi dan negara berkembang
C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan Ke-1 s.d.5
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang budaya politik Indonesia
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi akan pentingnya mempelajari budaya politik Indonesia
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami budaya politik Indonesia
2. Guru menjelaskan pengertian budaya politik, tipe-tipe budaya politik, dan mendeskripsikan pentingnya
sosialisasi pengembangan budaya politik
3. Dengan berdiskusi dan eksperimen siswa diajak memahami dan menjelaskan tentang budaya politik Indonesia
4. Siswa mengerjakan tugas dan latihan soal-soal
Penutup
1. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi
2. Siswa dan guru melakukan refleksi
3. Guru memberikan tugas rumah (PR)

E. Alat dan Sumber Belajar :


1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)
3. Soal/instrumen :
1. Sebutkan macam-macam budaya politik!
2. Jelaskan yang dimaksud komunikasi politik!
3. Sebutkan kegunaan demokrasi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara!
4. Bagaimanakah syarat-syarat sahnya pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak berdasarkan Tap
MPR No. II/MPR/1999 pasal 85?
5. Apa saja prinsip dasar mekanisme demokrasi Pancasila?

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor
10.Jika jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai
akhir dalam skala 0 – 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50

…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


NO: 2

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Partisipasi politik
Pertemuan Ke- : 6 s.d. 10
Alokasi Waktu : 5 x pertemuan (10 x 45 menit)
Standar Kompetensi:
- Menganalisis Budaya Politik di Indonesia
Kompetensi Dasar:
- Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
- Menampilkan peran serta budaya politik
Indikator :
- Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
- Menampilkan peran serta budaya politik
Alokasi waktu : 10 Jam pelajaran (5x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
- Menampilkan peran serta budaya politik
B. Materi Pelajaran:
Partisipasi politik
Pertemuan ke-6 s.d. 10
1. Partisipasi politik masyarakat di kalangan warga bangsa menumbuhkan budaya demokrasi di Indonesia
2. Alat yang dapat dijadikan perantara dalam sosialisasi politik adalah keluarga, sekolah, partai politik
3. Partisipasi politik mengacu pada semua kegiatan orang dari semua tingkat sistem politik
4. Bentuk-bentuk partisipasi politik yang terjadi di berbagai negara dibedakan menjadi dua, yaitu yang berbentuk
konvensional dan nonkonvensional
5. Sebab-sebab terjadinya gerakan partisipasi politik adalah modernisasi, perubahan struktur kelas sosial,
pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern

C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan ke-6 s.d. 10
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang budaya politik Indonesia
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi akan pentingnya mempelajari budaya politik Indonesia
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami sosialisasi pengembangan budaya politik
Indonesia
2. Guru menjelaskan peran serta budaya politik partisipan
3. Dengan berdiskusi dan eksperimen siswa diajak memahami dan menjelaskan bentuk-bentuk partisipasi politiik,
fungsi dan peran politik, dan faktor pendukung partisipasi politik
4. Siswa mengerjakan tugas dan latihan soal-soal
Penutup
1. Dengan bimbingan guru siswa diminta untuk membuat rangkuman materi
2. Siswa dan guru melakukan refleksi
3. Guru memberikan tugas rumah (PR)

E. Alat dan Sumber Belajar :


1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)
3. Soal/instrumen :
1. Sebutkan dua tujuan partai politik yang bersifat umum!
2. Sebutkan cara-cara yang digunakan untuk menyampaikan aspirasi politik masyarakat!
3. Bagaimanakah cara berpolitik yang santun?
4. Mengapa partisipasi dan kesadaran politik masyarakat Indonesia masih rendah?
5. Sebutkan dua manfaat dalam memahami budaya politik!

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.Jika
jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam
skala 0 – 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50
…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


NO: 3

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Budaya demokrasi
Pertemuan Ke- : 11 dan 12
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Standar Kompetensi:
- Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani
Kompetensi Dasar:
- Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi
- Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani
Indikator :
- Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi
- Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani
Alokasi waktu : 4 jam pelajaran (2x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Mendeskripsikan pengertian dan prinsip-prinsip budaya demokrasi
- Mengidentifikasi ciri-ciri masyarakat madani

B. Materi Pelajaran:
Budaya Demokrasi Menuju Masyarakat Madani
Pertemuan Ke-11 dan 12
1. Kata demokrasi memunculkan banyak pengertian. Misalnya Lincoin mengatakan bahwa demokrasi adalah
pemerintahan yang berasal dari rakyat oleh dan untuk rakyat
2. Demokratisasi adalah proses menuju demokrasi
3. Prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku universal adalah:
- Keterlibatan warga negara dalam keputusan politik
- Persamaan
- Kebebasan dan kemerdekaan
- Supremasi hukum
- Pemilu berkala
4. Ciri-ciri masyarakat madani adalah:menghargai perbedaan (pluralisme, kritis, dan partisipatif dalam persoalan
dan mandiri

