Anda di halaman 1dari 2

2.

1) Wati suka membeli bika Ambon

Penulisan kalimat tersebut di atas salah karena bika ambon merupakan nama makanan bukan nama
daerah jadi seharusnya ditulis dengan huruf kecil semua, kecuali kata tersebut terletak di awal kalimat.

Penulisan yang benar yaitu:

Wati suka membeli bika ambon

2) Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen

Penulisan kalimat tersebut diatas salah karena penulisan kata Ibu dan Bapak Dosen seharusnya ditulis
dengan huruf kecil karena itu bukan bentuk sapaan, kecuali kata tersebut terletak dia awal kalimat.

Penulisan yang benar yaitu:

Kita harus selalu menghormati ibu dan bapak dosen

3) Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA

Penulisan kalimat diatas salah, seharusnya diberi tanda kutip pada kalimat “Tenggelamnya Kapal Van
Der Wijck” dan penulisan HAMKA seharusnya awalannya saja yang diberi huruf kapital. Huruf pertama
nama ataupun julukan seseorang selalu ditulis dengan huruf kapital.

Penulisan yang benar yaitu:

Saya telah membaca novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka

4) Ibu Nana dari mana? “kata Wati”

Kalimat di atas salah karena yang di beri tanda kutip dua seharusnya bukan kalimat “kata Wati” yang
harus diberikan tanda kutip adalah kalimat “Ibu Nana dari mana”

Penulisan yang benar yaitu:

“Ibu Nana dari mana?” kata Wati.


5) Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.

Penulisan kalimat dia atas salah karena awalan kata undang-undang seharusnya ditulis kapital dan
penulisan kata Guru dan Dosen tidak diawali huruf kapital.

Penulisan yang benar yaitu :

Pada tahun 2005, Undang-Undang guru dan dosen sudah diresmikan.

6) Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.

Penulisan kalimat diatas sudah benar karena huruf pertama Bengawan Solo memakai huruf kapital.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi. Contonya seperti Bengawan
Solo.

Anda mungkin juga menyukai