Anda di halaman 1dari 7

Mikro

Silakan Anda diskusikan dengan bahasa Anda sendiri apakah perbedaan dan
persamaan dari pasar barang dan pasar tenaga kerja, dan bagaimana keduanya
saling berhubungan?

Catatan: Gunakan bahasa Anda sendiri, jawaban yang terindikasi menjiplak atau
mencontek akan diberikan nilai nol.

Jawab :

Spm

Selamat Pagi

Berikut tanggapan saya pada diskusi kelima minggu ini

1. Sebutkan kegiatan pengendalian yang perlu dilakukan pada saat penyusunan


anggaran!

Jawab :

Pada dasarnya aktivitas penyusunan anggaran merupakan aktivitas yang juga


dilakukan oleh seluruh bagian organisasi, seperti bagian produksi penjualan keuangan
dan bagian lainnya yang kemudian akan dikomplikasi sehingga menghasilkan
anggaran organisasi.

Kegiatan pengendalian pada saat penyusunan anggaran difokuskan pada upaya agar
anggaran yang disusun benar-benar realistis dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sumber : BMP EKSI4416 Modul 6 Halaman 6.8-6.9

2. Jelaskan mengapa dilakukan pembagian tugas antara kantor pusat dan divisi!

Jawab :

Upaya pembagian tugas antara kantor pusat dan masing-masing divisi dilakukan
sebagai upaya pengendalian dan agar dapat terjalin komunikasi antarpihak. Di
samping upaya ini diharapkan dapat membuat proses kreatif setiap divisi dapat
berjalan dengan baik. sistem seperti yang diterapkan ini juga dinilai dapat
memperbesar nilai kompetisi yang positif antardivisi.

Sumber : BMP EKSI4416 Modul 6 Halaman 6.23

Demikian tanggapan saya. Terimakasih.


Audit

Selamat Siang

Berikut tanggapan saya pada diskusi kelima minggu ini

Dalam menilai risiko bawaan yang timbul dari transaksi sediaan untuk industri jasa seperti
perhotelan atau institusi pendidikan, risiko dapat dinilai relatif lebih rendah dibandingkan
sediaan pada perusahaan di industri manufaktur atau perdagangan. Jelaskan apakah alasannya
menurut Anda? Jawablah menggunakan argumen yang logis.

Jawab :

Risiko bawaan pada salah saji laporan keuangan timbul dari transaksi sediaan untuk jaringan
hotel atau sekolah relatif rendah karena sediaan bukan bagian material bagi proses inti entitas.
Sementara itu, pada pabrik, grosir, atau retailer, sediaan mungkin diperkirakan atau
mendekati maksimum karena alasan berikut.

 Volume transaksi pembelian, produksi, dan penjualan yang memengaruhi akun-akun


tersebut biasanya tinggi dan meningkatkan kesempatan munculnya salah saji.
 Sering ada masalah terkait identifikasi, pengukuran, dan alokasi kos sediaan, seperti
bahan baku, tenaga kerja, kos pabrikasi tidak langsung, kos produksi bersama (joint
costs), disposisi varian kos, akuntansi barang sisa, serta masalah akuntansi kos
lainnya.
 Perbedaan sediaan yang besar kadang-kadang mengharuskan penggunaan prosedur
khusus untuk menentukan jumlah sediaan, misalnya geometric volume tumpukan stok
barang, aerial photography, dan perkiraan kuantitas oleh ahli.
 Sediaan sering disimpan pada berbagai macam tempat, menambah kesulitan terkait
mempertahankan kontrol fisik terhadap pencurian dan kerusakan, serta akuntansi
barang saat transit antarlokasi yang memadai.
 Sediaan sangat rawan usang, kerusakan, dan faktor lain, seperti kondisi ekonomi
secara umum yang dapat memengaruhi permintaan dan kemudahlakuan serta
penilaian yang benar untuk sediaan.
 Sediaan dapat dijual karena perjanjian pengembalian dan pembelian kembali.

