Anda di halaman 1dari 41

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadhirat Allah SWT karena berkat rahmat dan
bimbingan-Nya sehingga modul Pengelolaan Laboratorium Mengacu ISO 17025, K3,
Produk kreatif dan Kewirausahaan dapat diselesaikan. Modul ini merupakan modul ke-6
dari serial pendalaman materi Teknik Kimia sebagai sumber belajar kegiatan
Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan oleh Kemendikbud.
Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya disampaikan kepada
seluruh tim penulis, atas segala pemikiran dan usaha kerasnya selama pembuatan
modul. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Direktorat Pembelajaran
Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta Direktorat Jenderal Guru
dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah
memberi kesempatan untuk menyelesaikan modul ini, serta semua pihak yang telah
memberikan bantuan dan perhatian selama dilakukan penulisan.
Kritik dan saran dari semua pihak selalu terbuka untuk penyempurnaan modul ini.
Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi perkembangan pendidikan di Indonesia,
khususnya peningkatan kualitas guru-guru Teknik Kimia.

Bandung, 30 Oktober2019 Tim


Penulis Modul
DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN JUDUL………………………………………………………
KATA PENGANTAR…………………………………………………….
DAFTAR ISI………………………………………………………………
DATAR GAMBAR……………………………………………………….
DAFTAR TABEL…………………………………………………………
PENGANTAR MODUL 6……………………………………………….

KEGIATAN BELAJAR 4 159


A. 16
1
PENDAHULUAN…………………………………………………. 16
B. CAPAIAN 3
PEMBELAJARAN……………………………………. 16
C. URAIAN 4
MATERI…………………………………………………
1. ANALISIS PELUANG USAHA 164
2. ASPEK-ASPEK PERENCANAAN USAHA DAN 167
PRODUKSI 170
3. TAHAPAN PRODUKSI DAN PRODUKSI MASSAL 171
4. PENGUJIAN PRODUK BARANG/JASA 178
5. STRATEGI PEMASARAN 184
6. MANAJEMEN USAHA 185
7. LAPORAN KEUANGAN

D. CONTOH STRATEGI PEMBELAJARAN 18


DENGAN MENERAPAKAN TPACK 9
E. FORUM DISKUSI
F. RANGKUMAN 19
G. TES FORMATIF 4 0
H. DAFTAR PUSTAKA 19
I. TUGAS AKHIR 1
J. KUNCI JAWABAN TES FORMATIF KB 1-4 19
K. TES SUMATIF 1
L. KUNCI JAWABAN TES SUMATIF 19
4
19
5
19
6
19
7
20
3
DAFTAR GAMBAR
Halaman

Gambar 4.1 Contoh strategi pemasaran (promosi ) yang dibuat blogger 181
Gambar 4.2 Contoh strategi pemasaran yang melibatkan karyawan 182
Gambar 4.3 Formula Strategi Pemasaran 183
Gambar 4.4 Analisis rencana pemasaran 183
Gambar 4.5 Contoh laporan keuangan (Laporan Neraca) 188
PENGANTAR MODUL 6

Selamat datang di Modul terakhir pada Mata Pelajaran Teknik Kimia. Modul 6 ini
menguraikan materi: Teori Aplikasi Pengelolaan Laboratorium Pengujian
Mengacu pada ISO/IEC 17025; K3; Statistika, Teknik sampling, dan Validasi
metode; Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Marilah kita lihat kembali capaian
pembelajaran pada dokumen kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknik Kimia yaitu
menguasai materi ajar (teori aplikasi) pada bidang studi Teknik Kimia yang
mencakup kompetensi keahlian: (1) Analisis Pengujian Laboratorium, (2) Kimia
Industri, (3) Kimia Analisis, dan (4) Kimia Tekstil termasuk advance materials
secara bermakna yang dapat menjelaskan aspek “apa” (konten), “mengapa”
(filosofi), dan “bagaimana” (penerapan) dalam kehidupan sehari-hari termasuk
membimbing peserta didik SMK mencapai kompetensi keahlian yang dibutuhkan
oleh DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri).
Uraian materi ajar pada Modul 6 dijelaskan dalam empat Kegiatan Belajar
(KB) yaitu meliputi:
Kegiatan Belajar 1: Komponen-komponen Pengelolaan Laboratorium
Pengujian, Persyaratan Manajemen, Persyaratan Teknis,
Menyusun Dokumen Mutu laboratorium, Mengaplikasikan
GLP, dan Sistem Administrasi berbasis Teknologi
Informasi.
Kegiatan Belajar 2: Konsep K3 Laboratorium. Prinsip-prinsip Pencegahan
Kecelakaan, Penanganan dan Tindakan Pertolongan
Kecelakaan Kerja, Penanganan Kebakaran, APD dan
Keselamatan Bahan (MSDS), dan Sistem Manajemen K3
(SMK3).
Kegiatan Belajar 3: Statistika dalam perhitungan hasil analisis pengujian,
Teknik sampling, Validasi dan Verifikasi Metode Analisis.
Kegiatan Belajar 4: Analisis Peluang Usaha, Aspek-aspek Perencanaan Usaha
dan Produksi, Tahapan Produksi dan Produksi massal,
Pengujian Produk barang/jasa, Pemasaran dan Strateginya,
Manajemen Usaha dan Laporan Keuangan.

Relevansi mata kegiatan yang ada pada Modul 6 berkaitan dengan modul lainnya
yaitu menyiapkan manusia unggul yang memiliki kompetensi keahlian mencakup
pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh DUDI (Dunia Usaha dan Dunia
Industri). Selain itu, Anda diharapkan mampu merancang, melaksanakan, serta
mengevaluasi pembelajaran Teknik Kimia.
untuk mempelajari Modul 6 ini, Anda disarankan mengikuti petunjuk belajar seperti
yang disarankan pada setiap kegiatan belajar. Selamat mendalami materi yang diberikan,
kerjakan tugas-tugas ataupun Tes Formatifnya. Semoga lelahnya Anda belajar hari ini
menjadi catatan amal baik Anda sebagai seorang pencari ilmu. Man Jadda wajada (barang
siapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil), “where there is a will there is a
way ” , (dimana ada kemauan, pasti di situ ada Jalan ).
Selamat Belajar Semoga sukses selalu
KEGIATAN BELAJAR 4 PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAAN

PENULIS SOJA SITI FATIMAH

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2019


A. PENDAHULUAN
Selamat datang di Kegiatan Belajar 4 yang merupakan materi terakhir dari
keseluruhan Modul 6 pada mata pelajaran Teknik Kimia. Materi produk kreatif
dan kewirausahaan berkaitan secara tidak langsung dengan kegiatan belajar
sebelumnya, selain itu merupakan bagian dari penerapan dalam mata pelajaran
teknik kimia. Untuk memahai materi tersebut, Anda perlu mencari istilah secara
kata per kata untuk mendapatkan kejelasan yang utuh. Produk adalah barang atau
jasa yang dapat diperjualbelikan dan dapat memuaskan sebuah keinginan atau
kebutuhan. Kreatif merupakan daya cipta, mampu menciptakan sesuatu yang baru
yang tentunya berbeda dengan yang sebelumnya, yang dapat berupa gagasan
maupun kenyataan. Oleh karena itu produk kreatif adalah sebuah produk atau
gagasan yang telah mendapat perlakuan/modifikasi sehingga menjadi sesuatu
yang baru. Sedangkan kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan
kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada
upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk
baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang
lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Kegiatan Belajar 4 ini, menguraikan materi tentang analisis peluang usaha,
aspek-aspek perencanaan usaha dan produksi, tahapan produksi & produksi
massal, pengujian produk barang/jasa, marketing & strateginya, manajemen
usaha, dan laporan keuangan. Materi produk kreatif dan kewirausahaan penting
diberikan karena sangatlah relevan bagi peserta didik di Sekolah Menengah
Kejuruan, yang mengharapkan lulusan SMK mampu mengaplikasikan di bidang
usaha kreatif.
Untuk mempelajari materi pada Kegiatan Belajar 4 ini, Anda disarankan
mengikuti petunjuk belajar sebagai berikut:
1. Bacalah setiap uraian materi yang terdapat pada setiap bagian dengan seksama.
2. Pahami apa yang menjadi informasi penting untuk setiap materi dengan
membuat “Catatan Penting Modul Kegiatan Belajar 4”.
4. Buatlah FGD pada Kegiatan Belajar 4 untuk menyelesaikan masalah yang
diberikan.

159
5. Kerjakan Tes Formatif yang diberikan untuk mengukur kemampuan Anda
Hitunglah jawaban yang benar.
Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda
terhadap materi Kegiatan Belajar 4.

