Anda di halaman 1dari 5

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : Wulan Rezeki

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041533735

Tanggal Lahir : 26 Januari 2001

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4367/Hubungan Industrial

Kode/Nama Program Studi : 54/Manajemen

Kode/Nama UPBJJ : 12/UPBJJ-UT Medan

Hari/Tanggal UAS THE : Rabu/14 Juli 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halamanini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuranakademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulistangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuranakademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI


UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Wulan Rezeki


NIM : 041533735
Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA4367/Hubungan Industrial
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Manajemen
UPBJJ-UT : Medan

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi THE pada laman
https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepadasiapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam pengerjaan soal ujian
UASTHE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya sebagai pekerjaan
saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai dengan aturan
akademik yang berlaku di UniversitasTerbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan tidak
melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui media apapun, serta
tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan akademik UniversitasTerbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari terdapat pelanggaran
atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh
Universitas Terbuka.
14, Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

Wulan Rezeki
1. Berdasarkan keterangan diatas anda diminta untuk menjelaskan :

a. 3 (tiga) pendekatan dalam hubungan industrial!.


Jawaban:

a. Pendekatan Keseragaman atay Kesamaan


Dalam pendekatan keseragaman, hubungan industri diasumsikan bahwa setiap organisasi merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dengan
sasaran atau tujuan yang sama.Hubungan kerja didasarkan pada saling bekerja samadan terdapat keserasian dalam keinginan antara pengusaha
dan karyawan.Pandangan keseragaman mendorong timbulnya tiga aliran dalam manajemen,yaitu manajemen ilmiah,hubungan antar karyawan,dan
pandangan baru dalam hubungan antar kartawan..

b. Pendekatan Keberagaman
Pendekatan keberagaman memungkinkan terjadinya perbedaan kelompok peminatan dan berbagai bentuk loyalitas.Pandangan keberagaman
mempunyai perspektif teoritis dalam hubungan industrial.Ada dua asumsi yang mendasari.Pertama,kekuasan tampak sebagai penyebaran kelompok
yang sama-sama mendominasi.Kedua,kondisi yang berkaitan dengan pelindung pemintaan masyarakat dan peran melindungi kelemahan dan
mengendalikan kekuasaan

c. Pandangan Radikal
Pandangan ini mengenal konflik fundamental dan melekat pada konflik kepentingan antara karyawan dan pengusaha di tempat kerja.Tempat kerja
merupakan suatu tempat terjadinya konflik dengan adanya konflik kepentingan yang radikal yang mendasari adanya hubungan industrial.

b. Jelaskan 2 (dua) pendekatan, yaitu pendekatan universal dan situasional dalam membahas
hubungan antara praktik industrial dan Strategi !
Jawaban:

a.Pendekatan universal
Berbagai penelitian empiris telah menyatakan bahwa praktik-praktik manajemen sumber daya manusia secara langsung berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan. Kegiatan pemilihan dan pelatihan seringkali berkorelasi dengan produktivitas dan kinerja perusahaan.

b.Pendekatan situasional
Melalui pendekatan situasional,pengaruh praktik-praktik sumber daya manusia pada kinerja perusahaan dikondisikan oleh sikap strategik organisasi. Pendapat
dari teori pengendalian yang menyatakan bahwa kinerja efektif tergantung pada kesesuaian yang tepat praktik-praktik sumber daya dengan konteks administratif
yang disusun dengan stratedi tertentu.

2. a. Sebagai pengurus serikat pekerja di perusahaan tersebut, menurut analisa saudara jelaskan
tentang hak dan kewajiban serikat pekerja dikaitkan dengan UU No.13 Tahun 2003 Tentang
Ketenagakerjaan!
Jawaban:
- Membuat perjanjian kerja bersama dengan perusahaan
- Mewakili karyawan atau pekerja dengan menyelesaikan perselisihan industrial
- Mewakili karyawan atau pekerja dalam lembaga ketenagakerjaan
- Membentuk lembaga atau melakukan kegiatan yang berkaitan dengan usaha peningkatan kesejahteraan, karyawan atau pekerja
- Melakukan kegiatan lainnya di bidang ketenagakerjaan yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.

b. Jelaskan fungsi serikat pekerja dikaitkan dengan pasal 102 ayat 2 UU Ketenagakerjaan serta
UU No.21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh sebgai payung hukum yang
mengatur tentang serikat pekerja!
Jawaban:

