Anda di halaman 1dari 200

LAPORAN

PELAKSANAN RENCANA TINDAK LANJUT


DIKLAT CALON KEPALA SEKOLAH

PENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA MELALUI


PENGGUNAAN MULTI MEDIA INTERAKTIF OLEH GURU
SMPN 3 SEMENDAWAI SUKU III
TAHUN 2021

Oleh:
Drs. SARJONO
NIP 19670509 199703 1 002

PEMERINTAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMP NEGERI 3 SEMENDAWAI SUKU III
Jalan Bolevard Pusat KTM Desa Taman Mulyo Kecamatan Semendawai Suku III

i
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut Diklat Calon Kepala Sekolah yang
disusun oleh:

Nama : Drs. SARJONO


NIP : 19740511 200312 1 003
Sekolah : SMP Negeri 3 Semendawai Suku III

Telah disetujui dan Disyahkan Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Mengikuti Diklat


Calon Kepala Sekolah Tahun 2021

OKU Timur, November 2021


Mentor 1, Mentor 2,

H. NURYADI, S.Pd. MM. SLAMET WIDODO, S.Pd.


NIP. 1965012988031002 NIP. 197004141995121003

Mengetahui
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten OKU Timur,

WAKIMIN, S.Pd. MM
Pembina Utama Muda
NIP. 196612251989031006

ii
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah, SWT, atas


bimbingan dan hidayah-Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan
Tindak Lanjut (RTL) ini dengan judul: “Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik
Melalui Penggunaan Multi Media Interaktif Oleh Guru SMPN 3 Semendawai
Suku III Tahun 2021.
Penulisan Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini dimaksudkan sebagai upaya
untuk meningkatkan profesionalisme calon kepala sekolah dalam bentuk penulisan
karya tulis ilmiah yang akan didokumentasikan sebagai bukti fisik dan tugas akhir
dalam mengikuti Diklat Calon Kepala Sekolah Tahun 2021.
Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya penulis
sampaikan kepada:
1. Ibu plt. Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd, Kepala Lembaga Pengembangan dan
Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKSPS), yang telah
mengarahkan kegiatan ini, sejak kegiatan Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala
Sekolah, sampai pada kegiatan Diklat Calon Kepala Sekolah,
2. Bapak Wakimin. S.Pd. MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU
Timur yang telah memberikan izin dan kesempatan kepada kami untuk
mengikuti seleksi dan diklat Calon Kepala Sekolah tahun 2021, sebagai salah
satu persyaratan dalam pengangkatan menjadi kepala sekolah,
3. Narasumber yang dengan arif bijaksana telah mendampingi, membimbing kami
dengan penuh semangat, tidak pernah lelah melakukan pembimbingan satu
persatu peserta, yang telah membekali kami pengetahuan, keterampilan dan
sikap profesionalisme dalam rangka mempersiapkan kami menjadi calon Kepala
Sekolah,
4. Bapak Dr. Erwin, M.Pd. dan Stafnya, Sebagai Panitia yang telah membantu
kami, memfasilitasi sehingga kami dapat mengikuti kegiatan Diklat Calon
Kepala Sekolah ini, dengan baik dan profesional,
5. Bapak H.Nuryadi, S.Pd. M.M, Selaku Mentor 1 yang telah membimbing dan
memberikan arahan selama OJT 2 dilaksanakan.
6. Bapak Slamet Widodo, S.Pd., Kepala SMPN 1 Belitang Mulya beserta
wakasek dan stafnya , yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk
melakukan Magang di sekolah yang dipimpinnya dalam rangka peningkatan
kompetensi calon kepala sekolah,,
7. Bapak Ibu guru SMPN 3 Semendawai Suku III dan para wakaseknya serta
para guru, tenaga kependidikan yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis untuk melaksanakan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) dalam rangka
peningkatan kompetensi calon kepada sekolah dalam mengidentifikasi masalah dan
menemukan ide gagasan pemecahan masalahnya,
8. Anakku Peserta Didik, yang telah menjadi Sampel dalam melakukan kegiatan
RPK ini, terima kasih dan penghargaan tak lupa kami persembahkan kepada
generasi calon penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa ke depan.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam Laporan Tindak Lanjut (RTL)


ini tidak tertutup kemungkinan ditemukan berbagai kekurangan maupun kekeliruan,
baik yang menyangkut isi maupun teknik penulisan. Oleh Karena itu, dengan lapang
dada penulis berharap buah-buah pikiran dan masukan maupun kritikan demi
penyempurnaan Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini.

Akhirnya, besar harapan kami semoga Laporan Tindak Lanjut (RTL) ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin.

OKU Timur, Novsember 2021


Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Sampul............................................................................................... i
Lembar Pengesahan .......................................................................................... ii
Kata Pengantar................................................................................................... iii
Daftar Isi............................................................................................................ v
Daftar Lampiran................................................................................................. vi
Daftar Tabel....................................................................................................... vii
Daftar Gambar ................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................. 1
B. Tujuan........................................................................................... 3
C. Hasil Yang Diharapkan ................................................................ 4
BAB II KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG ........................................ 5
A. Kondisi Sekolah Sendiri ................................................................ 5
B. Kondisi Sekolah Magang .............................................................. 18
BAB III PELAKSANAAN RENCANA TINDAK LANJUT ............................ 26
A. Pelaksanaan RPK Sekolah Asal...................................................... 26
B. Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi (PK) .................................... 44
BAB IV PENUTUP .......................................................................................... 53
A. Kesimpulan .................................................................................... 53
B. Saran .............................................................................................. 54
Daftar Pustaka ................................................................................................... 55
Lampiran-Lampiran
1. Matriks RPK ................................................................................................ 58
2. Jurnal Kegiatan Harian................................................................................. 66
3. Rekap Hasil Monev RPK (4 macam) ............................................................ 77
4. Instrumen Monev RPK yang Sudah Terisi.................................................... 120
5. Bukti-Bukti Kegiatan RPK (Undangan, Daftar Hadir, Notulen, Foto)........... 123
5. Matriks PK..........................................................................................................140
6. Instrumen Monev PK yang Sudah Terisi............................................................142
7. Bukti Kegiatan PK (Daftar Hadir, Notulen/Catatan/Foto Kegiatan)..................146
8. SK Panitia Pelaksana RTL - RPK.......................................................................174
9. Panduan Pelaksanaan RTL – RPK......................................................................178
DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

1:2 Keadaan Sarana Prasarana SMPN 3 semendawai Suku III ................... 6


2:2 Kedaan Guru dan Staf Tata Usaha SMPN 3 semendawai Suku III ....... 7
3:3 Tahap Perencanaan Siklus 1 kegiatan RPK .......................................... 27
4:3 Materi RPK siklus 1 ............................................................................ 29
5:3 Hasil Tingkat Kemampuan Guru dalam Pembimbingan Portal
Rumah Belajar..................................................................................... 32
6:3 Prosentase Ketercapaian Setiap Indikator soal Instrumen dalam
pemebimbigan Portal Rumah Belajar ................................................... 35
7:3 Kondisi Ketercapaian Hasil Ulangan harian Mata Pelajaran Fisika ...... 37
8:3 Keterlaksanaan Program RPK Siklus 1 ................................................. 38
9:3 Ketercapaian Pelaksanaan RPK Siklus 2 ............................................. 41
10: 3 Pencapaian Hasil AKPK ..................................................................... 47
DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1:3 Grafik Prosentase Pengguna Aplikasi Dalam Kegjatan Pembelajaran


Pada masa Pandemi Covid 19............................................................... 31
2:3 Grafik Tigkat Kemampuan Guru Dalam Pembimbingan Portal Rumah
Belajar.................................................................................................. 33
3:3 Grafik Prosentase Kemamampuan Guru Setelah Pembimbingan
Siklus 2 ............................................................................................... 42
BAB I

PENDAHULUAN

A Latar Belakang
Kepala Sekolah adalah guru yang diangkat dan diberikan tugas sebagai
Kepala Sekolah yang bertanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan dan
mengelola, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun
2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah telah menetapkan bahwa ada 5
(lima) dimensi kompetensi yang perlu dimiliki kepala sekolah, yaitu: Kepribadian,
Manajerial, Kewirausahaan, Supervisi dan Sosial. Sejalan dengan semakin
meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap akuntabilitas sekolah, maka meningkat
pula tuntutan terhadap para kepala sekolah, mereka diharapkan mampu
melaksanakan fungsinya baik sebagai manajer dan leader di sekolah dalam upaya
meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam proses kepemimpinan kepala sekolah, dituntut untuk mampu dalam
mempengaruhi, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan menggerakkan guru,
staf, siswa, orang tua siswa dan pihak lain yang terkait untuk bekerja atau berperan
serta dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kepala sekolah sebagai
seorang pemimpin tentunya akan memiliki kemampuan atau kecakapan- kecakapan
yang mendukung kemampuannya sebagai seorang pemimpin di sekolah seperti
kemampuan berkomunikasi yang baik, memiliki kemampuan teknis dalam
bidangnya, memiliki kemampuan analitis yang tajam, bersikap tegas dan berani
mengambil keputusan, etos kerjanya inggi dan memiliki visi yang jelas, disamping
itu, kepala sekolah juga dituntut untuk membina dan mengelola seluruh komponen
sekolah lainnya sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan Standar
Pelayanan Minimal (SPM).

Berdasarkan Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun


2018 tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah adalah
penyiapan kompetensi calon kepala sekolah untuk memantapkan wawasan,
pengetahuan, sikap, nilai dan keterampilan dalam memimpin sekolah, yang bertujuan
untuk 1. memberikan pengalaman belajar yang terpadu antara sikap, pengetahuan, dan

9
keterampilan pada dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan,
supervisi, dan sosial dengan pengalaman empirik (kontekstual) sesuai karakteristik
calon kepala sekolah; 2. mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam
mengidentifikasi masalah pembelajaran untuk meningkatkan capaian belajar peserta
didik; 3.mengembangkan kemampuan calon kepala sekolah dalam menentukan
strategi penyelesaian masalah sehingga dapat membangun budaya belajar sekolah
dalam satu ekosistem persekolahan; dan 4. mengembangkan kemampuan
kepemimpinan calon kepala sekolah dalam menggerakkan warga sekolah untuk
membantu penyelesaian masalah pembelajaran di sekolah, yang bermuara pada
terwujudnya student wellbeing.
Diklat Calon Kepala Sekolah dilaksanakan dengan 4 (empat) tahap yaitu tahap
On-the Job Training (OJT) 1, tahap In-Service Training (IST) 1, tahap On-the Job
Training (OJT) 2, dan tahap In- Service Training (IST) 2. Kegiatan On-The Job
Training merupakan tahapan yang penting dalam rangka melatih calon kepala sekolah
membiasaakan bekerja bekerja berbasis data melalui kegiatan pengamatan (observe)
kondisi nyata dan mengidentifikasi masalah pembelajaran, melakukan refleksi (reflect)
atas hasil observasi, mencari alternatif pemecahan masalah dan menyusun rencana
kegiatan pemecahan masalah dalam bentuk Rencana Projek Kepemimpinan dan
Peningkatan Kompetensi (plan) dan melaksanakan kegiatan sesuai rencana (Act),
melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan dan hasil kegiatan (evaluate) dan
merefleksi tindakan yang dilakukan (reflect).

Dalam kegiatan OJT 2, penulis melakukan kegiatan magang pada 2 (dua)


sekolah di Kabupaten OKU Timur yakni SMPN 3 Semendawai Suku III sebagai
magang 1 tempat penulis bertugas dan SMPN 1 Belitang Mulya sebagai sekolah
magang kedua. Selama pelaksaaan kegiatan On-the Job Training (OJT) 2, penulis
melakukan kegiatan antara lain 1). Membuat Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)
dengan Judul “Peningkat Minat Belajar Peserta Didik Melalui Prnggunaan Multi
Media Oleh Guru SMPN 3 Semendawai Suku III Tahun” yang sekaligus menjadi
judul dari laporan OJT 2 dan Pelaksanaan Peningkatan Kompetensi Berdasarkan AKPK
di Sekolah Magang 2.
Tema yang penulis angkat dalam kegiatan On-the Job Training (OJT) 2
adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan guru menggunalan multi media

10
interaktif dalam pembelajaran melalui bimbingan teknis pembuatan media
menggunanakan teknologi informasi dan komputer di magang 1 masih rendah, yakni
hanya kurang lebih 10 % guru dari 12 orang guru yang mampu memanfaatkan multi
media interaktif dalam kegiatan pembelajaran. Disamping itu dari hasil penilaian
Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian (AKPK) penulis sebagai peserta
diklat calon kepala sekolah di temukan kelemahan pada dimensi supervisi dan
permasalahan pada kompetensi Kewirausahaan yang belum optimal, maka penulis
akan mengangkat tema tulisan yang terkait dengan dimensi supervisi kepala sekolah
dan Kewirausahaan pada sekolah magang kedua.

B Tujuan
Kegiatan dan penyusunan laporan RTL On-the Job Training (OJT) 2 yang
dilakukan bertujuan untuk :

1. Menumbuh kembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi-


dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial
bagi calon kepala sekolah;
2. Meningkatkan kemampuan calon Kepala sekolah dalam Penyusunan hasil
Pelaksanaan Rencana Tindakan Proyek Kepemimpinan;
3. Meningkatkan Kemampaun guru dalam pemanfaatan media Portal Rumah belajar
dalam kegiatan Pembelajaran.
4. Meningkatkan kompetensi yang lemah berdasarkan hasil AKPK sebagai calon
kepala sekolah
5. Meningkatkan Prestasi belajar peserta didik, dalam pemanfaatan portal Rumah
Belajar

C Hasil yang diharapkan


Dengan melakukan kegiatan berupa program diklat penyiapan Calon Kepala
Sekolah melalui kegiatan pembekalan, melalui kegiatan On The Job Training (OJT),
dengan mewajibkan peserta menyusun laporan diharapkan dapat menghasilkan calon
kepala sekolah yang kompeten dan profesional meliputi:
1. Meningkatnya Penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada dimensi-
dimensi kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial

11
bagi Calon kepala sekolah.
2. Kemampuan calon kepala sekolah dalam menyusun hasil pelaksaaan tindakan
kepemimpinan dapat meningkat
3. Meningkatnya kemampuan guru dalam pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam
kegiatan pembelajaran.
4. Meningkatnya kompetensi supervisi akademik dan Kewirausahaan
calon kepala sekolah yang merupakan aspek yang lemah pada hasil AKPK.
5. Meningkatnya prestasi peserta didik, setelah pemanfaatn portal Rumah Belajar
dalam kegiatan pembelajaran.