Tingkat penguasaan =

Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali

80 – 89% = baik
70 – 79% = cukup
< 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Selamat Anda telah
menguasai materi pada Kegiatan Belajar 4. Jika masih di bawah 80%, Anda
harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 4, terutama bagian yang belum
dikuasai.
Pada akhir kegiatan belajar 4, telusuri strategi belajar yang paling tepat
untuk mengajarkan materi tersebut dengan selalu menerapkan TPCAK
(Technological, Pedagodical, Content and Knowledge) agar Anda dapat
mengajarkan materi tersebut.
Selamat Belajar, semoga setelah mempelajari materi produk kreatif dan
kewirausahaan ini, Anda dapat menjadi enteurpreuner yang sukses dunia dan
akhirat, karena perjalanan Anda di dunia ini hanya mencari bekal buat kehidupan
akhirat yang hakiki. Aamiin Ya Robbal’alamiin.
B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran Mata Kegiatan (CPMK) pada Kegiatan Belajar 4
yaitu: menguasai teori aplikasi produk kreatif dan kewirausahaan dalam
pembelajaran Teknik Kimia di SMK.
Adapun sub capaian pembelajaran mata kegiatan (CPMK) pada Kegiatan
Belajar 4 yaitu:
1. melakukan analisis peluang usaha.
2. menjelaskan aspek-aspek perencanaan usaha dan produksi.
3. menjelaskan tahapan produksi & produksi massal.
4. melakukan pengujian produk barang/jasa.
5. menjelaskan pemasaran & strateginya serta manajemen usaha.
6. membuat laporan keuangan.
C. URAIAN MATERI
1. Analisis Peluang Usaha
Manusia pada saat ini dihadapkan pada perubahan ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan akselerasi yang luar biasa cepat, sering berubah, tak terduga,
unstructure, dan belum pernah terbayangkan sebelumnya. Berbagai tantangan
eksternal seperti era globalisasi, tuntutan abad XXI, revolusi industri 4.0, society
5.0, discruption era, bergesernya generasi dari milenial ke generasi Z dan Alpha,
serta Asean Economic Community, makin menguatkan pentingnya reorientasi
penyiapan sumberdaya manusia masa depan. Jaman modern seperti sekarang ini
membuat pasar barang dan jasa dibanjiri oleh banyak produk baik barang maupun
jasa. Untuk bisa tampil beda, produsen dituntut untuk dapat kreatif agar mampu
menciptakan sesuatu yang baru untuk ditawarkan kepada para konsumen. Produk
baru yang diterima pasar alias laku dijual dapat memberi nilai plus pada
perusahaan atau bahkan bisa memimpin pasar pada segmen tertentu. Oleh karena
keterampilan Anda dalam melakukan analisis peluang usaha menjadi bagian yang
sangat penting dalam membuat suatu produk yang kreatif.
Analisis peluang usaha adalah analisis suatu ide investasi atau usulan
bisnis yang menarik serta memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi
seseorang yang berani mengambil resiko. Analisis peluang usaha sangat berguna
dalam menyusun strategi perusahaan, penjualan, hingga ide bisnis baru. Dalam
setiap bisnis pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Beberapa kriteria yang
perlu dilakukan untuk memulai bisnis baru, yaitu:
- Identifikasi peluang dan persaingan
Sebelum memulai usaha, identifikasi produk bisa jadi langkah pertama untuk
menghadapi ketatnya persaingan. Produk yang unik dan berbeda dari
kompetitor tentu dicari masyarakat, akan berbeda jika produk yang dijual sama
saja. Konsumen akan tetap memilih produk sejenis namun dengan harga jual
yang lebih murah. Selain itu, penjual yang sudah memiliki kredibilitas akan
lebih dicari konsumennya. Membaca peluang sangatlah penting saat
melakukan analisis peluang usaha. Pilihlah produk yang berbeda dari penjual

162
di pasaran. Lakukan inovasi agar apa yang dicari oleh konsumen ada pada
produk yang Anda jual.
- Mengenal pasar lebih jauh
Karakteristik pasar sangat penting untuk dikenali lebih jauh saat melakukan
analisis peluang usaha. Dua hal yang sangat penting adalah target seperti apa
yang Anda tuju dan apakah mereka tertarik pada produk yang akan ditawarkan.
Kedua poin tersebut sangat penting sebelum memulai usaha. Seberapa besar
ukuran pasar yang menjadi target Anda. Untuk mengetahui pasar, Anda bisa
memulainya dengan mengumpulkan data pasar minimal 3 tahun ke belakang
untuk semua industri dan pasar secara menyeluruh. Jika sudah melakukan
analisis tersebut berdasarkan penemuan yang sudah ada, Anda bisa menilai
apakah ukuran dan karakteristik pasar sesuai dengan produk atau jasa yang
ingin ditawarkan.
- Modal untuk mengembangkan usaha
Modal merupakan bagian dari analisis peluang usaha yang paling penting.
Sebelum memulai bisnis, Anda perlu memikirkannya dengan betul, agar dana
yang dibutuhkan sesuai dengan usaha yang dikembangkan. Apabila usaha yang
ingin dijalankan membutuhkan dana besar, Anda harus sudah mulai
memikirkannya. Dari sumber dana mana Anda bisa mendapatkannya. Apakah
dengan mengajukan KTA atau meminjam tambahan dana dari situs fintech.
Mulailah identifikasi beragam alternatif pilihan untuk mendapatkan modal.
Oleh karena itu, syarat utamanya adalah dapat memberikan kesejahteraan
finansial bagi perusahaan maupun pekerja.
- Kemampuan produksi
Jika produk yang ingin Anda jual membutuhkan proses produksi, tentunya ada
banyak alat produksi yang dibutuhkan. Mulai dari peralatan produksi,
perlengkapan produksi, hingga kebutuhan tenaga kerja. Hal ini tentunya bukan
hal yang mudah. Anda harus mulai memikirkan biaya untuk peralatan-
peralatan tersebut.
- Merancang Business Plan

163
Setelah menemukan bisnis apa yang ingin dijalankan, saatnya Anda mulai
merancang business plan. Hal ini merupakan tahap awal yang dilakukan oleh
seorang calon entrepreneur sebelum memulai bisnisnya. Business plan
berbentuk pernyataan formal dan tertulis yang dibuat agar bisnis/usahanya bisa
mencapai tujuan. Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam bisnisnya
karena kurang memiliki perencanaan yang matang. Akan tetapi bukan berarti
seseorang yang sudah membuat business plan berhasil dalam menjalankan
bisnisnya. Setidaknya Anda sudah mempersiapkannya sejak awal.
- Sumber dana
Hal terpenting merancang rencana usaha adalah dengan mencantumkan sumber
dana yang didapat. Apakah sumber dana berasal dari pribadi, perbankan, atau
investor. Dalam hal ini, sumber dana harus dicantumkan sejelas mungkin agar
tidak menimbulkan kekeliruan di kemudian hari. Apabila Anda berencana
mendapatkan dana dari investor ataupun kreditur, ada beberapa poin yang
harus bisa jawab. Beberapa diantaranya apakah bisnis tersebut bisa
menghasilkan uang (mulai dari risiko dan return agar investor atau kreditur
mau berinvestasi), apakah pemilik usaha benar-benar memahami bisnisnya dan
mengetahui siapa orang yang layak dipercaya untuk berinvestasi.
- Menyelaraskan persepsi di antara pemilik saham
Di dalam sebuah usaha, biasanya ada beberapa orang yang terlibat di
dalamnya. Adanya business plan sangat bermanfaat dalam membantu pemilik
saham untuk saling menyelaraskan persepsi. Tujuan selanjutnya tentu agar
tidak ada kesalahpahaman di masa yang akan datang. Selain itu business plan
dapat meminimalisir konflik yang mungkin saja bisa terjadi.
Analisis peluang usaha sangatlah penting dilakukan sebelum memulai
usaha. Pengenalan akan kelemahan dan kekuatan bisa membantu calon
entrepreneur untuk mendapatkan peluang-peluang baru hingga mengantisipasi
berbagai hal buruk yang mungkin saja bisa terjadi. Sangat tidak perlu mengumbar
mimpi terlalu tinggi dalam memulai usaha. Hal yang terpenting adalah agar tetap
realistis dan mengantisipasi beragam kemungkinan. Oleh karena itu, memiliki
rencana yang matang sebelum memulai bisnis sangatlah penting

164
Peluang usaha yang bagus harus memenuhi kriteria diantaranya adanya :
- permintaan nyata terhadap barang atau jasa
- tingkat pengembalian nilai
- kompetitif
- pencapaian tujuan
- ketersediaan sumber daya dan kompetensi

