Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

MANAJEMEN PERBEKALAN
Analisis Artiikel tentang Transportasi dan Operasional Logistik

Dosen Pengampu :
Sigit Permansah,S.Pd.,M.Pd.

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3

Ananda Ayu Rohmawati (K7519002)


Dias Murtika Putri (K7519017)
Dita Saopsanggi Pratiwi (K7519019)
Elisa Estarini (K7519020)
Evi Afifah Susanto (K7519023)
Farida Nurlailatul Mahdiyah (K7519027)
Farikha Damayanti (K7519028)
Fatia Adibah Putri (K7519029)
Gita Wulan Mayhesya (K7519031)
Hidyah Ila Agustina (K7519037)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2021
DAFTAR ISI

BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................1
1.1. Latar Belakang..........................................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah.....................................................................................................2
1.3. Tujuan Penelitian......................................................................................................2
1.4. Manfaat Penelitian....................................................................................................3
BAB II.......................................................................................................................................4
PEMBAHASAN.......................................................................................................................4
2.1. Transportasi Logistik................................................................................................4
2.2. Operasional Logistik.................................................................................................8
BAB III....................................................................................................................................12
PENUTUP...............................................................................................................................12
3.1 KESIMPULAN........................................................................................................12
3.2 SARAN.....................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................14

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Transportasi dan logistik memiliki peran yang sangat vital dalam proses distribusi
barang di pasar internasional. Perdagangan internasional seperti ekspor dan impor telah
menjanjikan peluang serta tantangan bagi perusahaan di Indonesia. Di satu sisi, hal ini
dapat memberikan peluang bagi perusahaan untuk memperluas pangsa pasar. Sedangkan
disisi lain, kondisi tersebut memunculkan persaingan yang ketat baik perusahaan
domestik maupun perusahaan internasional. Secara tidak langsung persaingan ini akan
menuju pada mekanisme pasar yang dapat memposisikan perusahaan untuk selalu
mengembangkan dan merebut pangsa pasar (market share) (Sinaga, 2015).
Kualitas produk merupakan variabel potensial dalam memenangkan persaingan.
Konsumen akan tertarik dan membeli, jika barang dan jasa yang ditawarkan oleh
perusahaan mempunyai kualitas tinggi dan karakter yang unik yang dimiliki perusahaan.
Perusahaan dengan kualitas paling baik,akan tumbuh dengan pesat, dalam jangka panjang
perusahaan tersebut akan lebih berhasil dari pada pesaingnya (Kurniasih, 2014). Ketika
suatu perusahaan telah memutuskan cara untuk memasuki ke pasar tertentu, maka
perusahaan harus menentukan cara masuk yang terbaik. Berbagai strategi pemasaran akan
dibuat semenarik mungkin agar konsumen tertarik terhadap jasa yang ditawarkan.
Besarnya market share suatu produk perusahaan tidak terlepas dari strategi bauran
pemasaran yang digunakan.Ketika market share telah mencapai tingkat tertentu, maka
langkah kebijakan terbaik suatu perusahaan ada dua, yaitu mempertahankan market share
(pangsa pasar) yang sudah ada atau menaikan kembali besarnya target pangsa pasar
dengan mencari strategi baru. Perusahaan akan mempertahankan market share jika
mengalami kelebihan kapasitas, persaingan ketat, atau keinginan konsumen berubah
(Kotler and Keller, 2009: 76).
Sistem Logistik Nasional memiliki peran strategis dalam menyelaraskan kemajuan
antar sektor ekonomi dan antar wilayah demi terwujudnya sistem pertumbuhan ekonomi
yang inklusif. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 (tujuh belas ribu)
pulau yang terbentang sepanjang 1/8 (satu per delapan) garis khatulistiwa dengan
kekayaan alam yang menghasilkan komoditas strategis maupun komoditas ekspor,
semestinya mampu menjadikan Indonesia pemasok dunia dengan kekayaan sumber daya

