Anda di halaman 1dari 2

TUGAS 2

PSIKOLOGI SOSIAL
NAMA : SEPTI ASNI ANGGRAINI
NIM : 030674879
FHISIP – ADMINISTRASI NEGARA
1. Indonesia yang masyarakatnya multi etnis sangat potensial terjadi prasangka dan diskriminasi
satu suku terhadap suku lainnya. Coba temukan gejala prasangka dan diskriminasi di Indonesia,
dan selanjutnya jelaskan bagaimana terbentuknya gejala ini dilihat dari pendekatan terbentuknya
prasangka
2. Jelaskan model proses komunikasi dan bagaimana komunikasi yang efektif. Berikan contoh
kasus pada organisasi publik!
3. Jelaskan hubungan dan pengaruh pemimpin dalam kelompok serta jelaskan model
pemimpinan yang efektif! Berikan contoh kasus kepemimpinan efektif di organisasi publik di Indonesia 
Jawaban

1. konflik antara para migrant dengan masyarakat setempat, masyarakat setempat cenderung
memiliki prasangka terhadap para migrant ini karena para migrant lebih mampu
untuk survive  dan berhasi wilayah barunya sehingga menimbulkan rasa kebencian pada diri
masyarakat setempat terhadap para migrant. Hal ini dapat dilihat pada konflik yang terjadi di
Ambon, atau Kalimantan. Teori Konflik Realistik (Realistic Conflict Theory) di mana prasangka
muncul karena kompetisi antar kelompok social untuk memperoleh kesempatan atau komoditas
yang berharga yang berkembang menjadi rasa kebencian, prasangka dan dasar emosi.

2. Proses komunikasi yaitu bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada


komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan
dengan komunikatornya. Proses komunikasi ini bertujuan untuk dapat menciptakan
komunikasi yang lebih efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).

Kata komunikasi sendiri berasal dari bahasa latin communis yang berarti sama. Communico,
communicatio atau communicare yang artinya membuat sama. Secara sederhana komunikasi
dapat saja terjadi apabila ada kesamaan antara penyampaian pesan dengan orang yang
menerima pesan.Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan maupun verbal yang
dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

Apabila tidak ada lagi bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, maka komunikasi
masih dapat dilakukan dengan cara menggunakan gerak-gerik badan, dan menunjukkan sikap
tertentu seperti tersenyum, mengangkat bahu dan sebagainya.Komunikasi ini disebut dengan
komunikasi nonverbal. Proses komunikasi bertujuan untuk dapat menciptakan komunikasi
yang efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
Proses komunikasi dapat terjadi apabila ada interaksi antar manusia dan juga ada penyampaian
pesan untuk dapat mewujudkan motif komunikasi. Melalui komunikasi ini sikap dan juga
perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.

Contoh :

 mengkoordinasikan mengenai jalannya rapat, hindari untuk menyelingi dengan candaan-


candaan yang kurang penting. Tujuan penerapan komunikasi dalam organisasi perlu
ditentukan sehingga proses yang ada akan berjalan sesuai konteks.
 menyebutkan poin inti dari informasi yang ingin kita sampaikan tanpa harus membuat
pengantar yang terlalu panjang. 
 memanfaatkan penggunaan video conference call ketika ada informasi penting yang
sifatnya segera untuk disampaikan akan tetapi terhalang oleh jarak.

3. pengaruh dapat menjadi energi pendorong atau daya dorong seorang  pemimpin untuk
mempengaruhi, menggerakkan, dan mengubah perilaku para bawahannya untuk
meningkatkan kinerja serta pencapaian tujuan organisasi tersebut. Menjadi pemimpin
yang efektif dan berhasil juga harus dapat menggunakan salah satu yang dominan dari 5
jenis power (kekuasaan) yaitu Legitimate power, Coersive Power, Expert Power, Reward
Power, dan Reverent Power. Dengan begitu pemimpin akan dapat mengatur para
bawahannya dengan baik.  untuk memperbaiki organisasi itu sediri. Serta kemajuan
organisasi, dimana suatu organisasi biasa sikatakan sukses apabila hubungan komunikasi
antar anggota berjalan harmonis. Begitu pula kepemimpinan sangat diperlukan bila
organisasi ingin sukses. Karena kepemimpinan mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah
kelompok kearah pencapaian tujuan bersama.

Contoh : Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam departemen
produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada perusahaan setelah
dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya rendah sejak dia bergabung
dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukan sikap tidak puas dan agresif.

Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs.Abdul Hakim, ak, manajer
departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat kerja yang rendah dalam
departemen produksi. Abdul Hakim menjawab bahwa dia telah mendengar secara
informal melalui komunikasi “grapevine”, bahwa para karyawan Hartoyo merasa tidak
senang dengan pengambilan semua keputusan yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo)
menyatakan, “Dalam tentara, saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan
semua bawahan mengharapkan saya untuk berbuat seperti itu.”

Anda mungkin juga menyukai