12
BAB II
KONDISI NYATA SEKOLAH MAGANG

A. Kondisi Sekolah Magang 1

SMPN 3 Semendawai Suku III terletak di Jalan Boulevard Pusat KTM


Belitang Desa Taman Mulyo Kecamatan Semendawai Suku III Kabupaten OKU
Timur. Pada awalnya bangunan yang terletak di Jalan Boulevard Pusat KTM Belitang,
Sekolah tersebut dibangun satu paket dengan pembangunan Kota Terpadu Mandiri
Belitang, yang terdiri dari pembangunan gedung pengelola KTM, gedung pusat Bisnis,
Masjid, Rumah Pintar, Gedung SD, SMP dan Gedung SMK. Gedung sarana
pendidikan di resmikan oleh Menteri Transmigrasi pada tahun 2011. SMPN 3
Semendawai Suku III memiliki luas kurang lebih 1,5 hektar.

Dengan dasar nota Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten OKU
Timur Nomor 475.1/045/Disnakertrans/2011 tanggal 25 Januari 2011 perihal
Pemabngunan Sarana Pendidikan SDN Taman Mulya, SMPN 3 Taman Mulya, SMKN
2 Taman Mulya Kecamatan Semendawai Suku III DI Pusat KTM. Pada tanggal 11
Maret 2011 SMP Negeri 3 Semendawai Suku III resmi berdiri, dengan keluarnya surat
izin operasional dari Bupati Ogan Komering Ulu Timur Nomor 80 tahun 2011
tertanggal 11 Maret 2011.

Hingga saat ini SMPN 3 Semendawai Suku III, sudah dipimpin oleh 6 (enam)
kepala sekolah, yakni:

1. Suroyo, S.Pd. (2011 - 2014);

2. Asrofi, S.Pd. (2014-2015);

3. Laya Ratna, S.Pd. (2015 -2017);

4. Sunarno, S.Pd. MM. (2017-2018);

5. Sawalludin, S.Pd. (2018-2019 ); dan,

6. Drs.Sarjono (2019 - Sekarang).

SMPN 3 Semendawai Suku III hingga saat ini memiliki 12 Orang Guru, 3 tenaga
Kependidikan (TU) dan 1 orang pustakawan. Dan Jumlah Rombongan Belajar
sebanyak 3 kelas dengan jumlah siswa 78 orang, 1 kelas untuk Kelas VII, 1 kelas untuk
kelas VIII dan 1 kelas untuk kelas IX. Selain dari RKB, bangunan atau sarana lain
adalah :

Tabel 1 : 1
Keadaan Sarana Prasarana

Ukuran
No Nama Gedung/sarana Jumlah
Pjg Lebar Ruang/Gedung
1 Kantor 15 7 1
2 Gudang 4 3 1
3 Musholla 6 6 1
4 Ruang OSIS 9 7 1
5 Perpustakaan 12 7 1
6 Ruang guru 9 7 2
7 Ruang kepsek 3 3 1
8 Ruang tu 3 3 1
9 UKS 3 4 1
10 Wc guru 2 2 1
11 WC Siswa Perempuan 2 2 3
12 WC Siswa laki-laki 2 2 2
13 Lapangan volli 16 8 1
14 Lapangan basket 28 14 1
15 Parkir kendaraan 12 4 1
16 Kantin sekolah 6 3.5 1
17 Ruang kelas 9 7 5
18 Ruang komputer 8 3 1
19 Rumah dinas guru 7 6 2

Berikut adalah kondisi keadaan guru di SMP Negeri 3 Semendawai Suku III
Saat ini :

Tabel 2 : 1
Kedaan Guru dan Tata Usaha SMPN 3 Semendawai Suku III Tahun 2021

MATA
PELAJARAN
NO NAMA LENGKAP L/ PANGKAT/ YANG KET
P GOL DIAJARKAN
/LULUSAN
A. GURU
Pembina PMP-KN Kep.
1 Drs. Sarjono L Tk.I , IV/b Sekolah
Pembina Tk. , Pend.
2 Sugianto, S.Pd. L IV/a Biologi
Penata Tk.I ,
3 Nur’ Ubaidi, S.Pd.I L Pend. Agama Is
III/d
Penata Muda, III/a
4 Wahyu Pujono, S.Pd. L Pend. Bhs. Indo.

5 Ratih Purnama Sari, S.Pd. P


Penata Muda, III/a
Pend. Sejarah Wakasek

-
6 Sabar Styanto, SE. L Ekonomi
-
7 Siti Komariyah, S.Pd. P Pend. Ekonomi
-
8 Arif Munandar, S.Pd. L PJOK
-
9 Erna Iswanti, S.Pd. p Pend. Bhs. Indo.
-
10 Eli Purwaningsih, S.Pd. P Pend. Bhs. Ingg
-
11 Dian Nopitalia, S.Pd. P Pend. Matematika
-
12 Eka Susanti, S.Pd. p PAI
-
13 Dwi Liyana Sari, S.Pd. P Pend. Bhs. Ingg

B. STAFF TU
1 Sabar Setyanto, SE L - S-1 KTU
- SMA
2 Feey Kusuma Putra L OPS

- Staf
3 Susy Aprilia P SMA TU
Cleaning
4 Sugino L - SMP Service
Satpam
5 Bahruddin L - SD Malam
Berikut Identitas SMP Negeri 3 Semendawai Suku III :

Nama : SMP Negeri 3 Semendawai Suku III


NPSN : 10648032
Alamat : JL. Boulevard Pusat KTM Belitang
Kode Pos : 32382
Desa/Kelurahan : Taman Mulyo

Kecamatan/Kota (LN) : Semendawai Suku III


Kab.-Kota/Negara (LN) : OKU Timur
Propinsi/Luar Negeri (LN) : Sumatera Selatan
Status Sekolah : NEGERI
Waktu Penyelenggaraan : 6 hari
Jenjang Pendidikan : SMP
Naungan : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
No. SK. Pendirian : 80 tahun 2011

Tanggal SK. Pendirian : 11 Maret 2011

No. SK. Operasional : 80 tahun 2011

Tanggal SK. Operasional : 11 Maret 2011


Akreditasi : B
No. SK. Akreditasi : 751/BAN-SM/SK/2019
Tanggal SK. Akreditasi : 09/09/2019

Berikut adalah visi, Misi dan Tujuan SMP Negeri 3 Semendawai Suku III:
A. Visi :
Mewujudkan Siswa Yang Beriman Dan Bertaqwa, Cerdas, Terampil, Serta Berbudi
Pekerti Yang Luhur

B. Misi :
1. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui
pembiasaan shalat Dzuhur berjamaah, penanaman budi pekerti, pembiasaan
berprilaku baik dan beakhlak mulia dan program kegiatan keagamaan.
2. Mewujudkan pengembangan kurikulum yang meliputi 8 standar pendidikan.

16
3. Mewujudkan pelaksanaan pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan
Meneyenangkan dengan pendekatan SCIENTIFIC.
4. Meningkatkan prestasi akademikdan non akademik.
5. Meningkatkan sikap kejujuran, disiplin, peduli, santun, percaya diri, dalam
berinteraksi dengan lingkungan sosial dan alam.
6. Mewujudkan karakter warga sekolah yang berbudi pekerti luhur, bersih dari narkoba
dan peduli terhadap kelestarian fungsi lingkungan.
Mewujudkan kondisi lingkungan sekolah yang bersih, asri, dan nyaman untuk
mencegah keseimbangan alam sekitar.

C. Tujuan Sekolah

Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan
kebutuhan masyarakat disekitar satuan pendidikan serta standar kompetensi lulusan
yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah yang perlu dicapai dalam kurun
waktu lima tahun, maka tujuan SMPN 3 Semendawai Suku III dapat dirumuskan
sebagai berikut :
1. Terlaksananya program kegiatan keagamaan seperti : shalat dzuhur
berjamaah, pesantren kilat/Ramadhan dan Peringkatan Hari Besar Agama.
2. Terlaksananya pengembangan kurikulum yang meliputi 8 standar pendidikan.
3. Terlaksananya pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenengkan
dengan pendekatan SCIENTIFIC.
4. Tercapainya prestasi dalam kompetisi akademik dan non akdemeik tingkat
kabupaten/maupun provinsi.
5. Terlaksananya pembiasaan 5 S (salam, sapa, sentum, sopan dan santun).
6. Terlaksananya pengembangan sekolah dengan azas gotong royong.
7. Terwujudnya karakter warga sekolah yang berbudi pekerti luhur, bersih dari
narkoba melalui program pembiasaan, serta program 9 K.
8. Tercapainya lingkungan sekolah yang bersih asri dan nyaman untuk
pembelajaran sebagai upaya pelestarian fungsi lingkungan.

Kinerja SMPN 3 Semendawai Suku IIIdilihat dari pencapaian delapan standar


nasional pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Standar Isi
17
SMPN 3 Semendawai Suku III telah memiliki kurikulum yang dikembangkan
dengan menggunakan panduan yang disusun BSNP dengan mempertingkan karakter
daerah, kebutuhan sosial masyarakat, kondisi budaya, usia peserta didik, dan kebutuhan
pembelajaran. Mata pelajaran Budaya Komering adalah mata pelajaran muatan lokal
sekolah sebagai bentuk karakter daerah dan pelestarian buadaya. Jumlah jam tatap muka
keseluruhan di SMPN 3 Semendawai Suku III sebanyak 40 jam perpekan.
Program pembelajaran remedial dan pengayaan bagi siswa belum berjalan secara
sistematis sebagaimana mestinya. Bagi siswa yang dinyatakan belum mencapai nilai
ketuntasan minimal dalam pencapaian kompetensi hanya diberikan kesempatan belajar
sendiri indikator-indikator kompetensi yang belum dikuasai untuk mempersiapkan diri
dalam mengikuti ulangan perbaikan. Hal ini dilakukan untuk memastikan tercapainya
pelayanan kepada siswa yang memerlukan penjelasan ulang tentang kompetensi yang
belum dikuasai ataupun yang ingin dikembangkan.
Kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan mengacu kepada kebutuhan pengembangan
pribadi siswa. Program kegiatan ektrakurikuler yang disediakan diantaranya pembinaan
kepramukaan, PMR, pembinaan OSN, mading, english club, sepak bola, volly ball,
basket.

2. Standar Proses
Silabus yang dikembangkan oleh guru-guru berdasarkan Standar Isi (SI), Standar
Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan penyusunan KTSP berdasarkan permen 37
tahun 2018. Kegiatan penyusunan dan pengembangkan silabus dilakukan secara mandiri
ataupun berkelompok dalam pertemuan MGMP. Diakui bahwa silabus yang
dikembangkan oleh guru-guru belum sepenuhnya berasal dari hasil pemikiran sendiri
namun sebagian masih mencontoh silabus dari sekolah-sekolah lain dengan beberapa
perbaikan-perbaikan.
Guru-guru memiliki rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun
berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran kondisi saat ini baik mata
pelajaran muatan nasional ataupun mata pelajaran muatan lokal. Seperti halnya dengan
silabus, kegiatan penyusunan RPP juga dilakukan oleh guru-guru secara mandiri ataupun
berkelompok dalam pertemuan MGMP. RPP yang disusun guru sebagian masih meng-
copy paste RPP sekolah lain dengan beberapa perubahan-perubahan. Namun tentu ada
juga beberapa guru yang telah menyusun RPP berdasarkan hasil pemikiran sendiri

18
ataupun kelompok dengan memperhatikan lingkungan sekolah atau siswa, nilai-nilai,
dan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Metode pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP
sebahagian sudah menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan,
kreatif, menantang dan memotivasi siswa. Sebagian guru masih ada yang menggunakan
pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Keterbatasan media pembelajaran yang dimiliki sekolah mengakibatkan
terbatasnya sumber belajar. Namun beberapa guru berupaya untuk membuat media
pembelajaran yang dapat dijadikan sumber belajar bagi siswa disamping memanfaatkan
buku-buku yang ada diperpustakaan. Ketersediaan buku untuk siswa dalam memenuhi
SPM sudah terpenuhi tetapi umur penggunaan buku-buku paket yang singkat sangat
terkait dengan kepribadian siswa yang senang merusak atau menghilangkan buku-buku
yang dipinjamkan.

Untuk meningkatkan mutu pelaksanaan proses pembelajaran di kelas, pengawas,


Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah dan guru-guru yang berkompeten, melakukan
supervise dan evaluasi proses pembelajaran. Yang dilakukan secara berkala dan
berkelanjutan.

3. Standar Kompetensi Lulusan


Perolehan rata-rata nilai ujian sekolah tahun pelajaran 2019/2020 untuk masing-
masing mata pelajaran berturut-turut ; adalah Bahasa Indonesia 75,04, Bahasa Inggris
50,40, Mataematika 36,00 dan IPA 69,50. Dari hasil Ujian Sekolah di atas dapat
disimpulkan bahwa pencapaia nilai Bahasa Indonesia di kedua jurusan tersebut
memperlihatkan tingkat pencapaian target kompetensi siswa yang lebih baik yang
ditetapkan SKL dibanding mata pelajaran yang lain.
Untuk penumbuhan budi pekerti dan mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa
serta budaya masyarakat, SMP Negeri 3 Semendawai Suku III melaksanakan kegiatan
literasi Alqur’an, sholat dzuhur berjamaah di sekolah, senam kesehatan jasmani setiap
hari jumat, Jumat bersih dan menyambut siswa di gerbang sekolah setiap pagi hari. Selain
itu, sekolah membudayakan saling memberi salam setiap bertemu, baik guru ataupun
siswa.

19
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru 13 orang, PNS 5 orang dan Non-PNS 8 orang, sudah memenuhi
standar jumlah tenaga kependidikan sekolah. Semua guru sudah berkualifikasi S1.
Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan SMPN 3 Semendawai
Suku III belum terukur secara menyeluruh karena belum ada hasil penilaian yang
mengukur berapa tingkat pencapaian kompetensi seluruh pendidik dan tenaga
kependidikan.

