Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH

MENEJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA


PENDIDIKAN PADA MADRASAH/ SEKOLAH
(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Menejemen Lembaga
Pendidikan Islam)

Disusun Oleh:

Moch. Abdi Muchlis :14111883


Wahyu Adi Nugroho :14111907
Ahmad Mufatachi Hafidz :14111909

Dosen Pengampu
Dr. Afiful Ikhwan, M.Pd.I

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2018
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kehadirat Alloh SWT yang telah


melimpahkan rahmat serta taufiknya sehingga kita bisa melaksanakan Amaliyah
sehari-hari serta dapat menyelesaikan makalah ini.

Shalawat serta salam tetap kita curahkan kepada nabi Muhammad SAW
yang telah menuntun umatnya menuju jalan yang mulia yaitu Islam.

Yang selanjutnya perkenankanlah saya dalam kesempatan kali ini


menyampaikan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo Bapak


Rido Kurnianto, M.Pd.I
2. Dosen pengampu yang telah memberi bibimbingan dalam penyusunan
makalah ini Bapak Afiful Ikhwan, M.Pd.I
3. Teman -teman dan seluruh dan seluruh pihak yang berpartisipasi dalam
penyelesaian makalah.

Atas bimbingan, petunjuk dan dorongan tersebut saya hanya dapat berdo’a
dan memohon kepada Alloh SWT semoga amal dan jerih payah mereka menjadi
amal soleh di mata Alloh SWT. Aamin.

Dan dalam penyusunan makalah ini saya sadar bahwa masih banyak
kekurangan dan kekeliruan, maka dari itu saya mengharapkan kritikan positif,
sehingga bisa diperbaiki seperlunya.

Akhirnya saya tetap berharap semoga makalah ini menjadi butir-butir


amalan saya dan bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi seluruh
pembaca. Aamin yaa robhal alamin.
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL............................................................................................... i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI.......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang...................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. 2
C. Tujuan................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Devinisi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan.................... 3
B. Jenis-Jenis Tenaga Kependidikan…………………………………….. 6
C. Tujuan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan………….…. 9
D. Komponen Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan.............. 10
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................... 20
B. Saran........................................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidik dan tenaga kependidikan dalam proses pendidikan memegang
peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui
pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari
dimensi pembelajaran, peranan pendidik (guru, dosen, pamong belajar, instruktur,
tutor, widyaiswara) dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun
teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat
cepat. Hal ini disebabkan karena ada dimensi-dimensi proses pendidikan, atau
lebih khusus lagi proses pembelajaran, yang diperankan oleh pendidik yang tidak
dapat digantikan oleh teknologi. Fungsi mereka tidak akan bisa seluruhnya
dihilangkan sebagai pendidik dan pengajar bagi peserta didiknya. Begitu pun
dengan tenaga kependidikan (kepala sekolah, pengawas, tenaga perpustakaan,
tenaga administrasi) mereka bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses
pendidikan pada satuan pendidikan.
Sehubungan dengan tuntutan kearah profesionalisme tenaga pendidik dan
kependidikan, maka semakin dirasakannya desakan untuk peningkatan mutu
pendidikan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan yang telah menjadi komitmen
pendidikan nasional. Isu klasik yang selalu muncul selama ini ialah : usaha apa
yang paling tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu
pendidik dan tenaga kependidikan? Oleh karenanya penting untuk memahami
terlebih dahulu bagaimana mengelola pendidik dan tenaga kependidikan tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Definisi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan?
2. Apa saja Jenis-Jenis Tenaga Kependidikan?
3. Apa Tujuan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan?
4. Apa saja Komponen Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan

C. Tujuan
1. Memahami Definisi Manajemen Pendidik dan Kependidikan.
2. Mengetahui Jenis-Jenis Pendidik dan Kependidikan.
3. Mengetahui dan Memahami Tujuan Manajemen Pendidik dan Tenaga
Kependidikan.
4. Mengetahui Apa saja Komponen Manajemen Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
BAB II
PEMBAHASAN

