Anda di halaman 1dari 60

Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.

com

Antara Budi dan Dendam 1


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Antara
Budi dan Dendam
O le h :
Kho Pek Houw

Djilid : I

Penerbit :
PP MASA

Terdaftar : No. 087 / BB / LEK / S / 71

Antara Budi dan Dendam 2


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

ANTARA BUDI DAN DENDAM


Karya : Kho Pek Houw

DJILID I

SALDJU turun lembut bagaikan kapas, menyirami


permukaan bumi. Pohon, rumah dan segala apa sadja jang ada
diatas perukaan bumi ini, telah diselimuti oleh saldiu jang
turun belum begitu lebat, karena musun dingin baru
mendjelang datang, Sejauh mata memandang, hanja warna
putih belaka jarg tampak, Angin jang menghernbus kapas
saldju itu berterbangan, beruap dingin menusuk tulang,
Di desa Wie-kie-tjhung diproplnsi Holarn, keadaan sama
sadja dengan desa-desa dibagian selatan atau dibagian barat,
saldju telah turun menutupi djalan-djalan jang ada didesa
tersebut. Desa mi ruerupakan sebuah desa jang tidak begitu
besar, maka dengan adanja seorang hartawan kaja raja she Sun
didalam lingkungan penduduk desa Wie-kie-tjhung ini, tjepat
sekali dikenal oleh para penduduk desa tersebut,
Sun Wanggwe (hartawan she Sun) itu baru empat tahun
jang lalu pindah didesa ini, namun dengan tjepat dia telah
dapat menondjol diantara penduduk desa Wie-kie-tjhung
lainnja, karena Sun Wanggwe jang ramah dan baik hati, sering
melakukan derrna kepada orang-orang jang hidupnja agak sulit
didalam desa tersebut. Seluruh penduduk Wie-kie-tjhung
umumnja mengenal siapa itu Sun Wanggwe, hartawun kaja
raja jang baik hati dan ramah terhadap siapa sadja. Sun An

Antara Budi dan Dendam 3


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Ting, hartawan kaja tersebut, selalu mau bergaul dengan siapa


sadja tanpa membeda-bedakan apakah itu si-miskin atau sikaja,
tidak ada perbedaan dalam pandangan Sun An Ting. Sifat Sun
Wnggwe itulah yang telah membuat para penduduk desa Wie
Kie Tjhung djadi menaruh hormat dan kagum kepadanja.
Pada tahun itu. Sun An Ting baru berusia empat puluh satu
tahun, wadjahnja persegi gagah, matanja tadjam, bersinar
terang, dengan tubuh jang tegap seperti djuga orang jang
mempdadjari ilmu silat, dan sikap SunWanggwe selalu ramah
lembut serta sabar.
Hartawan kaja she Sun ini mempuniai seorang isteri jang
ketjantikannja luar biasa, dan mengenai ketjantikan isteri Sun
Wangvwe ini telah tersiar luas sampai keluar desa Wie-kie-
tjhung. Malah oleh orang-orang Wie-kie-tjhung, ketjantikan
jang dimiliki oleh njonja hartawan she Sun itu disedjadarkan
dengan ketjantikan jang dimiliki oleh Bun Tek Sam Nio,
seorang ratu jang paling terkenal ketjantikannja pada ahala
Tong.
Njonja hartawan kala ini berusia dua puluh enam tahun,
dan dia menikah dengan Sun Wanggwe ketika berusia delapan
belas tahun. Pada saat itu mereka telah berkahi seorang anak
lelaki, jang diberi nama Kiong lie.
Mendjelang musim dingin tahun itu usia Sun Kiong Lie
telah tudiuh tahun, tubuhnja tinggi kurus, mempunjai waadjah
jang tampan (tjakap), sepasang alisnja adalah alis jang biasa
disebut sebagai golok matjan, hidungnja bangir mulutnja ketjil
merah, seperti bibir seorang anak perempuan, disamping
kulitnja jang putih bagaikan saldju. Putera Sun Wanggwe ini
hidup didalam kemewahan, sebagai putera tunggal dari
seorang hartawan jang kaja raja itu, dengan sendirinja apa

Antara Budi dan Dendam 4


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

saadja jang mendjadi keinginan dari Sun Kiong Lie pasti


dikabulkan oleh ajah ibunja.
Tetapi walaupun begitu, putera hartawan she Sun tersebut,
tidak mendjdi sombong. diantara sesama kawannja, dia
memang menuruni sifat-sifat ajahnja jang baik, jaitu djudjur
ramah dan sabar. Walaupun usianja baru tudjuh tahun, namun
ketjerdikan jang ddimiliki oleh Sun Kiong Lie luar biasa
sekali!, karena peladjaran Bun (ilmu surat) jang diadjarkan
oleh ibunja, telah dapat diterimanja dengau tjepat. Buku-buku
kuno telah banjak dibatja selesai oleh putera hartawan itu.
Melihat ketjrdikan jang dimiliki oleh putera mereka, suami
isteri hartawan kaja she Sun itu djadi girang sekali. Mereka
sering mengatakan kepada putera tunggal mereka itu, nanti
setelah mendjelang dewasa Sun Kiong Lie akan mereka
perintahkan untuk mengikuti udjian negara guna merebut
pangkat mendjadi pembesar negeri.
Dari hari kehari keluarga hartawan she Sun ini hidup
dalam keadaan bahagia, tenteram dan tenang,
Dihari itu, ketika saldju turun tidak begitu lebat, tampak
Sun Wanggwee tengah duduk disebuah kursi jang terbuat dar:
kaju tjendana, diruangan Lian-buthia (tempat untuk bermain
silat), disebelahnja duduk njonja hartawan itu, Hari ini mereka
gembira sekali, karena hari ini merupakan hari lahirnja Sun
Kiong Lie, putera tunggal mereka, jang akan merajakan ulang
tahunnja jang kedelapan. Sepasang suami isteri jang bahagia
ini duduk di Lianbu-thia menatikan kedatangan putera mereka,
jang kala itu tengah berpakaian.
"Nio nio (njonja), menurut penglihatanku, maka Lie djie
memang lebih tepat kalau mengambil peladjaran Bun (ilmu
surat). karena ketjerdikan jang dimilikinja itu benar-benar luar

Antara Budi dan Dendam 5


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

biasa sekali, kitab-kitab Sun Tjeng Sip Kip telah bisa


dibatjanja diluar kepala keseruruhannja!” kata Sun An Ting
dengan tersenjum bahagia sambil memandang kepada isterinja
jang duduk disebelahnja.
Njonja harrawan she Sun itu telah mengangguk membalas
senjuman suaminja,
"Benar Lo tjang (suamiku) …..!" menjahut njonja Sun itu,
"Lie-djie memang tjotjok mempeladjari peladjaran Bun (ilmu
surat), karena tubuhnya agak lemah, tidak mungkin dia
mempelajari Bu (ilmu silat).”
Syn An Ting menghela nafas.
“Ja….. aku memang tidak akan mengijinkan Lie-djie
mempelajari ilmu silat!” kata hartawau she Sun itu kemudian.
Karena aku sendiri p¢rnah mengalarni sendiiri suka duka
berkelana didalam rimba persilatan! Umumnja orang jang
berkelana dalam rimba persilatan harus menerima kepahitan
hidup perkelahian dan mempertaruhkan djiwa hanja kaena
disebabkan urusan jang ketjil sadja….. bergolaknja dendam
dan djuga saling musuh memusuhi…..! Ach, tidak
menggembirakan berkelana didalam rirnba persilatan, aku
selarna lima belas tahun lebih berketjimpung didalam rimba
persilatan, harus menerima kepahitan hidup, apa hasilnja?
Nihil! Lebih baik aku hidup berkeluarga, hidup tenang.
disamping anak isteriku….. melewati hari hari penuh
kebahagiaan….. Itulah sebabnja aku tidak akan mengidjinkan
Lie Djie mempeladjaari ilmu silat! Biarkanlah ajahnja sadja
jang pernah merasakan, sedangkan Lie Djie harus mengedjar
pangkat atau setidak-tidaknja hidup tenang sebagai seorang
peeladjar jang berpengetahuan luas…..” dan setelah berkata
begitu, kembali Sun An Ting tersenyjum bahagia.

Antara Budi dan Dendam 6


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Njonja Sun telah mengangguk sambil tersenjum djuga.


“Mudah-mudahan sadja nanti setelah dewasa Lie djie bisa
memangku djabatan sebagai Te-tok (par.gkat jang tjukup
tinggi, sarna dengan djendral)!'" kata isteri hartawan she Sun
itu.
Disaaat itu, tampak Sun Kiong Lie telah memasuki
ruangan Lian-bun~thia dengan langkah jang lebar. Begitu dia
memasuki ruangan tersebut. segera dia menubruk memeluk
ajah dan ibunja, merebahkan kepalanja dipangkuan ibunja
dengan sikap jang mandja sekali.
''Thia (ajah)! Ma (ibu)!" katanja sambil tersenjum
memandang ajah dan ibunja. ''Hari ini adalah ulang tahunku,
Thia-thia (ajah) dan Mama ingin memberikan badiah apa
kepadaku?‟”
Sun An Ting dan isterinja tersenjum mendengar pertanjaan
purera mereka.
"Ajah telah menjedjakan kau sebuah hadiah, tentu kau_
akan senang menerimanja, Lie-djie! menjahut sang ajah
dengan penuh kasih sajang sambil mengelus-elus kepala
puteranja ini. "Tjoba Nionio (njonja ) kau ambilkan hadiah
itu!”
Njonja Sun mengangguk, dengan tjepat Sun Nay-nay
(njonja Sun) telah menudju sudut ruangan itu, diatas medja
diambilnja sebuah bungkusan jang tidak begitu besar,
dibawanja dan diberikan kepada suaminja.
Setelah menerima bungkusan itu, Sun An Ting menimang-
nimangnja, sambil tersenjum katanja: “Lie-djie. Tjoba kau
terka, barang apa yang akan diberikan padamu?”

Antara Budi dan Dendam 7


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Dengan mandja Lie-djie seperti berpikir, kemudian


berkata: “Aku tahu Thia-tia, tentunja Giok-lam (kumala
Selatan)!”
“Salah! Nah kau terimalah, selamat ulang tahun, mudah-
mudahan kau cepat tambah besar!” kata sang ajah sambil
tersenjum dan mengangsurkan bungkusan itu kepada putera
tunggalnja, “Kau lihat sadja sendiri!”
Sun Kiong Lie telah menerimanja dengan girang, dia
membuka bungkusan itu dan ketika melihat isinja, dia
mengeluarkan seruan girang.
Ternjata didalam bungkusan itu terdapat sebuah lentjana
jang terbuat dari berlian dan batu Giok, itulah sematjam benda
jang mahal dekali harganja, djarang sekali orang bisa memiliki
benda sematjam itu kalau memang orang itu tidak kaya besar.
Benda itu dinamakan Giok Kim Soan Kek (Berlian Kumala
Emas).
“Ohh….. terima kasih ajah!” teriak Sun Kiong Lie sambil
bertepuk tangan.
“Kau girang bukan menerima hadiah itu, anakku?” tanja
sang ajah jang ikut girang melihat kegembiraan aanaknja ini.
Berulang-kali Sun Kiong Lie menganggukkan kepalanja.
“Thia….. Ma, kalian terlalu baik dan memandjakan
diriku!” kata Kiong Lie sambil tersenjum.
Ajah dan ibunja hanja tersenjum sadja, sedangkan Sun
Kiong Lie telah memasukkan benda pusaka Giok Kim Soan
Sek itu kedalam saku badjunja, bola matanja jang hitam tjeli
itu telah bergerak-gerak seperti djuga dia ingin mengutjapkan
sesuatu, tetapi dia agak bimpang untuk mengatakannja.

Antara Budi dan Dendam 8


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

“Ada apa anakku?” tanja njonja Sun waktu melihat sikap


puteranja itu.
Kiong Lie tersenjum mandja sekali, dia merebahkan
kepalanja dipangkuan ibunja.
“Thia…..” katanja dengan mandja sekali. “Didalam hari
ulang tahunku ini, bukankah aku boleh meminta sesuatu
darimu?”
“Katakanlah anakku!” mengangguk Sun Ang Ting jang
djadi agak heran melihat sikap anaknja.
“Apakah ajah tidak akan marah mendengarnja?” tanja Sun
Kiong Lie laagi.
“Mengapa ajah harus marah? Kau katakanlah anakku!”
menjahut Sun An Ting.
Sun Kiong Lie menarik napas dalam-dalam sambil
tersenjum, kemudian mengangkat kepalanja dari pangkuan
ibunja, memandang tadjam kepada ajahnja.
"Thia….. aku sering melihat kau berlatih silat diruangan
ini, maka dihari ulang tahunku ini aku ingin meminta agar ajah
mau mengadjan aku ilmu silat jang ajah miIiki…..!" kata Sun
Kiong Lie achirnja agak ragu.
Mendadak sekali muka Sun An Tiog djad berobah,
sepasang alisnja berkerut narnun dengan tjepat muka orang tua
she Sun ini telah pulih seperti biasa lagi. Malah dia telah
tersenjum.
“Lie-djie…..” kata Sun An Ting kemudian dengan sabar
setelah menarik nafas pendek. “Ilmu silat hanya untuk latihan-
latihan kasar belaka! Kulihat ilmu silat itu tidak ada gunanja
bagimu….. karena selain tubuhmu agak lemah, pun lebih baik

