Anda di halaman 1dari 2

Jalan Pintas Menuju Surga 2 - Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi

Mungkin di sini ada yang hadir di majelis, ada yang sholat sunnah, mungkin amalan tersebut berbeda,
mungkin niatnya tahyatul masjid saja, maka dia dapat tahyatul masjid, karena dia baru belajar, masuk
masjid tahyatul masjid saja.
Hadits bukhori muslim, apabila kalian sampai di masjid, jangan duduk sampai sholat 2 rakaat.
Tapi yang kedua dia sholat niatnya ada 3, dia sholat tahyatul masjid, sholat dhuha, sholat wudhu.
Banyak amalan yang mana? Yang kedua atau yang pertama? Yang kedua, karena banyak niatnya.
Maka dari itu pelajari semuanya, belajar ada amalan yang bisa digabungkan.
Perbedaan dari sudut niat, tambahan ilmu, gabungkan niat itu perlu ilmu, jangan sembarangan
menggabungkan niat, jangan menggabungkan niat yang wajib dengan yang sunnah. Menggabungkan
niat dua amalan itu satu maksud dan semakna, syarat amalan itu bisa digabung, salah satunya bukan
nazar, salah satunya bukan qodho.
Kalo tidak dipelajari dia nanti yang luput dari kebaikan atau keliru, puasa romadon itu puasa wajib,
syawal puasa sunnah, kalo puasa syawal digabung dengan senin kamis bisa karena semakna, kalo
seorang menyembelih aqiqah dan qurban boleh atau tidak? Dan memang betul ada dua pendapat,
tapi yang benarnya tidak bisa digabungkan, maksud aqiqah beda maksud kurban beda, ini perlu fiqih
namanya.
Sebagian sahabat itu ada yang dikatakan kebanyakan amalan dia adalah tafaqqur, dan itu disebut
dari sahabat abu darda, di dalam amalan hati itu ada hal hal yang besar, kita pelajari satu bab saja
misalkan bab ikhlas, baru terlihat perjenjangan manusia di dalam ibadah, semakin masuk orang yang
ikhlas pun merasa tidak ada apa-apanya jika dibandingkan oleh nabi dan para sahabat, disitulah para
sahabt itu tidak bisa disaingi oleh siapapun yang datang setelah mereka, siapapun yang datang
setelah para sahabat dia beramal dengan amalan besar apapun tidak bisa mengalahkan para sahabt,
karena mereka mempunyai amalan yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun setelahnya, dari sudut
sudut amalan dan masuk di dalam pintu pintu keimanan, kekuatan aqidah, keikhlasan, kejujuran,
kecintaan kepada Allah, rasa cinta kepada Allah, rasa takut, rasa harapan mereka sangat mendalam
di dalam hal tersebut. Kalo kita sebagian nama saja belum pernah dengar, nama nama dari pintu
ibadah hati, ada sebagian nama nama yang kadang belum pernah kita dengan seperti misalnya As-
sakinah, tenang, atau al-ikhbat, kemudian bagaimana dia memiliki as-syauq, kerinduan, itu jenjang
jenjang amalan hati, karena itulah umat ini berbeda beda tingkat dan keduduk mereka di dalam
keimanan dan keilmuan, keimanan itu berjenjang, ada sebagian nya lebih kuat keimanannya
daripada yang lainnya, memperkuat keimanan itu ada sebab sebabnya, yang paling kuat adalah
amalan hati.
Kaidahnya ringkas saja, seorang itu bagaimana lebih ringkas jalannya ke surga, bagaimana seorang
itu beramal dengan sebuah amalan, dia dilipatgandakan pahalanya melebihi yang lainnya.
Jawabannya terkait dengan 3 hal, yaitu:
1. Terkait si pelaku amalan itu
2. Terkait dengan amalan yang dia kerjakan
3. Terkait dengan waktu dan tempat dia mengerjakan
3 hal ini kalo kita sudah mendalami fiqihnya maka insyaallah itu adalah pokok kebaikan, untuk
seorang hamba, ini sebab sebab amalan amalan yang membuat seorang itu lebih dilipatgandakan
pahalanya, lebih ringkas jalannya ke surga.
Ini gambaran secara global, ini kaidah penting sekali. Dan itu yang membuat kehidupan seorang
mukmin berbeda dengan yang lainnya, karena dikatakn kepada para sahabat,
Kalo kalian itu merasa pedih karena kena serangan kena musibah, musuh musuh kalian juga kaum
musyirikin mereka juga mengalami kekalahan, tapi yang membedakan, kalian mengharapkan kepada
Allah apa yang mereka tidak harapkan
Bagaimana pintu pintu ibadah yang lain, pintu sabar, pintu ridho, pintu syukur, istiqomah,
kesegeraan kepada kebaikan, itu nama nama masuk kepada rincian kita perlu masuk membahas
mempelajari ayat ayat hadits hadits seputar itu semakin mendalam akan semakin luas
pemahamannya
Dalam suatu kompleks terjadi musibah, ada orang yang menangis kehilangan, ada yang biasa saja
santai santai, karena mungkin dia punya simpanan, karena yang satu mungkin merasa kehilangan
karena dia bangun puluhan tahun, ini terkait masalah dunia, tapi terkait masalah akhirat dia
kehilangan amalan akhirat, dia berpikir ini titipan dari Allah, saya bersabar dan ridho, ini pahalanya
sangat besar, dia sudah bersabar ridho pula terhadap ketentuan Allah.
Karena itu kata para ulama ketika musibah terjadi paling sedikit ada 3 jenjang ibadah:
1. Sabar
Sabar itu jiwanya bergolak dia tahan, agar mulutnya tidak berucap yang tidak baik, menahan
badannya berbuat yang tidak baik
2. Ridho
Dia terima betul ketentuan Allah, jiwanya tidak ada golakan
3. Syukur
Ternyata dibelakang musibah itu banyak sekali pintu pintu ibadah lahan lahan ketaatan, kalo
kita kenal kebesaran dan keagungan Allah, Allah aljabar, tidak ada yang bisa menolak
ketentuannya, masuk di bab ini saja sudah luar biasa pahalanya, ini adalah sebagian manfaat
ilmu, masuk ke jenjang syukur harus dengan tambahan ilmu.
Adalah para nabi itu mereka bergembira dengan musibah sebagaimana kalian mendapat
kesenangan
Kalo kita masya allah ketika dapat double gaji senyumnya tersebar di sana sini, begitu terkena
musibah kelihatan di raut wajahnya, orang beri salampun belum dijawab.
Kalo di kalangan orang Sufi ini, tingkat Tasawuf jenjang tinggi, ketika membahas Tasawufnya mereka
lepas Control karena tidak diikat dengan ukuran alquran dan sunnah, karena tokok Tasawuf, Abu
Sulaiman addaroni, selalu mengatakan segala hal yang kami rasakan dari ibadah kepada Allah kalo
tidak terikat alquran dan sunnah akan kami buang ke tembok. Ini hal hal mendalam ada di fiqih
agama, karena itu ilmu para assalaf, mencakup semuanya mereka punya, pembahasan di dalam fiqih
amalan hati, mereka punya fiqih yang menakjubkan dari kalangan para sahabat attabiin