Anda di halaman 1dari 31

Tutorial Fisika Dasar I

(FISD4211)

Pertemuan ke - 3

Dinamika
Tutor : Mulyatno
Gaya
Gaya adalah besaran vektor yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan gerak
benda. Simbol vektor gaya adalah F , dan besar vektornya F. Satuan gaya menurut SI
adalah newton (N).
Hukum Newton I :
Jika gaya-gaya luar yang bekerja pada suatu benda jumlahnya nol, maka benda akan
diam atau bergerak lurus beraturan (setimbang)

F  0  setimbang

Dalam system koordinat kartesian, syarat kesetimbangan dapat dituliskan sebagai :

F x 0 dan F y 0
Contoh 1 :
Tiga buah gaya bekerja pada pusat koordinat kartesian seperti pada Gambar 1.
Gaya F1  10 N dengan sudut 1  60o terhadap sumbu x, dan gaya F1  15 N
dengan sudut 1  135o terhadap sumbu x. Tentukan besarnya F3 dan sudut 3
jika ketiganya dalam keadaan setimbang.
y y

F2 F2 y
F2
F1 F1y F1
q2 q2
q1 q1
q3 x F2 x q3 F1x F3 x x

Gambar 1a

F3 F3 y F3

Gambar 1
Penyelesaian :
Uraian gaya-gaya menjadi komponen-komponennya pada sumbu x dan y (ingat uraian
vektor) adalah seperti Gambar 1a.
Besarnya komponen gaya-gaya adalah :
F1x  F1 cos 1   10  cos 60o   10   0,5  N  5 N
F1 y  F1 sin 1   10  sin 60o   10   0,87  N  8, 7 N
F2 x  F2 cos  2   15  cos135o   15   0, 71 N  10, 65 N
F2 y  F2 sin  2   15  sin135o   15   0, 71 N  10, 65 N
F3 x  F3 cos 3
F3 y  F3 sin 3
Hukum Newton I :

F x 0
F1x  F2 x  F3 x  0
F3 x   F1x  F2 x   5   10, 65   N  5, 65 N
F y 0
F1 y  F2 y  F3 y  0
F3 y   F1 y  F2 y   8, 7  10, 65 N  19,35 N
Besarnya gaya F3 adalah :

 5, 65   19,35  N  20,16 N


2 2
F3  F32x  F32y 
Besarnya sudut 3 adalah :
F3 y 19,35
tan 3    3, 42
F3 x 5, 65
3  tan 1  3, 42   73, 72o
  360o  73, 72o   286, 28o
Hukum Newton II :
Gaya total yang bekerja pada sebuah benda besarnya a
sebanding dengan percepatan yang ditimbulkannya.

 F  ma m F
dengan :
m  massa benda, satuannya menurut SI adalah kg Gambar 2
a  percepatan, satuannya m/s 2 atau ms 2

Contoh 2 :
Sebuah benda dengan massa 0,5 kg mula-mula diam kemudian mendapat gaya sebesar
2,5 N selama 10 s. Berapa besar kecepatan yang dihasilkan oleh gaya tersebut? Berapa
besar kecepata dan jauh jalan yang ditempuh setelah 10 s?
Penyelesaian :
Karena hanya ada satu gaya yang bekerja pada benda, maka dapat kita tuliskan :
F  ma
F 2,5
a  m/s 2  5 m/s 2
m 0,5
Karena benda mula-mula diam, maka kecepatan awalnya v0  0.
Kecepatan benda setelah 10 s adalah :
vt  v0  at  0   5   10   m/s  50 m/s
dan jauh jalan yang sudah ditempuh selama 10 s adalah :
st  v0t  12 at 2  0  12  5   102   m/s  250 m

Contoh 3 :
Sebuah benda dengan massa 0,25 kg mula-mula diam kemudian mendapat gaya
selama 5 s sehingga kecepatan akhirnya menjadi 10 m/s. Berapa besar gaya yang
bekerja pada benda?
Penyelesaian :
Benda mula-mula diam, maka v0  0.
Besarnya percepatan benda adalah :
vt  v0  at
vt  v0 10  0
a  m/s 2  2 m/s 2
t 5
Besarnya gaya yang bekerja pada benda :
F  ma   0, 25   2  N  0,5 N