1
alam yang dimiliki dan hasil industri olahannya, sekaligus menjadi pasar yang besar
dalam rantai pasok global karena jumlah penduduknya yang besar. Sehingga dibutuhkan
Sistem Logistik Nasional yang terintegrasi untuk mendukung terwujudnya peranan
tersebut, sebagaimana tercantum dalam Perpres no 26, tahun 2012.
Namun saat ini kinerja Sistem Logistik Nasional masih belum optimal. Belum
optimalnya kinerja sistem logistik nasional juga disebabkan oleh belum memadainya
kualitas pelayanan yang ditandai dengan masih rendahnya tingkat penyediaan
infrastruktur (baik kuantitas maupun kualitas), masih adanya pungutan tidak resmi
menyebabkan biaya yang tinggi, masih tingginya waktu pelayanan ekspor-impor,
hambatan operasional pelayanan, masih terbatasnya kapasitas dan jaringan pelayanan
penyedia jasa logistik nasional, masih terjadinya kelangkaan stok dan fluktuasi harga
kebutuhan bahan pokok masyarakat, dan bahkan masih tingginya disparitas harga pada
daerah perbatasan, terpencil, dan terluar (Perpres 26, 2012).
Keadaan ini didukung dengan mahalnya biaya Logistik di Indonesia. Biaya yang
mahal ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya biaya transportasi darat dan laut, tetapi
juga disebabkan oleh faktor-faktor lain yang terkait dengan regulasi, SDM, proses dan
manajemen logistik yang belum efisien, dan kurangnya profesionalisme pelaku dan
penyedia jasa logistik nasional.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diapaparkan, dapat diperoleh rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Apa definisi dari Transportasi dalam Logistik?
2. Apa sajakah fungsi dari Transportasi dalam Logistik?
3. Siapa sajakah pihak-pihak yang terlibat dalam Transportasi Logistik?
4. Apa sajakah jenis Moda Transportasi Logistik?
5. Apa definisi dari Operasional Logistik?
6. Seperti apa perencanaan Operasional Logistik?

1.3. Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai dari penelitiaan ini sebagai berikut.
1. Mengetahui definisi dari Transportasi dalam Logistik
2. Mengetahui fungsi dari Transportasi dalam Logistik

2
3. Mengetahui pihak-pihak yang terlibat dalam Transportasi Logistik
4. Mengetahui jenis-jenis dari Moda Transportasi Logistik
5. Mengetahui definisi dari Operasional Logistik
6. Mengetahui perencanaan Operasional Logistik

1.4. Manfaat Penelitian


Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, maka manfaat penelitian ini sebagai berikut.
1. Sebagai sarana referensi bagi seluruh pihak.
2. Sebagai bentuk sumber dan sebagai bahan masukan kepada para penulis lain.
3. Sebagai alat untuk membangun pengetahuan dan memfasilitasi pembelajaran.
4. Untuk memahami berbagai masalah dan meningkatkan kesadaran publik.
5. Sebagai tambahan informasi terkait penelitian.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Transportasi Logistik

A. Pengertian Transportasi
Kata transportasi berasal dari kata latin, yaitu transportare, trans berarti seberang atau
sebelah lain dan portare berarti mengangkut atau membawa. Jadi, transportasi adalah
mengangkut atau membawa sesuatu ke sebelah lain atau dari satu tempat ke tempat lain.
Transportasi juga diartikan sebagai usaha pemindahan orang atau barang dari lokasi asal
(origin) ke lokasi tujuan (destination) untuk keperluan tertentu dan menggunakan alat
tertentu..
Transportasi berperan penting dalam pergerakan logistik. Dengan tersedianya
transportasi akan memungkinkan tersedianya barang-barang bagi masyarakat yang
didatangkan dari daerah lain dengan biaya yang lebih murah. Transportasi yang murah dan
mudah akan menurunkan harga barang sehingga ongkos produksi atau biaya pengadaan
barang yang bersangkutan juga akan murah. Dalam melaksanakan ekspor, para eksportir
tidak mengerjakan sendiri seluruh tugas yang menjadi kewajibannya. Sebagian tugas itu
lazim diserahkan pada badan usaha lain. Satu di antaranya adalah usaha jasa transportasi atau
freight forwarder, yang bertujuan mewakili tugas pengirim barang
(Consignor/Shiper/Exporter) atau mewakili tugas penerima barang
(Consignee/Receiver/Importer) yang diperlukan untuk terlaksananya pengirim barang ekspor
maupun impor, baik melalui darat, laut maupun udara. Dalam perusahaan freight forwarding
terdapat bagian atau divisi logistik, terutama logistik transportasi, yang bertugas sebagai
armada dalam pengangkutan barang, baik berupa barang ekspor maupun barang impor.
Perusahaan freight forwarding biasanya memiliki sendiri armada angkutannya, namun tidak
menutup kemungkinan bila perusahaan tersebut menyewa atau menyerahkan semua urusan
transportasi kepada pihak ketiga (out sourcing).
Manajer transportasi pada suatu perusahaan bertanggung jawab terhadap pergerakan
sediaan barang dari perusahaan ke pelanggannya. Pengelolaan kegiatan transportasi yang
efektif dan efisien akan memastikan pengiriman barang dari perusahaan ke pelanggan dengan
tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat penerima.

