Anda di halaman 1dari 58

Uts budgeting

Nama :Ekik Maharani Putri

Npm :C1C019162

Kelas :budgeting 4D

BAB 1

Tes Formatif

1. Pengganggaran bagian dari ….

a. Akunting keuangan

b. Akuntansi manajemen

c. Manajeman keuangan

d. Pernyataan b dan c benar

2. Arah untuk mencapai hasil akhir dalam suatu pekerjaan disebut dengan….

a. Aturan

b. Kebijakan

c. Strategi

d. Tujuan

3. Tujuan yang melukiskan ruang lingkup yang jelas serta memberikan arah kepada usaha yang dilakukan dalam jangka
pendek disebut dengan….

a. Target

b. Kebijakan

c. Metode

d. Standar

4. Suatu petunjuk, perintah, larangan penghargaan, sanksi , dan kewajiban dalam pelaksanaan pekerjaan disebut dengan…

a. Aturan

b. Kebijakan

c. Strategi

d. Tujuan

5. Bimbingan berpikir bagi para bawahan dalam upaya mencapai tujuan disebut dengan…

a. Target
b. Kebijakan

c. Metode

d. Standar

6. Cara yang ditetapkan untuk melaksanakan tugas tertentu disebut dengan…

a. Target

b. Kebijakan

c. Metode

d. Standar

7. Kesatuan pengukuran yang ditetapkan sebagai patokan dalam pelaksanaan pekerjaan disebut dengan…

a. Target

b. Kebijakan

c. Metode

d. Standar

8. Cara mencapai tujuan yang harus diikuti oleh setiap bagian dalam perusahaan (organisasi) disebut dengan….

a. Metode

b. Strategi

c. Standar

d. Kebijakan

9. Kegiatan yang berfungsi untuk membahas dan menentukan kegiatan yang harus dilakukan dalam usahanya untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan disebut dengan…

a. Prosedur

b. Kebijakan

c. Program

d. Standar

10.Urutan seri tugas yang saling berkaitan dan diadakan untuk menjamin pelaksanaan kerja yang seragam disebut dengan…

a. Prosedur

b. Kebijakan

c. Program

d. Standar
BAB 2

1. Anggaran merupakan alat perencanaan tertulis yang menuntut pemikiran teliti karena anggaran memberikan gambaran
yang…

a. Lebih nyata dalam unit dan uang

b. Tidak nyata dalam unit dan uang

c. Lebih nyata dalam unit barang

d. Lebih nyata dalam satuan barang

2. Anggaran merupakan dalam pelaksanaan pekerjaan sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara….

a. Selaras dalam mencapai tujuan (laba)

b. Serasi dalam pencapaian tugas

c. Pernyataan a dan b benar

d. Pernyataan a dan salah

3. Melakukan evaluasi atas pelaksanan pekerjaan merupakan fungsi….

a. Perencanaan

b. Pelaksanaan

c. Pengawasa

d. Koordinasi

4. Anggaran terdiri atas anggaran variable dan anggaran tetap dari segi ….

a. Dasar penyusunan

b. Cara penyusunan

c. Jangka waktu

d. Bidangnya

5. Anggaran terdiri atas anggaran periodic dan anggaran kontinu dari segi….

a. Dasar penyusunan

b. Cara penyusunan

c. Jangka waktu

d. Bidangnya

6. Anggaran terdiri atas anggaran operasional dan anggaran keuangan dari segi….

a. Dasar penyusunan

b. Cara penyusunan
c. Jangka waktu

d. Bidangnya

7. Anggaran untuk menyusun anggaran laba rugi disebut dengan …

a. Anggaran periodic

b. Anggaran kontinu

c. Anggaran operasional

d. Anggaran keungan

8. Anggaran yang disusun berdasarkan suatu tingkat kapasitas tertentu disebut dengan …

a. Anggaran variable

b. Anggaran tetap

c. Anggaran operasional

d. Anggaran keuangan

9. Anggaran yang dibuat menggunakan metode penentuan harga pokok penuh (full costing) disebut dengan ….

a. Anggaran berdasar kegiatan

b. Anggaran induk

c. Anggaran berdasar fungsional

d. Anggaran berdasar sifat

10.Anggaran induk terdiri atas ….

a. Anggaran berdasar fungsional

b. Anggaran operasional dan anggaran keungan

c. Anggaran tradisional dan anggaran konvensional

d. Anggaran jangka pendek dan anggaran jangka panjang

BAB 3

1. Introductory accounting atau elementary accounting diterjemahkan menjadi…

a. Pengantar akuntansi

b. Pengantar akunting

c. Akunting pengantar

d. Akuntansi pengantar

2. Intermediate accountingditerjemahkan menjadi….


a. Akuntansi keuangan menengah

b. Akunting keuangan menengah

c. Akuntansi menengah

d. Akunting menengah

3. Advanced accounting diterjemahkan menjadi….

a. Akuntansi keuangan lanjutan

b. Akunting keungan lanjutan

c. Akuntansi lanjutan

d. Akunting lanjutan

4. Cash inflow diterjemahkan menjadi….

a. Penerimaan kas

b. Pemasukan kas

c. Kas masuk

d. Kas keluar

5. Cash outflow diterjemahkan menjadi….

a. Kas keluar

b. Pengeluaran kas

c. Kas masuk

d. Pembayaran kas

6. Accumulated depreriation diterjemahkan menjadi…..

a. Depresiasi terakumulasi

b. Akumulusi depresiasi

c. Cadangan depresiasi

d. Beban depresiasi

7. Hal hal dibawah ini merupakan asset tak berwujud, kecuali….

a. Piutang

b. Goodwill

c. Hak cipta

d. Paten

8. Hal hal dibawah ini merupakan asset tetap tak berwujud, kecuali…..
a. Piutang

b. Goodwill

c. Hak cipta

d. Paten

9. Sediaan supplies diterjamahkan menjadi….

a. Sediaan bahan habis pakai

b. Sediaan perlengkapan

c. Sediaan penuh

d. Sediaan alat tulis

10.Inventory diterjemahkan menjadi….

a. Persediaan

b. Stok

c. Sediaan

d. Penyediaan

11.Hasil menyediakan arti dari….

a. Persediaan

b. Sediaan

c. Penyediaan

d. Penyedia

12.Expense diterjemahkan menjadi ….

a. Ongkos

b. Biaya

c. Kos

d. Beban

13.Pengorbanan nilai ekonomi untuk memperoleh asset disebut dengan…

a. Biaya

b. Beban

c. Harga pokok

d. Harga beli

14.Harga pokok yang bermanfaat habis dipakai disebut dengan….


a. Kerugian

b. Biaya

c. Beban

d. Harga beli

15.Biaya dalam arti luas tidak dapat digunakan untuk….

a. Akunting keungan

b. Akunting manajemen

c. Manajemen keuangan

d. Pengganggaran

16.Factory cost diterjemahkan menjadi…

a. Biaya produksi

b. Biaya pabrik

c. Biaya penjualan

d. Biaya umum

17.Cost of production atau production cost diterjemahkan menjadi….

a. Biaya produksi atau harga pokok produksi

b. Biaya produksi atau biaya pabrik

c. Biaya pabrik atau harga pokok produksi

d. Biaya pabrik atau biaya manufaktur

18.Biaya pabrik ditambah harga pokok sediaan produk dalam proses awal adalah…..

a. Beban pokok penjualan

b. Biaya produksi

c. Biaya pemanufakturan

d. Biaya overhead pabrik

19.Biaya produksi disebuk juga….

a. Biaya produksi dihasilkan

b. Biaya pabrik

c. Biaya pemanufakturan

d. Biaya overhead pabrik

20.Per 31 desember 2010 adalah penanggalan….


a. Neraca

b. Laporan laba rugi

c. Neraca jalur

d. Neraca saldo

21.Pemegang saham disebut dengan….

a. Pesero

b. Persero

c. Perseroan

d. Peseroan

22.Sediaan produk dalam proses awal ditambah produk masuk produksi ini disebut dengan….

a. Produksi

b. Produk diproses

c. Produk dihasilkan

d. Produk jadi

23.Harga pokok produk jadi ditambah harga pokok sediaan produk dalam proses akhir disebut dengan….

a. Biaya pabrik

b. Biaya produk

c. Biaya produksi

d. Biaya produksi/biaya produk

24.Istilah yang tidak tepat dalam neraca adalah….

a. Cadangan depresiasi

b. Depresiasi terakumulasi

c. Akumulasi depresiasi

d. Depresiasi terkumpul

25.Istilah yang tidak tepat dalam neraca adalah….

a. Kumpulan depresiasi

b. Investasian

c. Efek

d. Penyertaan

26.Istilah yang tepat dalam neraca adalah…


a. Sediaan

b. Investasi

c. Persediaan

d. Saldo laba

27.Istilah yang tepat dalam laporan arus kas adalah….

a. Arus masuk kas

b. Penerimaan kas

c. Pemasukan kas

d. Pengeluaran kas

28.Utang yang terbayar merupakan….

a. Beban

b. Kas keluar

c. Pengeluaran kas

d. Pembayaran kas

29.Bulan berakhir 31 desember 2017 tidak tepat untuk tanggal….

a. Laporan perubahan modal

b. Laporan arus kas

c. Neraca

d. Laporan perubahan modal kerja

30.Sediaan Rp50.000 merupakan….

a. Biaya produksi

b. Biaya pabrik

c. Biaya manufaktur

d. Biaya produk

Bab 4

1. Metode tren bukan garis lurus (bukan linear) antara lain metode parabola kuadrat dengan persamaan tren bukan garis
lurus (parabola) sebagai berikut: Y= a+bX+cX2. Pada persamaan tersebut maka nilai a adalah….

a. 76,62
b. 13,00

c. 0,40

d. 162,02

2. Berdasarkan soal 1, maka nilai b adalah….

a. 76,62

b. 13,00

c. 0,40

d. 162,02

3. Berdasarkan soal 1, maka nilai c adalah….

a. 76,62

b. 13,00

c. 0,40

d. 162,02

4. Berdasarkan soal 1, ramalan jualan tahun 2022 adalah….

a. 76,62

b. 13,00

c. 0,40

d. 162,02

5. Persamaan tren garis lurus Y=a+bX

Dengan metode kuadrat syarat ∑ X=0, maka nilai a adalah….

a. 4.641,48

b. 194,86

c. 6.395,22

d. 149,68

6. Berdasarkan soal 5, maka nilai b adalah….

a. 4.641,48

b. 194,86

c. 6.395,22

d. 149,68

7. Berdasarkan soal 5, maka ramalan jualan tahun 2019 adalah….


a. 4.641,48

b. 194,86

c. 6.395,22

d. 149,68

TUGAS BAB 4
Untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan berhitung Anda mengenai ramalan jualan, Kerjakan soal-soal
berikut.
Tugas 4.1
Berikut data jualan Perusahaan Amandit untuk beberapa tahun yang lalu.
Tahun Jualan Harga Jual Per
Ton
2015 150 ton Rp 125
2016 140 ton Rp 125
2017 170 ton Rp 128
2018 150 ton Rp 130
2019 180 ton Rp 132
Berdasarkan data tersebut:
1. Tentukan besarnya Kuantitas (ton) ramalan tahun 2020 dengan menggunakan metode momen dan metode
parabola kuadrat.
Jawab:
METODE MOMEN
Tahu Jualan X XY X2
n (Y)
2015 150 ton 0 0 0
2016 140 ton 1 140 1
2017 170 ton 2 340 4
2018 150 ton 3 450 9
2019 180 ton 4 720 16
n=5 ∑Y = ∑x = ∑XY ∑X2 =
790 10 =1.650 30