A. Devinisi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan


1. Devinisi menejemen
Manajemen berasal dari bahasa inggris, management yang
dikembangkan dari kata to manage, yang artinya mengatur/mengelola.
Kata manage itu sendiri berasal dari italiamaneggio yang diadopsi dari bahasa
latin managiare, yang berasal dari katamanus yang artinya tangan. Konsep
manajemen tidaklah mudah untuk didefinisikan. Berikut definisi manajemen
menurut para ahli:
a) Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu :1
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) actuating (pelaksanaan); dan
4) controlling (pengawasan).
b) Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi manajemen,
meliputi :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) commanding (pengaturan);
4) coordinating (pengkoordinasian); dan
5) controlling (pengawasan).
c) Sementara itu, Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima
fungsi manajemen, mencakup :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) staffing (penentuan staf);
4) directing (pengarahan); dan
5) controlling (pengawasan).

1
http://SDNdurenJaya2.blogspot.com diakses tgl 19-03-2018
d) Selanjutnya, L. Gullick mengemukakan tujuh fungsi manajemen, yaitu :
1) planning (perencanaan);
2) organizing (pengorganisasian);
3) staffing (penentuan staf);
4) directing (pengarahan);
5) coordinating (pengkoordinasian);
6) reporting (pelaporan); dan
7) budgeting (penganggaran).
e) Menurut Heidrachman Ranupandojo dan Fuad Husnan dalam bukunya
yang berjudul Manajemen Personalia, mengemukakan 7 komponen
manajemen, yaitu:2
1) Perencanaan
2) Pengorganisasian
3) Pengarahan dan pengawasan dari pengadaaan
4) Pengembangan
5) Pemberian kompensasi
6) Pengintegrasian
7) Pemeliharaan tenaga kerja
2. Devinisi pendidik
Menurut UU No.20 Tahun 2003 pasal 39 ayat 2, pendidik merupakan
tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan
pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. 3
Sedangkan menurut Ahmad Tafsir yang dikemukan oleh Sulistiyorini
di dalam bukunya, pendidik dalam Islam adalah orang-orang yang
bertanggung jawab terhadap perkembangan anak didik dengan

2
Sri minarti, Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan Secara
Mandiri, (Arruz media: Yogyakarta, 2011), hal. 125
3
http://wakihuddin.blogspot.com dari http://Shiepvietz.blogspot.com diakses tgl 19-03-
2018
mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi
afektif, potensi kognitif, maupun potensi pikomotorik.4
Pendidik adalah bapak rohani (spiritual father) bagi anak didik yang
memberikan santapan jiwa dengan ilmu pembinaan akhlak mulia, dan
meluruskannya. Oleh karena itu, pendidik mempunyai kedudukan yang tinggi
sebagaimana yang dilukiskan dalam hadits Nabi Muhammad saw. bahwa
: “Tinta seorang ilmuwan (ulama) lebih berharga ketimbang darah seorang
syuhada”5
3. Devinisi tenaga kependidikan
Menurut UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
pasal 1 ayat 5 dan 6 yang dimaksud dengan tenaga kependidikan adalah
anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang
penyelenggaraan pendidikan. Dimana tenaga kependidikan tersebut
memenuhi syarat yang ditentukan oleh undang-uandang yang berlaku,
diangkat oleh pejabat yang berwenang, diserahi tugas dalam suatu jabatan dan
digaji pula menurut aturan yang berlaku.
Tenaga kependidikan adalah tenaga-tenaga (personil) yang
berkecimpung di dalam lembaga atau organisasi pendidikan yang memiliki
wawasan pendidikan (memahami falsafah dan ilmu pendidikan), dan
melakukan kegiatan pelaksanaan pendidikan (mikro atau makro) atau
penyelenggaraan pendidikan.6
Menurut Hasbulloh, yang dimaksud personel adalah orang-orang yang
melaksanakan sesuatu tugas untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam
konteks lembaga pendidikan atau sekolah dibatasi dengan sebutan pegawai .7
4. Definisi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Manajemen pendidik dan tenaga kependidikan merupakan kegiatan
yang mencakup penetapan norma, standar, prosedur, pengangkatan,
pembinaan, penatalaksanaan, kesejahteraan dan pemberhentian tenaga