4
B. Fungsi Transportasi dalam Logistik
Transportasi merupakan aktivitas yang paling mudah dilihat sebagai kegiatan utama
logistik. Pelanggan akan dengan mudah melihat pergerakan barang dari suatu lokasi ke lokasi
lain, baik menggunakan truk, kereta api, kapal laut, maupun pesawat udara.
Dalam konteks manajemen rantai pasok, fungsi penting transportasi memberikan
solusi layanan logistik, yaitu pergerakan produk (product movement) dan penyimpanan
barang / produk (product storage).
a. Pergerakan produk (product movement)
Fungsi transportasi dalam pergerakan produk yaitu transportasi memainkan peran
melakukan pergerakan barang-barang, baik barang-barang dalam bentuk bahan baku,
komponen, barang dalam proses, maupun barang-barang jadi. Nilai ekonomis transportasi
dalam menjalankan peran ini adalah melakukan pergerakan sediaan barang dari lokasi
asal ke lokasi tujuan tertentu dalam sistem manajemen rantai pasokan perusahaan.
Kinerja transportasi akan menentukan kinerja pengadaan (procurement), produksi
(manufacturing), dan customer relationship management. Tanpa kinerja transportasi yang
andal, dapat dipastikan bahwa hampir semua aktivitas-aktivitas utama rantai pasok
tersebut tidak akan berjalan secara efektif dan efisien.
b. Penyimpanan barang / produk (product storage).
Transportasi berperan dalam penyimpanan produk, terutama penyimpanan sementara
dari lokasi asal pengiriman ke lokasi tujuan. Fungsi penyimpanan sementara ini lebih
ekonomis dilakukan dalam kegiatan transportasi, terutama untuk pemenuhan sediaan
barang-barang yang terjadwal dengan waktu pengiriman dalam beberap hari.
Biaya-biaya yang mungkin terjadi seperti biaya muat barang (loading), pergudangan,
bongkar barang (unloading) dari penyimpanan sementara produk mungkin lebih besar
bila dibandingkan dengan biaya penggunaan kendaraan yang difungsikan untuk
penyimpanan sementara.

C. Pihak-pihak dalam transportasi


Manajemen transportasi melibatkan pihak-pihak yang secara langsung menentukan
kinerja transportasi. Setidaknya ada enam pihak dalam manajemen trasportasi (Bowersox,
2013), yaitu: (1) pengirim (shipper), seringkali disebut sebagai consignor; (2) Penerima
(receiver), dikenal sebagai consignee; (3) Perusahaan penyedia jasa transportasi
(carrier dan agent); (4) Pemerintah (government); (5) Teknologi informasi dan komunikasi
(ICT); dan Masyarakat (public).