Sesuai dengan pasal 102 UU Tenaga Kerja tahun 2003, dalam melaksanakan hubungan industrial, pekerja dan serikat pekerja
mempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi,
menyalurkan aspirasi secara demokratis, mengembangkan keterampilan, dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan
memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.
Tujuan serikat pekerja
1.Sebagai pihak dalam pembuatan perjanjian kerja bersama dan penyelesaian perselisihan industrial
2.Sebagai wakil karyawan atau pekerja dalam lembaga kerja sama di bidang ketenagakerjaan sesuai dengan tingkatan
3.Sebagai sarana menciptakan hubungan industrial yang harmonis,dinamis dab berkeadilan sesuai perundang-undangan yang
berlaku
4.Sebagai sarana penyalur aspirasi dalam memperjuangkab hak dan kepentingan anggotanya. 5.Sebagau
perencana,pelaksana,dan penanggung jawab pemogokan karyawan atau pekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
c. Bagaimana membuat serikat pekerja ditingkat perusahaan anda kaitkan dengan Pasal 5 UU
No.21 Tahun 2000?
Jawaban:

Pasal 5 ayat (1) UU No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh (“UU Serikat Pekerja”), setiap pekerja/buruh berhak membentuk
dan menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh. Serikat pekerja/serikat buruh ini dibentuk oleh sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) orang
pekerja/buruh (Pasal 5 ayat [2] UU Serikat Pekerja/Serikat Buruh).
Jadi, dapat kami simpulkan bahwa syarat dan prosedur pendirian SP adalah:

1. Ada setidaknya 10 orang anggota;


2. Pembuatan AD/ART;
3. Pencatatan di Dinas Tenaga Kerja dari pemerintah Kabupaten atau walikotamadya setempat;
4. Pemberitahuan ke pihak perusahaan mengenai keberadaan SP.

d. Jelaskan apa keuntungan menjadi anggota serikat pekerja!


Jawaban:

Keuntungan atau manfaat menjadi anggota serikat pekerja juga terlihat dari tujuan umum dibentuknya serikat pekerja:
- Wadah perjuangan hak yang tidak direalisasikan pemberi kerja (pengusaha/perusahaan).
- Wadah pemersatu pekerja untuk berjuang bersama untuk kepentingan pekerja.
- Tempat pekerja memikirkan bersama persoalan yang di hadapi di tempat kerja baik secara sendiri-sendiri maupun persoalan bersama
-Sebagai penampung aspirasi pekerja yang nantinya secara kelembagaan di sampaikan kepada pihak perusahaan.
Media komunikasi dan koordinasi yang efektif antara pekerja dan pengusaha.

e. Bagaimana prosedur pemberitahuan dan pencatatan serikat pekerja yang baru terbentuk?
Jawaban:

UU No. 21 tahun 2000 mengenai Serikat Buruh/Serikat Pekerja mengatur tentang tata cara pemberitahuan dan pencatatan Serikat
Buruh/Serikat Pekerja dalam pasal 18-24.
Serikat Buruh/Serikat Pekerja, federasi dan konfederasi yang telah dibentuk harus memberitahukan keberadaannya kepada instansi
pemerintah setempat yang menangani urusan perburuhan.
Dalam surat pemberitahuan, harus dilampirkan daftar nama anggota, pendiri dan pengurusnya serta salinan peraturan organisasi
Badan pemerintah setempat harus mencatat serikat yang telah memenuhi persyaratan dan memberikan nomor pendaftaran
kepadanya dalam kurun waktu 21 hari kerja setelah tanggal pemberitahuan. (Apabila sebuah serikat belum memenuhi persyaratan
yang diminta, maka alasan penundaan pendaftaran dan pemberian nomor pendaftaran kepadanya harus diserahkan oleh badan
pemerintah setempat dalam tenggang waktu 14 hari setelah tanggal penerimaan surat pemberitahuan)
Serikat harus memberitahukan instansi pemerintah diatas bila terjadi perubahan dalam peraturan organisasinya. Instansi
pemerintah tersebut nantinya harus menjamin bahwa buku pendaftaran serikat terbuka untuk diperiksa dan dapat diakses
masyarakat luas.
Serikat Yang telah memiliki nomor pendaftaran wajib menyerahkan pemberitahuan tertulis tentang keberadaan mereka kepada
pengusaha/perusahaan yang terkait

3. Berdasarkan tulisan diatas anda diminta untuk :

a. Menganalisa 3 kategori isu perudingan yang anda ketahui.


Jawaban:
Tata Cara Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Dalam hubungan industrial tidak hanya memandang aspek substansial (materiil) semata. Aspek prosedural atau formal juga akan
diperhatikan. Sama halnya dengan tata cara penyelesaian perselisihan hubungan industrial seperti penjelasan berikut ini.

1. Perundingan Bipartit
Perundingan yang dilakukan antara pengusaha maupun gabungan pengusaha dengan serikat buruh. Jika tidak menemukan kata
sepakat, para pihak berselisih akan melanjutkan perundingan tripartit. Sedangkan, jika kedua belah pihak menyepakatinya maka
dibuat perjanjian bersama dan didaftarkan pada Pengadilan Hubungan Industrial dimana perusahaan berada.

