Anda di halaman 1dari 8

Adm pem desa

Bagaimanakah jika aparatur desa yaitu kepala desa dan perangkat desa diisi oleh PNS agar professional
dalam memberikan pelayanan publik?.   dan Bagaimakanah apabila Pemerintahan Desa dijadikan level
pemerintahan terendah menjadi tingkat 3 !!

Biarpun diisi oleh PNS yang bersangkutan harus tetap patuh kepada aturan yang ada. Lagipula untuk
pengangkatan perangkat desa sudah diatur dalam pasal 50 tentang UU desa. Walaupun kepala desa
dan perangkat desa diisi oleh PNS tidak ada jaminan untuk profesionalisme nya dalam jabatan yang akan
diisinya dan pastinya aakan memberatkan keuangan negara. Menurut saya biar saja warga desa yang
tetap mengisi jabatan aparatur desa. Dan tugas pemerintah selain membantu ikut juga untuk
mengawasi proses berjalanannya tugas tugas aparatur desa tersebut agar tetap patu pada peraturan
yang ada.

Pembahasan tentang Desa tidak dapat dilepaskan dari proses reformasi yang bergulir sejak 1998.
Sebagai evaluasi terhadap Pemerintahan Orde Baru yang sentralistik, pemerintahan di awal era
reformasi melahirkan kebijakan yang mendorong terciptanya desentralisasi secara hakiki, dalam arti
daerah diberikan otonomi lebih luas untuk menjalankan urusannya sendiri, alih-alih hanya sebagai
perpanjangan tangan pemerintah pusat. Hal ini dilakukan melalui terbitnya Undang-Undang No. 22
Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang menggantikan UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-
Pokok Pemerintahan di Daerah. Selain mengatur tentang desentralisasi pemerintahan daerah, UU No.
22/1999 ini juga memberikan porsi cukup banyak terhadap tatakelola pemerintahan Desa, yaitu Desa
diberi keleluasaan untuk mengatur pemerintahannya sendiri dan mengembangkan proses
demokratisasi.

Namun demikian, UU No. 22/1999 belum mengatur secara jelas posisi Desa dalam relasinya dengan
pemerintah di atasnya, yakni pemerintah kabupaten/kota. Undang-Undang ini hanya mengatur tentang
kewenangan Desa yang mencakup: a) kewenangan yang sudah ada berdasarkan hak asal-usul desa; b)
kewenangan yang oleh peraturan perundang-perundangan yang berlaku belum dilaksanakan oleh
pemerintah daerah dan pemerintah pusat; dan c) tugas pembantuan dari pemerintah pusat, pemerintah
provinsi, dan/atau pemerintah kabupaten/kota.

Selanjutnya lahir UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menggantikan UU No. 22/1999
yang memosisikan pemerintah Desa sebagai bagian dari pemerintah kabupaten/kota, sehingga
kedudukan desa dalam UU No. 32/2004 berimplikasi pada kewenangan yang dimiliki Desa. Desa hanya
menjalankan kewenangan dari pemerintahan di atasnya, bukan melaksanakan kewenangan yang
berdasar pada kebutuhan Desa.

Lalu, bagaimana posisi Desa dalam konstelasi desentralisasi menurut UU No. 6 Tahun 2014 tentang
Desa? Apakah pemerintah Desa tidak lagi menjadi bagian dari subsistem pemerintahan kabupaten/kota,
sehingga memiliki kewenangan yang luas daripada sekadar perpanjangan tangan pemerintah
kabupaten/kota? Untuk mencari jawaban terhadap pertanyaan itu, maka pada pembahasan ini, akan
ditelusuri bagian-bagian dari UU Desa yang mengatur kedudukan (dan jenis) Desa, kewenangan Desa,
tujuan pengaturan tentang Desa dan asas-asas pengaturan tentang Desa.

Kedudukan Desa dalam rumusan Pasal 5 UU No. 6/2014 merupakan bagian dari kompromi atas
perdebatan mengenai Pasal 18 ayat (7) dan Pasal 18 B ayat (2) UUD 1945. UU No. 6/2014 telah
menempatkan desa berkedudukan dalam wilayah kabupaten/kota. Kompromi tentang landasan
konstitusional kedudukan desa memunculkan aturan tentang asas rekognisi dan subsidiaritas. Rekognisi
melahirkan pengakuan terhadap keanekaragaman kultural, sedangkan subsidiaritas terkait dengan relasi
hubungan antara negara dengan desa setelah didudukkan, dimana negara tidak lagi mengontrol desa
secara penuh tapi harus memosisikan desa itu sanggup mengelola dirinya sendiri.

AP

Jelaskan pandangan Anda mengenai laporan yang objektif itu laporan seperti apa? Silakan kemukakan
pendapat Anda dengan jelas dan lengkap!

