Anda di halaman 1dari 12

AKUISISI DENGAN KEPEMILIKAN SEBAGIAN

Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tidak pada nilai tercatat


kepemilikan sebagian, hal yang diperhatikan adalah keberadaan kepentingan nonpengendali.
Karena keberadaan kepentingan nonpengendali, PSAK 65 (Revisi 2014) mensyaratkan entitas
induk untuk menyajikan secara terpisah bagian dari kepentingan nonpengendali pada ekuitas
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepada
pengguna laporan keuangan seberapa besar dari aset bersih yang dimiliki entitas anak yang
tidak dikuasai oleh entitas induk. Dalam hal ini nilai yang didistribusikan kepada kepntingan
nonpengendali termasuk bagian laba rugi dan setiap komponen yang diakui sebagai bagian
penghasilan komprehensif lain.

Ilustrasi Konsolidasian dengan Kepemilikan Sebagian

Untuk ilustrasi pengonsolidasian laporan keuangan atas kepemilikan sebagian, kembali


kita menggunakan kasus PT Nusantara yang mengakuisisi PT Andalas. Merujuk pada gambar
4.2 dengan modifikasi informasi sebagai berikut yakni PT Nusantara membeli 75% saham PT
Andalas seharga Rp.1.200.000.000. pada saat dilakukan akuisisi, diketahui pula bahwa nilai
wajar dari kepentingan nonpengendali adalah Rp..300.000.000 sedangkan nilai wajar seluruh
aset dan liabilitas PT Andalas adalah Rp.1.400.000.000. Nilai buku dari seluruh ekuitas PT
Andalas adalah Rp.1.200.000.000, sehingga terdapat diferensial dari akuisisi ini sebesar
Rp.300.000.000 yang dialokasikan pada goodwiil sebesar Rp.100.000.000 dan aset
teridentifikasi lainnya sebesar Ro.200.000.000. Sebagai gambaran, transaksi akuisisi PT
Nusantara terhadap PT Andalas ditunjujjan berikut ini :’

Nilai Investasi Rp.1.200.000.000


Nilai Buku
Saham Biasa 800.000.000
Saldo Laba 400.000.000
Total Nilai Buku 1.200.000.000
Porsi Kepemilikan 75%
Nilai buku atas kepemilikan diakuisisi Rp.900.000.000
Perbedaan antara nilai investasi dan nilai buku Rp.300.000.000

PT Nusantara akan mencatat transaksi akuisisi PT Andalas ini sebagai berikut :


1 Januari 2015
(28) Investasi pada PT Andalas 1.200.000.000
Kas 1.200.000.000

Mencatat pembelian saham PT Andalas


Untuk pengonsolidasian laporan keuangan sesaat setelah akuisisi, jurnal eliminasi yang dibuat
adalah pengeleminasian ekuitas anak perusahaan.

(29e) Saham Biasa—PT Andalas 800.000.000


Saldo Laba 400.000.000
Diferensial 300.000.000
Investasi pada PT Andalas 1.200.000.000
Kepentingan Nonpengendali 300.000.000

Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal eliminasi lainnya adalah pengalokasian diferensial :

(30e) Persediaan 50.000.000


Tanah 210.000.000
Goodwill 100.000.000
Diferensial 300.000.000
Bangunan dan Peralatan 60.000.000
Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal pengalokasian diferensial ini mendistribusikan diferensial yang muncul dari


