Anda di halaman 1dari 4

TUGAS 3

PENGEMBANGAN ORGANISASI

Nama : SASTI SRI LESTARI


NIM : 031229652

1. Jelaskan mengapa organisasi di Cianjur bertransformasi menjadi organisasi belajar (LO)

Jawab :
Salah satu usaha untuk bisa menghadapi perubahan adalah dengan terus menyempurnakan usaha
untuk menjadi manusia pembelajar. Ciri utama manusia pembelajar adalah selalu memperkaya
kapasitas dirinya, memperbaiki kekurangannya, terbuka terhadap kritik dan masukan orang lain,
dan tidak kolot terhadap perubahan. Dia adalah sosok manusia yang dinamis, selalu
membelajarkan dirinya dan juga mengajak orang-orang di sekelilingnya untuk terus belajar.
Sampai kemudian, ketika manusia-manusia pembelajar telah banyak dan berkumpul dalam
sebuah komunitas, sebuah lembaga, kelompok binaan, ataupun sebuah organisasi, mereka
dengan kesadaran yang luar biasa, berusaha menjadikan komunitas mereka sebagai komunitas
pembelajar. Di manapun dia berada, dia selalu menggelorakan semangat belajar (lifetime
learning). Tidak ada satu kejadianpun yang terlewatkan, melainkan untuk menggali pelajaran dan
hikmah. Setiap hari adalah perbaikan (istimrorul ihsan) untuk menjadi lebih baik dan menuju
kepada kesempurnaan (Kaizen).
Belajar dalam LO merupakan ruh yang memberikan gerak bagi maju mundurnya suatu
organisasi. Belajar menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang dilakukan organisasi atau
perusahaan tersebut. Setiap orang yang ada dalam LO didorong untuk mengembangkan diri dan
memperkaya kapasitas dirinya. Setiap individu terlatih dalam skill-skill belajar, learning how: to
do, to learn, to be, to life together. Mereka juga dengan antusiasme yang luar biasa, terus
berusaha menerapkan metode percepatan belajar. Dinamika pembelajaran itu berkembang tidak
hanya pada diri mereka seorang, tapi juga berkembang pada kelompok, bahkan sudah menjadi
budaya organisasi.
Dari sisi Organisasi, organisasi yang mempunyai semangat LO, mereka akan memperjelas visi
organisasi mereka, yang digali dari visi-visi individu. Visi mereka
adalah visi yang jelas, semua orang menghayati visi tersebut, karena visi tersebut digali dari diri
mereka. Dalam LO ada sebuah iklim yang terbentuk yang mendorong individu-individu yang
ada untuk berkembang. Secara struktural, LO adalah organisasi yang ramping, tidak gemuk
dengan birokrasi yang njlimet dan berbelit.
Struktur yang ramping memungkinkan orang-orang yang ada dapat berkoordinasi dengan efektif
dan efesien. Dalam pelaksaan program kerja dan kegiatan, orientasinya bukan pada hasil dan
target pencapaian waktu saja, tapi lebih pada proses, terlebih pada proses pembelajarannya.
Pemberdayaan SDM di LO menjadi bagian yang penting, orang yang ada di dalam organisasi,
maupun orang-orang yang ada di luar organisasi. Tidak ada gap atasan dan bawahan. Hungungan
dengan customer dibina dengan baik. Knowlegde Management menjadi kebutuhan pokok yang
harus dijalankan dengan untuk memudahkan sirkulasi pengetahuan sehingga bisa berkembang
dengan baik.
Pengetahuan dikelola dengan baik, dari bagaimana mendapatkan pengtahuan, menciptakan
pengetahuan baru, menyimpannya, dan kemudian menyebarkan pengatahuan untuk kemudian
digunakan. Dan yang terahir adalah pemanfaatan teknologi, yaitu berupa sistem informasi,
belajar berbasikan teknologi (komputer), sistem kinerja tinggi dengan sistem pendukung. Untuk
yang terakhir ini, masih cukup sulit dikembangkan di negara berkembang. Atas dasar inilah
kenapa Cianjur bertransformasi menjadi organisasi belajar.