Sumber : BMP EKSI4310 Modul 6 Halaman 6.11

Demikian tanggapan saya. Terimakasih.

https://www.scrib.com/embeds/xxxxxxxxxx/content?
start_page=1&view_mode=scroll&access_key=key-fFexxf7r1bzEfWu3HKwf

PAJAK
Diskusi 5

Selamat Siang

Berikut tanggapan saya pada diskusi kelima minggu ini

Sebutkan dan berikan penjelasan tentang Pemotong PPh Pasal 23 dan Penghasilan yang
dikenakan PPh Pasal 23!

Jawab :

Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah Pajak penghasilan dalam tahun berjalan yang dipotong
atas penghasilan yang diterima atau diperoleh WP dalam negeri dan BUT yang berasal dari
modal, penyerahan jasa, atau penyelenggaraan kegiatan selain yang telah dipotong PPh Pasal
21, yang dibayarkan atau terutang oleh badan pemerintah, subjek pajak badan dalam negeri,
penyelenggara kegiatan, BUT, atau perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.

PPh 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dikenakan atas penghasilan berupa bunga, royalti,
sewa, jasa dan hadiah selain yang telah dipotong oleh PPh 21. Penghasilan jenis ini terjadi
karena adanya transaksi antara pihak yang memberikan penghasilan dengan pihak yang
menerima penghasilan. Pihak yang memberikan penghasilan akan memotong dan melaporkan
PPh 23 ke kantor pajak. Subjek pajak PPh 23 wajib pajak orang pribadi dalam negeri dan
BUT (Bentuk Usaha Tetap). BUT sendiri adalah bentuk usaha yang digunakan oleh orang
pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia atau yang berada di Indonesia tidak lebih
dari 183 hari dan dalam jangka waktu 12 bulan atau badan yang melakukan kegiatan di
Indonesia untuk menjalankan usaha. Pemotong pajak PPh 23, yaitu badan pemerintahan,
subjek pajak dalam negeri, BUT (Bentuk Usaha Tetap), penyelenggara kegiatan, perwakilan
usaha luar negeri dan OP (Orang Pribadi) yang ditunjuk oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak).

Untuk mengetahui tarifnya, PPh 23 dibedakan menjadi 2, yaitu tarif 15% dan tarif 2%
dikenakan atas nilai DPP (Dasar Pengenaan Pajak) atau jumlah bruto. Jumlah bruto adalah
seluruh jumlah penghasilan yang disediakan untuk dibayarkan atau telah jatuh tempo dengan
pemotong pajak seperti badan pemerintahan, penyelenggara kegiatan, subjek pajak dalam
negeri, BUT (Bentuk Usaha Tetap, perwakilan usaha luar negeri dan OP (Orang Pribadi)
yang ditunjuk oleh DJP (Direktorat Jenderal Pajak). Jumlah bruto tidak berlaku atas
penghasilan yang didapatkan dari jasa sehubungan katering, jasa yang bersifat final seperti
jasa reimbursement, penyedia jasa kepada pihak ketiga dan hasil dari penggadaian barang
atau material.

Pajak PPh 23 dengan tarif 15% dikenakan untuk penghasilan bunga, dividen, royalti dan
hadiah. Sedangkan, pajak PPh 23 dengan tarif 2% dikenakan untuk penghasilan jasa dan
sewa. Untuk Jasa pada PPh 23 meliputi jasa teknik, jasa manajmen, jasa konstruksi, jasa
konsultan dan jasa lainnya yang dijelaskan dalam Peraturan Menteri Keuangan No.
141/PMK.03/2015 yang mulai berlaku pada tanggal 24 Agustus 2015. Untuk WP (Wajib
Pajak) yang tidak memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) akan dipotong 100% lebih
besar dari tarif pajak PPh 23 tersebut.
Pemotong PPh Pasal 23