Peluang di bidang jasa yang sangat dibutuhkan masyarakat, diantaranya :


- Jasa servis, merawat dan memperbaiki bila terjadi kerusakan pada alat-alat
yang sering kita pergunakan. Seperti servis TV, radio, mobil, motor, dan
lainnya.
- Jasa hiburan, memberikan hiburan untuk mengurangi stress, seperti : bioskop,
diskotik, café, restoran dan sebagainya.
- Jasa transportasi, menyediakan angkutan bagi masyarakat. Misalnya: rental
mobil, gojek, grab, dan lain-lainnya.
- Jasa perantara, membantu masyarakat yang akan menjual dan membeli barang.
- Jasa kesehatan, seperti: sarana kebugaran, fitness, rumah sakit, pengobatan
alternatif.
- Jasa yang lain, seperti: catering, editor, terjemahan, dan lain-lain.
Sedangkan dalam pemilihan produk, berupa barang yang dapat
menciptakan peluang usaha haruslah mempertimbangkan kriteria produk-produk
sebagai berikut yaitu: mudah dalam pemakaian, efisien dalam penggunaan,
kualitas produk terjamin, hemat dalam pemakaian, dan adanya jaminan kemanan
dalam pemakaian

2. Aspek-Aspek Perencanaan Usaha dan Produksi


Perencanaan merupakan awal dari segala hal yang berjalan. Tanpa adanya
perencanaan, jarang sekali sebuah rencana bisa berjalan dengan mulus, tanpa
memperhatikan aspek aspek perencanaan usaha yang baik. Pada saat seseorang
memutuskan untuk memulai usahanya, maka pada saat itu pula ia harus dapat

165
merencanakan kegiatan usahanya dengan baik. Kesalahan dalam perencanaan
merupakan suatu langkah awal menuju kegagalan.
Penyusunanan perencanaan yang matang ini merupakan salah satu
pengelolaan usaha yang kemudian dilanjutkan dengan pengorganisasian
pengarahan dan pengendalian usaha. Untuk lebih jelas mengenai aspek aspek
perencanaan usaha, Anda dapat menyimak uraian yang akan disajikan berikut ini.

a. Aspek produksi
Produksi adalah rangkaian kegiatan membentuk, mengubah dan
menciptakan sesuatu untuk meningkatkan nilai suatu produk. Dalam melakukan
proses produksi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti berikut ini:
sifat proses produksi yang terus-menerus atau berdasarkan jumlah pesanan. Jenis
dan mutu produk semestinya mempertimbangkan ketahanan lama tidaknya produk
tersebut, mutu, dan sifat permintaan konsumen terhadap produknya. Jenis
produknya (model baru atau model lama), dengan meneliti terlebih dahulu lokasi,
volume produksi, musiman atau sepanjang masa. Pengendalian proses produksi,
menyangkut perencanaan dan pengawasan proses produksi.

b. Aspek pemasaran
Penetapan harga merupakan hal yang perlu dibuat, berapa harga yang
ditetapkan, berapa harga pesaing, perlukah menentukan diskon. Selain itu lokasi,
tentukan segmen apa yang dijadikan faktor utama. Berikutnya adalah promosi :
pilihlah alat promosi yang sesuai misalnya: media sosial facebook, whatsapp,
selebaran, brosur, poster, media massa, radio, dan televisi. Terakhir adalah
distribusi : untuk mencapai konsumen dapat dilakukan dengan cara perorangan,
pengecer, agen, grosir atau pedagang besar.

c. Aspek keuangan
Sumber keuangan nternal dapat berupa tabungan sendiri, setoran dari
pemegang saham, menjual barang yang kurang produktif, menjual barang yang
menguntungkan (pada saat menjual, lebih mahal dan lebih menguntungkan jika

166
dibandingkan dengan harga saat membeli), serta fasilitas/tempat milik sendiri
(tanah, bangunan, garasi, mesin dll). Sedangkan sumber keuangan eksternal dapat
berasal dari perbankan, lembaga keuangan non bank, perorangan, dan lainnya.
Proyeksi atau rancangan keuangan dapat disusun dalam bentuk neraca harian,
laporan laba rugi, laporan arus kas, dan analisa pulang pokok.

d. Struktur organisasi
Struktur organisasi sederhana hanya memiliki dua tingkatan, yaitu pemilik
dan pekerja. Perusahaan kecil dengan satu produk atau beberapa produk lain yang
saling berhubungan, biasanya menggunakan struktur organisasi ini. Perusahaan-
perusahaan yang menggunakan struktur organisasi sederhana biasanya dikelola
oleh pemiliknya sendiri yang sekaligus menangani pekerjaan lain yang
berhubungan dengan sebuah produk. Artinya, dalam struktur sederhana, pemilik
perusahaan cenderung mengambil semua keputusan penting secara sendiri, dan
terlibat langsung dalam setiap tahap kegiatan perusahaan.

e. Analisis Break Event Point (BEP) sebuah usaha


Analisis BEP digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian
modal atau investasi usaha. Produksi minimal usaha harus menghasilkan atau
menjual produknya agar tidak menderita kerugian. BEP adalah suatu keadaan di
mana usaha tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian (titik impas).
BEP merupakan alat analisis untuk mengetahui batas nilai produksi atau volume
produksi suatu usaha untuk mencapai nilai impas. Artinya, usaha tersebut tidak
mengalami keuntungan ataupun kerugian. Suatu usaha dikatakan layak jika nilai
BEP produksi lebih besar dari pada jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini
dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.

3. Tahapan Produksi dan Produksi Massal


Untuk memulai tahapan produksi Anda harus melakukan beberapa tahapan
diantaranta adalah: planning atau perencanaan, routing atau penentuan alur,

167
scheduling atau penjadwalan, dan dispatching atau perintah mulai produksi.
Berikut ini akan diuraikan beberapa tahapan produksi tersebut.

a. Planning atau perencanaan


Tahapan ini menentukan produk apa yang akan dibuat, berapa jumlah
bahan baku, biaya dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan. Dalam tahapan ini
juga dilakukan perancangan terhadap bentuk barang. Untuk melakukan
perencanaan diperlukan pengetahuan yang baik tentang jenis barang produksi dan
kebutuhannya, serta kemampuan produsen.

b. Routing atau penentuan alur


Dalam tahapan ini ditentukan alur produksi mulai pengolahan awal bahan
baku, pembentukan, pemolesan, penyelesaian, pengawasan mutu hingga distribusi
hasil produksi. Dalam routing harus ditentukan secara tepat urutan produksi dan
pekerja yang melakukan setiap alur.

c. Scheduling atau penjadwalan


Scheduling adalah menjadwalkan kapan produksi dilakukan setelah
alurnya dibuat. Penjadwalan dilakukan dengan mempertimbangkan jam kerja
pekerja dan lama dari setiap alur produksi. Dalam tahapan ini dibuat master
schedule atau jadwal utama yang kemudian dipecah menjadi jadwal yang lebih
terperinci.

d. Duspatching atau perintah mulai produksi


Setelah dijadwalkan produksi dijalankan dengan dispatching. Dalam
dispatching dicantumkan hasil perencanaan dan penjadwalan yang telah dilakukan
pada tahapan sebelumnya, seperti berapa jumlah bahan baku yang digunakan,
tahapan pembuatan hingga waktu produksi sesuai dengan hasil scheduling atau
penjadwalan. Setelah beberapa tahapan produksi dilalui, maka Anda harus
mempersipakan tahapan selanjutnya adalah produksi yang lebih banyak lagi atau
produksi massal. Produksi massal merupakan produksi yang dilakukan dalam

168
jumlah yang besar dan melibatkan banyak orang untuk melakukan tiap-tiap
tahapan produksi. Barang yang diproduksi dalam produksi massal ini
berkesinambungan artinya tidak pernah putus.
Jenis produksi harus sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, hal ini
dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sistem produksi juga
sudah jelas dan terarah, masing-masing karyawan harus mengikuti SOP (Standar
Operation Prosedure) agar langkah-langkah yang dilakukan dalam proses
produksi lebih terarah sesuai dengan rencana yang ada. Jenis produksi massal ini
biasanya dapat dilakukan pada industri padat modal ataupun industri padat karya,
jika dilakukan oleh industri padat modal, maka proses produksi banyak
menggunakan mesin-mesin, sedangkan jika menggunakan industri padat modal,
maka akan banyak menggunakan tenaga kerja. Sebelum melakukan produksi
massal alangkah baiknya jika dibuatkan dulu prototype produk, yang akan
dijelaskan pada subbab berikutnya.

