Anda di halaman 1dari 2

Alya Nuraliza - 041790331

Selamat sore tutor dan teman-teman.


Berikut adalah tanggapan saya untuk diskusi 5 tentang :

Apakah kebijakan yang diambil pemerintah untuk menanggulangi korupsi? Support dengan data
atau literatur pendukung lainnya.

Tanggapan saya :

Devinisi korupsi :
Korupsi adalah kegiatan (tercela) yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan untuk
mendapatkan keuntungan atau keistimewaan (privilege) tertentu yang berdampak pada kerugian
bagi orang lain atau bahkan masyarakat.
Korupsi di Indonesia antara lain berasal dari peningkatan pandangan feudal, yang sekaligus
menimbulkan “conflicting loyalities“ antara kewajiban terhadap keluarga dan kewajiban terhadap
Negara.
Ada 2 kategori dalam korupsi, yaitu :
1. Korupsi yang bersifat administratif
Korupsi yang bersifat administratif adalah kegiatan korupsi dimana pelakunya adalah pegawai
pemerintah atau pejabat Negara dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Yang artinya pelaku
korupsi tersebut hanya ingin mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera bagi dirinya sendiri.
Korupsi dengan sifat ini dibagi 2, yaitu :
a. karena kebutuhan terdesak
b. Dilakukan karena keserakahan

2. Korupsi yang bersifat struktural


Korupsi yang bersifat struktural agak rumit untuk di deteksi karena korupsi ini berkaitan erat dengan
struktur kekuasaan dan kolusi, dimana korupsi ini merupakan persekongkolan dalam kerja yang tidak
baik (merugikan orang lain). Misalnya : persekongkolan antara pelaku bisnis dengan penguasa
(pejabat Negara) untuk memonopoli swasta demi keuntungan kedua belah pihak. Korupsi ini terbagi
menjadi 2, yaitu :
a. In come corruption : motifnya jelas yaitu berupa materi.
b. Policy corruption : membuat peraturan sedemikian rupa agar kegiatan korupsi menjadi legal.

Beberapa factor yang mendorong dan member peluang terjadinya korupsi dalam birokrasi antara
lain:
a. Kekuasaan mutlak birokrasi untuk mengalokasikan sumberdaya atau pekerjaan pada pelaku
ekonomi lainnya.
b. Kekuasaan untuk melakukan perizinan.
c. Rendahnya gaji pegawai negeri.
d. Lemahnya pengawasan dan aturan hukum yang ada.
e. Lemahnya penegakan hukum.
f. Dan lain-lain.

Langkah pertama yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi korupsi di Indonesia adalah
dengan membentuk Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) atau yang biasa di sebut komisi
pemberantasan korupsi. Dimana KPK bertugas untuk memberantas korupsi di Negara ini, bukan
hanya aparat Negara dan pegawai negeri tapi juga termasuk penegak hukum seperti mahkamah
agung dan lain sebagainya tanpa pandang bulu.
Strategi pencegahan korupsi yang dapat digunakan yaitu intervensi dengan memperbaiki sistem dan
memperbaiki perilaku pegawainya.
Tiga tahapan strategi yang dapat digunakan :
1. Strategi jarak pendek, yaitu dengan cara memberikan arahan dalam upaya pencegahan terjadinya
korupsi. Arahan tersebut berupa memberikan informasi dampak dari terjadinya korupsi tersebut.
2. Strategi menengah : yaitu dengan cara memperbaiki sistem untuk menutup celah korupsi.
Maksudnya adalah sebisa mungkin tidak ada celah sedikitpun untuk terjadinya korupsi.
3. Strategi jangka panjang : yaitu dengan cara mengubah budaya, maksudnya mengubah budaya
dalam konteks ini adalah mengubah budaya korupsi tersebut karena hal ini berdampak buruk dan
dapat merusak bahkan menghancurkan suatu Negara.

Sekian tanggapan diskusi saya, terima kasih.

Sumber :
- BMP ESPA4314 / MODUL 6 / Hal 6.25 - 6.29
- https://www.kpk.go.id/id/berita/berita-kpk/1482-tiga-strategi-mencegah-korupsi

Anda mungkin juga menyukai