5
a. Pengirim (shipper) dan Penerima (receiver)

Pengirim dan penerima adalah pihak-pihak yang memerlukan pergerakan produk antara
dua lokasi dalam rantai pasok. Umumnya pengirim berkepentingan terhadap penyelesaian
transaksi penjualan atau pembelian produk. Keberhasilan transaksi tersebut membutuhkan
pergerakan barang-barang dari lokasi asal ke lokasi tujuan dengan biaya transportasi yang
paling rendah. Bagi pengirim dan penerima, isu-isu penting yang harus disolusikan adalah
waktu pengambilan dan pengantaran barang, waktu singgah, kehilangan dan kerusakan
barang, penagihan, dan keakuratan informasi.

b. Perusahaan penyedia jasa transportasi (carrier dan agent)

Carrier merupakan pihak yang menyelenggarakan transportasi barang. Sebagai


perusahaan penyedia jasa transportasi, carrier akan membebankan tarif angkutan semaksimal
mungkin dan meminimalkan biaya tenaga kerja, fuel, dan biaya operasional kendaraan.
Untuk mencapai tujuan ini, carrier melakukan koordinasi waktu pengambilan dan
pengantaran barang untuk beberapa pengirim dengan cara konsolidasi agar dapat mencapai
operasional yang efisien. Broker dan freight forwarder merupakan agen transport yang
memfasiltiasi carrier dengan kebutuhan pengirim.

Carrier membuat keputusan investasi yang terkait dengan kebutuhan bisnis dan


operasional transportasi, seperti truck, pesawat udara, kapal, lokomotif, dan lain-lain, dan
menyelenggarakan bisnis transportasi dengan biaya operasional yang efisien untuk
memaksimalkan tingkat pengembalian atas aset yang telah diinvestasikan.

c. Pemerintah (government)

Pemerintah berperan dalam transportasi melalui penyediaan infrastruktur yang


dibutuhkan, seperti pembangunan jalan raya, pelabuhan, bandar udara, jaringan kereta api,
kebijakan regulasi transportasi, dan pelayanan pemerintah untuk menyelenggarakan
transportasi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan
peningkatan kinerja logistik nasional.

Hampir semua infrastruktur transportasi dimiliki dan dikelola sebagai barang atau layanan
publik.  Untuk itu, kebijakan transportasi diarahkan untuk menciptakan lingkungan usaha
yang fair dan kompetitif, mencegah monopoli, keseimbangan lingkungan dan hemat energi.

6
d. Teknologi informasi dan komunikasi (ICT)

ICT diperlukan untuk menyediakan informasi yang akurat dan real-time antara pelanggan
dan pemasok atau antara pengirim dan penerima. Perkembangan ICT transportasi mencakup
aplikasi Transportation Management System (TMS) dan Fleet Management System (FMS)
yang berbasis web atau cloud.

e. Masyarakat (public)

Pihak terakhir dalam sistem transportasi adalah publik.  Publik berkepentingan terhadap
kebutuhan transportasi yang dapat dijangkau dengan mudah, biaya yang murah, aman,
selamat, dan memperhatikan keberlanjutan lingkungan.  Secara tidak langsung, publik
menciptakan permintaan jasa transportasi dengan cara pembelian produk-produk.

D. Moda Transportasi Logistik

Moda transportasi adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut
yang digunakan untuk berpindah tempat dari tempat satu ke tempat lain. Maka, moda
transportasi dalam logistik adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut
yang digunakan untuk berpindah tempatnya suatu barang logistik dari tempat satu ke tempat
lain. Atau biasa juga disebut dengan Armada yang dapat digunakan untuk mengakut barang.

Berbagai moda transportasi dapat digunakan, mulai dari transportasi darat (in-land
transportation) yang menggunakan transportasi jalan raya (rail road) dan kereta api
(railway), transportasi laut (sea freight), transportasi udara (air freight), dan penggunaan pipa
(pipeline).
a. Moda transportasi jalan raya
Moda transportasi jalan raya adalah moda transportasi yang menggunakan fasilitas jalan
raya atau bisa juga menggunakan jalan tol. Moda transportasi jenis ini mempunyai
kendala jika keadaan dalam kondisi macet. Jika jalan raya padat akan kendaraan maka
sudah pasti kiriman akan tiba dengan waktu yang tidak tepat atau terlambat, atau bisa saja
tepat waktu, akan tetapi perjalanan harus di mulai beberapa jam sebelum waktu
keberangkatan yang telah ditentukan sehingga akan banyak waktu yang terbuang secara
sia-sia.
Kendaraan yang digunakan dalam moda transportasi ini adalah kendaraan seperti truk,
truk box, truk container, dan motor.