transaksi akuisisi. Persediaan mengalami kenaikan nilai wajar dari nilai tercatat sebesar
Rp.50.000.000 , tanah mengalami kenaikan nilai wajar sebsar Rp.210.000.000, sedangkan
bangunan dan peralatan mengalami penurunan nilai sebesar Rp.60.000.000. Selain itu, atas
transaksi kombinasi bisnis PT Nusantara dan PT Andalas, diakui munculnya goodwill senilai Rp.
100.000.000 dari selisih antara imbalan yang diserahkan PT Nusantara atas nilai wajar aset
bersih PT Andalas. Dapat terlihat pada jurnal (29e) menunjukkan sedikit perbedaan dengan
jurnal (19e) ketika kepemilikan dipenuhi seluruhnya. Pada kepemilikan sebagian ini, jurnal
penghapusan saldo awal investasi memunculkan suatu akun baru, yakni kepentingan
nonpengendali yang mencerminkan hak pemegangan saham nonpengendali atas aset yang
dimiliki entitas anak. Laporan posisi keuangan konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak
sesaat setelah transaksi akuisisi dapat dilihat pada Gambar 4.6
PT Nusantara dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 01 Januari 2015
Aset Liabilitas
Kas dan Setara Kas 700.000.000 Utang Usaha 1.300.000.000
Piutang Usaha 850.000.000 Utang Obligasi 2.000.000.000
Persediaan 800.000.000 Kepentingan Nonpengendali 300.000.000
Tanah 2.210.000.000 Ekuitas
Bangunan dan Peralatan 3.340.000.000 Saham Biasa 3.000.000.000
Akumulasi Penyusutan (600.000.000) 2.740.000.000 Saldo Laba 1.200.000.000
Merek Dagang 400.000.000

Goodwill 100.000.000
Total Aset 7.800.000.000 Total Liabilitas dan Ekuitas 7.800.000.000

Dapat dilihat dari hasil yang tertera pada total aset, jumlah aset konsolidasian tidak
mengalami perubahan dibandingkan jumlah aset konsolidasian ketika akuisisi dilakukan pada
nilai tercatat. Hal yang membedakan adalah komposisi aset yang sekarang dimiliki
konsolidasian sedikit berbeda dengan yang ditunjukkan pada gambar 3.3. laporan posisi
keuangan konsolidasian pada Gambar 4.6 menunjukkan bahwa PT Nusantara dan anak
perusahaan kali ini memiliki nilai persediaan dan tanah yanglebih tinggi, serta bangunan dan
peralatan yang lebih rendah sebagai dampak perubahan nilai wajar aset-aset tersebut. Selain
itu, muncul akun lain yakni goodwill untuk mencatat pengakuan kelebihan biaya investasi atas
nilai wajar aset bersih yang dikeluarkan perusahaan induk (PT Nusantara) saat mengakuisisi
anak perusahaan (PT Andalas). Selain itu, muncul pula suatu akun baru yakni kepentingan
nonpengendali yang menjadi cerminan besarnya hak nonpengendali atas aset yang dimiliki oleh
anak perusahaan.

Konsolidasian pada Periode Akuisisi

Melanjutkan ilustrasi akuisisi yang dilakukan oleh PT Nusantara terhadap PT Andalas.


Tabel 4.10 menyediakan informasi neraca saldo kedua perusahaan per 31 Desember 2015.
Dengan informasi yang sama, diketahui bahwa selama tahun berjalan PT Nusantara
mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.300.000.000 sedangkan PT Andalas
mengumumkan dan membagikan dividen sebesar Rp.50.000.000. PT Nusantara, sebagai
perusahaan yang memiliki PT Andalas akan mencatat transaksi terkait penerimaan dividen dari
anak perusahaan sebagai berikut :
31 Desember 2015

(31) Kas 37.500.000


Investasi Pada PT Andalas 37.500.000

Mencatat penerimaan dividen dari PT Andalas (Rp.50.000.000 x 75%)

Tabel 4.10
Neraca Saldo PT Nusantara dan PT Andalas per 31 Desember 2015
Akun PT Nusantara PT Andalas
Debit Kredit Debit Kredit
Kas dan Setara Kas 787.500.000 600.000.000
Piutang Usaha 800.000.000 375.000.000
Persediaan 650.000.000 400.000.000
Tanah 1.500.000.000 500.000.000
Bangunan dan Peralatan 3.000.000.000 400.000.000
Merek Dagang 400.000.000
Investasi pada PT Andalas 1.267.500.000
Akumulasi Penyusutan 750.000.000 125.000.000
Akumulasi Amortisasi 50.000.000
Utang Usaha 1.200.000.000 300.000.000
Utang Obligasi 1.500.000.000 500.000.000
Saham biasa 3.000.000.000 800.000.000
Saldo Laba 1.500.000.000 400.000.000
Penjualan 4.800.000.000 875.000.000
Penghasilan dari Anak Usaha 105.000.000
Beban Pokok Penjualan 3.000.000.000 550.000.000
Beban Operasi 900.000.000 100.000.000
Beban Penyusutan 250.000.000 25.000.000
Beban Amortisasi 50.000.000
Dividen 300.000.000 50.000.000
Total 12.905.000.000 12.905.000.000 3.000.000.000 3.000.000.000