Ramalan Jualan menggunakan metode momen dapat dihitung dengan rumus:


Y = a + bX
∑Y = n a + b∑X
∑XY = a ∑X + b∑X2
Maka, dihitung dengan metode eliminasi
790 = 5a + 10b …………. ( dikali 3 untuk mengeliminasi variable b)
1.650 = 10a + 30b
Maka:
2.370 = 15a +30b
1.650 = 10a +30b –
720 = 5a
a = 144
790 = 5a + 10b …………. ( dikali 2 untuk mengeliminasi variable a)
1.580 = 15a +30b
Di dapat:
1.650 = 10a +30b
1.580 = 15a +30b -
-70 = -10b
b=7
Persamaan tren garis lurus Y = a + bX
Tahun 2020 X = 5
Ramalan Jualan tahun 2020 = 144 + 7(5) = 179 ton

METODE PARABOLA KUADRAT


Tahu Juala X XY X2 X2Y X4
n n (Y)
1 150 -2 -300 4 600 16
ton
2 140 -1 -140 1 140 1
ton
3 170 0 0 0 0 0
ton
4 150 1 150 1 150 1
ton
5 180 2 360 4 720 16
ton
∑Y = ∑ ∑X ∑X ∑X2 ∑X4
2
790 x Y = Y = =
= =70 10 1.610
10

Rumus yang digunakan :


∑Y = na + c∑X2
∑X2Y = a ∑X2 + c ∑X4
Maka,;
790 = 5a + 10c ………….( dikali 2 untuk mengeliminasi variable a)
1.161 = 10a + 34c
Di dapat:
1.580 = 10a + 20c
1.610 = 10a + 34c –
-30 = -14c
c = 2,14

∑XY = b ∑X2
70 = 10b
b=7

790 = 5a + 10c ………….( dikali 3,4 untuk mengeliminasi variable a)


1.161 = 10a + 34c
Di dapat:
790 = 17a + 34c
1.610 = 10a + 34c –
107 6 = 7a
a = 153,7
Persamaan tren parabola kuadrat Y = a +bX + c(X)2
= 153,7 + 7(X) + 2,14(X)2
= 153,7 +7(3) +2,14 (3)
=153,7 + 21 + 6,42
= 181,12

2. Ramalkan harga jual per ton tahun 2020 dengan menggunakan metode momen
Jawab :
Tahu Harga X XY X2
n (Y)
2015 Rp 125 0 0 0
2016 Rp 125 1 125 1
2017 Rp 128 2 256 4
2018 Rp 130 3 390 9
2019 Rp 132 4 528 16
n=5 ∑Y = ∑x = ∑XY ∑X2 =
640 10 =1.299 30

Ramalan harga menggunakan metode momen dapat dihitung dengan rumus:


Y = a + bX
∑Y = n a + b∑X
∑XY = a ∑X + b∑X2
Maka, dihitung dengan metode eliminasi
640 = 5a + 10b …………. ( dikali 3 untuk mengeliminasi variable b)
1.299 = 10a + 30b
Maka:
1.920 = 15a +30b
1.299 = 10a +30b –
621 = 5a
a = 129,2

640 = 5a + 10b …………. ( dikali 2 untuk mengeliminasi variable a)


1.299 = 10a + 30b
Maka:
1.280 = 10a +20b
1.299 = 10a +30b –
-19 = -10b
b = 1,9

Persamaan tren garis lurus Y = a + bX


Tahun 2020 X = 5
Ramalan Jualan tahun 2020 = 124 + 9,5(5) = 133,7 ton atau dibulatkan menjadi 134 ton

TUGAS 4.2

Perusahaan Dagang Tapin di Rantau ingin membuat ramalan tahun 2010. Berikut data jualan selama 4 tahun.

Tahun Jualan
2006 4.400
unit
2007 4.000
unit
2008 3.300
unit
2009 3.900
unit

Berdasarkan data tersebut, buatlah ramalan jualan tahun 2010 dengan metode kuadrat terkecil, momen, serta
metode parabola kuadrat.

Jawab:

METODE KUADRAT TERKECIL

n Tahun Jualan X X2 XY
(Y)
1 2006 4.400 0 0 0
unit
2 2007 4.000 1 1 4.000
unit
3 2008 3.300 2 4 7.600
unit
4 2009 3.900 3 9 11.700
unit
∑Y = ∑X = 6 ∑ X2 = ∑XY =
16.100 14 23.300

Y = a + bX

b = n ∑XY - ∑X ∑Y
n∑X2 – (∑X)2
b = 4 (23.300) – 6 (16.100) / 4(14) – 62
= 93.000 -96.600 / 56 -36
= -3.4000 / 20
b = -170

∑Y
a= – b ¿)
n
16.100 6
= – (-170)
4 4
= 4.025 + 225
= 4.280

Persamaan tren garis lurus Y= a + bX


Ramalan jualan tahun 2010 = 4.280 + (-170)(4)
= 3.600 unit

METODE MOMEN
n Tahun Jualan X X2 XY
(Y)
1 2006 4.400 0 0 0
unit
2 2007 4.000 1 1 4.000
unit
3 2008 3.300 2 4 7.600
unit
4 2009 3.900 3 9 11.700
unit
∑Y = ∑X = 6 ∑ X2 = ∑XY =
16.100 14 23.300

Y = a + bX
∑Y = n a + b∑X
∑XY = a ∑X + b∑X2
Cara eliminasi
16.100 = 4a + 6b……….. x 1,5 untuk mengeiminasi a
23.300 = 6a + 14b
Maka;
24.150 = 6a + 9a
23.300 = 6a + 14b –
850 = -5b
b = -170

subtitusikan nilai b ke salah satu persamaan, maka;


16.100 = 4a + 6(-170)
16.100 + 1.020 = 4a
17.120 = 4a
a = 4.280

Persamaan tren garis lurus Y = a + bX


Tahun 2020 X = 4
Ramalan Jualan tahun 2020 = 4.280 + (-170)(5) = 3.600 unit

METODE PARABOLA KUADRAT

n Jualan X XY X2 X2Y X4
(Y)
1 4.400 -2 -8.800 4 17.600 16
unit
2 4.000 -1 -4.000 1 4.000 1
unit
3 3.300 0 0 0 0 0
unit
4 3.900 1 3.900 1 3.900 1
unit
∑Y = ∑ ∑XY = ∑X2 ∑ X2Y = ∑X4 =
16.100 X -8.900 =6 25.500 18
=
-2

Rumus yang digunakan :


∑Y = na + c∑X2
∑X2Y = a ∑X2 + c ∑X4
Maka,;
16.100 = 4a + 6c ………….( dikali 2 untuk mengeliminasi variable a)
25.500 = 6a + 18c
Di dapat:
14.150 = 6a + 6c
25.500 = 6a + 18c –
-1.350 = -9c
c = 150

subtitusikan nilai c ke salah satu persamaan, maka;


16.100 = 4a + 6(150)
16.100 - 900 = 4a
a =15.200/4
a = 3.800

∑XY = b ∑X2
-8.900 = 6b
b = -8.900/6
b = -1.483,3
Persamaan tren parabola kuadrat Y = a +bX + c(X)2
= 3.800 + ((-1.483,3)(X)) + 150(X)2
= 3.800 +((-1.483,3)(2)) +150 (4)
=3.800 + (-2.966,3) + 600
Y = 1.433,4
TUGAS 4.3
Berikut data jualan barang dagang Toko Unus selama 10 tahun:
Tahun Harga
2002 Rp 9.500
2003 Rp
18.000
2004 Rp
25.500
2005 Rp
32.000
2006 Rp
37.500
2007 Rp
42.000
2008 Rp
45.500
2009 Rp
48.000
2010 Rp50.000

Berdasarkan data tersebut, buatlah ramalan jualan tahun 2012 dengan menggunakan metode:
1. Tren parabola kuadrat
2. Tren garis lurus (metode kuadrat terkecil dengan rumus dengan syarat ∑X=0)

Jawab :
1. TREN PARABOLA
n Tahun Harga X XY X2 X2Y X4
(Y)
1 2002 Rp -4 -38.000 16 152.000 256
9.500
2 2003 Rp -3 -54.000 9 162.000 81
18.000
3 2004 Rp -2 -51.000 4 102.000 16
25.500
4 2005 Rp -1 -32.000 1 32.000 1
32.000
5 2006 Rp 0 0 0 0 0
37.500
6 2007 Rp 1 42.000 1 42.000 1
42.000
7 2008 Rp 2 91.000 4 182.000 16
45.500
8 2009 Rp 3 144.000 9 432.000 81
48.000
9 2010 Rp 4 200.000 16 800.000 256
50.000
10 2011 Rp 5 250.000 25 1.250.000 625
50.000
∑Y = ∑ ∑ XY = ∑ ∑ X2Y = ∑ X4 =
358.000 X 552.000 X2 = 3.154.000 1.333
=5 85

Rumus yang digunakan :


∑Y = na + c∑X2
∑X2Y = a ∑X2 + c ∑X4
Maka,;
358.000 = 5a + 85c ………….( dikali 17 untuk mengeliminasi variable a)
3.154.000 = 85a + 1.333c
Di dapat:
6.086.000 = 85a + 1.445c
3.154.000 = 85a + 1.333c –
2.932.000= 112c
c = 26.178,57

subtitusikan nilai c ke salah satu persamaan, maka;


358.000 = 5a + 85(26.178,57)
358.000 – 2.225 = 5a
a = 355.775/5
a = 71.155

∑XY = b ∑X2
552.00 = 85b
b = 552.00 /85
b = 6.494

Persamaan tren parabola kuadrat Y = a +bX + c(X)2


= 71.155+ ((6.494)(X)) + 26.178,57 (X)2
= 71.155+ ((6.494)(5)) + 26.178,57 (36)
= 71.155 + 32.470 + 942.428,52
Y = 1.046.053,52
2. METODE KUADRAT TERKECIL (dengan syarat ∑X = 0)

n Tahun Harga X X2 XY
(Y)
1 2003 Rp -1 1 18.000
18.000
2 2004 Rp -2 4 102.000
25.500
3 2005 Rp -3 9 288.000
32.000
4 2006 Rp -4 16 600.000
37.500
5 2007 Rp 0 0 0
42.000
6 2008 Rp 1 1 45.500
45.500
7 2009 Rp 2 4 96.000
48.000
8 2010 Rp 3 9 450.000
50.000
9 2011 Rp 4 16 800.000
50.000
∑Y = ∑X ∑X2 = ∑XY =
348.500 =0 60 2.399.500

Y = a + bX

b = n ∑XY - ∑X ∑Y
n∑X2 – (∑X)2
b = 9 (2.399.500) – 0 (348.500) / 9(60) – 602
=21.595.500 – 0 / 540 - 3600
= 21.595.500 / -3.060
b = 7.057,35

