Anda di halaman 1dari 8

PERANAN PENGAMALAN PANCASILA DALAM

ERA GLOBALISASI

Andi Nursuasri Aini


041874554
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pancasila merupakan landasan ideologi bagi bangsa Indonesia dan
merupakan pandangan hiup bagi bangsa Indonesia. Pancasila mencakup
seluruh aspek yang digabungkan kedalam 5 sila. Mulai dari ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.
Selain itu, Pancasila juga merupakan cita-cita bangsa Indonesia yang
berarti Pancasila bisa menjadi Visi untuk menjalankan kehidupan bernegara.
Sebagai ideology negara, Pancasila juga dapat diartikan sebagai
landasan fundamental dalam kehidupan bangsa Indonesia. Dengan kata lain,
Pancasila memuat niali dan norma yang bisa dijadikan sebagai pedoman
dalam berprilaku. Unsur-unsur yang terdapat di pancasila sudah terdapat
sebagai nilai-nilai dan asas-asas adat istiadat, kebudayaan, agama-agama, dan
setelah bernegara ditambahkan kedudukan baru sebagai asas kenegaraan.
Bangsa Indonesia ber-Pancasila dalam Tri Prakara, yaotu tiga jenis yang
bersama-sama dimiliki maka tidak ada pertentangan antara asas Pancasila
kenegaraan, adaat, kebudayaan, dan religious. Ketiga-tiganya saling
memperkuat. Pancasila sebagai nilaidan asas kehidupan adalah cita-cita hidup
bersama yang seharusnya diamalkandan diaktualisasikan. Pengalaman dan
aktualisasi pancasila tidak hanya dalam lapangan hidup kenegaraan, tetapi
juga dalam lapangan adat, kebudayaan, keagamaan, termasuk lingkungan
usaha pihak negara. Sebaliknya, pemeliharaan dan perkembangan adat,
kebudayaan, agama-agama tidak boleh bertentangan dengan hidup kenegaraan
(Notonegoro, 1971).
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman lahirlah sebuah
era yang dinamakan sebagai era globalisasi, Globalisasi adalah suatu
fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam
masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kata
globalisasi diambil dari global yang maknanya universal pada era ini hal-hal
sangat mudah sekali berkembang dikarenakan pengaruh perkembangan
Ipteks, akibatnya budaya-budaya dari luar negara Indonesia dapat dengan
mudahnya masuk ke Indonesia. Hal ini tentunya merupakan tantangan bagi
Pancasila sebagai penyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya dan
pandangan hidup bangsa Indonesia. Globalisasi akan menjadi sebuah peluang
yang menjanjikan kemakmuran, demokrasi, dan keadilan jika dapat dikelola
dengan baik (Winarno, 2008).