5. Standar Sarana dan Prasarana


SMPN 3 Semendawai Suku III memiliki luas lahan 17.000 m2 dengan jumlah
gedung sebanyak 7 unit yang terdiri dari kantor , Lab Komputer, Ruang OSIS /
Ekstrakurikuler, ruang keterampilan, Perpustakaan dan UKS. Ruang kelas yang
digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar sebanyak 5 ruang dengan luas
masing-masing 72 m2 per ruang kelas. Setiap ruang kelas masing- masing memiliki satu
white board, satu meja dan kursi guru, masing-masing satu meja dan kursi untuk setiap
siswa.

Di dalam gedung kantor terdapat Ruang kepala sekolah

yang berukuran (4×3) m2 terdapat 2 lemari buku, 2 lemari alat komputer sepasang meja
dan kursi kepala sekolah, dan 2 set kursi tamu. Sarana dan prasana sekolah lainnya
dalam gedung kantor tersebut adalah, rumah dinas guru 2 unit, ruang tata usaha.

6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMPN 3 Semendawai Suku III sudah
disosialisasikan kepada warga sekolah, masyarakat ataupun pemangku kepentingan
melalui beberapa cara diantaranya memasang papan visi misi sekolah di dinding
sekolah.
Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT) ataupun rencana
kerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah. Demikian pula
dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) telah disosialisasikan kepada
warga sekolah. Sekolah melakukan pengisian EDS sehingga RKAS yang disusun
mengacu pada rekomendasi hasil EDS dan mengelompokkan ke dalam delapan
standar.

20
7. Standar Pembiayaan
SMPN 3 Semendawai Suku III mempunyai RKAS yang disusun oleh kepala
sekolah, beberapa guru dan bendahara sekolah. Penyusunan RKAS belum melibatkan
secara langsung pihak komite sekolah ataupun pemangku kepentingan yang relevan,
namun demikian tetap mempertimbangkan usulan- usulannya dan menyampaikan
hasil penyusunan RKAS.
Sumber keuangan sekolah masih tergantung pada bantuan pemerintah berupa
dana BOS APBN dan sumbangan dari orang tua siswa. Sekolah belum mampu untuk
mencari sumber keuangan lain misalnya dengan membangun kerja sama yang saling
menguntungkan dengan dunia usaha dan industri.

8. Standar Penilaian Pendidikan


Sebagian guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian
berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar. KKM yang telah ditetapkan
oleh masing- masing guru mata pelajaran diinformasikan oleh sebagian guru kepada
siswa diawal pertemuan tatap muka dan sebagiannya menginformasikan KKM
sebelum pelaksanaan setiap ulangan harian.
Guru melaksanakan penilaian melalui pelaksanaan ulangan harian, ulangan
tengah semester, ulangan akhir semester, kenaikan kelas, ujian sekolah dan ujian
nasional. Penilaian melalui ulangan harian kadang tidak dilaksanakan berdasarkan
rencana yang telah dibuat oleh sebagian guru.
Hasil penilaian sebagian guru pada pelaksanaan ulangan harian ataupun tugas-
tugas pekerjaan rumah ditambahkan informasi berupa komentar dan masukan untuk
perbaikan. Setiap guru menyampaikan hasil penilaian sikap dan akademik siswa
kepada kepala sekolah melalui wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Hasil penilaian
dijadikan dasar bagi sebagian guru sebagai koreksi untuk melakukan perbaikan
pembelajaran berikutnya.

B. Kondisi Sekolah Magang 2

SMP Negeri 1 Belitang Mulya berdiri pada tahun 1984 dengan SK pendirian Nomor :
0594/01/1985. Pada Hari Selasa Tanggal 24 Juni 1986 diresmikan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebuayaan Prof. Dr Fuad Hasan .Nomor Statistik Sekolah :
201110312098, Nomor NPSN Sekolah : 10606574. SMP Negeri 1 Belitang Mulya
21
terletak di pinggir jalan raya desa Pentanggan BK 16.
Sejak berdirinya sampai sekarang telah mengalami perganyian nama sekolah, hal ini
berkaitan dengan adanya pemekaran kabupaten dan kecamatan di kabupaten Ogan
Komering Ulu, mekar menjadi Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.

Pergantian Nama Sekolah


a. Pada Tahun 1985 diberinama : SMP Petanggan
b. Pada Tahun 1999 diberinama : SLTP Negeri 4 Cempaka
c. Pada Tahun2002 diberinama : SLTP Negeri 31 OKU
d. Pada Tahun 2004 diberinama : SMP Negeri 1 Semendawai Suku III
e. Pada Tahun 2007 diberinama : SMP Negeri 1 Belitang Mulya

Pergantian Kepala Sekolah


1. Soetarmo, BA Tahun 1985 – 1989
2. Sugandhi K Tahun 1989 – 1995
3. Drs. Witarso Tahun 1995 – 2000
4. Drs. Junaidi Tahun2000 – 2004
5. Drs. SaefudinZuhri Tahun 2004 – 2006
6. Dra. Paniyah Tahun 2006 – 2007
7. Drs. M. Ali Syahbanalian Tahun 2008 – 2010
8. Drs. Tri Handoyo M.M Tahun 2010– 2015
9. Drs. Sucipto Tahun 2015– 2017
10. Dra. Kristiani, MM Tahun 2017 – 11 Maret 2019
11. Slamet Widodo, S.Pd Maret 2019 sampai sekarang.

Gambaran secara umum tentang SMP Negeri 1 Belitang Mulya terdapat dalam profil sekolah
sebagai berikut :

PROFIL SEKOLAH
TAHUN AJARAN 2021-2022

Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Belitang Mulya


Alamat : Petanggan BK.16 Kecamatan Belitang Mulya
No. Telp/HP : 082114098983
1. NPSN : 10606574
2. Jenjang Akreditasi : A
3. Tahun Didirikan : 12-11/1985
4. Tahun Beroperasi : 12-11/1985
5. Kepemilikan Tanah : Pemerintah Daerah
a. Status Tanah : Hak Pakai
22
b. Luas Tanah : 14670 M 2
6. Status Bangunan Milik : Pemerintah Daerah
7. Luas seluruh bangunan : 2306 M 2
8. Data Siswa 2 Tahun terakhir
Jumlah Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Pendaftar Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah
Th. Ajaran (Calon Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel
siswa baru)
2020-2021 147 146 5 135 5 133 5 414 15
2021-2022 176 172 6 138 5 132 5 442 16

10.a) Data Ruang Kelas


Jumlah Jumlah
Ruang ruang yang
Jumlah Ruang Kelas Asli lainnya yang digunakan
digunakan untuk
untuk Ruang Kelas
Ruang Kelas (f)=(d+e)
(e)
Ukuran Ukuran Ukuran Jumlah
7x9 m2 (a) ›63 m2 (b) ‹63 m2 (c) (d)=(a+b+c)
Ruang
16 16 16
Kelas

b) Data Ruang Lain


Jenis Ruangan Jumlah Ukuran (m2) Jenis Ruangan Jumlah Ukuran (m2)
1. Laboratorium IPA 1 8x9M 5. R. Lab 1 8 x 18 M
Komputer
2. Multimedia 1 8x9M 6. R. Aula 1 8 x 16 M
3. Perpustakaan 1 8x9M 7. R. BP 1 8x4M
4. UKS 1 8x4M

1. Data Guru
Jumlah Guru / Staf Bagi SMP Negeri Bagi SMP Swasta Keterangan
Guru Tetap ( PNS ) 24
Guru Tidak Tetap ( Guru Bantu) 17
Tata Usaha PNS 1
Tata Usaha Honor 8
Penjaga Sekolah Honor 1
Satpam Hanor 2

Sekolah ini usianya sudah lama sehingga sekolah ini memiliki perkembangan yang
sangat pesat baik dari sarana prasarana maupun dari segi akademik dan non akademik.
Sekolah yang terletak di Jalan raya Belitang, tepatnya di Desa Petanggan
KECAMATAN Belitang Mulya kabupaten OKU Timur. Memiliki Visi, Misi dan Tujuan
sebagai berikut:

1. VISI :

23
" Unggul dalam prestasi, berpijak pada nilai-nilai religi dan keluhuran budaya bangsa"

2. MISI :

1. Melaksanakan pembelajaran.
2. Men umbuhkan semangat keunggulan
3. Mendorong siswa mengenali potensi diri
4. Menumbuhkan penghayatan agama
5. Menerapkan manajemen partisipatif.

3. Tujuan Sekolah
Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan
kebutuhan masyarakat disekitar satuan pendidikan serta standar kompetensi lulusan
yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan pemerintah yang perlu dicapai dalam kurun
waktu lima tahun, maka tujuan SMPN 1 Belitang Mulya dapat dirumuskan sebagai
berikut :
1. Mengembangkanpengalamanbelajar yang memberikan kesempatan luas bagi peserta didik
untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa kini dan masa depan,
dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris
budaya bangsa dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa
kini.
2. Mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam beragama, seni, kreativitas,
berkomunikasi nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang sesuai dengan diri seorang
peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan ummat manusia.
3. Mewujudkan dan mengembangkan minat, bakat, dan apresiasi karya seni melalui
pembelajaran dan pelatihan sehingga dapat mencapai prestasi di tingkat nasional.
4. Mewujudkan keunggulan dalam kegiatan IMTAQ, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai
keagamaan.
5. Mewujudkan budaya luhur bangsa sehingga menjadi sumber kearifan.
6. Mewujudkan keunggulan dalam budaya disiplin bagi seluruh wargas ekolah.
7. Menumbuhkembangkan kepedulian terhadap lingkungan alam dan social bagi seluruh warga
sekolah sehingga tercipta suasana belajar dan bekerja yang nyaman, bersih, aman, tertib,
indah dan menyenangkan.

Kinerja SMPN 1 Belitang Mulya dilihat dari pencapaian delapan standar nasional
pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Standar Isi

24
Pencapaian nilai mutu berbasis Raport PMP Tahun 2019, memperlihatkan kekuatan
dan kelemahan pada beberapa indikator. Kekuatan yang tampak adalah perangkat
pembelajaran memuat karakteristik kompetensi pengetahuan, kompetensi
keterampilan, menyesuaikan tingkat kompetensi siswa, dan menyesuaikan ruang
lingkup materi pembelajaran. Pengembangan KTSP mengacu pada kerangka dasar
penyusunan dan melewati tahapan operasional pengembangan. Sekolah juga
menyelenggarakan aspek kurikulum pada muatan lokal dan melaksanakan kegiatan
pengembangan diri siswa. Adapun kelemahan yang nampak adalah perangkat
pembelajaran masih ada yang belum memuat kompetensi sikap, penyusunan
KTSP belum melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan pengaturan beban
belajar yang tidak proposional.

2. Standar Proses
SMPN 1 Belitang Mulya merencanakan proses pembelajaran mengacu pada
silabus yang telah dikembangkan dan mendapatkan evaluasi dari kepala sekolah dan
pengawas sekolah. RPP disusun dengan lengkap dan sistematis. Metode
pembelajaran yang dirancang guru-guru dalam silabus dan RPP sebagian sudah
menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang
dan memotivasi siswa. Sebagian guru masih ada yang menggunakan pembelajaran
konvensional dengan model pembelajaran langsung.
Pada aspek pengawasan dan penilaian otentik, sekolah belum maksimal
memanfaatkan hasil penilaian otentik. Pelaksanaan supervisi proses pembelajaran
kepada guru perlu mendapat perhatian khusus. Sekolah juga belum maksimal dalam
menindaklanjuti hasil pengawasan proses pembelajaran, melakukan pemantauan
proses pembelajaran, dan mengevaluasi proses pembelajaran.

3. Standar Kompetensi Lulusan


Pada standar kompetensi lulusan, siswa telah memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap berkarakter, sehat jasmani dan rohani, sikap disiplin, sikap
peduli, sikap percaya diri, bertanggungjawab, dan memiliki perilaku pembelajar
sejati sepanjang hayat. Lulusan SMPN 1 Belitang Mulya memiliki keterampilan
berpikir dan bertindak kreatif, mandiri, kolaboratif, dan kritis. Namun pada dimensi
pengetahuan, siswa minim dibekali pengetahuan faktual, prosedural, konseptual, dan
metakognitif.
25
4. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Jumlah guru yang ada sebanyak 41 orang (PNS 24 dan Non PNS 17 ) dan
tenaga administrasi sekolah 1 yang PNS dan 7 tidak tetap orang. Guru yang sudah
berkualifikasi 41 orang, selanjutnya tenaga adminintrasi sekolah berkualifikasi S-1
sebesar 6, SMA sederajat 1.
Dilihat dari Standar kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, maka
khusus tenaga pendidik/guru rata-rata sudah mengikuti Uji Kompetensi Guru
(UKG) yang pada tahun 2015 telah diadakan dengan hasil 30% guru memiliki nilai
rata-rata 65,00 ke atas atau telah melampui standar yang ditetapkan Pemerintah
pusat, sedangkan 70% masih dibawah standar yang ada. Walaupun demikian
semangat dan etos kerja guru tetap tinggi. Standar kompetensi tenaga kependidikan
SMPN 1 Belitang Muliya , sampai saat ini belum terukur karena belum ada
penilaian yang mengukur seberapa tingkat pencapaian kompetensi masing-
masing.

5. Standar Sarana dan Prasarana


Ruang kelas yang digunakan sebagai tempat kegiatan KBM sebanyak 1
kantor, 1 perpustakaan. 1 mushallah, RKB 12 ruang, Lab IPA, lab Komputer 1
dengan luas masing-masing 63 m2 . Setiap ruang kelas dilengkapi dengan 1 papan
tulis yaitu white board, 1 stel meja dan kursi guru, 1 buah lemari pajangan, serta
meja dan kursi sejumlah siswa yang ada. Di samping itu ruang kelas dilengkapi pula
dengan lambang kenegaraan serta gambar presiden dan wakil presiden.
Ruang guru berukuran (8 × 9) m2 dilengkapi, memuat 25 stel meja kursi guru, 1
white board untuk pengumuman, 2 lemari buku, 1 buah tempat minum, 1 papan
kode etik guru dan 1 papan tata tertib, 1 jam tembok, lambang kenegaraan,
perlengkapan upacara, jam dinding, dan perlengkapan memasak.

