Anda di halaman 1dari 5

Motif Dan Motifasi

Pengrtian

Setiap perilaku manusia pada hakekatnya mempunyai motif tertentu, termasuk


perilaku secara reflek dan yang berlansung secara otomatis. Motif merupakan hal yang
abstrak dan senantiasa di kaitkan dengan perilaku. Motif merupak suatu pengertian yang
mencakup pengerak keinginan, ransangan, hasrat, pembangkit tenaga, alsan, dan dorongan
dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu. Secara singkat, dalam diri individu
ada yang mendasari atau menentukan individu yang di sebut motif dengan kata lain, motif
adalah energi dasar yang terdapat dalam diri individu dan menentukan perilaku. Motif
memberi tujuan dan arah pada perilaku manusia.

Motif atau motive ( bahasa inggri ) berasal dari kata “ motion “yang berarti gerakan
atau suatu yang bergerak. Gerakan tersebt di kaitkan dengan sesuatu yang di lakukan manusia
yaitu perbuatan dan perilaku. Bebrapa pendapat para pakar tentang pengertian motif dapat di
kemukaan sebagai berikut:

Menurut Lindzey, Hall dan Thompson (1975) seperti dikemukaan oleh Abu Ahmadi
(1999) mendefinisikan “ motif adalah sesuatu yang ada dalam diri individu yang mengerakan
atau membangkitakn sehingga individu itu berbuat sesuatu “.

Dari bebrapa pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa “motif adalah sesuatu
kekuatan dasar yang terdapat dalam diri organisme yang menyebebkn organisme itu
bertindak atau berbuat untuk memenuhi adanya kebutuhan agar tercapai keseimbangan
(homoe statis) “. Selanjutnya, yang di mkasud perilaku bermotif adalah “ perilaku yang di
laksanakan oleh manusia karena adanya kebutuhan yang di rasakannya sehingga perilaku itu
di tunjukan ke arah tercapainya sesuatu tujuan”.

ASAL DAN PERKEMBANGAN MOTIF

Manusia sebagai makhluk biologis mengalami perkembangan sebagai akibat proses


pematangan (maturation), latihan (exercise) dan proses belajar (learning process). Sewaktu
individu di lahirkan, telah membawa motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup,
yang di namakan motif biologis dan bersifat alami. Dalam perkembangannya motif ini
dipengaruhi oleh latihan dan proses belajar.
TIMBULNNYA MOTIF

Motif timbul karena adanya ketidak seimbangan dalam diri individu. Akibat ketidak
seimbangan tersebut, menimbulkan apa ? akan menimbulkan kebutuhan untuk segera
dipenuhi sehingga terjadi keseimbangan atau homeostatis. Bagaimana cara memenuhi
keseimbangan ? caranya adalah manusiaa itu harus berprilaku. Jadi, pada awalnya motif
timbul karena adanyan ketidak seimbangan yang menimbulkan kebutuhan. Kebutuhan
dipandang sebagai kekurangan adanya sesuatu pada diri individu yang menuntut untuk segera
di penuhi agar terjadi keseimbangan.

MACAM-MACAM MOTIF

Secara umum ada dua macam motif, yaitu:

a. Motif primer atau motif dasar, yaitu motif yang tidak dapat di pelajari karena
berbentuk insting dan untuk mempertahankan hidup serta mengembangkan keturunan.
Motif ini sering disebut drife.
Contoh :
 Dorongan untuk mempertahankan hidup serta mengembangkan keturunan
yang bersumber pada kebutuhan organisme, seperti lapa,haus, sex, bernafas
dan istirahat.
 Dorongan umum seperti takut, ingin tahu dan kasih sayang.
b. Motif sekunder adalah motif yang dapat di modifikasi, dikembangkan, dan dipelajari
seiring dengan pengalaman yang diperoleh individu.
Contoh :
Motif mencapai sukses, menjadi perawat yang profesional, sosial belajar, berprestasi
dan bekerja.