B. Rumusan masalah
1) Apa saja pengaruh positif dan negatif globalisasi bagi bangsa
Indonesia?
2) Bagaimana cara kerja Pancasila menyaring hal-hal yang tidak sesuai
dengan bangsa Indonesia?
C. Tujuan
1) Untuk mengetahui pengaruh positif dan negatif globalisasi bagi bangsa
Indonesia
2) Untuk mengetahui cara kerja Pancasila menyaring hal-hal yang tidak
sesuai dengan bangsa Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengaruh Positif dan negatif Globalisasi
Globalisasi adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan
meningkatnya keterhubungan global, integrasi, dan saling ketergantungan di
bidang sosial, ekonomi, sosial, teknologi, budaya, dan politik (Khanif, Al et
al., 2017) Globalisasi memberikan dampak positif dan negatif bagi setiap
warga negara indonesia. namun, tidak setiap warga negara menyikapi dampak
negatif globalisasi dengan baik. Terjadinya penurunan kuwalitas moral bangsa
merupakan salah satu dampak negatif dari globalisasi. Adapun penurunan
kualitas moral bangsa dapat kita lihatbanyaknya bermunculan kasus-kasus
yang tidak sesuai dengan nilai-nilai norma yang hidup dalam masyarakat
indonesia, seperti: maraknyapencurian, pembunuhan, pemerkosaan dikalangan
masyarakat serta kasus-kasus kenakalan remaja seperti tawuran, sexbebas dan
penyalahgunaan narkoba terutama yang terjadi dikalangan pelajar.Beberapa
kasus diatas menunjukkan bahwa pendidikan kita belum mampu membangun
karakter bangsa. Karena, hingga saat ini praktik pendidikan yang terjadi
dikelas-kelas tidak lebih darilatihan-latihan skolastik, seperti mengenal,
membandingkan, melatih, dan menghafal. (Winarno Surachmad, dkk
:2003:114).
Globalisasi mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia,
mulai dari social budaya, ekonomi, politik, dan kesehatan. Dalam bidang
social budaya globalisasi meningkatkan pembelajaran mengenai tata nilai
sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan
teknologi dari bangsa lain yang telah maju. Globalisasi berdampak terhadap
perkembangan Bahasa Indonesia, banyak kata-kata dari bahasa asing,
terutama bahasa Inggris sebagai Bahasa Internasional memperkaya kosa kata
Bahasa Indonesia. Contohnya kata hallo, televisi, dan radio. Namun, dampak
negative globalisasi bagi social budaya adalah Semakin mudahnya nilai-nilai
barat masuk ke Indonesia baik melalui Internet, media televisi, maupun media
cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat dan munculnya sifat individualisme
dalam kehidupan bermasyaralkat.
Di sektor ekonomi pengaruh globalisasi mengakibatkan peluang usaha
Internasional menjadi terbuka lebar, sehingga para pengusaha dapat
menyentuh pasar Internasional, selain itu mudahnya ekspor impor dapat
membuat penghasilan para pengusaha naik. Adapun dampak buruknya adalah,
produk impor akan membuat produk local gagal bersaing.
Di bidang politik, pengaruh globalisasi mengakibatkan meningkatnya
hubungan diplomasi antar negara, proses pemerintahan akan semakin terbuka
dan lebih demokratis, dan hubungan kerja sama internasional terbuka lebar,
serta mempermudah hubungan kerja sama antar negara. Adapun dampak
negatifnya adalah banyaknya partai politik di sebuah negara, munculnya
ancaman disintegrasi bangsa dan negara, serta sebagian masyarakat akan
mengambil paham politik luar negeri.
Terakhir di bidang kesehatan, pengaruh globalisasi pada aspek ini
adalah meningkatnya mobilitas pasien yang pergi keluar negeri untuk
mendapatkan perawatan medis, dan meningkatnya perusahaan asing dan
asuransi di dalam negeri. Adapun dampak negatifnya adalah, membuat
masyarakat enggan pergi ke pengobatan alternative dan lebih memilih ke luar
negeri untuk mendapatkan perawatan medis dan kecanggihan teknologi
dimanfaatkan sebagian orang untuk membuka industry tanpa memperhatikan
lingkungan sekitar.
Itulah beberapa dampak positif dan negative dari beberapa bidang
yang dipengaruhi oleh globalisasi. Sebenarnya masih banyak bidang yang lain
yang dipengaruhimoleh globalisasi dan harus disaring oleh Pancasila, oleh
karena itu Pancasila haruslah dinamis dalam menyaring hal-hal apa saja yang
boleh dan yang tidak boleh diambil dari pengaruh globalisasi tersebut, agar
jati diri bangsa Indonesia tidak hilang dikikis oleh globalisasi.
2. Cara kerja Pancasila menyaring hal-hal yang tidak sesuai dengan bangsa
Indonesia
Asal mula Pancasila sebagai dasar negara dapat dirumuskan dari
empat macam sebab. Pertama, asal mula bahan ( causa materialis) Pancasila
adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam adat kebiasaan, kebudayaan, dan
dalam agama-agama bangsa Indonesia. Kedua, asal mula bentuk atau bangun
(Causa Formalis) adalah Ir. Soekarno bersama-sama dengan anggota lain
Panitia Kecil Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan
Indonesia. Asal tujuan (Causa Finalis) adalah sebagai calon dasar filsafat
negara. Ketiga, asal mula sambungan baik dalam arti asal mula bentuk atau
bangun dan asal mula tujuan pancasila sebagai calon dasar filsafat negara
adalah sembilan orang anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan
Kemerdekaan Indonesia yang menyusun rencana Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945 tempat terdapatnya Pancasila, dan Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang mengesahkan rencana tersebut
dengan perubahan. Keempat, asal mula karya (Causa effisien) adalah Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yaitu yang menjadikan Pancasila sebagai
dasar filsafat negara, yang sebelumnya sebagai calon dasar filsafat negara
(Notonagoro, 1971, 32-33).
Diliat dari persiapan para Founding Fathter yang merancang Pancasila
sangatlah kompleks, mereka menyusun Pancasila mulai dari memasukkan hal-
hal atau unsur-unsur yang terdapat di dalam bangsa Indonesia yaitu
kebudayaan, adat, dan agama. Sehingga lahirlah pancasila yang bersifat
dinamis yang membuat bangsa Indonesia harus melihat Pancasila terlebih
dahulu sebelum mengambil kebudayaan-kebudayaan yang berasal dari luar
negeri.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Tidak dapat dipungkiri bahwa zaman sekarang sudah berkembang seiring
berjalannya waktu, bangsa Indonesia juga tidak bisa menutup diri dari
perkembangan dunia luar yang begitu pesatnya, karena dengan hal tersebut
bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang berkualitas yang bisa bersaing di
dunia Internasional. Akan tetapi, bangsa Indonesia juga harus melihat dan
menyaring hal-hal yang akan mereka ambil dari negara luar melalui nilai-nilai
Pancasila yang sudah menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia.
2. Saran
Dalam penulisan artikel ini terdapat sangat banyak kesalahan-kesalahan, maka
dari itu kami sebagai penulis memohon saran dan kritik yang membangun
untuk penulisan artikel yang lebih baik kedepannya
DAFTAR PUSTAKA
Khanif, Al et al. 2017. Pancasila dalam Pusaran Globalisasi. Jember: Universitas
Jember.

Lasiyo et al. 2020. PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. Tangerang Selatan:


Universitas Terbuka.

Notonagoro. (1971). Pancasila Secara Ilmiah Populer.Jakarta: Bumi Aksara

Surachmad, W., dkk. (2003). Mengurai Benang Kusut Pendidikan. Jakarta:


Transformasi

Winarno, Budi. 2008. GLOBALISASI Peluang atau Ancaman bagi INDONESIA.


Jakarta: Erlangga.