Anda di halaman 1dari 59

BRIDGE WDS HWMP

MikroLine
BRIDGE
• Menggabungkan 2 atau lebih interface yang
bertipe ethernet, atau sejenisnya, seolah-olah
berada dalam 1 segmen network yang sama,
Bridge juga dapat berjalan pada jaringan
wireless
• Proses bridge berjalan pada layer data link

MikroLine
BRIDGE
• Kelemahan dari Bridge adalah:
– Sulit untuk mengatur trafik broadcast (misalnya
akibat virus, dll)
– Permasalahan pada satu segmen akan membuat
masalah di semua segmen pada bridge yang sama
– Peningkatan beban trafik akibat terjadinya
akumulasi traffic

MikroLine
BRIDGE
• Interface yang dapat di bridge yaitu:
– Ethernet
– VLAN
– Wireless AP, WDS, dan Station-pseudobridge
– EoIP (Ethernet over IP)
– PPTP

MikroLine
BRIDGE

MikroLine
BRIDGE

MikroLine
BRIDGE

MikroLine
EOIP
• EOIP merupakan protocol proprietary untuk
membangun bridge dan tunnel antar router
Mikrotik, dimana interface EOIP akan
dianggap sebagai ethernet
• Tunnel ID di EOIP harus sama diantara kedua
interface EOIP
• MAC Address diantara interface EOIP harus
dibedakan

MikroLine
EOIP

MikroLine
EOIP
• New Interface EOIP Tunnel

MikroLine
EOIP

MikroLine
EOIP
• Membuat Bridge

MikroLine
EOIP

MikroLine
VPLS
• VPLS Tunnel 60% lebih cepat daripada EOIP
• Resource yang digunakan lebih kecil daripada
EOIP
• Kapasitas maksimum 802.11N akan dibatasi
oleh bridge jika digunakan untuk WDS,
sedangkan MPLS/VPLS tidak melakukan
pembatasan tersebut

MikroLine
VPLS

MikroLine
VPLS

MikroLine
MPLS LDP SETTING AP&STATION

MikroLine
MPLS LDP SETTING AP&STATION

MikroLine
VPLS TUNNEL

MikroLine
WDS
• WDS memungkinkan terjadinya koneksi
antara AP dengan AP, dalam penerapannya
WDS juga dapat difungsikan sebagai repeater

MikroLine
WDS (AP)

MikroLine
WDS (Repeater)

MikroLine
SPANNING TREE PROTOCOL (STP)
• Protocol menghindari terjadinya bridge loop
diterapkan STP (Spanning Tree Protocol),
• Bridge loop terjadi jika terdapat lebih dari 1
jalur dalam network bridge.
• STP juga dapat dimanfaatkan sebagai fail over
system

MikroLine
SPANNING TREE PROTOCOL (STP)
• Dampak dari bridge loop ini adalah broadcast
storms. Broadcast storms menyebabkan
frame broadcasts (atau multicast atau unicast
yang destination addressnya belum diketahui
oleh bridge) terus berputar-putar (looping)
dalam network tanpa henti.

MikroLine
BROADCAST STORM
• Dampak dari bridge loop ini adalah broadcast
storms
3
1 2
5
6 6
5
4 3

MUM 2011 - MikroLine 25


SPANNING TREE PROTOCOL (STP)
• Dengan STP, ada bridge yang akan mem-block
interface/port-nya agar port tersebut tidak
bisa lagi mem-forward frames keluar. STP
akan menentukan port mana yang harus di
block sehingga hanya 1 link saja yang aktif
dalam satu segment LAN.

MikroLine
SPANNING TREE PROTOCOL (STP)

Alternate port

Router dengan priority terendah akan


terpilih sebagai root bridge

MUM 2011 - MikroLine 27


SPANNING TREE PROTOCOL (STP)
root port
root bridge designated port

designated port

alternate port

designated. port
root port

MUM 2011 - MikroLine 28


SPANNING TREE PROTOCOL (STP)

root port

alternate
port

MUM 2011 - MikroLine 29


SPANNING TREE PROTOCOL (STP)
• Problem lain yang bisa dihindari dengan STP
adalah dalam satu network yang memiliki link
redundant, komputer-komputer yang aktif
akan menerima frame yang sama berkali-kali.
• Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP),
LAN dengan link yang redundant
mengakibatkan adanya frame yang looping
tanpa henti didalam network.

MikroLine
KONFIGURASI STP

MikroLine
WDS MESH
• WDS Mesh harus dilakukan dengan bridging
• Untuk melakukan konfigurasi WDS Mesh,
semua interface MESH harus di bridge
bersama-sama dengan interface klien yang
akan terkoneksi
• Untuk mencegah terjadinya loop dan
mengaktifkan redundant link, aktifkan RTSP

MikroLine
WDS MESH
• RSTP dan STP memiliki fungsi yang sama,
tetap RSTP lebih cepat dalam mengantisipasi
perubahan topologi
• Isilah MAC Address bridge dengan yang static
agar bila terjadi pada perubahan pada WDS
maka tidak akan terjadi perubahan MAC
Address

MikroLine
WDS MESH
• WDS hanya bekerja di mode WDS tertentu
yaitu:
– WDS mode = static
– WDS mode = dynamic

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
KONFIGURASI AP

MikroLine
KONFIGURASI STATION I&II

MikroLine
WDS MESH
• Setelah semua terkoneksi muncul interface
baru yaitu wds1 dan wds 2 di setiap router
dan router tetangga yang terkoneksi akan
terlihat di Registration List

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
WDS MESH

MikroLine
HWMP+
• Protocol Mesh Proprietary MikroTik
• Menanggulangi bridge loop
• Menyediakan redundant/backup link
• Pemilihan jalur terpendek atau memilih tree
based topology

MUM 2011 - MikroLine 45


HWMP+
HWMP+ bekerja dalam dua mode
• Reactive mode, jika trafik tidak keluar dari
mesh

MUM 2011 - MikroLine 46


HWMP+ Reactive Mode
- Jika Router A ke Router D
- Router A mengirim
Path Request (PREQ)
ke semua router

PREQ

MUM 2011 - MikroLine 47


HWMP+ Reactive Mode
Router yang memiliki
jalur akan memberikan
balasan berupa Path
Response (PREP)

PREP

MUM 2011 - MikroLine 48


HWMP+ Reactive Mode
Terpilih jalur terbaik dari
Router A ke Router D

MUM 2011 - MikroLine 49


HWMP+ Proactive Mode
Proactive mode
– Jika sebagian besar trafik
menuju keluar mesh,
dalam hal ini harus
ditentukan portal (router
yang terkoneksi dengan
jaringan diluar mesh).

MUM 2011 - MikroLine 50


HWMP+ Proactive Mode
Portal memberitahu
keberadaanya dengan
mengirim Root
Announcement (RANN)
Message ke seluruh
jaringan

RANN

MUM 2011 - MikroLine 51


HWMP+ Proactive Mode
Semua router membalas
dengan Path Registration
(PREG)

PREG

MUM 2011 - MikroLine 52


HWMP+ Proactive Mode
Terbentuk tree based
dengan Portal sebagai
root dari tree

MUM 2011 - MikroLine 53


HWMP+ Proactive Mode
Portal
MESH A MESH B

MESH C

MUM 2011 - MikroLine 54


KONFIGURASI MESH HWMP+

MikroLine
KONFIGURASI MESH HWMP+

MikroLine
PORTAL MESH HWMP+

MikroLine
PORTAL MESH HWMP+

MikroLine
MikroLine