Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

1. Topik
Penyuluhan tentang vaksinasi covid-19 pada ibu hamil
2. Sasaran
Ibu hamil di posyandu RT 08
3. Tujuan
a. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan tentang vaksinasi covid-19 pada ibu
hamil diharapkan mampu memahami tentang materi tersebut.
b. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan tentang vaksinasi covid-19 pada ibu
hamil di posyandu RT 08 diharapkan :
1) Mampu menyebutkan macam-macam, dosis dan pemberian
vaksinasi Covid-19
2) Mampu menyebutkan efek vaksinasi Covid-19
3) Mampu menyebutkan syarat-syarat vaksinasi Covid-19
4) Mampu menjelaskan upaya pencegahan saat pandemic bagi ibu
hamil
4. Materi
Terlampir
5. Metode
Diskusi, Tanya Jawab
6. Media
- Leaflet
7. Waktu
- Hari Jumat, 12 November 2021
- Pukul 10.00 s/d Selesai.
8. Tempat
Posyandu RT 08
9. Evaluasi
1) Klien mampu menyebutkan macam-macam, dosis dan pemberian
vaksinasi Covid-19
2) Klien mampu menyebutkan efek vaksinasi Covid-19
3) Klien mampu menyebutkan syarat-syarat vaksinasi Covid-19
4) Klien mampu menjelaskan upaya pencegahan saat pandemic bagi ibu
hamil
10. Panitia
- Pemateri :
1. Dewi Aprilianti
2. Lucky Putra P
3. Prian Novelia Putri U
4. Yuki Nuryanti
- Sesi peralatan :
1. Lucky Putra P
2. Dewi Aprilianti
- Sesi dokumentasi :
1. Prian Novelia Putri U
2. Yuki Nuryanti
- Sesi konsumsi :
1. Dewi Aprilianti
2. Lucky Putra P
3. Prian Novelia Putri U
4. Yuki Nuryanti
Terlampir
VAKSINASI COVID 19 PADA IBU HAMIL
Wanita yang sedang hamil untuk vaksinasi diperbolehkan selepas
12 minggu. Ibu hamil merupakan salah satu golongan berisiko tinggi
dan disarankan untuk mendapatkan vaksin covid 19. Ibu hamil
diperbolehkan untuk vaksinasi diantara 14-33 minggu kehamilan.
A. Macam-macam vaksin :
1. Phzer
Vaksin jenis mRNA selamat digunakan semasa hamil tanpa
tanda bahaya yang terjadi. Waktu pemberian diantara usia
kehamilan 14-33 minggu
2. Astrazaneca
Tidak ada kontraindikasi teradap ibu mengandung, bagi
mereka yang sudah mendapatkan suntikan dosis pertama.
Waktu pemberian diantara usia kehamilan 14-33 minggu.
3. Sinovac
Laporan interm yang dikeluakan WHO membenarkan
penggunaan vaksin sinovac untuk ibu mengandung dan yang
menyusui bayi karena untuk mengatasi resiko. Waktu
pemberian antara usia kehamilan 14-33 minggu.

B. Pemberian vaksin :
Jadwal yang dianjurkan adalah dua dosis (0,5 ml) yang
diberikan secara intramuskuler ke otot deltoid. Menurut label
produk dari pembuat, vaksin ini dapat diberikan dengan jarak
4–12 dosis (6). Dengan mempertimbangkan pengamatan bahwa
efikasi dua dosis dan peningkatan imunogenisitas dengan jarak
antar-dosis yang lebih lama, WHO merekomendasikan jarak
antar-dosis selama delapan hingga 12 minggu. Jika dosis kedua
tidak sengaja diberikan dalam waktu kurang dari empat minggu
setelah dosis pertama, dosis kedua tersebut tidak perlu
diberikan ulang. Jika pemberian dosis kedua tidak sengaja
tertunda hingga melebihi 12 minggu, dosis kedua harus
diberikan sesegera mungkin. Dianjurkan agar semua orang
yang divaksinasi menerima dua dosis.
Wanita hamil lebih cenderung untuk mengalami sakit yang
lebih teruk daripada jangkitan COVID-19 berbanding wanita
yang tidak hamil. Mendapatkan vaksinasi semasa hamil akan
melindungi anda daripada mengalami penyakit COVID-19.
Pusat pencegahan penyakit (CDC), Persekutuann
antarbangsa ginekologi dan obstetric (FIGO) telah
mengesahkan kebaikan mengambil vaksinasi semasa hamil.
Berdasarkan hasil penelitian Lestari, et al (2021) Bahwa bidan
setiap pelayanan antenatal care bidan selalu memberikan
edukasi terkait peningkatan imunitas pada ibu hamil sebagai
upaya meminimalkan penularan covid-19, dengan adanya KIE
dapat meningkatlan pengetahuan seseoran dan kesadaran ibu
hamil dalam menjaga kesehatannya di masa pandemic covid-
19.

