Anda di halaman 1dari 4

A.

Pengertian Individu
Abu Ahmadi (1991), mengemukakan bahwa “individu” berasal dari bahasa latin,
yaitu “individum”, artinya yang tak terbagi. Oleh karena itu individu merupakan suatu
sebutan yang dapat dicapai untuk menyebutkan suatu kesatuan yang kecil dan terbatas.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling
bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan
memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok di mana dirinya bergabung. Kata
individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.
B. Pengertian Masyarakat
Secara definitif dapat didefinisikan sebagai kelompok manusia (individu) yang terdiri
dari sejumlah keluarga yang betempat tinggal disuatu tempat (wilayah) tertentu baik didesa
maupun dikota yang telah terjadi interaksi sosial antar anggotanya atau adanya hubungan
sosial (social relationship) yang memiliki norma dan nilai tertentu yang harus dipatuhi oleh
semua anggotanya dan memiliki tujuan tertentu pula.
Adapun unsur-unsur dari masyarakat, Mac Iver dan page mengemukakan sebagai berikut:
 seperasaan,
 sepenanggungan
 saling memerlukan.
C. Struktur Sosial
Secara etimologis struktur sosial dapat diartikan susunan dari berkawan.
Koentjaraningrat (1990:172) mengemukakan bahwa struktur sosial adalah merupakan
susunan masyarakat dilihat dari berbagai sisi seperti: kedudukan, peranannya, tipe
masyarakat tersebut sehingga kita dapat menggambarkan kaitan dari berbagai unsur
masyarakat.
Disisi lain struktur sosial dapat pula menggambarkan suatu susunan masyarakat
dilihat dari lapisan-lapisan yang ada dalam suatu masyarakat. Dikenal 3 lapisan masyarakat
yaitu:
 lapisan sosial rendah
 lapisan sosial menengah
 lapisan sosial tinggi.
Beberapa karakteristik pelapisan sosial, Robin William menegmukakan bahwa untuk
mengetahui proses-proses stratifikasi dalam msyarakat adalah:
 sistem pelapisan sosial mungkin berpokok pada sistem perbedaan atau pertentangan
dalam masyarakat.
 pelapisan sosial dapat diamati dalam pengertian berikut:
o distribusi hak-hak istimewa
o sistem hierarki (pertanggan) yang disusun oleh masyarakat itu sendiri.
 Kriteria sistem-sistem pertentangan, misalnya kualitas pribadi, milik, keanggotaan
dalam kelompok kekerabatan tertentu, kekuasan dan wewenang.
D. Pranata Sosial
Kata “pranata” diambil dari kata bahasa inggris yaitu “scocial institution”, yang
oleh para ahli ilmu sosial di indonesia di artikan secara berbeda beda. Selo soemarjan dan
soemarti (1964)mengartikannya sebagai “lembaga kemasyarakatan”.
Abdul Syani (1994) mengartikannya sebagai “lembaga sosial” dan koentjaraningrat
sebagai “pranata sosial” dan “ bangunan sosial” dalam bahasan ini istilah yang di gunakan
adalah “pranata sosial”, karena sosial institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang
mengatur perilaku para anggota masyarakatnya.
Fungsi sebagai berikut :
 Memberikan pedoman pada anggota masyarakat bagaimana seharusnya
bertingkah laku atau bersikap dalam menghadapi masalah dalam masyarakat
yang bersangkutan.
 Menjaga kebutuhan dari masyarakat yang bersangkutan .
 Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial (social control) yaitu sistem pengawasan masyarakat
terhadap tingkah laku para anggota.
E. Proses Sosial Budaya
Para ahli antropologi mengemukakan bahwa kebudayaan itu adalah keseluruhan
sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang
di jadikan milik dari manusia dengan belajar. Wissler dkk mengemukakan : “kebudayan
adalah segala tindakan yang harus di biasakan oleh manusia dengan belajar”
Proses sosialisasi budaya ada yang di namakan assimilasi dan akulturasi . Assimilasi
adalah suatu proses sosial , dimna ada dua golongan manusia dengan latar belakang
kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam waktu yang lama sehingga
kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masing-masing berubah sifat nya yang
khas, dan juga unsur-unsur masing-masing berubah wujud menjadi unsur-unsur kebudayaan
campuran.
F. Interaksi Individu dan masyarakat
Dengan interaksi sosial yang di maksud kan bahwa adanya pengaruh timbal balik
antara individu dengan kelompok dalam upaya memecahkan masalah-masalah yang di hadapi
dalam sehari-hari bersama-sama. Dengan kata lain bahwa setiap interaksi dua arah akan
menstimulir yang lain untuk mengubah tingkah laku dari orang-orang yang sedang
berinteraksi.
Interaksi sosial yang terjadi antara individu dan masyarakat adalah :
 Interaksi yang melibatkan sejumlah orang, misalnya: individu-individu, individu
dengan grup,dan grup dengan grup.
 Adanya tingkat keintiman, misalnya adanya yang bersifat primer , ada yang
bersifat sekunder, ada yang bersifat gemeinschaft dan ada yang bersifat
gesselchaft dan sebagainya.
 Adanya proses sosial.
Bentuk-bentuk interaksi sosail yang menyatuhkan (integrasi) dapat di ikuti uraian berikut ini:
1. Coperation (koperasi)
Koperasi adalah bentuk kerjasama dimana satu sama lain saling mebantu guna
mencapai satu tujuan bersama.
2. Consensus (kesepakatan)
Consesnsus di maksudkan suatu persetujuan, baik yang di ucapkan maupun tidak.
Consensus memungkinkan untuk di lakasanakan bila ada dua pihak atau lebih
ingin memelihara suatu hubungan yang masing-masing memandang sebagai
kepentingan sendiri.
3. Assimilation (asimilasi)
Asimilasi adalah perpaduan dari dua kebudayaan atau lebih melebur menjadi satu-
satunya yang homogen.
Sedangkan yang disintegrasikan adalah seperti berikut ini:
1. Konflik (persengketaan).
Konflik adalah usaha yang dengan sengaja menantang, melawan, atau memaksa
kehendaknya kepada orang lain.
2. Kompetisi ( persaingan)
Kompetisi merupakan usaha yang sengaja untuk menentang kehendak orang lain, dan
tidak mengandung paksaan.
3. Pola interaksi dengan antara kelompok dengan kelompok.
Dimana yang sedang behubungan langsung adalah kelompok yang satu dengan
kelompok yang lain.