Anda di halaman 1dari 2

Transaksi Repo dengan Bank Indonesia diatur khusus oleh BI dalam Surat Edaran Bank

Indonesia No.10/2/DPM tentang transaksi Repurchase Agreement dengan Bank Indonesia di


Pasar Sekunder. Dalam surat edaran tersebut disebutkan ketentuan umum transaksi repo
dengan BI yaitu sebagai berikut :
a. Transaksi Repo dengan Bl diperuntukkan bagi bank umum yang melakukan kegiatan
usaha secara konvensional.
b. Surat berharga yang dapat direpokan adalah surat berharga yang diterbitkan oleh BI,
pemerintah dan/atau lembaga lainnya, yang ditatausahakan dalam Bank Indonesia-
Scripless Securities Settlement System. Yang termasuk dalam surat berharga ini adalah
SBI dan SUN.
c. Transaksi surat berharga secara Repo adalah transaksi penjualan bersyarat surat
berharga oleh bank kepada Bl dengan kewajiban pembelian kembali sesuai dengan
harga dan jangka waktu yang disepakati.
d. Bank Indonesia menerapkan hair cut sebagai taktor pengurang harga Surat Berharga.
Hair cut adalah marjin yang ditetapkan Bl sebagai taktor pengurang harga surat
berharga.
Sumber : BMP EKSI4205 Edisi 3 Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank

Dari berbagai program yang dikembangkan, bantuan dari Bank Dunia terutama ditujukan
kepada 6 tema strategis utama, yaitu:

1. Negara-negara termiskin
Bank Dunia Group telah menyusun rekam pendanaan untuk membantu negara-negara
termiskin melalui International Development Association (IDA). Bantuan ini utamanya
ditujukan untuk melawan kelaparan dan malnutrisi, terutama melalui produktivitas
pertanian yang lebih baik. Bank Dunia juga mendorong integrasi regional dan membantu
membangun infrastruktur yaitu energi, air, transportasi, dan teknologi informasi dan
komunikasi. Untuk memperoleh hasil yang lebih cepat, IDA melakukan program
gabungan dengan International Finance Cooperation (IFC), agensi Bank Dunia Group
untuk pembangunan sektor swasta, dan juga dengan organisasi-organisasi nirlaba.
2. Negara pasca konflik dan negara rentan
Membantu pencegahan konflik dan mendukung rekonstruksi merupakan bagian dari
misi Bank Dunia dalam mengurangi kemiskinan. Dahulu, tujuan pendirian Bank Dunia
adalah untuk membantu rekonstruksi pasca Perang Dunia II.
3. Negara dengan pendapatan menengah
Bank Dunia Group berusaha memenuhi kebutuhan khusus negara berpendapatan
menengah dengan memberikan bantuan yang disesuaikan seperti produk keuangan
yang kompetitif serta jasa pembelajaran dan ilmu pengetahuan. Negara-negara ini
secara meningkat juga menjadi partner penting bagi Bank Dunia dalam menangani
permasalahan global dan lintas energi, seperti permasalahan energi bersih, integrasi
perdagangan, perlindungan lingkungan, stabilitas keuangan internasional, dan melawan
penyakit menular.
4. Barang-barang publik (public goods) yang digunakan secara global. Contoh barang
publik adalah lingkungan, kesehatan umum, perdagangan internasional, dan
infrastruktur keuangan.
5. Dunia Arab
Bank Dunia Group bekerja sama dengan Liga Negara-negara Arab telah mendirikan
Arab World Initiative (AWI), yaitu kerja sama untuk mendukung kolaborasi yang efektif
dalam hal integrasi ekonomi dan sharing ilmu pengetahuan di antara negara-negara di
wilayah Arab. Kerja sama tersebut terdiri dari 3 pilar, yaitu: pembangunan manusia dan
peningkatan kualitas pendidikan, proyek infrastruktur, pengembangan usaha mikro kecil,
dan menengah.
6. Ilmu pengetahuan dan pembelajaran
Negara miskin dan sedang berkembang membutuhkan keahlian Bank Dunia selain
membutuhkan bantuan keuangan. Sebagai klien Bank Dunia, negara-negara ini secara
meningkat mengharapkan solusi yang terintegrasi untuk menangani kebutuhan khusus
mereka. Agar bisa lebih kompetitif secara ekonomi, negara-negara ini membutuhkan
data sebagai benchmark kemajuan mereka. Juga kebutuhan akan informasi analisis
mendalam mengenai tantangan secara lokal dan pengalaman yang dikumpulkan dalam
mencapai pembangunan berkelanjutan Bank Dunia menyediakan pinjaman berbunga
rendah, kredit tanpa bunga, dan hibah bagi negara-negara berkembang. Bantuan
tersebut ditujukan untuk mendukung investasi dalam bidang edukasi, kesehatan,
administrasi publik, infrastruktur, pembangunan sektor privat dan keuangan, pertanian,
dan manajemen sumber daya alam dan lingkungan. Beberapa proyek Bank Dunia juga
turut dibiayai oleh pemerintah, institusi multilateral lainnya, bank komersial, agen kredit
ekspor, dan investor di sektor privat. Bank Dunia juga menyediakan atau memfasilitasi
pembiayaan melalui kerja sama trust fund dengan donor bilateral maupun multilateral.

Sumber : BMP EKSI4205 Edisi 3 Modul 9 Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank

Anda mungkin juga menyukai