Ruang perpustakaan yang berukuran (8 × 9) m2 yang dimanfaatkan khusus


untuk kegiatan perpustakaan. Jumlah buku teks dan buku referensi, buku bacaan,
serta buku penunjang sudah mencukupi. Sebagian ruang perpustakaan dimanfaatkan
sebagai ruang komuputer/multimedia dilengkapi dengan 10 unit komputer. Ruang
laboratorium lain yang dimiliki adalah Lab IPA yang sudah memenuhi standar baik

26
dari jumlah meubeler maupun peralatan lab lainnya. Ruang kepala sekolah
berukuran (4 × 5) m2 dilengkapi dengan kamar kecil (WC) serta kelengkapan
lainnya berupa lemari etalase / pajangan, lemari arsip, 1 set meja kursi tamu , mesin
printer, AC, dan kelengkapan lainnya.
Sarana dan prasarana lain yang ada adalah ruang tata usaha, gudang, WC siswa,
ruang BK, ruang Osis, musholla, parkir siswa, lapangan olah raga, tempat bermain,
dan kantin sekolah.

6. Standar Pengelolaan
Visi dan misi serta tujuan pendidikan SMPN 1 Belitang Mulya sudah
disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah ataupun pemangku kepentingan
melalui rapat. Rencana kerja sekolah (RKS), rencana kerja tahunan (RKT), maupun
rencana kaerja jangka menengah (RKJM) disosialisasikan kepada warga sekolah.
Demikian pula dengan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). RKAS
disusun berdasarkan analisis kebutuhan dan belum disusun berdasarkan pada
pengelompokan ke dalam 8 SNP.
Kegiatan supervisi dilaksanakan secara berkala dan terjadwal yang dapat
dijadikan sebagai alat ukur kemajuan guru dalam melaksanakan tugas pokok dan
fungsinya. Hasil dari kegiatan supervisi dijadikan sebagai acuan untuk menentukan
kebijakan dan pemberian penghargaan dan teguran. Proses pengumpulan,
pengelolaan, dan penggunaan data sudah menggunakan sistem TIK khususnya
komputer. Jaringan internet secara luas sudah ada. Saat ini sekolah maupun
beberapa guru menggunakan jaringan internet secara leluasa.

7. Standar Pembiayaan
SMPN 1 Belitang Mulya memiliki RKAS yang disusun oleh tim yang
dibentuk oleh kepala sekoah dengan mempertimbangkan masukan dari komite
sekolah, walaupun dalam pelaksanaanya tidak semua tim ikut terlibat dalam
penyusunan tersebut. Sumber utama keuangan sekolah masih bergantung pada
bantuan pemerintah berupa dana BOS, walaupun ada sumber lain seperti, iuran
usaha kantin sekolah, namun masih belum maksimal. Sekolah belum melakukan
peggalangan dana dari sumber lain seperti kerjasama dengan dunia usaha dan
industri termasuk alumni.
Penyusunan rencana keuangan sekolah sudah disusun sesuai prosedur dan
27
disosialisasikan melalui rapat khusus. Laporan penggunaan keuangan sekolah hanya
disampaikan kepada pemerintah selaku pemberi dana sedangkan
pertanggungjawaban. kepada guru dan pegawai hanya dilakukan secara lisan
melalui kegiatan rapat koordinasi sekolah.

8. Standar Penilaian Pendidikan


Semua guru mata pelajaran sudah menyusun perencanaan penilaian berdasarkan
Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD). KKM yang sudah
ditetapkan masing-masing guru mata pelajaran disampaikan oleh guru kepada siswa
pada awal tahun pelajaran. Pelaksanaan penilaian oleh guru dilaksanakan melalui
ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan
kelas, maupun penilaian ujian sekolah dan ujian nasional. Penilaian sikap juga
dilakukan guru pada setiap akhir semester. Hasil penilaian baik penilaian akademik
maupun penilaian sikap dilaporkan kepada kepala sekolah maupun orang tua siswa
dalam bentuk raport setiap tengah semester, akhir semester dan pemberian ijazah
untuk siswa yang sudah menyelesaikan seluruh kegiatan pembelajaran selama 6
semester dan dinyatakan lulus berdasarkan ketentuan dan persyaratan yang sudah
ditetapkan.

28
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Pelaksanaan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) Sekolah Asal


1) Judul RPK
“Peningkatan hasil belajar peserta didik melalui penggunaan multi media
interaktif oleh guru SMPN 3 Semendawai Suku III Tahun 2021”
2) Tujuan
Dalam Kegiatan RPK ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk
Meningkatan Kemampuan guru Menggunakan multi media interaktif untuk
meningkatkan minat belajar siswa dan pada akhirnya meningkatkan hasil belajar
peserta didik.
3) Indikator Keberhasilan
Indikator keberhasilan yang akan dicapai dalam penelitian RPK ini adalah :
1. Meningkatnya kemampuan guru dalam menggunakan multi media
pembelajaran yang lebih variatif dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran.
2. Meningkatnya minat siswa dalam kegiatan belajar melalui multi media
interaktif.
4) Program Kegiatan
Meningkatkan Kemampuan guru Menggunakan multi media pembelajaran
yang variatif Daring melalui pembimbingan TIK pembelajaran di SMPN 3
Semendawai Suku III.
5) Langkah-langkah Kegiatan
Siklus I

a. Persiapan
Sebelum pelaksanaan kegiatan Rencana Tindak Lanjut Proyek kepemimpinan (RPK)
terlebih dahulu diadakan koordinasi dengan kepala sekolah terkait dengan rencana
pelaksanaan kegiatan ini, dan selanjutnya diadakan sosialisasi kepada warga sekolah
melalui rapat koordinasi yang dipimpin oleh kepala sekolah, dan pada tahap
persiapan ini pula telah dibentuk kepanitiaan dan ditetapkan wakasek kurikulum
29
bertindak selaku ketua panitia. Dan selajutnya menetapkan jumlah peserta dan
menentukan narasumber, dan langkah terakhir pada persiapan ini adalah menyusun
panduan kegiatan, yang di dalamnya terdapat estimasi anggaran kegiatan serta
jadwal pelaksanaan. Tahap perencenaan persiapan dapat di lihat pada Tabel berikut :

Tabel 3 : 3
Tahap Perencanaan Siklus 1 Kegiatan RPK
Waktu
No Jenis Kegiatan Pelaksanaa Keterangan
Sosialisasi dan koordinasi
Rapat persiapan bersama
warga sekolah yang akan
13 September 2021 Bukti Kegiatan
1 terlibat dalam pelaksanaan
Terlampir
RPK dan PK

17 September 2021 Bukti Kegiatan


2 Menyusun Kepanitiaan
Terlampir
Pembuatan SK panitia dan
Koordinasi dengan Nara 20 September 2021 SK Panitia
3
sumber dalam rangka Terlampir
persiapan kegiatan RPK
Menyusun buku panduan Buku Panduan
04 Oktober 2021
4 kegiatan IHT Kegiatan
dan Jadwal pelaksanaan Terlampir

b. Pelaksanaan
Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan maka kegiatan ini dilaksanakan dalam
bentuk pembimbingan teknis (BIMTEK) oleh Narasumber yang sudah ditetapkan
berdasarkan dengan pengalaman. Pada tahapan pelaksanaan panitia mengarahkan
kepada seluruh peserta untuk melaksanakan registrasi dan pengisian daftar hadir
sebelum kegiatan dimulai. Setelah kegiatan pembukaan yang dibuka langsung
oleh kepala SMPN 3 Semendawai Suku III, kegiatan dilanjutkan dengan
pemaparan dan sosialisasi tentang pemanfaatan TIK kepada seluruh peserta yang
sudah ditetapkan. Pada sesi berikutnya pemateri telah melaksanakan
pembimbingan pemanfaatan TIK tentang cara membuat power point sebagai
30
media pembelajaran interaktif. Demi penerapan secara optimal terhadap TIK,
Narasumber memberikan pendampingan langsung mengadakan simulasi
pemanfaatan TIK, terutama pada pembelajaran di kelas. Dari data isian instrument
mentor 1 yang melaksanakan observasi kepada 10 (sepuluh ) orang peserta yang
megikuti kegiatan ini telah memberikan penilaian 95,45 % terhadap
keterlaksanaan pembimbingan pemanfaatan TIK. Dari prosesntase tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa hampir semua guru telah merespon positif terhadap
pelaksanaan pembimbingan pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran.

c. Monitoring dan Evaluasi


Selama 2 (dua) hari pelaksanaan kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan Siklus I
(Perftama) kami melaksanakan pengisian instrument monev pada hari ke 2. Dalam
Kegiatan Monitoring dan evaluasi tersebut, Mentor 1 melaksanakan observasi terhadap 10
orang peserta dan hasil yang di dicapai adalah 96,88 %. Dari data tersbut hanya 1 (satu)
instrument yang mendapatkan penilaian (3) . Karena dari sepuluh guru yang dibimbing
masih ada sebagaian peserta belum bisa mengopersikan komputer.

d. Hasil
Pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari Recana Proyek
Kepemimpinan (RPK) Diklat Calon Kepala Sekolah Tahu 2020, dijadwal ke
dalam 2 Siklus. Siklus 1 dilaksanakan pada hari Rabu – Kamis, tanggal 4 – 5
Oktober 2021. Sedangkan Siklus ke 2 (dua) dijadwalkan pada hari Senin tanggal
16 - 17 Oktober 2021 jika ada peserta yang mendapat kategori nilai dibawah 91.

Tabel 4 : 3
Materi RPK Siklus
I

Hari/tgl Waktu Materi Narasumber


Siklus 1
08.30 – Sosialisasi / H. Nuryadi, S.Pd. MM
09.00 Pengenalan
Selasa Pemanfaat TIK
5/10/2021 09.00 – Belajar
12.00 Langkah-langkah
Pembuatan power point

31
13.00 – Praktik/Penerapan
15.00 Power point dan video
dalam kegiatan
pembelajaran ( hari I)

Sabtu 08.00 – Simulasi pembuatan H. Nuryadi, S.Pd. MM

9/10/2021 15.00 power point

Memasukan video ke dalam

Power point (hari 2) .

Berdasarkan AKPK sebagai calon kepala sekolah, titik kelemahan kami adalah
kompetensi supervisi dan kompetensi kewirausahaan, maka indikator sasaran RPK ini
dititik beratkan pada kedua kompetensi tersebut. Dan materi berfokus kepada
peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran multi media
untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Dalam pelaksanaan kompetensi guru, calon kepala sekolah, melaksanakan
pengamatan terhadap peserta yang merupakan guru- guru SMPN 3 Semendaai Suku III
sebanyak 10 orang dan perwakilan siswa sebagai sampel. Penetapan sampel ini diambil
berdasarkan tingkat kemampuan guru terhadap portal Rumah Belajar dari mereka yang
sepuluh orang ini ada yang sudah mengetahui dan menggunakannya. Namun belum
terlalu optimal, dan prosentase penggunanya hanya berkisar 0,14% berdasarkan survey
awal melalui pengamatan di lapangan. Penetapan sampel ini adalah hal yang sangat
penting dalam rangka mendapatkan informasi yang akurat yang dapat diukur sesuai
dengan tujuan yang hendak dicapai. Hal ini senada dengan Seteevens (1951) dalam buku
Dr. Syamsir Torang (2009) bahwa pengukuran adalah penetapan / pemberian angka
terhadap objek atau fenomena menurut aturan tertentu. Oleh karena itu sampel yang
kami tetapkan adalah peserta yang dapat membantu penulis dalam memberikan data
yang akurat sesuai tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Dalam kegiatan ini peserta ( guru dan siswa ) dibagikan lembar materi/panduan
kegiatan serta instrument yang telah disiapkan oleh calon kepala sekolah. Dari kajian
tersebut selanjutnya dianalisis bersama sama oleh calon kepala sekolah dan guru.
32
Selanjutnya guru- guru di beri tugas untuk merancang media/materi yang akan diuploud
di Rumah Belajar.
Pada Kegiatan pembimbingan pada OJT 2, merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan kompetensi calon kepala sekolah demi peningkatan kualitas
pembelajaran. Seiring rendahnya minat belajar siswa serta rasa bosan yang dirasakan
oleh siswa dengan alasan metode pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yang sangat
monoton. Oleh karena itu guru dituntut untuk menciptakan suasana mengajar yang
menyenangkan dengan menggunakan multi media interaktif, sehingga selaku calon
kepala sekolah mengadakan pembimbingan membuat media pembelajaran dengan
pemanffaatan TIK terhadap guru-guru dan 1 (satu) kelas siswa sebagai sampel dalam
kegiatan ini.

Berikut grafik prosentase penggunaan multi media interaktif dalam kegiatan


pembelajaran SMPN 3 Semendawai Suku III.

Gambar 1 : 3 Grafik Prosentase Pengguna multi media interaktif dalam Kegiatan


pembelajaran di SMPN 3 Semendawai Suku III.

Berdasarkan pada grafik di atas terlihat bahwa betapa dominannya penggunaan multi
media dalam kegiatan pembelajaran di kelas saat ini, dengan cara menampilkan materi
pembelajaran dan memberikan tugas serta penilaian di kelas. Maka sangat wajar jika
siswa muncul rasa bosan dan menjenuhkan dan berdampak terhadap hasil minat belajar
siswa apabila pembelajaran tidak bervariasi dalam penggunaan media pembelajaran.
Berdasarkan pada jadwal siklus 1 (pertama) yang telah disusun, simulasi
penerapan aplikasi rumah belajar pada kegiatan pembelajaran dilaksanakan dalam 2 hari,
Hari pertama di berikan pemaparan langkah-langkah penggunaan multi media dan
simulasi dan Hari kedua melanjutkan simulasi penggunaan multi media dalam kegiatan
pembelajaran.
Indikator keberhasilan penerapan pelatihan Pembimbingan penggunaan multi
media adalah apabila skor kemapuan guru sebagai peserta pelatihan mencapai skor

33
kemampuan guru minimal 91, dengan kategori penilaian kualitatif Baik Sekali.

Tabel 5 : 3
Hasil Tingkat Kemampuan Peserta dalam
Pembimbingan multi media
Pada Sikulus 1 (Pertama)

No Nama Peserta Nilai

1 Wahyu Pujono, S.Pd. 87,50

2 Ratih Purnama Sari, S.Pd. 96,88

3 Erna Iswanti, S.Pd. 93,75

4 Siti Komariyah, S.Pd. 100

5 Sabar Setyanto, SE. 93,75

6 Eka Susanti, S.Pd.I 75,00

7 Sugianto, S.Pd. 93,75

8 Nur Ubaidi, S.Pd.I 96,88

9 Dian Nopitalia, S.Pd. 93,75

10 Eli Prwaningsih, S.Pd. 96,88

34
Berikut adalah grafik tingkat kemampuan guru mengikuti pembimbingan
pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran :

96.88 93.75
100
93.75 93.75 96.88
% %
93.75 96.88
87.5
75.00

Gambar 2 : 3 Grafik tingkat kemampuan guru dalam pembimbingan


rumah Belajar Siklus 1

Dari hasil observasi pelaksanaan yang berlangsung selama 2 (dua) hari, maka
nampak pada Tabel dan grafik di atas bahwa sampai pada hari kedua masih ada 2
(dua) orang peserta yang belum mampu mengapilakasikan TIK secara optimal dan
membutuhkan pembimbingan yang lebih lanjut dari Narasumber atau dilaksnakan
secara tutor sebaya pada siklus berikutnya atas. Sedangkan Peserta yang lainnya
sudah mendapat nilai di atas 91. Dan 1 (satu ) orang peserta mendapatkan nilai
sempurna yaitu 100 (Amat Baik).
Pencapaian nilai tersebut sangat memungkin kepada yang bersangkutan
untuk bertindak selaku tutor sebaya, sebagaimana yang dikatakan oleh Anggela
Merici dkk (2014) dalam Jurnalnya “Metode Pembelajaran Tutor Sebaya” bahwa
Syarat – syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi tutor sebaya antara lain,
berprestasi baik, dapat diterima atau disetujui oleh orang lain yang mendapat
bantuan sehingga leluasa bertanya, dapat menerangkan dengan jelas bahan
pengajaran yang dibutuhkan oleh peserta, berkepribadian ramah, lancar berbicara,

35
luwes dalam bergaul, tidak sombong dan memiliki jiwa penolong serta memiliki
daya kreatifitas yang cukup untuk membimbing temannya.

Tabel 6 : 3
Prosentase Ketercapaian Setiap Indikator
Soal Dalam Pembimbingan Pemanfaatan TIK

Prosentase
No Indikator Soal ketercapaian Kategori
Peserta
Peserta Sudah mengetahui secara umum
1 tentang manfaat TIK 97,5 % A
Peserta sudah mampu dalam
2 Kegiatan membuat media pembelajaran 87,5 % A
Peserta sudah mampu memilih
3 Memilih pemanfaatan TIK 85,00 % B
Peserta sudah dapat memanfaatkan
4 Multi media Sumber belajar dalam kegiatan A
pembelajaran 97,5 %

Peserta sudah dapat dapat mengunduh


5 video bahan ajar yang telah tersedia 97,5 % A
6 Peserta sudah dapat memanfaatkan
TIK sebagai bahan referensi 95,00 % A
pembuatan soal
Peserta sudah dapat dapat menjadikan
7 TIK sebagai media pembelajaran A
praktek 87,5 %
Peserta dapat memanfaatkan
8 TIK sebagai sumber referensi kegiatan 95,00 % A
pembelajaran

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa hampir semua indikator

36
instrument sudah berkategori amat baik (A) dengan prosentase pencapaian ≤ 87,50 %,
hanya 1 indikator yang berkategori (B) dengan prosentase prolehan 85,00%. Ini
menunjukkan bahwa peserta sudah menggunakan multi media pembelajaran secara
optimal, dari 8 (delapan) indikator instrument, kelemahan hanya terdapat pada tingkat
kemampuan peserta memilih jenis multi media pembelajaran.
Dari Observasi yang dilaksanakan oleh guru terhadap siswa yang dijadikan
sampel telah terjadi pencapaian peningkatan prestasi siswa, ini penting untuk
dilakukan untuk mengukur ketercapaian kegiatan pembimbingan terhadap
peningkatan prestasi peserta didik, dan untuk mengukur sampai sejauh mana tingkat
pemanfaatan multi media pembelajaran dalam meningkatkan minat Belajarnya.
Senada dengan apa yang dijelaskan oleh Ngalim Poerwanto dalam
(caksyeh.blogspot.com 2013) bahwa Hasil belajar merupakan kemampuan yang
diperoleh individu setelah proses belajar berlangsung, yang dapat memberikan
perubahan tingkah laku baik pengetahuan, pemahaman, sikap dan keterampilan siswa
sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. Hasil belajar merupakan salah satu
indikator dari proses belajar. Hasil belajar adalah perubahan perilaku yang diperoleh
siswa setelah mengalami aktivitas belajar.
Salah satu indikator tercapai atau tidaknya suatu proses pembelajaran adalah
dengan melihat hasil belajar yang dicapai oleh siswa, oleh karena itu dengan
menggunakan portal Rumah Belajar dianggap sebagai salah satu solusi untuk
mencapai hal tersebut. Dari hasil analisis peningkatan prestasi Peserta Didik telah
didapatkan nilai rata-rata 93,61 dengan kategori amat baik.

Tabel 7 : 3
Kondisi Ketercapaian Hasil Ulangan Harian
Mata Pelajarn IPA (KKM 75) Kelas IX

HASIL NILAI UH
NO NAMA SISWA UH I Kriteria UH Kriteria
II
1 30
Adnan Ahmad Ramli TT 75 T
2 Ananda Dian Pratiwi S 80 T 80 T
3 Ade Maulida 60 TT 75 T
4 Akbar Jaya 60 TT 75 T
5 Ayunda Citra Amalia 80 T 80 T
6 Dinda Aulia Sari 60 TT 86 T
7 Firma Septiani Rudi 50 TT 86 T
8 Hartisa Yusfiana 70 TT 78 T

37
9 Ikram Maulana R 60 TT 78 T
10 Muh Fahrul Murphy 80 T 90 T
11 Muh Taufik Kemal 60 TT 76 T

12 Muh Yudi Izrami T


20 TT 80
Alfarezil
13 Muh. Filqadri T
60 TT 80
Faturrahman Haekal
14 Muh.Alief Hadan 60 TT 78 T
15 Muh.Safwan Nur Faiz 60 TT 78 T

16 Muhammad Raihan T
70 TT 80
Afif Subhan
17 Muthiara Syakila 70 TT 80 T
18 Mutia Ramadhani 40 TT 90 T
19 Nayla Fitria 50 TT 100 T
20 Nur Putri Rahmawati T
70 TT 100
Y.S
21 Nurul Asisah 70 TT 80 T

Berdasarkan tabel pencapaian nilai pada ulangan harian II (Kedua) mata


pelajaran Fisika di atas telah terlihat bahwa minat belajar siswa sangat meningkat,
hal ini dilihat dai hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 82,00 jika dibandingkan
dengan ulangan harian I (Pertama) dengan nilai rata – rata hanya 60,31.

e. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan menganalisis seluruh instrumen observasi dan
monitoring serta evaluasi yang telah diisi dan memeriksa hasil kerja peserta.
Berdasarkan hasil analisis kompetensi guru pada siklus 1, diperoleh hasil sebagai
berikut.
Tabel 8 : 3
Keterlaksanaan Program Kegiatan RPK.
Siklus 1.

Rata-Rata
No. Jenis Instrumen
Awal Siklus 1
1 Keterlaksanaan Program Kegiatan - 95,45 %
2 Evaluasi Hasil Kegiatan - 96,88 %
3 Peningkatan prestasi siswa - 93,61 %
4 Student Wellbeing - 94,27 %
5 Peningkatan Kemampuan Guru 0,14% 92,81 %

38
Tabel di atas memperlihatkan tingkat keterlaksanaan Rencana Proyek Kegiatan
(RPK) Pembimbingan pemanfaatan TIK sebagai media multi media pembelajaran
siklus 1. Semua istrumen berkategori amat baik dengan prosentase prolehan > 90.
Analisis instrument keterlaksnaan Program Kegiatan 95,14 dengan kategori
amat baik, isian instrument yang dilaksanakan oleh mentor 1 pada hasil evaluasi
kegiatan mencapai 96,88, , student wellbeing atau tingkat minat belajar siswa setelah
menggunakan multi mudia pembelajaran adalah 94,27, selanjutnya hasil observasi
mentor 1 terhadap seluruh guru atau peserta yang mengikuti pembimbingan terhadap
peningkatan kemampuan guru telah didapatkan hasil analisis rata-rata nilai adalah
92,81, yang sebelumnya t ingkat kemampuan dan pemanfaatan multi media
hanya 0, 14 % berdasarkan survey awal di lapangan. Sedangkan hasil
analisis instrumen peningkatan minat siswa belajar mencapai 93,61.
Setelah dianalisis hasil kerja peserta secara spesifik, ternyata masih ada 2 (dua)
peserta yang belum mampu secara optimal dalam memanfaatkan multi media dalam
kegiatan pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu perlunya diadakan siklus 2 yang
fokus mendampingi peserta yang masih belum mampu memanfaatkan media
pembelajaran tersebut.

f. Tindak Lanjut
1. Melaporkan hasil evaluasi terkait tingkat partisipasi guru dan siswa dalam
menggunakan Portal Rumah Belajar pada rapat koordinasi kegiatan pembelajaran
jarak jauh.
2. Memberikan bimbingan tambahan kepada guru dan siswa yang dianggap belum
mahir dalam menggunakan portal rumah belajar pada siklus 2 (dua).

Siklus 2
a. Persiapan
1). Berkonsultasi dengan kepala sekolah tentang perlunya mengadakan siklus kedua
pendampingan dalam pembuatan multi media dengan memanfaatkan TIK..
2). Menyusun perencanaan kegiatan yang meliputi nara sumber, bahan dan materi
kegiatan. Dalam hal ini, kegiatan yang akan dilakukan adalah
pendampingan/pembimbingan dan pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta yang
sudah mampu menerapkan TIK dalam kegiatan pembelajaran dapat membimbing

39
rekan sejawat.
3). Mensosialisasikan rencana kegiatan kepada semua guru yang menjadi peserta
pada siklus 1.
b. Pelaksanaan
1) Dalam pelaksanaan pendampingan pembimbingan pemanfaatan TIK dalam
pembelajaran, penulis bertindak sebagai pendamping sedangkan peserta yang
sudah dianggap mahir dan mampu bertindak sebagai tutor sebaya terhadap 2 (dua
) Peserta tersebut. Siklus 2 dilaksanakan selama 2 hari, yakni senin – Selasa
tanggal 16 – 17 Oktober 2021.

2) Materi disampaikan dalam bentuk praktik secara langsung.Metode partisipatif


digunakan dalam membahas materi kegiatan sehingga peserta secara langsung
mempraktikkannya.

3) Kegiatan berorientasi pada proses sehingga output maupun outcome dari


pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Peran aktif
peserta sangat diharapkan.

4) Pada akhir setiap kegiatan, panitia melakukan refleksi dan evaluasi terhadap
kegiatan yang telah dilaksanakan.

c. Monitoring dan Evaluasi

Peneliti melakukan Monitoring selama kegiatan RPK siklus ke 2 berlangsung dari


awal hingga akhir kegiatan, selain itu melakukan evaluasi tingkat kemampuan guru
yang dibimbing oleh narasumber.

d. Hasil Kegiatan
Pada pembimbingan siklus ke 2 (dua) ini dilaksanakan selama 2 hari pada
tanggal 16 – 17 Oktober 2021 kepada peserta yang pada siklus pertama mendapat
nilai di bawah 70, sudah mendapatkan nilai 75.00 keatas. Dari hasil pembimbingan
pada siklus 2 ini, keduanya memperlihatkan progress yang meningkat pada tingkat
kemampuan penggunaan multi media pada kegiatan pembelajaran.
Tabel 9 : 3
Pencapaian Hasil Pembimbingan Peserta Siklus 2
Ketercapaian
40
Guru B.
Guru A.
No Indikator Keberhasilan 4 3 2 1 4 3 2 1
Peserta Sudah mengetahui secara
1 umum tentang manfaat TIK dalam √ √
pembelajaran.
Peserta sudah mamanfaatkan
2 video dalam kegiatan √ √
pembelajaran.
Peserta sudah mampu membuat power
3 point pembelajaran. √ √

Peserta sudah dapat


memanfaatkan power point
4 √ √
dalam kegiatan pembelajaran

Peserta sudah dapat dapat mengunduh


5 bahan ajar di internet . √ √

Peserta sudah dapat


memanfaatkan TIK sebagai bahan
6 √ √
referensi pembuatan soal.

Peserta sudah dapat dapat √


menjadikan TIK sebagai media
7 √
pembelajaran praktek

Peserta dapat memanfaatkan multi


8 media kegiatan pembelajaran √ √

Jumlah Skor 28 3 24 6
Total Skor Diperoleh 31 30
Hasil (Skor diperoleh : Skor 96,88 93,75
maksimal) x100)

Dari Tabel di atas menunjukkan bahwa kedua peserta yang dibimbing pada
siklus ke 2 (dua) menunjukka keberhasilan, indikator instrument yang lemah dapat
diperbaiki sehingga mencapai nilai di atas 91.

e. Refleksi
Refleksi dilakukan dengan menganalisis seluruh instrumen observasi dan
monitoring serta evaluasi yang telah diisi dan memeriksa hasil kerja peserta.
Berdasarkan hasil analisis kompetensi guru setelah pelaksanaan siklus 2 diperoleh

41
hasil sebagai berikut :

Gambar : Grafik Tingkat kemampuan guru setelah dilaksanakan siklus 2

Berdasarkan grafik di atas, setelah pelaksanaan siklus ke 2 terhadap dua


orang peserta yang belum mencapai nilai standar minimal, maka didapatkan nilai
rata rata 95,63 dan mendapatkan kategori amat baik. Pada siklus 1 (pertama)
sebelum pembimbingan 2 orang peserta tersebut nilai yang didapatkan 92,81. Ini
berarti telah mengalami peningkatan sekitar 2.82 %.

6) Sumber Daya
Dalam Kegiatan Pelatihan ini penulis kategorikan ke dalam dua bentuk
Sumber daya yang dimiliki dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, yaitu ;
Sumber daya Manusia dan Sumber Daya Non Manusia.
Sumber Daya Manusia
1. Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah factor pendukung yang banyak memberikan dorongan
moril dalam bentuk dukungan baik secara materi maupun non materil. Demi
terlaksanya kegiatan ini.
2. Nara sumber
Objek penelitian yang kami angkat tidak dapat dipisahkan dengan ketersediaan
Sumber daya manusia yang kami miliki di sekolah, Nara sumber yang kami
tunjuk adalah guru yang sudah menguasai TIK. Guru tersebut adalah guru TIK
di sekolah, walaupun bukan dari latar belakang TIK tetapi mampu
mengoperasionalkan TIK dengan baik, oleh karena itu kegiatan ini kami anggap
adalah kegiatan yang nara sumbernya tidak diragukan lagi kemampuannya.
3. Guru
Kegiatan ini bermaksud memberikan bimbingan secara langsung kepada guru-
guru untuk mampu memanfaatkan TIK di dalam kegiatan Pembelajaran agar
lebih interaktif.
42
Sumber daya non manusia:
1. Lab. Komputer / Laptop /Proyektor
Sarana yang kami miliki di beberapa laptop/kompiter.
2. Jaringan Internet
Jaringan internet memiliki Kapasitas 2 mbps
3. LCD Proyektor
LCD Proyektor bisa dibawa diuang kelas.
4. Kertas HVS tersedia
5. Alat tulis Tersedia

B. Peningkatan Kompetensi
1. Latar Belakang

Di jelaskan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tahun 2007


tentang standar Kompetensi Kepala Sekolah berikut ini, yakni:
a. Dimensi Kompetensi Kepribadian
1) Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan akhlak mulia, menjadi
teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah.
2) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.
3) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala
sekolah.
4) Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi.
5) Mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai
kepala sekolah.
6) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan.

b. Dimensi Kompetensi Manajerial


1) Menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan
perencanaan.

2) Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan.

3) Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia


sekolah secara optimal.

4) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi


pembelajar yang efektif.
43
5) Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi
pembelajaran peserta didik.

6) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya


manusia secara optimal.

7) Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan


secara optimal.

8) Mengelola hubungan sekolah dengan masyarakat dalam rangka pencarian


dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah/madrasah.

9) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru,


penempatan, dan pengembangan kapasitas peserta didik.

10) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai


dengan arah dan tujuan pendidikan nasional.

11) Mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang


akuntabel, tranparan, dan efisien.

12) Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan


sekolah.

13) Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan


pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah.

14) Mengelola informasi dalam mendukung penyusunan program dan


pengambilan keputusan.

15) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan


pembelajaran dan manajemen sekolah.

16) Melakukan monitoring,evaluasi,dan pelaporan pelaksanaan program


kegiatan sekolah dengan prosedur yang tepat, serta merencanakan tindak
lanjutnya.

c. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan


1) Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
2) Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah sebagai organisasi
pembelajar yang efektif.
3) Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas

44
pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah.
4) Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi
kendala yang dihadapi sekolah.
5) Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan sekolah sebagai
sumber belajar peserta didik.
d. Dimensi Kompetensi Supervisi
1) Merencanakan program supervisi akademik dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
2) Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan
pendekatan dan teknik supervisi yang tepat.
3) Menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka
peningkatan profesionalisme guru.
e. Dimensi Kompetensi Sosial
1) Bekerjasama dengan partner untuk kepentingan sekolah.
2) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
3) Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain.

Jenis kompetensi kepala sekolah memiliki lima unsur penting yang harus
diketahui dan dimiliki kepala sekolah sebagaimana yang telah dijelaskan. Kompetensi
kepala sekolah ini mencakup berbagai aspek sikap seorang pemimpin dalam hal
menjalankan tugas dan peran kepala sekolah sebagai pendidik dan pengelola
pendidikan. Dengan kompetensi-kompetensi tersebut kepala sekolah dapat
menjalankan kegiatan di lingkungan sekolah sesuai dengan tujuan sekolah yang telah
di tetapkan pemerintah, sehingga mutu pendidikan sekolah tersebut mengalami
peningkatan tidak kemunduran.

Dari kelima Kompetensi tersebut telah dipilih 2 (dua) dalam Upaya


peningkatan kompetensi berbasis Analisis Kebutuhan Pengembangan Keprofesian
(AKPK) di sekolah lain (Sekolah magang 2 ). Penentuan kompetensi yang akan
ditingkatkan tersebut menggunakan,.3..alternatif .yaitu :
1. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang paling lemah (nilai paling rendah)
2. Kegiatan berdasarkan hasil AKPK yang lemah
3. Kegiatan berdasarkan keunggulan sekolah magang tersebut.

45
Tabel 10 : 3
PENCAPAIAN HASIL
AKPK

No Kompetensi Skor
1. Kepribadian 87,50
2. Manajerial 73,21
3. Kewirausahaan 60,00
4. Supervisi Akademik 79,17
5. Sosial 65,00

Berdasarkan pencapaian hasil AKPK dalam di atas maka Kompetensi Sosial


dan Kewirausahaan merupakan kompetensi yang paling lemah dimiliki oleh calon
kepala sekolah, oleh karena itu untuk meningkatkan kompetensi Supervisi, maka
calon kepala belajar tentang supervisi dan Kompetesi Kewirausahaan di sekolah
magang 2 yakni di SMPN 1 Belitang Mulya.

2. Langkah Kegiatan
Untuk mengetahui kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 1 Belitang Mulya,
calon kepala sekolah melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah, dan mengamati
dokumen-dokumen supervise dan Dokumen Kegiatan kewirausahaan yang
dilaksanakan di SMPN 1 Belitang Mulya untuk dipelajari dan dijadikan bahan
laporan hasil pembelajaran Supervisi dan Kewirausahaan di sekolah magang 2.

3. Hasil
Berdasarkan langkah kegiatan yang calon kepala sekolah kerjakan di SMPN 1
Belitang Mulya, kami paparkan sebagai berikut:
Pelaksanaan Supervisi Akademik
a. Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik
Kepala SMPN 1 Belitang Mulya merencanakan pelaksanaan program supervisi

46
kepada guru di sebanyak dua kali dalam setahun untuk setiap orang guru di
sekolah. Adapun supervisi ini dilaksanakan dengan menitikberatkan pada proses
pembelajaran
b. Pendekatan Supervisi Akademik
Pendekatan supervisi akademik kepada guru yang dilaksanakan oleh kepala
Sekolah menggunakan dua cara yaitu pendekatan langsung artinya sebagai kepala
sekolah berhadapan atau berhubungan melalui tatap muka di kelas pada waktu
observasi kunjungan kelas, sedangkan pendekatan tak langsung dengan
menggunakan media komunikasi dan diskusi kasus.

c. Teknik Supervisi Akademik


Tekhnik supervisi akademik yang akan digunakan dalam melaksanakan interaksi
atau hubungan timbal balik antara kepala Sekolah dengan guru yang akan di
supervisinya adalah teknik supervisi individual.
d. Rencana Pelaksanaan Supervisi Akademik di SMPN 1 Belitang Mulya rencana
pelaksanaannya disesuaikan dalam program akademik dirancang berdasarkan
jadwal pelajaran proses pembelajaran guru tatap muka di kelas, mulai hari senin
sampai dengan Jumat.
e. Kesepakatan dengan guru tentang pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala SMPN
1 Belitang Mulya membuat kesepakatan dengan guru yangakan dikunjungi
untuk di supervisi akademik dalam melaksanakan proses
pembelajaran di kelas,

Hasil pengamatan yang dapat di pelajari :


1. Pelaksanaan supervisi akademik di SMPN 1 Belitang Mulya secara umum sudah
sangat baik. Kepala sekolah cukup memahami pengertian supervisi akademik,
mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya, baik dilihat
dari penerapan pola supervisi, penetapan waktu pelaksanaan supervisi, maupun
fokus dari kegiatan supervisi itu sendiri. Pelaksanaan supervisi akademik oleh
Kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan KBM,
dapat mengubah kesadaran guru untuk meningkatkan kemampuan
profesionalnya. Kepala sekolah juga telah mampu melibatkan guru-guru senior
sebagai pendamping dalam membantu kegiatan supervisi akademik;
2. Aspek-aspek yang menjadi sasaran supervisi akademik oleh Kepala sekolah di

47
SMPN 1 Belitang Mulya dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dari berbagai aspek,
yaitu aspek perencanaan pembelajaran meliputi: program tahunan, program
semester, silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), kalender
pendidikan, jadwal tatap muka, agenda harian, daftar nilai, kriteria ketuntasan
maksimal (KKM), dan absensi siswa. Aspek pelaksanaan PBM, pengelolaan
kelas mulai dari kegiatan membuka, kegiatan inti, dan evaluasi pembelajaran.
Sedangkan aspek tindak lanjut kegiatan supervisi diarahkan pada upaya
perbaikan mutu hasil pembelajaran. Aspek yang paling dominan disupervisi atau
yang menjadi prioritas program supervisi akademik adalah aspek pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar;
3. Teknik yang dikembangkan oleh Kepala dalam melaksanakan supervisi akademik
di SMPN 1 Belitang Mulya cukup bervariasi. Teknik-teknik supervisi itu adalah
teknik supervisi individual (kunjungan kelas, observasi kelas, dan pertemuan
individual), dan teknik supervisi kelompok (pertemuan guru/rapat supervisi,
kepanitiaankepanitiaan atau tim pengembang kurikulum). Dilihat dari
pendekatannya, Kepala Sekolah dalam melakukan kegiatan supervisi menerapkan tiga
model pendekatan, yakni: menggunakan pendekatan kedinasan, pendekatan sebagai mitra
kerja, dan pendekatan cara kekeluargaan;
4. Kendala Kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik SMPN 1
Belitang Mulya adalah terbatasnya waktu, hal tersebut disebabkan tugas yang
diemban Kepala Sekolah cukup banyak bukan sekedar sebagai supervisor
akademik. Jadwal kegiatan supervisi ada kalanya sering terganggu oleh kegiatan
atau tugas lain, misalnya seperti rapatrapat dinas, ikut diklat/workshop, dan
kegiatan lainnya baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi.
Selanjutnya disebabkan jumlah guru sasaran supervisi yang banyak; kadangkala
jadwal kunjungan kelas bentrok dengan kegiatannlain.
Pelaksanaan Kompetensi Kewirausahaan
Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah.
a. Rencana Pelaksanaan
Kepala SMPN 1 Belitang Mulya merencanakan pelaksanaan program
pengembangan inovasi yang ditikberatkan pada peningkatan kompetensi guru dalam
rangka menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan menarik minat siswa
untuk belajar.
b. Program Kegiatan

48
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pengamatan supervisi terhadap tenaga
Pendidik dalam pembelajaran di SMPN 1 Belitang Mulya yang berlangsung dari
tanggal 22 – 25 Oktober 2021.
c. Hasil
Berdasarkan langkah kegiatan yang calon kepala sekolah kerjakan di SMPN 1
Belitang Mulya, kami paparkan sebagai berikut:

Hasil pengamatan yang dapat di pelajari :


1. Pelaksanaan kegiatan ini secara umum sudah sangat baik. Kepala sekolah cukup
memahami betapa pentingnya kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi
guru demi meningkatkan wawasan tenaga pendidik dalam pemanfaatan multi media
di SMPN 1 Belitang Mulya di masa pembelajaran tatap muka;
2. Pada Pelaksanaan kegiatan ini, guru-guru sangat merespon positif dibuktikan
dengan keikutsertaan semua guru atau tenaga pendidik yang ada di SMPN 1
Belitang Mulya, menurutnya bahwa ini adalah sebuah ide pengembangan inovasi
pembelajaran yang sangat dibutuhkan oleh guru.

Berdasarkan data yang kami peroleh di sekolah magang 2 menunjukkan bahwa


Kepala SMPN 1 Belitang Mulyamemiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam
melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai pemimpin di sekolah, memperoleh
persentase rata-rata sebesar 98,68% yang berada pada kategori sangat baik. Hal ini
disebabkan mungkin karena kepala sekolah menyukai pekerjaannya dan bertanggung
jawab dalam menjal ankan tugas dan fungsi sebagai pemimpin sekolah meskipun ada
beberapa jawaban dari responden yang berkategori cukup.
Hal tersebut menunjukkan masih adanya kepala sekolah yang perlu memupuk
lagi motivasi yang kuat di dalam dirinya. Sebagaimana pendapat Reni Oktavia (2014:
602) dalam Wahyu Mutiarani (2015) bahwa kepala sekolah yang memiliki motivasi
kuat dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah akan
mudah mengukir prestasi dalam melaksanakan tugasnya serta akan membawa dampak
positif bagi perkembangan sekolah. Hal demikian juga akan menjadi motivasi bagi
pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam bekerja. Karena pada dasarnya kepala sekolah
sebagai motivator bagi warga sekolah dapat dicapai melalui kerja keras, keinginan untuk
sukses, dan motivasi kerja yang tinggi.

49
BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kajian dan pelaksanaan R T L on the job Training (OJT) yang
penulis laksanakan, maka dari kegiatan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan dapat menumbuh kembangkan
pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dimensi kepribadian, manajerial supervise
dan sosial sebagai calon kepala sekolah
2. Dengan terlaksananya kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan, dapat meningkatkan
kemampuan kami untuk melaksanakan penyusunan RTL sebagai calon Kepala
Sekolah
3. Kegiatan Pembimbingan Aplikasi Portal Rumah Belajar melalui Rencana Proyek
kepemimpinan dapat meningkatkan kompetensi kepemimpinan calon kepala

50
sekolah dan kemampuan guru dalam penerapan portal Rumah Belajar dalam kegiatan
Pembelajaran. Dari hasil analisis kemampuan guru siklus pertama mencapai 92,81
dan siklus kedua meningkat menjadi 95,63. telah terjadi peningkatan sebesar 2,82 %.
4. Peningkatan kompetensi berdasarkan AKPK dapat meningkatkan kompetensi
supervise akademik dan supervisi kewirausahaan calon kepala sekolah.
5. Pelaksanaan Pembimbingan Portal Rumah Belajar dapat meningkatkan prestasi
peserta Didik

B. SARAN
Berdasarkan kesimpulan hasil kajian dan pelaksanaan Rencana Tindak Lanjut
(RTL) on the job Training (OJT), maka penulis dapat mengemukakan saran-saran
sebagai berikut:
1. Kepada Calon Kepala Sekolah terus mengembangkan pengetahuan, sikap dan
keterampilannya terkait dimensi- dimensi yang harus dimiliki sebagai kepala
sekolah
2. Sebagai Calon Kepala Sekolah, hendaknya memiliki kemampuan dalam proses
penyusunan Laporan Tindak Lanjut dengan menggunakan referensi dan melibatkan
berbagai pihak demi kesempurnaan laporan
3. Kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru kedepannya terus
ditingkatkan agar dapat membantu guru-guru memecahakan persoalan-persoalan
yang dihadapi sehari-hari sesuai dengan tupoksinya sebagai guru profesional.
4. Kepada Kepala Sekolah magang 2 agar dapat bekerja sama dengan calon kepala
sekolah dalam program pengelolaan pendidikan di sekolah sebagai upaya
peningkatan kompetensi kewirarausahaan dan kompetensi supervisi akademik
sebagai aspek terlemah dalam AKPK.
5. Untuk menciptaka proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, maka
perlu pelatihan atau pembimbingan aplikasi pembelajaran yang dapat diguakan
dalam kegiatan belajar mengajar baik secara daring maupun luring dalam rangka
meningkatkan prestasi peserta didik

51
DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Anna ,2020 penerapan e-learning dengan memanfaatkan portal rumah


belajar kemendikbud pada pelajaran pendidikan agama islam (jurusan
pendidikan agama islam fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan universitas islam
negeri syarif hidayatullah jakarta )
Anwar, Muhammad Drs. 2017 Laporan penyusunan OJT. Program penguatan Calon
Kepala Sekolah Dinas Pendidikan Prov. Sulwesi Selatan
Mutiarani, wahyu. 2015, Komepetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah.
https://core.ac.uk/download/pdf/33536429.pdf diakses
Merici, Anggela .2014 Jurnal Metode Tutor Sebaya google
https://media.neliti.com/media/publications/91084-ID-none.pdf.
Nurhayati, Ai Sri dkk. Pedoman Pemanfaatan Portal rumah belajar “Strategi
Pembelajaran Berbasis Tik Memanfaatkan Rumah
belajar”, Produksi Pusat Teknologi Informasi Dan komunikasi Pendidikan
Dan Kebudayaan Kemen terian Pendidikan Dan Kebudayaan .
Santika, P.A. 2016. Kompetensi yang Harus Dimiliki Kepala Sekolah.
Suyanto, Ph.d.Prof. dkk. 2013, Menjadi Guru Profesional, Strategi meningkatkatkan
kualifikasi dan kualitas guru di era global. Penerbit ; esensi, Jakarta

Torang, Syamsir Dr. 2009. Metode Penelitian Organisasi Penerbit Kretakupa Print.
Makassar
Utomo, Dr. M.Pd. dkk (2020), Bahan Bacaan Diklat Calon kepala Sekolah.
Penerbit Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga
Kependidikan Kemdikbud RI
Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Diakses melalui laman
goggle.https://dikdasmenpcmgarutkota.wordpress.com/
Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018
tentang Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Kepala Sekolah.
http://lppks.kemdikbud.go.id/ Diakses melalui laman googgle.
Sejarah Singkat SMAN 1 Luwu Timur. Diakses melalui laman googgle.
www.sman1luwutimur.sch.id/.
_---------- Metode Belajar http://caksyeh.blogspot.com/2013/12/ html
LAMPIRAN-LAMPIRAN
MATRIKS RPK
Tugas 09-IST 1 Mengisi Matrik Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK)

Nama Calon Kepala Sekolah : AMMAS M., S.Pd., M.SI


Unit Kerja : SMAN 1 LUWU TIMUR

Pengisian Matrik RPK berkaitan dengan Masalah Utama dan gagasan inovasi yang dipilih (Tugas 04-OJT 1) yang telah dikerjakan
sebelumnya.
Masalah yang dipilih : Rendahnya Kemampuan guru dalam penggunaan multi aplikasi pembelajaran Daring masa
covid 19 di SMAN 1 Luwu Timur
Pemecahan Masalah : Melaksanakan Pembimbingan aplikasi pembelajaran yang Variatif Daring melalui
pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur tahun 2020.
Judul RPK : Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan multi aplikasi pembelajaran yang
Variatif Daring melalui
pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur tahun 2020.

Program Metode Pencapaian


No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
1 1. Meningkatan Meningkatnya Meningkatan A. Persiapan Sumber daya Pengisan 1. Pros
Kemampuan kemampuan: Kemampuan 1. Sosialisasi kepada manusia: angket/Kusion es belajar
guru - 10 orang Guru guru warga sekolah 4. Kepala er, mengajar
Menggunakan Menggunakan Menggunakan 2. Menyusun kepanitiaan Sekolah Pengumpulan yang lebih
multi aplikasi aplikasi multi aplikasi 3. Menentukan 5. Narasumber data kreatif,
pembelajaran pembelajaran yang pembelajaran narasumber 6. Guru 2. sisw
yang variatif lebih kreatif dalam yang fariatif 4. Berkoordinasi dengan 7. Sumber daya a akan

55
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
Daring melalui pembelajaran Jarak Daring melalui Kepala Sekolah non manusia: merasa
pembimbingan jauh Dengan pembimbingan 5. Menentukan waktu 6. Lab. lebih
Portal Rumah pencapaian kategori Portal Rumah pelaksanaan Komputer nyaman
belajar nilai 91 belajar di 6. Menentukan jumlah 7. Laptop dan tidak
- Siswa ( 1 kelas ) SMPN 3 peserta dan 8. LCD dan mearasa
Siswa mendapatkan Semendawai menentukan layar bosan.
materi pembelajaran Suku III narasumber 9. Printer 3. Sisw
yang lebih bervaiasi 7. Menentukan biaya 10. Kertas a dan guru
dari portal Rumah 8. Membuat program HVS lebih
Belajar dengan RPK dan panduan 11. Alat interaktif
ketercapaian nilai Pembimbingan tulis dalam
91 proses
B. Pelaksanaan pembelaja
1. Melaksanakan ran.
regritrasi 4. Sum
2. Melaksanakan ber belajar
Pembukaan kegiatan siswa
Pembimbingan lebih
3. Penyampaian materi berfariasi
Portal Rumah
Belajar oleh
narasumber
4. Pengenalan fitur –
fitur Portal melalui
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
LCD proyektor
5. Melaksanakan
pembimbingan secara
langung oleh
Narasumber ke
Peserta
6. Melaksanakan
simulasi untuk
mengetahui teknik
penggunaan
7. Melakukan
pendampingan guru
dalam
mempraktekkan
portal rumah
belajar
8. Mereview
pelaksanaan simulasi
penerapan portal
9. Melakukan perbaikan

C. Monitoring dan
Evaluasi
1. Menyusun program
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
monitoring dan
evaluasi
2. Menyiapkan
instrumen
monitoring dan
evaluasi
3. Melaksanakan
monitoring dan
evaluasi
4. Menganalisis data
hasil monitoring dan
evaluasi
5. Menyusun laporan
monitoring dan
evaluasi
D. Refleksi
1. Mencermati laporan
hasil monitoring dan
evaluasi
2. Menentukan tindak
lanjut hasil
monitoring dan
evaluasi
3. Menyusun rencana
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
tindak selanjutnya
Tindak Lanjut
3. Melaporkan hasil
evaluasi terkait
tingkat partisipasi
guru dan siswa dalam
menggunakan Portal
Rumah Belajar pada
rapat koordinasi
kegiatan
pembelajaran jarak
jauh.
4. Memberikan
bimbingan tambahan
kepada guru dan
siswa yang masih
belum mahir dalam
menggunakan fitur-
fitur dalam portal
rumah belajar.
2 Meningkatkan
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing
kompetensi Calon AKPK
Kepala Sekolah Kewirausahaan
1. Meningkatnya
kompetensi calon
kepala sekolah
dalam melakukan
program inovatif
2. Meningkatnya
kompetensi Calon
kepsek membuat
alternatif pemecahan
masalah yang
relevan dan tepat

Kompetensi Supervisi
1. Meningkatnya
kompetensi calon
Kepala Sekolah dalam
mengkaji masalah
yang terkait supervise
akademik
Program Metode Pencapaian
No Tujuan Indikator Kegiatan Langkah - langkah Sumber Daya Pengumpulan Students
Keberhasilan Kegiatan Data Weelbeing

Meningkatkan 1. Prestasi siswa


Kepuasan dan meningkat
Prestasi Peserta setelah mendapat
didik sumber belajar
yang lebih
variatif dengan
3 prosentase 90%
2. Tingkat kepuasasan
1 kelas peserta didik
dalam mengikuti
pembelajaran daring
melalui portal rumah
belajar mencapai
minimal 90% senang.

Luwu Timur, Oktober 2020


Calon Kepala Sekolah
Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK

62
Nama Peserta : AMMAS M., S.Pd., M.Si
Instansi : SMAN 1 LUWU TIMUR

Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK

Jurnal harian pelaksanaan RPK dan PK diisi oleh peserta sebagai catatan
kegiatan harian yang dilakukan dalam rangka menyelesaikan tugas RPK dan PK.
Rekaman catatan dilakukan secara terus-menerus setiap hari pada masa
pelaksanaan diklat tahap OJT 2.

No. Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan


a b c d
1. Selasa, 27 Sosialisasi dan koordinasi Notulen / daftar hadir rapat,
Oktober 2020 Rapat persiapan bersama Dokumentasi kegiatan
warga sekolah yang akan
terlibat dalam pelaksanaan Daftar nama peserta
RPK dan PK

Membentuk Kepanitiaan SK Panitia


2. Rabu, 28 Pembentukan panitia dan Dokumentasi
Oktober 2020 Koordinasi dengan
Narasumber dalam rangka
persiapan Kegiatan RPK.
3. Kamis. 29 Menyusun buku panduan Dokumen Panduan Kegiatan IHT
Oktober 2020 kegiatan IHT dan Jadwal
pelaksanaan

Berkoordinasi dengan
mentor 2 terkait kesiapan Dokumentasi Kunjungan
untuk di wawancarai

4. Jumat 30 Melanjutkan Pembuatan Dokumen panduan Kegiatan IHT


Oktober 2020 Panduan Kegiatan
5. Sabtu, 31 Pelaksanaan Pembimbingan
Oktober 2020 Ke-2 oleh Narasumber
6. Minggu. Membuat instrument Instrumen
1/11/2020 persiapan RPK
Membuat Undangan kegiatan Undangan
7 Senin/ 2 Nov Menyebarkan undangan Undangan Kegiatan
2020 Kegiatan RPK dan Foto / Dokumentasi kunjungan ke
Melakukan kunjungan ke sekolah magang 2
sekolah Magang 2
8 Selasa /3 Nov Persiapan pelaksanaan PK di Instrumen wawancara
2020 Sekolah Magang 2
9 Rabu/4 Nov Melaksanakan RPK di Dokumentasi kegiatan
2020 Sekolah Magang 1(sekolah
sendiri)
10 Kamis / 5 Nov Melanjutkan RPK di Sekolah Dokumentasi kegiatan
2020 Magang 1 (Sekolah sendiri)
11 Jumat / 6 Nov Pelaksanaan PK di Sekolah Dokumentasi pelaksanaan PK
2020 Magang 2
12 Sabtu / 7 Nov Penyusunan tugas monev Tugas Monev RPK / PK
2020 kegiatan RPK dan PK
13 Minggu/8 Nov Mengikuti kegiatan
2020 pembimbingan ke 4 oleh
narasumber
14 Senin / 9 Nov Melaksanakan tindak lanjut Dokumentasi kegiatan
2020 kepada 3 orang guru yang
belum mampu
mengaplikasikan kegiatan
Rumah belajar
15 Selasa / 10 Melaksanakan Kunjungan Dokumetasi pertemuan dengan kepala
Nov 2020 Lanjutan untuk melaksanakan sekolah dan ketua tim pengembang
studi dokumen di sekolah kurikulum
magang2
16 Rabu / 11 Nov Mengikuti pembimbingan
2020 melalui ZOOM
17 Kamis /12 Menganalisis hasil RPK PK Instrumen Penelitian
Nov 2020 yang dilaksaakan pada Pekan
lalu tgl 3 – 4 Nov 2020
18 Jumat / 13 Mengadakan pertemuan Dokumetasi Pertemuan
Nov 2020 dengan Peserta untuk
merefleksi hasil RPK dan
mempersiapkan pelaksanaan
sikulus 2
19 Sabtu / 14 Nov Mengikuti pembimbingan on
2020 line dan chating melalui LMS
Melaksanaka analisis
instrument RPK dan PK
Laporan Kegiatan
20 Minggu / 15 Melanjutkan analisis Laporan Kegiatan
Nov 2020 instrumenRPK
21 Senin / 16 Nov Melaksanakan kegiatan siklus Laporan Kegiatan
2020 2 untuk 2 orang peserta
22 Selasa / 17 Melanjutkan kegiatan siklus 2 Laporan Kegiatan
Nov 2020 untuk 2 orang peserta
23 Rabu / 18 Nov Melanjutkan analisis Laporan Kegiatan
2020 instrument RPK
24 Kamis / 19 Melaksanakan penyusunan Laporan Kegiatan
Nov 2020 laporan
25 Jumat / 20 Melanjutkan Penyusunan Laporan Kegiatan
Nov 2020 Laporan
26 Sabtu / 21 Nov Melanjutkan Penyusunan Laporan Kegiatan
2020 Laporan
27 Minggu /22 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
Nov 2020 laporan dan editing video Kerja
28 Senin / 23 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
2020 laporan dan editing video Kerja
29 Selasa / 24 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan dan Video Unjuk
Nov 2020 laporan dan editing video Kerja
30 Rabu / 25 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
31 Kamis / 26 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
Nov 2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
32 Jumat/27 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
33 Sabtu / 28 Nov Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
34 Minggu / 29 Melanjutkan penyusunan Laporan Kegiatan RTL
Nov 2020 laporan dan dan pembuatan
PPT
35 Senin / 30 Nov Melanjutkan proses editing Video
2020 video
36 Selasa / 1 Des Melanjutkan proses editing Video
2020 video
37 Rabu / 2 Des Melanjutkan proses editing Video
2020 video
38 Kamis / 3 Melanjutkan proses editing Video
Des 2020 video
39 Jumat/ 4 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses
editing
video
40 Sabtu / 5 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
Des 2020 RTL PK dan proses
editing
video
41 Minggu/ 6 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses
editing video
42 Senin / 7 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
Des 2020 RTL PK dan proses
editing video
Mengikuti Pembibingan
melalui zoom meeting
43 Selasa / 8 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL dan Video
2020 RTL PK dan proses
editing video
44 Rabu / 9 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
45 Kamis / 10 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
Des 2020 RTL PK
46 Jumat / 11 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
47 Sabtu / 12 Des Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
2020 RTL PK
48 Minggu / 13 Melanjutkan Penyusunan Laporan RTL
Des 2020 RTL PK
49 Senin /14 Des Melanjutkan Pembuatan Power Point
2020 Power Point
50 Selasa / 15 Melanjutkan Pembuatan Power Point
Des 2020 Power Point
51 Rabu / 16 Des Finalisasi Laporan dan Video Laporan RTL dan Video
2020
52 Kamis / 17 Mengunggah Video ke Video
Des 2020 Youtube Chanel dan
Penggandaan Laporan

