Anda di halaman 1dari 1

4 Pilar akhlak mulia dalam islam

Dalam kitab Al-Madarij, Imam Ibnu Qayyim menjelaskan akhlak mulia berdiri
atas pilar-pilar yang saling berhubungan. Pilar-pilar itu adalah:
1. Kesabaran
Dengan sabar, seseorang akan menjadi sosok yang tahan banting. Tidak
langung marah ketika ada yang tidak beres dalam hidupnya, Ia sadar
akan indahnya kesabaran di waktu yang tepat. Keyakinan akan
pertolongan Allah selalu dinomersatukan, tidak terhalang oleh apapun.
2.
Keberanian
Dengan berani, seseorang tetap bisa maju menghadapi kesulitan. Karena
ia yakin di balik kesulitan akan hadir kebahagian.
3.
Keadilan
Dengan berlaku adil, seseorang bisa mengasah jiwa untuk berupaya
meluruskan perangainya. membantunya memilah antara bersikap terlalu
berlebihan dan bersikap terlalu kurang. Sifat ini mendorong terus untuk
bersikap dermawan dan murah hati; sikap tengah-tengah antara kikir dan
boros. sesungguhnya Allah secara terus menerus memerintah siapa pun
di antara hamba-hambaNya untuk berlaku adil dalam bersikap, ucapan
dan tindakan, walau terhadap diri sendiri.
4.
Kesucian
Dengan selalu menjaga kesucian diri dapat mendorong seseorang tidak
tergelincir ke dalam perkataan dan tindakan yang merendahkan dan
menjatuhkan martabatnya. Selain itu, dapat mendorongnya selalu dekat
pada perasaan malu yang merupakan kunci segala kebaikan. Sifat
menjaga kesucian ini juga menghindarkannya untuk terlibat dalam
perbuatan keji, kikir, dusta, menggunjing, dan mengadu domba. Dan
orang yang menyucikan jiwanya itu berarti akan merasakan kebahagiaan
hakiki di dunia dan di akhiratnya
Menurut Imam Al-Ghozali, ada 4 sendi atau akhlak batin yang baik
yang menjadi dasar bagi perbuatan-perbuatan baik, yakni:
1.
Kekuatan ilmu yang berwujud hikmah, yaitu kebijaksanaan yang artinya
adalah keadaan jiwa yang bisa menentukan antara hal-hal yang benar
dan hal-hal yang salah.
2.
Kekuatan amarah yang wujudnya adalah berani, yaitu keadaan kekuatan
amarah yang tunduk kepada akal pada waktu dinyatakan atau dikekang.
3.
Kekuatan nafsu syahwat (keinginan) yang wujudnya adalah iffah, yaitu
keadaan syahwat yang terdidik oleh akal.4. Kekuatan keseimbangan di antara yang tiga di atas.
Wujudnya adalah
adil, yakni kekuatan jiwa yang menuntun amarah dan keinginan sesuai
dengan apa yang dikehendaki oleh hikmah (kebaikan dan kebijaksanaan).
Dari empat sendi akhlak tersebut di atas akan melahirkan perbuatan
perbuatan baik, yaitu jujur, suka memberi kepada sesama, tawadu, tabah,
tinggi cita-cita, pemaaf, kasih sayang terhadap sesama, menghormati orang
lain, qana'ah, sabar, malu, pemurah, berani membela kebenaran, menjaga
diri dari hal-hal yang haram.

Anda mungkin juga menyukai