Selama tahun berjalan, PT Andalas melaporkan perolehan laba bersih sebesar Rp.200.000.000
yang dapat dihitung dari menjumlahkan pendapatan lalu dikurangi seluruh beban yang
dilaporkan. Atas laba bersih yang dilaporkan ini, PT Nusantara sebagai pemilik, dapat mengkui
perolehan pendapatan sebesar porsi kepemilikan atas PT Andalas berdasarkan metode ekuitas
sebagai berikut :

31 Desember 2015

(32) Investasi pada PT Andalas 150.000.000.000


Bagian Laba atas PT Andalas 150.000.000

Mencatat pengakuan penghasilan dari PT Andalas (Rp.200.000.000 x 75%


Selain itu untuk mengakui penghapusan diferensial yang terjadi selama periode berjalan, maka
PT Nusantara akan mencatat jurnal sebagai berikut :

(33) Bagian Laba atas PT Andalas 50.000.000


Investasi pada PT Andalas 50.000.000.

Menyesuaikan diferensial terkait persediaan terjual (Rp.50.000.000 x 100%)

(34) Investasi pada PT Andalas 5.000.000


Bagian Laba atas PT Andalas 5.000.000

Menyesuaikan diferensial terkait bangunan dan peralatan (Rp.5.000.000 x 100%)

Jurnal (33) digunakan untuk menyesuaikan penghasilan dari PT Andalas karena


diferensial yang terkait dengan persediaan telah terjual sehingga aset tersebut tidak lagi
dimiliki oleh PT Andalas pada akhir tahun pelaporan. Oleh karena itu, bagian dari diferensial
harus dihapuskan dengan mengurangi saldo investasi dan penghasilan yang diterima dari PT
Andalas. Sementara itu, jurnal (34) digunakan untuk menyesuaikan diferensial terkait nilai
wajar bangunan dan peralatan yang lebih rendah dibandingkan nilai bukunya. Diferensial
sebesar Rp60,000.000 akan dialokasikan kepada sisa masa manfaat aset yakni 12 tahun, maka
setiap tahunnya diferensial akan diamortisasi sebesar Rp5.000.000 (Rp60.000.000:12). Hal ini
dilakukan untuk memenuhi prinsip matching cost yang mensyaratkan untuk mencocokkan
biaya terhadap penghasilan yang diakui,

Pada Tabel 4.11 ditunjukkan perhitungan pengalokasikan kepemilikan atas PT Andalas.


Dari tabel tersebut dapat terlihat bahwa kepemilikan PT Andalas sebagian (75%) dikuasai oleh
PT Nusantara sebagai perusahaan pengendali. Kepemilikan PT Nusantara atas PT Andalas
berwujud modal saham. Saldo laba serta diferensial yang dialokasikan terhadap tanah,
persediaan. bangunan dan peralatan, serta goodwill. Adapun mutasi per pos disajikan pada
setiap kolom pada Tabel 4.11.
Sama halnya dengan eliminasi pada Bab 3 untuk akuisisi pada nilai tercatat, baik transaksi
terkait pembagian dividen oleh entitas anak kepada entitas induk maupun transaksi terkait
pengakuan penghasilan dari entitas anak akan dieliminasi. Jurnal eliminasi yang dibuat
mengeliminasi segala pengakuan penghasilan investasi pada buku entitas induk serta
mengeliminasikan bagian dividen entitas induk yang diumumkan oleh anak perusahaan selama
periode berjalan adalah:

(35e) Bagian Laba Pada PT Andalas 105.000.000


Dividen diumumkan 37.500.000
Investasi pada PT Andalas 67.500.000

Mengeliminasi pengakuan penghasilan dari PT Andalas

Selain itu, oleh karena saat ini PT Andalas tidak dimiliki sepenuhnya oleh PT Andalas, maka
terdapat bagian atas pendapatan yang diakui maupun dividen yang dibagikan oleh PT Andalas
yang kemudian diakui oleh pemilik nonpengendali. Atas pengakuan yang dilakukan oleh
kepentingan nonpengendali tersebut, maka jurnal eliminasi yang perlu dibuat disajikan pada
jurnal (36e) sbb :