Contoh 4 :
Sebuah mobil yang bergerak dengan kecepatan konstan 60 km/jam tiba-tiba mengerem
dan berhenti setelah 2,5 s. Jika massa modbil 1250 kg, berapa besar gaya rem yang
bekerja pada mobil? Berapa jauh jalan yang ditempuh mobil sejak direm sampai
berhenti?
Penyelesaian :
Konversi satuan ke SI :
 1  103 
1 km/jam  m/s  0, 28 m/s
 60   60 
v0  60 km/jam   60   0, 28  m/s  16,8 m/s
Mobil berhenti, vt  0.
Besarnya percepatan mobil :
vt  v0  at
vt  v0 0  16,8
a  m/s 2  6, 72 m/s2
t 2,5
Besarnya gaya rem mobil :
F  ma   1250   6, 72  N  8400 N
Jauh jalan yang ditempuh selama 2,5 s adalah :
st  v0t  12 at 2   16,8   2,5   12  6, 72   2,5  m  21 m
2
Hukum Newton III :
Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda lain,
maka benda kedua akan melakukan reaksi gaya
FB FA
terhadap benda pertama yang besarnya sama tetapi A B
arahnya berlawanan.
FA = - FB
Faksi   Freaksi
FB = - FA

Contoh gaya aksi-reaksi adalah : Gambar 3


• Gaya tegang tali (T ) yang timbul pada tali karena tali
mengalami tarikan/tegangan. Tegangan tali pada
umumnya disebabkan oleh gaya berat beban (w). Lihat
Gambar 4.
• Gaya normal bidang (N ) yang timbul pada permukaan
bidang karena adanya gaya lain yang menekan bidang.
Gaya yang menekan bidang umumnya adalah gaya
berat (w ). Lihat Gambar 5.
Gaya-gaya mekanik yang lain adalah :
• Gaya berat,(w ) adalah gaya gravitasi bumi
terhadap benda., arahnya vertical ke
bawah. N T
w  mg
dengan g adalah percepatan gravitasi bumi, m
g  9,8 ms 2 .
w w
• Gaya gesekan (f ), yaitu gaya yang timbul
pada permukan benda yang bergesekan. Gambar 5 Gambar 4
Besarnya gaya gesekan dinyatakan dengan,
f  N N
dengan  adalah koefisien gesekaan, dan N F
f
adalah gaya normal bidang.
Arah gaya gesekan adalah sejajar permukaan Gambar 6
bidang dan berlawanan dengan arah gerak
seperti pada Gambar 6. w
Contoh 5 :
Sebuah benda dengan massa 2 kg diletakkan pada
bidang miring dengan kemiringan 30o. Jika benda
dalam keadaan setimbang, dan g = 9,8 m/s2,
berapakah besarnya koefisien gesekan benda
dengan bidang ?
Penyelesaian :
Gambar 7
Kita misalkan arah yang sejajar bidang miring
adalah arah x, dan arah yang tegak lurus bidang
miring adalah arah sumbu y. Besar gaya berat
adalah :
N
f
w  mg   2   9,8  N  19, 6 N
wx
wx  w sin    19, 6  sin 30
q
o
wy
q w
  19, 6   0,5  N  9,8 N
wy  w cos    19, 6  cos 30o Gambar 7a
  19, 6   0,87  N  17, 05 N
Keadaan setimbang :
F x 0  f  wx  0  f  wx  9,8 N
F y 0  N  wy  0  N  wy  17, 05 N
Koefisien gesekan :
f  N
f 9,8
   0,57
N 17, 05