4
Sulistiyorini, Manajemen Pendidikan Islam, (Elkaf: Tulungagung, 2006), hal. 51
5
Ibid, hal 52
6
Ibid, hal 53
7
Hasbulloh, Otonomi Pendidikan, (PT Raja Grafindo Persada: Jakarta, 2006), hal. 111
kependidikan sekolah agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dalam
mencapai tujuan sekolah.8
Manajemen tenaga kependidikan atau manajemen personalia
pendidikan bertujuan untuk mendayagunakan tenaga kependidikan secara
efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam
kondisi yang menyenangkan. Untuk mewujudkan keseragaman perlakuan dan
kepastian hukum bagi tenaga kependidikan sekolah dasar dalam
melaksanakan tugas dan fungsi, wewenang dan tanggung jawabnya sesuai
dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dari pernyataan diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktifitas yang harus
dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk ke dalam
organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan
SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan,
pendidikan dan latihan/ pengembangan dan pemberhentian.9
B. Jenis-Jenis Tenaga Kependidikan
Tenaga kependidikan merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam
instansi atau lembaga pendidikan yang tidak hanya mencakup guru saja
melainkan keseluruhan yang berpartisipasi dalam pendidikan. Dilihat dari
jabatannya, tenaga kependidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu:10
1. Tenaga structural
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan-jabatan eksekutif
umum (pimpinan) yang bertanggung jawab baik langsung maupun tidak
langsung atas satuan pendidikan.
2. Tenaga fungsional
Merupakan tenaga kependidikan yang menempati jabatan fungsional yaitu
jabatan yang pelaksanaannya mengandalkan keahlian akademis kependidikan.

8
Ibid, hal. 112
9
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, manajemen pendidikan. (Alfabeta: Bandung,
2009), hal. 231
10
http://ganieindraviantoro.wordpress.com/2012/04/12/manajemen-tenaga-pendidikan/
diakses tgl 18-03-2018
3. Tenaga teknis kependidikan
Merupakan tenaga kependidikan yang dalam pelaksanaan pekerjaannya lebih
dituntut kecakapan teknis operasional atau teknis administratif.

Status Ketenagaan Tempat Kerja di sekolah Tempat Kerja diluar


Sekolah
Tenaga Struktural
Kepala sekolah, wakil Pusat: Menteri,
kepala sekolah Sekjen, Dirjen
Urusan kurikulum Wilayah: Ka. Kanwil
Urusan kesiswaaan Kormin: Kepala
Urusan sarana dan Bidang
prasarana Daerah:
Urusan pelayanan kakandepdiknas
khusus Kab./Kec: Kasi
Tenaga Fungsional Guru Penilik, pengawas,
pembimbing/penyuluh pelatih, tutor, dan
pengembangan fasilitator,
kurikulum dan teknologi pengembangan
kependidikan, Kurikulum
pengembang tes,
Pustakawan
Tenaga Teknis Laboran, teknisi sumber Teknisi sumber
belajar, pelatih (olah belajar/sanggar
raga); kesenian dan belajar
keterampilan, petugas Petugas TU
TU
Tabel 1. Jenis-jenis tenaga kependidikan untuk lingkungan Departemen
Pendidikan nasional.11
Sedangkan menurut Hartati sukirman, tenaga kependidikan dibagi
menjadi tiga macam, yaitu:12
1. Pendidik
Tenaga pendidik adalah personil di lembaga pelaksanaan pendidikan
yang melakukan salah satu aspek atau seluruh kegiatan (proses)
pendidikan, mikro ataupun makro. Adanya tenaga pendidik selain
mengajar secara teori juga diharapkan dapat membimbing anak didiknya.