7
b. Moda kereta api
Moda jenis ini tepat untuk transportasi barang-barang yang memerlukan kapasitas besar,
berat, densitas tinggi, dan jarak jauh. Kelemahan moda kereta api terletak pada kekakuan
dalam pengaturan lokasi asal dan tujuan, waktu muat dan bongkar barang, dan waktu
singgah.

c. Moda transportasi laut


Moda transportasi laut adalah moda transportasi yang menggunakan jalur laut. Barang
logistik yang dikirim lewat jalur laut adalah barang logistik yang berjumlah banyak.
Biasanya para pengirim barang menggunakan container untuk menyimpan barangnya
diatas kapal. Pengiriman lewat jalur laut rawan sekali akan resiko pembajakan, sehingga
butuh keamanan yang lebih untuk moda transportasi ini. Barang yang dikirim lewat laut
adalah barang-barang yang akan dikirim keluar pulau atau keluar negeri dengan jumlah
barang yang banyak dan tidak mungkin diangkut lewat udara. Kendaraan yang digunakan
dalam moda transportasi ini adalah kapal laut pengankut container dan kapal tanker.

d. Moda transportasi udara


Moda transportasi udara adalah moda transportasi lewat jalur udara atau lewat jalur
penerbangan. Moda transportasi ini sangat baik digunakan jika perusahaan akan
mengirim barang yang penting yang harus sampai dengan cepat. Moda transportasi lewat
udara memang cepat dalam peroses pengirimannya namun harga yang dikenakan pun
lumayan mahal. Sudah pasti dalam moda ini yang digunakan adalah pesawat terbang. Ada
barang yang dikirim dengan disimpan bagasi pesawat penumpang, dan ada juga barang
yang dikirim dengan pesawat khusus kargo.

e. Moda transportasi pipeline


Moda transportasi pipeline Moda transportasi pipeline adalah moda transportasi yang
menggunakan pipa untuk proses perpindahan barangnya. Biasanya barang yang dikirim
lewat mode transportasi pipeline adalah barang dalam bentuk cair atau barang dalam
bentuk gas. Moda transportasi pengiriman barang jenis ini biasanya digunakan oleh
pertamina.

2.2. Operasional Logistik

8
A. Pengertian Operasional Logistik
Operasional logistik adalah bagian dari proses supply chain management atau
manajemen rantai suplai yang memiliki fungsi penting dalam perencanaan, pelaksanaan,
dan pengendalian efektifitas dan efisiensi penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan
informasi, hingga ke titik konsumsi untuk memenuhi keperluan konsumen.

B. Perencanaan Operasional Logistik


Operasional Logistik merupakan urutan proses dan aliran yang terjadi di dalam dan di
antara berbagai tahap dan bergabung untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan suatu
produk. Ada dua cara untuk melihat proses yang dilakukan dalam operasional logistik
(Meindl, Supply Chain Management Strategy, Planning, and Operation Sixth edition,
2016).
1) Cycle view merupakan proses-proses dalam operasional logistik dibagi menjadi
serangkaian siklus, masing-masing dilakukan pada antarmuka antara dua tahap
berurutan dari rantai pasokan. Semua proses rantai pasokan dapat dipecah menjadi
empat siklus proses berikut.

Setiap rantai pasokan akan memiliki keempat siklus yang jelas terpisah.
Misalnya, rantai pasokan grosir di mana pengecer menyimpan inventory barang jadi
dan menempatkan pesanan pengisian ulang dengan distributor cenderung memiliki
keempat siklus terpisah. Sebaliknya, Dell memintas pengecer dan distributor ketika
menjual server secara langsung kepada pelanggan.

9
Setiap siklus terdiri dari enam subproses, seperti yang ditunjukkan gambar di
bawah ini.

Setiap siklus dimulai dengan pemasok memasarkan produk ke pelanggan.