1. Pengujian Produk Barang/Jasa


Pengujian produk atau pengujian konsep produk merupakan suatu kegiatan
yang ada di dalam salah satu tahap pengembangan produk. Sebelum diproduksi
dan di pasarkan, produk baru lebih dahulu diuji untuk mendapatkan umpan balik
dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran. Dengan pengujian konsep produk
ini perusahaan akan memperoleh produk atau merek yang memiliki masa depan.

a. Arti dan tujuan pengujian produk


Pengujian konsep produk merupakan salah satu tahap dalam
pengembangan produk baru. Sebelum diproduksi dan dipasarkan, produk baru
terlebih dahulu diuji untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok konsumen
yang menjadi sasaran. Dengan pengujian konsep produk, perusahaan atau suatu
usaha akan memperoleh produk atau merek yang memiliki masa depan yang baik
dan cerah .
Produk atau konsep produk dapat disajikan secara simbolik maupun fisik.
Konsumen dimintai pendapatannya tentang produk tersebut dengan atribut dan

169
keterkaitannya. Setiap pengujian produk atau konsep produk harus mencakup
pertanyaan-pertanyaan berikut :
- Apakah konsep produk/gambaran produknya jelas dan mudah dimengerti ?
- Apakah manfaat dari produk tersebut bagi anda ?
- Apakah anda melihat manfaat khas yang tidak terdapat pada produk lain dari
pesaing ?
- Apakah anda menyukai produk ini dibanding dengan produk lain yang sejenis
- Apakah anda bersedia membeli produk ?
- Apakah produk ini memenuhi keinginan atau kebutuhan anda ?
- Apakah produk ini memenuhi keinginan atau kebutuhan anda ?
- Perbaikan apakah yang anda usulkan atau kebutuhan anda ?
Dengan melakukan kegiatan pengujian produk, perusahaan atau suatu
usaha akan dapat lebih memperkaya konsep produk dan memilih produk terbaik
yang diminati konsumen. Metode seperti ini bisa diterapkan dalam berbagai
macam produk, baik barang maupun jasa. Banyak perusahaan atau usaha merasa
puas apabila sudah mendapatkan gagasan atau ide produk dan tidak mematangkan
gagasan tersebut menjadi konsep untuk diuji. Apabila produk tersebut belum diuji
maka produk tersebut akan mengalami kesulitan ketika memasuki pasaran, jadi
hal tersebut bisa dihindari dengan adanya pengujian produk .
Pengembangan konsep merupakan cara yang efektif dan jika telah
dilakukan dengan benar maka anda bisa menyelamatkan biaya ratusan juta bahkan
miliaran rupiah. Anda juga akan terhindar dari langkah awal yang salah,
postioning yang salah, strategi yang buruk, dan menjual kepada orang yang salah.
Hal ini bukan sekedar masalah jaminan, tetapi lebih penting dari itu, sebagai
panduan anda untuk melewati seluruh proses pengembangan, dari mulai konsep
awal sampai suksesnya peluncuran produk baru .
Pengujian terhadap konsep (concep testing) adalah upaya untuk
memprediksi keberhasilan sebuah ide mengenai produk baru sebelum
meluncurkan ke pasar. Proses biasanya melibatkan reaksi orang lain (konsumen)
terhadap pernyataan yang menjelaskan ide dasar dari produk tersebut.

170
Sebuah pendekatan efektif dalam pengujian terhadap konsep adalah
pengembangan konsep, yaitu penyempurnaan ide-ide baru secara bertahap ke
dalam bentuk yang paling mungkin untuk diterima di pasar. Hal ini dilakukan
tidak hanya dalam kerangka memberikan ide-ide yang menjanjikan kesempatan
untuk bersaing di pasaran, namun juga panduan untuk berkomunikasi mengenai
manfaat, kegunaan, kemasan, iklan, penjualan, informasi produk, distribusi dan
juga harga. Produk unggulan tidaklah cukup. Orang hanya bersedia berpindah ke
produk baru ketika melihat adanya keuntungan yang signifikan. Dalam berbagai
pengalaman, biasanya lebih dari 30-50%, orang harus mempercayai bahwa produk
baru tersebut lebih berharga dari pada uang, waktu dan kenyamanan yang dimiliki
saat ini.
Anda harus meyakinkan orang bahwa pada akhirnya mereka akan
melakukan perbaikan besar atas apa yang dimiliki sekarang, perlu perubahan dari
apa yang telah mereka miliki, ada cara yang relatif sederhana untuk membuktikan
keunggulannya, bahwa ia akan menepati janjinya, ditambah berbagai isu-isu
lainnya. Perbaikan yang setengah-setengah jarang berhasil untuk menggantikan
pemimpin besar.
Bukan apa yang anda ketahui, tetapi apa yang orang pikirkan tentang
produk yang paling sederhana pun akan dirasakan berbeda oleh orang yang
berbeda. Hal ini dapat dilihat dari berbagai perspektif, yang digunakan untuk
berbagai tujuan, dalam konteks yang berbeda, dengan harapan yang berbeda pula.
Jadi anda tidak bisa mengembangkan produk hanya di atas kertas, karena produk
itu ada di dunia nyata, tetapi dalam realitas psikologis, yaitu dunia seperti yang
dirasakan oleh orang-orang, seperti yang disaring melalui keyakinan dan emosi
mereka. Anda harus menggerakan orang, bukan produk.
Bangunlah laboratorium pemasaran Anda, laboratorium yang dimaksud
adalah tempat yang paling efektif untuk mencoba produk baru. Belum ada
laboratorium yang lebih baik untuk menguji produk baru dibanding dengan
diskusi kelompok terarah (focus group discussion). Dalam diskusi kelompok
tersebut, orang-orang akan termotivasi untuk berkomunikasi, dan seorang
moderator yang berpengalaman dapat menyimpulkan apa yang ada dalam pikiran

171
dan hati mereka. Di sana, semua yang dikatakan itu penting, juga sama pentingnya
dengan bagaimana mereka mengatakan itu, apa yang ada di balik perkataan
mereka, dan termasuk juga apa yang tidak mereka katakan.

b. Tahapan/ konsep pengujian produk


Tahapan pengujian produk atau pengujian konsep produk merupakan suatu
kegiatan yang ada di dalam salah satu tahap pengembangan produk. Sebelum
diproduksi dan di pasarkan, produk baru lebih dahulu diuji untuk mendapatkan
umpan balik dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran. Dengan pengujian
konsep produk ini perusahaan akan memperoleh produk atau merek yang
memiliki prespsi yang baik. Konsep pengujian merupakan proses atau usaha yang
diprediksi menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghitung
respon pelanggan untuk produk baru sebelum diperkenalkan di pasar. Pengujian
konsep membantu kita menguji keberhasilan produk baru. Tahapan pengujian
produk sebelum kita menawarkan di pasaran secara umum, meliputi: membuat
prototype produk terlebih dahulu, evaluasi prototype, memberikan tester kepada
pasar, evaluasi tester dan pasar, membuat rencana lanjutan setelah evaluasi,
produksi massal, dan evaluasi produksi massal.
Pada proses selanjutnya, konsep produk yang telah dianalisis
kemungkinannya secara teoritis dan ternyata dapat diterima, maka konsep tersebut
dikembangkan menjadi produk secara fisik oleh departemen Litbang.
Dalam hal ini, ada tiga langkah yang perlu dilakukan, diantaranya :
1) Pembuatan prototype
Pembuatan prototype mesti memiliki tiga persyaratan, yaitu: dipandang oleh
konsumen sebagai suatu perwujudan atribut-atribut pokok seperti produk
sebelumnya, dapat bekerja dengan aman dalam keadaan dan penggunaan
yang normal, serta dapat dilaksanakan oleh pabrik sesuai dengan anggaran
yang tersedia.
2) Pengujian fungsional prototype
Pengujian fungsional prototype untuk mengetahui apakah produk tersebut
benar-benar berfungsi dengan baik dan aman bagi konsumen.