∑Y
a= – b ¿)
n
348.5000 0
= – (-170)
9 9
= 38.722,22 + 0
= 38.722,22
Persamaan tren garis lurus Y= a + bX
Ramalan jualan tahun 2012 = 7.057,35 + (38.722,22)(10)
= 387.279,55

Bab 5

1. Diketahui X dan Y selama 8 periode.

Y= 13,0 21,9 20,5 9,8 30,7 13,4 14,1 3,5

X= 19,3 18,2 20,2 21,0 26,4 22,6 19,2 22,4

Maka Y2…..

a. 2.948

b. 2.498

c. 2.731,89

d. 3.630,89

2. Berdasarkan data dari soal 1, maka X2….

a. 2.948

b. 2.498

c. 2.731,89

d. 3.630,89

3. Berdasarkan data dari soal 1, maka koefisien korelasi (R)….

a. 0,6032

b. 0,4032

c. 0,3032

d. 0,5032

4. Diketahui:

Y = 5 8 8 9 9 13 6 9 4 3

X1= 2 3 5 4 6 2 3 4 5 6

X2= 3 4 6 5 7 6 4 5 4 3

Persamaan regresi linear berganda Y = a0+A1X1+a2X2. Maka a0….

a. 2,5639

b. 2,5529

c. 1,0921
d. 1,9608

5. Berdasarkan data dari soal 4, maka a1…..

a. 2,5639

b. 2,5529

c. 1,0921

d. 1,9608

6. Berdasarkan data dari soal 4, maka a2…..

a. 2,5639

b. 2,5529

c. 1,0921

d. 1,9608

7. Berdasarkan data dari soal 4, maka koefisien determinan (R2)….

a. 0,8753

b. 0,7835

c. 0,7853

d. 0,8635

8. Kuantitas produk terjual (Y) dan perkembangan harga jual per unit (X) selama 10 bulan sebagai berikut:

Bulan (Y) (X)

1 10 unit Rp1,30

2 6 2,00

3 5 1,70

4 12 1,50

5 10 1,60

6 15 1,20

7 5 1,60

8 12 1,40

9 17 1,00

10 20 1,10

Berdasarkan data tersebut, maka ∑XY….

a. 112,00
b. 149,30

c. 194,30

d. 121,00

9. Berdasarkan data dari soal 8, maka∑X2…

a. 23,40

b. 24,30

c. 21,56

d. 25,16

10.Berdasarkan data dari soal 8, maka koefisien korelasi (R) …..

a. +0,68

b. +0,86

c. -0,86

d. -0,68

Bab 6

1. Jualan artinya….

a. Yang menjual

b. Proses menjual

c. Hasil proses menjual

d. Tempat menjual

2. Penjualan artinya….

a. Yang menjual

b. Proses menjual

c. Hasil proses menjual

d. Tempat menjual

3. Jualan bersih dikurang harga pokok barang terjual adalah….

a. Laba kotor

b. Laba usaha

c. Laba bersih
d. Laba

4. Jualan bersih adalah….

a. Jualan kotor ditambah potongan jualan

b. Jualan kotor ditambah retur jualan

c. Jualan kotor dikurang potongan jualan

d. Jualan kotor dikurang potongan jualan dan retur jualan

5. Manfaat anggaran jualan antara lain….

a. Untuk mengetahui likuiditas

b. Sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya

c. Sebagai dasar pengambilan keputusan

d. Untuk mengetahui solvabilitas

6. Berikut factor yang tidak mempengaruhi anggaran jualan, yaitu….

a. Factor pemasaran

b. Factor ekonomis

c. Factor pemasokan

d. Factor perkembangan penduduk

7. Jualan sebesar Rp400.000, harga pokok barang terjual sebesar Rp300.000, beban usaha sebesar Rp80.000, modal usaha
sebesar Rp100.000, maka rentabilitas ekonomis sebesar….

a. 20%

b. 25%

c. 15%

d. 30%

8. Berikut yang tidak termasuk dalam langkah penyusunan anggaran jualan adalah ….

a. Mempertimbangkan ramalan jualan, factor pemasaran, dan factor lainnya

b. Menetapkan harga jual

c. Menetapkan harga pokok

d. Membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual


Bab 7

1. Hasil produksi disebut dengan….

a. Produksi

b. Produsen

c. Produktif

d. Produk

2. Proses membuat produk disebut dengan….

a. Produksi

b. Produsen

c. Produktif

d. Produk

3. Produk yang siap untuk dijual disebut dengan….

a. Produk dalam proses

b. Produk jadi

c. Produksi

d. Produktivitas

4. Anggaran untuk membuat produk jadi dan produk dalam proses dari suatu perusahaan pada periode tertentu disebut
dengan ….

a. Anggaran produksi

b. Anggaran produk

c. Anggaran produktivitas

d. Anggaran produsen

5. Anggaran jualan pada bulan januari sebanyak 1000 unit, februari sebanyak 2000 unit, dan maret sebanyak 3000 unit.
Sediaan produk jadi awal pada bulan januari sebanyak 100 unit dan sediaan produk jadi akhir pada bulan maret sebanyak
160 unit. Perusahaan menyusun anggaran produk tiap bulan selama tiga bulan dengan mengutamakan stabilitas produk.
Dengan demikian, jumlah produk jadi diproduksi tiap bulan sebanyak….

a. 2.000 unit

b. 2.010 unit

c. 2.020 unit

d. 2.030 unit

6. Berdasarkan data dari soal 5, sediaan produk jadi akhir pada bulan februari sebanyak….

a. 1.120 unit
b. 1.140 unit

c. 1.160 unit

d. 1.100 unit

7. Berdasarkan data dari soal 5, sediaan produk jadi awal pada bulan maret sebanyak….

a. 1.120 unit

b. 1.140 unit

c. 1.160 unit

d. 1.100 unit

Bab 8

1. Bahan baku dan bahan penolong disebut dengan….

a. Bahan mentah

b. Bahan setengah jadi

c. Bahan jadi

d. Bahan pembantu

2. Bahan utama dari suatu produk disebut dengan…

a. Bahan langsung

b. Bahan baku atau bahan langsung

c. Bahan penolong

d. Bahan mentah

3. Lem untuk produk berupa buku disebut….

a. Bahan langsung

b. Bahan baku atau bahan langsung

c. Bahan penolong

d. Bahan mentah

4. Unit ekuivalen produk dikali kuantitas standar bahan baku disebut dengan….

a. Biaya bahan baku

b. Standar harga bahan baku

c. Sediaan bahan baku


d. Kuantitas standar bahan baku dipakai

5. Taksiran sejumlah unit bahan baku yang diperlukan untuk memproduksi satu unit produk tertentu disebut dengan…..

a. Kuantitas standar bahan baku

b. Harga standar bahan baku

c. Standar bahan baku dipakai

d. Anggaran bahan baku

6. Sediaan bahan baku akhir+biaya bahan baku-sediaan bahan baku awal disebut ….

a. Biaya bahan baku

b. Belian bahan baku

c. Sediaan bahan baku

d. Bahan baku dipakai

7. Anggaran bahan baku dipakau dalam satuan barang dikali harga standar bahan baku disebut…..

a. Anggaran biaya bahan baku

b. Anggaran berlian bahan baku

c. Anggaran sediaan bahan baku

d. Anggaran bahan baku dipakai

Tugas 8.1 Halaman 219-220


Perusahaan PT Pandulangan memproduksi satu jenis produk. Produk Jadi dianggarkan selama
triwulan I tahun 2008 sebagai berikut:
Januari 1.000 unit
Februari 1.100 unit
Maret 1.200 unit
Biaya bahan baku standar per unit produk 2 kg @ Rp 100 = Rp 200
Sediaan bahan baku awal Januari 1998 sebanyak 50 kg
Sediaan bahan baku akhir direncanakan sebagai berikut
Januari 100 kg
Februari 110 kg
Maret 120 kg
Syarat beli bahan baku 30% tunai, 40% bulan akan datang, dan 30% bulan berikutnya lagi.
Berdasarkan data itu, buatlah pada triwulan I dalam tiap bulan:
1
1. Anggaran belian bahan baku dan biaya bahan baku
2. Anggaran kas keluar untuk beli bahan baku
3. Anggaran utang usaha
Jawaban:
1. Sebelum menghitung anggaran belian bahan baku, maka dihitung dahulu berapa anggaran biaya bahan baku
dengan cara: Biaya Bahan Baku = Kuantitas Standar Bahan Baku dipakai x Harga Standar Bahan Baku Kuantitas
Standar Bahan Baku dipakai = Anggaran Produk Jadi x Kuantitas standar bahan baku dipakai per unit

PT Pandulangan Anggaran Biaya Bahan Baku Triwulan I Tahun 2008 Periode Anggaran Produk Jadi (Unit)
Kuantitas Standar Bahan Baku Per Unit Kuantitas Standar Bahan Baku dipakai Harga Standar Bahan Baku Biaya
Bahan Baku
Januari 1.000 2 Kg 2.000 Kg Rp 100 Rp200.000
Februari 1.100 2 Kg 2.200 Kg Rp 100 Rp220.000
Maret 1.200 2 Kg 2.400 Kg Rp 100 Rp240.000
Triwulan I 3.300 2 Kg 6.600 Kg Rp 100 Rp660.000

Jadi, Biaya Bahan Baku bulan Januari ialah 2.000 Kg sebesar Rp200.000, Februari 2.200 K sebesar Rp220.000,
Maret 2.400 Kg sebesar Rp240.000 dan Triwulan I 6.600 Kg sebesar Rp660.000

Jadi, Belian bahan baku adalah Januari 2.050 Kg sebesar Rp205.000, Februari 2.210 Kg sebesar Rp221.000, Maret 2.410 Kg
sebesar Rp241.000 dan Triwulan I 6.670 unit sebesar Rp667.000

2. PT Pandulangan membayar belian bahan baku tunai 30% pada bulan bersangkutan, 40% dibayar pada bulan akan datang
dan 30% sisanya dibayar pada bulan berikutnya.
Jadi, Anggaran Kas Keluar untuk bulan Januari adalah Rp 61.500, Februari Rp 148.300 dan Bulan Maret sebesar Rp
222.200.

3. PT Pandulangan membayar belian bahan baku tunai 30% pada bulan bersangkutan, KREDIT 40% dibayar pada bulan
akan datang dan 30% sisanya dibayar pada bulan berikutnya.

Jadi, Anggaran Utang Usaha untuk bulan Januari adalah Rp 143.500, Februari Rp 216.200 dan Bulan Maret sebesar Rp
235.000.