11
http://ganieindraviantoro.wordpress.com/2012/04/12/manajemen-tenaga-pendidikan/
diakses tgl 18-03-2018
12
Ibid
Tenaga pendidik dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu:
a) Pengajar
Pengajar adalah personil yang secara legal profesional bertugas
melaksanakan kegiatan pendidikan. Pengajar tidak hanya
dikonotasikan sebagai pemberi materi pelajaran saja, melainkan
utuh sebagai pendidik, hanya saja pendidikannya dilakukan melalui
materi pelajaran tertentu.
b) Pembimbing
Pembimbing adalah personil yang bertugas melaksanakan kegiatan
pendidikan yang khas, yaitu tertuju pada orang-orang yang
bermasalah secara psikologis-rohaniah atau sosial.
c) Supervisor Pendidikan
Supervisor pendidikan adalah personil yang bertugas melaksanakan
kegiatan pendidikan terhadap para pengajar dan pembimbing dalam
pelaksanaan tugasnya.
d) Tenaga Administrator
Administrator pendidikaan merupakan personil yang bertugas
melaksanakan kegiatan pengelolaan penyelenggaraan pendidikan.
Personil yang meiliki wawasan pendidikan yang luas dan
kemampuan administratorial pengelolaan penyelenggaraan
pendidikan.
Kelompok administrator tersebut meliputi:
1) Perencana pendidikan profesional
2) Pengembang kurikulum pendidikan
3) Peneliti dan pemngembang pendidikan
4) Perancang sarana dan media pendidikan
e) Tenaga teknisi Pendidikan
Merupakan orang-orang yang bertugas memberikan layanan
pendidikan melalui pendekatan kondisional ( fasilitas dan layanan
khusus). Tenaga teknisi pendidikan ini dapat meliputi:
1) Pustakawan Pendidikan
2) Petugas pusat sumber belajar
3) Laboran-pendidik

Tenaga kependidikan merupakan hasil analisis jabatan yang


dibutuhkan oleh suatu sekolah atau satuan organisasi yang lebih
luas. Sejalan dengan UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintahan
daerah dan PP No.25 Tahun 2000 tentang Kewenangan
Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai daerah otonom,
maka jenis-jenis tenaga kependidikan dapat bervariasi sesuai
kebutuhan organisasi yang bersangkutan.

C. Tujuan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Tujuan manajemen tenaga pendidikan dan kependidikan berbeda dengan
manajemen SDM lebih mengarah pada pembangunan pendidikan yang bermutu,
membentuk SDM yang handal, produktif, kreatif, dan berprestasi.
Di negara kita ada satu Direktorat Tenaga Pendidik di bawah Dirjen
Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan (PMPTK) yang memiliki
wewenang untuk mengatur, mengelola tenaga pendidik dan kependidikan.
Berdasarkan (Permendiknas No. 8 Tahun 2005) TUGAS DITJEN PMPTK
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen
PMPTK) mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan
standarisasi teknis di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan nonformal.
Tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan secara umum
adalah:13
1. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kerja
yang cakap, dapat dipercaya, dan memiliki motivasi tinggi.
2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang dimiliki oleh karyawan.

13
http://elfalasy88.wordpress.com/2010/11/30/manajemen-tenaga-pendidik-dan-tenaga-
kependidikan/ diakses tgl 22-03-2018
3. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur
perekrutan dan seleksi yang ketat, sistem kompensasi dan insentif yang
disesuaikan dengan kinerja, pengembangan manajemen serta aktivitas
pelatihan yang terkait dengan kebutuhan organisasi dan individu.
4. Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi yang
menyadari bahwa tenaga pendidik dan kependidikan merupakan stakeholder
internal yang berharga serta membantu mengembangkan iklim kerjasama dan
kepercayaan Bersama.
5. Menciptakan iklim kerja yang harmonis.
Fungsi Ditjen PMPTK adalah sebagai berikut:14
1. Penyiapan perumusan kebijakan departemen di bidang peningkatan mutu
pendidik dan kependidikan
2. Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan mutu pendidik dan tenaga
kependidikan.
3. Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang
peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang peningkatan mutu
pendidik dan tenaga kependidikan.
5. Pelaksanaan urusan administrasi Direktorat Jenderal.