Seorang pembeli kemudian melakukan pemesanan yang diterima oleh pemasok

2) Push/pull view merupakan proses dalam operasional logistik dibagi menjadi dua
kategori, tergantung pada apakah mereka dijalankan sebagai respon terhadap pesanan
pelanggan atau untuk mengantisipasi pesanan pelanggan. Pull sistem dimulai oleh
pesanan pelanggan, sedangkan push sistem dimulai dan dilakukan untuk
mengantisipasi pesanan pelanggan.
Semua proses dalam rantai pasokan masuk ke dalam salah satu dari dua
kategori, tergantung pada waktu pelaksanaannya relatif terhadap permintaan
pelanggan akhir. Dengan pull sistem, eksekusi dimulai sebagai respons terhadap
pesanan pelanggan. Dengan push sistem, eksekusi dimulai untuk mengantisipasi
pesanan pelanggan berdasarkan perkiraan. Pull sistem juga dapat disebut sebagai
proses reaktif karena mereka bereaksi terhadap permintaan pelanggan. Push sistem
juga dapat disebut sebagai proses spekulatif karena mereka menanggapi permintaan
berspekulasi (atau diperkirakan), bukan aktual. Batas push / pull dalam rantai pasokan
memisahkan proses push dari proses pull. Push sistem beroperasi dalam
ketidakpastian lingkungan karena permintaan pelanggan belum diketahui. Pull sistem
beroperasi di lingkungan di mana permintaan pelanggan. Namun, mereka sering
terkendala oleh inventory dan keputusan kapasitas yang dibuat pada fase push.
Tujuan dari siklus pengisian adalah untuk memastikan ketersediaan produk
ketika pesanan pelanggan tiba. Semua proses dalam siklus pengisian dilakukan untuk

10
mengantisipasi permintaan dan dengan demikian mendorong proses. Hal yang sama
berlaku untuk proses dalam siklus manufaktur dan pengadaan.
Sistem kontrol operasi berkaitan dengan proses mengidentifikasi apakah
rencana operasi telah dipatuhi - penyimpangan apa yang telah terjadi dan mengapa -
sehingga tindakan perbaikan dapat dilakukan dengan cepat.

Gambar di atas menguraikan proses ini dengan merangkum langkah-langkah


kunci yang terlibat dalam persiapan dan penggunaan sistem kontrol operasi. Dalam
mengukur penyimpangan sebagaimana dimaksud dalam Gambar di atas penting untuk
menyadari tiga penyebab utama penyimpangan. Ini adalah:
1) Perubahan tingkat kegiatan (yaitu lebih sedikit pekerjaan tersedia untuk kapasitas
tetap - tenaga kerja atau peralatan);
2) Perubahan dalam efisiensi atau kinerja (yaitu sumber daya, tenaga kerja atau
peralatan belum melakukan seperti yang diharapkan);
3) Perubahan harga (yaitu harga suatu barang, katakanlah bahan bakar, telah
meningkat - sehingga biaya akan meningkat).
Perubahan tingkat aktivitas, tentu saja, dapat diperhitungkan dengan
menggunakan anggaran fleksibel. Indeks dan rasio kunci yang dikembangkan perlu
untuk memungkinkan pemantauan dan kontrol yang tepat untuk dilakukan (pekerjaan
aktual terhadap pekerjaan yang direncanakan, biaya per kasus, kasus per jam, ton per
perjalanan). Mereka harus mewakili operasi distribusi, dan mereka harus mampu
mengidentifikasi dengan jelas mengapa penyimpangan telah terjadi serta apakah
penyimpangan telah terjadi.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Transportasi adalah mengangkut atau membawa sesuatu ke sebelah lain atau dari satu
tempat ke tempat lain. Transportasi juga diartikan sebagai usaha pemindahan orang atau
barang dari lokasi asal (origin) ke lokasi tujuan (destination) untuk keperluan tertentu dan
menggunakan alat tertentu. Transportasi berperan penting dalam pergerakan logistic dengan
tersedianya transportasi akan memungkinkan tersedianya barang-barang bagi masyarakat
yang didatangkan dari berbagai daerah. Aktivitas yang paling mudah dilihat sebagai kegiatan
utama logistik ini memiliki fungsi penting transportasi memberikan solusi layanan logistik,
yaitu pergerakan produk (product movement) dan penyimpanan barang / produk (product
storage). Dalam kegiatan transportasi juga didukung dengan adanya pihak-pihak yang ikut
andil dalam transportasi. Transportasi juga memiliki jenis moda transportasi logistik yang
digunakan untuk menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah tempatnya suatu
barang logistik dari tempat satu ke tempat lain. Dalam masyarakat lebih dikenal dengan
armada yang dapat digunakan untuk mengakut barang.