172
3) Pengujian konsumen
Pengujian konsumen untuk melihat penilaian dan tanggapan konsumen.
Setelah melewati tiga tahap dalam proses pengembangan produk, langkah
selanjutnya adalah pengujian pasar. Pengujian pasar ini merupakan proses di mana
produk dan program pemasaran masuk ke dalam kondisi yang lebih nyata.
Pengujian pasar ini memungkinkan pemasar memperoleh pengalaman dengan
pemasaran produk. Tujuan dasar dari pengujian pasar adalah menguji produk itu
sendiri, di dalam situasi yang sebenarnya. Hasil-hasil pengujian pasar dapat
dipakai untuk membuat perakitan penjualan dan laba yang lebih baik.

c. Manfaat pengujian pasar


Pengujian pasar mempunyai beberapa manfaat, diantaranya untuk
membuat peramalan penjualan masa datang yang lebih dipercaya, sebagai
pengujian awal terhadap berbagai alternatif rencana pemasaran, serta untuk
menentukan sumber kegagalan produk yang luput dari perhatian pada tahap
pembuatan produk. Pengujian pasar menjanjikan informasi yang memadai untuk
memutuskan jadi atau tidak meluncurkan produk baru. Jika perusahaan
melanjutkan dengan komersialisasi, maka akan membutuhkan biaya yang sangat
besar. Adapun keputusan yang perlu dipertimbangkan secara matang dalam
menentukan tahap komersialisasi, meliputi kapan memperhatikannya, ke mana
saja wilayah pemasarannya, kepada siapa, dan bagaimana caranya.

d. Tahapan proses pengujian produk baru


Pengujian produk baru bertujuan memberikan penilaian yang lebih rinci
tentang peluang sukses produk baru, mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir
yang diperlukan untuk produk, dan menetapkan berbagai elemen penting dalam
program pemasaran yang akan dipakai untuk memperkenalkan produk di pasar.
Secara umum, ada 4 (empat) kegiatan dalam pengujian produk baru, yaitu
sebagai:
1) Technical testing (Pengujian Teknis)

173
Dengan cara membuat prototype yang merupakan approximation
(perkiraan) produk akhir. Pengujian atas kinerja produk prototype dapat
menghasilkan sejumlah informasi penting tentang product shelf life (usia
panjang produk), tingkat keusangan produk, masalah yang timbul dari
pemakaian atau konsumsi yang tidak seharusnya, potensi kerusakan yang
memerlukan penggantian dan jadwal pemeliharaan yang tepat. Masing-
masing dari jenis informasi tersebut mempunyai dampak biaya terhadap
pemasaran produk. Contohnya, estimasi usia pajang produk bisa
berpengaruh terhadap frekuensi dan biaya pengiriman. Lalu kemungkinan
adanya masalah penggunaan yang signifikan dapat mengakibatkan perlunya
tambahan informasi labeling, periklanan dan sebaginya.
2) Preference and Satisfaction Testing (Pengujian preferensi dan kepuasan)
Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam
rencana pemasaran serta membuat tafsiran penjualan awal produk baru.
Secara umum ada utama yang dibutuhkan dalam tipe pengujian ini, yaitu
konsumen menggunakan sebuah produk selama jangka waktu tertentu,
kemudian mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang
berhubungan dengan preferensi serta kepuasan. Selanjutnya meleksanakan “
blind test” yang sedemikian rupa sehingga konsumen dapat membandingkan
berbagai macam alternatif produk tanpa mengetahui nama merek atau
produsennya. Pada dasarnya, pengujian preferensi dan kepuasan akan
memberikan sejumlah manfaat pokok, yaitu sebagai berikut :
- Uji Preferensi aktual dan uji teknis bisa memberikan dasar klaim yang
obyektif untuk keperluan promosi, terlebih apabila perusahaan ingin
menyajikan superioritas dalam hal persepsi konsumen atas keunggulan
spesifik pada produk perusahaan dari pada pesaing.
- Estimasi tingkat pembelian ulang sangat penting untuk memperkirakan
pangsa pasar jangka panjang. Oleh karena itu hasil yang kurang bagus
pada uji ini dapat berakibat pada pembatalan peluncuran produk maupun
perancangan ulang produk baru.

174
- Meskipun penerimaan pasar atas produk baru ditentukan oleh semua
elemen program pemasaran, tetapi berbagai kasus menunjukkan bahwa
skor yang tinggi dalam dimensi kinerja produk menggambarkan bahwa ide
produk yang bersangkutan sebaiknya dilanjutkan pada tahap
pengembangan produk baru selanjutnya .
- Uji Preverensi pada umumnya dapat memberikan signal awal terbaik
terhadap kemungkinan terjadinya kanibalisasi produk.
3) Simulated Test Markets (Pengujian pasar simulasi)
Prosedur riset pemasaran dibuat untuk memberikan gambaran yang murah
dan cepat tentang pangsa pasar yang bisa diharapkan dari produk baru.
Beberapa model yang dapat dipakai antara lain bases, designor, assessor,
dan litmus.
4) Test Markets ( Pengujian Pasar )
Perusahaan akan menawarkan sebuah produk untuk dijual di wilayah pasar
terbatas yang sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana
produk itu nantinya akan dijual.
Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen, adalah sebagai berikut:
1) Sales Wave Research
Dalam metode tersebut, konsumen yang pada awalnya mencoba sebuah
produk secara gratis ditawarkan lagi produk tersebut atau produk pesaing,
dengan harga lebih murah .
2) Simulated Test Marketing
Metode ini memerlukan 30 sampai 40 pembeli yang berkualitas di pusat
pertokoan ataupun tempat-tempat lainnya. Pengusaha akan menanyakan
beberapa hal kepada mereka, berhubungan dengan awarenes dan preferensi
mereka terhadap berbagai merek pada jenis produk tertentu.
Mereka bisa saja diundang untuk menyaksikan iklan singkat, termasuk
didalamnya yang sudah terkenanl ataupun yang masih baru. Lalu dalam
penayangan iklan tersebut disisipkan iklan produk baru. Konsumen akan
diberi sejumlah uang, lalu diminta untuk diminta untuk datang ke sebuah

175
toko khusus di mana mereka bisa membelanjakan uang yang sudah
diberikan tersebut sesuai kebutuhan.
3) Controlled Test Marketing
Metode ini memungkinkan perusahaan menguji pengaruh faktor dalam toko
dan iklan terbatas pada perilaku pembelian konsumen tanpa harus
melibatkan konsumen itu sendiri secara langsung.
4) Test Market
Uji pasar adalah cara utama dalam menguji sebuah produk baru dalam
situasi sama yang nantinya akan dihadapi dalam peluncuran produk yang
bersangkutan. Perusahaan umumnya akan beker jasama dengan perusahan
riset dalam menentukan kota dimana perusahaan nantinya akan mencoba
membujuk para distributor agar bersedia menjual perusahaan. Biaya yang
nantinya dibutuhkan bergantung pada jumlah kota, lama pengujian, serta
jumlah data yang diinginkan perusaahaan.
Konsep pengujian merupakan proses atau usaha yang diprediksi
menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk menghitung respon
pelanggan untuk produk baru sebelum diperkenalkan di pasar. Pengujian konsep
membantu kita menguji keberhasilan produk baru. Setelah pengujian produk
tahapan penting beikutnya adalah merancang strategi peasaran.

2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu
barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga
jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Selain itu, dapat juga diartikan sebagai
rangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka mencapai tujuan
tertentu, karena potensi untuk menjual proposisi terbatas pada jumlah orang yang
mengetahui hal tersebut. Strategi Pemasaran punya peranan penting dalam sebuah
perusahaan atau bisnis karena berfungsi untuk menentukan nilai ekonomi
perusahaan, baik itu harga barang maupun jasa. Ada tiga faktor penentu nilai
harga barang dan jasa, yaitu: produksi, pemasaran, dan konsumsi. Dalam hal ini,

176
pemasaran menjadi bagian yang menghubungkan antara kegiatan produksi dan
konsumsi.
Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang definisi strategi pemasaran,
diantaranya adalah Kotler dan Amstrong; Kurtz; dan Philip Kotler. Menurut
Kotler dan Amstrong (2008), pengertian strategi pemasaran adalah logika
pemasaran dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan memperoleh
keuntungan dari hubungannya dengan konsumen. Menurut Kurtz (2008),
pengertian strategi pemasaran adalah keseluruhan program perusahaan dalam
menentukan target pasar dan memuaskan konsumen dengan membangun
kombinasi elemen dari marketing mix; produk, distribusi, promosi, dan harga.
Menurut Philip Kotler (2011), pengertian strategi pemasaran adalah suatu mindset
pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran, dimana di
dalamnya terdapat strategi rinci mengenai pasar sasaran, penetapan posisi, bauran
pemasaran, dan budget untuk pemasaran.
Strategi pemasaran secara garis besar memiliki empat fungsi, diantaranya:
- Meningkatkan motivasi untuk melihat masa depan
Strategi pemasaran berupaya untuk memotivasi manajemen perusahaan agar
berpikir dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda. Hal ini sangat
diperlukan untuk menjaga kelangsungan perusahaan di masa mendatang. Bagi
perusahaan untuk sangat penting mengikuti ritme pasar, namun terkadang
perusahaan juga harus memiliki gebrakan dengan sesuatu yang baru.
- Koordinasi pemasaran yang lebih efektif
Setiap perusahaan pasti memiliki strategi pemasarannya sendiri. Strategi
pemasaran ini berfungsi untuk mengatur arah jalannya perusahaan sehingga
membentuk tim koordinasi yang lebih efektif dan tepat sasaran.
- Merumuskan tujuan perusahaan
Para pelaku usaha tentunya ingin melihat dengan jelas apa tujuan perusahaan
mereka. Dengan adanya strategi pemasaran maka pelaku usaha akan terbantu
untuk membuat detail tujuan yang akan dicapai, baik jangka pendek maupun
jangka panjang.
- Pengawasan kegiatan pemasaran