Antara Budi dan Dendam 9


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

perhatianmu ditjurahkan untuk peladjaran Bun (ilmu surat),


sehingga kelak kalau kau sudah dewasa, kau bisa mengikuti
udjian negara untuk memangku pangkat.
Sun Kiong Lie dengan mandja telah tersenjum.
“Tetapi latihan-latihan ilmu silat itu bisa untuk
menjehatkan tubuh Lie-djie djuga, bukan? Tanja sang anak
sambil tetap tersenjum.
Tetapi Sun An Ting telah menggelengkan kepalanja.
“Tidak, Lie-djie!” katanja tegas. “Aku ingin kau berhasil
mempeladjari ilmu surat! Nanti kalau kau sudah dewasa, baru
akan kutjeritakan bahwa setiap orang jang berlatih, tidak ada
manfaatnja apa=apa, malah hanja membawa kerugian belaka.
Permusuhan dan dendam yang menakutkan…..! Sudahlah
anakku, lebih baik kau mentjurahkan seluruh perhatianmu
untuk beladjar baik-baik ilmu surat itu, sehingga nanti kau bisa
mendjadi deorang siu-tjhay (peladjar) jang mempunjai
pengetahuan luas.
Namun Sun Kiong Lie sangat mandja sekali, dengan
tjemberut, mulutnja jang agak dimonjongkan, dia telah berkata
lagi: “Thia….. kau adjarkanlah ilmu silat kepadaku…..!
Lie-djie (anak Lie) berdjandji hanja akan
mempergunakan latihan-latihan ilmu silat ini sebagai olah raga
untuk menjehatkan badan sadja.....!”
Sun An Ting dan njonja Sun itu djadi menghela napas
waktu melihat anak tungaal mereka tersebut begitu tertarik
sekali untuk mempeladjari ilmu silat.
“Anak…..” kata njonja Sun dengan sabar dan penuh kasih
sajang. “Kau turutlah ajahmu, karena ajahmu telah pernah
merasakan sendiri, bagaimana buruknja kalau orang mengerti

Antara Budi dan Dendam 10


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

ilmu silat dan berkelana didalam rimba persilatan! Berbeda


djauh sekali dunia dari orang-orang rimba persilatan dengan
para Siutjhay (peladjar)….. karena kalau orang-orang jang
berkelana dalam rimba persilatan pasti hidupnja tidak akan
menentu dan tidak teratur!”
“Ma…..!” Kiong Lie merebahkan kepalanja dengan
mandja dipangkuan ibunja. “Tetapi Lie-dji ingin sekali
mempeladjari ilmu silat, Ma!”
Sun Ang Ting, sang ajah djadi tertawa melihat sikap
puteranja ini.
“Lie-djie….. baiklah! nanti setelah kau dewasa, aku akan
menurunkan kepadamu satu dua djurus ilmu silat! Tetapi
sekarang kau harus berdjandji, kau harus mentjurahkan dulu
perhatianmu untuk peladjaran Bun (ilmu surat) tidak boleh
terpetjah dulu perhatianmu terhadap peladjaran Bu (ilmu
silat)…..! maukah kau berdjandji anakku?”
Sun Kiong Lie djadi girang sekali.
"Ob ajah ..... kau baik sekali!” serunja sambll merangkul
ajahnja. "Aku berdjandji ajah, Lie-djie akan beladjar baik-baik
apa jang diadjari oleh ibu…..!”
Sepasang suami-isteri itu tetsenjum babagia sekali.
"Malam ini ajah akan mengadakan pesta untuk merajakan
ulang tahunmu, nak .....: kita panggil seluruh penduduk desa
Wie-kie-tjhung ini untuk ikut memeriahkan pesta ulang
tahunmu ini…..!” kata Sun An Ting setelah berselang sesaat.
“Terima kasih, ajah…..!” menjahut Kiong Lie.

Antara Budi dan Dendam 11


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Tetapi baru sadja putera hartawan she Sun tersebut


merkata sampai disitu, tiba-tiba terdengar suara tertawa jang
menjeramkan sekali diruangan itu.
“Hahahaha….. achirnja aku bisa menemukan tempat
persembunjianmu, tua bangka she Sun!” terdengar orang
berkata dengan suara jang bengis sekali.
Betapa terkedjutnja Sun Wanggwe, begitu djuga isterinja
dan Sun Kiong Lie.
Muka Sun Wanggwe djadi berubah hebat, sepasang alisnja
telah berkerut.
“Siapakah anda…. Masuklah kemari, masilah kita bitjara
baik-baik…..!” kata Sun An Ting kemudian setelah dapat
menguasai hatinja jang agak tergontjang, sabar sekali suara
hartawan she Sun tersebut.
"Hmm ..... !” terdengar orang diluar ruangan itu tertawa
dingin dengan suara jang bengis sekali, "Selarna empat tahun
lebih aku telah mentjari-tjari djedjakmu, achirnja aku bisa
menemui djuga, sungguh Thian (Tuhan) mempunjai mata,
achirnja aku menemukan kandangmu djuga!”
Berbareng dengan habisnja utiapan itu, maka tampak
berkelebat gesit sekali melompat masuk kedalarn ruangan itu
sesosok tubuh.
Sun An Ting mengawasi sosok tubuh itu dengaa sorot
mata jang tadjam sekali, ketika melihat orang itu, hartawan she
Sun ini djadi mengeluarkan suara tertawa dingin,
''Hmm ..... tidak tahunja kau, Mo Sim Djie Toh ( Pendeta
Berhati Iblis)?" tegur Sun An Ting dengan sikap jang tenang
sekali.

Antara Budi dan Dendam 12


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

"Tidak salah! menjahuti orang jang baru memasuki


ruangan itu dengan suara jang menjeramkan dan bengis sekali,
muka orang ini ternjata menjeramkan sekali, karena selain
mukanja djele k, djuga kedua matanja menondjol keluar seperti
mata ikan koki, serta sepasang alisnja jang tebal itu berdiri
menambah seramnja wadjah orang ini, "Hari inilah segala
hutang piutang kita akan diselesaikan !"
Sun An Ting telah berdiri dari duduknja, dia
memberitanda kepada isterinja agar sang isteri ini mengadjak
putera mereka untuk menjingkir dari ruangan Lian-bun-hia,
Kemudian baruiah hartawan she Sun ini merangkapkan kedua
tangannja memberi hormat kepada orang jang dipanggilnja tadi
sebagai Mo Sim Djie Toh itu.
''Maafkanlah Lohu (aku situa), karena aku tidak
mengetahui kedatanganmu, jang menjebabkan aku djadi tidak
mengadakan persiapan untuk menjambut kedatangan kau ini,
Mo Sim Djie Toh !!" kata Sun An Ting dengaa sabar.
Mo Sim Uiie Toh 'hanja mendengus sadja, bola matanja
jang besar dan menondjol seperti ikan koki itu memain tidak
hentinja. Bengis dan menjeramkan. Waktu itu Nyonja Sun
telah menuntun tangan Kiong Lie jang diadjaknja
meninggalkan ruangan tersebut.
“Berhenti!” tiba-tiba Mo Sim Djie Toh telah membentak
bengis sekali. “Djangan bergerak dari tempatmu itu!
Hmmm….. hari ini tidak ada satu djiwapun dari keluarga Sun
jang lolos dari kematian!”
Muka Sun An Ting djadi berobah, baru sadja dia mau
berkata, tiba-tiba Mo Sim Djie Toh telah menepuk tangannja
dua kali, maka didalam waktu jang singkat sekali dari djendela
dari panglarian rumah dan beberapa tempat lainnja lagi telah

Antara Budi dan Dendam 13


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

menerobos masuk belasan sosok tubuh. mereka semuanja


berdiri dibelakang Mo Sim Djie Toh.
Sun An Ting telah mementang matanja lebar-lebar
mengawasi orang-orang itu, dan ternjata belasan orang tersebut
terdiri dari orang-orang bermuka bengis dan kedjarn, rata-rata
memanggul sendjata mereka masing-masing menundjukkan
bahwa kawan-kawannja Mo Sim Djie Toh ini terdiri dari
orang- orang Bulim (rimba persilatau) jang mempunjai
kepandaian tidak rendah tentunja.
Diam-diam hati Sun An Ting djadi tergetar djuga melihat
djumlah lawannja jang tjukup banjak ini. Namun diwadjahnja
Sun An Ting tetap memperlihatkan sikap jang tenang. Dia
tersenjurn sabar,
''Mo Sim Djie Toh, apa maksud anda sebenarnja?” tegur
orang she Sun ini dengan suara jang tawar.
''Hahahaha.....” Mo Sin To Djie Toh mengeluarkan suara
tertawa gelak-gelak jang bengis sekali, "Apakah aku masih
perlu mendjeaskan kepadarnu ? Hmmm ..... dendam lirna
tahun jang lalu, akan kubajar lunas hari ini! Bersiap-siaplah
kalian untuk menerima kematian, karena seisi rumah ini, tidak
terketjuali ajam dan andjmg, tidak akan kuberika n kesempatan
lolos dari kematian…..! Aku Mo Sm Djie Toh Po Ling Bian
akan membuat kau mampus dengan puas!”
Muka Sun An Ting djadi berobah lagi dia djadi
menguatirkan putera dan istrinja, karena djumlah lawannja
sangat banjak sekali.
"Persoalan lima tahun itu.....” kata Sun An Ting dengan
suara jang dingin.

Antara Budi dan Dendam 14


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Tetapi belum lagi dia selesai mengutjapkan perkataannja


itu, telah dipotong oleh Mo Sim Djie Toh Po Ling Bian dengan
suara jang bengis; "Sudah, tidak perlu banjak rewel lagi!
Sekarang kau bersiap-dsiaplah untuk menerima kematian!”'
Kawan-kawan Po Ling Bian serentak telah memegang
sendjata mereka masing-masing, tampaknja mereka
memandang dengan sikap jang mengantjam sekali.
Sun An Ting diadi agak gelisah memikirkan keselamatan
isteri dan anaknja.
Saat itu, tanpa banjak membuang waktu lagi, Mo Sim Djie
Toh telah memberi isjarat dengan tangannja. maka lima orang
kawannja telah melompat kearah isteri Sun An Ting dan Kiong
Lie, jang kala itu tengah berdiri ketakutan melihat muka orang
jang semuanja seram-seram.
Kelima kawan Mo Sim Djie Toh dengan sangat kurang
adjar dan kasar sekali, tengah mentjengkeram lengan njonja
Sun dan anaknja.
Melihat ini tentu sadja njonja Sun dan Kiong Lie djadi
ketakutan sekili.
“Ajah .....!" teriak Kioag Lie dengan suara tergetar.
Tubuh Sun An Ting djadi gemetaran saking gusarnja
melihat sikap kelima orang itu jang kasar sekali dan telah
mentjengkeram lengan isteri dan putera tunggalnja, jang kala
itu tengah meronta-ronta.
Sun An Ting murka bukan main. Mo Sim Djie Toh Po
Ling Bian pernah dirubuhkan pada tudjuh tahun jang lalu,
ketika orang she Po tersebut ingin merarnpok rornbongan
seorang pembesar jang telah pensiun dan ingin pulang
kekarnpung. Kebetulan waktu Sun An Ting lewat didjalanan

Antara Budi dan Dendam 15


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

tersebut dan melihat kedjdian itu, sehingga dia melabrak Mo


Sim Djie Toh berikut beberapa orang kawan-kawnnja, hanja
sadja karena disaat itu Mo Sim Djie Toh setelah dirubuhkan
telah berlutut dan menghiba meminta diarnpuni, maka dia telah
melepaskan perarnpokf itu tanpa dibikin tjidera sedikitpun,
Tjuma sadja, sekarang tidak tahunja kedjadian tudjuh tahun itu
telah membawa ekor jang tidak menggembirakan bagi
keluarganja.
Beberapa orang kawan Mo Sim Djie Toh telah
menghampiri Sun An Ting, mereka telah menelikung kedua
tangan Sun An Ting dan mengikatnja dengan seutas tambang,
begituu djuga kedua kaki Sun An Ting, telah diikat pula oleh
seutas tarnbang lainnja.
Hartawan she Sun itu sedikirpun tidak memberikan
perlawanan waktu dirinjs diikat begitu matjamm, karena dia
menjadari kalau dia mengadakan perlawanan, pasti bisa
mentjelakai isteri dan anaknia. Itulah sebabnja hartawan she
Sun ini membiarkan sadja dirinja diringkus oleb orang-
orangnja Mo Sim Djie Toh.
Po Ling Bian telah tertawa gelak-gelak sambil
menghampiri kearah Sun An Ting dengan langkah perlahan-
lahan, wadjahnja mengawasi dengan bengis.
Kiong Lie djadi mengawasi dengan hati berdebar keras,
dia djadi menguatirkan sekali keselamatan ajahnja itu, sebab
dilihatnja sinar mata Po Ling Bian jang memantjar bengis itu
mengandung hawa pembunuhan.
"Ajah....." teriak si-botjah dengan suara tergetar.
Sun An Ting djadi mengawasi puteranja itu dengan sorot
mata berduka. Hati Sun An Ting sedih bukan main, karena

Antara Budi dan Dendam 16


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

persoalan Mo Sim Djie Toh ini achirnja menjeret-njeret djuga


anak dan isterinja.
Njonja Sun sendiri berusaha untuk meronta dari tjekalan
orang-orangnja Mo Sim Djie Toh, namun tenaganja mana bisa
mengimbangi kekuatan tenaga orang-orangnja Mo Sim Djie
Toh itu ? Maka achirnja saking takut djuga marah, achirnja
njonja Sun djatuh pingsan.
'"Hmmm!” kala itu telah terdensar Mo Sim Djie Toh telah
mendengus dingin dan bengis sekali, hari inilah hari
kematianmu, orang she Sun! Tetapi aku tidak menginginkan
kau mati tjepat, karena itu terlalu enak bagimu, aku ingin
melihat dulu bagaimana kau menghadapi siksaanku!"
Setelah berkata begitu tangannja meraba gagang
pedangnja, sreeettt!, pedangnja itu telah ditjabut keluar dari
warangkanja.
''Hmm.....! pertama-tama aku akan membutakan matamu
dulu ..... !" mengantjam Mo Sim Djie Toh dengan suara tidak
mengandung perasaan lainnja, selain bengis dan mengandung
hawa pembunuhan.
Mo Sim Djie Toh berkata-kata bukan untuk berdiam diri,
melainkan pedangnja telah diangkat dan udjungnja ditudjukan
kearah mata kanan Sun An Ting jang ditusukannja dengan
gerakan jang perlahan-lahan sekali.
Hati Sun An Ting djadi mentjelos!
Dia tidak menjangka orang itu akan begitu kedjam, kalau
sampai matanja itu ditusuk oleh pedang Mo Sim Dje Toh,
tentu akan hebat sekali penderitaannja! Dia djadj menjesal,
mengapa dia barus menjerah mentah-mentah begitu, bukankah
sebetulnja kepandaiannja lebih tinggi dari semua orang jang

