Anda di halaman 1dari 5

Nama mahasiswa : Lucky Putra Pamungkas

Tanggal : 29 Oktober 2021

Tempat : Poloklinik THT

Nama Pasien : Tn. B (35 thn)

Diagnosa Medis : Serumen

RESUME DI RUANG POLI THT

A. Laporan Pendahuluan
1. Definisi
Seruem telinga merupan kotoran telinga, serumen telinga adalah produksi
kelenjar minyak, lapisan kulit yang mati yang terlepas dari debu pada liang
telinga. Fungsi dari serumen telinga yaitu melingdungi dan debu dari luar
telinga, menangkap serangga serangga kecil, menghalangi kuman dan
bakteri yang akan masuk ke telinga, melembabkan area telinga (Wahyudin
W, 2020)
2. Etiologi
a. Telinga gatal
b. Terasa ada benda asing
c. Tercium bau tidak enak
d. Dermatitis kronik pada telinga luar
e. Liang telinga sempit
f. Produksi serumen terlalu banyak dan kental
g. Terdorongnya serumen ke lubang lebih dalam (karena kebiasaan
mengorek telinga).
h. Faktor predisposisi
Dermatitis kronik liang telinga luar, liang telinga sempit, produksi
serumen banyak dan kental, adanya benda asing di linag telinga,
eksostosis di liang telinga, terdoronganya serumen oleh jari tangan
atau ujung handuk stelah mandi, atau kebiasaan mengorek telinga.
3. Patofisiologi
Secara normal serumen dpat tertimbun dalam kanalis eksternus ddan
dalam jumlah serta warna yang bervariasi. Meskipun biasanya tidak perlu
dikeluarkan, kadang-kadang pada kanalis dapat terjadi impaksi, yang dapat
menyebabkan otalgia, rasa penuh dalam telinga dan atau kehilangan
pendengaran. Penumpukan serumen terutama bermakna pada populasi
geriatrik sebagai penyebab defisit pendengaran. Usaha membersihkan
kanalis auditorius dengan batang korek api, jepit rambut, atau alat lain bisa
berbahaya karena trauma terhadap kulit bisa menyebabkan infeksi. Anak-
anak sering memasukkan benda-benda kecil ke dalam saluran telinganya,
terutama manik-manik, penghapus karet atau kacang-kacangan

4. Manifestasi Klinis
Gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita penyakit impaksi serumen,
antara lain :
a. Pendengaran berkurang karena telinga tersumbat
b. Rasa nyeri apabila serumen menekan keras membatu dan menekan
dindinng liang telinga
c. Vertigo dan tinutitis bila serumen menekan membran timpani

B. Asuhan Keperawatan
1. RIWAYAT KESEHATAN
a) Keluhan utama
telinga kiri tersumbat
b) Riwayat penyakit sekarang
Pada saat dikaji klien mengatakan telinga sebelah kiri tersumbat sudah
sejak ± 3 hari yang lalu, terdapat pilek, batuk (+), tidak mengeluarkan
cairan, gatal (+), berdengung (+), dan sakit kepala (+).
c) Riwayat penyakit dahulu
Pada saat di kaji klien mengatakan memiliki riwayat diabetes melitus,
sedangkan hipertensi tidak memiliki riwayat.

2. PEMERIKSAAN FISIK DAN PENUNJANG


A. Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan umum : tampak tidak sakit
b) Kesadaran : compos metis
c) Tanda-tanda Vital :
TD (110/70)
Nadi (78x/mnt)
Respirasi (20X/mnt)
d) Telinga : tidak terdapat lesi, tidak terdapat cairan, posisi
telinga simetris, setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan otoskop
telinga Tersumbat

B. Pemeriksaan Penunjang
Tidak dilakukan
3. Diagnosa Keperawatan (yang muncul)

Data Etiologi Masalah


DS : Produksi serumen Gangguan sensori
 klien mengatakan banyak dan kental persepsi (auditori)
telinga sebelah
kiri tersumbat
sudah sejak ± 3 Impaksi Serumen
hari yang lalu (Penumpukan serumen)
 klien mengatakan
terdapat pilek
 klien mengatakan Telinga tersumbat
batuk (+)
 klien mengatakan
Pendengaran terganggu
tidak
mengeluarkan
cairan
Perubahan sensori dan
 klien mengatakan
persepsi
berdengung
 klien mengatakan
sakit kepala Gangguan sensori
DO: persepsi (auditori)
 Tanda-tanda
Vital :
TD (110/70)
Nadi (78x/mnt)
Respirasi
(20X/mnt)
 setelah dilakukan
pemeriksaan
menggunakan
otoskop telinga
Tersumbat
4. Rencana Tindakan Keperawatan

No Diagnosa Perencanaan
Keperawatan

Tujuan Intervensi

1. Gangguan persepsi Setelah diberikan asuhan 1. Kaji ketajaman


dan sensori keperawatan, diharapkan pendengaran,
(auditori) b/d
perubahan sensori ketajaman pendengaran catat apakah
persepsi pasien meningkat, dengan kedua telinga
kriteria hasil : terlibat.
1. Pasien dapat 2. Anjurkan pasien
mendengar dengan dan keluarganya
baik. untuk mematuhi
2. Pasien tidak meminta program terapi
mengulang setiap yang diberikan
pertanyaan yang 3. Berikan informasi
diajukan kepadanya. dalam bentuk2
dan segmen yang
singkat dan
sederhana
4. Evaluasi pasien
dan kelurga
setelah diberikan
pendidikan
kesehatan
DAFTAR PUSTAKA
Wahyudin W, (2020). Apa Itu Serumen. [Online]. Tersedia:
https://herminahospital.com. [2020, November 3].