177
Dengan adanya strategi pemasaran maka perusahaan akan memiliki standar
prestasi kerja para anggotanya. Dengan begitu, pengawasan kegiatan para
anggota akan lebih mudah dipantau untuk mendapatkan mutu dan kualitas
kerja yang efektif.
Banyak ahli pasaran mengatakan bahwa kepuasan pelanggan adalah kunci
utama dari konsep pemasaran dan marketing strategi. Dengan kata lain, setiap
perusahaan memiliki cara tersendiri dalam melakukan proses marketing, sesuai
karakteristik dan kesanggupan masing-masing. Pada dasarnya tujuan akhir dari
pemasaran itu tetap akan bermuara pada tercapainya kepuasan konsumen. Berikut
ini adalah lima konsep strategi pemasaran:
- Segmentasi pasar
Setiap konsumen pasti memiliki kebutuhan dan kebiasaan yang berbeda.
Perusahaan harus melakukan klasifikasi pasar yang sifatnya heterogen menjadi
satua-satuan pasar yang bersifat homogen.
- Market positioning
Tidak ada perusahaan yang bisa menguasai seluruh pasar. Itulah alasannya
mengapa perusahaan harus punya pola spesifik untuk mendapatkan posisi kuat
dalam pasar, yaitu memilih segmen yang paling menguntungkan.
- Market Entry Strategy
Ini adalah strategi perusahaan untuk bisa masuk pada segmen pasar tertentu.
Bebebrapa cara yang sering dilakukan adalah: membeli perusahaan lain,
internal development, kerjasama dengan perusahaan lain
- Marketing Mix Strategy
Marketing Mix (baca: Pengertian Marketing Mix) adalah kumpulan dari
beberapa variabel yang telah digunakan perusahaan untuk mempengaruhi
tanggapan konsumen. Beberapa variabel tersebut diantaranya; Product, Price,
Place, Promotion, Participant, Process, People, Physical Evidence.
- Timing Strategy
Pemilihan waktu dalam melakukan pemasaran juga sangat penting untuk
diperhatikan. Perusahaan perlu melakukan berbagai persiapan yang baik di
bidang produksi, dan menentukan waktu yang tepat untuk mendistribusikan

178
produk ke pasar. Setelah memahami pengertian strategi pemasaran dengan baik
dan melakukan analisis, kini saatnya Anda eksekusi ke beberapa strategi yang
pas.
Beberapa strategi pemasaran yang populer berikut ini bisa Anda terapkan:
- Partnership
Marketing Partnership memiliki sejumlah keuntungan, contohnya
berkolaborasi dengan pihak lain. Strategi pemasaran ini dinilai murah dan lebih
berpeluang untuk sukses.
- Bekerja sama dengan Influencer
Jangan menganggap remeh kemampuan influencer sekelas selebgram. Mereka
justru banyak memberikan pengaruh pada penjualan Anda, dengan jangkauan
follower yang besar, ketika Anda mengontrak influencer untuk
mempromosikan produk Anda, tentu bukan hal tidak mungkin mendapatkan
keuntungan berlipat-lipat. Influencer tidak melulu dari selebgram, tergantung
produk Anda juga. Vlogger dan blogger juga bisa berpengaruh besar.

Gambar 4.1 Contoh strategi pemasaran (promosi ) yang dibuat blogger


(google.com)

- Melibatkan karyawan
Tidak ada yang salah dengan melibatkan karyawan Anda dalam beberapa
proyek. Coba sesekali membuat iklan lucu yang melibatkan karyawan. Tentu
ini memiliki efek ganda. Mereka akan dengan senang hati share video dengan
perusahaan disamping meningkatkan efektifitas kerja. Rata-rata karyawan
merasa bangga saat dilibatkan dalam proyek seperti ini.

179
Gambar 4.2 Contoh strategi pemasaran yang melibatkan karyawan
- Menjaga pelanggan lama
Hal ini sangatlah penting. Senantiasa manjakan pelanggan lama Anda karena
mereka adalah yang paling loyal dalam membeli produk. Coba berikan bonus
kecil khusus untuk pelanggan lama. Kebanyakan mereka adalah yang paling
loyal mempromosikan produk yang mereka anggap memuaskan. Beberapa hal
penting berkaitan dengan strategi pemasaran yaitu:
Ternyata banyak juga yang kebingungan dengan pengertian strategi
pemasaran (marketing strategy) dan rencana pemasaran. Padahal keduanya sangat
berbeda. Strategi pemasaran adalah penjelasan tentang goal yang perlu Anda
capai dengan usaha yang dijalankan. Kita cukup melihatnya di business goal yang
sudah dirancang. Sementara rencana pemasaran yaitu perencanaan bagaimana kita
mencapai marketing goal yang sudah diatur. Jadi rencana pemasaran lebih
mengarah ke sebuah peta atau pemandu dari satu langkah ke yang lainnya. Berikut
ini kaitan antara strategi pemasaran dan rencana pemasaran dari The Balance
(https://www.thebalancesmb.com) dapat Anda lihat pada Gambar 4.3.

STRATEGI PEMASARANRENCANA PEMASARANIMPLEMENTASI = SUKSES

Gambar 4.3 Formula Strategi Pemasaran


Oleh karena itu, rencana pemasaran dapat dibuat dengan terlebih dahulu
memahami pengertian strategi pemasaran yang harus didahulukan di samping
mengetahui komponen pentingnya. Komponen strategi pemasaran antara lain
terdiri dari: external marketing message, menetapkan tujuan sasaran, sasaran
jangka pendek dan tujuannya, dan sasaran jangka panjang dan tujuannya.

180
Rencana pemasaran memiliki komponen-komponennya yaitu tantangan
yang digadapai dan analisis situasi. Tantangan yang dihadapi (bisa tentang
deskripsi produk/servis dan rekap sasaran yang disebutkan pada strategi
pemasaran). Sedangkan analisis situasi dapat mengikuti kerangka berikut ini.

SASARAN-- FOKUS-- BUDAYA-- KEKUATAN-- KELEMAHAN-- MARKET SHARE

Gambar 4.4 Analisis rencana pemasaran

Setelah membuat kerangka di atas, kini saatnya Anda melakukan analisis


konsumen. Analisa ini bisa berupa taget konsumen yang ingin diperoleh, jenisnya,
alasan kenapa mereka beli produk Anda, konsumen yang seperti apa yang akan
dibidik dan seterusnya. Melakukan analisis seperti ini nanti bisa memperuncing
strategi pemasarannya dan tahu langkah apa yang dilakukan untuk menarik
konsumen lebih banyak. Selain itu, ada baiknya juga melakukan analisis
kompetitor. Kita bisa mengukurnya dari diposisi mana bisnis kita sekarang dan
juga kompetitornya? Apa kelebihan Anda dibanding kompetitor dan apa
kekurangan Anda? dan seterusnya. Ini sangat baik supaya kita bisa memahami
celah kompetitor dan menentukan strategi yang baik. Selanjutnya Anda akan
mendapatkan bagaimana cara menglola sebuah usaha/binis yang dapat dijelaskan
pada subbab manajemen usaha.

