Anda di halaman 1dari 8

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Pendidikan Kesehatan

1. Pengertian Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman yang

berpengaruh secara menguntungkan terhadap kebiasaan,sikap,dan

pengetahuan yang ada hubungannya dengan kesehatan

perseorangan,masyarakat, dan bangsa. Kesemuanya ini dipersiapkan

dalam rangka mempermudah diterimanya secara sukarela perilaku yang

akan meningkatkan atau memelihara Kesehatan (Menurut Wood 1926,

yang dikutip oleh Azwar 1983).

Nayswander (1947) mengemukakan bahwa Pendidikan

Kesehatan adalah Proses perubahan pada diri manusia yang ada

hubungan dengan tercapainya tujuan kesehatan perorangan dan

masyarakat.Pendidikan kesehatan bukanlah suatu yang dapat diberikan

oleh seseorang kepada oran lain dan buka pula sesuatu rangkaian tata

laksana yang akan dilaksanakan ataupun hasil yang akan

dicapai,melainkan suatu proses perkembangan yang selalu berubah

secara dinamis dimana seseorang dapat menerima atau menolak

keterangan baru,sikap baru dan perilaku baru yang ada hubungannya

dengan tujuan hidup.

Grout (1958) mengatakan bahwa pendidikan kesehatan adalah

upaya menerjemahkan apa yang telah diketauhui tentang kesehatan ke


dalam perilaku yang diiinginkan dari perorangan ataupun masyarakat

melalui proses pendidikan. Pendidikan kesehantan adalah suatu proses

penyediaan bahwa pendidikan kesehatan adalah pengalaman belajar yang

bertujuan untuk mempengaruhi pengetahuan, sikap dan perilaku yang ada

hubunganya dengan kesehatan perorangan ataupun kelompok.

Pendidikan kesehatan adalah suatu upaya atau kegiatan untuk

menciptakan perilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan.

Artinya, pendidikan kesehatan berupaya agar masyarakat menyadari atau

mengetahui bagaimana cara memelihara kesehatan mereka, bagaimana

menghindari atau mencegah hal – hal yang merugikan kesehatan mereka

dan kesehatan orang lain, kemana seharusnya mencari pengobatan jika

sakit, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2007: 12).

Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa

pendidikan kesehatan adalah usaha atau kegiatan yang membantu

individu,keluarga atau masyarakat dalam meningkatkan kemampuan

untuk mencapi kesehatan secara optimal.

2. Tujuan Pendidikan Kesehatan

Tujuan pendidikan kesehatan adalah Tujuan untuk mengubah

perilaku orang atau masyarakat dari perilaku tidak sehat menjadi perilaku

sehat. Seperti kita ketahui bila perilaku tidak sesuai dengan prinsip

kesehatan, maka dapat menyebabkan terjadinya gangguan terhadap

kesehatan.
Masalah ini harus benar-benar dikuasai oleh semua kader

kesehatan di semua tingkat dan jajaran, sebab istilah sehat, bukan sekedar

apa yang terlihat oleh mata, yakni tampak badannya besar dan kekar.

Mungkin saja sebenernya ia menderita batin atau menderita gangguan

jiwa yang menyebabkan ia tidak stabil,tingkah laku dan sikapnya.

Menurut Notoatmodjo (2003) tujuan pendidikan kesehatan adalah

untuk meningkatkan status kesehatan dan mencegah timbulnya

penyakit,mempertahankan derajat kesehatan yang sudah

ada,memaksimalkan fungsi dan peran pasien selama sakit,serta

membantu pasien dan keluarga untuk mengatasi masalah

kesehatan.Secara umum tujuan dari pendidikan kesehatan adalah

mengubah perilaku individu atau masyarakat dibidang kesehatan.tujuan

ini dapat di perinci lebih lanjut antara lain,menjadikan kesehatan sebagai

sesuatu yang bernilai di masyarakat, menolong individu agar mandiri

secara individu maupun kelompok mengadakan kegiatan untuk mecapai

tujuan hidup sehat,mendorong pengembangan dan pengunaan secara

tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada (Herawani 2001).

Sedang menurut Machfoed (2005), pendidikan kesehatan

merupan proses perubahan yang bertujuan untuk mengubah

individu,kelompok dan masyarakat menuju hal-hal yang positif secara

terancana melalui proses belajar.Perubahan tersebut mencangkup antara

lain pengetahuan,sikap dan keterampilan melalui proses pendidikan

kesehatan.Pada hakikatnya dapat berupa emosi,pengetahuan,pemikiran


keingianan,tindakan nyata dari individu ,kelompok dan

masyarakat.Pendidikan kesehatan merupakan aspek penting dalam

meningkatkan pengetahuan keluarga tentang garam beryodium ,dengan

melakukan pendidikan kesehatan berarti petugas membantu keluarga

dalam mengkonsumsi garam beryodium untuk meningkatkan derajat

kesehatan.

