Anda di halaman 1dari 3

Diskusi 5

Bahasa Indonesia
Nama : Maisie Agustine
NIM : 043827432
Prodi : Teknologi Pangan
UPBJJ : UT Surabaya

1. Jelaskan perbedaaan pengunaan tanda pisah dan tanda hubung sertakan contoh
penggunaan kedua tanda tersebut pada sebuah kalimat.

Tanda Pisah (—) Tanda Hubung (-)


- dipakai untuk membatasi penyisipan kata - dipakai untuk menandai bagian kata yang
atau kalimat yang memberi penjelasan di terpenggal oleh pergantian baris.
luar bangun kalimat. contoh:
contoh: Sebanyak 13 mahasiswa UT ter-
Kesuksesan itu—saya yakin akan tercapai— bukti berhasil mengukir prestasi
harus diperjuangkan oleh diri sendiri. di PON Papua.

- dipakai juga untuk menegaskan adanya - dipakai untuk menyambung unsur kata
keterangan aposisi atau keterangan yang ulang.
lain. contoh:
contoh: Roebing Gunawan Budhi adalah orang
Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia— Indonesia pertama yang sanggup lulus
amanat Sumpah Pemuda—harus terus berkali-kali sepanjang sejarah UT selama 31
digelorakan. tahun.

- dipakai di antara dua bilangan, tanggal, - dipakai untuk menyambung tanggal,


atau tempat dengan arti 'sampai '. bulan, dan tahun yang dinyatakan dengan
contoh: angka atau menyambung huruf dalam kata
Kongres Bahasa Indonesia ke VII yang dieja satu-satu.
dilaksanakan di Jakarta, 26ꟷ30 Oktober contoh :
1998. Hari ini tanggal 15-11-2021.
m-a-h-a-s-i-s-w-a

- dapat dipakai untuk memperjelas


hubungan bagian kata atau ungkapan.
contoh:
kolamnya ber-ikan saja atau
kolamnya beri-kan saja.
dua-puluh-lima ribuan (25 x 1.000) atau
dua-puluh lima-ribuan (20 x 5.000).
- dipakai untuk merangkai (tidak dipakai di
antara huruf dan angka jika angka tersebut
melambangkan jumlah huruf).
contoh:
Sinar-X merupakan jenis radiasi yang
disebut gelombang elektromagnetik.

- dipakai untuk merangkai unsur bahasa


Indonesia dengan unsur bahasa daerah
atau bahasa asing.
contoh:
Sebelum mengerjakan tugas saya men-
download soal terlebih dahulu.

- digunakan untuk menandai bentuk terikat


yang menjadi objek bahasan.
contoh:
Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.

2. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!


1) Wati suka membeli bika Ambon
Jawab: kalimat tersebut salah karena dalam penggunaan huruf pertama nama geografis
yang dipakai sebagai nama jenis seharusnya ditulis dengan huruf kecil.
Pembenaran: Wati suka membeli bika ambon.
2) Kita harus selalu menghormati Ibu dan Bapak Dosen
Jawab: kalimat tersebut salah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk
hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, dan paman, serta kata atau
ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.
Pembenaran: Kita harus selalu menghormati ibu dan bapak dosen.
3) Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van Der wijck karya HAMKA
Jawab: kalimat tersebut salah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata
(termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah
serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang,
dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.
Pembenaran: Saya telah membaca novel Tenggelamnya Kapal van der Wijck karya HAMKA.
4) Ibu Nana dari mana? “kata Wati”
Jawab: kalimat tersebut salah. Tanda petik seharusnya digunakan untuk mengapit petikan
langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
Pembenaran: “Ibu Nana dari mana?” kata Wati.
5) Pada tahun 2005, undang-undang Guru dan Dosen sudah diresmikan
Jawab: kalimat tersebut salah. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata
(termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan,
organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Pembenaran: Pada tahun 2005, Undang-Undang Guru dan Dosen sudah diresmikan.
6) Saksi bisu pertemuan kita adalah sungai Bengawan Solo.
Jawab: kalimat tersebut salah. Huruf kapital sebagai huruf pertama dalam penulisan unsur-
unsur nama geografi yang diikuti nama diri geografi.
Pembenaran: Saksi bisu pertemuan kita adalah Sungai Bengawan Solo.

Sumber:
Santoso, Anang, dkk. (2021). Buku Materi Pokok MKWU4108 Bahasa Indonesia (halaman
6.24—6.29). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
https://puebi.readthedocs.io/