Selain transportasi logistik terdapat operasional logistik, yang merupakan bagian dari
proses supply chain management atau manajemen rantai suplai yang memiliki fungsi penting
dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian efektifitas dan efisiensi penyimpanan dan
aliran barang, pelayanan dan informasi, hingga ke titik konsumsi untuk memenuhi keperluan
konsumen. Operasional logistik memiliki dua cara untuk melihat proses yang dilakukan
(Meindl, Supply Chain Management Strategy, Planning, and Operation Sixth edition, 2016)
yaitu proses cycle view dan push/pull view. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan
bahwa transportasi dan operasional logistik memiliki peran penting dalam proses distribusi
barang di pasar.

3.2 SARAN

Transportasi dan opersional logistik memiliki peran besar dalam distribusi barang
karena hal itu perusahaan harus memperhatikan proses distribusi barang. Selain itu juga perlu
diperhatikannya proses supply chain management karena memiliki fungsi penting dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian efektifitas dan efisiensi penyimpanan dan aliran

12
barang, pelayanan dan informasi, hingga ke titik konsumsi untuk memenuhi keperluan
konsumen.

13
DAFTAR PUSTAKA

Dwiatmoko, H. (2018). Peran perkeretaapian dalam menunjang sistem logistik nasional.


Jurnal Transportasi, 18(2), 87–96.

Firdaus, M., Haroen, Z. A., & Saidah, D. (2017). THE STUDY OF EFFICIENCY AND
DISCIPLINE ON SHIPMENT FROM WAREHOUSE TO TANJUNG PRIOK
PORTThe Study of Efficiency and Discipline on Shipment From Warehouse to Tanjung
Priok Port. Jurnal Manajemen Transportasi Dan Logistik, 2(3), 269.
https://doi.org/10.25292/j.mtl.v2i3.107

Sitorus, B., & Sitorus, T. I. H. (2017). Dukungan Transportasi Logistik Dan Daya Saing
Indonesia Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Jurnal Manajemen
Transportasi Dan Logistik, 4(2), 137. https://doi.org/10.25292/j.mtl.v4i2.70

Sukati, I., Hamid, A. B., Baharun, R., & Yusoff, R. M. (2012). The Study of Supply Chain
Management Strategy and Practices on Supply Chain Performance. Procedia - Social
and Behavioral Sciences, 40, 225–233. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.03.185

Villela, lucia maria aversa. (2013). Manajemen Logistik. In Journal of Chemical


Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).

Supply Chain Indonesia. (2015, August 18). Transportasi dalam Rantai Pasok dan Logistik –
Supply Chain Indonesia. Retrieved November 11, 2021, from
Supplychainindonesia.com website: https://supplychainindonesia.com/transportasi-
dalam-rantai-pasok-dan-logistik/

‌Pengertian Transportasi, Fungsi, Pihak, dan Moda Transportasi | Freedomsiana. (2019).


Retrieved November 11, 2021, from Freedomsiana.id website:
https://www.freedomsiana.id/pengertian-transportasi-fungsi-pihak-dan-moda-
transportasi/

5 Macam Moda Transportasi Logistik – Kargopedia Indonesia. (2021). Retrieved November


11, 2021, from Kargopedia.id website: https://kargopedia.id/5-macam-moda-
transportasi-logistik/

14
‌Bagian Operasional & Logistik - Tugas & Gaji 2021 | Quipper Campus. (2021). Retrieved
November 11, 2021, from https://campus.quipper.com/careers/bagian-operasional-dan-
logistik

15

Anda mungkin juga menyukai