Anda di halaman 1dari 2

pencegahan pungli

penyamaan persepsi

ada tim.sosialisasi

ada tim.humas dan publikasi

ada.tim.rekomendasi

keterbatasan anggaran

fikus pada pencegahan

dalam tm.sk tidak ada disebutkan dipa, sebagai masukan

imigrasi ada kendala yang harusdipikirkan, pertama masalah.anggaran, mungkin kelupaan, kegiatan
pencegahan sudah dilaksanakan di tiga propinsi sebagai.bagian tugas.upt, misal ke.kalimantan. ada
pengawasan ada.upp evlap. pada tgl 28 akan ke aceh.dalam.pengawasanorsng asing sekaligus
membawa misi upp. agak.sulit tuk membangun budàya dg persepsi.yang sama.agar tidak ada overlap

pak didik, jangka pendek apa yang bisa.dikerjakan

pak.abas rapat pokja, bagaimana.exsekusi bila sk belum.kejelasan, pokja pencegshan, ada pembagian
tugas. tiga tim harusembuat laporan berkala, pokja pencegahan hanya surat edaran, pokja pencegahan
sebagai laporan dari tupoksi, sebaiknya ada masukan tetap harus dibuat laporan

permasalahan harus disampaikan ke rapat upp

ada hasil yang disampaikan ke rapat pimpinan,

tim.sosialisasi apa yang bisa diputuskan

sebagai organisasi sebaiknya semua terwakili

tim.humas dan publikasi bagaimana bentuk laporannya

apakah hal positif saja yang dipublikasikan, bagaimana dgnhal negatif,

hsrus ada laporan fokus di pungli

tim sosialisasi pokja harus buatbrencana kegiatan apakah masing masing membuat rencana, sehingga
laporan merujuk pada rencana kegiatan

efek dari saber pungli sehingga harus membentuk tim,dan harus dijalankan hingga ada hasil
Rapat Unit Pencegangan Pungutan Liar Kemenkumham

Dalam rangka menindak lanjuti Program Presiden mengenai SABER PUNGLI, Kementerian Hukum dan
HAM RI telah membentuk Unit Pencegahan Pungutan Liar (UPP) Kemenkumham.

Unit tersebut terdiri atas Ketua, Tim Sosialisasi, dan Tim Publikasi dan Humas, serta Tim Rekomendasi.

Rapat tanggal 21 November 2016 ini dipimping oleh Bapak Budi Ateh (Inspektur Wilayah …) yang
dihadiri oleh beberapa anggota dari masing-masing unit eselon I Kemenkumham.

Dalam implementasinya seluruh unit telah melaksanakan kegiatan sosialisasi melalui atau bersamaan
dengan kegiatan pengawasan maupun penindakan yang telah dilakukan masing-masing unit.

Yang perlu dipertegas adalah pelaporan yang diamanatkan dalam tugas dari UPP, baik mingguan,
maupun bulanan.

Jalur komando, tugas pokok dan fungsinya juga harus diperjelas sehingga memudahkan untuk
pengontrolannya.

Sebaiknya masing-masing tim harus membuat perencanaan sehingga laporan yang diinginkan dapat
merujuk pada perencanaan tersebut.

Oleh karena waktu hanya tersisa kurang lebih 1,5 bulan maka kegiatan yang dilaksanakan hanya dapat
mengikuti dengan kegiatan yang telah ada di masing-masing unit Eselon I, sedangkan laporannya
sebagian dapat dijadikan laporan dari UPP sebagaimana diamanatkan dalam tugas dan tanggung
jawabnya.