6. Manajemen Usaha
Manajemen adalah sebuah proses dalam rangka untuk mencapai tujuan
suatu organisasi dengan cara bekerjasama dengan orang-orang dan sumber daya
yang dimiliki oleh organisasi. Istilah Manajemen, sekarang lebih cenderung
kepada istilah bisnis dan dunia karyawan, karenanya seringkali orang-orang
menyebutnya sebagai manajemen usaha, meskipun sebenarnya istilah manajemen
sendiri memang lebih besifat umum dan seringkali digunakan untuk berbagai
macam tujuan. Manajemen merupakan ilmu serta seni dalam menjalankan segala
aktifitas dari suatu organisasi. Aktifitas tersebut biasanya adalah berupa
pengorganisasian yang meliputi perencanaan, penyusunan, pengupayaan, dan

181
pengawasan dengan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki oleh
organisasi agar tujuan bisa segera terealisasi.
Fungsi utama manajemen usaha
- Planning (Fungsi Perencaanaan).
Planning adalah bagaimana cara perusahaan dalam menetapkann tujuan yang
diinginkan dan kemudian menyusun rencana strategi dan bagaimana cara
dalam mencapai tujuan tersebut.
- Organizing (Fungsi Pengorganisasian).
Fungsi pengorganisasian adalah berupa pengaturan sumber daya manusia dan
sumber daya fisik yang dimiliki agar dapat menjalankan rencana-rencana yang
sudah diputuskan sebelumnya untuk mencapai tujuan yang diinginkan tersebut.
- Direction (Pengarahan).
Directing atau fungsi pengarahan adalah segala upaya yang dilakukan untuk
dapat menciptakan suasana kerja yang dinamis, sehat agar kinerja perusahaan
dapat menjadi lebih efektif dan efisien.
- Controlling (Pengendalian).
Fungsi pengendalian adalah segala upaya yang dilakukan untuk menilai suatu
kinerja yang berpedoman kepada standar yang sebelumnya telah dibuat, juga
untuk melakukan perbaikan-perbaikan jika memang dibutuhkan.
Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal, maka para manajer harus
mampu menguasai seluruh fungsi dari ke empat fungsi manajemen tersebut.
Pengelolaan sebelum menjalankan suatu usaha sangatlah penting karena dalam
sebuah usaha membutuhkan adanya benteng atau pondasi sebagai dasar utama
untuk mencapai tujuan.
Pondasi utama dalam menjalankan usaha bisa juga dilakukan dengan
adanya perencanaan yang benar-benar matang terlebih dahulu untuk kedepannya
seperti apa dan bagaimana untuk melanjutkan usaha tersebut. Sesuatu apapun
apabila memang memiliki perencanaan yang terbaik dan sangat matang akan
mendapatkan hasil yang benar-benar optimal, begitu pula dalam melakukan usaha
seharusnya memiliki kematangan yang baik. Setelah perencanaan
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengontrolan maka manajemen usaha sudah

182
dapat berjalan dengan efektif dan efisien secara berkesinambungan maka perlu
disusun laporan keuangannya. Bagian akhir dari materi KB 4 ini adalah laporan
keuangan.

7. Laporan Keuangan
Pada bagian akhir materi produk kreatif dan kewirausahaan, tentunya
Anda akan dihadapkan pada Laporan Keuangan. Apa yang dimaksud dengan
Laporan Keuangan (financial statement)? Pengertian laporan keuangan adalah
hasil akhir dari proses pencatatan transaksi keuangan suatu perusahaan yang
menunjukkan kondisi keuangan perusahaan tersebut pada satu periode akuntansi
dan merupakan gambaran umum mengenai kinerja suatu perusahaan. Pendapat
lain mengatakan bahwa laporan keuangan adalah produk akhir proses akuntansi
suatu perusahaan dalam satu periode tertentu dimana informasi di dalamnya
merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan, dengan tujuan
untuk membantu perusahaan membuat keputusan atau kebijakan yang tepat.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia, laporan
keuangan lengkap terdiri dari 5 jenis laporan, yaitu laporan laba rugi, laporan
perubahan modal, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.
Untuk mengetahui secara detail format laporan keuangan yang ada, berikut ulasan
lengkapnya. Income statement atau profit and loss statement merupakan laporan
keuangan yang berfungsi untuk menilai kinerja keuangan apakah perusahaan
mengalami keuntungan atau kerugian pada satu periode akuntansi. Selain untuk
mengetahui keuntungan atau kerugian, laporan laba rugi juga dibuat untuk
memberikan informasi tentang pajak perusahaan, bahan evaluasi manajemen dan
membantu dalam pengambilan keputusan.
Proses penyusunan financial statement menggunakan berbagai sumber
data, mulai dari faktur, bon, nota kredit, laporan, bank dan lain sebagainya. Semua
data asli transaksi keuangan tersebut digunakan untuk mengisi buku perkiraan dan
sebagai bukti keabsahan transaksi. Pembuatan financial statement oleh suatu
perusahaan tentunya ada tujuan yang ingin dicapai. Adapun beberapa tujuan
umum pembuatan laporan keuangan adalah sebagai berikut:

183
- Untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusan.
Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan dapat membantu suatu
perusahaan sebagai bahan evaluasi dan perbandingan dampak keuangan yang
terjadi akibat dari suatu keputusan ekonomi.
- Untuk membantu perusahaan dalam menilai dan memprediksi pertumbuhan
bisnis di masa depan.
Dengan adanya informasi keuangan, maka suatu perusahaan dapat menilai
bagaimana kondisi perusahaan di masa sekarang dan meramalkan kondisi
perusahaan di masa mendatang.
- Untuk menilai aktivitas pendanaan dan operasi perusahaan.
Informasi mengenai kondisi keuangan juga dapat membantu suatu perusahaan
dalam menilai aktivitas investasi dan kemampuan operasional perusahaan
tersebut pada satu periode tertentu.
Pada dasarnya financial statement berfungsi sebagai alat untuk membantu
perusahaan dalam menilai kondisi keuangan perusahaan secara umum. Adapun
beberapa fungsi laporan keuangan adalah sebagai berikut:
- Sebagai bahan review
Financial statement dapat memberikan data atau informasi yang komprehensif
tentang posisi keuangan perusahaan. Hal ini bisa menjadi ulasan mengenai
kondisi perusahaan secara menyeluruh, khususnya kondisi keuangan (aset,
utang, biaya operasional, dan lain-lain).
- Sebagai pedoman membuat keputusan
Salah satu fungsi penting dibuatnya laporan mengenai kondisi keuangan
perusahaan adalah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan
penting bagi perusahaan.
- Membantu menciptakan strategi baru
Selain membantu proses pengambilan keputusan penting, financial statement
juga dapat dipakai untuk menciptakan strategi baru oleh perusahaan dalam
upaya meningkatkan performa usahanya.
- Meningkatan kredibilitas perusahaan

184
Perusahaan yang membuat financial statement menunjukkan bahwa
perusahaan tersebut telah menerapkan suatu sistem perekapan data yang
terpercaya, akurat, dan tidak sembarangan dalam mengambil keputusan. Para
pemegang saham tentu lebih percaya menginvestasikan uang mereka kepada
perusahaan yang dipercaya dan memiliki kredibilitas yang baik.
Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang sering dipakai untuk melakukan
analisis terhadap kondisi keuangan perusahaan, yaitu:
- Laporan Laba Rugi (profit and lost statement)
Laporang laba rugi adalah suatu laporan yang menjelaskan tentang kinerja
keuangan suatu entitas bisnis dalam satu periode akuntansi. Di dalam laporan
ini terdapat informasi mengenai unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan
sehingga diketahui laba atau rugi bersih.
- Laporan Perubahan Modal (capital statement)
Laporan perubahan modal adalah jenis laporan yang di dalamnya terdapat
informasi tentang perubahan modal atau ekuitas perusahaan pada periode
tertentu. Laporan ini dapat memberikan informasi seberapa besar terjadi
perubahan modal dan apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan
tersebut.
- Laporan Neraca (balance sheet)
Laporan neraca adalah laporan yang menjelaskan informasi kondisi keuangan
suatu entitas bisnis pada tanggal tertentu. Dari laporan ini kita dapat
mengetahui berapa jumlah aktiva (harta, aset), kewajiban (utang), dan ekuitas
perusahaan. Berikut ini contoh laporan keuangan. https://www.google.com/
185
Gambar 4.5 Contoh laporan keuangan (Laporan Neraca)

- Laporan Arus Kas (cash flows)


Laporan arus kas adalah financial statement suatu entitas bisnis yang dipakai
untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada suatu periode
akuntansi. Laporan ini juga menjadi alat pertanggungjawaban cash flows
selama periode pelaporan. Silahkan Anda pelajari berbagai jenis Laporan
keuangan yang ada.

D. CONTOH STRATEGI PEMBELAJARAN DENGAN MENERAPAN


TPAC
Setelah Anda memahami seluruh materi diberikan, dan Anda sebagai
calon guru/guru Teknik Kimia yang professional abad 21 dituntut mampu
merancang pembelajaran dengan menerapkan prinsip memadukan pengetahuan
Teknik Kimia, pedagogik, serta teknologi informasi dan komunikasi atau
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK). Untuk itu marilah
kita coba untuk membelajarkan materi analisis peluang usaha melalui strategi

186
PBL. Berikut ini adalah contoh pembelajaran dengan strategi Problem-Based
Learning (PBL) yang menerapkan TPACK. PBL adalah model pembelajaran yang
bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik
belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh
pengetahuan (Duch,1995).