Bab 9

1. Dalam suatu produk sepatu terdapat tenaga kerja langsung. Tenaga kerja tidak langsung adalah….

a. Tukang jahit

b. Tukang sorter

c. Tukang potong

d. Tukang sol
2. Tenaga kerja langsung adalah…..

a. Tukang sol

b. Tukang seleksi

c. Tukang sorter

d. Mandor

3. Bukan baiay overhead pabrik adalah….

a. Biaya tenaga kerja tidak langsung

b. Biaya bahan pembantu

c. Biaya angkut bahan baku

d. Biaya depresiasi pabrik

4. Upah untuk tenaga kerja pembersih pabrik termasuk….

a. Biaya tenaga kerja tidak langsung

b. Biaya tenaga kerja langsung

c. Biaya pemeliharaan pabrik

d. Biaya overhead pabrik lainnya

5. Biaya overhead pabrik variable adalah….

a. Biaya bahan pembantu

b. Biaya depresiasi pabrik

c. Biaya tenaga kerja tidak langsung

d. Biaya pajak bumi dan bangunan pabrik

6. Beban yang tidak termasuk beban penjualan adalah….

a. Beban promosi

b. Beban distribusi

c. Beban bunga

d. Beban komisi

7. Beban yang tidak termasuk beban penjualan adalah….

a. Beban turun harga

b. Beban pengahapusan piutang usaha

c. Beban sewa toko

d. Beban ditangguhkan
8. Barang yang dijual bulan ini 2.000 kg @ Rp100=Rp200.000, dijual secara tunai 30% dan sisanya kredit sebulan. Beban
penghapusan piutang usaha ini ditaksir 1,5% dari barang yang dijual secara kredit, yaitu…

a. Rp2.000

b. Rp2.100

c. Rp2.200

d. Rp2.150

9. Produk jadi dihasilkan n=bulan ini 2.200 kg dengan harga pokok produk per kg Rp80 dan harga jual per kg Rp100.
Komisi penjualan 5% dan turun harga 2% ditaksir….

a. Beban komisi penjualan Rp4.400 dan beban turun harga Rp8.800

b. Beban komisi penjualan Rp8.800 dan beban turun harga Rp4.400

c. Beban komisi penjualan Rp3.520 dan beban turun harga Rp11.000

d. Beban komisi penjualan Rp11.000 dan beban turun harga Rp3.520

10.Beban penjualan variable yang tidak dipengaruhi kegiatan penjualan adalah….

a. Beban komisi penjualan

b. Beban distribusi

c. Beban sewa toko

d. Beban pernik penjualan

11.Beban penjualan variable yang termasuk beban (biaya) variable adalah….

a. Beban penghapusan piutang

b. Beban telepon bagian penjualan

c. Beban promosi

d. Beban distribusi

12.System pencatatan piutang usaha yang menggunakan metode langsung (actual) menggunakan istilah…

a. Beban penghapusan piutang usaha

b. Kerugian penghapusan piutang usaha

c. Cadangan penghapusan piutang usaha

d. Akumulasi penghapusan piutang usaha

13.Beban promosi penjualan, tidak meliputi….

a. Beban iklan

b. Beban advertensi

c. Beban pameran
d. Beban komisi penjualan

14.Anggaran beban administrasi dan umum terdapat pada bidang berikut ini, kecuali….

a. Bidang personalia

b. Bidang tata usaha

c. Bidang produksi

d. Bidang kerumahtanggaan

15.Berikut ini yang termasuk beban administrasi dan umum, kecuali….

a. Beban bunga

b. Beban gaji komisaris

c. Beban depresiasi alat kantor

d. Beban gaji direksi

16.Untuk menyusun anggaran operasional tidak diperlukan….

a. Anggaran kas

b. Anggaran jualan

c. Anggaran beban usaha

d. Anggaran harga pokok barnag terjual

17.Biaya pabrik Rp2.000, sediaan produk jadi awal Rp300, sediaan produk jadi akhir Rp400, jualan Rp2.500. laba kotor
sebesar….

a. Rp700

b. Rp800

c. Rp600

d. Rp900

18.Beban administrasi dan umum tanggung jawab….

a. Manajer pabrik

b. Manajer penjualan

c. Manajer keuangan

d. Manajer umum

Tugas 9.1

Perusahaan dodol kandangan memproduksi satu jenis produk dengan harga pokok standar per kg dodol sebagai berikut:
Biaya bahan baku 2 kg @Rp Rp
100 200
Biaya tenaga kerja langsung 3 @Rp Rp
jam 50 150
Biaya overhead pabrik variabel 3 @Rp Rp
jam 20 60
Biaya overhead pabik tetap 3 @Rp Rp
jam 10 30
Harga pokok standar per kg dodol Rp
440
Kapasitas normal setahun 35.000 jam kerja langsung. Biaya depresiasi pabrik tiap triwulan Rp 50.000. selama tahun 2009
perusahaan menganggarkan produk jadi sebagai berikut:

Triwulan l 10.000 kg
Il 11.000 kg
Ill 12.000 kg
Iv 13.000 kg
Berdasarkan data tersebut, susunlah tiap triwulan:
1. Jam kerja standar tenaga kerja langsung terpakai dan anggaran biaya tenagga kerja langsung
2. Anggaran biaya overhead pabrik disertai anggaran biaya overhead pabrik tunai
Jawaban:
1. Anggaran biaya kerja langsung triwulan l Rp 1.500.000, triwulan ll Rp 1.650.000, triwulan lll Rp 1.800.000, triwulan IV
Rp 1.950.000
2. Anggaran biaya overhead pabirik triwulan l Rp 1.000.000, triwulan ll Rp 1.060.000, triwulam lll Rp 1.120.000, dan
triwulan IV Rp 1.180.000. anggaran biaya overhead pabrik tunai triwulan l Rp 950.000, triwulan ll Rp 1.010.000, dan
setahun Rp 4.160.000

Tugas 9.2
Anggaran jalan selama triwulan I tahun 2009 dari perusahaan Wajik Amandit sebagai berikut:
Januari 5.000 kg @ Rp 1.000 Rp 5.000.000
Februari 5.500 kg @ Rp 1.000 Rp 5.500.000
Maret 6.000 kg @ Rp 1.000 Rp 6.000.000
Taksiran beban usaha tiap bulan sebagai berikut:
Komisi penjualan 10% dari jualan bulan bersangkutan, angkutan penjualan 5% dari jumlah bulan bersangkutan,
administrasi penjualan Rp 100.000, administrasi dan umum tunai Rp 200.000, deprisiasi alat penjualan Rp 20.000, depresiasi
alat kantor Rp 30.000.
Berdasarkan data tersebut, susunlah anggaran beban penjualan, anggaran beban administrasi dan umum, serta anggaran
beban usaha tunai tiap bulan.
Jawaban :
Beban penjualan bulan januari Rp 870.000, februari Rp 945.000, dan maret Rp 1.020.000. beban administrasi dan umum
tiap bulan Rp 230.000. beban usaha bulan januari Rp 1.100.000, februari Rp 1.175.000, dan maret Rp 1.250.000.

Bab 10

1. Sediaan yang terdapat pada perusahaan manufaktur sebagai berikut, kecuali….

a. Sediaan barang dagangan

b. Sediaan produk jadi

c. Sediaan produk dalam proses


d. Sediaan bahan baku

2. Hasil menyediakan arti dari istilah….

a. Sediaan

b. Persediaan

c. Penyediaan

d. Penyedia

3. Hal bersedia arti dari istilah…

a. Sedia

b. Persediaan

c. Penyediaan

d. Penyedia

4. Berikut ini yang bukan sinonim dari produk jadi dihasilkan periode ini….

a. Produk selesai ditransfer ke gudang

b. Produk jadi dipindahkan ke gudang

c. Produk jadi diproduksi periode ini

d. Produk jadi masuk produksi periode ini

5. Produk jadi dihasilkan periode ini 400 ton, sediaan produk dalam proses awal 100 ton dengan tingkat penyelesaian
BBB(biaya bahan baku) 75%, biaya konversi 25% dan sediaan produk dalam produk akhir 50 ton dengan tingkat
penyelesaian BBB 80% dan biaya konversi 40% . unit ekuivalen menggunakan metode MPKP, unit ekuivalen produk untuk
BBB adalah….

a. 395 ton

b. 385 ton

c. 375 ton

d. 365 ton

6. Berdasarkan tes formatif soal 5, unit ekuivalen produk untuk BTKL (biaya tenaga kerja langsung) adalah….

a. 395 ton

b. 385 ton

c. 375 ton

d. 365 ton

7. Bahan yang diperlukan setahun 1.600 unit, biaya pesanan sebesar Rp100 setiap kali pesan, sediaan bahan baku awal 100
unit, biaya penyimpanan per unit Rp0,50, sediaan bahan baku akhir adalah ….

a. 850 unit
b. 800 unit

c. 750 unit

d. 700 unit

8. Biaya bahan baku Rp500.000, sediaan bahan baku awal Rp200.000, belian bahan baku Rp466.000, sediaan bahan baku
akhir adalah….

a. Rp176.000

b. Rp166.000

c. Rp167.000

d. Rp187.000

9. Belian barang dagangan Rp12.475, harga pokok barang terjual Rp13.020, sediaan barang dagangan awal Rp1.900,
sediaan barang dagangan akhir….

a. Rp1.355

b. Rp1.535

c. Rp1.450

d. Rp1.455

10.Biaya bahan baku Rp5.520, ditingkat putaran sediaan bahan baku 8 kali, sediaan bahan baku awal Rp900. Sediaan bahan
baku akhir adalah….

a. Rp840

b. Rp845

c. Rp480

d. Rp548

Latihan BAB 10

PT Hanya mimpi selama tahun 2020 mempunyai data sebagai berikut :

Sediaan produk dalam proses awal sebanyak 10 unit dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BTKL 50%, dan BOP 50%.
Sediaan produk dalam proses akhir dianggarkan dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BTKL 50%, dan BOP 50%.
Harga pokok standar per unit produk sebesar Rp 4.100, terdiri atas : BBB Rp 1.000, BTKL Rp 1.100, dan BOP Rp 2000.
Sediaan produk jadi awal tahun 2020 sebanyak 200 unit. Jualan dianggalkan setahun 2.200 unit @ Rp 5.530. manajemen
menetapkan tingkat putaran sediaan produk jadi (TPSPJ) 14,66667 kali, dan tingkat putaran sediaan produk dalam proses
(TPSPDP) 225,09804 kali. Perhitungan unit ekuivalenproduk menggunakan metodemasuk pertama keluar pertama (MPKP).
Kapasits normal dicapai pada tingkatkapasitas tercaai sekarang ini. Berdasarkan data tersebut hitunglah:

1. Sediaan produk jadi akhir dianggarkan dalam 100 unit dan Rp 410.000

2. Harga pokok penjualan dianggarkan Rp 9.020.000

3. Produk siap dijual Rp 9.430.000

4. Laba kotor Rp 3.146.000


5. Harga pokok produk jadi Rp 8.610.000

6. Sediaan produk dalam proses akhir dianggarkan 20 unit dan Rp 51.000

7. Biaya produksi Rp 8.661.000 dan produk dihasilkan 2.120 unit

8. Biaya pabrik Rp 8.635.500

9. Biaya bahan baku Rp 2.110.000

10.Biaya tenaga kerja langsung Rp 2.315.500

11.Biaya overhead pabrik Rp 4.210.000

Tugas 10.2

Perusahaan menganggarkan sebulan beli bahan baku 200 kg, tidak terdapat sediaan bahan baku awal, dan kuantitas standar
bahan baku dipakai sebulan 150 kg. berapakah sediaan bahan baku akhir dianggarkan?

Jawaban:

Sediaan bahan baku akhir dianggarkan 40 kg.

Bab 11

1. Lima C antara lain seperti berikut ini, kecuali….

a. Commando

b. Capital

c. Collateral

d. Capacity

2. Realisasi bulan februari sebesar Rp200 dan maret sebesar Rp250. Anggaran jualan bulan april sebesar Rp500, mei
sebesar Rp300, juli sebesar Rp200. Syarat pembayaran 10% tunai dan 90% kredit. Dari kredit 90% diterima 80% dalam
waktu sebulan dan 20% diterima dalam waktu 2 bulan. Berdasarkan data tersebut anggaran kas masuk bulan april sebesar….

a. Rp276

b. Rp266

c. Rp256

d. Rp336

3. Berdasarkan data dari soal 2, anggaran kas masuk bulan mei sebesar….

a. Rp534

b. Rp34

c. Rp435

d. Rp453

4. Berdasrkan data dari soal 2, anggaran kas masuk bulan juni sebesar…
a. Rp276

b. Rp266

c. Rp256

d. Rp336

5. Berdasarkan data dari soal 2, anggaran piutang usaha bulan april sebesar….

a. Rp495

b. Rp360

c. Rp324

d. Rp423

6. Berdasarkan data dari soal 2, anggaran piutang usaha bulan mei sebesar….

a. Rp495

b. Rp360

c. Rp324

d. Rp423

7. Berdasarkan data dari soal 2, anggaran piutang usaha bulan juni sebesar…

a. Rp495

b. Rp360

c. Rp324

d. Rp423

Tugas 11.1

Selama tiga bulan terdapat anggaran jualan sebagai berikut:

Januari Rp 50.000

Februari Rp 60.000

Maret Rp 65.000

Syarat pembayaran 30% tunai dan 70% kredit

Dari 70% kredit 40% dibayar dalam jangka waktu sebulan, 35% dibayar dalam jangka waktu dua bulan, dan 25% dibayar
dalam jangka waktu tiga bulan. Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran piutang bulan januari, februari, dan maret.

Jawaban :

Anggaran piutang bulan Januari Rp 35.000, Februari Rp 63.000, dan Maret Rp 79.450
Tugas 11.2

Selama tiga bulan terdapat anggaran jualan sebagai berikut:

April Rp 70.000

Mei Rp 75.000

Juni Rp 80.000

Syarat pembayaran 20% tunai, 30% kredit sebulan, 25% kredit dua bulan, 25% kredit tiga bulan. Buatlah anggaran piutang
bulan April, Mei, dan Juni.

Jawaban:

Anggaran piutang bulan April Rp 56.000, Mei Rp 95.000, dan Juni Rp 119.000

Tugas 13.1 Hal. 363

Pada tahun 2013 PT Rindusari bekerja dengan aset/modal sendiri sebesar Rp. 160.000 dan memperoleh laba usaha
setahun Rp 16.000. Tahun 2014 PT Rindusari bermaksud meluaskan usahanya dengan menambah modal sebesar
Rp 40.000, laba usaha dianggarkan tahun 2014 sbesar Rp 20.000, pajak 10%. Berdasarkan data tersebut, hitung
rentabilitas ekonomi dan tingkat imbalan tambahan modal. Apakah rencana meluaskan usaha (eskpansi) dengan
menambah modalsebesar Rp. 40.000, sebaiknya bersumber dari utang atau modal sendiri?

Jawaban:

Perhitungan rentabilitas ekonomi = Laba usaha : Aset= Rp 20.000 : (Rp 160.000 + Rp 40.000)= 10 %

Tingkat imbalan tambahan modal=[{Rp 40.000 : (Rp 160.000 + Rp 40.000)} x Rp 20.000] : Rp 40.000

={(Rp 40.000 : Rp 200.000) x Rp 20.000} : Rp 40.000

= Rp 4.000 : Rp 40.000

=10%

• Karena bunga utang < rentabilitas ekonomi, (8% < 10%) maka tambahan modal sebesar Rp 40.000 tersebut
sebaiknya bersumber pada utang.

• Alasannya: angka “rentabilitas modal sendiri” dengan menggunakan opsi tambahan utang nilainya lebih besar
daripada menggunakan opsi “tambahan modal sendiri”

Tugas 15.1

PT Cende yang saat ini masih berusaha dengan modal sendiri dan bermaksud pada tahun 2019 akan datang
menambah modal dengan meminjam di bank. Untuk pinjam di bank tersebut PT Cende diminta oleh bank untuk
menyusun anggaran laba rugi dan anggaran kas dalam tiap triwulan selama tahun 2019. Untuk keperluan
penyusunan anggaran tersebut PT Cende mengumpulkan data sebagai berikut.

a. Keadaan harta per 1 januari 2019 terdiri atas:


Kas Rp 1.000.000
Sediaan bahan baku Rp 100.000 (1.000 unit @ Rp 100)
Pabrik dan alat bersih Rp 5.000.000
Kantor dan alat bersih Rp 3.000.000
b. Aset tetap disusut tiap triwulan 2% dari nilai buku (bersih).
c. Rencana jualan tahun 2019:
Triwulan I Rp 5.000.000
II Rp 6.000.000
III Rp 5.000.000
IV Rp 4.000.000
Harga jual produk jadi per unit Rp 1.000

d. Pembayaran atas jualan 30% dibayar pada triwulan jualan dan 70% pada triwulan berikutnya
e. Sediaan produk jadi setiap akhir triwulan direncanakan 500 unit. Pada awal Januari 2019 tidak terdapat sediaan
produk jadi dan tidak terdapat sediaan produk dalam proses
f. Setiap unit produk jadi memerlukan:

Bahan baku 2 unit @ Rp 100 = Rp 200


Tenaga kerja langsung = Rp 300
Overtiead pabrik variabel = Rp 50
g. Bahan baku dibayar tunai 75% dan 25% dibayar pada triwulan berikutnya. Sedias bahan baku akhir sama
dengan awel. Biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dibayar tunai, kecuali biaya penyusutan
h. Biaya overhead pabrik tetap tiap triwulan Rp 500.000 tidak termasuk biaya penyusutan.
i. Rencananya pada tanggal 1 April 2019 dibeli mesin senilai Rp 4.000.000 yang pembayarannya Rp 3.000.000
pada bulan April 2019 dan Rp 1.000.000 dibayar balan Juli 2019.
Alat penjualan rencananya dibeli tunai 1 April 2019 seharga Rp 2.000.000
j. Biaya penjualan tunai tiap triwulan diperkirakan 10% dari jualsn.
Biaya administrasi tunai Rp 300.000 tiap triwulan.
k. Kas minimum Rp 1.000.000 dan pajak hasilan 10% yang dibayar tiap triwulan
l. Pinjaman di bank direncanakan awal Januari 2019 sebesar Rp7.000.000 dengan bunga
yang dibayar tiap akhir triwulan Rp 200.000

Berdasarkan data tersebut, susunlah anggaran yang diminta oleh bank

Jawaban:

Anggaran jualan triwulan 15.000 unit, triwulan II 6.000 unit, triwulan III 5.000
unit, triwulan IV 4.000 unit.
Anggaran produk jadi triwulan 15.500 unit, triwulan II 6.000 unit, triwulan III
5.600 unit, dan triwulan IV 4.000 unit.
Beli bahan baku/ biaya bahan baku triwulan I Rp 1.100.000, triwulan Il Rp
1.200.000, triwulan III Rp 1.000.000, dan triwulan IV Rp 800.000.
Bayar bahan baku triwulan I Rp 825.000, triwulan II Rp 1.175.000, triwulan
III Rp 1.050.000, dan triwulan IV Rp 850.000.
Anggaran kas masuk dari jualan triwulan I Rp 1.500.000, triwulan II Rp 5.300,
triwulan III Rp 5.700.000 dan triwulan IV Rp 4.700.000.
Tugas 16.1

Perusahaan Industri Rimpe memproduksi satu jenis produk dan selama tahun 2014 mempunyai data anggaran
sebagai berikut:

Harga jual per unit Rp 1.400


Harga pokok produk standar per unit:
Biaya bahan baku (BBB) 2,5 kg @ Rp 100 Rp 250
Biaya tenaga kerja langsung 2 jam @ Rp 200 Rp 400
Biaya overhead pabrik variabel 2 jam @ Rp 100 Rp 200
Biaya overhead pabrik tetap 2 jam @ Rp 50 = Rp 100
Metode penghargapokokan penuh Rp 950

Biaya usaha variabel per unit Rp 50


Biaya variabel per unit = Rp 950 - Rp 100+ Rp 50 = Rp
Kapasitas normal setahun 2.000 unit atau 4.000 jam
Biaya overhead pabrik (BOP) tetap setahun Rp 200.000
Biaya usaha tetap setahun Rp 100.000 +
Biaya tetap setahun Rp 300.000

Pertanyaan

1. Bila tidak terdapat sediaan produk


jadi dan sediaan produk dalam proses dan selama tahun 2014 diproduksi ISIR unit produk jadi. Berdasarkan data
tersebut. buatlah anggaran laba rugi dengan:
a. Metode penghargapokokan penuh
b. Metode penghargapokokan variabel
2. Bila produk jadi yang dijual selama
tahun 2014 sebanyak 1.500 unit, tetapi tidak terdapat sediaan produk dalam proses dan tidak terdapat sediaan
produk jadi awal, dan sediaan produk jadi akhir 200 unit. Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran laba rugi
dengan:
a. Metode penghargapokokan penuh
b. Metode penghargapokokan variabel
Bila perhitungan laba (rugi) berbeda di antara kedua metode tersebut, berikan alasan dengan perhitungan mengapa
berbeda.
3. Bila tidak terdapat sediaan produk
dalam proses awal dan tidak terdapat sediaan produk jadi awal, tetapi terdapat sediaan produk dalam proses akhir
100 unit dengan tingkat penyelesaian BBB 90% dan biaya konversi 40% dan terdapat sediaan produk jadi akhir
200 unit. Produk jadi ditransfer ke gudang selama tahun 2014 sebanyak 1.700 unit. Berdasarkan data tersebut,
buatlah anggaran laba rugi dengan:
a. Metode harga pokok penuh
b. Metode harga pokok variable
Bila perhitungan laba (rugi) berbeda di antara kedua metode tersebut, berikan alasan dengan perhitungan mengapa
berbeda.
4. Bila terdapat sediaan produk dalam
proses awal 100 unit dengan tingkat penyelesaian BBB 90%, biaya konversi 40%, dan sediaan produk dalam
proses akhir 50 unit dengan tingkat penyelesaian BBB 100%, BTKL 50%, BOP 40%, dan sediaan produk jadi
akhir 150 unit dengan jualan selama tahun 2014 sebanyak 1.500 unit. Perhitungan unit ekuivalen menggunakan
metode MPKP (masuk pertama keluar pertama). Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran laba rugi dengan:
a. Metode penghargapokokan penuh
b. Metode penghargapokokan variable
5. Berdasarkan data nomor 4 dan data
sesungguhnya (aktual) berikut ini:
Jualan dan sediaan sama dengan anggaran,

Biaya usaha variabel Rp 80.000


Biaya usaha tetap Rp 90,000+
Biaya usaha Rp 170.000
Biaya pabrik sesungguhnya periode ini:
Biaya bahan baku 3.400 kg @ Rp 110 Rp 374.000
Biaya tenaga kerja langsung 2.900 jam@ Rp 190 Rp 551.000
Biaya overhead pabrik variabel = Rp 250.000
Biaya overhead pabrik tetap = Rp 200.000 +
Biaya overhead pabrik Rp 450.000
Jumlah biaya pabrik Rp 1375.000

Berdasarkan data tersebut, buatlah

a. Analisis selisih model satu selisih dan


dua selisih, yang terdiri atas analisis selisih biaya bahan baku, analisis selisih biaya tenaga kerja langsung, dan
analisis selisih biaya overhead pabrik.
b. Laporan laba rugi metode
penghargapokokan penuh yang terdiri atas model laporan eksternal dan model laporan internal ( model analisis
selisih)
c. Laporan laba rugi metode
penghargapokokan variabel yang terdiri atas model margin kontribusi dan model laporan internal ( model analisis
selisih).