Contoh 6 :
Seperti pada Contoh 5 tetapi benda meluncur ke
bawah dengan percepatan 0,5 m/s2. Jika g = 9,8
m/s2, berapakah besarnya koefisien gesekan benda
dengan bidang ?
Penyelesaian :
Pada Contoh 5 kita dapatkan gaya berat benda , w = Gambar 8
19,6 N. Kemudian, karena benda bergerak sepanjang
bidang miring, maka pada arah sejajar bidang miring
berlaku Hukum Newton II,
F x  ma
w sin 30o  f  ma
q

f  w sin 30  mao
w
q
  19, 6   0,5    2   0,5   N
 8,8 N Gambar 8a
Pada arah tegak lurus bidang miring gaya-gaya tetap setimbang,
F y 0
N  w cos 30o   19, 6   0,87  N  17, 05 N
Koefisien gesekan benda dengan bidang,
f 8,8
   0,52
N 17, 05
Contoh 7 :
Sebuah benda dengan massa 1 kg digantung dengan tali 30 o 60o

seperti pada Gambar 9. Tali membentuk sudut 30o dan


60o terhadap atap. Jika g  9,8 ms 2 , tentukan besarnya
gaya tegang tali pada masing-masing tali.
Penyelesaian :
Misalkan sumbu x arah horizontal, dan sumbu y arah
vertical. Uraian gaya-gayanya adalah seperti pada m
Gambar 9a.
Beban setimbang : Gambar 9
F y 0
T1  w  0
T1  w  mg
  1  9,8  N  9, 8 N
Komponen gaya T2 dan T3 pada y
sumbu x dan y :
T2 x  T2 sin 60o  0,87T2
30 o 60 o
T2 y  T2 cos 60o  0,5T2
T2 y
T3 x  T3 sin 30  0,5T3
o T2
T3 y
T3 y  T2 cos 30  0, 87T3
o
T3
Titik P setimbang : T3 x P T2 x x
F x 0 T1
T2 x  T3 x  0
T1
0,87T2  0,5T3  0 . . . (1)

F y 0
T2 y  T3 y  T1  0 m
0,5T2  0,87T3  9,8  0
0,5T2  0,87T3  9,8 . . . (2) w
Gambar 8a
Dari Persamaan (1) kita dapatkan :
0,87T2  0,5T3  0
0,5T3
0,87T2  0,5T3  T2   0,57T3 . . . (3)
0,87
Substitusi Persamaan (3) ke dalam Persamaan (2) menghasilkan :
0,5T2  0,87T3  9,8
0,5  0,57T3   0,87T3  9,8
9,8
1,16T3  9,8  T3  N  0, 45 N
1,16

Substitusi harga T3 ke dalam Persamaan (3) menghasilkan :


T2  0,57T3  0,57  0, 45  N  0, 26 N
Jadi besarnya gaya-gaya tegangan tali
T1  9,8 N
T2  0, 26 N
T3  0, 45 N
Contoh 8 :
m1
Sebuah benda dengan massa m1 = 4 kg diletakkan
pada bidang horizontal dan dihubungkan dengan
seutas tali dengan benda lain yang menggantung dan m2
massanya m2 = 1 kg . Jika sistem dalam keadaan
setimbang, massa tali diabaikan, tidak ada gesekan
antara tali dengan katrol dan g = 9,8 m/s2, tentukanlah
besarnya koefisien gesekan benda m1 dengan bidang. Gambar 10
Penyelesaian : N
Uraian gaya-gaya pada kedua benda adalah seperti T
pada Gambar 10. f

Gaya tegang tali T timbul sebagai reaksi dari gaya T


berat w2 dan gaya gesekan f timbul sebagai reaksi m1 w2
dari gaya tegang T w1
Karena sistem dua benda dalam keadaan setimbang,
maka pada benda m2 dan m1 berlaku ,
T  w2  m2 g   1  9,8  N  9,8 N Gambar 10a

f  T  9,8 N
N  w1  m1 g   4   9,8  N  39, 2 N
Koefisien gesekan benda m1 dengan bidang,
f 9,8
   0, 25
N 39, 2

