Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PERUBAHAN ZAT ATAU MATERI

Disusun Oleh :

KELOMPOK 3

 ROSTIANA
 NOPA ARYANTI
 SITI FATIMAH
 ALVIN

SMK NEGERI 1 RANGKASBITUNG


2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadiran Allah swt yang telah melimpahkan
rahmat, taufik, hidayah dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini dengan baik, yang berjudul “Perubahan Wujud Zat”. Tujuan
penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari penulis dan memberikan sebuah
pegangan pembelajaran yang berguna dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat di dalam
kehidupan bagi para pembaca.

Makalah ini telah diupayakan secara maksimal, tetapi mungkin saja masih banyak
ditemukan kekurangan dalam penulisan makalah ini. Oleh karena itu, saran dan masukan
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan makalah ini kearah yang lebih baik. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sesuai fungsinya.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Materi atau zat dikelompokan menjadi zat tunggal (murni) dan campuran. Zat murni
terdiri dari unsur dan senyawa. unsur merupakan zat murni yang paling sederhana.
Sedangkan senyawa gabungan dari dua atau lebih unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia.
Suatu zat bisa berupa gas, cair, atau padat. Saat benda padat berubah menjadi cair, maka
disebut meleleh atau melebur atau juga mencair. Jika benda cair berubah menjadi padat,
maka disebut menguap. Ada keunikan diantara zat tersebut. Ada beberapa zat yang sama
yang juga dapat dijumpai dalam bentuk yang berbeda. Air bisa kita jumpai dalam bentuk gas
(uap), cair (air), atau padat.Salah satu tujuan mempelajari ilmu Kimia adalah mengkaji
tentang bagaimana partikel berukuran sangat kecil bergabung satu dengan lainnya
membentuk strukturmateri yang sangat besar seperti kita lihat sehari-hari, contohnya molekul
air. Materi yang kita amati sehari-hari sesungguhnya tersusun dari sejumlah partikel yang
bergabung melalui ikatan kimia atau gaya antarmolekul. Dengan diketahuinya jenis ikatan
yang memperkokoh partikel, diharapkan kita dapat meramalkan bentuk geometri suatu
materi, khususnya geometri molekul.

Rumusan Masalah
 Apa yang dimaksud dengan wujud zat ?
 Apa yang dimaksud dengan perubahan wujud zat ?
 Apa yang dimaksud dengan massa jenis?
 Apa yang dimaksud dengan adhesi dan kohesi ?
 Apa yang dimaksud gaya antar molekul ?

Tujuan
 Dapat mengetahui tentang wujud zat
 Dapat mengetahui tentang perubahan wujud zat
 Dapat mengetahui tentang massa jenis
 Dapat mengetahui tentang adhesi dan kohesi
 Dapat mengetahui tentang gaya antar molekul
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Zat
Materi atau zat dikelompokan menjadi zat tunggal (murni) dan campuran. Zat murni terdiri
dari unsur dan senyawa. unsur merupakan zat murni yang paling sederhana. Sedangkan
senyawa gabungan dari dua atau lebih unsur yang terbentuk melalui reaksi kimia. Suatu zat
bisa berupa gas, cair, atau padat. Saat benda padat berubah menjadi cair, maka disebut
meleleh atau melebur atau juga mencair.

Jika benda cair berubah menjadi padat, maka disebut menguap. Ada keunikan diantara zat
tersebut. Ada beberapa zat yang sama yang juga dapat dijumpai dalam bentuk yang berbeda.
Air bisa kita jumpai dalam bentuk gas (uap), cair (air), atau padat.

Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Sedangkan wujud zat
merupakan bentuk-bentuk berbeda yang diambil oleh berbagai fase materi berlainan.

