Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

DASAR-DASAR BIMBIMBINGAN DAN KONSELING


KONSEP DASAR BIMBINGAN DAN KONSELING

DOSEN PEMBINA:
Triave Nuzila Zahri, M.Pd.

OLEH :
1. ADE MAHARANI : 21006001
2. MASDALIVA HARAHAP : 21006016

JURUSAN BIMBINGAN DAN KONSELING


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2021
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadirat Allah Yang Maha Esa atas ridho
dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas Makalah ini dengan penuh
keyakinan serta usaha maksimal. Semoga dengan terselesaikannya tugas ini dapat memberi
pelajaran positif bagi kita semua.
Selanjutnya penulis juga ucapkan terima kasih kepada dosen
mata kuliah Psikologi Anak dan Remaja yang telah memberikan tugas Makalah ini kepada kami
sehingga dapat memicu motifasi kami untuk senantiasa belajar lebih giat dan menggali ilmu
lebih dalam khususnya mengenai “Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling” sehingga dengan
ini kami dapat menemukan hal-hal baru yang belum kami ketahui sebelumnya.
Terima kasih juga kami sampaikan atas petunjuk yang di berikan
sehingga penulis dapat menyelasaikan tugas Makalah ini dengan usaha semaksimal mungkin.
Terima kasih pula atas dukungan para pihak yang turut membantu terselesaikannya makalah ini.
Terakhir kali sebagai seorang manusia biasa yang mencoba berusaha sekuat tenaga dalam
penyelesaian Makalah ini, tetapi tetap saja tak luput dari sifat manusiawi yang penuh khilaf dan
salah, oleh karena itu segenap saran penulis harapkan dari semua pihak guna perbaikan tugas-
tugas serupa di masa yang akan datang.

Padang, 23 Agustus 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………...……..i

Daftar isi…………………………………………………………………...………...ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………………...……….….1
B. Rumusan Masalah………………………………………...……….…1

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling..……………………………...2


B. Latar Belakang Bimbingan dan Konseling…………………….........2
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling……...……………………………4

BAB III KESIMPULAN……………………………………………………….…...5

Daftar Pustaka………………………………………………………………….….…6
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Di dunia pendidikan masa ini, masih banyak hal-hal penting yang perlu kita
ketahui. Tidak hanya mengenai bagaimana sistem pembelajaran dan cara mengajarnya.
Tapi juga organisasi yang ada didalamnya. Disetiap sekolah selalu ada guru dan mata
pelajaran yang akan di ajarkan untuk siswanya. Guru di sekolah juga wajib mengetahui
tingkah laku siswa. Tidak hanya guru, di sekolah juga telah ada mata pelajaran yang
mengelola dan mengatur tingkah laku siswa di sekolah. Bimbingan dan konseling
menangani masalah-masalah yang dialami oleh siswa baik di sekolah maupun yang
terjadi diluar sekolah. Guru yang menangani bimbingan dan konseling harus memahami
setiap siswa yang mempunyai masalah dan bisa menyelesaikan masalah nya tersebut.
Namun, sebelum membantu siswa menangani masalahnya dengan pelayanan
bimbingan dan konseling, tentu kita selaku calon guru/konselor harus mengetahui
terlebih dahulu apa itu bimbingan dan konseling sesungguhnya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian bimbingan dan konseling?
2. Apa latar belakang dari bimbingan dan konseling?
3. Apa tujuan dari bimbingan dan konseling?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Bimbingan dan Konseling


Bimbingan konseling merupakan proses bantuan untuk peserta didik baik
individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan
pribadi, sosial, belajar, karier, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung
atas dasar norma-norma yang berlaku.

B. Latar Belakang Bimbingan dan Konseling

Perkembangan layanan di Indonesia dimulai dengan kegiatan di sekolah dan


usaha-usaha pemerintah. Secara terbuka bimbingan dan konseling di Indonesia telah
mulai dibicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. Hal ini ditandai dengan adanya
perubahan sistem pendidikan di SMA yaitu perubahan nama menjadi SMA Gaya Baru,
dan berubahnya waktu penjurusan yang awalnya di kelas I menjadi dikelas II. Program
jurusan ini merupakan respon akan kebutuhan untuk menyalurkan para siswa ke jurusan
yang tepat bagi dirinya secara perorangan. Dalam pengembangan pendidikan, melalui
lokakarya-lokakarya telah berhasil menyusun dua naskah penting dalam sejarah
perkembangan layanan bimbingan di Indonesia, yaitu :

1. Pola dasar rencana dan pengembangan Program Bimbingan dan Penyuluhan


melalui proyek-proyek perintis sekolah pembangunan
2. Pedoman operasional poelayanan bimbingan pada proyek –proyek perintis
sekolah pembangunan.