Contoh 9:
Sebuah benda dengan massa m1 = 2 kg diletakkan pada v
bidang horizontal dan dihubungkan dengan seutas tali
dengan benda lain yang menggantung dan massanya m1
m2 = 1 kg. Diketahui koefisien gesekan antara benda
dengan bidang horizontal besarnya 0,25, dan m2
percepatan gravitasi bumi g  9,8 m/s 2
. Tentukan
besarnya percepatan gerak benda.
Penyelesaian :
Uraian gaya-gaya pada system ini adalah seperti pada Gambar 11
Gambar 11a.
Benda m1 dan m2 bergerak dengan percepatan yang sama, yaitu a. Pada benda m1 berlaku :
w1  m1 g   2   9,8  N  19, 6 N
F y 0  N  w1  19, 6 N
f   N   0, 25   19, 6  N  4,9 N
F x  m1a  T  f  m1a . . . (1) v
N
T
Pada benda m2 berlaku : f

w2  m2 g   1  9,8  N  9,8 N T
m1 w2
F y  m2 a  w2  T  m2 a . . . (2)
w1
Dengan menjumlahkan Persamaan (1) dan (2)
kita dapatkan :
Gambar 11a
w2  f   m1  m2  a
w2  f  9,8  4,9 
a   m/s  1, 63 m/s
2 2

 m1  m2    1  2  
Contoh 10:
Sebuah benda dengan massa m1 = 3 kg diletakkan
pada bidang miring dan dihubungkan dengan seutas
tali dengan benda lain yang menggantung dan m2
1
massanya m2 = 2 kg. Diketahui sudut kemiringan
bidang 30 , dan percepatan gravitasi bumi g  9,8 m/s
2 o
o 30

Jika system dalam keadaan setimbang dan benda di


Gambar 12
atas bidang miring akan bergerak ke atas, tentukan
besarnya koefisien gesekan benda dengan bidang.
Penyelesaian :
Uraian gaya-gaya pada system ini adalah seperti pada Gambar 12a.Karena benda pada
bidang miring akan bergerak ke atas, maka arah gaya geseknya sejajar bidang miring
ke bawah.
Pada benda m1 berlaku :
w1  m1 g   3  9,8  N  29, 4 N
Pada benda m1 berlaku :
w1x  w1 sin 30o
  29, 4   0,5  N T
T
 14, 7 N N m1

w1 y  w1 cos 30o
w1 x m2
  29, 4   0,87  N f
w1y
 25,58 N
30 o w1 w2
F y 0
N  w1 y  0
Gambar 12a
N  w1 y  25,58 N
F x 0
T  w1x  f  0 . . . (1)
Pada benda m2 berlaku :
w2  m2 g
  2   9,8  N  19, 6 N
F y 0
T  w2  0  T  w2  19, 6 N
Harga gaya tegang tali T kita masukkan ke dalam Persamaan (1) :
T  w1x  f  0
f  T  w1x   19, 6  14, 7  N  4,9 N
Besarnya koefisien gesekan benda dengan bidang miring :
f  N
f 4,9
   0,19
N 25,58
Contoh 11 :
Dua buah benda dengan massa m1  m2  2 kg
dihubungkan dengan tali. m1 terletak pada bidang
miring dan m2 seperti pada Gambar 13. Diketahui
sudut kemiringan bidang 30o , percepatan gravitasi m2
bumi 9,8 m/s 2 , dan koefisien gesekan benda m1
dengan bidang adalah 0,3. Tentukan besarnya
percepatan yang timbul pada sistem ini jika benda 30 o
m1 bergerak ke atas.
Gambar 13
Penyelesaian :
Pada benda m1 berlaku :
w1  m1 g   2   9,8  N  19, 6 N
T
w1x  w1 sin 30   19, 6   0,5  N
o 1

 9,8 N m2
w1 y  w1 cos 30o   19, 6   0,87  N 1y

 17, 05 N 30 o w1 w2

Gambar 13a
Pada benda m1 berlaku :
F y 0
N  w1 y  0
N  w1 y  17, 05 N
f   N   0,3  17, 05  N  5,12 N
F x  m1a
T  w1x  f  m1a  T  9,8  5,12  2a  T  14,92  2a . . . (1)
Pada benda m2 berlaku :
w2  m2 g   2   9,8  N  19, 6 N
F y 0
w2  T  m2 a  19, 6  T  2a . . . (2)
Persamaan (1) + (2) :
4, 68
19, 6  14,92  4a  4, 68  4 a  a  m/s 2  1,17 m/s 2
4
Jadi besarnya percepatan gerak benda adalah 1,17 m/s 2 .
Hukum Newton IV :
Jika dua benda dengan massa m1 dan m2 diletakkan F F
m1 m 2