D. Komponen Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan


Manajemen personalia mencakup tujuh komponen. Tujuh komponen ini
dilaksanakan secara urut, tertib, dan berkesinambungan sehingga harus melalui
tahapan-tahapan yang sudah ditentukan. Ketujuh komponen tersebut adalah:
1. Perencanaan Pegawai
Perencanaan pegawai merupakan kegiatan yang menentukan
kebutuhan pegawai, baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk sekarang
dan masa depan.15 Masa lampau telah mengantarkan kondisi sekarang

14
TIM dosen Administrasi Pendidikan UPI, manajemen pendidikan, (alfabeta: Bandung)
hal 232
15
Mulyasa, E, Manajemen Berbasis Sekolah, (PT Remaja Rosdakarya Offset:
Bandung, 2002), hal. 42
sehingga bisa dijadikan acuan untuk merencanakan masa depan berdasarkan
potensi yang ada. Sepanjang situasi yang dihadapi di masa lampau dan masa
sekarang masih sama, maka perkembangan masa lampau yang telah
mengantarkan kondisi masa sekarang ini dapat dijadikan acuan yang sama
untuk memprediksi masa depan. Tetapi, jika situasinya sama sekali lain,
maka dibutuhkan kejelian “membaca” keadaan dalam menyusun
perencanaan.16 Perubahan inilah yang dewasa ini sering dihadapi oleh para
perencana sehingga dibutuhkan jurus-jurus jitu sebagai upaya antisipasi
sedini mungkin.
Hal yang perlu dilakukan dalam perencanaan pegawai, yaitu:
a) uraian Pekerjaan (Job description), dimaksudkan untuk mengetahui
jabatan apa yang akan di isi.
b) analisis pekerjaan (job analysis), dimaksudkan untuk memperoleh
deskripsi pekerjaan, yakni tentang tugas-tugas pekerjaan yang harus
dilakukan.
c) spesifikasi Pekerjaan (Specification Job, dimaksudkan untuk memberikan
gambaran tentang kualitas minimum calon tenaga kependidikan atau
pegawai yang akan diterima.
d) persyaratan pekerjaan (job recruitmen).
2. Rekruitmen Pegawai
Rekrutmen pegawai merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan
pegawai pada suatu lembaga, baik jumlah maupun kualitasnya. 17 Gorton
sebagaimana dikutip oleh Ibrahim Bafadal dan dikutip kembali oleh Mujamil
Qomar mengatakan bahwa : “Tujuan rekrutmen pegawai adalah menyediakan
calon pegawai yang betul-betul baik(surplus of candidates) dan paling
memenuhi kualifikasi (most qualified and outstanding individuals) untuk
sebuah posisi.

16
Qomar, Mujamil, Manajemen Pendidikan Islam, (PT Gelora Aksara Pratama:
Malang, 2007), hal. 132.
17
Mulyasa, E, Manajemen Berbasis Sekolah, PT Remaja Rosdakarya Offset:
Bandung, 2002), hal. 43.
Menurut PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (SNP), pengertian Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
adalah kriteria pendidikan prajabatan dan kelayakan fisik maupun mental
serta pendidikan dalam jabatan.18
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007
mengatur standar kompetensi dan kualifikasi kepala sekolah sebagai berikut:
a) Kualifikasi umum kepala sekolah
1) Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-
IV) kependidikan atau nonkependidikan pada perguruan tinggi yang
terakreditasi.
2) Pada waktu diangkat sebagai kepala sekolah berusia setinggi-
tingginya 56 tahun.
3) Memiliki pengalaman mengajar sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun
menurut jenjang sekolah masing-masing, kecuali di Taman Kanak-
kanak /Raudhatul Athfal (TK/RA) memiliki pengalaman mengajar
sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun di TK/RA.
4) Memiliki pangkat serendah-rendahnya III/c bagi pegawai negeri sipil
(PNS) dan bagi non-PNS disetarakan dengan kepangkatan yang
dikeluarkan oleh yayasan atau lembaga yang berwenang.
b) Kualifikasi khusus kepala sekolah SD/MI
Kepala Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) adalah sebagai
berikut:
1) Berstatus sebagai guru SD/MI;
2) Memiliki sertifikat pendidik sebagai guru SD/MI; dan
3) Memiliki sertifikat kepala SD/MI yang diterbitkan oleh lembaga
yang ditetapkan Pemerintah.
c) Kompetensi Kepala Sekolah SD/MI
Kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah, sebagai berikut:

18
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,
Jakarta. 2005.
1) Kompetensi Kepribadian
 Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak
mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di
sekolah/madrasah
 Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
 Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri
sebagai kepala sekolah/madrasah.
 Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
 Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam
pekerjaan sebagai kepala sekolah/ madrasah.
 Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin
pendidikan.
2) Kompetensi Manajerial
 Menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai
tingkatan perencanaan.
 Mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai dengan
kebutuhan.
 Memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan
sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal.
 Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah
menuju organisasi pembelajar yang efektif.
 Menciptakan budaya dan iklim sekolah/ madrasah yang
kondusif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik.
 Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber
daya manusia secara optimal.
 Mengelola sarana dan prasarana sekolah/ madrasah dalam
rangka pendayagunaan secara optimal.
 Mengelola hubungan sekolah/madrasah dan masyarakat dalam
rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan
pembiayaan sekolah/ madrasah.
 Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta
didik baru, dan penempatan dan pengembangan kapasitas
peserta didik.
 Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan
pembelajaran sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan
nasional.
 Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip
pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
 Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung
pencapaian tujuan sekolah/ madrasah.
 Mengelola unit layanan khusus sekolah/ madrasah dalam
mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik
di sekolah/madrasah.
 Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam
mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan.
 Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan
pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.
 Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
program kegiatan sekolah/ madrasah dengan prosedur yang
tepat, serta merencanakan tindak lanjutnya.
3) Kompetensi Kewirausahaan
 Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan
sekolah/madrasah.
 Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah
sebagai organisasi pembelajar yang efektif.
 Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin
sekolah/madrasah.
 Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam
menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah.
 Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan
produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta
didik.
4) Kompetensi Sosial
 Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan
sekolah/madrasah
 Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
 Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.
d) Standar Kompetensi dan Kualifikasi Guru
Standar Kompetensi dan kualifikasi guru sebagaimana diatur dalam
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 sebagai
berikut:
1) Kualifikasi Guru SD/MI
Guru pada SD/MI, atau bentuk lain yang sederajat, harus memiliki
kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV)
atau sarjana (S1) dalam bidang pendidikan SD/MI (D-IV/S1
PGSD/PGMI) atau psikologi yang diperoleh dari program studi yang
terakreditasi.
2) Kompetensi Guru
a. Kompetensi Pedagogiek
b. Kompetensi Kepribadian
c. Kompetensi Sosial
d. Kompetensi Profesional
e) Standar Kompetensi dan kualifikasi Tenaga Administrasi dan
Perpustakaan.
Kompetensi dan kualifikasi tenaga Administrasi telah diatur dengan
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2008,
sedangkan Standar Kompetensi Dan Kualifikasi Tenaga Perpustakaan
dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 Tahun 2008.
f) Standar Kualifikasi dan Kompetensi Tenaga Layanan Khusus.
Diantaranya: Laborat, Penjaga Sekolah, Tukang Kebun, Tenaga
Keamanan, Pengemudi dan Pesuruh. Standar kompetensi dan kualifikasi
jenis tenaga ini disesuaikan dengan aturan yang berlaku dan dilakukan
pembinaan professional.
3. Pembinaan dan Pengembangan Pegawai
Pegawai sebagai manusia memerlukan pembinaan dan pengembangan
untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya termasuk dalam tugasnya.
Pembinaan lebih berorientasi pencapaian standar minimal, yaitu disarankan
untuk dapat melakukan pekerjaan atau tugasnya sebaik mungkin dan
menghindari pelanggaran. Sementara itu, pengembangan lebih berorientasi
pada perkembangan karier para pegawai, termasuk upaya manajer untuk
memfasilitasi mereka supaya bisa mencapai jabatan atau status yang lebih
tinggi.19
Usaha-usaha pengembangan itu melalui beberapa hal, diantaranya:
pendidikan dan latihan (inservice training), tugas belajar, formasi dalam arti
penempatan pada jabatan yang lebih dari semula, pemindahan jabatan,
pemindahan lapangan dan pemindahan wilayah, usaha-usaha lain dalam
bentuk seminar, workshop, konferensi, dan rapat dinas dalam berbagai
bentuk.
Dalam pengembangan pegawai negeri sipil, ada beberapa macam
latihan jabatan yaitu latihan pra-jabatan (preservice training atau preentry
training) dan latihan dalam jabatan (inservice training). Oleh sebab itu,
kepala sekolah sebagai manager atau pimpinan lembaga pendidikan harus
menyadari bahwa pegawai baru pada umumnya hanya mempunyai kecakapan
teoritis saja dari tempat studynya. Jadi, perlu dikembangkan dalam dunia
nyata untuk dapat menyelesaikan pekerjaannya. Maka, tenaga kependidikan
yang masih baru tidak serta merta siap pakai untuk mengisi kekosongan
jabatan yang ada, tetapi perlu ada sosialisasi dan adaptasi yang matang.

19
Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, ( PT Gelora Aksara Pratama: Malang,
2007), hal. 133-134
Ketika tenaga kependidikan sudah bekerja dan mampu mengisi kekosongan
jabatan yang ada, kepala sekolah wajib menjaga atau memelihara tenaga
kependidikan itu untuk tetap profesional dan memiliki kinerja yang tinggi.
4. Penilaian Tenaga Kependidikan atau Pegawai
Penilaian tenaga kependidikan tentang unjuk kerja merupakan suatu
proses organisasi dalam menilai unjuk kerja pegawainya. Tujuan
dilakukannya penilaian unjuk kerja secara umum adalah untuk
memberikan feedback kepada pegawai dalam upaya memperbaiki tampilan
kerjanya dan upaya meningkatkan produktifitas organisasi, dan secara khusus
dilakukan dalam kaitannya dengan berbagai kebijaksanaan terhadap pegawai,
seperti untuk tujuan promosi, kenaikan gaji, pendidikan, latihan, dan lain-
lain.20
Penilaian tenaga kependidikan untuk mengetahui hal-hal yang
menyangkut pribadi, status, pekerjaan, prestasi kerja, maupun perkembangan
pegawai sekolah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Promosi (pemindahan jabatan) merupakan perubahan kedudukan yang
bersifat vertikal, sehingga berimplikasi pada wewenang tanggung jawab, dan
penghasilan. Di Indonesia, untuk pegawai negeri sipil, promosi atau
pengangkatan pertama biasanya diangkat sebagai calon PNS dengan masa
percobaan satu atau dua tahun, kemudian ia mengikuti latihan prajabatan, dan
setelah lulus diangkat menjadi pegawai negeri sipil penuh. Setelah
pengangkatan pegawai, kegiatan selanjutnya adalah penempatan atau
penugasan.21
Mutasi adalah pemindahan pegawai dari suatu jabatan ke jabatan lain.
Pemindahan ini lebih bersifat horizontal sehingga tidak berimplikasi pada
penghasilan.22 Mutasi bisa berkonotasi positif namun juga kadang
berkonotasi negative. Jika mutasi dilakukan sebagai penyagaran organisasi,

20
Sri minarti, Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan Secara
Mandiri, (Arruz media: Yogyakarta, 2011), hal. 141-142
21
Mulyasa, E, Manajemen Berbasis Sekolah, (PT Remaja Rosdakarya Offset:
Bandung), hal. 44
22
Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (PT Gelora Aksara Pratama:
Malang, 2007), hal. 137
maka makna konotasinya positif. Namun jika pemindahan itu karena suatu
kasus tertentu maka konotasinya terkesan sebagai langkah “pembuangan”.
Konotasi ini lebih meyakinkan jika posisi baru yang ditempati lebih “kering”
dari posisi awal.
Kompensasi adalah balas jasa yang diberikan organisasi kepada
pegawai, yang dapat dinilai dengan uang dan memiliki kecenderungan
diberikan secara tetap. Pemberian kompensasi selain dalam bentuk gaji, dapat
juga berupa tunjangan, fasilitas perumahan, kendaraan dan lain-lain.23
5. Pemberhentian Pegawai
Pemberhentian tenaga kependidikan atau pegawai merupakan fungsi
personalia yang menyebabkan terlepasnya pihak organisasi dan personel dari
hak dan kewajiban lembaga sebagai tempat bekerja dan sebagai pegawai. 24
Adapun E. Mulyasa mengidentifikasi sebab-sebab pemberhentian atau
pemutusan tenaga kependidikan atau pegawai yang secara umum dapat
dikelompokkan dalam tiga jenis berikut:25
a) pemberhentian atas permohonan sendiri, misalnya karena pindah
lapangan pekerjaan yang bertujuan untuk memperbaiki nasib.
b) Pemberhentian oleh dinas atau pemerintah dapat dilakukan dengan
beberapa alasan berikut :
1) Pegawai yang bersangkutan tidak cakap dan tidak memiliki
kemampuan untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik.
2) Perampingan atau penyederhanaan organisasi.
3) Peremajaan, biasanya pegawai yang telah berusia 50 tahun dan
berhak pensiun harus diberhentikan dalam jangka waktu satu tahun.
4) Tidak sehat jasmani dan rohani sehingga tidak dapat melaksanakan
tugasnya dengan baik.