Sifat-sifat partikel suatu zat adalah sebagai berikut :

1. Partikel tidak diam, tetapi selalu bergerak atau bergetar


2. Diantara satu partikel dengan partikel yang lain terdapat gaya tarik-menarik
3. Diantara satu partikel dengan partikel yang lain terdapat ruang antarpartikel yang
disebut pori-pori

Jenis-Jenis Wujud Zat


Wujud zat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

 Zat Padat
Ciri zat padat yaitu bentuk dan volumenya tetap. Contohnya kelereng yang berbentuknya
bulat, dipindahkan ke gelas akan tetap berbentuk bulat. Begitu pula dengan volumenya.
Volume kelereng akan selalu tetap walaupun berpindah tempat ke dalam gelas. Hal ini
disebabkan karena daya tarik antarpartikel zat padat sangat kuat. Pada umumnya zat padat
berbentuk kristal (seperti gula pasir atau garam dapur) atau amorf (seperti kaca dan batu
granit). Partikel zat padat memiliki sifat seperti berikut:

1. Letaknya sangat berdekatan


2. Susunannya teratur
3. Gerakannya tidak bebas, hanya bergetar dan berputar di tempatnya

 Zat Cair
Zat cair memiliki volume tetap tetapi bentuk berubah-ubah sesuai dengan yang ditempatinya.
Apabila air dimasukkan ke dalam gelas, maka bentuknya seperti gelas, apabila dimasukkan
ke dalam botol akan seperti botol. Tetapi volumenya selalu tetap. Hal ini disebabkan partikel-
partikel penyusunnya agak berjauhan satu sama lain. Selain itu, partikelnya lebih bebas
bergerak karena ikatan antar partikelnya lemah. Partikel zat cair memiliki sifat seperti
berikut:

1. Letaknya berdekatan
2. Susunannya tidak teratur
3. Gerakannya agak bebas, sehingga dapat bergeser dari tempatnya, tetapi tidak lepas
dari kelompoknya

 Zat Gas
Ciri dari gas di antaranya bentuk dan volume berubah sesuai dengan tempatnya. Gas yang
terdapat di balon memiliki bentuk dan volume yang sama dengan balon. Gas yang terdapat di
dalam botol, bentuk dan volumenya sama dengan botol. Partikel-partikel gas bergerak acak
ke segala arah dengan kecepatan bergantung pada suhu gas, akibatnya volumenya selalu
berubah. Partikel zat gas memiliki sifat seperti berikut:

1. Letaknya sangat berjauhan


2. Susunannya tidak teratur
3. Gerakannya bebas bergerak, sehingga dapat bergeser dari tempatnya dan lepas dari
kelompoknya, sehingga dapat memenuhi ruangan

Perubahan Wujud Zat


Perubahan wujud zat adalah perubahan termodinamika dari satu fase benda ke keadaan wujud
zat yang lain. Perubahan wujud zat ini bisa terjadi karena peristiwa pelepasan dan penyerapan
kalor. Perubahan wujud zat terjadi ketika titik tertentu tercapai oleh atom atau senyawa zat
tersebut yang biasanya dikuantitaskan dalam angka suhu. Perubahan wujud zat dibedakan
menjadi 2, yaitu :

1. Perubahan kimia
Perubahan yang menghasilkan zat baru Contoh : Makanan membusuk, pembakaran, petasan
yang meledak, dan fermentasi.

2. Perubahan Fisika
Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru yang berubah hanya wujud dan bentuknya.
Contohnya : Es mencair, gula yang dilarutkan kedalam air, air menjadi es.

Perubahan fisika di bedakan menjadi 6 peristiwa, yaitu :


 Membeku
Kejadian perubahan wujud zat dari cari ke padat. Dalam kejadian tersebut zat melepaskan
energi panas. Misalnya kejadian mencair yakni air yang kita masukan kedalam freezer akan
mencapai titik dingin dan menjadi es, lilin cair yang didinginkan.

Dalam ilmu kimia dan fiska, proses pembekuan yang terjadi ialah proses dimana cairan yang
berubah menjadi padat. Titik beku adalah temperatur di mana hal tersebut terjadi. Perubahan
merupakan suatu proses kejadian dari pembekuan dimana padatan berubah menjadi cair, pada
sebagaian kejadian zat, titik beku dan titik lebur umumnya sama.

 Mencair
Suatu kejadian perubahan wujud zat dari padat ke cair. Dalam peristiwa tersebut zat
membutuhkan energi panas. Misalnya kejadian mencairnya batu es yang berubah menjadi air,
lilin yang dipanaskan.

Peleburan atau pencairan ( terkadang disebut fusi) merupakan sebuahproses yang bisa
menghasilkan perubahan fase dari padat ke cair. Energi internal zat padat meningkat
(umumnya disebabkan panas) mencapai temperatur tertentu atau disebut titik leleh, pada saat
zat tersebut menajdi cair, benda yang sudah mencair seutuhnya sebut juga sebagai benda cair.