Laporan merupakan suatu bentuk penyajian dari suatu fakta mengenai suatu keadaan ataupun suatu
kegiatan. Laporan Objektif maksudnya adalah laporan yang disampaikan menurut objek yang
dilaporkan. Dengan demikian, unsur objektifitas adalah primer, diutamakan. Pelapor harus membatasi
diri pada fakta-fakta objektif yang ditemukannya dan tidak diperkenankan memberikan penilaian-
penilaian subjektif yang dapat mendistorsi laporan. Laporan jenis ini mengutamakan paparan diskriptif
dan dijaga betul agar bebas nilai. Ciri-ciri laporan yang baik pertama ialah bersifat objektif dalam hal
menyampaikan fakta. Pernyataan yang dibuat dalam laporan tersebut haruslah berdasarkan pada
kenyataan. Kesimpulan serta rekomendasi yang diajukan juga disertai dengan bukti yang spesifik dan
detail juga terhindari dari sangkaan dan pendapat pribadi. Jika ternyata fakta menunjukkan A maka yang
harus dilaporkan A tanpa ada tendensi apapun.

MSDM

Salah satu sistem yang sekarang digunakan, khususnya untuk pengawai negeri sipil, adalah penetapan
gaji berdasarkan golongan. Golongan ini didasarkan pada tingkat pendidikan pada saat seorang PNS
diterima, misalnya golongan II/a jika ia lulusan SLTA, atau golongan III/a untuk lulusan S1. Dengan
demikian, otomatis seorang lulusan SLTA dan seorang lulusan S1 akan menerima gaji yang berbeda
(walaupun mungkin pekerjaan mereka sama) karena golongan mereka berbeda.

Nah......sekarang, bagaimana Anda menyikapi masalah seperti ini?. Apa kelemahan dan keunggulan
sistem gaji di atas. Jika ada kelemahannya, menurut Anda bagaimana kira-kira mengatasinya? Diskusikan
dengan teman2 Anda.

Saya mecoba memposisikan diri sendiri sebagai PNS dengan pendidikan SLTA. Saya akan terima system
penggajian yang sedang berlaku. Bagi saya, menerima gajih yang berbeda dengan pendidikan S1
merupakan pacuan untuk saya agar saya dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi lagi.
Tapi, menurut saya ada baiknya jika system penggajiannya lebih mengarah pada kewenangan dan
jabatan. Agar tidak menimbulkan sebuah terkaan terkaan negative.

 Keunggulan system gaji pns menurut saya sederhana dan cukup satu peraturan.

 Kekurangan system gaji pns menurut saya dirasa tidak adil karena  faktor kewenangan,
kesibukan dan lain-lain tidak menjadikan pertimbangan.
PIE

Sebuah perusahaan monopoli memproduksi barang X memiliki struktur biaya produksi yang ditunjukkan
oleh persamaan; TC = 250 + 200Q – 10Q2 + Q3. Persamaan kurva permintaan pasar terhadap produk
(barang X) yang dihasilkan oleh perusahaan monopoli tersebut adalah P = 500 – 10Q. Berdasarkan
informasi tersebut, tentukan:

a. Persamaan kurva permintaan individu perusahaan monopoli tersebut.

b. Harga dan jumlah barang X yang harus dipilih perusahaan monopoli agar tercapai kondisi
keseimbangan perusahaan monopoli (perusahaan tersebut diperoleh laba maksimum/rugi
minimum).

c. Laba maksimum/rugi minimum perusahaan monopoli tersebut

A. Persamaan kurva permintaan individu perusahaan monopoli sama dengan persamaan kurva permintaan
pasar, yaitu: P = 500 – 10Q. Karena di pasar monopoli hanya ada satu perusahaan yang beroperasi.

B. Harga dan jumlah barang pada kondisi keseimbangan perusahaan monopoli tercapai pada saat MR =
MC.
MR = ∂TR/∂Q
TR = P x Q = (500 – 10Q)Q = 500Q – 10Q2
MR = ∂TR/∂Q = 500 – 20Q
TC = 250 + 200Q – 10Q2 + Q3
MC = ∂TC/∂Q = 200 – 20Q + 3Q2
500 – 20Q = 200 – 20Q + 3Q2
3Q2 = 300
Q2 = 100
Q = ± 10

Jumlah barang yang dapat dipilih dari penyelesaian secara sistematis adalah Q = - 10 dan Q = 10. Jumlah
barang yang tidak mungkin bernilai negative, maka jumlah barang keseimbangan perusahaan monopoli
adalah 10 unit.
Harga keseimbangan perusahaan monopoli dapat ditentukan dengan memasukkan jumlah barang (Q) ke
dalam persamaan permintaan perusahaan monopoli, yaitu:
P = 500 – 10Q
= 500 – 10(10)
= 400

C. Menentukan keuntungan maksimum/kerugian minimum.


π = TR – TC
TR = P x Q
= 400 (10)
= 4.000
TC = 250 + 200Q – 10 Q2 + Q3
= 250 + 200(10) – 10(10)2 + (10)3
= 2.250
π = 4.000 – 2.250
= 1.750

Besarnya π adalah positif. Ini berarti perusahaan monopoli memperoleh keuntungan maksimum pada
produksi barang X sebanyak 10 unit dan harga barang X sebesar 400.