(36e) Bagian Laba Pada kepentingan Nonpengendali 50.000.000


Dividen diumumkan 12.500.000
Kepentingan Nonpengendali 37.500.000
Mengeleiminasi bagian kepentingan nonpengendali atas penghasilan dari PT Andalas

Jurnal eliminasi lain yang perlu dibuat adalah jurnal yang digunakan untuk menghapus
kepemilikan PT Nusantara (entitas induk) atas PT Andalas (entitas anak), serta ekuitas (aset
bersih) dari PT Andalas pada awal periode konsolidasi. Jurnal eliminasi ini juga diakui
munculnya diferensial untuk mengakui adanya perbedaan antara konsiderasi nilai wajar yang
dikeluarkan oleh PT Nusantara dengan nilai buku aset bersih dari PT Andalas pada saat
melakukan investast awal. Selain itu, bagian kepentingan nonpengendali mencerminkan hak
pemilik PT Andalas yang sahamnya tidak dikuasai oleh PT Nusantara.
(37e) Saham Biasa- PT Andalas 800.000.000
Saldo Laba 400.000.000
Diferensial 300.000.000
Investasi pada PT Andalas 1.200.000.000
Kepentingan Nonpengendali 300.000.000

Mengeliminasi saldo awal investasi

Jurnal eliminasi berikutnya adalali jurnal eliminasi untuk pengalokasian diferensial yang
sebelumnya diakui pada jurnal climinasi (37e). Terlihat bahwa pada jurnal eliminasi ini tidak
memiliki perbedaan dengan jurnal yang kita temukan pada jurnal eliminasi (16e). Hal ini
mengindikasikan bahwa pada saat nilar wajar kepentingan nonpengendali tidak berbeda
dengan nilai buku dari porsi kepentingan ponpengendali pada entitas anak, maka seluruh
diferensial yang dialan oleh perusahaan induk akan sama diperlakukan dengan saat
kepemilikan dimiliki sepenulinya. Diketahui bahwa munculnya diferensial disebabkan oleh
kenaikan nilai wajar tanah (Rp210.000.000), kenaikan nilai wajar persediaan (Rp50.000.000),
penurunan nilai wajar bangunan dan peralatan (Rp60.000.000), serta sisanya teridentifikan
sebagai goodwill (Rp100.000.000), sehingga jurnal eliminasi yang dibuat untuk mengalokasikan
diferensial kargoda aset-aset terdentifikasi yang diperoleh maupun goodwill adalah sebagai
berikut;

(38e) Beban Pokok Penjualan 50.000.000


Tanah 210.000.000
Goodwill 100.000.000
Bangunan dan Peralatan 60.000.000
Diferensial 300.000.000

Mengalokasikan diferensial terhadap aset teridentifikasi

Khusus untuk persediaan atau aset-aset teridentifikasi lainnya yang diperkirakan akan
terealisasi dalam satu periode akuntansi, maka saat dilakukan pengalokasian diferensial di
akhir tahun, aset aset tersebut diperkirakan tidak lagi dimiliki perusahaan pada akhir tahun
atau terealisasi menjadi biaya yang akan dilaporkan pada laporan laba rugi konsolidasian.
Pencatatan beban pokok penjualan yang dilakukan oleh PT Andalas adalah tepat untuk laporan
keuangan tersendirinya, tetapi dari sudut pandang konsolidasian beban pokok penjualan adalah
lebih tinggi sebesar Rp50.000.000 dan akan menjadi tambahan beban pokok penjualan yang
harus diperhitungkan dalam menghitung beban pokok penjualan konsolidasi.