Secara formal bimbingan dan konseling di Indonesia di programkan di sekolah


sejak diberlakukannya kurikulum 1975. Sebagai penyempurnaan pada kurikulum 1984
telah dimasukan bimbingan karier. Dan dimantapkan pada berlakunya UU No 2/1989
tentang sistem pendidikan Nasional. Dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa:
”Pendidikan adalah usaha sadar diri untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.”
Posisi bimbingan termakhtub dalam UU No 2 di atas PP No 28 Bab X pasal 25/1990 dan
PP Np 29 Bab X Pasal 27/1990 “Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada
siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan
masa depan”. Kemudian perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia semakin
mantap dengan terjadinya perubahan nama organisasi Ikatan Petugas Bimbingan
Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) pada
tahun 2001. Pemunculan nama ini dilandasi terutama oleh pemikiran bahwa bimbingan
dan konseling harus tampil sebagai profesi yang mendapat pengakuan dan kepercayaan
publik. Menurut Prayitno (2003) bahwa periodesasi perkembangan bimbingan dan
penyuluhan di Indonesia melalui lima periode yaitu : periode pra wawancara, pengenalan,
pemasyarakatan, konsolidasi dan tinggal landas.

a. Latar Belakang Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Seiring perkembangan zaman, problematika peserta didik di sekolah semakin


beragam. Jalan pikiran mereka menjadi terbagi dengan masalah diluar sekolah dan di
dalam sekolah. Suatu tindak layanan sekolah pada peserta didik dengan bimbingan
konseling yang mengarahkan para para peserta didik untuk mengetahui bakat dan
potensi dalam diri mereka.

Bimbingan konseling biasanya berbicara mengenai aspek psikologis, ini akan


sangat penting jika ada banyak gangguan psikis pada peserta didik yang biasanya
tertekan masalah dan tidak mampu menangkap pelajaran dengan baik. Bimbingan
konseling juga sangat penting posisinya untuk membimbing siswa untuk memotivasi
diri bahwa mereka adalah suatu pribadi yang unik dan mampu bersaing.

Perlunya bimbingan konseling dapat berfungsi sebagai pemantau masalah-


masalah siswa yang berkaitan tentang masalah kelainan tingkah laku dan adaptasi.
Sulitnya salah satu siswa untuk bergaul dan cenderung mengasingkan diri dari teman-
temannya memiliki akar permasalahan yang biasanya beruntun.

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan


sistem pendidikan khususnya di sekolah; guru merupakan salah satu pendukung unsur
pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab sebagai pendukung
pelaksana layanan bimbingan pendidikan di sekolah, dituntut untuk memiliki
wawasan yang memadai terhadap konsep-konsep dasar bimbingan dan konseling di
sekolah.

Peserta didik tidak hanya memerlukan materi-materi pelajaran sekolah, materi


bimbingan konseling pun perlu, karena pada dasarnya setiap kehidupan pasti ada
masalah. Memang sebagian orang bisa mengatasi masalahnya sendiri, tetapi tidak
sedikit juga orang yang memerlukan bantuan orang lain untuk menyelesaikan
masalah-masalah tersebut. Jadi apabila peserta didik tetap dibiarkan memiliki
masalah tanpa dibantu, bagaimana mungkin peserta didik bisa berkonsentrasi untuk
memahami atau berfikir mengenai pelajarannya. Kalau ia masih punya beban fikiran
yang lain. Maka dari itu bimbingan dan konseling disekolah sangatlah diperlukan.
C. Tujuan Bimbingan dan Konseling
Secara umum, tujuan bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu
mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi
yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang
yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai
dengan tuntutan positif lingkungannya. Sedangkan tujuan khusus bimbingan dan
konseling merupakan penjabaran tujuan umum tersebut yang dikaitkan secara langsung
dengan permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan, sesuai dengan
kompleksitas permasalahannya itu.
Secara khusus tujuan bimbingan dan konseling di sekolah ialah agar peserta didik,
dapat :
1) mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
2) mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
3) mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi
lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
4) mengatasi kesulitan dalam mengidentifikasi dan memecahkan
masalahnya;
5) mengatasi kesulitan dalam menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya
dalam bidang pendidikan dan pekerjaan;
6) memperoleh bantuan secara tepat dari pihakpihak di luar sekolah untuk
mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah
tersebut.
BAB III

KESIMPULAN

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dalam keseluruhan sistem
pendidikan khususnya di sekolah. Dimana bimbingan dan konseling ini berfungsi untuk
membantu siswa untuk memecahkan masalah yang dialaminya baik didalam maupun diluar
sekolah. Selain itu bimbingan konseling juga bertujuan untuk membantu individu
mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang
dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada
(seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan
positif lingkungannya. Hal ini akan membantu siswa dalam penentuan pendidikan serta karier
nya dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Ramlah, Jurnal Al-Mau’izhah Volume 1 Nomor 1 September 2018, Pentingnya Layanan


Bimbingan Konseling Bagi Peserta Didik, hal. 71

http://repository.uin-suska.ac.id/4788/2/BAB%20I.pdf

http://duniakonselingandpsikologi.blogspot.com/2017/02/latar-belakang-bimbingan-dan-
konseling.html

Anda mungkin juga menyukai