 Menguap
Kejadian dalam perubahan wujud zat dari cari ke gas. Dalam kejadian ini zat membutuhkan
energi panas. Misalnya air yang direbus jika kita diamkan lama-lama akan habis, bensin yang
dibiarkan pada tempat terbuka lama-kelaman akan habis dan berubah menjadi gas.

Uap merupakan gerakan refleks menghembuskan dan menark napas yang terjadi pada saat
kita merasa mengantuk atau letih. Masih belum di ketahui sebab mengapa orang menguap,
tapi sering dikatakan bahwa penyebabnya ialah jumlah oksigen di paru-paru yang rendah.

 Mengembun
Suatu peristiwa perubahan wujud dari gas ke cair. Pada kejadian tersebut zat melepaskan
energi panas. Misalnya mengembun ialah saat kita menyimpan sebuah es batu pada gelas
maka bagian luar gelas akan menjadi basah, atau rumput yang ada dilapangan pada saat pagi
hari mejadi basah padahal sore harinya tidak ada hujan.
Uap merupakan gerakan refleks menarik dan juga menghenbuskan napas yang terjadi pada
saat kita merasa mengantuk atau letih. Belum diketahui sebabnya mengapa seseorang
menguap, tatapi dikatakan bahawa penyebabnya ialah jumlah oksigen pada paru-paru dalam
kondisi rendah.

 Menyublim
Sebuah kejadian perubahan wujud zat dari padat ke cair. Dalam kejadian tersebut zat
membutuhkan suatu energi panas. Misalnya menyublim yakni pada sebuah kamper atau
sering kita sebut kapur barus, yang disimpan pada lemari pakaian lama-kelamaan akan habis.

Sublimasi merupakan perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair dahulu. Contohnya
es yang langsung menuap tanpa mecair dahulu. Pada kondisi tekanan normal, kebanyakan
benda serta zat memiliki tiga bentuk yang bebeda – beda pada suhu yang berbeda-beda.

 Mengkristal
Sebuah kejadian perubahan wujud dari gas ke padat. Dalam peristiwa tersebut zat
melepaskan energi panas. Misalnya mengkristal ialah pada kejadian berubahnya uap menjadi
salju.

Deposisi (fisika) atau Desublimasi merupakan sebuah proses pengkristalan diamana hal
tersebut terjadi dikarenakan proses mengerasnya atau membekunya benda yang mempunyai
zat-zat tertentu dan mempunyai sebuah unsur zat yang bisa memberikan warna pada saat
mengeras dan bila dilihat seperti warna kristal. Hal tersebut ialah lawan dari Sublimasi.

Massa Jenis
Massa jenis adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. Semakin tinggi massa
jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata
setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang
memiliki massa jenis lebih tinggi (misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah
daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air).Satuan
SImassa jenis adalah kilogramm per meterr kubik (kg·m-3).

Rumus Massa Jenis
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah

Ket :
ρ adalah massa jenis,
m adalah massa,
V adalah volume.
Adhesi dan Kohesi
Disamping terjadi interaksi antar molekul penyusun suatu zat, maka molekul penyusun suatu
zat juga dapat bereaksi dengan molekul penyusun zat yang lainnya.Partikel-partikel zat padat
dan partikel zat cair dapat mengadakan suatu ikatan, sehingga terjadi gaya tarik-menarik.

Cat dapat menempel pada kayu  dan besi karena antara partikel-partikel cat dan partikel-
partikel kayu atau besi terjadi gaya tarik-menarik. Peristiwa ini disebut adhesi. Dengan 
demikian, adhesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang tidak  sejenis.
Contoh adhesi yaitu :

 Tinta dapat menempel di kertas


 Kapur / tinta dapat menempel di papan tulis
 Semen dapat melekatkan batu dengan pasir
 Cat dapat menempel pada tembok