Antara Budi dan Dendam 17


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

ada diruangan tersebut?! Malah kalau tadi dia memberikan


perlawanan, mungkin djuga dia masib bisa menolongi isteri
dan anaknja!
Tetapi sekarang segalanja telah telandjur terdjadi begitu,
maka menjesal djuga sudah tidak ada gunanja. Dengan sorot
murka, Sun An Ting mendelik kepada Mo Sim Djie Toh.
“Kau .....'" katanja dengan suara gemetar, dia bermaksud
ingin memaki orang she Po tersebut, jang ternjata litjik dan
djahat sekali. Tetapi baru sadja dia berkata "kau" begitu, maka
telan disusul oleh suara djeritan Sun An Ting jang menjajatkan
sekali; karena udjung pedang Mo Sim Djie Toh telah amblas
kedalam matanja, darah segera mengutiur, karena bidji mata
Sun An Ting telah dikorek keluar eleh udjung pedang Mo Sim
Djie Toh, dia menderita kesakitan jang hebat sekali, maka
sampai dia mengeluarkan suara djeritan begitu rupa,
Kiong Lie djuga terkedjut sekali, darahnja tersirap seperti
berhenti mengalir waktu menjaksikan ajahnja disiksa begitu
matjam.
"Ajahhh!” mendjerit Kiong Lie dengan suara menjajatkan,
dia berusaha meronta untuk melepaskan tjekalan tangan orang-
orangnja Mo Sim Djie Toh.
Tetapi tenaga botjah ini mana bisa menandingi tenaga dari
orang-orangnja Mo Sim Djie Toh itu, apalagi orang-orang itu
telah mentjekalnja dengan keras sekali.
“Lepaskan bangsat….. aduhhh, ajahhhh….. lepaskan!”
teriak Kioag Lie dengan kalap. Teriakannja itu sering djuga
diselingi oleh suara mengaduh botjah ini, karena setiap kali dia
meronta dengan kalap, tangannja selalu ditelikung kebelakang
oleh salah seorang kawannja Mo Sim Djie Toh, menjebabkan

Antara Budi dan Dendam 18


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

botjah ini djadi kesakitan jang hebat, borngolan tulang


lengannja seperti mau tjopot atau patah, menimbulkan
kesakitan jang menusuk sampai ke sumsum.
Sun An Ting sendiri menderita kesakitan jang luar biasa
djuga, dia menderita sekali. darah telah mengutjur keluar dari
luka pada matanjanja itu jang sudah tidak ada bidji matanja
lagi. Malah pedang Mo Sim Djie Toh telah bergerak lagi
menusuk mata Sun An Ting jang satunja lagi sambil diiringi
suara tertawa gelak-gelak, tampaknja dia puas sekali!”
Terdengar suara djeritan Sun An Ting jang menjajatkan!
Darah merjembur lagi dari matanja jang telah dikorek bidji
matanja tersebut, tubuhnja gemetaran menahan rasa sakit jang
tiada taranja.
Djuga Sun An Ting telah meraung dengan suara jang
menjajatkan hati, sebab dia merasakan betapa kedua matanja
jang telah mendjadi buta itu sakit pedih dan sakit tak
tertahankan oleh hartawan she Sun ini.
Kiong Lie benar-benar djadi kalap sekali, dengan
mengeluarkan teriakan-teriakan kalap, dia telah berontak
sekuat tenaganja.
Rupanja kawan Mo Sim Djie Toh menganggap botjah ini
hanja merepotkan sadja, maka dengan mempergunakan gagang
golok dipukulnja kepala botjah tersebut tjukup keras. Kepala
Sun Kiong Lie djadi terkulai lemah, karena dia merasakan
kepalanja djadi pening sekali, bintang-bintang bertaburan
disekitar mukanja, pandangan matanja djadi gelap sekali.
namun botjah ini tak sampai djatuh pingsan.
Tiba-tiba ketika Kiong Lie sedang dalam keadaan setengah
sadar, terdengar lagi suara djeritan dari Sun An Ting, ajahnja,

Antara Budi dan Dendam 19


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

jang menjajatkan sekali, seperti djuga suara kerbau jang


sedang didjagal.
Kiong Lie djadi tersadar kembali, tjepat-tjepat dia
mengangkat kepalanja, memandang kearah ajahnja itu.
Darah Kiong Lie djadi tersirap kaget luar biasa, sebab
dilihatnja betapa paha ajahnja telah ditabas putus oleh pedang
Mo Sim Djie Toh! Darah djuga telah mengutjur keluar dari
paha Sun An Ting jang telah mendjadi buntung itu.
Itulah suatu penderitaan jang bukan main dari hartawan
she Sun ini.
“Ohh….. bunuhlah aku….. bunuhlah….. djanganlah
menjiksaku sampai demikian matjam….. bunuh!” merintih Sun
An Ting dalam keputus-asaan dan penderitaan sakit jang bukan
main. “Kalian….. ohhh, kalian andjing-andjing djahat.
Mo Sim Djie Toh tertawa gelak-gelak dengan suara jang
menjeramkan.
“Enak sadja kau minta dibunuh tjepat-tjepat!” katanja
dengan suara jang tawar. “Sebelum mati aku ingin memberi
peladjaran kepadamu bagaimana hebatnjaMo Sim Djie
Toh…..! Kau ingin meminta mati tidak bisa, ingin hidup djuga
tidak dapat!”
Tubuh Kiong Lie djadi gemetaran, bibirnja djuga
gemetaran, pandangan matanja djadi berkunang-kunang waktu
menjaksikan keadaan ajahnja itu, dengan mengeluarkan suara
keluhan jang perlahan, maka kepala si botjah terkulai lemas,
semangatnja seperti djuga telah meninggalkan raganja, dan dia
telah djatuh pingsan.
Namun Kiong Lie djadi tersadar lagi dari pingsannja
ketika mendengar suara djeritan hebat dari ajahnja lagi! Deia

Antara Budi dan Dendam 20


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

memperoleh kenjataan bahwa kedua tangannja masih ditjekal


dan ditelikung kebelakang olehorangnya Mo Sim Djie Toh.
Tjepat-tjepat Kiong Lie mengangkat kepalanja
memandang kearah ajahnja lagi. Hati Kiong Lie djadi seperti
ditusuk oleh belati, sakit dan pedih sekali, karena dilihatnja
paha jang satunja dari ajahnja telah ditabas putus lagi oleh Mo
Sim Djie Toh. Itulah suatu penjiksaan jang biadab sekali!
“Kalian….. ohhhh perampok-perampok djahat…..!” teriak
Kiong Lie dengan kalap dan si botjah telah djatuh pingsan lagi!
Sedangkan Mo Sim Djie Toh setelah menabas kedua kaki
dari Sun An Ting, telah tertawa gelak-gelak. Daya tahan Sun
An Ting benar-benar kuat sekali, dia tidak rubuh pingsan,
hanja meraung-raung menderita kesakitan hebat.
“Nah, sekarang kau rasakan bagaimana kalau djari-djari
tanganmu itu kubuntungkan semuanja!” bentak Mo Sim Djie
Toh dengan suara menjeramkan, bengis sekali. dia djuga telah
membuktikan perkataannja itu, karena pedangnja telah
bergerak, setjertjah sinar berkelebat, disusul oleh suara djeritan
Sun An Ting, kesepuluh djari-djari tangannja telah dapat
ditabas putus oleh Mo Sim Djie Toh, mirip seperti djuga
Pendeta Berhati Iblis ini telah kerasukan iblis!
“Hahahaha!” Mo Sim Djie Toh telah tertawa girang,
kemudian tahu-tahu pedangnja telah bergerak tjepat berulang
kali, berkelebat-kelebat disusul oleh suara djeritan beruntun
djuga dari Sun An Ting, karena muka hartawan she Sun ini
telah ditjatjah oleh pedang Mo Sim Djie Toh berulang kali,
sehingga darah mengalir keluar dari luka-luka dimuka itu,
menyebabkan wadjah Sun An Ting sudah tidak mirip lagi
seperti manusia!

Antara Budi dan Dendam 21


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Disaat Sun An Ting disiksa begitu matjam oleh Mo Sim


Djie Toh, Kiong Lie telah tersadar kembali, dia mendengar
suara djeritan ajaahnja beruntun itu, ketika dia menjaksikan
sendiri ajahnja disiksa begitu matjam. Tunuh Kiong Lie
sampai gemetar menahan hawa amarahnja dan air matanja
telah mengalir keluar dimata si botjah. Kedjam sekali Mo Sim
Djie Toh! Malah diwaktu djeritan-djeritan Sun An Ting masih
terdengar terus menerus, meraung mendirikan bulu kuduk, Sun
Kiong Lie tidak bisa menahan perasaan hatinja, sambil
menangis menggerung-gerung si botjah telah meronta-ronta
lagi untuk menerdjang kearah Mo Sim Djie Toh!
Tetapi Kiong Lie mana mempunjai kekuatan jang begitu
besar untuk melepaskan tjekalan tangan dari kawan-kawan Mo
Sim Djie Toh!
Njonja Sun sendiri telah tersadar dari pingsannja,
semangatnja djadi terbang lagi waktu pertama-tama jang
dilihat adalah keadaan suaminja jang sudah tidak bisa disebut
sebagai manusia lagi, telah didjagal oleh Mo Sim Djie Toh!
Njorija Sun ini djadi rubuh djatuh pingsan lagi.
Dari luar tahu-tahu telah menerobos masuk dua orang
kawan Mo Sim Djie Toh, mereka berkata dengan suara jang
lantang: "Kami telah mendjalankan tugas untuk membakar
gedung ini, bagian belakang gedung ini telah karni bakar .....!"
melapor mereka.
"Bagus!” berseru Mo Sim Djie Toh dengan girang ..
"Siapa jang ingin merasakan nikmat dunia, kulihat isteri situa
bangka she Sun ini tidak ada tjelanja, siapa sadja boIeh
memakainja dan memperkosanja!”
Tentu sadja anak buah Mo Sim Djie Toh djadi girang
sekali, tampak dua orang telah madju, mengulurkan tangannja

Antara Budi dan Dendam 22


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

menarik robek badiu njonja itu jang sedang dalam keadaan


pingsan.
Kiong Lie jang menlaksikan keadaan demikian, melihat
ibunja ingin ditelandjangi dan diperkosa, darahnja djadi
meluap. Dia djadi semakin kalap. Tetapi si-botjah tidak
mempunjai tenaga jang tjukup kuat, degan sendirinja dia tidak
berdaja dari tjekalan tangan orang Mo Sim Djie Toh jang kuat
sekali itu.
Si botjah achirnja hanja dapat berteriak-teriak dengan
suara menjajatkan, menangis menggerung-gerung, apa lagi
dilihatnja dengan mata kepala sendiri, beberapa orang Mo Sim
Diie Toh telah memperkosa ibunja silih berganti! Sikap orang-
orang Mo Sim Djie Toh itu sudan berobah sama seperti watak
binatang!
Sambil menangis menggerung-gerung, Kiong Lie djadi
tidak berani memandang kedjadian itu, ia telah membuang
muka kearah lain.
Hanja hati si-botjah djadi mentjelos waktu dia tiba-tiba
mendengar djeritan ibunja jang menjajatkan hati!
Rupanja ibunja telah tersadar dan meronta-ronta, dari
orang-orang Mo Sim Djie Toh Po Ling Bian telah selesai pula
memperkosanja, dengansebatang golok jang diajunkan oleh
salah seorang diantara orang-orangnja Mo Sim Djie Toh itu,
kepala Njonja Sun itu djadi terpisah dari batang lehernja,
mengelinding kedekat kaki Kiong Lie, sehingga si botjah bisa
melihat tegas sekali, betapa mata ibunja itu telah mendelik
besar, darahnja memenuhi batok kepala jang telah terpenggal
terpisah dari batang lehernja itu!