Jawaban:

1. Laba metode penghargapokokan


penghargapokokan variable penuh Rp 450.000 = laba metode penghargapokokan variabel
2. No 2
a. Laba metode penghargapokokan
penah Rp 470.000.
b. Laba metode penghargapokokan
variabel Rp 450.000.
3. No 3
a. Laba metode penghargapokokan
penuh Rp 474.000.
b. Laba metode penghargapokokan
variabel Rp 450.000
4. No 4
a. Laba metode penghargapokokan
penuh Rp 443.000.
b. Laba metode penghargapokokan
variabel Rp 450.000,
5. No 5
a. Selisih biaya bahan baku rugi Rp
21.500.
Selisih harga bahan baku rugi Rp 34.000.
Selisih kuantitas bahan baku laba Rp 12.500.
Selisih biaya tenaga kerja langsung laba Rp 23,000.
Selisih tarif upah laba Rp 29.000.
Selisih efisiensi upah rugi Rp 6.000.
Selisih biaya overhead pabrik rugi Rp 21.000.
Selisih terkendali laba Rp 36.000.
Selisih volume rugi Rp 57.000.
Selisih biaya overhead pabrik variabel laba Rp 36.000.
Selisih pengeluaran laba Rp 40.000.
Selisih efisiensi BOPV rugi Rp 4.000.
b. Laba Rp 485.500 untuk metode
penghargapokokan penuh model laporan eksternal dan model analisis selisih.
c. Laba Rp 492.500 untuk metode
penghargapokokan variabel model margin kontribusi dan model analisis selisih.

Tugas 16.2

Selama tahun 2015 Pt Andika memproduksi satu jenis prosuk dan mempunyai data anggaran dan realisasi sebagai
berikut:

a. Anggaran
Harga pokok standar per uni produk jadi
BTKL = 2 jam @ Rp 15 = Rp 30
BOP variable = 2 jam @ Rp 5= Rp 10
BOP tetap = 2 jam @ Rp 2 = Rp 4
b. Realisasi
Harga pokok standar per unit produk jadi
BBB = 3,5 ons @ Rp 12,00 = Rp 42
BTKL = 2,5 jam @ Rp 11,20 = Rp 28
BOP variable = 2,5 jam @ Rp 4,80= Rp 3
BOP tetap = 2,5 jam @ Rp 1,20 = Rp 3
Biaya usaha variable = Rp 4
Biaya overhead pabrik (BOP) tetap setahun Rp 75.000
Biaya usaha tetap setahun Rp40.000
Jualan setahun 20.000 unit dengan harga jual per unit Rp 150
Kapasitas normal setahun 25.000 unit produk jadi.
Bila tidak terdapat sediaan awal dan akhir, buatlah:

1. Analisis selisih anggaran model dua


selisih.
2. Laporan laba rugi metode
penghargapokakan variabel dengan model analisis selisih.
3. Laporan laba rugi metode
penghargapokokan penuh dengan model laporan eksternal.

Jawaban :

1. Selisih biaya bahan baku rugi Rp


40.000.
Selisih biaya tenaga kerja langsung laba Rp 40.000.
Selisih biaya overhead pabrik variabel rugi Rp 40.000.
Selisih biaya overhead pabrik rugi Rp 55.000.
2. Laba Rp 1.065.000 untuk metode
penghargapokokan variabel model analisis selisih dan model margin kontribusi
3. Laba Rp 1.165.000 untuk metode
penghargapokokan penuh model analisis selisih dan model laporan eksternal.

TUGAS 17.1

Selama tahun 2016,PT Sungai Jinggah menjual produknya sebesar Rp 2.750.000.Pada volume jualan tersebut PT
Sungai Jinggah tidak laba dan tidak rugi.Hal ini disebabkan biaya variabel per unit produksi jadi sebesar Rp 7 dan
harga jual per unit Rp 22.

Berdasarkan data tersebut,Anda diminta:

1. Bial perusahaan ingin mendapatkan laba Rp 195.000 pada tahun 2016,berapa unitkah produk yang harus
dijual?buktikan dengan perhitungan

2. Bila perusahaan menginginkan margin laba 20%,berapakah jualan setahun yang harus diacapai?

JAWAB:

1.Jualan impas dalam unit: Rp 2.750.000 : Rp 22 = 125.000 unit

Jualan = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba (Titik Impas)

Rp 22Q = Rp 7Q+ X+0

22(125.000) = 7 (125.000) + X + 0

2.750.000= 875.000 + X + 0

2.750.000 – 875.000= X
X (Biaya tetap) = 1.875.000

Jualan = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba (Laba sebesar Rp 195.000)

22=7+ Rp 1.875.000 + Rp 195.000

22-7 = Rp 1.875.000 + Rp 195.000

15 = Rp 2.070.000

Rp 2070.000 : 15 = 138.000 UNIT

Supaya PT Sungai Jinggah memperoleh laba setahun Rp 195.000 maka dalam setahun harus menjual 138.000
UNIT

KETERANGAN Per Unit JUMLAH UNIT

138.000 UNIT

Jualan 22 Rp 3.036.000

Biaya Variabel 7 Rp 966.000

Margin Kotribusi 15 Rp 2.070.000

Biaya Tetap Rp 1.875.000

Laba (Rugi) Rp 195.000

2.Margin laba 20 % = 20% X 2.750.000

= Rp 550.000

Jualan = Biaya Variabel + Biaya Tetap + Laba (Laba sebesar Rp 550.000)

22=7+ Rp 1.875.000 + Rp 550.000

22-7 = Rp 1.875.000 + Rp 550.000

15 = Rp 2.425.000

Rp 2.425.000 : 15 = 161.667 UNIT

Supaya PT Sungai Jinggah memperoleh margin laba setahun 20%(Rp 550.000) maka dalam setahun harus
menjual 161.667 UNIT

KETERANGAN Per Unit Jumlah unit

161.667 UNIT
Jualan 22 Rp 3.556.674

Biaya Variabel 7 Rp 1.131.669

Margin Kotribusi 15 Rp 2.425.005

Biaya Tetap Rp 1.875.000

Laba (Rugi) Rp 550.005

TUGAS 17.2

Manajemen PT Pandulangan sedang mempertimbangkan rencana membeli sebuah mesin A atau B .Data biaya
kedua mesin tersebut sebagai berikut?

Mesin A Mesin B

Biaya tetap pertahun Rp 60.000 Rp 84.000

Biaya variabel per unit Rp 400Rp 300

kapasitas produksi mesin masing-masing 400 unit dan harga jual produk per unit Rp 1.000

Berdasarkan data tersebut,anda diminta:

1. Hitubnglah tingkat titik impas alam unit untuk mesin A dan Mesin B

2. Manakah mesin yang digunakan apabila perusahaan ingin memproduksi sebesar 300 unit??

3. Tentukan pada tingkat produksi berapakah mesin A dan B akan menghasilkan laba yang sama

JAWAB

1.TITIK IMPAS MESIN A = BIAYA TETAP / ( HARGA JUAL PER UNIT- BIAYA VARIABEL PER UNIT)

= Rp 60.000 / ( 1.000-400)

= Rp 60.000 / ( 600)=100 unit

TITIK IMPAS MESIN B= BIAYA TETAP / ( HARGA JUAL PER UNIT- BIAYA VARIABEL PER UNIT)

= Rp 84.000 / ( 1.000-300)

= Rp 84.000 / ( 700)=120 unit

2.MESIN A

Penjualan 300 x 1.000 = 300.000

Biaya Variabel 300 X 400 = 120.000


Margin Kontribusi = 180.000

Biaya tetap = 60.000

Laba = 120.000

MESIN B

Penjualan 300 x 1.000 = 300.000

Biaya Variabel 300 X 300 = 90.000

Margin Kontribusi = 210.000

Biaya tetap = 84.000

Laba = 126.000

Apabila diproduksi sebanyak 300 unit,maka lebih baik menggunakan mesin B karena laba mesin B ( Rp 126.000)
lebih tinggi daripada mesin A ( Rp 120.000)

3.Total Biaya A = Total Biaya B

1.000 – Rp 400 Q+ Rp 60.000 = Rp 1.000-300Q + Rp 84.000

600Q + Rp 60.000 = 700Q + Rp 84.000

600Q-700Q = Rp 84.000-60.000

100Q = Rp 24.000

Q = 240 Unit

Jadi ,mesin A dan Mesin B akan menghasilkan laba yang sama pada tigkat produksi sebesar 240 UNIT

TUGAS 17.3

Saat iniPT Giat menjual barang setahun Rp 9.000.0000 dengan biaya tetap setahun Rp 1.500.000 dan memperoleh
laba Rp 1.200.000.Agar PT Giat berada dalam keadaan titik impas,berapakah barang yang harus dijual setahun?

JAWAB:

Rp 9.000.000 = Rp 1.500.000 (BIAYA TETAP)+ Rp 6.300.000(biaya variabel)+ Rp 1.200.000 (laba)

Kita misalkan tingkat produksinya yaitu 3.000 unit

Maka:

Harga jual per Unit : Rp 9.000.000 : 3.000 = Rp 3.000


Baiya variabel per unit : Rp 6.300.000 : 3.000 = Rp 2.100

Titik Impas

3.000 -2.100 : 1.500.000

900 : 1.500.000

1.500.000/900 : 1.667 UNIT

Barang yang dijual dalam keadaan titik impas

1.667 unit x Rp 3.000 = Rp 5.000.000

Tugas 18.1

PI Hubuhan mempunyai data bulan Desember 2015 sebagai berikut

a. Sediaan produk jadi awal 500 unit.


b. Tidak terdapat sediaan produk dalam proses awal dan akhir.
c. Data anggaran
Harga jual per unit Rp 225
Produk terjual 5.000 unit
Sediaan produk jadi akhir 1,500 unit
Bahan baku yang diperlukan untuk satu unit produk jadi:
Bahan baku A 12 kg dan bahan baku B 1 kg, sedangkan harga bahan baku A per kg Rp 9 dan harga bahan baku B
per kg Rp 20.
Sediaan bahan baku A awal 7.200 kg dan bahan baku B awal tidak ada
Sediaan bahan baku A akhir 18.600 kg dan sediaan bahan baku B akhir tidak ada
Untuk menyelesaikan satu unit produk diperlukan tenaga kerja langsung 0,5 jam dengan upah per jam Rp 15.