Partikel-partikel yang sejenis dalam zat padat membentuk sutu ikatan yang  sangat kuat
sehingga membentuk benda padat. Di dalam kayu atau besi  terjadi gaya tarik-menarik
antarpartikel sehingga membentuk ikatan yang  kuat. Demikian juga pada zat cair, dalam
suatu zat ciri terjadi ikatan  antarmolekul zat cair yang membentuk ikatan. Peristiwa ini
disebut dengankohesi. Jadi, kohesi adalah gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang
sejenis. Kohesi yang terjadi dalam zat padat lebih kuat disbanding kohesi dalam zat cair,
itulah sebabnya molekul-molekul zat padat lebih sukar dipisahkan disbanding molekul-
molekul zat cair. Sedangkan kohesi yang  paling lemah terjadi pada gas, sehingga gas sangat
untuk dipisahkan. Contoh kohesi yaitu :

 gaya tarik menarik antara molekul kayu membentuk kayu


 gaya tarik menarik antara molekuk kapur membentuk kapur batang
 gaya tarik menarik antara molekul-molekul gula membentuk butiran gula pasir

Pengaruh gaya adhesi dan kohesi terhadap zat cair menyebabkan terjadinya peristiwa-
peristiwa sebagai berkut :

1. Meniskus cembung dan meniskus cekung


Jika adhesi lebih besar dari pada kohesi maka permukaan (meniskus) zat cair dalam pipa
kapiler cekung, misalnya pada pipa yang diisi dengan air ( pipa kiri ). sebaliknya jika gaya
kohesi lebih besar maka permukaan zat cair dalam pipa kapiler akan cembung, misalnya pipa
yang diisi dengan air raksa ( pipa kanan).

Dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dijumpai peristiwa adhesi dan kohesi, misalnya
ketika ada air yang jatuh di atas permukaan daun tertentu akan membentuk bola air. Hal
tersebut dikarenakan gaya kohesi lebih besar dari adhesi.

2. Kapilaritas
Kapilaritas adalah meresapnya zat cair melalui celah-celah sempit atau pipa rambut yang
disering disebut sebagai pipa kapiler. Gejala ini disebabkan karena adanya gaya adhesi atau
kohesi antara zat cair dan dinding celah tersebut. Zat cair yang dapat membasahi dinding
kaca pipa kapiler memiliki gaya adhesi antara pipa kapiler dengan dinding pipa kapiler lebih
besar. Sedangkan zat cair yang tidak membasahi dinding kaca pipa kapiler memilki gaya
kohesi yang lebih besar. Hal ini akan mempengaruhi tinggi rendahnya permukaan zat cair
pada pipa kapiler.

Contoh kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari:

 Naiknya minyak tanah melalui sumbu kompor


 Naiknya minyak tanah melalui sumbu pada lampu tempel
 Baiknya air tanah sampai ke daun melalui pembuluh tapis
 Menetesnya air pada kain dalam ember yang semampai

Gaya antar molekul


Jika Molekul – molekul membentuk senyawa tentunya ada interaksi antar molekul tersebut.
Dua diantaranya sekaligus disebut gaya tarik Van der Waals. Gaya tarik yang lemah
disebabkan oleh dipol imbasan sesaat, yang terjadi antara semua molekul, bahkan juga
molekul yang non polar sekalipun, Gaya tarik Van der Waals yang kuat, disebut gaya tarik
dipol-dipol, terjadi antara molekul yang memiliki momen dipol permanen. Gaya tarik ketiga
lebih kuat dari gaya Van der Waals yang terjadi hanya antar molekul tertentu dan kemudian
disebut Ikatan Hidrogen. Gaya tarik antar molekul, mempengaruhi pemutusan ikatan,  titik
leleh maupun titik didih.

Gaya antar molekul dibagi menjadi dua, yaitu :

Gaya van der waals dapat terjadi pada molekul polar dan non polar. Pada molekul polar
disebut gaya dipol, pada molekul non polar disebut gaya london atau gaya dispersi.Beberapa
hal yang menyebabkan terjadinya ikatan Van Der Waals adalah sebagai berikut :

1. Terjadi gaya tarik menarik antar molekul yang mempunyai perbedaan


keelektronegativan meskipun muatannya kecil dan terdapat pada senyawa non polar.
Contohnya : CH4
2. Ikatan antar molekul yang memiliki perbedaan keelektronegatifan dengan molekul
lain yang hampir tidak ada perbedaan keelektronegatifannya akan menginduksi
molekul yang hampir tidak ada perbedaan keelektronegatifannya tersebut.
3. Bila terjadi interaksi berbagai dipol secara bersamaan, maka akan menimbulkan gaya
van der waals. Gaya van der walls mempengaruhi peningkatan titik didih unsur –
unsur berwujud gas yang terletak pada golongan VIIIA dalam SPU.