Antara Budi dan Dendam 23


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

"Ibuuu…..!!'' medjerit Kiong Lie dengan kalap, dan si


botjah djatuh terkulai, pingsan tidak sadarkan diri! Hebat
sekali gempuran jang diterima oleh botjah jang baru berusia
delapan tahun ini! Dihari ulang tahunnja dia telah menjaksikan
dengan mata kepalanja sendiri ajahnja disiksa begitu matjam
sehingga tidak menjerupai manusia lagi, dan melihat ibunja
djuga diperkosa lalu dibunuh dengan kepala jang terpenggal
terpisah dari batang lehernja….. dan kedjadian hebat ini seperti
djuga merupakan hadiah bagi ulang tahunnja jang kedelapan!
Api jang membakar bagian belakang gedung keluarga Sun
itu telah mulai berkobar besar dan merembet bagian-bagian
lainnja lagi.
“Pelajan-pelajan situa bangka she Sun ini babat habis
semua, djangan biarkan seorangpun lolos dari kematian!”
teriak Mo Sim Diie Toh.
Beberapa orang-orangnja telah berpentjar keluar dari
ruangan itu untuk membunuh-bunuhi para pelajan keluarga
hartawan Sun ini, dimana para pelajan itu sedang ketakutan
dengan tubuh gemetaran, tahu-tahu djiwa mereka telah
direnggut oleh malaikat maut ketika golok dan pedang orang-
orang Mo Sim Djie Toh telah bekerdja dengan tjepat!
Darah membandjri gedung keluarga Sun ini, benar- benar
mengenaskan sekali kedjadian jang telah menimpa keluarga
hartawan she Sun tersebut!
Sedangkan Mo Sim Djie Toh sendiri telah mengangkat
pedangnja lagi, ditusukkannja arnblas dalam sekali didanja Sun
An Ting, amblas sampai nembus punggung. Tubuh hartawan
she Sun itu hanja menggeletar sedjenak, kemudian sudah tidak
bisa bergerak lagi, tidak berkutik sedikitpun, karena arwahnja

Antara Budi dan Dendam 24


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

telah melajang ..... dia telah mati! Dan siksaan-siksaan hebat


itu berachirlah dengan kematiannja.
Setelah mentjabut kembali pedangnja, Mo Sim Djie Toh
menghampiri Kiong Lie jang kala itu tengah ditjekal oleh dua
orang Mo Sim Djie Toh dalam keadaan pingsan.
“Hmmm…..membabat rumput harus dengan akarnja
sekalian!” mengotjeh Sim Djie Toh dengan suara jang
menjeramkan. “Membabat rumput harus dengan akar-akarnja!”
dan setelah menggumam begitu, dengan mata jang
memantjarkan hawa pembunuhan jang kedjam luar biasa,
mengandung kebengisan jang menjeramkan sekali, perlahan-
lahan pedangnja telah diangkat akan ditabeskan kebatang leher
Kiong Lie jang saat itu masih terkulai dalam keadaan pingsan.
Tjahaja sinar pedang itu menjambar kearah batang leher
Kiong Lie, dan djiwa sibotjah inipun sukar untuk dilindungi
lagi, pasti dia akan menjusul ajah dan ibunja jang telah
mendahulutnja menudju keacherat! Kalau sampai botiah inipun
terbunuh habis bersihlah kerurunan Sun, berarti djuga memang
benar perkataan Mo Sim Djie Toh, membabat rumput harus
dengan akarnja, Pendeta Berhati Iblis ini tidak mau
menanggung risiko dibelakang harinja. Kalau Kiong Lie
dibiarkan hidup terus, berarti dikemudian hari sedikit banjak
Pendeta Berhati Iblis ini pasti menghadapi ekor peristiwa
ini…… itulah jang tidak diinginkan oleh Mo Sim Djie Toh!
Pedangnja telah beikelebat tjepat disertai suara tertawa Mo
Sn Djie Toh kearah batang leher sibotjah Sun Kiong Li…..!
–––––
TETAPI dikala djiwa Sun Kiong Lie terantjam kematian
seperti itu, dikala pedang Mo Sim Djie Toh Po Ling Bian hanja

Antara Budi dan Dendam 25


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

terpisah beberapa dim lagi, tarnpak menerobos sesosok


bajangan dengan gesit sekali, sambil berkelebat begitu, sosok
tubuh tersebut telah mengajunkan tangannja, sebutir batu
kerikil telah menghantam pedang Mo Sim Djie Toh, sehingga
pedang itu mentjong arahnja, hanja menggores sedikit pada
leher Sun Kiong Lie.
Mo Sim Djie Toh kaget luar biasa, karena serangan batu
kerikil itu ternjata kuat sekali. Dia sampai mengeluarkan
seruan kaget dan tjepat-tjepat membalikkan tubuhnja.
Dihadapannja telah berdiri seorang lelaki setengah baja berusia
empat puluh tahun. Orang ini memakai badju bulu,
dandanannja itu seperti seorang pemburu, Mukanja penuh
welas asih dan memelihara djenggot jang tjukup pandjang,
"Kau ..... siapa kau?” bentak Mo Sim Djie Toh dengan
gusar, "Benar-benar kau tidak mengenal mampus berani
mentjampuri urusanku…..!"
Orang-orang Mo Sim Djie Toh djuga waktu mendengar
djeritan tertahan Mo Sim Djie Toh Po Ling Bian djadi kaget,
dan ketika melihat sosok tubuh itu adalah orang jang
berpakaian pemburu itu, tjepat-tjepat mereka memetjarkan diri
mereka untuk mengurungnja.
Tetapi sikap orang jang berpakajan seperti pemburu ini
sangat tenang sekali,
"Lohu Wong Sun Tin ..... !'' menjahuti orang jang
berpakajan sererti pemburu itu, sabar sekali suaranja,
“Memang benar tidak seharusnja aku mentjampuri urusas
orarg lain, sebab mungkin diantara kalian dengan keluarga ini
mempuniai latar belakang permusuhan jang sudah tidak bisa
diselesaikan oleh mulut! Namun sikap kalian dan apa jang
dilakukan oleh kalian benar-benar diluar perikemanusiaan,

Antara Budi dan Dendam 26


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

kalian terlalu kedjam, karena bukan sekaligus membunuhnja,


majah kalian telah menjiksa orang-orang ini….. sikap dan
watak kalian menjerupai binatang, memperkosa, membunuh
dan menjiksa terlehih dahulu, maka aku si orang she Wong
tidak bisa berpeluk tangan menjaksikan peristiwa ini tanpa
bertindak apa-apa.....!”
Mendengar perkataan Wong Sun Tin, muka Mo Sim Djie
Toh djadi berobah hebat, dia gusar bukan main.
"Hmmm ..... kau benar-benar mentiari mampus dengan
membenturku Mo Sim Djie Toh Po Ling Bian!" kata orang she
Po tersehut dengan murka. ''Baik! Baik! Rupanja kau mau
mendjadi Kauw Sin untuk membela Tju Kat!''
Jang dimaksud oleh Mo Sim Djie Toh dengan perkataan
„mendjadi Kauw Sin untuk membela Tju Kat' ialah perkataan
itu diambil dari tjerita sedjarah, karena Kauw Sin adalah
bangsa Han, jang telah berdjuang mati-matian untuk membela
negara dari serangan tentara Boan-tjiu, sampai achirnja
seorang Djenderal tjerdik pandai jang telah membela negara
mati-matian jang bernama Tju Kat telah ditangkap oleh
pemerintah atas fitnahan Thaykam-thaykam (Dorna-dorna)
didalam istana. Mengetahui itu, Kauw Sin te1ah mendatangi
istana dan menemui Hongsiang (kaisar/radja) untuk
memproresnja, sampai achirnja atas perdjuangan Kauw Sin,
maka radja bisa dibuka pikirannia, dan membebaskan dan
membersihkan nama Tju Kat, serta menganugerahkan pangkat
kepada Kauw Sin dengan mengangkatnja mendjadi seorang
pembesar dengan djabatan Djenderal pula! Itulah sebabnja,
penduduk daratan Tionggoan sangat mengenal Kauw Sin ini.
Wong Sun Tin telah tertawa dingjn, "Aku orang she Wong
mana bisa mempunjai redjeki begitu besar disamakan dengan

Antara Budi dan Dendam 27


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Kauw Sin Tjianghu, hmm, aku hanja ingin membela keadilan


belaka…..!” katanja tawar.
Waktu Wong Sun Tin berkata-kata begitu, Mo Sin Djie
Toh telah memberikan isjarat kepada orang-orangnja, dan
diam-diam tiga orang kawan Mo Sim Djie Toh telah mendekat
belakang Wong Sun Tin, lalu tiba-tiba sekali mereka
mengajunkan sendjata mereka untuk menjerang Wong Sun Tin
setjara membokong.
Orang she Wong itu merasakan sambaran angin serangan,
tjepat luar biasa kakinja digeser, lalu tubuhnja berputar, dengan
sangat gesit tahu-tahu kedua tangannja bekerdja, mendjepit
sendjata dari ketiga penjerangnja itu diantara djari telundjuk
dan djari tengah tangannja! Hebat sekali apa jang dilakukan
oleh Wong Sun Tin. Dan dia tidak berhenti sampai disitu sadja,
sambil mengeluarkan bentakan keras dia menghentak, maka
tampak ketiga tubuh ketiga penjeangnja tidak mampu menahan
betotan itu, mereka terjerumus kedepan.
Disaat ketiga tubuh orang ini sedang terdjerunuk kedepan
kearah dirinja, kedua kaki Wong Sun Tin telah bekerdja
bergantian, mendupak ketiga orangnja Mo Sim Djie Toh,
sehingga ketiga orang itu terpental dengan mengeluarkan suara
djeriran jang mejatkan, dan tidak bisa bangun lagi, karena
tubuh mereka telah kaku dan djiwa mereka djuga telah
metajang!
Mo Sim Ojie Toh djadi mengeluarkan seruan gusar,
dengan mengeluarkan bentakan: “Hadjar…..!” memerintahkan
orang-orangnja untuk menjerbu menjerang kepada orang she
Wong ini dia telah melompat madju untuk melantjarkan
serangan djuga!

Antara Budi dan Dendam 28


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Tetapi Wong Sun Tin ternjata lihay sekali, gerakan


tubuhnja juga lintjah luar biasa, dia berlaku tenang dan sabar,
menantikan setiap serangan hampir mengenai dirinja, barulah
kedua tangan dan kakinja bergerak. Terlihat beberapa orang
Mo Sim Djie Toh telah terguling-guling terpental akibat
pukulan dan tendangan dari Wong San Tin, tetapi orang-orang
itu tidak sampai mati, karena dengan tjepat mereka telah
merangkak bangun dan menjerbu lagi.
Ketika perkelahian tengah berlangsung, ketika Wong Sun
Tin harus menghadapi belasan lawannja, Sun Kiong Lie telah
tersadar dari pingsannja. Sia merasakan kedua tangannja sudah
tidak tertjekal lagi, karena orang-orang Mo Sin Djie Toh jang
tadi telah menangkap dan mentjekal telah ikut mengerojok
Wong Sun Tin. Sibotjah mengutjek-ngutjek matanja, dan
waktu dia teringat apa jang telah terdjadi, sibotjah masih
menangis sedih sekali. dia melihat betapa ada seorang lelaki
jang tidak dikenalnja, jang berusia sekitar empat puluh tahun
tengah melabrak Mo Sim Djie Toh beserta orang-
orangnja…..!”
Pertempuran jang tengah berlangsung itu hebat sekali,
karena setiap gerakan tangan Wong Sun Tin selalu membawa
angin serangan jang kuat sekali, dan pasti ada salah seorang
lawannja jang terguling. Ternjata Wong Sun Tin merupakan
seorang hiapkek (pendekar) jang mempunjai kepandaian tinggi
sekali, sebab menghadapi kerojokan belasan orang itu, dia bisa
menghadapi dengan tenang. Malah tampaknja Mo Sim Djie
Toh berikut orang-orangnja telah terdesak hebat.
Wong Sun Tin tampaknja berternpur tanpa berlaku
sungkan-sungkan lagi, dia telah menjaksikan tadi betapa majat
Sun Ao Ting jang telah hantjur tidak menjerupai manusia lagi,
batok kepala njonja Sun jang telah terpenggal terpisah dari

Antara Budi dan Dendam 29


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

batang lehernja ..... kedjahatan itu sangat dibentjinja, maka


setiap dia melakukan penjerangan, selalu sadja serangannja
hebat luar biasa.
Malah suatu kali, dikala Mo S'rn Djie Toh tengah
melantjarkan pedangnja menusuk kearah dada Wong Sun Tin
sambil mengeluarkan seruan keras jang bengis, maka tampak
tubuh Wong Sun Tin telah berputar setengah lingkaran, tahu-
tahu tangannja telah terulurkan, entah dengan tjara bagaimana,
karena gerakannja amat tjepat, dia telah bisa merebut pedang
Mo Sim Djie Toh, lalu pada saat jang hampir berbarengan,
pedang jang sudah pindah tangan itu berkelebat dan menembus
dada Mo Sim Djie Toh, muntjul ujung pedang itu dibelakang
punggung orang she Po ini!
Mo Sim Djie Toh seperti djuga orang jang terkedjut dan
terkesima, dia tidak mengeluarkan suara djeritan, hanja
terdengar dari mulutnja keluar suara „nggeeekkk!' jang
perlahan, matanja mendelik lebar mengawasi Wong Sun Tin,
tubuhnja bagaikan patung, hanja darah jang telah mengutjur
membasahi tubuhnja dari tempat jang terluka itu, karena
diantungnja jang telah ditembusi oleh pedangnja sendiri itu!
Orang-orang Mo Sim Djie Toh tentu sadja djadi terkedjut,
mereka berdiri memamng, untuk sesaat lainnja pertempuran
djadi terhenti dengan sendirinja.
Tarnpak tubuh Mo Sim Djie Toh pelahan-lahan melosoh
kelantai, dan ketika Wong Sun Tin melepaskan tjekalannja,
pada gagang pedang itu, tubuh Mo Sim Dje Toh telah rubuh
rebah dilantai sudah tidak bernjawa lagi, sebab tadi waktu
pedang itu amblas didalam dadanja, memang djiwa Mo Sim
Djie Toh telah melajang meninggalkan raganja disaat itu
djuga.