Petunjuk Pengisian Jurnal Harian Pelaksanaan RPK dan PK:


1. Kolom “a” diisi nomor urut;
2. Kolom “b” diisi hari dan tanggal kegiatan harian yang dilakukan dalam
pelaksanaan RPK dan PK.
3. Kolom “c” diisi kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan RPK dan PK
4. Kolom “d” diisi dengan nama dokumen/bukti pendukung yang dilakukan pada
kolom “c”.
Rubrik Penilaian Jurnal Harian Pelaksanaan RPK:
Nilai Indikator
Seluruh indikator 1. Mengisi hari/tanggal secara jelas pada kegiatan-
91 - 100
terpenuhi kegiatan pelaksanaan RPK dan PK
Minimal tiga 2. Mendeskripsikan secara jelas kegiatan-kegiatan
81 – 90,99 indikator terpenuhi yang dilakukan sesuai dengan hari/tanggal
Minimal dua pelaksanaan
71 – 80,99 indikator terpenuhi 3. Jurnal harian diisi secara kontinyu selama kegiatan
Hanya Satu OJT 2 yang menggambarkan keseluruhan tahapan
indikator terpenuhi pelaksanaan RPK dan PK mulai dari persiapan,
< 70,99 pelaksanaan, monev, refleksi, dan tindak lanjut
4. Terdapat dokumen/bukti pendukung pelaksanaan
kegiatan pada kolom “c”
REKAP HASIL MONEV
76
77
92
93
94
95
97
98
100
101
104
105
106
107
INSTRUMEN MONEV RPK
BUKTI – BUKTI KEGIATAN RPK
A. KEGIATAN RENCANA PROYEK KEPEMIMPINAN (RPK)
DOKUMENTASI PERSIAPAN KEGIATAN RPK

Koordinasi Dengan Kepala Sekolah

Koordinasi Dengan Narasumber

Penyusunan Panduan Rapat Persiapan


DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Kegiatan Pembukaan

Pemaparan Materi

Pembimbingan Langsung ke Peserta (guru)


DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK
Kegiatan Pembimbingan dan Proses Pembuatan Vidio Ajar

Pembimbingan Tutor Sebaya

Proses menguploud Vidio Ajar Ke server local


DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Pembimbingan / Pengenalan Fitur dan Cara Login ke Kelas


maya Ke Siswa

Pengisian Instrumen
DOKUMENTASI PELAKSANAAN RPK

Pengisian Instrumen
RAPAT SOSIALISASI HASIL MONEV
KEGIATAN RPK

Pemaparan hasil Kegiatan RPK


PEMBIMBINGAN SIKLUS KE 2
MATRIKS PELAKSANAN PK
INSTRUMEN MONEV PK YANG SUDAH TERISI
BUKTI – BUKTI KEGIATAN PK
SK PANITIA RPK
175
176
177
PANDUAN PELAKSANAAN RPK
PANDUAN KEGIATAN On-The Job Training (OJT)
In-House Training
Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan Multi
Aplikasi Pembelajaran Yang Variatif Daring Melalui
Pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1
Luwu Timur Tahun 2020.

Oleh :
AMMAS M., S.Pd., M.Si.
NIP 19740511200312 1 003

DINAS PENDIDIKAN
PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2020
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakang
B Dasar Hukum
C Tujuan
D Sasaran
E Persyaratan Peserta
BAB II PELAKSANAAN
A Penanggung Jawab
B Narasumber/Fasilitator
C Peserta Kegiatan
D Kepanitiaan
E Waktu dan Tempat
F Langkah-langkah Kegiatan
G Struktur Program/Materi Kegiatan
H Jadwal Pelaksanaan
I Pembiayaan
J Monitoring dan Evaluasi
BAB III PENUTUP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam rangka mewujudkan Kepala Sekolah yang memenuhi persyaratan sebagaimana


tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 13 tahun 2007 Dan
Permendiknas 28 Tahun 2010 tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah/Madrasah ,
maka setiap Calon Kepala Sekolah harus menempuh Pendidikan dan Pelatihan Calon
Kepala Sekolah (PPCKS).
Salah satu kegiatan dalam PPCKS adalah On The Job Training (OJT) yang
dilaksanakan dua tahap yakni OJT 1 dan OJT 2. Untuk On-The Job Training 1
adalah tahap pertama Diklat Calon Kepala Sekolah yang dilaksanakan dalam
durasi 20 (dua puluh) jam pelajaran @ 45 menit bertempat di sekolah masing-
masing. Peserta melaksanakan aktivitas mendalami materi kepemimpinan
pembelajaran, manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi, melakukan
identifikasi permasalahan pembelajaran, dan menyusun ide/gagasan inovasi
pemecahan masalah dan melakukan Analisis Kebutuhan Pengembangan
Keprofesian didampingi langsung oleh kepala sekolahnya sebagai Mentor 1, dan
secara periodik oleh Pengajar Diklat. Sedangkan On-The Job Training 2 adalah
pembelajaran di lapangan dalam situasi pekerjaan yang nyata. Dilakukan di 2 (dua)
sekolah, yakni di sekolah asal dan di sekolah lain (sekolah magang). Pelaksanaan
di sekolah asal setara dengan 130 JP untuk melaksanakan Rencana Projek
Kepemimpinan (RPK) dan di sekolah lain setara dengan 40 JP untuk
melaksanakan Peningkatan Kompetensi dan 30 JP dialokasikan untuk menyusun
laporan RTL
Kemudian dari pada itu, diketahui bahwa kemampuan guru di SMPN 3 Semendawai
Suku IIImasih lemah dalam penmggunaan aplikasi variatif dalam pembelajaran
Daring di masa pandemic covid 2019, maka kegiatan RPK ini diberi judul
“Peningkatan Kemampuan guru Menggunakan Multi Aplikasi Pembelajaran Yang
Variatif Daring Melalui Pembimbingan Portal Rumah belajar di SMAN 1 Luwu Timur
Tahun 2020” Dalam kegiatan pembimbingan ini guru akan belajar penggunakan
aplikasi portal rumah belajar dan diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran
bersama dengan siswa
melalui pembelajaran jarak jauh. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua siklus,
yaitu pada siklus pertama diberikan materi pembimbingan kepada 7 orang guru dan
siswa dan siklus ke 2 merupakan pengembangan dari siklus pertama.
B. Dasar Hukum

Dasar hukum kegiatan Pembimbingan portal Rumah belajar ini adalah :


1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisten Pendidikan Nasional
2) Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
3) Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
4) Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2000
5) Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 tentang pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil
6) Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
7) Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru
8) Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan.
9) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar
Kepala Sekolah/Madrasah.
10) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 tahun 2010 tentang
Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah
11) Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018. Tentang Tujuan Diklat Calon Kepala
Sekolah

C. Tujuan

Kegiatan Rencana Proyek Kepemimpinan (RPK) ini memiliki tujuan sebagai


berikut :
1) Untuk meningkatkan kompetensi Kepemimpinan (kompetensi
kepribadian, sosial, manajerial, dan kewirausahaan) Calon Kepala Sekolah
2) Untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam menciptakan
pembelajaran yang variatif dengan menggunakan aplikasi rumah belajar

Adapun indikator keberhasilan yang diharapkan adalah sebagai berikut :


1) Calon Kepala Sekolah, memiliki kemampuan dalam mengawal terlaksananya
kegiatan pembelajaran secara baik dengan menunjukkan penerapan nilai
kepemimpinan spiritual, kepemimpinan pembelajaran, dan kepemimpinan
kewirausahaan dalam setiap tindakan yang dilakukan.
2) Guru memiliki kemampuan untuk Menggunakan aplikasi pembelajaran yang
lebih kreatif dan variatif dalam pembelajaran Jarak jauh dengan menggunakan
portal rumah belajar

D. Sasaran

Sasaran pada kegiatan RpK ini adalah semua 7 orang guru berserta siswa
sebanyak 1 kelas . (Daftar nama peserta terlampir)
E. Persyaratan Peserta

Selama kegiatan pembimbingan tatap muka berlangsung tetap memperhatikan


protocol kesehatan dengan menggunakan masker dan menyiapkan tempat cuci
tangan di depan Laboratorium computer.

BAB II
PELAKSANAAN
A. Narasumber / Fasilitator

Pada kegiatan Pembimbingan Peningkatan Kemampuan Guru dalam


penggunanaan aplikasi Portal Rumah Belajar ini memberdayakan
narasumber/fasilitator, yaitu, Rita Asminarseh, S.Pd. (SMAN 1 Luwu Timur )
dan Indra Wulan Hamzah S.Pd.,M.Pd. (SMAN 11 Luwu Timur)
B. Peserta Kegiatan

Peserta terdiri dari 7 orang guru dan 1 kelas perwakilan dari siswa
C. Kepanitiaan

Susunan kepanitiaan kegiatan ini terdiri dari :


Penanggung jawab : Kepala
Sekolah
Penanggung jawab Program : Ammas M., S.Pd.
M.Si. Ketua : Rita Asminarseh, S.Pd.
Sekretaris : Rahmawati, S.Pd.
Bendahara : Jendria Trivena S.Pd.
Anggota : Halima, S.Pd.
Hamka, S.Pd.
D. Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan Pembimbingan ini sepenuhnya dilaksanakan di SMPN 3


Semendawai Suku IIIpada bulan November 2020 Pekan ke-I, Rabu – Kamis 4
– 5 November 2020 untuk siklus pertama dan 6 November 2020, untuk siklus
kedua. Dengan Jadwal Sebagai Berikut :
JADWAL :
NO WAKTU MATERI NARASUMBER
Siklus 1
Rabu 08.00 – 08.30 Pembukaan Kepala Sekolah
4/11/20 08.30 – 09.00 Pemaparan Panduan Ammas M., S.Pd., M.Si.
Pelaksanaan Kegiatan Indra Wulan Hamzah,
09.00 – 10.30 Sosialisasi / Pengenalan S.Pd. M.Pd.
Aplikasi Portal Rumah Belajar
Langkah-langkah Rita Asminarseh, S.Pd
10.30 – 12.00 pemanfaatan Fitur Rumah
Belajar

Kamis 08.00 – 12.00 Simulasi Penerapan aplikasi Rita Asminarseh, S.Pd


5/11/20 Portal Rumah Belajar dalam
kegiatan pembelajaran
12.00 – 12.30 Istirahat
12.30 – 15.00 Simulasi Penerapan aplikasi
Portal Rumah Belajar dalam Rita Asminarseh, S.Pd.
kegiatan pembelajaran
Penutup
Kepala Sekolah
15.00 – 15.30

Siklus 2)*
Jumat, 08.00 – 12.00 Simulasi Penerapan aplikasi Rita Asminarseh, S.Pd
6/11/2020 Portal Rumah Belajar dalam
kegiatan pembelajaran
Istirahat
12.00 – 12.30 Simulasi Penerapan aplikasi
12.30 – 15.00 Portal Rumah Belajar dalam Rita Asminarseh, S.Pd.
kegiatan pembelajaran

)* jika masi ada peserta yang memerlukan bimbingan lebih lanjut

E. Langkah-langkah Kegiatan

Siklus Pertama :

Persiapan Pelaksanaan Refleksi

Siklus Kedua : Monev

F. PSertrsuiakptuarn Program/Materi KPeelgaiaktsaannaanRefleksi

Monev
Program kegiatan Pembimbingan ini adalah upaya peningkatan kompetensi guru
dalam menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengan
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMPN 3 Semendawai Suku III.yang di
awali dengan eksplorasi dan dilanjutkan dengan pemberian materi, bersama dengan
guru dan siswa di sekolah.
G. Pembiayaan

Seluruh pembiayaan pada kegiatan ini ditanggung oleh Dana BOS sebagai bentuk
kepedulian untuk kemajuan pendidikan di SMPN 3 Semendawai Suku III. Adapun
perkiraan biaya yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
No. Komponen Pembiayaan Volume Jumlah
1. Konsumsi Rapat dan Persiapan kegiatan 7 orang 175.000
2. Alat Tulis 1 Paket 125.000
3. Konsumsi Selama Kegiatan Siklus 1 37 orang 370.000
4. Konsumsi selama Kegiatan Siklus 2 37 orang 370.000
5. Foto copy 1 Paket 150.000
Honorarium Penyusunan Proposal, Laporan
6. 1 Paket 400.000
dan Honorarium Narasumber
Jumlah Total Kebutuhan 1.590.000

H. Monitoring dan Evaluasi

Kegiatan Pembimbingan peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan


media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn menggunakan
aplikasi portal rumah belajar di SMPN 3 Semendawai Suku IIIakan dilakukan
monev oleh dua pihak, yaitu :
1) Calon Kepala Sekolah melakukan monev terhadap peserta kegiatan
Pembimbingan.
2) Kepala Sekolah dan/atau Pengawas Sekolah melakukan monev terhadap
Calon Kepala Sekolah dan peserta.
3) Peserta kegiatan melakukan evaluasi terhadap kinerja dan dedikasi Calon
Kepala Sekolah.
BAB III
PENUTUP
Dengan segala kemampuan dan keterbatasan yang ada, kita berharap bahwa kegiatan
Pembimbingan yang menekankan pada peningkatan kompetensi guru dalam
menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMPN 3 Semendawai Suku III, dapat
berhasil dengan baik. Al hasil, kita merencanakan seteliti mungkin dan melaksanakan
sebaik mungkin, keberhasilan mutlak ada pada Allah Yang Maha Kuasa. Oleh karena
itu, dengan didorong oleh keinginan yang luhur, kita senantiasa memohon semoga
Allah SWT selalu memberikan petunjuk jalan yang lurus.
Demikianlah panduan Pembimbingan peningkatan kompetensi guru dalam
menggunakan media pembelajaran variatif di masa pandemic covid 19 dengn
menggunakan aplikasi portal rumah belajar di SMPN 3 Semendawai Suku III, disusun
sebagai acuan bagi semua pihak. Semoga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan
bangsa dan negara.

Mengetahui : Malili, 27 Oktober 2020


Kepala Sekolah Calon Kepala Sekolah

DRS. MUH. SALEH, M.M. AMMAS M., S.Pd., M.Si.


NIP : 19630206 198703 1021 NIP : 19740511 200312 1 003
MATERI KEGIATAN RPK
191
192
197
198

Anda mungkin juga menyukai