Koperasi

1. Mengapa harus ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin menjadi anggota koperasi?

Agar mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam kelangsungan jalanya koperasi, sehingga
perkembangan koperasi semakin membaik. Dan juga harus memenuhi syarat – syarat dasar
yang sudah ditentukan. Anggota harus terdiri dari warga negara Indonesia yang:

 Mampu untuk melakukan tindakan hukum,

 Menerima landasan idiil sebagai asas dan sendi dasar koperasi,

 Sanggup dan bersedia melakukan kewajiban dan hak sebagai anggota sebagaimana tercantum
dalam Undang-undang No. 25 tahun 1992, Anggaran Dasar, dan Anggaran Rumah Tangga serta
peraturan koperasi lainnya.

2. Beberapa waktu yang lalu, ada anggapan pengawas koperasi memiliki peran/kewenangan yang
terlalu luas. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Dan

Pengawas koperasi adalah perangkat organisasi yang dipilih dari anggota dan diberi mandat
untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. Tugas
pengawas adalah melakukan pemeriksaan terhadap tata kehidupan koperasi, termasuk
organisasi, usaha-usaha dan pelaksanaan kebijakan pengurus, serta membuat laporan tertulis
tentang pemeriksaan.

Pilar yang menjadi tiang penopang kehidupan koperasi yakni pendidikan, swadaya, solidaritas
dan inovasi. Karena itu, pengurus – pengawas harus memiliki integritas tinggi dalam memanage
koperasi secara transparansi, akuntabel, efesiensi dan efektif. Pengurus, setidaknya harus
memiliki kompetensi organisasi, kompetensi bisnis, kompetensi, memanage keuangan,
kompetensi kejujuran dan kemampuan membagi waktu untuk kepentingan keberlangsungan
aktifitas lembaga koperasi.

3. Bagaimana seharusnya pembagian tugas antara ketiga perangkat organisasi tersebut?

1 ) Rapat anggota
Rapat anggota merupakan perangkat yang penting dalam koperasi. Rapat anggota ialah rapat
yang dihadiri oleh seluruh atau sebagian besar anggota koperasi.
Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Melalui rapat
anggota, seorang anggota koperasi akan menggunakan hak suaranya.

Kewenangan rapat anggota


Rapat anggota berwenang untuk menetapkan hal-hal berikut ini.

a) Anggaran dasar (AD).

b) Kebijaksanaan umum di bidang organisasi.

c) Pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian pengurus dan pengawas.

d) Rencana kerja, rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan
laporan keuangan.

e) Pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugas.

f) Pembagian sisa hasil usaha (SHU).

g) Penggabungan, peleburan, pembagian, dan pembubaran koperasi.

3 Perangkat Organisasi Koperasi


Perangkat organisasi koperasi
2 ) Pengurus
Pengurus dipilih oleh rapat anggota dari kalangan anggota. Pengurus adalah pemegang kuasa
rapat anggota. Masa jabatan paling lama lima tahun.

Tugas pengurus koperasi


Berikut ini tugas pengurus koperasi.

a) Mengelola koperasi dan bidang usaha.

b) Mengajukan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.

c) Menyelenggarakan rapat anggota.

d) Mengajukan laporan pelaksanaan tugas dan laporan keuangan koperasi.

e) Memelihara buku daftar anggota, pengurus, dan pengawas.

Pengurus bertanggung jawab kepada rapat anggota atau rapat anggota luar biasa dalam
mengelola usaha koperasi.
Jika koperasi mengalami kerugian karena tindakan pengurus baik disengaja maupun karena
kelalaiannya, pengurus harus mempertanggungjawabkan kerugian ini.

Apalagi jika tindakan yang merugikan koperasi itu karena kesengajaan, pengurus dapat dituntut
di pengadilan.

Kewenangan pengurus koperasi


Adapun wewenang pengurus koperasi terdiri atas hal-hal berikut ini.

a) Mewakili koperasi di dalam dan di luar pengadilan.

b) Memutuskan penerimaan atau penolakan seseorang sebagai anggota koperasi berdasarkan


anggaran dasar koperasi.

c) Melakukan tindakan untuk kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai dengan tanggung
jawabnya sebagai pengurus.