Antara Budi dan Dendam 30


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Mempergunakan kesempatan dikala orang-orang Mo Sim


Djie Toh tengah memandann bengong atas kedjadian ini,
karena pernimpin mereka telah terbunuh mati, maka Wong
Sun Tin telah mentjabut pedangnja sendiri, tahu-tahu tubuhnja
telah bergerak-gerak seperti bajangan, disusul oleh suara
djeritan jang beruntun, tarnpak orang-orang Mo Sim Djie Toh
itu djadi kutjar katjir dengan kadua tangan mereka masing-
masing telah kutung ditabas oleh Wong Sun Tin.
Hebat sekali orang she Wong ini, karena hanja didalam
sekedjapan sadja dia telah bisa membikin belasan orang-orang
Mo Sin Djie Toh itu djadi manusia bertjatjat tanpa mempunjai
kedua tangan lagi!
"Tjepat menggelinding enjah dari tempat ini sebelum
djiwa kalian kuhabisi sernuanja!” bentak Wong Sun Tin
dengan suara jang bengis.
Orang-orang Mo Sin Dite Toh djadi ketakutan luar biasa,
mereka telah berlari serabutan untuk meninggalkan tempat itu
dengan meninggalkan majat Mo Sin Ojie Toh menggeletak
dilantai, mereka tidak mau memperdulikannja lagi, karena
mereka sedang dalam ketakutan jang sangat.
Wong Sun Tin telah menghela napas waktu melihat orang-
orang itu kutjar-katjir berlari meninggalkan tempat tersebut.
Darah merah jang melekat dipedangnja telah disusutnja dengan
badju Mo Sim Djie Toh, lalu dimasukkan kedalam sarungnya
pula. Barulah orang she Wong itu menghampiri Sun Kiong
Lie, jang kala itu tengah berdiri bengong dengan air mata
berlinang-linang membasahi pipinja.
"Anak ..... mengapa bisa sampai terdjadi urusan dan
peristiwa seperti ini ?'' tanja dia dengan sabar, sepasang alisnja
jang tebal telah berkerut dalam-dalam melihat majat Sun An

Antara Budi dan Dendam 31


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Ting jang sudah tidak keruan bentuknja itu, dan majat njonja
Sun jang sudah tidak berkepala itu, karena batok kepala njonja
Sun jang tjantik itu telah menggelinding agak djauh dengan
majatnja itu.
Pertanjaan Wong Sun Tin ini menambah kedukaan Sun
Kiong Lie, sehingga dia djadi menangis tambah keras,
tubuhnja djuga menggigiil gemetaran.
Tahu-tahu botjah ini telah menekuk kedua kakinja, dia
berlutut dihadapan orang she Wong in;.
"Terirna kasih ..... terima kasih atas pertolongan jang
diberikan oleh In-kong….. kalau tadi tidak ada In-kong, entah
bagaimana djadinja.....” kata Sun Kiong Lie dengan
sesenggukan.
Wong Sun Tin menghela napas, dia djadi ikut berduka
menjaksikan keluarga Sun jang telah mendjadi porak polanda
berantakan ini.
"Bangunlah nak ...:..! tjoba kau tjeritakan segalanja
peristiwa ini kepadaku !" kata orang she Wong itu lagi dengan
sabar.
Dengan suara menggigil dan gemetar, Sun Kiong Lie telah
mentjeritakan awal peristiwa itu seperti apa jang telah dilihat
dan didengarnja.
Waktu mendengar sampai tjerita dimana njonja Sun
diperkosa bergantian oleh orang-orangnja Mo Sin Djie Toh
dan lalu setelah itu dipenggal kepalanja, membikin Wong Sun
Tin djadi murka bukan main.
"Biadab sekali! Mereka menierupai binatang sadja!”
memaki Wong Sun Tin dengan perasaan murka jang meluap-
luap didalam dadanja. "Kalau memang aku mengetahui telah

Antara Budi dan Dendam 32


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

terdjadi urusan seperti ini, pasti orang-orang Mo Lim Djie Toh


itu tidak ada satu orangpun jang akan kuberikan kesernpatan
hidup! Mereka terlalu djahat sekali .....!"
"Untung ada In-kong (tuan penolong), kalau tidak tentunja
akupun akan dibunuh oleh mereka!" kata Sun Kiong Lie
mengachiri tjeritanja.
Wong Sun Tin menghela napas, dia mentieritakan bahwa
kemuntjulannja itu tepat disaat pedang Mo Sim Djie Toh
tengah menjambar kearah batang leher si-borjah, untung sadja
dia masih keburu melontarkan batu kerikil jang dipungutnja
diluar sebelum dia menerobos masuk kedalam ruangan itu
melalui djendela.'
Sun Kiong Lie djadi menggigil, tangannja tanpa
disadarinja telah memegang lehernja. Mungkin kalau tidak ada
Wong Sun Tin pasti batok kepalanja itu telah terpisah darl
lahernja. Si botjah djadi menggidik sendirinja,
"Siapa narnarnu, nak?” tanja Wong Sun Tin achirnja
waktu dilihatnja Sun Kiong Lie hanja berdiam diri sadja
bengong memandangi majat ajah dan ibunja.
Sun Kiong Lie menjebutkan namanja.
"Dan nama ajahmu?” tanja Wong Sun Tin lagi,
"Sun An Ting....."
"Sun An Ting ?" menegaskan Wong Sun Tin dengan suara
seperti jang terkediut, mukanja djuga telah berobah hebat.
"Benar!” menjahuti Sun Kiong Lie sarnbil
menganggukkan kepalania. "Memangnja ada sesuatu jang
aneh, In-kong ?"

Antara Budi dan Dendam 33


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Wong Sun Tin telah menggelengkan kepalanja dengan


tjepat.
"Tidak! Tidak ada jang aneh !''' katanja tjepat, "Tjuma
sadja, aku telah mendengar narna besar ajahmu ! Sun An Ting
adalah seorang Hiapkhek jang mempunjai kepandaian sukar
untuk diukur dan didjadjaki sampai dimana tinggi dan
sempurnanja, Djarang sekali ada orang jang bisa
menandinginja! Terapi sekarang aneh sekali, mengapa
terhadap Siauw-tjut-siauw-tjut (banditbandit ketjil) jang tidak
ada namanja seperti Mo Sim Djie Toh. dia bisa dirubuhkan dan
dibinasakan demikian matjam tanpa berdaja sama sekali?''
tampaknja Wong Sun Tin benar-benar bingung,
Sun Kiong Lie agak kaget djuga mendengar bahwa ajahnja
sebetulnja adalah seorang pendekar besar didjaman itu. Dan
sedikit rasa bangga telah menjelinap didalam hati si-botjah.
"Tadi lupa kuterangkan kepada in-kong bahwa ajahku
sebetulnja telah merubuhkan dan membinasakan beberapa
orang-orang Mo Sim Djie Toh itu dengan mudah, namun tiba-
tiba ibu dan aku telah ditawan oleh beberapa orang diantara
mereka, dengan mengandalkan mata golok mereka dileher
kami ibu dan anak, mereka mengautjam ajah, sehingga ajah
tidak berdaja sama sekali, membiarkan sadja dirinja diikat
kedua kaki dan tangannja! Itulah sebabnja ajah djadi mati
penasaran disebabkan ingin menjelamatkan djiwa kami ibu dan
anak .....!” mendjelaskan Sun Kiong Lie lagi, dan bertjerita
sampai disitu, botjah ini telah menangis lagi,
Wong Sun Tin menghela napas dalam-dalam, dia djadi
ikut berduka djuga.
"Sudahlah, nak ..... tidak perlu kau menangisi jang sudah
pergi untuk selamanja..... mungkin ini jang dinamakan takdir!"

Antara Budi dan Dendam 34


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

hibur Wong Sun Tin dengan suara jang sabar. “Memang


sebetulnja harus disajangkan, seorang pendekar besar seperti
Sun Hiap-khek jang tampaknja sudah mengundurkan diri dan
ingin hidup tenang dengan keluarganja didesa ini, telah
mengalami kematian jang demikian menjedihkan!" dan
kembali Wong Sun Tin telah menghela napas lagi,
Sun Kiong Lie telah menghapus air matanja, hatinja
berduka sekali. Dihari ulang tahunnja, jang seharusnja begitu
membahagiakan hati si-botjah, dia menerima "hadiah" jang
begitu menjedihkan, hantjur dan berantakan keluarganja!
Baru sadja Wong Sun Tin ingin bertanja sesuatu lagi
kepada Sun Kiong Lie, tiba-tiba sekali api besar jang telah
membakar sebagian gedung itu, telah merernbet masuk
kedalam ruangan itu, menjambar masuk dan membakar bagian
karnar Lian Bu Thia ini dengan tiepat.
Wong Sun Tin diadi terkedjut sekali, dia seperti baru
teringat akan bahaja api itu, tjepat-tjepat dia menjarnbar tubuh
Sun Kiong Lie. "Kita harus menjelamatkan diri dulu dari
kebakaran ini !! .. katanja.
Sun Kiong Lie tidak menjahuti apa-apa, karena dia tahu-
tahu merasakan tubuhnja melajang tjepat, sekali, seperti
terbang, karena Wong Sun Tin telah mentjelat gesit melompati
djendela menerobos menerdjang api jang sedang berkobar
untuk menudju kepekarangan gedung itu,
Begitu tubuh Wong Sun Tin telah sampai dipekarangan
itu, dia mendengar suara gaduh jang berisk sekali, waktu dia
menoleh, dilihatnja sebagian besar gedung itu telah ambruk
akibat termakan api.

Antara Budi dan Dendam 35


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Diam-diam dia menghela napas dan mengeluarkan


keringat dingin, tjoba kalau tadi dia bergerak kurang tjepat,
bukankah dirinja bersama Sun Kiong Lie akan tertimbun dan
tertambus api disitu?!
Beberapa orang penduduk desa Wie kie-tjhung tengah
berdiri dikedjauhan dengan muka jang putjat, waktu melihat
ada sesosok bajangan jang melompat keluar dan gedung jang
tenguh terbakar itu, dan sosok tubuh itu menggendong seorang
botjah tjilik jang mereka kenali sebagai Sun Siauw-kong-tju
(tuan muda dari keluaga Sun), tjepat-tjepat mereka berlari
untuk mengbampiri.
Wong Sun Tin melihat orang-orang jang~ tengah berlari
menghampirinja, dia tidak mau dipusingi oleh mereka, maka
dengan tjepat sekali, kakinja telah mendjedjak tanah pula,
tubuhnja memjelat tjepat luar biasa, didalam waktu jarig
sekedjap sadja dia telah meninggalkan tempat itu tjukup djauh,
menghindarkan perternuannja dengan para penduduk desa
Wie-Kie-tjhung itu, sebab kalau orang-orang itu ditemuinja,
pasti mereka akan mengadjukan pertanjaan-pertanjaan jang
memusingkan kepalanja sadja!
Lama djuga Wong Sun Tin berlari-lari dengan memanggul
tubuh Sun Kiang Lie, sampai achirnja setelah berlari belasan
lie, dimuka sebuah kuburan ketjil dia telah berhenti dan
merurunkan Sun Kiong Lie dari dukungannja.
Menjesal sekali aku tidak bisa menjelamatkan majat ajah
ibumu, anak Lie!” kata Wong Sun Tin penuh penjesalan.
Sun Kiong Lie djuga djadi sangat berduka sekali, namun
memang sudah kedjadian demikian, dan dia sendiri djuga
malihat kobaran api jang begitu besar, dia djadi tidak bisa
mengatakan apa-apa.

Antara Budi dan Dendam 36


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

"Sekarang kau sudah tidak mempuniai keluarga lagi, anak


Lie, dan djuga sudah tidak mempunjai ajah dan ibu pula…..
kau sudah tidak mempunjri rumah untuk bernaungmu serta
harta untuk bekal hidupmu!
Maka dari itu, ke nana tudjuanrnu, nak?” tanja Wong Sun
Tin dengan sabar,
Sun Kiong Lie djadi sedih sekali, semua itu memang telah
disadarinja, Dia djadi menangis sesambat,
Wong Sun Tin membiarkan sadja botjah ini menangis
untuk melampiaskan perasaan sedihnja itu.
Setelah menargis puas, Sun Kiong Lie telah berdiri, di
rangkapkan kedua tangannja mendjura memberi hormat
kepada Wong Sun Tin, katanja dengan suara gemetar: "Terima
kasih atas budi dan pertolongan In-kong (tuan penolong), aku
Sun Kiong Lie tidak akan melupakan budi Inkong ini….. kalau
memang ke1ak aku Sun Kiong Lie bisa mempunjai
kesempatan jang baik, pasti akan kubalas kebaikan hati In-
kong…..!"
"Djangan kau berkata begitu, anak Lie…..!” kata Wong
Sun Tin rjepat, "Sekarang jang rerpenting aku ingin
mengetahui, sebetulnja kemana tudjuanmu setelah keluargamu
berantakan dan musnah demikian?!'
Sun Kiong Lie menggelengkan kepalanja dengan sedih,
matana telah murah lagi hampir menangis pula.
"Entahlah In-kong, aku sendiri belum mengetahui!"
menjahuti Sun Kieng Lie.
Wong Sun Tin menghela napas, dia mengerti akan
kesulitan jang sedang dan akan dihadapi oleh botjah she Sun
tersebut. Tiba-tiba orang she Wong ini memperoleh sematjam

Antara Budi dan Dendam 37


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

pikiran, maka katanja tjepat, “Anak Lie ..... aku mempunjai


usul, kalau memang kau tidak mentjela, bagaimaoa kalau aku
mengambil kau mendjadi anakku…..?”
Sun Kiong Lie diadi kaget sekali mendengar pertanjaan
orang she Wong ini.
"In-kong .....!?'' tergetar suara si-botjah waktu
mengurjapkan perkataan itu,
Wong Sun Tin tersenjum penuh welas asih.
“Aku telah mempunjai seorang putera dan seorang puteri,
usia mereka tidak berbeda djauh denganmu, Kiong Lie,
puteraku berusia tiga belas tahun, sedangkan puteriku tahun ini
memasuki usianja enam tahun! Kalau memang kau mau ikut
bersamaku hidup didalam rumah jang sederhana dan tidak
mentjela akan kemiskinan keluarsa Wong, aku bersedia
mengambilmu mendjadi putera angkatku!” mendjelaskan
Wong Sun Tin lagi,
Sun Kiong Lie djadi terharu sekali, air matanja
mengembang waktu mendengar tawaran dari orang she Wong
jang baik hati itu. Tahu-tahu si-botjah telah menekuk kedua
kakinja berlutut, sambil menangis sesambatan.
"Terima kasih Thia (ajah) terima kasih atas budi kebaikan
Thia-thia!" kata si-botjah dengan suara sesambatan.
Tjepat-tjepat Wong Sun Tin memimpin sibotjah agar
bangun dari berlututnja itu.
''Marilah anakku ..... pulang kerumah kita!" kata Wong
Sun Tin dengan suara jang sabar, penuh kasih sajang.
Sun Kiong Lie hanja bisa mengangguk sadja karena
tubuhnja gemetar saking terharu. Disaat dia menghadapi

Antara Budi dan Dendam 38


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

kesulitan demikian, ternjata telah muntjul seorang dewa


penolong jang telah begitu baik hati mengangkat dia mendjadi
putera angkatnja, dan bersedia mendjadi ajah angkat si-
botjah.....!
Benar-benar Wong Sun Tin merupakan seorang manusia
berhati baik dan lernbut….. rupanja dia kasihan melihat nasib
Sun Kiong Lie jang begitu buruk, apa lagi dia memang telah
mengetahui bahwa Sun Kiong Lie adalah keturuaan tuaggal
dari seorang djago besar pada djaman itu, Sun An Ting, jang
telah terbunuh dengan tjara penasaran dan kotor olea Mo Sim
Djie Toh bersama kawan-kawannja itu......
Si-botjah she Sun itu bersama-sama dengan ajah angkatnja
ini telah meninggalkan tempat itu, untuk pulang „kerumah
kita', seperti jang dikatakan oleh Wong Sun Tin tadi, jang terus
sadja telah menganggap rumahnja sebagai rumah dairi anak
angkatnja djuga.
––––––––

RUMAH Wong Sun Tin terletak dikota Siu-po-kwan, raka


djarak dari kampung Wie-ke-tjung dengan kota Siu-po-kwan
terpisah kurang lebih empat ratus lie, akan memakan waktu
perdjatanan hampr tiga atau empat hari. Kalau memang
menrpergnnakan kuda untuk melakukan perdjalanan menudju
ke Siu po-kwan, mungkin hanja didalam satu hari setengah
mereka sudah tiba, namun Wong Sun Tin sengadja mengadjak
Sun Kiong Lie untuk melakukan perdjalanan dengan berdjalan
kaki sadja, sebab Wong Sun Tin ingin menghibur dulu si-
botjah dari perasaan dukanja itu.

Antara Budi dan Dendam 39


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Didalarn perdialanan mereka itu, baniak jang ditjeritakan


oleh Wong Sun Tio, termasuk riwajat dirinja.
Crang she Wong ini ternjata seorang djago silat jang
ternama didalam rimba persilatan, dia berasal dari pintu
pergurnan Siauw-lim-sie turunan jang keempat puluh tudjuh,
Sedjak lulus dari peladjaran ilmu silat itu, Wong Sun Tin
telah berkelana didalam kalangan Kang-ouw (sungai telaga),
banjak melakukan perbuatan-perbuatan mulia untuk menolong
sesama manusia jang sedang ditimpa kesukaran. Dengan tjepat
nama Wong Sun Tin membubung naik tinggi dan disegani oleh
orang dari rimba persilatan. Narnun setelah berusia dua puluh
tudjuh tahun, dia telah menikah dengan seorang gadis jang
berasal dari rimba persilatan, setelah memperoleh seorang
putera dan seorang puteri, keduanja telah bersepakat untuk
mengundurkan diri dari dunia persilatan karena mereka sangat
menguatirkan keselamatan putera dan puteri mereka kalau
sampai mereka masih melakukan terus pengelanaan mereka
didalam rimba persilatan.
Begitulah keduanja telah mengadjak putera-puteri mereka
menetap di kota Siu-po-kwan. Sebagai mata pentjahariannja
Wong Sun Tin telah melakukan pekerdjaan berburu, dan
disebabkan kepandaiannja jang tinggi, dengan mudah dia bisa
menangkap biruang atau harimau jang diinginkannja. Hari
itupun ketika keluarga Sun An Ting tengah disateroni oleh Mo
Sim Djie Toh dan kawan-kawannja, kebetulan Wong Sun Tin
berada diluar kampung Wie-kie-tjhung, maksudnja ingin
memburu biruang putih jang terdapat banjak sekali didalam
hutan sebelah Tenggara kampung Wie-kie-tjhung ini. disaat-
saat mendjelang musim dingin seperti itu, akan banjak sekali
biruang-biruang putih jang berkeliaran didalam hutan itu.

Antara Budi dan Dendam 40


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Tiba ketika Wong Sun Tin jang tengah beristirahat


dibawah sebatang pohon besar, telah melihat sinar api
berkobar dari kampung Wie kie-tjhung, dia djadi heran sekali,
menduga-duga apa jang telah terdjadi didalam desa We kie-
tjhung itu. Dengan mempergunakan Ginkang (ilmu
meringankan tubuh) nja. dia telah berlari-lari menudju
kekampung Wie-kie-tjhung, dan betapa kagetnja waktu dia
sampai ditempat kebakaran itu, jaitu gedung Sun An Ting, dia
menjaksikan kedjadian jang begitu mengenaskan jang telah
menimpa diri Sun An Ting suami-isteri dimana Wong Sun Tin
melihiat Mo Sim Djie Toh telah membunnh Sun An Ting dan
isterinja dengan tjara jang kedjam sekali.
Kedatangan Wons Sun Tin bertepatan dan kebetulan sekali
dikala Sun Kiang Lie sedang menghadapi bahaja kematian
karena lehernja akan ditebas oteh pedang Mo Sim Djie Toh,
dengan tjepat dan tanpa pikir pandjarg lagi, orang she Wong
ini telah turun tangan untuk menolong Sun Kiong Lie,
sehingga djiwa siborjah bisa diselamatkannja!
Sun Kionu Lie setelah mendengar tjerita Wong Sun Tin,
djadi berterima kasih dan bersjukur kepada Thian, banwa
biarpun bukan tangannja sendiri jang membalaskan sakit hati
dan penasaran terhadap kekedjaman Mo Sim Djie Toh, namun
dengan terbunuhnja Mo Sim Dje Toh dan diobrak-abrik
kawan-kawannja orang she Po itu, oleh Wong Sun Tin, bisa
diartikan bahwa sakit hati Sun Kiong Lie telah terbalaskan.
Begitulah, Sun Kiong Lie dan Wong Sun Tin telah
melakukan perdjalanan selama empat hari, achirnja mereka
tiba dikota Siu-po-kwan,
Rumah Wong Sun Tin ternjata tjukup besar, dengan
sebuah pekarangan jang tjukup luas, Kedatangan Wong Sun

Antara Budi dan Dendam 41


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Tin telah disambut oleh isteri dan putera-purerinja, jaitu


seoraug anak lelaki tanggung berusia sekitar tiga belas tahun,
bermuka tjakap, mempunjai alis jang tebal, dan berpakaian
perlente. Sedangkan puteri Wong Sun Tin itu berusia kira-kira
tudjuh tahun, mukanja manis sekali, sikapnja djuga lutju dan
mandja.
Lie djie (anak Lie), ini adalah kakak mu jang bernama
Wong Thian Hong, sedangkan ini moy-moy (adik
perempuan)mu namanja Wong Mi Lan.” Kata Wong Sun Tin
memperkenalkan kedua putera-puterinja itu. dan kepada
mereka djuga telah diperkenalkan nama Sun Kiong Lie.
Namun karena Sun Kiong Lie telah diangkat sebagai putera
angkat dari Wong Sun Tin, dengan sendirinja mau tidak mau
dia harus mempergunakan she (nama keturunan) dari Wong
Sun Tin, maka namanja dirobah mendjadi Wong Kiong Lie.
Kepada isterinja. jang bernama Ang Djie Lan. telah
ditjeritakan riwajat Kiong Lie, sehingga njonja Wong inipun
djadi merasa iba dan kasihan terhadap nasib buruk Kiong Lie.
Prihal pengangkatan anak terhadap diri Kiong Lie oleh Wong
Sun Tin, djuga telah ditjeritakan oleh pemburu she Wong ini.
“Nah Lie djie (anak Lie), kata njonja Wong sambil
tersenjum sabar. ''Untuk selandjutnja kau tinggal bersama-
sama kami, mudah-mudahan rumah ini menjenangkan hattimu,
senang susah akan kita rasakan bersama-sama. Dan Thian
Hong dengan sendirinja mendjadi kakakmu, sedangkan Mu
Lan mendjadi adikmu! Sekarang kalian telah terangkap
sebagai kakak adik, maka baik-baiklah kalian bersaudara,
harus saling kasih mengasihi, tjinta mentjintai!”
Kiong Lie sangat berterirna kasih atas kebikan dan
keramahan njonja Wong ini, jang telah menerima kehadirannja

Antara Budi dan Dendam 42


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

sebagai putera angkatnja. Untuk selandjutnja, Kiong Lie djuga


memanggil Njonja Wong ini dengan sebutan Mama.
Wong Mu Lan ternjata seorang gadis tjilik jang lintjah
sekali, biarpun usianja baru tudjuh tahun, namun ternjata
otaknja tjerdas sekali, dia mengerti bahwa saat itu 'kakak
angkatnja tengah berduka, maka si gadis tjilik ini telah
memaksa Kiong Lie untuk pergi djalan-djalan dipekarangan
rumahnja, guna memetik bunga dan saling main kedjar-
kedjaran. Walar pun mreka baru satu hari terangkat sebagai
hubungan kakak dan adik, toch sikap mereka telah begitu
intim, seperti djuga saudara kandung belaka.
Tetapi berbeda dengan Wong Mu Lan, maka sikap Thian
Horg sangat berlainan sekali menerima kehadiran Kiong Lie.
Entah mengapa, dia bersikap kaku sekali, setiap kali Kiong Lie
mengadjaknja untuk bertjakap-tjakap, selalu sadja Thian Hong
manjahutinja satu patah sadja dan sangat ketus, sikapnja tawar
bukan main. Mungkin djuga Thian Hong merasakan dengan
adanja Kiong Lie didalam lingkungan keluarganja, maka dia
seperti memperoleh seorang saingan, jang mungkin bisa
memetjahkan kasih sajang ibu dan ajahnja, karena kasih sajang
ibu dan ajahnja pasti akan terbagi kepada diri Kiong Lie.
Tegasnja Thian Hong tidak senang menerima adanja Kiong Lie
didalam lingkungan keluarganja, apalagi kedudukan Kiong Lie
sebagai putera angkat dari ajah dan ibunja Thian Hong ini.
Sikap Thian Hong ini sebetulnja tidak lolos dari mata
Wong Sun Tin dan isterinja, namun kedua orang tua dari Thian
Hong in hanja menganggap bahwa sikap kaku dari Thian Heng
mungkin djuga hubungan mereka masih tjanggung disebabkan
kehadiran Kiong Lie di tengahtengah lingkungan keluarga
mereka begitu mendadak dan belum bisa diterima oleh Thian
Hong. Wong San Tin dan isterinja hanja mengharapkan kalau

Antara Budi dan Dendam 43


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

nanti setelah Kiong Lie agak lama berada di lingkungan


mereka, hubungan Thian Hong, Mu Lan dan Kiong Lie bisa
rukun dan saling menjintai sebagai saudara kandung sadja
lajaknja.
Tetapi Wong Sun Tin dan isterinja sedikitpun tidak pernah
mengetahui bahwa sikap kaku dan tawr dari Thian Hong itu
akan merupakan awal dari suatu kedjadian jang benar-benar
hebat sekali, jang akan bergelaombang dalam keluarga she
Wong tersebut, hingga achirnja muntjullah kisah :
“ANTARA BUDI DAN DENDAM” ini!
––––––––

SEDJAK PAGI hudjan saldju masih turun sadja, kapas-


kapas saldju jang putih berkilat menjilaukan mata itu telah
turun tjukup deras dan mendjelang sore hari saldju masih sadja
turun terus.
Sedjak siang itu, perasaan malas selalu menguasai diri
Kiong Lie, sibotjah mendekam terus diatas pembaringan jang
terdapat didalam kamarnja. Hawa dingin itu menjebabkan si
botjah djadi tidak ingin meninggalkan pembaringannja karena
dia lebih banjak berdiam diatas pembaringan membatja-batja
kitab-kitab dan udjar-udjar kuno.
Tetapi ketika mendjelang Tjut-sia (kurang lebih jam empat
sore) pintu kamar Kiong Lie diketuk orang dari luar..
“Siapa?” tanja Kiong Lie sambil melompat turun dari
pembaringannja.

Antara Budi dan Dendam 44


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

“Aku, Lie ko!” terdengar suara jang njaring dari seorang


gadis ketjil.
Kiong Lie segera djuga mengenali suara itu adalah suara
Mu Lan, adik perempuannja.
Tjepat-tjepat si botjah membuka pintu kamarnja .. dan Mu
Lan telah n em.isus i karnarnja, dan Mu Lan telah memasuki
kamarnja.
“Kau tidak keluar Lie-ko (kakak Lie)?” tanja Mu Lan
sambil tersenjum nakal memandang Kiong Lie.
“Tidak!" Kiong Lie menggelengkan kepalanja "Udara
demikian dingin, unruk apa bermainmain diluar?”
Gadis tjilik Mu Lan itu tertawa lagi, njaring dan bening
suaranja.
“Tetapi malam ini ajah meminta kau untuk datang
kepekarangan di belakang rumah sekitar djam dua belas tengah
malam, ada djurus-djurus baru jang akan diturunkan oleh ajah
kepada kita bertiga!” mendjelaskan Mu Lan.
“Ohhh….. baiklah kalau begitu!” kata Kiong Lie agak
terkedjut. “Ajah sangat baik sekali, karena ajah tidak
membeda-bedakan dalam menurunkan ilmu silatnja diantara
kita bertiga, apa jang kalian peroleh tentu akan diberikan djuga
kepadaku…..! entah bagaimana aku baru bisa membalas budi
ajah jang setinggi gunung dan sedalam lautan itu?”
Mu Lan tersenjum.
“Tjukup asal kau baik-baik mendengarkan setiap
peladjaran jang diturunkan oleh ajah dan melatih diri dengan
tekun, tentu ajah sudah gembira sekali. “Djangan seperti Hong-
ko, lagaknja seperti radja sadja dan sering membandel terhadap

Antara Budi dan Dendam 45


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

perintah ajah! Sikap jang begitulah jang paling


mendjengkelkan hati ajah…..!”
Jang dimaksud oleh Mu Lan dengan sebutan Hong-ko
adalah Thian Hong.
Mendengar perkataan Mu Lan, Kiong Lie djadi tersenjum.
“Kau djangan main tundjuk dan sembarangan
mempersalahkan Hong-ko sadja!” kata Kiong Lie. “Mungkin
djuga Hong-ko kurang berminat mempeladjari ilmu silat,
maka dia djadi tidak begitu bersemangat untuk berlatih diri!”
“Hmmm….. kau mau membelanja?” kata Mu Lan sambil
memonjongkan mulutnja jang ketjil itu. “Aku sudah
mengetahui sifat Hong-ko djelek sekali, dia terlalu sering
tjepat marah, sok djagoan, didalam rumah ini ingin
diperlakukan sebagai radja…..! Hmm, lihat sadja sikapnja
terhadap dirimu, dia begitu angkuh dan tjongkak, apakah kau
kira aku tidak mendongkol melihatnja?”
“Hus! Tidak boleh kau berkata begitu Lan-moy (adik
Lan).” kata Kiong Lie tjepat. “Kalau ajah mendengar hal ini,
kau dengan Hong-ko tidak akur, bukankah akan menambah
kedjengkelan hati ajah sadja?”
“Hmm….. kau kira ajah tidak mengetahui semua ini?”
kata Mu Lan sambil mendjebikan bibirnja. “Kalau aku melihat
sikapp Hong-ko jang begitu dingin dan sering membentak-
bentak dirimu, hmm aku selalu memberitahukan kepada
ajah…..! dan ajah selalu memanggil Hong-ko untuk diberi
teguran…..!”
Mendengar perkataan Mu Lan, Kiong Lie djadi kaget
sendirinja.

Antara Budi dan Dendam 46


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

“Heh….. untuk apa kau memberitahukan hal itu kepada


ajah?” tanjanja tidak senang. “Bukankah Hong-ko tjukup baik
memperlakukan diriku?”
"Sudahlah ..... kau djangan pura-pura melindungi dia!”
kata Mu Lan. "Ajah dan ibu djuga sering menjaksikan sendiri
sikapnja jang buruk itu terhadapmu.....!'"
"Tetapi Lan-moy..... kata Kiong Lie dengan ragu-ragu,
sepasang alisnja djadi berkerut dalam-dalam.
'"Ada apa lagi, Li~ko ?! Apakah kau tidak senang kalau
aku selalu memberitahukan sikap-sikap buruk Hong-ko itu
kepada ajah?” tanja Mu Lan sambil memandang tadjarn
kepada Kiong Lie.
Kiong Lie terdiam sesaat, tetapi achirnja dia mengangguk
djuga.
''Ja..... karena Hong-ko tentu dengan sendirinja akan
bertambah bentji sadja kepadaku! Setiap kali ajah memberikan
teguran kepadanja, tentu rasa bentjinja itu akan bertambah
djuga!'” menjahuti Kiong Lie.
''Biarkan sadja ….. mengapa harus takut dia membentji
dirimu ..... ?" menanggapi Mu Lan dengan suara jang njaring.
Tampaknja gadis tjilik ini sangat mendongkol sekali terhadap
kakak kandungnja itu, Thian Hong.
''Kalau Perlu malah aku akan memberitahukan kepada ajah
lagi umpamanja dia masih memperlihatkan sikapnja jang kasar
itu kepadamu, agar ajah memberlkan teguran jang lebih keras
lagi kepadanja!”
"Ach, Lan moy, kau benar-benar tidak tahu urusan…..!”
kata Kiong Lie djadi bingung dan berkata dengan suara
tergagap.

Antara Budi dan Dendam 47


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

"Hmmm ..... kau menganggap aku tidak mengerti urusan?”


tanja Mu Lan sambil tjemberut, hatinja tidak senang Kiong Lie
menganggap dia masih tertalu ketjil sekali dan tidak
mengetahui urusan. "Sudanlah….. kalau memang kau ingin
membela Hong-ko, untuk seterusnja kita tidak usah birjara
lagi…..! dan setelah berkata begitu, si-gadis tjilik tersebut telah
memutar lubuhnja akan melangkah keluar dari kamar Kiong
Lie, matanja telah merah, tampaknja Mu Lan seperti ingin
mewek.
Kiong Lie djadi gugup, tjepat-tjepat dia telah melompat
menghadang didepan Mu Lan.
"Tunggu dulu adik Lan..... dengarkanlah dulu
perkataanku!" kata Kiong Le gugup.
"Apa lagi jang ingin kau katakan ? Bukankan kau anggap
aku telah salah bitjara dan Hong-ko adalah manusia paling
baik didalam pandangan matamu?” tegur Mu Lan dengan
mendongkol.
Kiong Lie djadi tersenjum.
"Kau, kalau begitu ternjata telah salah paham!'' kata Kiong
Lie dengan tjepat, "Dengarlah adik Lan ..... aku sedikupun
tidak ada didalam hati untuk mempersalahkan dirimu, kau
tidak salah bitjara, aku mengerti maksud baikmu itu, karena
kau menginginkan agar Hong-ko memperlakukan diriku lebih
baik lagi, bukan ? Ah! sebetulnja malah harus mengutjapkan
terima kasih kepadarnu ..... !" Kiong Lie membudjuk gadis
ketjil jang sedang ngambek itu.
“Tetapi tadi mengapa kau mengatakan bahwa aku masih
tertalu ketiil dan tidak mengerti urusan?!" meradjuk Mu Lan
sambil monjongkan mulutnja.

Antara Budi dan Dendam 48


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Kiong Lie djadi terkedjut mendengar pertanjaan gadis


tjilik tersebut.
"Aku ..... aku tidak mengatakan kau masih terlalu ketjil,
aku hanja bilang kau belum mengerti urusan, adik Lan ..... !
kata Kiong Lie tambah gugup,
"Sudahlah! Kau memang pintrar bitjara!" kata Mu Lan
diadi mendongkol lagi. ''Memang aku jang sealu bertindak
bodoh, aku jang dungu, jang tidak mengerti urusan orang-
orang tua seperti kau dan Hong-ko!”
“Adik Lan .....!" Kiong Lie djadi tambah gugup sadja.
“Sudahlah, untuk selandjutnja kita djuga tidak usah bitjara
lagi, musuh…..!" kata Mu Lan dengan mendongkol.
Tentu sadja perkataan Mu Lan ini membuat Kiong Lie
kian gugup dan gelagapan.
"Lan moy, kau djangan begitu dong…..!” kata Kiong Lie,
saking gugupnja, dia takut si gadis tjilik ini benar-benar
membuktikan antjamannja dan tidak mau mengadjaknja dia
bitiara lagi, "Kalan memang tadi aku bitjara salah, kau
maafkanlah ..... !"
Sebetulnja Mu Lan masih mau mengambul terus, tetapi
waktu dia melihat muka Kiong Lie jang meringis gugup
begitu, seperti djuga membutuhkan perlindungan dari dia, hati
gadis tjilik ini djadi lumer lagi. Kemarahan dan mendongkonja
djuga kontan lenjap disaat itu djuga, karena Mu Lan jang
mempuniai perasaan lembut dan halus sekali memang
mengetahui bahwa sebetulnja hati Kiong Lie sangat menderita
sekali dengan musnahnja keluarga si botiah dan membutuhkan
hiburan-hiburan dari dia guna menghilangkan rasa duka dan
kenang-kenangan pahitnja itu! Kalau memang dia tidak mau

Antara Budi dan Dendam 49


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

mengadjak Kiong Lie untuk bitjara lagi, bukankah sama sadja


dia membikin hati Kiang Lie djadi bertambah sedih sadja?!
Tjepat-tjepat Mu Lan tersenjum kolokan, dia djuga telah
menghela napas.
"Sudahlah Lie ko..... kau tidak bersalah didalam persoalan
ini!" kata Mu Lan kemudian dengan suara jang njaring bening,
tetapi lembut. Memang aku jang salah Lie-ko, karena aku
terlalu banjak mengadu kepada ajah soal Hong-ko. Aku
mengerti maksudmu, semakin ajah memberikan teguran
kepada Hong ko, tentunja dia djadi tarnbah memusuhi
dirirnu…..! Sudahlah….. untuk seterusnja aku akan tutup
mulut rapat-rapat dan tidak ingin memberitahukan apapun
kepada ajah…..!”
Klong Lie tersenjum senang melihat gadis tjilik ini sudah
tidak mengambul lagi membawa adatnja.
"Tidak adik Lan ..... kau tidak salah ..... djangan kau
persalahkan dirimu!”kata Kiong Lie tjepat, "Aku bukanrja
takut dimusuhi oleh Hong- ko, tjuma sadja, aku sudah merasa
….. merasa lebih tjukup ..... dan berterirna kasih sekali .....
kepada keluargamu jang telah mau menerima kehadiran diriku
didalam lingkungan keluargarnu ini .....!” semakin berkata-kata
hati Kiong Lie semakin sedih, dia djadi teringat kepada ajah
ibunja jang telah dibinasakan oleh Mo Sim Djie Toh didepan
matanja, dan keluarganja jang dimusnahkan. Biarpun toch
sebenarnja Mo Sim Djie Toh telah dibinasakan djuga oleh
Wong Sun Tin, jang sekarang telah mendjadi ajah angkatnja
ini, namun tetap sadja rasa duka itu tidik bisa lenjap dari
hatinja, dia selalu merasa rendah diri dan dimalam hari si-
botjah sering menangis menjesali nasibnja jang begitu buruk.

Antara Budi dan Dendam 50


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Mu Lan djadi terkedjut melilnt muka Kiong Lie jang


muram begitu, dia segera mengetahui bahwa dia jang telah
membuat kesedihan hati Kiong Lie datang lagi.
''Lie ko ..... Lie ko ..... ohhhh, kau djangan bersedih begitu
Lie-ko ..... aku bersalah Lie-ko ..... sudablah kau djangan
bersedih begitu, aku berdjandji mulai detik ini dan
selandjutnja, aku akan mendengar baik-baik setiap kata-
katamu, Lie ko ….. sudahlah Lie-ko, maafkanlah Moy-moymu
ini !''
Gugup sekali waktu Mu Lan berkata begitu dia djuga telah
mantjekal lengan Kiong Lie dan menggojang-gojangkannja.
Hati gadis tjilik ini djadi ikut berduka djuga melihat kesedihan
wadjah Kiong Lie.
Kiong Lie memaksakan dirinja untuk terserjum, biarpun
senjumannja itu senjuman pahit tetapi sedikit banjak hati
sibotjah agak terhibur, dia anggap sikap Mu Lan lutju sekali.
"Kau ini lutju sekali, adik Lan!” kata Kiong Lie.
"Sudahlah…..! Untuk apa kita persoalan urusan tidak ada
artinja ini? Oja kau mau pergi ketaman untuk memetik bunga
Swat-hoa (Bunga fa, jang bisa mekar dikala musim dingin,
warnanja putih bagaikan saldju, harum sekali) Aku akan
mengantarkanmu pergi ketaman untuk memetiknja ..... !”
Mu Lan djuga telah tarsenjum, mukanja telah tjerah
kembalimendengar Kiong Lie mau mengantarkannja ketaman
untuk memetik bunga Swat-hoa itu.
Dengan berlari-lari ketjil, mereka berdua telah menudju
ketaman dengan riang, dibawah siraman hudjan saldju jang
tipis itu ......

Antara Budi dan Dendam 51


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Bunga Swat-ho-a adalah sekuntum bunga jang harum


sekali, ukurannja tidak begitu besar, hanja sadja, warna bunga
ini putih meletak seperti saldju, Tjuma sadja anehnja bunga ini
baru tumbuh dan mekar disaat musim dingin telah mendjelang
datang. Itulab sebabnja, djarang sekali orang jang bisa
memiliki bunga Swat-hoa tersebut, sebab didalam satu pohon
Swat-hoa hanja menghasilkan sekunturn bunga sadja, jang bisa
bertahan sampai satu minggu, setelah itu akaa ronrok,
Kiong Lie dan Mu Lan telah saling main kedjar-kejaran
ditaman bunga itu sambil sebentar-sebentar terdengar suara
tertawa mereka jang riang,
Lama djuga Kiong Lie dan Mu Lan saling main kedjar-
kedjaran begitu, sampai achirnja mereka tiba didekat pohon
Swat hoa.
"Nah ..... aku akan menghadiahkan kau sekuntum bunga
Swat-hoa, adik Lan!'' kata Kiong Lie sambil tertawa riang, dan
menghampiri Swat-hoa itu, memetiknja bunga jang putlh dan
indah itu. Harumnja tertjium.keras sekali.
Diangsurkannja bunga Swat-hoa itu kepada Mu Lan.
Gadis tjilik tersebut menerima pemberian bunga Swat-hoa
dari King Lie dengaa hati jang girang luar biasa. Dia
mengutjapkan terima kasih.
Tetapi baru sadja Mu Lan ingin mentjium bunga itu,
mendadak sekali terdengar orang membentak dengan suara
jang agak kasar :
''Mu Lan ..... buang buaga itu!"
Kiang Lie dan Mu Lan menoleh berbareng dengan
terkedjut. Tahu-tahu tidak djauh dari tempat mereka berdiri,

Antara Budi dan Dendam 52


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

tampak Thian Hoong berdiri dengan tubuh jang tegak angkuh


sekali, sedang memandang penuh marah kepada Kiang Lie.
''Hong-ko! panggil Mu Lan dengan suara agak tergetar,
"Buang bunga itu!” bentak Thian Hong lagi dengan suara
jang galak. "Kau mendengar tidak kata-kataku ini, heh?”
Dan sambil membentak begitu, Thian Hong djuga telah
menghampiri kedekat Mu Lan, tahu-tahu tangannja telah
diulurkannja, dia merebut bunga Swat-hoa ditangan adik
perempuannja ini.
Mu Lan tentu sadja kaget sekali. Dia mentjoba untuk
merebut bunga Swat hoa itu dari tangan kakaknja, tetapi tidak
berhasil.
Malah Thian Hong telah melemparkannja keatas saldju
dan mengindjak-indjak bunga Swat-hoa itu sampai hantjur,
"Hong-ko ..... kau ..... .!' teriak Mu Lan terkedjut sekali
melihat apa jang dilakukan oleh kakaknja ini.
Tetapi Thian Hong tidak mau meladeni adik perempuannja
ini, dia telah menoleh memandang Kiong Lie dengao sorot
mata jang bengis.
"Sedjak hari ini, aku larang kau bergaul dengan adikku,
monjet!" bentak Thian Hong dengan suara jang galak sekali,
"Lihat sadja, kalau memang kau masih membandel, hrnmm,
aku akan menghadjarmu biar: mampus!"
"Hong-ko ..... oooh, setan apa Jang telah memasuki
tubuhmu ?" teriak Mu Lan dengan suara sedih sekali, hatinja
sakit karena bunga Swat-hoa pemberian Kiong Lie telah
dihantjurkan oleh Thian Hong. "Aku..... aku akan mengadukan
kepada ajah nanti!"