Tujuan utama pendidikan kesehatan adalah agar orang mampu

menerapkan masalah dan kebutuhan mereka sendiri, mampu memahami

apa yang dapat mereka lakukan terhadap masalahnya, dengan sumber

daya yang ada pada mereka ditambah dengan dukungan dari luar, dan

mampu memutuskan kegiatan yang tepat guna untuk meningkatkan taraf

hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat (Mubarak, 2009).

Jadi tujuan pendidikan kesehatan adalah untuk memperoleh

pengetahuan dan pemahaman pentingnya kesehatan untuk tercapainya

perilaku kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan fisik,

mental dan sosial, sehingga produktif secara ekonomi maupun sosial.

3. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan

Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai

dimensi, antara lain dimensi sasaran pendidikan kesehatan, tempat

pelaksanaan pendidikan kesehatan, dan tingkat pelayanan pendidikan

kesehatan. (Herawani dkk, 2001: 4).


Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai

dimensi antara lain:

a. Dimensi Sasaran Pendidikan

Dari dimensi ini dapat di kelompokkan menjadi 3 yakni:

1) Pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu

2) Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok

3) Pendidikan kesehatan masyrakat dengan sasarn masyarakat

b. Dimensi Tempat Pelaksanaan

Dapat berlangsung di berbagai tempat, misalnya:

1) Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan

sasaran murid

2) Pendidikan kesehatan di rumah sakit, dilakukan di rumah sakit

dengan sasaran pasien atau keluarga pasien, di Puskesmas dan

sebagainya.

3) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran

buruh atau karyawan yang bersangkutan

c. Dimensi tingkat pelayanan Kesehatan

Pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima

tingkat pencegahan (five levels of presentation) dari leavel and clark,

sebagai berikut:
1) Promosi Kesehatan

Dalam tingkat ini pendidikan diperlukan misalnya dalam

peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi

lingkungan hygiene perorangan, dan sebagainya

2) Perlindungan Khusus (Specifik Protection)

Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan

perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan sangat diperlukan

terutama dinegara-negara berkembang. Hal ini karena kesadaran

masyarakat tentang pentingnya imunisasi sebagai perlindungan

terhadap penyakit pada dirinya maupun pada anak-anaknya

masih rendah

3) Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera

Dikarenakan rendahnya pngetahuan dan kesadaran

masyarakat terhadap kesehatan dan penyakit, maka sering sulit

mendeteksi penyakit-penyakit yang terjadi dalam masyarakat.

4) Pembatasan Cacad (Disability Limitation)

Pengobatan yang tidak layak dan sempurna dapat

mengakibatkan orang yang bersangkutan cacad atau

ketidakmampuan. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan juga

diperlukan pada tahap ini.


5) Rehabilitasi (Rehabilitation)

Setelah sembuh dari suatu penyakit, seringkali seseorang

tidak mau melakukan latihan-latihan untuk pemulihannya, untuk

itu diperlukan pendidikan kesehatan.

4. Pentingnya Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan merupakan satu bentuk tindakan mandiri

keperawatan untuk membantu klien baik individu, ,aupun masyarakat

dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui kegiatan pembelajaran

yang di dalamnya perawat berperan sebagai perawat pendidik.

Berdasarkan perannya sebagai perawat pendidik, perawat

mengalihkan pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan sikap selama

pembelajaran yang berfokus pada pasien. Perubahan perilaku pada pasien

selama pembelajaran berupa perubahan pola pikir, sikap, dan

keterampilan yang spesifik.

Untuk mendapatkan gambaran pola pikir, sikap, dan keterampilan

spesifik tersebut diperlukan proses intraksi perawat-pasien dalam

menggali perasaan, kepercayaan dan filosofi pasien secara individual.

Dengan demikian perawat mendapatkan gambaran masalah-masalah

pasien dan hal-hal yang perlu diberikan dalam pendidikan kesehatan.

Kemudian bersama pasien, perawat melakukan kerja sama demi

memecahkan masalah melalui proses negoisasi tentang pendidikan


kesehatan yang diinginkan pasien. Hubungan proses pembelajaran yang

terjadi bersifat dinamis dan intraktif.

Tujuan pendidikan kesehatan dalam keperawatan adalah untuk

meningkatkan status kesehatan, mencegah timbulnya penyakit dan

bertambahnya masalah kesehatan, mempertahankan derajat kesehatan

yang sudah ada, memaksimalkan fungsi dan peran pasien selama sakit,

serta membantu pasien dan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan