Anda di halaman 1dari 9

Soal Tugas 1

ESPA4123
2021.2

NAMA : LENY INDAH KUSUMAWATI


NIM : 042690228

No. Soal
1 Jika diberikan data jumlah produksi kacang tanah (kw) pada keluarga di desa Sumberwaras :2 3
5 2 4 6 6 5 2 1 3 2 4 5 5, dinyatakan bahwa penyusunan data berdasarkan keadaan/frequensi
dapat dilakukan dengan dua cara, Jelaskan pernyataan tersebut dan berikan contoh

2 Apa yang saudara ketahui tentang rata-rata, median dan modus sertakan contoh

3 Apa yang saudara ketahui mengenai penyimpangan, deviasi rata-rata dan koefisien variasi dan
berikan contohnya

Jawab

1. Penyusunan data berdasarkan keadaan atau frekuensi dapat dilakukan dengan


dua cara :

a. Secara individual ,yaitu cara menyusun data sesuai dengan hasil observasi.
Contoh berdasarkan soal : diberikan data jumlah produksi kacang tanah (kw) pada
keluarga di desa Sumberwaras :2 3 5 2 4 6 6 5 2 1 3 2 4 5 5 . Jika di susun secara
individual, maka jumlah produksi kacang tanah pada keluarga di desa Sumber
waras :

1 3 5
2 3 5
2 4 5
2 4 6
2 5 6
b. Secara kelompok, yaitu cara menyusun data dalam kelompok-kelompok
berdasarkan interval tertentu. Pengelompokan berdasarkan interval ini dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu rangkaian yang diskrit dan rangkaian yang
kontinu.
Perbedaan cara penyusunan data ini didasarkan pada sifat dari data tersebut,
apakah variabelnya bersifat diskrit atau kontinu.
Data atau variabel diskrit adalah data yang hanya dapat dinyatakan dengan
bilangan bulat. Seperti jumlah anak, jumlah penduduk, jumlah mobil dan
sebagainya. Contoh nya adalah seperti disoal : diberikan data jumlah produksi
kacang tanah (kw) pada keluarga di desa Sumberwaras :2 3 5 2 4 6 6 5 2 1 3 2 4 5
5 . Maka :

Distribusi jumlah produksi kacang tanah


Pada keluarga desa Sumberwaras

Jumlah produksi kacang tanah Jumlah keluarga


1-2 5
3-4 4
5-6 6

Sedangkan data atau variabel kontinu adalah data yang dapat dinyatakan dengan
bilangan pecahan. Misalnya tinggi badan, berat badan, nilai, produksi beras,
keuntungan perusahaan dan sebagainya.

Contoh :
Distribusi Tinggi Badan Kelas 12

Tinggi Badan Jumlah Siswa


140 - 149,5 12
150 - 159,5 17
160 - 169,5 9
170 - 179,5 5
2. A. Rata - Rata ( Mean )
Rata-rata adalah jumlah dari semua data dibagi dengan banyaknya data. Rata-rata
hitung untuk sampel biasanya dinyatakan dengan simbol X (dibaca X bar) dan
untuk mean populasi biasanya dinyatakan dengan simbol ini (dibaca Myu).

1. Mencari rata-rata hitung data yang tidak dikelompokkan

Data hasil penelitian bisa dibedakan menjadi dua, yaitu data yang tidak
dikelompokkan dan data yang dikelompokkan. Jumlah data yang sedikit biasanya
tidak perlu dikelompokkan. Dan sifat datanya cukup banyak maka data tersebut
biasanya dikelompokkan, maksudnya dibuat menjadi sebuah distribusi frekuensi.
Perhitungan rata-rata hitung bagi data yang tidak dikelompokkan sangat
sederhana, yaitu dengan menjumlahkan semua data yang ada dibagi dengan
banyaknya data, dapat di tulis sebagai rumus:

Hal yang artinya rata-rata hitung sama dengan X1 (data ke 1) ditambah X2 (data
ke 2) ditambah X2 (data ke 3) dan seterusnya ditambah Xn ( data ke n ) dibagi
dengan banyaknya data (n).

2. Mencari rata-rata hitung untuk data yang dikelompokkan

Data yang sudah dikelompokkan artinya data tersebut sudah dibuat menjadi
suatu distribusi frekuensi. Data yang sudah dibuat distribusi frekuensi menjadi
tidak asli lagi, data sudah dimasukkan ke dalam kelas-kelas, sehingga yang ada
tinggal frekuensi dari masing-masing kelas saja. Oleh karena itu, yang
dipergunakan dalam menghitung rata-rata bukan nilai data melainkan clas
mark/mid point yaitu nilai pertengahan suatu kelas.
Rumus nya :

Ada dua cara menghitung titik tengah (clas mark). Yang pertama kita jumlahkan
batas bawah dan batas atas kemudian dibagi 2. Cara yang kedua, batas bawah
ditambah batas bawah kelas berikutnya dibagi 2. Kemudian kita kalikan masing-
masing titik tengah (X) dengan frekuensi (f). Kemudian kita jumlahkan perkalian
titik tengah dengan frekuensi (f.X). Hasilnya penjumlahan tersebut dibagi dengan
total frekuensi.:

B. Median
Median adalah nilai yang letaknya di tengah-tengah setelah data tersebut
diurutkan. Atau rata-rata dari 2 nilai yang letaknya di tengah apabila jumlah data
genap.