Antara Budi dan Dendam 53


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

“Beritahukanlah kepada ajah, aku tidak takut!” menjahuti


Thian Hong dengan suara jang galak sekali, "Tetapi ingat,
begitu aku menerima dampratan ajah, aku akan menghadjar
morjet djelek ini!"
Kiong Lie djadi berdiri kesima melihat tingkah laku Thian
Hong jang tampaknja begitu membentji dirinja, dan djuga
hatinja sakit sekali, karena mendengar perkataan Thian Hong
jang begitu kasar, jang telah menjebut dirinja dengan sebutan
"moniet ', Dan jang lebih menjakitkan lagi adalah bunga Swat-
hoa jang telah dihantjurkan oleh Thian Hong, jang di-indjaknja
hantjur berantukan itu.
Seperti orang jang kehilangan tenaga dan semangatnja,
Kiong Lie tjuma bisa mengawasi Thian Hong sadja, tanpa bisa
mengutjapkan sepata h perkataanpun,
"Ingat!" antjam Thian Hong dengan suara jang bengis lagi,
"Kalau memang kau masih membandel dan mentjoba untuk
bermain dengan adikku lagi, hmm ..... aku tidak pernah merasa
kasihan kepada monjet buduk seperti kau, pasti akan kuhadjar
mampus kau!" dan setelah berkata begitu, Thian Hong
membuang ludah keatas saldju, puih dan memutar tubuhnja
berdjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
Mu Lan tidak menjangka bahwa Thiau Hong bisa
mengeluarkan kata-kata seperti itu, dia sarnpai berdiri
terkesima dengan air mata mengalir.
Tetapi, gadis ketjil ini tiba-tiba teringat sesuatu, dia
menoleh kearah Kiong Lie, tetapi dilihatnja Kiang Lie tengah
melangkah pergi dengan kepala tertunduk dan wadjah jang
muram benar,
"Lie-ko….!" panggil Mu Lan sambil mengedjarnja.

Antara Budi dan Dendam 54


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Kiang Lie menahan langkah kakinja, dia tetap berdiri


membelakangi Mu Lan dengan kepa la tertunduk,
Lie-ko .....!” tergetar suara Mu Lan waktu dia memanggil
Kiang lie sekali lagi.
“Pergilah kau kembali kekamarmu….. sekarang memang
aku baru mengetahui bahwa kira tidak pantas untuk bergaul,
adik Lan..... aku baru menjadari, siapa sebenarnja diriku ini,”
kata Kiong Lie dengan suara berduka sekali.
"Lie-ko….. kau djangan memperdulikan perkataan Hong-
ko!" kata Mu Lan dengan gugup, ''Dia..... dia memang djahat
sekali!" dan setelah berkata begitu, maka si-gadis tjilik tersebut
telah menangis.
Kiong Lie menghela napas,
"Tidak adik Lan ..... perkataan kakakrnu itu memang
benar…..!" kata Kiong Lie kemudian dengan suara gemetar,
"Sernestinja aku tahu diri, dan sebagai seekor monjet buduk,
mana bisa diteriraa dalarn lingkungan keluargamu ? Ohhh .....
aku jang benar-benar tidak tahu diri .....! Tetapi aku sudah
sangat benerima kasih, karena ajah ibu, dan kau sendiri adik
Lan, memperlakukan diriku lehih dari tjukup ..... kalian baik
sekali, begitu djuga Thian Hong, dia sangat baik.....!"
"Lie-ko..... ohhh, mengapa kau mengeluarkan perkataan
seperti itu?'' tanja Mu Lan dengan hati jang tambah gugup,
suaranja tergetar sekali.
Kiong Lie menghela napas, dia tidak mengatakan apa-apa
lagi, melainkan telah menundukkan kepalanja dalam-dalam,
ada sesuatu jang dirasakan didalam hatinja.
"Lie ko .....!” panggil Mu Lan lagi waktu melihat kakak
angkatnja ini hanja berdiam diri sadja.

Antara Budi dan Dendam 55


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

"Sudahlah adik Lan.....! pergilah kau kembali


kekamarmu!" kata Kiong Lie dengan suara jang agak serak.
"Ohhh..... kalau begitu kau djuga djahat sekali, Lie-ko.....
karena disebabkan hanja Hong-ko mengeluarkan perkataan
begitu, kau sudah ingin meadjauhi dan memusuhi diriku ..... !
"Djangan salah paharn, adik Lan!" kata Kiong Lie tjepat.
"Sedikitpun aku tidak sakit hati terhadap kakakmu itu .....
tjuma sadja sekarang aku baru benar-benar menjadari, bahwa
memang tidak pantas sebetulnja aku merepotkan keluargamu
ini ..... ! Kuhargai djiwa ajahmu jang baik itu, jang telah mau
menolongku dengan mengangkat diriku mendiadi putera
angkatnja, namun ..... ja, kukira hal itu tidak pantas kuterirna,
deradjatku sebagai anak jatim piatu jang sudah tidak
mempunjai keluarga dan tidak mempunjai rumah dan harta,
tidak pantas untuk bergaul dengan kalian ..... !”
''Lie-ko .....' teriak Mu Lan dengan suara terisak oleh
tangisnja.
Tetapi Kiong Lie sudah tidak mengatakan apa-apa, dia
hanja menghela napas, dan kemudian berdjalan meninggalkan
Mu Lan, untuk kembali kekarnarnja sendiri.
"Lie-ko! Lie-ko ..... ohhh, kau djahat sekali.” memanggil
Mu Lan lagi.
Terharu sekali hati Kiong Lie, dia djuga sebetulnja ingin
sekali menghibur Mu Lan, membudjuk agar gadis tjitik jang
memang sudah sangat disajanginja seperti adiknja sendiri itu,
agar menghentikan tangisnja, tetapi si-botjah telah menguatkan
hatinja, dia telah mengeraskan hatinja, dan berdjalan terus.
Saldju masih turun tipis sekali ……..
––––––––

Antara Budi dan Dendam 56


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

KENTONGAN terdengar telah dipukul dua kali,


menundjukkan bahwa saat itu telah mendjelang djam dua betas
malam.
Tetapi Kiong Lie tetap rebah diatas pembaringannja, dia
tidak ingin keluar dari kamarnja itu, karena pikirannja sedang
menerawang tak menentu, djuga hatinja sedang berduka sekaii,
Perkataan Thian Hong pada sore tadi, benar-benar menjakitkan
sekali hatinja.
Padahal Kiong Lie ingat, bahwa ajah angkarnja telah
memerintahkan agar djam dua belas malam ini dia datang
kepekarangan dibelakang gedung ini guna menerima
peladjaran ilmu silat bersama-sama dergan Mu Lan dan Thian
Hong. Entah bagaimana hati Kiong Lie djadi tawar, dia djadi
tidak mempunjai selera untuk ikut mempeladjari ilmu silat itu.
Wong Sun Tin, ajah angkatnja itu, memang termasuk
orang jang berhati baik sekali, kasena walaupun Kiong Lie
hanjalah anak angkatnja belaka, namun segala bidang dalam
segala tindakannja, sedikitpun dia tidak membedakannja
dengan kedua anak kandungnja. Mungkin djuga sikap dari
Wong Sun Tin ini jang memperlakukan Kiong Lie begitu
sajang dan baik sekali, menjebabkan Thian Hong djadi agak iri
dan sirik, karena dalam anggapan Thian Hong, kalau tidak ada
Kiong Lie dilingkungan keluarganja, seluruh kasih sajang ajah
dan ibunja ini pasti akan tertjurah seluruhnja pada dirinja
sendiri, karena dia merupakan putera tunggal didalam keluarga
Wong ini. Sebagai anak lelaki satu-satunja pasti ajah ibunja
menjajangi dia melebihi kasih sajang kedua orang tuanja itu
terhadap Mu Lan, sebab Mu Lan hanjalah anak perempuan
balaka. Tetapi sekarang dengan adanja Kiong Lie ditengah
tengah keluarganja, malah ajahnja telah mengangkat Kiong Lie
mendiadi anak angkamia, benar-benar membuat hati Thian

Antara Budi dan Dendam 57


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Hong djadi iri, apa lagi dilihatnja ajahnja terlalu sajang kepada
Kiang Lie, dan setiap kali Thian Hong memperlakukan Kiang
Lie tidak baik, pasti dirinja akan didamprat dan dimaki-maki
oleh ajahnja itu, jang telah memudji-mudji Kiong Lie,
memanaskan telinga Thian Hong sadja, jang menjebabkan
djuga dari hari kehari, perasaan tidak senangnja terhadap
Kiong Lie semakin meluap dan semakin besar sadja.
Semua itu memang disadari oleh Kiong Lie, karena botjah
ini bisa merasakan sikap Thian Hong jang berbeda djauh sekali
kalau dibandingkan dengan ajah dan ibu angkatnja atau djuga
Mu Lan sering Kiong Lie djadi merasa malu dan rendah diri,
apa lagi kalau Thian Hong tengah memaki-maki dirinja dengan
kata-kata jang menjakitkan sekali, benar-benar Kiong Lie djadi
berduka, dan terkadang muntjul didalam pikirannja dia mau
angkat kaki sadja untuk kabur dari keluarga Wong ini,
mengernbara kemana sadja sebawa sepasang kakinja tersebut.
Tetapi niatannja itu selahi djadi batal kalau dia teringat,
betapa Wong Sun Tin, ajah angkatnja, dan Mu Lan,
memperlakukan dirinja baik luar biasa. Sedangkan njonja
Wong, ibu angkat Kiang Lie, terkadmg-kadang masih sering
memandjakan Thian Hong dan memihak pada putera
tanggungnja ini didalam setiap persoalan, karena setidak-
tidaknja Thian Hong memang sebenar-benarnja anak
kandungnia, dan Kiong Lie hanjalah anak angkat belaka
.....jang memang sedjak pertama kalinja dia tidak pernah
mengenalnja, Hanja sadja, karena takut suaminja tersinggung
kalau dia tidak mau menerima Kiong Lie mendjadi anak
angkat mereka, maka njonja Wong telah memperlihatkan
sedikit kasih sajangnja kepada Kiong Lie kalau sedang berada
dihadapan Wong Sun Tin.

Antara Budi dan Dendam 58


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

Kiong Lie merasakan, bahwa jang benar-benar tulus


mentjintai dan menjajangi dirinja didalam keluarga Wong ini
hanjalah ajah angkatnja dan Mu Lan.
Kiong Lie merasakan hatinja djadi tidak tenteram tinggal
didalam lingkungan keluarga Wong ini. Maksudnja berkelana
kemana sadja hanjalah untuk mentjari ketenangan djiwanja
belaka.
Sedang Kiong Lie termemmg begitu seorang diri diatas
pembaringannja, tiba-tiba pintu kamarnja diketuk seseorang
dari luar.
''Lie-ko….. !”
Kiong Lie mendengar dirinja dipanggil oleh seseorang,
dan, dia mengenali suara itu adalah suara Mu Lan.
Kiong Lie berdiam diri sadja tidak menjahuti, dia merasa
segan untuk menemui gadis tjilik itu. Hatinja pedih sekali,
ketika dia teringat akan kata-kata Thian Hong jang mengatakan
bahwa dirinja adalah seekor monjet buduk jang tidak pantas
bergaul dengan adik perernpuan Thian Hong ini, menjebabkan
Kiong Lie djadi mengeraskan hatinja dan berdiam diri terus
menutup mulutnja rapat-rapat tidak menjahuti panggilan Mu
Lan.
"Lie Koko ..... apakah kamu benar-benar begitu djahat dan
disebabkan oleh kakak Hong itu kau lalu memusuhi diriku
djuga?!'' terdengar suara Mu Lan tergetar diantara isak ta
ngisnja, mungkin djuga si-gadis tjilik ini telah mengutjurkan
air matanja, dia merasakan, betapa Kiong Lie tidak mau
meladeninja. Biasanja, begitu dia mengetuk pintu kamar botjah
tersebut, pasti Kiong Lie sudah metompat dari

Antara Budi dan Dendam 59


Koleksi Goldy Senior hup://lontaremas.blogspot.com

pembaringannja, sehingga perobahan jang terdjadi ini,


membuat hati Mu Lan djadi sedih.
––––––––

(bersambung ke Djilid II)

Antara Budi dan Dendam 60