terpisah pada jarak r, maka pada masing-masing benda


r
akan terjadi gaya tarik-menarik yang besarnya
sebanding dengan m1.m2/r2 dan arahnya sepanjang
garis hubung kedua benda. Gambar 14
Gaya tarik-menarik tersebut dikenal sebagai gaya
gravitasi.
mm
F  G 12 2
r
dengan G adalah konstanta gravitasi universal yang besarnya, G  6, 67 1011 Nm 2 /kg 2 .
Percepatan gravitasi bumi (g ) dapat dinyatakan dengan :
M
g G 2 , g  9,8 m/s 2 di permukaan bumi.
r
dengan,
M  massa bumi
r  jarak dari pusat bumi
Contoh 12 :
Pusat massa dari dua benda dengan massa yang sama terpisah sejauh 1m.
Jika gaya tarik-menarik yang dialami kedua benda besarnya 6, 7 10 9 N,
dan G  6, 67 1011 Nm 2 /kg 2 , berapa besar massa masing-masing benda?
Penyelesaian :
Misalkan m1  m2  m.
Besar gaya gravitasi,
m1m2 m2 Fr 2
F G 2 G 2  m 
2

r r G
Fr 2
m
G


 6, 7 10   1 
9 2

kg  10 kg
 6, 67 10 11

Jadi massa masing-masing benda adalah 10 kg.


Contoh 13 :
Besarnya percepatan gravitasi bumi di permukaan bumi adalah 9,8 m/s 2 .
Jika diketahui massa bumi M  5,98 10 24 kg, jejari bumi R  6,38 10 6 m,
dan G  6, 67 1011 Nm 2 /s 2 , berapa besar percepatan gravitasi bumi pada
ketinggian 10 km ?
Penyelesaian :
h  10 km  104 m
r  R  h  6,38  106  10 4  m  6,39  106 m

M
g  G 2   6, 67 1011 
 5,98  10 24
 m/s 2  9, 77 m/s 2
r  6,39  10 
6 2

Jadi pada ketinggian 10 km di atas permukaan bumi, percepatan gravitasi


buminya sedikit lebih kecil dibandingkan di permukaan bumi.
Contoh 14 :
Jika diketahui massa bumi M  5,98 10 24 kg, jejari bumi R  6,38 10 6 m,
dan G  6, 67 1011 Nm 2 /s 2 , pada ketinggian berapa besar percepatan gravitasi
bumi 7.5 m/s 2 ?
Penyelesaian :
M M
g G  r2  G
r2 g
M
r G
g
5,98 1024
  6, 67 10 
11

7,5
m  7,3 10 6 m

r  Rh  hrR
  7,3  106  6,38  106  m  9, 2 105 m
Jadi percepatan gravitasi bumi besarnya 7,5 m/s 2 pada ketinggian 9, 2 105 m.
Contoh 15 :
Besarnya percepatan gravitasi bumi di permukaan bumi adalah 9,8 m/s 2 .
Jika diketahui massa planet Mars ( M m ) 0,107 kali massa bumi ( M ), dan
jejari Mars ( Rm ) 0,533 kali jejari bumi ( R), tentukan besarnya percepatan
gravitasi di permukaan Mars.
Penyelesaian :
Percepatan gravitasi bumi,
M
g G 2
. . . (1)
R
Percepatan grvitasi Mars,
Mm 0,107 M  M
gm  G  G  0,377 G 2  . . . (2)
 0,533R 
2 2
Rm  R 
Subsitusi Persamaan (1) ke (2) :
g m  0,377 g   0,377   9,8  m/s 2  3, 7 m/s 2
Jadi percepatan gravitasi di permukaan Mars adalah 3, 7 m/s 2 .
Sampai di sini dahulu pertemuan kita
dan kita berjumpa lagi di pertemuan ke – 4.