 Badan pemerintah
 Subjek pajak dalam negeri
 Penyelenggara kegiatan
 Bentuk Usaha Tetap
 Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya
 Orang pribadi sebagai wajib pajak dalam negeri yang telah mendapat penunjukkan
dari Direktur Jenderal Pajak sebagai pemotong PPh Pasal 23 sebagaimana diatur
dalam Keputusan Dirjen Pajak No. Kep-50/PJ/1994 meliputi :
a. Akuntan, Arsitek, Dokter, Notaris, Pejabat Pembuat Akte Tanah (PPAT) kecuali
PPAT tersebut adalah Camatm pengacara, dan konsultan, yang melakukan pekerjaan
bebas.
b. Orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas
pembayaran berupa sewa

Penghasilan yang dikenakan PPh Pasal 23

a. Deviden, 
Definisi Deviden :
 Pembagian laba baik secara langsung ataupun tidak langsung, dengan nama
dan dalam bentuk apa pun
 Pembayaran kembali karena likuidasi yang melebihi jumlah modal yang
disetor
 Pemberian saham bonus yang dilakukan tanpa penyetoran termasuk saham
bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham
 Pembagian laba dalam bentuk saham
 Pencatatan tambahan modal yang dilakukan tanpa penyetoran
 Jumlah yang melebihi jumlah setoran sahamnya yang diterima atau diperoleh
pemegang saham karena pembelian kembali saham-saham oleh perseroan
yang bersangkutan
 Pembayaran kembali seluruhnya atau sebagian dari modal yang disetorkan,
jika dalam tahun-tahun yang lampau diperoleh keuntungan, kecuali jika
pembayaran kembali itu adalah akibat dari pengecilan modal dasar (statuter)
yang dilakukan secara sah
 Pembayaran sehubungan dengan tanda-tanda laba, termasuk yang diterima
sebagai penebusan tanda-tanda laba tersebut
 Bagian laba sehubungan dengan pemilikan obligasi
 Bagian laba yang diterima oleh pemegang polis
 Pembagian berupa sisa hasil usaha kepada anggota koperasi
 Pengeluaran perusahaan untuk keperluan pribadi pemegang saham yang
dibebankan sebagai biaya perusahaan.

Didalam praktik sering dijumpai pembagian atau pembayaran dividen secara


terselubung. Contoh : dalam hal pemegang saham yang telah menyetor penuh
modalnya dan memberikan pinjaman kepada perseroan dengan imbalan
bungan yang melebihi kewajaran. Apabila terjadi hal yang demikian maka,
selisih lebih antara bungan yang dibayarkan dan tingkat bunga yang berlaku di
pasar, diperlakukan sebagai dividen. Bagian bunga yang diperlakukan sebagai
dividen tersebut tidak boleh dibebankan sebagai biaya oleh perseroan yang
bersangkutan.
b. Bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan sehubungan dengan jaminan
pengembalian hutang. Premium terjadi apabila misalnya surat Obligasi dijual di atas nilai
nominalnya sedangkan diskonto terjadi apabila surat obligasi dibeli di bawah nilai
nominalnya. Premium tersebut merupakan penghasilan bagi yang menerbitkan obligasi dan
diskonto merupakan penghasilan bagi yang membeli obligasi.

c. Royalti
Royalti merupakan suatu jumlah yang dibayarkan atau terutang dengan cara atau perhitungan
apa pun, baik dilakukan secara berkala maupun tidak, sebagai imbalan atas :