1. Mencari median data yang tidak dikelompokkan.

Untuk data yang tidak dikelompokkan, langkah pertama yang harus dilakukan
adalah mengurutkan data. Urutannya bola dari kecil ke besar, boleh juga dari
besar ke kecil. Langkah berikutnya mencari letak median dengan rumus :

Langkah selanjutnya adalah mencari nilai median. Untuk mencari nilai median
mudah sekali, tidak ada rumus yang dipergunakan. Kita mencari median dalam
data yang sudah diurutkan tadi. Nilai median adalah nilai data urutan hasil dari
rumus di atas.

2. Mencari median untuk data yang dikelompokkan

Langkah pertama adalah menentukan letak median. Letak median dapat dihitung
dengan menggunakan rumus :

Langkah berikutnya kita hitung frekuensi kumulatif. Dan langkah terakhir kita
menghitung nilai median dengan rumus :

C. Modus
Modus adalah keadaan atau sifat yang paling sering terjadi. Sedang untuk data
kuantitatif modus adalah nilai yang paling sering terjadi yaitu data yang
frekuensinya paling besar.

1. Mencari modus untuk data yang tidak dikelompokkan

Langkah pertama data kita urutkan, kemudian kita cari data yang frekuensinya
paling besar. Sebutkan kata teliti apakah ada data yang paling sering terjadi atau
sering muncul. Data itulah yang disebut modus.

2. Mencari modus untuk data yang dikelompokkan


Untuk mencari modus dilakukan dengan dua tahap. Langkah pertama kita
mencari letak modus. Modus terletak pada kelas yang mempunyai frekuensi
paling besar. Langkah kedua kita mencari nilai modus. Nilai modus dapat dicari
dengan rumus :

Contoh :

Diketahui data berat badan 10 siswa kelas 12 yang mengikuti sepakbola adalah
58, 60, 62, 56, 64, 66, 60, 56, 58, 60.
Hitunglah rata-rata (mean), median dan modus!

Jawab :

a. Rata-rata (mean)

b. Median
C . Modus

Urutan : 56 56 58 58 60 60 60 62 64 66

Data yang paling sering muncul adalah 60. Jadi modus nya = 60

3. Penyimpangan adalah ukuran yang menunjukkan besar kecilnya perbedaan


data dari rata-ratanya (mean). Ada beberapa ukuran penyimpangan : range,
deviasi rata-rata, deviasi standar, deviasi kuartil, varians, koefisien variasi.

a. deviasi rata-rata
Deviasi rata-rata adalah rata-rata penyimpangan data dari rata-rata (mean) nya.

1. Mencari deviasi rata-rata untuk data yang tidak dikelompokkan

Kita harus menghitung harga mutlak penyimpangan data terhadap mean lebih
dahulu karena penyimpangan data terhadap mean ada yang positif ada pula yang
negatif.
2. Mencari deviasi rata-rata untuk data yang dikelompokkan

Contoh soal deviasi rata-rata

Produksi sepatu dari 5 pabrik : 55 50 75 70 50


Hitung deviasi rata-rata nya!

Jawab :

Nilai data Nilai data - Rata-rata |Nilai data - rata-rata hitung|


hitung
55 55-60 =-5 5
50 50-60 =-10 10
75 75-60 =15 15
70 70-60 =10 10
50 50-60 =-10 10
300 50

Rata- rata (mean) = 300 ÷ 5 = 60


Deviasi rata-rata (dx) = 50 ÷ 5 = 10

Jadi deviasi rata-rata nya adalah 10

b. Koefisien variasi
Koefisien variasi adalah presentasi deviasi standar terhadap rata-rata nya.
Kegunaan koefisien variasi adalah untuk mengukur keseragaman data, semakin
kecil koefisien variasi berarti data tersebut semakin seragam.
Untuk mencari besarnya koefisien variasi dapat dilakukan dengan rumus :

Contoh :

Pada lampu neon rata-rata sudah dipakai selama 5.600 jam, dengan simpangan
baku 1.400 jam. Sedangkan lampu pijar rata-rata telah dipakai selama 7.000 jam,
dengan simpangan baku 2.100 jam. Dari data kedua jenis lampu diatas ,lampu
manakah yang lebih baik?

Jawab :

Lampu neon : V = 1400 ÷ 5600 = ¼ x 100% = 25%


Lampu pijar : V = 2100 ÷ 7000 = 0,3 x 100% = 30%

Jadi lampu yang tergolong lebih baik dari data kedua jenis lampu tersebut ialah
lampu neon dengan koefisien variasi sebesar 25%.