Biaya bahan pembuatan sebulan Biasa Rp 18.000


Biaya listrik mesin sebulan Rp 6.000
Biaya persiapan sebulan Biaya penanganan bahan sebulan Rp 400 per produksi sebulan
Biaya pengawasan kualitas sebulan Rp500 per produksi sebulan
Biaya desain sebulan Rp 1.200
Biaya tenaga kerja tak langsung sebulan Rp 52.500
Biaya depresiast sebulan Rp 10.000 untuk pabrik dan alat
Produksi berjalan sebulan Rp 12 kali
Komisi penjualan Rp 1.25 per unit terjual
Gaji penjualan sebulan Rp 15.000
Sewa kantor sebulan Rp 20.000

d. Transaksi dilakukan tunai.


e. Data neraca awal Desember 2015 terdiri atas kas Rp 70.000, sediaan produk jadi Rp 81.750, sediaan bahan
baku Rp 64.800, pabrik dan alat Rp 800.000, modal saham Rp 1.000.000, dan laba ditahan Rp 16.550.

Berdasarkan data tersebut, buatlah anggaran produk , anggaran bahan baku , anggaran laba rugi , anggaran kas,
dan anggaran neraca, serta perhitungan yang diperlukan

Jawaban:

Belian bahan baku A Rp 120.000=Rp 870.600


Produk jadi dihasilkan 6.000 unit

Tugas 18.2

Industri Dapalalu memproduksi dua jenis produk, yaitu M dan N. melalui dua Departemen Produksi, yaitu
departemen X dan Z dengan data sebulan sebagai berikut:

Keterangan Produk M Produk N Jumlah


Cost Driver(pemacu biaya)
Produksi 60.000 unit 300.000 unit 360.000 unit
Jam kerja 50.000 jam 150.000 jam 200.0000 unit
langsung
Jam mesin 25.000 jam 75.000 jam 100.000 jam
Produksi 30 kali 90 kali 120 kali
berjalan
Jam inspeksi 1.800 jam 2.200 jam 4.000 jam
Biaya bahan Rp 40.000 Rp 300.000 Rp 340.000
baku
Biaya tenaga Rp 50.000 Rp 400.000 Rp 450.000
kerja langsung
Departemen X Departemen Z Jumlah
Biaya overhead Rp 300.000 Rp 300.000
pabrik
Biaya Rp 200.000 Rp 200.000 Rp 600.000
persiapan
Biaya suspensi Rp 50.000 Rp 150.000 Rp 400.000
Biaya tenaga Rp 550.000 Rp 650.000 Rp 200.000
listrik
Biaya Rp 1.200.000
overhead
pabrik
Biaya pabrik Rp 1.990.000

1. Berdasarkan data tersebut, hitunglah


masing-masing harga pokok produk M dan N per unit dengan metode: a Metode penghargapokokan penuh
menggunakan tarif tunggal jam mesin dan tarif setiap departemen bila jam tenaga kerja langsung produk M adalah
30.000 jam untuk departemen X dan 20.000 jam untuk departemen Z, sedangkan produk N adalah 100.000 jam
untuk departemen X dan 50.000 jam pada departemen Z. Adapun jam mesin untuk produk Madalah 15.000 jam
untuk departemen Z dan 10.000 jam untuk departemen X. sedangkan produk N adalah 50.000 jam untuk
departemen Z dan 25 000 jam untukdepartemen X. b. Metode penghargapokokan berbasis aktivitas.
2. Buatlah tabel perbandingan harga
pokok produk metode penghargapokokan penuh dengan metode penghargapokokan berbasis aktivitas.

Jawaban:

Harga pokok per unit produk M dan N masing masing sebagai berikut :
1. a. Metode penghargaan penuh :
Produk M sebesar Rp 6,50
Produk N sebesar Rp 5,33
b. Metode penghargaan penuh :
Produk M sebesar Rp 7,83
Produk N sebesar Rp 5,06

BAB 19

Tes Formatif

1. Analisis selisih pada perusahaan dagang adalah sebagai berikut, kecuali....

a. Selisih efisiensi c. Selisih volume jualan


b. Selisih harga pokok jualan d. Selisih harga
2. Kuantitas anggaran barang yang dijual lebih besar dari kuantitas realisasi barang yang dijual, maka terjadi...

a. Selisih harga rugi c. Selisih volume jualan rugi


b. Selisih volume laba d. Selisih harga laba
3. Sediaan barang dagangan awal Rp 10.000, sediaan barang dagangan akhir Rp 8.000, belian barang dagangan
Rp 30.000, raka harga pokok barang terjual...

a. Rp 12.000 c. Rp 28.000
b. Rp 48.000 d. Rp 32.000
4. Kas masuk Rp 10.000, kas keluar Rp 12.000, dan kas awal Rp 4.000, maka kas akhir...

a. Rp 6.000 c. Rp 3.000
b. Rp 2.000 d. Rp 4.000
5. Kas Rp 1.000, piutang Rp 2.000, sediaan Rp 3.000, aset tak lancar Rp 12.000, utang Rp 5.000, maka modal
sendiri....

a. Rp 13.000 c. Rp 6.000
b. Rp 23.000 d. Rp 11.000
Tugas 19.1

Rencana jualan semester kedua tahun 2019 dari Perusahaan Dagang Kayu adalah sebagai berikut :
Juli Rp 4.000.000 Oktober Rp 4.800.000
Agustus Rp 4.800.000 November Rp 5.600.000
September Rp 5.600.000 Desember Rp 4.000.000
Syarat pembayaran atas jualan 50% tunai dan sisanya jualan kredit. Dari jualan kredit tersebut 40% dibayar pada
bulan terjadi jualan, 40% dibayar satu bulan sesudah bulan jualan, 10% dibayar dua bulan setelah bulan jualan,
dan 10% ditaksir tidak tertagih. Saldo awal Juli rekening buku besar las Rp 1.000.000, bangunan dan alat bersih
Rp 10.000.000, dan modal Imma Rp 11.000.000. Bangunan dan alat disusut sebulan Rp 50.000. Beban usaha
lainnya ditaksir tiap bulan Rp 100.000. Beban penjualan ditaksir 5% dari jualan bulan bersangkutan. Harga pokok
barang terjual ditaksir 80% dari jualan bulan bersangkutan. Sediaan barang dagangan akhir direncanakan tiap
bulan Rp 800.000, kecuali bulan September dan November masing-masing Rp 900.000. Barang dagangan
seluruhnya dibeli secara kredit. Beban usaha lainnya dan beban penjualan lainnya dibayar tunai.

Berdasarkan data tersebut, Anda diminta:

1. Menyusun anggaran kas masuk tiap bulan selama satu semester. Dalam anggaran kas masuk, buatlah rincian
kas masuk yang berasal dari jualan tunai dan kas masuk yang berasal dari jualan kredit (piutang).

2. Buatlah perhitungan taksiran piutang tidak tertagih tiap bulan selama satu semester.

3. Buatlah anggaran belian barang dagangan, anggaran laba rugi, anggaran piutang dagang, anggaran kas, dan
anggaran neraca tiap bulan.

Jawab :

1. Kas masuk dari jualan bulan Juli Rp 2.800.000, Agustus Rp 4.160.000, September Rp 3.280.000, Oktober Rp
4.960.000, November Rp 5.440.000, dan Desember Rp 4.400.000

2. Harga pokok barang terjual bulan Juli Rp 3.200.000, Agustus Rp 3.840.000, September Rp 4.480.000, Oktober
Rp 3.840.000, November Rp 4.480.000, dan Desember Rp 3.200.000.

3. Belian barang dagangan bulan Juli Rp 23.840.000, Agustus Rp 3.840.000, September Rp 4.580.000, Oktober
Rp 3.740.000, November Rp 4.580.000, dan Desember Rp 3.100.000.

Laba usaha bulan Juli Rp 250.000, Agustus Rp 330.000, September Rp 410.000, Oktober Rp 330.000, November
Rp 410.000, dan Desember Rp 250.000.

Piutang dagang bulan Juli Rp 1.200.000, Agustus Rp 1.840.000, September Rp 2.160.000, Oktober Rp 2.000.000,
November Rp 2.160.000, dan Desember Rp 1.760.000.

Kas akhir bulan Juli Rp 3.500.000, Agustus Rp 3.320.000, September Rp4.380.000, Oktober Rp 4.420.000,
November Rp 5.740.000, dan Desember Rp 5.260.000. Sediaan barang dagangan akhir bulan Juli. Agustus,
Oktober, dan Desember masing Rp 800.000, sedangkan September dan November masing-masing masing- Rp
900.000.

Total aset bulan Juli Rp 15.250.000, Agustus Rp 15.420.000, September Rp 16.570.000, Oktober Rp 16.060.000,
November Rp 17.310.000, dan Desember Rp 16.080.000.

Tugas 19.2

PT Cende berdagang bahan bangunan mempunyai anggaran jualan tahun 2019 pada awal bulan :
Mei Rp 180.000 September Rp 240.000
(realisasi)
Juni kp 140.000 Oktober Rp 320.000
(realisasi)
Juli Rp 220.000 November Rp 300.000
Agustus Rp 200.000 Desember Rp 280.000
Diperkirakan 25% dari jualan itu akan dilakukan secara tunai. Dari jualan 75% dilakukan secara kredit akan
dibayar 50% dalam 20 hari setelah bulan jualan, 30% akan dibayar di atas 20 hari setelah bulan jualan, dan 20%
akan dibayar dalam waktu 30 hari setelah jualan.

Dapatan sewa gudang yang diterima tunai bulan Juli Rp 40.000, Agustus Rp 50.000, September Rp 60.000,
Oktober Rp 20.000, November Rp 35.000, dan Desember Rp 30.000.

Beliaan barang dagangan dilakukan secara tunai dan ditaksir sebagai berikut:

Juli Rp 160.000 Oktober Rp 270.000


Agustus Rp 280.000 November Rp 260.000
September Rp 260.000 Desember Rp 270.000
Beban adminstrasi tunai dibayar setiap bulan dari bulan Juli sampai Desember masing-masing Rp 5.000, Rp
5.000, Rp 20.000, Rp 12.000, Rp 8.000, dan Rp 10.000. Beban jualan dari bulan Juli sampai Desember masing
masing per bulan Rp 10.000 dan dibayar seluruhnya bulan Agustus sebesar Rp 60.000. Beban pemeliharaan
gudang yang disewakan sebesar Rp 10.000 dibayar bulan Agustus dan bulan Desember Rp 5.000. Saldo kas akhir
bulan Juni Rp 15.000 Pinjaman tanpa bunga yang diterima tunai bulan Agustus sebesar Rp 73.000, September Rp
13.750, Oktober Rp 16.500. Saldo akhir Juni: piutang Rp 21.000, toko dan gudang bersih Rp 90.000, modal
saham Rp 110.000, dan laba ditahan Rp 16.000. Depresiasi toko dan alat tiap bulan Rp 1.000. Bayar kembali
pinjaman dilakukan pada bulan Desember sebesar Rp 60.000.

Berdasarkan data tersebut, Anda diminta tiap bulan selama semester kedua tahun 2019 untuk:

1. Meryusun anggaran kas masuk dari piutang, bila jualan kredit dengan syarat pembayaran 5/20/net 30, artinya
bila pembayaran dilakukan dalam waktu 20 hari setelah barang diserahkan akan mendapat potongan tunai 5% dan
pembayaran selambat-lambatnya 30 hari.