PERBEDAAN MOTIF, DRIVE, KEBUTUHAN DAN TUJUAN

Motif
Salah satu pengertian motif adalah “sesuatu kekuatan dasar yang terdapat
dalam diri organisme, yang menyebabkan organisme itu bertindak atau berbuat untuk
memenuhi adanya kebutuhan agar tercapai keseimbangan (homoestatis)”. Pada
umumnya, motif di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sosial.
DRIVE

Drive adalah kekuatan dalam diri individu yang mendorong untuk bertindak dalam rangka
memenuhi kebutuhan fisik atau sering disebut “physiological drive”.

KEBUTUHAN

Kebutuhan adalah kekurangan sesuatu dan menuntut segera pemenuhan agar terjadi
keseimbangan (homeostatis) serta dasar dari perbuatan bermotif.

Macam-macam kebutuhan

A. kebutuhan primer (vital,biologis,fisiologis)yaitu kebutuhan yang di nomor satukan


menyangkut makhluk hidup ,kehidupan dan fungsi alat-alat tubuh manusia.

B. kebutuhan sekunder (sosial, nonvital,psikologis) yaitu kebutuhan nomor


dua,menyangkut kehidupan masyarakat tetapi tidak menyangkut kehidupan vital
manusia dan fungsi kejiwaan.

TUJUAN

Tujuan merupakan suatu yang dikejar, yang akan di capai untuk memenuhi kebutuhan yang
dirasakan. Tujuan harus relevan dengan kebutuhan.

Contoh :

 Orang yang merasa lapar akan berusaha berbuat dengan berbagai cara untuk dapat
memperoleh makanan.
 Seorang mahasiswa yang menginginkan IP tinggi akan berusaha sekuat tenaga untuk
mencapai tujuan tersebut.

MOTIVASI

Adanya keinginan dan kebutuhan pada diri individu. Memotivasi individu untuk
memenuhinya. Melakukan perilaku lebih giat dibanding yang tidak bermotivasi.

PENGERTIAN

Menurut Nancy Stevenson (2001) “Motivasi adalah semua hal verbal ,fisik,atau psikologis
membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon.

JENIS MOTIVATOR

Kebutuhan paling dasar dipuaskan ,individu akan termotivasi untuk mencapai kebutuhan
berikutnya.
MOTIVASI DAN STRES DALAM KEPERAWATAN

CARA MEMOTIVASI

A. Memotivasi dengan kekerasan (motivating by force) yaitu menggunakan ancaman


hukum dan kekerasan agar dapat melakukan apa yang harus dilakukan.
B. Memotivasi dengan bujukan (motivating by enticemen) yaitu dengan bujukan atau
memberi hadiah.
C. Memotivasi dengan identifikasi (motivating by indentification orego-involvement)
menanamkan kesadaran individu berbuat sesuatu.

SUMBER STRES DALAM KEPERAWATAN

A. Beban kerja berlebihan


B. Kesulitan menjalin hubungan dengan staf lain
C. Kesulitan dalam merawat pasien kritis
D. Berurusan dengan pengobatan \perawatan pasien
E. Merawat pasien yang gagal untuk membaik
DAFTAR PUSTAKA

Abraham, C.dan Shanley F. 1997. Psikologi Sosial untuk Perawat Jakarta:


Penerbit EGC.
Ahmadi, Abu. 1999. Psikologi Sosial .Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
……1997.Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Evans, J.R.1994.Berpikir Kreatif. Jakarta:Radar Jaya Offset.
Ganong,W.F.1991.Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit EGC.
Gerungan, W.A.1996. Psikologi Sosial Bandung:Penerbit P.T. Eresco.
Brecht, Grant.2000.Mengenal dan Menanggulangi Stres. Jakarta:P.T.Prenhallindo.

Anda mungkin juga menyukai