C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan Ke-11 dan 12
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang budaya demokrasi dan masyarakat madani
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi kepada siswa tentang pentingnya mengetahui budaya demokrasi dan
masyarakat
madani
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami tentang budaya demokrasi dan masyarakat
madani
2. Dengan berdiskusi dan mengerjakan tugas, diharapkan siswa dapat tentang budaya demokrasi dan
masyarakat madani
Penutup
1.Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Guru memberi tugas latihan
E. Alat dan Sumber Belajar :
1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)

3. Soal/instrumen :
1. Dalam masyarakat madani terdapat beragam organisasi masyarakat. Sebutkan ciri-ciri ormas!
2. Apakah yang dimaksud dengan esensi reformasi nasional dan sasaran reformasi nasional?
3. Sebutkan isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959!
4. Mengapa demokrasi parlementer tidak berjalan dengan baik pada masa setelah kemerdekaan?
5. Bagaimana pengertian demokrasi dalam arti yang lebih kompleks?

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.Jika
jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam
skala 0 – 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50

…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
NIP. NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


NO: 4

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Sistem demokrasi di Indonesia sejak orde lama-reformasi
Pertemuan Ke- : 13 dan 14
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Standar Kompetensi:
- Menganalisis budaya demokrasi menuju masyarakat madani
Kompetensi Dasar:
- Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru dan reformasi
- Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari
Indikator :
- Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru dan reformasi
- Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari
Alokasi waktu : 4 jam pelajaran (2x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Menganalisis pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru dan reformasi
- Menampilkan perilaku budaya demokrasi dalam kehidupan sehari-hari

B. Materi Pelajaran:
Sistem demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi
Pertemuan Ke-13 dan 14
1. Pelaksanaan demokrasi di Indonesia sejak orde lama, orde baru, dan reformasi:
- Tahun 1945 – 1949 : periode awal menanamkan benih demokrasi pancasila
- Tahun 1949 – 1950 : konsultasi RIS 1949 periode berlakunya sistem demokrasi liberal
- Tahun 1950 – 1959 : UUDS 1950 periode gemilang demokrasi liberal dengan dengan multi partai
- Tahun 1959 – 1965 : periode diterapkannya demokrasi terpimpin
- Tahun 1966 – 1998 : periode orde baru di bawah pimpinan Soeharto
- Tahun 1998 – sekarang : periode reformasi, terutama dalam bidang ekonomi, politik dan hukum
2. Beberapa perilaku demokrasi dalam kehidupan sehari-hari adalah:
- Membudayakan sikap terbuka
- Mengutamakan dialog dalam menyelesaikan masalah
- Menghargai pendapat orang lain
- Mau belajar menerima keberagaman

C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan Ke-13 dan 14
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang sistem demokrasi di Indonesia
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi kepada siswa tentang pentingnya mengetahui sistem demokrasi yang
diterapkan di
indonesia sejak orde la,, orde baru, dan reformasi
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami tentang sistem demokrasi yang diterapkan
di indonesia sejak orde la, orde baru, dan reformasi
2. Dengan berdiskusi dan mengerjakan tugas, diharapkan siswa dapat memberikan contoh budaya demokrasi
dalam kehidupan sehari-hari
Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Guru memberi tugas latihan
E. Alat dan Sumber Belajar :
1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)

3. Soal/instrumen :
1. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam kehidupan bernegara yaitu mengikuti pemilu. Apakah tujuan
pemilu
secara umum?
2. Berilah contoh bentuk sederhana masyarakat madani di sekitar Anda!
3. Mengapa warga negara di dalam suatu negara perlu berpartisipasi aktif dalam sistem demokrasi?
4. Jelaskan pengertian demokratisasi!
5. Sebutkan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila!

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.Jika
jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam
skala 0 – 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50

…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NO: 5

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa
dan
bernegara
Pertemuan Ke- : 15 dan 16
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Standar Kompetensi:
- Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kompetensi Dasar:
- Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara
Indikator :
- Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara
Alokasi waktu : 4 jam pelajaran (2x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Mendeskripsikan pengertian dan pentingnya keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara

B. Materi Pelajaran:
Keterbukaan dan Keadilan
Pertemuan Ke-15 dan 16
- Keterbukaan adalah keadaan tidak tertutup, tidak ada sesuatu yang dirahasiakan
- Keadilan adalah keadaan di mana setiap manusia memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.
Menurut W.J. S. Poerwodarminto keadilan adalah tidak berat sebelah, tidak sewenang-wen
- Keterbukaan sebagai warga negara penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah penting.
Diwujud-kan dalam bentuk kebebasan berpendapat, berpartisipasi, mencari dan mendapatkan informasi yang
berkaitan dengan kehidupan bernegara

