Anda di halaman 1dari 7

Nama mahasiswa : Lucky Putra Pamungkas

Tanggal : 30 Oktober 2021

Tempat : Ruangan Operasi

Nama Pasien : Tn. A (61 thn)

Diagnosa Medis : Ruptur Tendon musculotendinous

RESUME DI RUANG OPERASI

A. Laporan Pendahuluan
1. Definisi
Ruptur tendon adalah robek, pecah atau terputusnya tendon yang diakibatkan
karena tarikan yang melebihi kekuatan tendon (muttaqin, 2009). Ruptur tendon
merupakan jejas akut terhadap tendon akibat faktor dominan eksternal
meskipun ada juga kontribusi faktor internal meski lebih kecil (Griffin et al,
2012).
2. Etiologi
a. Penyakit tertentu, seperti arthritis dan diabetes.
b. Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan beberapa antibiotik yang dapat
meningkatkan resiko pecah.
c. Cedera dalam olah raga, seperti badminton, tenis, basket, sepak bola, angkat
beban.
d. Trauma benda tajam atau tumpul.
3. Fatofisiologi
Kerusakan pada jaringan otot karena traumalangsung atau tidak langsung.
Cedera ini terjadi akibat otot tertarik pada arah yang salah, kontraksi otot yang
berlebihan atau ketika terjadi kontraksi, itot belum siap, sehingga terjadi pada
bagian otot bisep dan trisep robek atau pecah. Fleksibilitas otot yang baik dapat
menghindarkan daerah sekitar cedera memar dan bengkak.
4. Manisfetasi Klinis
a. Rasa sakit mendadak dan berat dapat dirasakan pada bagian yang ruptur.
b. Terluhat bengkak dan kaku serta tampak memar, bengkak, dan kelemahan.
c. Sebuah kesenjangan atau depresi dapat dilihat di sekitar tendon yang cedera.
d. Lengan tidak dapat digerakan fleksi dan ekstensi.
B. Asuhan Keperawatan

1. RIWAYAT KESEHATAN

a) Keluhan utama

Terdapat luka terbuka di lengan sebelah kiri

b) Riwayat penyakit sekarang

Pada saat dikaji klien mengatakan luka post op di tangan sebelah kiri, klien
mengeluh nyeri di tangan sebelah kiri, nyeri serasa ditusuk-tusuk, dengan
skala nyeri 5 dari 10, nyeri dirasakan pada saat terkena benturan dan
digerakan

c) Riwayat penyakit dahulu

Pada saat di kaji klien mengatakan memiliki riwayat diabetes melitus,


sedangkan hipertensi tidak memiliki riwayat.

2. PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG

A. Pemeriksaan Fisik

a) Keadaan umum : klien tampak kesakitan

b) Kesadaran : compos metis (E4,M6,V5)

c) Tanda-tanda Vital :

TD (120/80)

Nadi (80x/mnt)

Respirasi (20X/mnt)

d) Sistem Muskuloskeletal

√Keterbatasan gerak, deformitas : Klien tidak dapat bergerak dengan


bebas

√Sakit pada tulang dan sendi : skala 5 pada bagian lengan

√Tanda-tanda fraktur :Terdapat luka fraktur

Lokasi : Lengan sebelah kiri


√Kontraktur pada sendi ekstremitas

√Tonus otot/kekuatan otot : skala 2 (terdapat gerakan, akan tetapi


ketika diberi tekanan sedikit tidak mampu bergerak)

√Kelainan bentuk tulang/otot : ruptur otot

√Tanda radang sendi :-

√Penggunaan alat bantu : Tidak menggunakan alat bantu


apapun

√Penggunaan traksi, gips, spalk, ORIF/EP, PSSW: menggunakan balutan /


perban

B. Pemeriksaan Penunjang

 Radiologi (foto anfebrachili sinistra dalam batas normal)


 besar , bentuk & struktur trabekula os radius dan ulna dalam batas
normal.
 Sela dan permukaan sendi dalam batas normal
 Tidak tampak garis fraktur
 Tidak tampak lesi titik maupun sklerotik
 Laboratorium
 Glukosa 193 mg/dl
 SGOT 24 U/L
 SGPT 22 U/L
 Ureum 22 mg/dl
 Creatinin 0.86 mg/dl
 Natrium 140 mmol/L
 Kalium 4.1 mmol/L
 Klorida 105 mmol/L
 Imunologi (antigen SARS CoV2) negatif

3. Diagnosa Keperawatan

Data Etiologi Masalah


DS : Trauma langsung Nyeri Akut
 Pasien Mengeluh
nyeri di lengan
sebelah kiri Serat kolagen rusak
 Skala nyeri 5
 Frekuensi
kadang-kadang Jalinan antar molekul
 Nyeri seperti rusak
ditusuk-tusuk
DO:
 Pasien meringis Ruptur tendon
saat merasakan
nyeri
Prosedur pembedahan
 Pasien tampak
lemas
 Terdapat luka di
inflamasi
lengan sebelah
kiri
pembengkakan

nyeri akut
DS :
DO:
Diagnosa
Tujuan dan kriteria
No keperawatan dan data Tindakan Rasional
hasil
penunjang
1 Nyeri akut Setelah dilakukan Manajemen nyeri. 1. Sebagai indikator
berhubungan dengan tindakan awal dalam
agen injury (biologis) keperawatan Observasi : menentukan
diharapkan tingkat 1. Kaji Tanda-tanda intervensi
nyeri menurun, Vital berikutnya
dengan kriteria 2. Identifikasi lokasi, 2. Untuk
hasil : karakteristik, mengetahui
1. Ttv dalam durasi, frekuensi, lokasi,
rentang normal kualitas nyeri, karakteristik,
TD 120/80 skala nyeri. durasi, frekuensi,
Nadi 80x/menit 3. Identifikasi kualitas nyeri,
RR 20x/menit respon nyeri non- skala nyeri
Suhu 36°C verbal.
2. Keluhan skala 4. Identifikasi factor 3. Agar dapat
nyeri menurun mengetahui nyeri
yang korban
3. Meringis memperberat dan 4. Agar dapat
memperingan mengetahui factor
nyeri. yang
Terapeutik : memperberat dan
5. Berikan Teknik memperingan
non-farmakologis 5. Membantu pasien
untuk mengurangi mengurangi nyeri
rasa nyeri. 6. Agar pasien dapat
6. Jelaskan mengetahui
penyebab, penyebab,
periode, dan periode, dan
pemicu nyeri. pemicu nyeri
7. Jelaskan strategi 7. Agar pasien dapat
meredakan nyeri. mengerti cara
8. Ajarkan teknik mengurangi nyeri
non- 8. Agar pasien dapat
farmakologis mengurangi nyeri
untuk tanpa bantuan
mengurangi rasa 9. Apabila teknik
nyeri non-farmakologis
kurang efektif
9. Kolaborasi maka dapat
pemberian diberikan obat
analgetik bila analgetic untuk
perlu membantu
mengurangi nyeri.
DAFTAR ISI

Griffin, M., Hindocha, S., Jordan, D., Saleh, M., Khan, W. An


Overview of the Management of Flexor Tendon Injuries. The
OpeN Orthopaedics Journal, 6, (Suppl 1: M3) 28-35.
Muttaqin, A., & Sari, K. (2009). Asuhan Keperawatan Perioperatif
Konsep, Proses, dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Medika.
https://id.scribd.com/document/440123247/LP-Ruptur-tendon