2. Apa karakteristik organisasi belajar di Cianjur?

Jawab :
Dalam sebuah organisasi keputusan-keputusan yang berkarakter hanya lahir diri individu-
individu yang berkarakter. Itulah yang disebut sebagai organisasi yang berkarakter. Sudahkah
kita bersunguh-sungguh untuk melibatkan individu-individu yang berkarakter di organisasi untuk
didayagunakan bagi kepentingan organisasi kita.
Secara konsep Cut Zurnali (2008) menjelaskan bahwa karakterisitik sebuah organisasi
pembelajar adalah memberi keyakinan bagi indivdu-individu untuk proaktif dalam peningkatan
diri, berusaha maju dan terus belajar dengan menciptakan iklim organisasi yang terbuka dan tata
kelola informasi yang baik dan jelas. Kondisi ini nantinya akan menghasilkan proses yang terus
berkesinambungan dengan tetap mengacu pada kondisi dinamika internal organisasi dan
perubahaan eksternal yang sedang terjadi.
Karakteristik orgnisasi belajar dicianjut adalah Pelaksanaan Pelatihan. Setelah pelatihan, para
peserta menggambarkan rencana aksi individu ataupun kolektif. Selanjutnya, para peserta
melaksanakan aksi tersebut dalam organisasi atau komunitas mereka yang pada gilirannya dapat
menginisiasi perubahan. Sesuai dengan tujuan pelaksanaan studi yaitu melihat apakah pelatihan
SLLO dapat menyebabkan terjadinya perubahan individu, serta mengapa dan bagaimana proses
perubahan itu terjadi, maka dalam masa dua tahun pengamatan fokus perhatiannya adalah proses
yang berlangsung menuju perubahan. Termasuk di dalamnya adalah jika tidak terjadi perubahan,
mengapa dan bagaimana berlangsungnya proses yang dapat menjadi penjelasan tentang tidak
terjadinya perubahan.

3. Bagaimana transformasi organisasi biasa menjadi organisasi belajar di Cianjur?

Jawab :
Secara teoretis, dapat dikatakan bahwa transformasi hendaknya dilakukan secara holistik: baik
dari segi sisi lunak maupun dari sisi keras; baik pada level mikro (individu) maupun pada level
makro (keseluruhan organisasi).
Upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah melalui perubahan paradigma dari segenap kalangan
di dalam organisasi. Perubahan pola pikir kolektif juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan
melalui upaya memperjelas visi, misi, dan nilai-nilai organisasi agar selaras dengan
perkembangan zaman. Selanjtunya dilakukan pembelajaran dalam tim yang didasari oleh
kesaling-percayaan dan keterbukaan. Perubahan sistem penugasan, penilaian kinerja, sistem
perngupahan, dan budaya organisasi sangat diperlukan untuk mengekspresikan penghargaan
yang tinggi terhadap manusia sebagai aset yang paling penting dan mewujdukan rasa keadilan di
dalam organisasi.
Pada akhirnya, pemimpin merupakan presedens atau pihak yang sangat menentukan. Mereka
harus mampu menjadi menjalankan tugas-tugas  servant ledaership.  Mereka bertanggung jawab
untuk mengembangkan suatu kepemimpinan yang menyeluruh (overall leadership). Ketika
setiap individu menerima tanggung jawab sebagai pemimpin di bagiannya masing-masing, maka
organiasi memiliki kekenyalan yang diperlukan untuk beradaptasi dan unggul dalam lingkungan
yang senantiasa berubah dengan cepat.
Upaya-upaya yang perlu dilakukan adalah melalui perubahan paradigma dari segenap kalangan
di dalam organisasi. Perubahan pola pikir kolektif juga perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan
melalui upaya memperjelas visi, misi, dan nilai- nilai organisasi agar selaras dengan
perkembangan zaman. Selanjtunya dilakukan pembelajaran dalam tim yang didasari oleh
kesaling-percayaan dan keterbukaan.
Perubahan sistem penugasan, penilaian kinerja, sistem perngupahan, dan budaya organisasi
sangat diperlukan untuk mengekspresikan penghargaan yang tinggi terhadap manusia sebagai
aset yang paling penting dan mewujdukan rasa keadilan di dalam organisasi.
Pada akhirnya, pemimpin merupakan presedens atau pihak yang sangat menentukan.
Mereka harus mampu menjadi menjalankan tugas-tugas servant ledaership. Mereka bertanggung
jawab untuk mengembangkan suatu
kepemimpinan yang menyeluruh (overall leadership). Ketika setiap individu menerima tanggung
jawab sebagai pemimpin di bagiannya masing-masing, maka organiasi memiliki kekenyalan
yang diperlukan untuk beradaptasi dan unggul dalam lingkungan yang senantiasa berubah
dengan cepat.

Referensi :
BMP Pengembangan Organisasi ADPU4441
https://dosen.perbanas.id/transformasi-menjadi-organisasi-pembelajar/

Anda mungkin juga menyukai