C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan Ke-15 dan 16
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang keterbukaan dan keadilan
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi pentingnya mempelajari keterbukaan dan keadilan
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami pengertian dan pentingnya keterbukaan
dan
keadilan dalam kehidupan berbangsaan bernegara
2. Dengan berdiskusi dan mengerjakan tugas, diharapkan siswa dapat memberikan contoh keterbukaan dan
keadilan
dalam kehidupan sehari-hari
Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Guru memberi tugas latihan
E. Alat dan Sumber Belajar :
1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)
3. Soal/instrumen :
1. Sebutkan pembagian keadilan menurut Aristoteles!
2. Bagaimana visi GBHN tahun 1999-2004?
3. Sebutkan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkuat motivasi menegakkan keadilan!
4. Apa arti keadilan?
5. Keterbukaan dikarakterisasikan oleh sekurang-kurangnya dua hal, sebut dan jelaskan!

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.Jika
jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam skala 0
– 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50

…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NO: 6

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan


Kelas/Semester : XI/1
Materi Pokok : Dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak
transparan
Pertemuan Ke- : 17 dan 18
Alokasi Waktu : 2 x pertemuan (4 x 45 menit)

Standar Kompetensi:
- Menampilkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Kompetensi Dasar:
- Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
- Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Indikator :
- Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
- Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Alokasi waktu : 4 jam pelajaran (2x pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran :
Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat:
- Menganalisis dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan
- Menunjukkan sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

B. Materi Pelajaran:
Keterbukaan dan Keadilan
Pertemuan Ke-17 dan 18
1. Penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan dapat merenggangkan hubungan antara pemerintah
dan rakyat, menimbulkan prasangka buruk, dan krisis kepercayaan. Selain itu, akan menyulitkan
partisipasi dan dukungan masyarakat dalam pembangunan sehingga melemahkan persatuan dan
kesatuan
2. Usaha yang dapat dilakukan untuk menciptakan keterbukaan dalam kehidupan berbangsa antara lain:
- Mengadakan perjalanan ke wilayah-wilayah seluruh Nusantara
- Menikmati kesenian, hasil budaya, dan pentas kebudayaan suku bangsa lain
- Membentuk kelompok atau organisasi lintas budaya
- Mengadakan kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota suku bangsa
- MelMengadakan kunjungan antardaerah dan antarbudaya
- Makukan dialog, pertemuan, atau pembicaraan dengan orang-orang yang bersuku bangsa

C. Metode Pembelajaran
Diskusi kelompok, tanya jawab, inkuiri, dan penugasan
D. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Pertemuan Ke-17 dan 18
Apersepsi:
Siswa diajak dan diberi pemahaman tentang dampak penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan serta
perlunya sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa
Motivasi:
Memberi semangat atau motivasi pentingnya mempelajari tentang pentingnya penyelenggaraan pemerintahan
yang
transparan serta perlunya sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan berbangsa
Kegiatan Inti
1. Dengan kegiatan berdialog dan berdiskusi, siswa diajak memahami tentang dampak penyelenggaraan
pemerintahan yang tidak transparan serta perlunya sikap keterbukaan dan keadilan dalam kehidupan
berbangsa
2. Dengan berdiskusi dan mengerjakan tugas, diharapkan siswa dapat memberikan contoh dampak
penyelenggaraan pemerintahan yang tidak transparan serta contoh sikap keterbukaan dan keadilan dalam
kehidupan berbangsa
Penutup
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Guru memberi tugas latihan
E. Alat dan Sumber Belajar :
1. Alat : -
2. Sumber belajar : Buku paket dan buku LKS TUNTAS

F. Penilaian :
1. Teknik/jenis : Kuis dan tugas individu
2. Bentuk : Pertanyaan lisan dan tes tertulis (pilihan ganda atau uraian)
3. Soal/instrumen :
1. Jelaskan pentingnya keterbukaan dan jaminan keadilan dalam persatuan bangsa!
2. Apa yang dimaksud dengan pemerintahan yang baik (good governance)?
3. Pola-pola penyelenggaraan pemerintah harus diarahkan seiring dengan tuntutan masyarakat. Sebutkan
tuntutan masyarakat tersebut!
4. Sebutkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk menciptakan keterbukaan dalam kehidupan berbangsa!
5. Apa dampak keterbukaan yang dirasakan oleh masyarakat internasional?

Pedoman penskoraan: masing-masing soal jika di jawab benar dengan proses yang benar mendapat skor 10.Jika
jawaban belum lengkap skor ditentukan sampai sejauh mana proses dikerjakan. Perhitungan nilai akhir dalam skala 0
– 100 sebagai berikut :
Perolehanskor
Nilai akhir = 100
50

…………………………. 2009
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

NIP. NIP.