2. Menyusun anggaran kas, bila sediaan kas minimum ditetapkan Rp 15.000.

3. Menyusun anggaran laba rugi, bila tidak terdapat sediaan barang dagangan.

4. Menyusun anggaran piutang dagang

5. Menyusun anggaran neraca

Jawab :

1. Kas masuk dari jualan tunai bulan Mei Rp 42.750, Juni Rp 33.250, Juli Rp 52.250, Agustus Rp 47.500.
September Rp 57.000, Oktober Rp 76.000, November Rp 71.250, dan Desember Rp 66.500.
1. Kas masuk dari jualan kredit (piutang) bulan Mei Rp 104.625, Juni Rp 108.375, Juli Rp 148.875, Agastus Rp
149.250, September Rp169.500, Oktober Rp 222.000, November Rp 222.375, dan Desember Rp 207.750. Jumlah
kas masuk bulan Juli Rp 241.125, Agustus Rp 319.750, September Rp 300.250, Oktober Rp 334.500, November
Rp 328.625, dan Desember Rp 304.250.

2. Jumlah kas keluar bulan Juli Rp 165.000, Agustus Rp 355.000, September Rp 280.000, Oktober Rp 282.000,
November Rp 268.000, dan Desember Rp 345.000.

3. Kas akhir bulan Juli Rp 91.125, Agustus Rp 55.875, September Rp 76.125, Oktober Rp 128.625, November Rp
189 250, dan Desember Rp 148.550.

4. Laba bersih bulan Juli Rp 77.125, Agustus rugi Rp 62.250, September laba Rp 1.500, Oktober laba bersih Rp
37.000, November laba bersih Rp 46.625, dan Desember laba bersih Rp 5.250.

5. Piutang dagang bulan Mei Rp 27.000, Juni Rp 21.000, Juli Rp 33.000, Agustus Rp 30.000, September Rp
36.000, Oktober Rp 48.000, November Rp 45.000, dan Desember Rp 42.000.

6. Aset bulan Juli Rp 213.125, Agustus Rp 213.875, September Rp 229.125, Oktober Rp 282.625, November Rp
329. 250, dan Desember Rp 274.500.

Tugas 19.3

PT Imma adalah perusahaan dagang. Pada akhir Agustus 2018 perusahaan ingin menyusun anggaran untuk bulan
September, Oktober, November, dan Desember 2018. Data yang berhasil dikumpulkan sebagai berikut

a. Data dari neraca per 31 Agustus 2018 terdiri atas kas Rp 10.000, piutang Rp 68.000, sediaan Rp 90.000, aset
tetap bersih Rp 300.000, utang dagang Rp 60.000, dan modal sendiri Rp 408.000.
b. Anggaran dan realisasi jualan sebagai berikut:
Realisasi: Anggara
n:
Juli Rp September Rp Oktober Rp
100.000 100.000 100.000
Agustus Rp November Rp Desember Rp
80.000 180.000 120.000
Jualan 40% tunai, 40% dibayar satu bulan setelah bulan jualan, dan 20% dibayar dua bulan setelah bulan jualan.

c. Beliaan barang dagangan dilakukan 75% dari taksiran jualan masing-masing bulan. Sediaan akhir Rp 68.000
tiap bulan. Beliaan barang dagangan tersebut dilakukan secara kredit dan dibayar satu bulan kemudian.
d. Gaji yang dibayar setiap bulannya Rp 14.000.
e. Pada bulan November dilakukan belian aset tetap secara tunai Rp 50.000 dan pinjam uang di bank awal bulan
November sebesar Rp 74.000 dan bunga dibayar tiap akhir bulan 2% dari sisa pinjaman.
f. Penyusutan per bulan sebesar Rp 7.500.
g. Pajak hasilan dibayar bulan Desember Rp 10.000 untuk pajak kuartal 3.
h. Saldo kas awal bulan September Rp 10.000 yang merupakan saldo kas minimal yang harus dipertahankan.
i. Awal bulan Desember mengangsur pinjaman di bank Rp 30.000.
Berdasarkan data tersebut, Anda diminta menyusun anggaran kas, anggaran laba rugi, dan anggaran neraca.

Jawab :

Anggaran kas

 Kas masuk bulan September Rp 92.000, Oktober Rp 96.000, November Rp 206.000,dan Desember Rp
140.000.

 Kas keluar bulan September Rp 74.000, Oktober Rp 89.000, November Rp 140.480, dan Desember Rp
189.880.

 Kas masuk dari jualan tunai bulan September Rp 40.000, Oktober Rp 40.000, November Rp 72.000, dan
Desember Rp 48.000.

 Kas masuk dari piutang bulan September Rp 52.000, Oktober Rp 56.000, November Rp 60.000, dan Desember
Rp 92.000.

 Bayar beli barang dagangan bulan September Rp 60.000, Oktober Rp 75.000, November Rp 75.000, dan
Desember Rp 135.000.

Anggaran laba rugi

 Laba bersih setelah pajak dari bulan September sampai Desember Rp 4.640.

Anggaran neraca

 Aset akhir Desember Rp 546.640.

Tugas 19.4

Toko Antung akan menyusun anggaran pada kuartal pertama tahun 2012 dalam tiap bulan. Data yang dapat
dihimpun sebagai berikut.

a. Data neraca per 31 Desember 2011 terdiri atas kas Rp 10.000, piutang dagang Rp 16.000, sediaan barang
dagangan Rp 48.000, asuransi bayar di muka Rp 1.800, alat bersih Rp 24.200 utang bank Rp 16.300, beban
terutang Rp 4.250, dan modal Antung Rp 78.950.
b. Realisasi jualan bulan Desember 2011 sebesar Rp 40.000, anggaran jualan tahun 2012 bulan:
Januari Rp
50.000
Februari Rp
80.000
Maret Rp
60.000
April Rp
50.000
Mei Rp
40.000
c. Jualan 60% tunai dan 40% diterima sebulan yang akan datang.

d. Harga pokok barang terjual ditaksir 70% dari penjualan.

e. Sediaan barang dagangan akhir ditaksir sebesar Rp 20.000 ditambah 80% dari harga pokok barang terjual
bulan mendatang.

f. Belian barang dagangan 50% tunai dan sisanya dibayar bulan mendatang.

g. Januari 2012 dibayar komisi (beban) bulan Desember 2011 sebesar Rp 4.250.

h. Beban asuransi tiap bulan Rp 200.

i. Penyusutan tiap bulan Rp 500.

Berdasarkan data tersebut, Anda diminta menyusun anggaran kas, anggaran laba rugi, dan anggaran neraca.

Jawab :

Anggaran kas

 Kas masuk dari jualan bulan Januari Rp 46.000, bulan Februari Rp 68.000, Maret Rp 68.000, April Rp 54.000,
dan Mei Rp 44.000.

Anggaran laba rugi

 Laba kotor bulan Januari Rp 15.000, bulan Februari Rp 24.000, Maret Rp 18.000, April Rp 30.000, dan Mei
Rp 12.000.

Tugas 19.5

Perusahaan Dagang Dodol mempunyai data tahun 2010 sebagai berikut.

a. Harga jual per kg dodol Rp 1.000.


b. Harga pokok per kg Rp 50.
c. Biaya usaha variabel per kg Rp 10.
a. d Biaya usaha tetap Rp 200.000.
Hitunglah tingkat titik impas dan berapa jualan yang harus dicapai agar perusahaan memperoleh laba Rp 100.000.
Buktikan dengan perhitungan.

Jawab :

Biaya variabel Rp 50+ Rp 10 = Rp 60.

Bila ingin laba sebesar Rp 100.000 setahun harus menjual sebanyak 7.500 kg atau Rp 750.000, sehingga margin
kontribusi setahun Rp 300.000.
Bila ingin mengetahui titik impas, maka setahun harus menjual 5.000 kg atau Rp 500.000.
BAB 20

TUGAS FORMATIF

1. Berikut yang bukan simpanan di bank adalah...

a. Simpanan giro c. Simpanan tabungan


b. Simpanan pensiun d. Simpanan deposito

2. Menurut fungsinya, di bawah ini yang bukan jenis kredit di bank adalah...

a. Kredit modal kerja c. Kredit konsumsi


b. Kredit perumahan d. Kredit investasi

3. Berikut yang bukan perusahaan jasa adalah...

a. Perhotelan c. Perawatan
b. Pegadaian d. Perikanan
4. Bank memberikan kredit sebesar Rp 10.000, jangka waktu kredit 5 tahun, bunga 12% setahun, tenggang waktu
2 tahun, selama tenggang waktu bunga dibayar. Angsuran tiap tahun termasuk bunga sebesar...

a. Rp 4.163 c. Rp 4.316
b. Rp 4.613 d. Rp 3.416
5. Bunga kredit setahun 16% , bunga simpanan setahun 12%, biaya tetap setahun Rp 50.000. Kredit yang
diberikan bank setahun agar impas adalah...

a Rp 1.250.000 c. Rp 1.350.000
b. Rp 1.300.000 d. Rp 1.200.000

TUGAS

Tugas 20.1

Pinjaman yang diberikan oleh bank sebesar Rp 10.000 dengan jangka waktu 10 tahun, bunga setahun 12%, dan
tenggang waktu 2 tahun. Bunga dibayar selama tenggang waktu.

Pembayaran kembali pinjaman pokok beserta bunganya dihitung secara anuitas mulai tahun kedua dengan jumlah
yang sama tiap tahun. Buatlah rencana angsuran kredit beserta bunganya.

Jawab :

Bunga per bulan = (P x I x t) / jb


P = pokok pinjaman
I = suku bunga per tahun
t = jumlah tahun jangka waktu kredit
jb = jumlah bulan dalam jangka waktu kredit

bungan perbulan= (Rp, 10.000 X 12% X 2)/24 = Rp:100

cicilan pokok = (pokok pinjaman : jumlah bulan) = Rp, 10.000 : 24 = Rp:417

maka angsuran kredit beserta bungan tiap bulan selama 2 tahun adalah= Rp:517 perbulan (pokok pinjaman : jumlah
bulan) + bunga Rp:100

karean bunganya tetap jadi perhitungannya jauh lebih mudah

Tugas 20.2

Bank Ummat beroperasi pada tahun 2019 dengan biaya tetap setahun Rp 20.000, bunga kredit 18% setahun dan
bunga simpanan 13% setahun. Berdasarkan data tersebut, Anda diminta untuk menghitung:

1. Jumlah kredit yang diberikan setahun agar bank tidak menderita rugi tetapi juga tidak memperoleh laba
(impas).

2. Jumlah kredit yang diberikan setahun agar bank memperoleh laba Rp 5.000.

3. Anggaran variabel laporan laba rugi dengan tingkat kapasitas pemberian kredit Rp 300.000, Rp 400.000, dan
Rp 500.000.

4. Buatlah gambar grafik titik impas dari data poin a dan c.

Jawab :

1. Bank Ummat dalam keadaan impas apabila selama setahun memberikan kredit berjumlah Rp 400.000.

2. Bank Ummat memperoleh laba Rp 5.000 setahun apabila memberikan kredit setahun Rp 500.000.

3. Apabila tingkat kredit yang diberikan setahun Rp 300.000, maka dapatan bunga kredit Rp 54.000 dan beban
bunga simpanan Rp 39.000. Apabila Bank Ummat memberikan kredit Rp 400.000, maka dapatan bunga kredit Rp
72.000 dan beban bunga simpanan Rp 52.000. Apabila Bank Ummat memberikan kredit Rp 500.000, maka
dapatan bunga kredit Rp 90.000 dan beban bunga simpanan Rp 65.000.

Anda mungkin juga menyukai