C. Hal-hal yang harus dipertimbangkan jika tidak melakukan


vaksinasi bagi ibu hamil :
1. Risiko anda terkena COVID-19
2. Resiko sakit yang parah
3. Manfaat vaksinasi yang harus diketahui
4. Semakin meningkat mengenai keselamatan semasa hamil
jika melakukan vaksinasi
D. Syarat-syarat vaksinasi bagi ibu hamil :
1. Usia kandungan tidak kurang dari 13 minggu, idealnya
adalah antara 13 – 33 minggu
2. Tekanan darah stabil
3. Tidak sedang menjalani pengobatan dan jika memiliki
komorbid nharus dalam kondisi terkontrol
4. Tidak punya gejala atau keluhan pre ekslampsia

E. Efek vaksinasi :
Terdapat efek samping ringan setelah melakukan vaksinasi
yaitu :
Kelelahan, sakit kepala, namun jika berkelanjutan hubungi
tenaga Kesehatan terdekat atau ke pelayanan Kesehatan
terdekat.

F. Upaya pencegahan bagi ibu hamil semasa pandemic covid-19 :


1. Cuci tangan anda dengan sabun dan air sedikitnya
selama 20 detik. Gunakan hand sanitizer berbasis alkohol
yang setidaknya mengandung alkohol 70%, jika air dan
sabun tidak tersedia.
2. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan
yang belum dicuci.
3. Sebisa mungkin hindari kontak dengan orang yang sedang
sakit.
4. Saat anda sakit gunakan masker medis. Tetap tinggal di
rumah saat anda sakit atau segera ke fasilitas kesehatan yang
sesuai, jangan banyak beraktivitas di luar.
5. Tutupi mulut dan hidung anda saatbatuk atau bersin dengan
tissue. Buang tissue pada tempat yang telah ditentukan. Bila
tidak ada tissue lakukan batuk sesui etika batuk.
6. Bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan
dan benda yang sering disentuh.
7. Menggunakan masker medis adalahsalah satu cara
pencegahan penularan penyakit saluran napas, termasuk
infeksi COVID-19. Akan tetapi penggunaan masker saja
masih kurang cukup untuk melindungi seseorang dari
infeksi ini, karenanya harus disertai dengan usaha
pencegahan lain. Pengunaan masker harus
dikombinasikan dengan hand hygienedan usaha-usaha
pencegahan lainnya.
8. Penggunaan masker yang salah dapat mengurangi
keefektivitasannya dan dapat membuat orang awam
mengabaikan pentingnya usaha pencegahan lain yang
sama pentingnya seperti hand hygienedan perilaku hidup
sehat.
9. Cara penggunaan masker medis yang efektif: Pakai
masker secara seksama untuk menutupi mulut dan hidung,
kemudian eratkan dengan baik untuk meminimalisasi celah
antara masker dan wajah Saat digunakan, hindari
menyentuh masker. Lepas masker dengan teknik yang
benar (misalnya; jangan menyentuh bagian depan masker,
tapi lepas dari belakang dan bagian dalam). Setelah
dilepas jika tidak sengaja menyentuh masker yang telah
digunakan segera cuci tangan. Gunakan masker baru yang
bersih dan kering, segera ganti masker jika masker yang
digunakan terasa mulai lembab. Jangan pakai ulang masker
yang telah dipakai. Buang segera masker sekali pakai dan
lakukan pengolahan sampah medis sesuai SOP. Masker
pakaian seperti katun tidak direkomendasikan
10. Diperlukan konsultasi ke spesialis obstetri dan spesialis
terkait untuk melakukan skrining antenatal, perencanaan
persalinan dalam mencegah penularan COVID19
11. Menghindari kontak dengan hewan seperti: kelelawar,
tikus, musang atau hewan lain pembawa COVID-19 serta
pergi ke pasar hewan
12. Bila terdapat gejala COVID-19 diharapkan untuk
menghubungi telepon layanan darurat yang tersedia untuk
dilakukan penjemputan di tempat sesuai SOP, atau
langsung ke RS rujukan untuk mengatasi penyakit ini
13. Hindaripergi ke negara terjangkit COVID-19, bila sangat
mendesak untuk pergi ke negara terjangkit diharapkan
konsultasi dahulu dengan spesialis obstetri atau praktisi
kesehatan terkait.
14. Rajin mencari informasi yang tepat dan benar
mengenai COVID-19 di media sosial terpercaya.
DAFTAR PUSTAKA
Panduan interm, (2020) rekomendasi interim untuk
penggunaan vaksin COVID-19, Oxford University dan
AstraZeneca
Kemenkes RI Dirjen P2P. (2020). Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, 5(1), 1.
Erlinawati, (2020). Pendidikan Kesehatan pada ibu hamil
dalam pencegahan penularan COVID-19 di Puskesmas
Kuok. Community Development Journal 1(3)
Kementerian Kesehatan Malaysia, (2021). Vaksinasi Covid-19
Bagi wanita hamil, Malaysia.
WHO (2021), Vaksin COVID-19 , Universitas Oxford dan
AstraZeneca