Gaya Van Der Waals dibagi menjadi 2 yaitu, gaya dipol dan gaya London, Berikut
penjelasannya :

1. Gaya Dipol
Gaya dipol terjadi antar molekul polar. Dalam zat polar, molekul molekulnya cenderung
menyusun diri dengan ujung (pol) positif berdekatan dengan ujung (pol) negatif dari molekul
didekatnya.Di bawah ini contoh gaya dipol yang terjadi pada unsur HCl dan FCl :

2. Gaya London ( Dispersi )


Gaya London terjadi pada molekul – molekul non polar. Gaya ini terjadi padaunsur yang
tidak mempunyai beda keelektronegatifan.Kekuatan gaya tarik dispersi bergantung pada
seberapa banyak elektron yang berada untuk didispersikan. Semakinbesar ukuran molekul
dan massa molarnya maka gaya tarik akan meningkat danmenyebabkan titik didih molekul
semakin meningkat pula. Terjadi pada gas mulia dan unsur ringan. Contoh : N2, H2,O2,He2.

Contoh Perubahan Wujud Zat


Berikut ini terdapat beberapa contoh perubahan wujud zat, sebagai berikut:

 Perubahan wujud zat dari padat menjadi cair dinamakan mencair, misalnya es menjadi
air; adalahproses menerima kalor.
 Perubahan wujud zat dari cair menjadi gas dinamakan menguap, misalnya air menjadi
uap; adalahproses menerima kalor.
 Perubahan wujud zat dari gas menjadi padat dinamakan mengkristal, misalnya uap
kapur barus menjadi butir-butiran kapur barus. Merupakan proses melepas kalor.
 Perubahan wujud zat dari padat menjadi gas dinamakan menyublim, misalnya kapur
barus menjadi gas; adalahproses menerima kalor.
 Perubahan wujud zat dari gas menjadi cair dinamakan mengembun, misalnya pada
destilasi air; adalahproses melepas kalor.
 Perubahan wujud zat dari cair menjadi padat dinamakan membeku, misalnya air
menjadi es. Merupakan proses melepas kalor.
N CONTOH PERUBAHAN JENIS PERUBAHAN
O
1 Nasi menjadi bubur Nasi berubah menjadi basi termasuk perubahan
kimia karena terbentuk zat baru yang sudah melalui
proses fermentasi dengan ciri ciri terbentuknya das
dan perubahan warna
2 Beras jadi tepung Beras jadi tepung termasuk perubahan fisika karena
beras yang ditumbuk menjadi tepung hingga
berubah bentuk dan ukuran, tetapi sifat molekul zat
pada beras dan tepung tetap sama
3 Kayu jadi arang Kayu jadi arang termsuk perubahan kimia, jika kayu
di bakar akan menghasiilkan arang kayu, jika di
bandingkan antara kayu dan arang kayu keduanya
memliki jenis dan sifat yang berbeda, karena itu
pembakaran kayu tergolong perubahan kimia
4 Pembusukan sampah Pembusukan adalah peristiwa perubahan kimia
karena mikroorganisme.
5 Lilin meleleh Lilin meleleh termasuk perubahan fisika adalah
Perubahan zat yang tidak menghasilkan zat baru dan
bersifat sementara
6 Kapur barus menyublim Kapur barus termasuk perubahan wujud dari
menyublim. Kapur barus yang berbentuk padat lama
kelamaan mengecil dan habis
7 Bom meledak Bom yang meledak menghasilkan zat yang baru
yaitu gas sehingga proses tersebut termasuk
perubahan kimia yang mengalami pembakaran
8 Pembuatan tempe Pembuatan tempe termasuk perubahan kimia, karena
proses fermentasi kacang kedelai menjadi tempe
9 Es mencair Es mencair termasuk perubahan zat padat menjadi
zat cair
10 Pembuatan kursi dari kayu Perubahan fisika, karena hanya mengalami
perubahan bentuk tanpa merubah unsur atau materi
yang terkandung dalam kayu