2. Perundingan Tripartit
Perundingan dilakukan oleh pekerja dengan pengusaha dimana melibatkan fasilitator yakni pihak ketiga. Tahapan perundingan
tripartit sebagai berikut ini.

Mediasi
Penyelesaian dilakukan dengan cara musyawarah yang dipimpin satu orang ataupun lebih. Biasanya melibatkan mediator dari pihak
Departemen Ketenagakerjaan. Apabila dalam tahapan ini para pihak memperoleh kata sepakat maka dituangkan dalam perjanjian
bersama dan didaftarkan di Pengadilan Hubungan Industrial setempat.
Konsiliasi
Penyelesaian dilakukan secara musyawarah dengan penengahnya seorang konsiliator. Konsiliator akan berusaha mendamaikan
para pihak untuk mencapai kesepakatan bersama. Jika dari salah satu pihak tidak sepakat maka konsiliator akan membuat anjuran
untuk didaftarkan pada Pengadilan Hubungan Industrial setempat.

Arbitrase
Merupakan penyelesaian perselisihan yang dilakukan di luar Pengadilan Hubungan Industrial. Jalan yang ditempuh yakni dengan
membuat kesepakatan tertulis berisi pernyataan para pihak untuk menyelesaikan perselisihan hubungan industrial kepada para
arbiter. Dalam putusan arbitrase ini bersifat final dan mengikat pihak yang berselisih.

3. Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)


Para pihak yang tidak menyetujui dan menolak anjuran dari mediator maupun konsiliator akan melanjutkan perselisihan dengan
pengajuan gugatan ke PHI. Berdasarkan Pasal 56 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan di
Indonesia, PHI memiliki kompetensi absolut dalam memeriksa dan memutus perkara, antara lain:

Pada tingkat pertama tentang perselisihan hak


Pada tingkat pertama dan terakhir terkait perselisihan kepentingan
Pada tingkat pertama terkait perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK)
Pada tingkat pertama dan terakhir terkait perselisihan serikat pekerja atau buruh yang terjadi dalam suatu perusahaan

b. Gambarkan perbedaan antara mandatory issues dengan permissive issues. (Sumber


Fossum,2009)
Jawaban:
Subjek Perundingan Permisif
Ini adalah subjek yang bukan subjek tawar-menawar wajib. Salah satu pihak dapat mengusulkan untuk membahas subyek permisif dari tawar-menawar, dan
pihak lain dapat secara sukarela menawar subyek tersebut. Masing-masing pihak tidak boleh memaksakan tawar-menawar yang sampai pada titik kebuntuan .
Setelah tawar-menawar dimulai pada subjek permisif, kedua belah pihak dapat mengakhiri tawar-menawar tentang subjek itu tanpa penalti. Contoh subjek
permisif dari tawar-menawar adalah; definisi unit perundingan; masalah serikat internal (serikat mana yang tidak akan dinegosiasikan); syarat dan ketentuan kerja
untuk karyawan manajemen (yang tidak boleh dinegosiasikan oleh pemberi kerja); dan penggunaan reporter pengadilan dalam tawar-menawar.

Subyek Wajib Perundingan


Syarat dan ketentuan kerja tertentu yang harus dirundingkan antara manajemen dan serikat pekerja disebut subyek perundingan wajib. Majikan tidak boleh
membuat perubahan dalam subjek perundingan wajib tanpa memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada serikat pekerja dan kesempatan untuk menawar
perubahan yang diinginkan. Baik pemberi kerja maupun serikat pekerja tidak dapat menolak untuk melakukan tawar-menawar atas pokok-pokok perundingan
wajib. Contoh subjek yang wajib untuk tawar-menawar termasuk upah, tunjangan seperti perawatan kesehatan dan pensiun, prosedur pengaduan dan arbitrase ,
panjang kontrak, senioritas , klausul keamanan serikat pekerja , pemogokan dan penguncian , hak manajemen klausula, dan syarat dan ketentuan kerja lainnya.

4. Dalam menghadapi kasus ini bagaimana cara anda untuk dapat menyelesaikannya agar
semuanya dapat selaras dan berjalan lancar, terutama komunikasi antar sesama rekan kerja.
Agar kedepannya tidak terjadi konflik. yang dapat merugikan diri sendiri.
Berikan cara penyelesaian kasus tersebut, singkat padat dan jelas!
Jawaban:
Cara menyelesaikan konflik sesama rekan kerja agar semuanya dapat selaras dan berjalan lancar menurut saya adalah:
a. Tanya dan pahami terlebih dahulu apa masalahnya
b. Cari solusi bersama tentang masalah tersebut
c. Beri saran dan masukan ke rekan kerja agar tidak melakukan kesalahan lagi
d. Saling terbuka, mengutarakan dan menerima tentang pendapat masing-masing