23
Ibid, hal 45
24
Ibid, hal 149-150
25
Sri Minarti, Manajemen Pendidikan: Mengelola Lembaga Pendidikan secara
Mandiri, (AR-RUZZ: Yogyakarta, 2011), hal. 150-151
5) Melakukan pelanggaran tindak pidana sehingga dihukum penjara atau
kurungan.
6) Melanggar sumpah atau janji pegawai negeri sipil.
c) Pemberhentian karena alasan lain.
Hal ini disebabkan oleh yang bersangkutan (tenaga kependidikan
atau pegawai) meninggal dunia, hilang, habis menjalani cuti di luar
tanggungan lembaga atau negara dan tidak melaporkan diri pada pihak
berwenang serta telah mencapai batas usia pensiun.
BAB III
KESIMPULAN

A. Simpulan
Tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses pendidikan memegang
peranan strategis terutama dalam upaya membentuk watak bangsa melalui
pengembangan kepribadian dan nilai-nilai yang diinginkan. Dipandang dari
dimensi pembelajaran, peranan pendidik (guru, dosen, pamong belajar, instruktur,
tutor, widyaiswara) dalam masyarakat Indonesia tetap dominan sekalipun
teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran berkembang amat
cepat. Untuk memahami konsep manajemen tenaga pendidik dan kependidikan,
kita terlebih dahulu harus mengerti arti manajemen tenaga pendidik dan
kependidikan. Berbagai definisi tentang manajemen telah banyak dikemukakan.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa
Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus
dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk ke dalam
organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan
SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan,
pendidikan dan latihan atau pengembangan dan pemberhentian.
Tujuan manajemen tenaga pendidik dan kependidikan berbeda dengan
manajemen sumber daya manusia pada konteks bisnis, di dunia pendidikan tujuan
manajemen SDM lebih mengarah pada pembangunan pendidikan yang bermutu,
membentuk SDM yang handal, produktif, kreatif, dan berprestasi.
B. Saran
Penulis menyarankan agar pemerintah memperhatikan secara serius dan
berkala pada aspek manajemen pendidikan ini, karena dari pendidikanlah
landasan kemajuan bangsa Indonesia ini, manajemen pendidikan mengatur
manusia-manusia (tenaga pendidik) yang berada di dalamnya.
DAFTAR PUSTAKA

Hasbulloh, 2006. Otonomi Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada: Jakarta.


Mulyasa, E, 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. PT Remaja Rosdakarya Offset:
Bandung.
Mujamil Qomar, 2007. Manajemen Pendidikan Islam. PT Gelora Aksara Pratama:
Malang.
Qomar, Mujamil, 2007. Manajemen Pendidikan Islam. PT Gelora Aksara
Pratama: Malang.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional
Pendidikan. Jakarta.
Sri Minarti, 2011. Manajemen Pendidikan: Mengelola Lembaga Pendidikan
secara Mandiri. AR-RUZZ: Yogyakarta.
Sulistiyorini, 2006. Manajemen Pendidikan Islam. Elkaf: Tulungagung.
Tim Dosen Administrasi Pendidikan UPI, 2009. manajemen pendidikan. Alfabeta:
Bandung
________http://SDNdurenJaya2.blogspot.com
________http://wakihuddin.blogspot.com

________http://Shiepvietz.blogspot.com

________http://ganieindraviantoro.wordpress.com/2012/04/12/manajemen-tenaga
pendidikan/
________http://elfalasy88.wordpress.com/2010/11/30/manajemen-tenaga-
pendidik-dan-tenaga-kependidikan/