Tujuan Pembelajaran
Menjelaskan tahapan produksi dan produksi massal untuk “sarapan pagi milenial”

Langkah-langkah Pembelajaran
1. Mengorientasikan peserta didik
Orientasikan peserta didik terhadap suatu peluang usaha yaitu masalah
banyak waktu terbuang dalam menyiapkan sarapan. Guru membawa siswa pada
suatu permasalahan melalui media video, animasi ataupun gambar kejadian
kemacetan di jalanan, tuntutan pagi sudah di kantor, stress seorang ibu, dan lain-
lain.
2. Mengorganisasikan peserta didik
Pada tahap ini, guru membantu peserta didik mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Misalnya membantu peserta didik membentuk kelompok kecil, membantu peserta
didik membaca masalah yang ditemukan pada tahap sebelumnya, kemudian
mencoba untuk membuat hipotesis atas masalah yang ditemukan tersebut.
misalnya “Sarapan pagi milenial dapat memberikan solusi efektivitas waktu”
3. Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Pada tahap ini, guru mendorong peserta didik untuk mengumpulkan
informasi sebanyak-banyaknya, berkaiatan dengan tahapan produksi dan produksi
masal, taget pasar, pemodalan, untung rugi dan sebagainya. Guru menciptakan
dan membagikan ide mereka sendiri untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah.
4. Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

187
Pada tahap ini guru membantu peserta didik dalam menganalisis data yang
telah terkumpul pada tahap sebelumnya, sesuaikah data dengan masalah yang
telah dirumuskan, kemudian dikelompokkan berdasarkan kategorinya. Peserta
didik memberi argumen terhadap jawaban pemecahan masalah. Karya bisa dibuat
dalam bentuk laporan, video, atau model.
5. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Pada tahap ini, guru meminta peserta didik untuk merekonstruksi
pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya.
Guru dan peserta didik menganalisis dan mengevaluasi terhadap pemecahan
masalah yang dipresentasikan setiap kelompok.
Setelah selesai pembelajaran, jangan lupa agar guru memberikan penguatan,
bahwa memulai gagasan yang kreatif akan berdampak pada penumbuhan jiwa
enterpreunership, yang sangat diperlukan pada era milenial seprrti ini.

E. FORUM DISKUSI
Berdasarkan uraian materi pada Kegiatan Belajar 4, coba Anda sebagai
guru atau calon guru mata pelajaran Teknik Kimia, diskusikan tentang “Minuman
Milenial” lakukan analisis peluang usaha, buat aspek-aspek perencanaan
usahanya, disain tahapan produk dan produksi masalnya, lakukan uji coba produk,
buat strategi marketing dan manajemen usahanya, dan buat laporan keuangan
untuk satu siklus tertentu. Sajikan data pendukung untuk pendirian usaha tersebut.
Rancanglah pula bagaimana cara membelajarkan “memulai usaha baru” sesuaikan
strategi pembelajarannya dan aplikasikan Technological Pedagogical and Content
Knowledge (TPACK).

F. RANGKUMAN
Analisis peluang usaha adalah analisis suatu ide investasi atau usulan
bisnis yang menarik serta memberi kemungkinan untuk memberikan hasil bagi
seseorang yang berani mengambil resiko. Analisis peluang usaha sangat berguna
dalam menyusun strategi perusahaan, penjualan, hingga ide bisnis baru. Dalam
setiap bisnis pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai. Perencanaan merupakan

188
awal dari segala hal yang berjalan. Tanpa adanya perencanaan, jarang sekali
sebuah rencana bisa berjalan dengan baik tanpa memperhatikan aspek aspek
perencanaan usaha dengan baik. Pengujian produk atau pengujian konsep produk
merupakan suatu kegiatan yang ada di dalam salah satu tahap pengembangan
produk. Sebelum diproduksi dan di pasarkan, produk baru lebih dahulu diuji
untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran.
Strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau
jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah
penjualan menjadi lebih tinggi. Manajemen usaha/ manajemen adalah sebuah
proses dalam rangka untuk mencapai tujuan suatu organisasi dengan cara
bekerjasama bersama orang-orang dan sumber daya yang dimikiki oleh
organisasi. Laporan keuangan adalah hasil akhir dari proses pencatatan transaksi
keuangan suatu perusahaan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan
tersebut pada satu periode akuntansi dan merupakan gambaran umum mengenai
kinerja suatu perusahaan.

G. TES FORMATIF
4
1. Wirausahawan dituntut untuk memiliki beberapa modal untuk berhasil dalam
mengelola sebuah usaha yang dia gagas. Salah satu modal keberhasilan
seseorang dalam berwirausaha ialah ….
A. memiliki motivasi
B. kerja keras dan disiplin
C. memiliki daya pikir yang baik
D. memiliki kemampuan berinteraksi
E. kreatif dan Tangguh

2. Seorang pengusaha di jaman milenial seperti ini, sangat dianjurkan untuk

menghasil produk yang kreatif. Misalnya saja usaha gojek sudah beralih
menggunakan suatu aplikasi software, juga sistem pembayaran jasa
tranportasi seperti OVO dan gopay. Istilah kreatif tersebut mengacu
pada….
A. menghasilkan karya baru

189
9. Seorang pemegang keuagan membuat laporan yang menunjukkan
pendapatan dan penjualan, biaya dan laba, yang diperoleh perusahaan
selama satu periode tertentu. Pernyataan tersebut
merupakan….
A. Neraca
B. Laporan perubahan modal
C. Laporan laba rugi
D. Laporan arus kas
E. Buku besar

10. Laporan keuangan (financial statement) memiliki beberapa fungsi bagi


perusahan. Manakah dari pernyataan berikut ini yang bukan merupakan
fungsi laporan keuangan.
A. bahan evauasi manajemen

B. pedoman membuat keputusan


C. menciptakan strategi baru
D. kredibilitas perusahaan
E. memanipulasi pajak perusahaan

H. DAFTAR PUSTAKA
Alma B. 2005. Kewirausaaahn cetakan ke 9, Bandung: Alfabeta
Alma B. 2003. Manajemen Pemassaran dan Pemasaran edisi 2: Bandung:
ALfabeta
Meredith, G.G. 1989. Kewirausahaan teori dan praktek. Diterjemahkan oleh
Andre asparsayogi, Cetakan ke 6. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo
Rye, DE. (terjemahan Pujaatmaka, H.) 1996. WIrausahawan, Buku pertama dan
kedua: Jakarta: PT Prehallindo
Zimmerer, Scarborough. 2010. Kewirausahaan dan Manajemen Usaha kecil Edisi
ke-5. Jakarta: Salemba Empat
Dwi Prastowo D., M. A., et al. (2008). Analisis Laporan Keuangan konsep dan
aplikasi edisis ke-2. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

192
k. Darsono dan Ashari. 2005. Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan.
Yogya
karta: Andi
http://brainly.c
o.id/
http:budiandhinote.blog.spot.com2019/03/bab7/penujian-
produk html
https://www.maxmanroe.com/vid/finansial/laporan-
keuangan.

TUGAS AKHIR

Kali ini Anda dihadapkan pada data hasil pengukuran larutan


standar Cu dan sampel Cu dari air sungai.
Data pengukuran larutan Standar Cu

No. Konsentrasi Pengukuran ke-


(ppm) 1 2 3
1 0,5 0,0905 0,0899 0,0907
2 1 0,1780 0,1723 0,1699
3 2 0,3379 0,3423 0,3365
4 3 0,4938 0,4695 0,4832
5 4 0,6438 0,6524 0,6499

Data Pengukuran sampel Cu

Pengukuran 1 2 3 4 5 6
ke
konsentr 0,5 0,5 0,5 0,52 0,5 0,55
asi 4 5 4
(ppm)

1. Tentukan parameter keberterimaan metode analisis


untuk daerah kerja(linearitas), sensitivitas, LOD, dan LOQ
2. Tentukan parameter keberterimaan presisi metode
3. Bagaimana membuat laporan validasi sesuai persyratan teknis
yang terdapat pada ISO 17025
4. Deskripsikan teknik pengambilan sampel Cu dari air sungai tersebut.
5. Apakah keuntungan yang didapat bila laboratorium pegujian selalu
memelihara dokumen validasi metode.