Selain itu, untuk aset-aset yang mengalami penyusutan, dicatat pula penyusutan tambahan
(pengurangan) yang disebabkan pengalokasian diferensial terhadap aset yang mengalami
penyusutan tersebut hingga aset tersebut tersusutkan sepenuhnya. Dalam kasus ini, karena
terjadi penurunan nilai wajar dari bangunan dan peralatan sebesar Rp60.000.000, penurunan
nilai wajar tersebut akan dialokasikan selama masa manfaat tersisa dari bangunan dan
peralatan yakni 12 tahun. Maka terdapat pengurangan nilai penyusutan sebesar
Rp60.000.000:12= Rp 5.000.000. Jurnal elimitasi yang diperlukan adalah:
(39e) Akumulasi Penyusutan-Bangunan dan Peralatan 5.000.000

Beban Penyusutan 5.000.000

Pengakuan beban penyusutan aset teridentifikasi yang terpenyusutan

Selanjutnya Tabel 4.11 menyajikan kertas kerja konsolidasian untuk PT Nusantara dan entitas
anak. Pada Tabel tersebut dapat terligat proses penyusunan laporan keuangan konsolidasian
menggunakan bantuan kertas kerja konsolidasian dengan prosedur yang telah dijelaskan
sebelumnya .
Berdasarkan kertas kerja konsolidasian pada Tabel 4.12 dapat kita lihat bahwa laba bersih
konsolidasian PT Nusantara dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir 31 Desember
2015 adalah Rp705.000.000, sedangkan saldo laba konsolidasian per tanggal 31 Desember
2015 adalah Rp1.905.000.000. Adapun perhitungan laba bersih konsolidastan untuk PT
Nusantara dan anak perusahaan adalah sebagai berikut:
Laba bersih PT Nusantara 705.000.000
Dikurangi: Penghasilan dr PT Andalas (105.000.000)
Ditambah: Porsi milik PT Nusantara atas laba (rugi) PT Andalas 150.000.000
Ditambah : Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan 5.000.000
Dikurangi : Penghapusan diferensial terkait persediaan (50.000.000)
Laba rugi konsolidasian 705.000.000

Berdasarkan perhitungan diatas, dapat terlihat bahwa ketika anak perusahaan dimiliki
sepenuhnya oleh perusahaan induk serta tidak ada penyesuaian komponen-komponen tertentu,
laba rugi konsolidasian adalah sama dengan laba rugi yang dilaporkan oleh perusahaan induk.

Sedangkan perhitungan saldo laba konsolidasian PT Nusantara dan entitas anak per 31
Desember 2015 adalah:

Saldo laba PT Nusantara per 1 Januari 2015 1.500.000.000


Laba bersih PT Nusantara 705.000.000
Dikurangi : Bagian laba atas PT Andalas (105.000.000)
Ditambah : Porsi milik PT Nusantara atas laba (rugi) PT Andalas 150.000.000
Ditambah : Amortisasi diferensial terkait bangunan dan peralatan 5.000.000
Dikurangi : Penghapusan diferensial terkait persediaan (50.000.000)
Dikurangi : Dividen diumumkan oleh PT Nusantara (300.000.000)
Laba rugi konsolidasian 1.905.000.000

Pada Gambar 4.7 tampak Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian milik PT Nusantara dan
Entitas Anak.

Gambar 4.7
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian PT Nusantara dan Entitas Anak
PT Nusantara dan Anak Perusahaan
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Per 01 Januari 2015
Aset Liabilitas
Kas dan Setara Kas 1.387.000.000 Utang Usaha 1.500.000.000
Piutang Usaha 1.175.000.000 Utang Obligasi 2.000.000.000
Persediaan 1.050.000.000 Kepentingan Nonpengendali 337.500.000
Tanah 2.210.000.000
Bangunan dan Peralatan 3.340.000.000 Ekuitas
Akumulasi Penyusutan (870.000.000) 2.740.000.000 Saham Biasa 3.000.000.000
Merek Dagang 400.000.000 Saldo Laba 1.905.000.000
Akumulasi Amortisasi (50.000.000) 350.000.000
Goodwill 100.000.000
Total Aset 8.742.500.000 Total Liabilitas dan Ekuitas 8.742.500.000
ISU LAIN SEPUTAR KONSOLIDASIAN