Baca selengkapnya: Peran Koperasi dalam Perekonomian Nasional

3 ) Pengawas
Pengawas koperasi adalah salah satu perangkat organisasi koperasi, dan menjadi suatu
lembaga/badan struktural koperasi.

Pengawas mengemban amanat anggota untuk melaksanakan pengawasan terhadap


pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi.

Koperasi dalam melakukan usahanya diarahkan pada bidangbidang yang berkaitan dengan
kepentingan anggota untuk mencapai kesejahteraan anggota.

Lapangan usaha itu menyangkut segala bidang kehidupan ekonomi rakyat dan kepentingan
orang banyak, antara lain bidang perkreditan (simpan pinjam), pertokoan, usaha produksi, dan
usaha jasa.

Tugas pengawas koperasi


Sesuai dengan namanya sebagai pengawas koperasi, maka tugas-tugas koperasi seperti berikut
ini.

a) Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan koperasi oleh pengurus.

b) Membuat laporan tertulis mengenai hasil pengawasan yang telah dilakukannya.

Supaya para pengawas koperasi dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, mereka harus diberi
wewenang yang cukup untuk mengemban tanggung jawab tersebut.
Kewenangan pengawas koperasi
Pengawas koperasi mempunyai wewenang berikut ini.

a) Meneliti catatan atau pembukuan koperasi.

b) Memperoleh segala keterangan yang diperlukan.


https://www.berpendidikan.com/2015/11/3-perangkat-organisasi-koperasi.html

SEI

Dengan menggunakan kerangka teori pada modul 5 SEI, coba Saudara jelaskan apa yang sebaiknya
dilakukan pemerintah terhadap 2 BUMN yang sangat kita kenal jika dilihat dari efisiensi dan
eksternalitas perusahaan, yaitu:

- PT Telkom/Telekomunikasi Indonesia (Persero)

- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

jelaskan apa yang sebaiknya dilakukan pemerintah terhadap 2 BUMN yang sangat kita kenal jika dilihat
dari efisiensi dan eksternalitas perusahaan PT Telkom/Telekomunikasi Indonesia (Persero)

1. Regulasi

Mengatasi suatu eksternalitas dengan melarang atau mewajibkan perilaku tertentu dari pihak-pihak
tertentu yang disebut regulasi atau pendekatan komando dan kontrol untuk melenyapkan eksternalitas.
Seperti pemerintah dapat menindak pihak-pihak tertentu yang mencemari lingkungan dengan limbah
produksinya.  

2. Pajak Pigovian Dan Subsidi

Pajak Pigovian adalah pajak yang khusus diterapkan untuk mengoreksi dampak dari suatu eksternalitas
negatif. Disebut pajak pigou karena ditemukan oleh ekonom yang bernama Arthur Pigou (1877-1959).

3. Kebijakan rencana tata ruang wilayah/kota

Penyusunan kebijakan rencana tata ruang wilayah/kota merupakan bentuk intervensi pemerintah guna
meminimalkan eksternalitas negatif akibat pemanfaatan ruang perkotaan secara berlebihan.
Pemerintah berasumsi bahwa apabila kebijakan tata ruang dipatuhi, maka dapat meminimalkan
eksternalitas negatif seperti banjir, kemacetan, dll. Dengan demikian rencana tata ruang seharusnya
dianggap sebagai public goods yang dibutuhkan oleh semua warga dalam rangka meminimalisir
eksternalitas negatif akibat transaksi pemanfaatan ruang wilayah/perkotaan oleh berbagai pihak.
Sebagai public goods, kebijakan penataan ruang wilayah/kota seharusnya memiliki sifat non-excludable
dan non-rivalry dalam arti semua warga seharusnya dapat secara bebas mengakses rencana tata ruang
tersebut. 

4. Subsidi

Ketika manfaat sosial melebihi manfaat pribadi maka subsidi harus diberikan kepada konsumen atau
produsen. Subsidi mengarah pada penurunan dalam harga komoditi. Pemerintah dapat mensubsidi
produsen untuk mengurangi dampak eksternalitas. Keuntungan produsen didapat dari subsidi
pemerintah dan keuntungan masyarakat dalam hal pengurangan kerusakan dari dampak eksternalitas
yang ditimbulkan perusahaan. Kelemahan dari subsidi adalah perusahaan-perusahaan condong untuk
melakukan eksternalitas karena dengan melakukan eksternalitas mereka akan mendapat subsidi dari
pemerintah. 

https://windarahmawati22.wordpress.com/ekonomi-publik/eksternalitas/kebijakan-pemerintah/

Anda mungkin juga menyukai