 Penggunaan atau hak menggunakan hak cipta di bidang kesusastraan, kesenian atau
karya ilmiah, paten, desain atau model, rencana, formula atau proses rahasia, merek
dagang, atau bentuk hak kekayaan intelektual industrial atau hak serupa lainnya
 Penggunaan atau hak menggunakan peralatan/perlengkapan industrial, komersial, atau
ilmiah
 Pemberian pengetahuan atau informasi di bidang ilmiah, teknikal, industrial, atau
komersial
 Pemberian bantuan tambahan atau pelengkap sehubungan dengan penggunaan atau
hak menggunakan hak-hak tersebut pada hurus a, penggunaan atau hak menggunakan
peralatan/perlengkapan tersebut pada huruf b, pemberian pengetahuan atau informasi
pada huruf c, berupa :
a. penerimaan atau hak menerima rekaman gambar atau rekaman suara atau
keduanya, yang disalurkan kepada masyarakat melalui satelit,kabel, serat, optik, atau
teknologi yang serupa.
b. penggunaan atau hak menggunakan rekaman gambar atau rekaman suara atau
keduanya, untuk siaran televisi atau radio yang disiarkan/dipancarkan melalui satelit,
kabel, serat optik, atau teknologi yang serupa.
c. penggunaan atau hak menggunakan sebagian atau seluruh spektrum radio
komunikasi.
 Penggunaan atau hak menggunakan film gambar hidup (motion picture films), film
atau pita video untuk siaran televisi, atau pita suara untuk siaran radio
 Pelepasan seluruhnya atau sebagian hak yang berkenaan dengan penggunaan atau
pemberian hak kekayaan intelektual/industrial atau hak-hak lainnya sebagaimana
tersebut di atas.

d. Hadiah, penghargaan, bonus, dan sejenisnya selain yang telah dipotong Pajak


penghasilan PPh Pasal 21 ayat (1) huruf e yaitu penghasilan yang diterima atau diperoleh WP
dalam negeri orang pribadi yang berasal dari penyelenggaraan kegiatan sehubungan dengan
pelaksanaan suatu kegiatan. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor
11/PJ/2015 yang dimaksud dengan :

 Hadiah undian adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diberikan
melalui undian
 Hadiah atau penghargaan perlombaan adalah hadiah atau penghargaan yang diberikan
melalu suatu perlombaan atau adu ketangkasan
 Hadiah sehubungan dengan kegiatan adalah hadiah dengan nama dan dalam bentuk
apa pun yang diberikan sehubungan dengan kegiatan yang dilakukan oleh penerima
hadiah
 Penghargaan adalah imbalan yang diberikan sehubungan dengan prestasi dalam
kegiatan tertentu.

Tidak termasuk dalam pengertian hadiah dan penghargaan yang dikenakan Pajak Penghasilan
adalah hadiah langsung dalam penjualan barang atau jasa sepanjang diberikan kepada semua
pembeli atau konsumen akhir tanpa diundi dan hadiah tersebut diterima langsung oleh
konsumen akhir pada saat pemberian barang atau jasa.

e. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, kecuali sewa dan
penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai Pajak Penghasilan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh

f. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan,
dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 21 UU PPh. Jasa lain yang dimaksud di atas diatur dalam Peraturan Menter! Keuangan
Nomor 141/ PMK.03/2015.

Demikian tanggapan saya. Terimakasih.

Sumber :

BMP EKSI4206 Modul 5 Halaman 5.19 sampai 5.22

https://www.pajakku.com/read/5f6ac62e2712877582239041/Pahami-Apa-Itu-PPh-Pasal-23

https://klc.kemenkeu.go.id/tag/pph-pasal-23/#:~:text=PPh%20Pot%20Put-,Pajak
%20Penghasilan%20Pasal%2023%20(PPh%20Pasal%2023)%20adalah%20pajak
%20yang,telah%20dipotong%20PPh%20Pasal%2021.

MPS

Forum ini membahas tentang Populasi dan Sampel

1. Populasi dalam konteks penelitian diartikan sebagai keseluruhan elemen atau


satuan yang ingin diteliti. Silakan diskusikan populasi dalam penelitian yang
telah anda pilih. Tentukan batasan populasi yang mencakup isi, cakupan, dan
waktu.
2. Tentukan pula sampel dari penelitian anda tersebut sesuai dengan tekik
penarikan sampel yang anda pilih

Selamat berdiskusi.

TAP
Buatlah pembahasan atas rasio likuiditas, kas,
rentabilitas, profitabilitas, solvabilitas dan ROI  dari PT
Gudang Garam Tbk untuk tahun 2020!
Jika Saudara tidak menemukan laporan keuangan PT
Gudang Garam Tbk, Saudara dapat menggunakan
laporan keuangan perusahaan lainnya untuk tahun yang
berakhir tahun 2020.

Anda mungkin juga menyukai