Biaya transaksi yang terkait proses pengakuisisian suatu perusahaan sangat besar
kemungkinannya untuk dikeluarkan oleh pihak pengakuisisi. Biaya transaksi terkait akuisisi
dapat berupa biaya penilaian dan jasa profesional lainnya, biaya administrasi umum, serta biaya
pendaftaran maupun penerbitan efek jika pengakuisisian menggunakan instrumen utang atau
ekuitas. Menurut PSAK 22. seluruh biaya transaksi terkait akuisisi harus dibebankan pada
periode ketika biaya tersebut terjadi atau jasa diterima kecuali untuk biaya menerbitkan efek
baik berupa utang atau ekuitas yang perlakuannya mengikuti PSAK 55 (Revisi 2014) Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Sebagai contoh, PT Nusantara mengakuisisi seluruh kepemilikan pada PT Andalas senilai


Rp1.500.000.000. Atas transaksi pengakuisisian tersebut, PT Nusantara mengeluarkan pula
beberapa biaya yakni biaya jasa penilaian aset sebesar Rp70.000.000: biaya hukum dan
akuntansi sebesar Rp80.000.000; serta biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek sebesar
Rp50.000.000. PT Nusantara menerbitkan saham sebanyak 1.000.000 lembar saham, dengan
nilai par Rp1.000, maka PT Nusantara akan mencatat transaksi pengakuisisian ini sebagai
berikut:
(40) Investasi pada PT Andalas 1.550.000.000
Beban Pengakuisisian 150.000.000
Kas 200.000.000
Modal Saham 1.000.000.000
Premium Saham 500.000.000

Pengakuisisian PT Andalas dan pengakuan biaya terkait akuisisi PT Andalas

PT Nusantara akan mencatat nilai investasi sebesar Rp1.550.000.000 yakni imbalan yang
dikeluarkan ditambah dengan biaya penerbitan dan pencatatan emisi efek yang menurut PSAK
55 perlu dikapitalisasi. Sedangkan biaya-biaya lainnya langsung dibebankan pada tahun itu dan
muncul pada laporan laba rugi komprehensif.
LATIHAN

PERTANYAAN

1. Apakah yang dimaksud dengan diferensial? Bagaimana standar akuntansi mensyaratkan


perlakuan terhadap diferensial yang muncul dari suatu aktivitas kombinasi bisnis?
2. Apakah yang dimaksud dengan aset yang diperoleh? Bagaimanakah ketentuan standar
akuntansi terhadap pengakuan aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
dalam transaksi kombinasi bisnis?
3. Apakah yang dimaksud dengan goodwill? Mengapa dapat muncul goodwill dalam suatu
transaksi kombinasi bisnis?
4. Bagaimana entitas memperlakukan goodwill pada periode setelah terjadinya kombinasi
bisnis ?
5. Apakah yang dimaksud dengan "pembelian dengan diskon"? Bagaimana standar
akuntansi mengatur perlakuan transaksi kombinasi oleh suatu entitas yang dilakukan
dengan diskon?
6. Pada 31 Desember 2014, PT Betoambari melaporkan saham biasa sebesar
Rp600.000.000; tambahan modal disetor Rp1.000.000.000, dan saldo Laba
Rp400.000.000. Tanggal 2 Januari 2015. PT Kalimarau mengakuisisi 75% kepemilikan
pada PT Betoambari dengan menerbitkan saham sebanyak 1.000.000 lembar saham
(nilai par Rp1.000) dengan nilai pasar per 2 Januari 2015 adalah Rp2000/lembar
saham.
Diminta:
Tentukan berapakah diferensial yang mencel dan proses pengakutabian inil Serta
siapkan jurnal pengakuisistan PT Betoambari oleh PT Kalimarau !

7. Pada 31 Desember 2011. PT El Tari melaporkan saham biasa sebesar Rp400.000.000


tambahan madal disetor Rp600.000.000, dan sido laba Rp200.000.000. Pada 1 Januari
2015, PT Adi Sumarmoo membeli saham beredar milik PT El Tari sehingga menjadi
perusahaan pengendali. Sesaat setelah kombinasi bisnis dilakukan PT Adi Sumarmo
membeli 80% saham beredar IT E Tri senilai Rp.1.100.000 serta diketahui pula nilai
wajar dari aset bersih PT El Tari Rp1 200.000.00
Diminta :
Siapkan jurnal eliminasi yang dibutuhkan untuk menyiapkan laporan posisi keuangan
konsolidasian !

Ilfi Rahmi Putri M.Si

Anda mungkin juga menyukai