Anda di halaman 1dari 29

STRUKTUR PASAR MODAL

MAKALAH
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pasar Modal dan Portofolio

Disusun Oleh:
Kelompok 4

1. Nur Shafira Ramadhani (181010502792)


2. Putri Wulandari (181010502785)
3. Shopwan Jamil (181010502663)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN S1


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PAMULANG
TANGERANG SELATAN
2021
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb. Puji syukur atas rahmat Allah SWT, berkat


rahmat serta karunia-Nya sehingga makalah dengan berjudul Struktur Pasar
Modal ini dapat selesai.
Makalah ini dibuat dengan tujuan memenuhi tugas mata kuliah Pasar
Modal dan Portofolio dari Ibu Ifa Nurmasari, S.Si., M.M. Selain itu, penyusunan
makalah ini bertujuan menambah wawasan kepada pembaca tentang struktur pasar
modal.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Ifa Nurmasari,
S.Si., M.M. selaku dosen pengampu mata kuliah Pasar Modal dan Portofolio.
Berkat beliau tugas yang diberikan ini, dapat menambah wawasan penulis
berkaitan dengan topik yang diberikan. Penulis juga mengucapkan terima kasih
yang sebesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam proses penyusunan
makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan masih
melakukan banyak kesalahan. Oleh karena itu penulis memohon maaf atas
kesalahan dan ketidaksempurnaan yang pembaca temukan dalam makalah ini.
Penulis juga mengharap adanya kritik serta saran dari pembaca apabila
menemukan kesalahan dalam makalah ini.

Pamulang, Oktober 2021

Kelompok 4

ii
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1

1.1 Latar Belakang........................................................................................1

1.2 Rumusan Makalah..................................................................................2

1.3 Tujuan Makalah......................................................................................2

1.4 Manfaat Makalah....................................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI..................................................................................3

2.1 Pasar Modal di Indonesia.......................................................................3

2.1.1 Otoritas Jasa Keuangan..................................................................4

2.1.2 Emiten...............................................................................................5

2.1.3 Emisi Saham.....................................................................................5

2.1.4 Emisi Obligasi...................................................................................6

2.1.5 Bursa Efek........................................................................................7

2.1.6 Perusahaan Efek..............................................................................7

2.1.7 Lembaga Penunjang Pasar Modal.................................................8

2.1.8 Profesi Penunjang Pasar Modal.....................................................9

2.1.9 Investor.............................................................................................9

2.2 Mekanisme Perdagangan......................................................................10

2.2.1 Mekanisme Perdagangan Di Pasar Perdana...............................10

2.2.2 Mekanisme Perdagangan Di Pasar Sekunder.............................13

2.3 Hubungan Investor dan Pialang (Broker)...........................................15

iii
2.3.1 Margin.............................................................................................16

2.3.2 Short Sales.......................................................................................17

2.4 Indeks Pasar Saham..............................................................................18

2.4.1 Indeks Harga Saham Gabungan..................................................18

2.4.2 Indeks LQ45...................................................................................19

2.4.3 Indeks Harga Saham Lainnya......................................................19

2.4.4 Perhitungan Indeks Harga Saham...............................................22

2.5 Perkembangan Pasar Modal Indonesia..............................................23

BAB III KESIMPULAN........................................................................................24

3.1 Kesimpulan............................................................................................24

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pasar Modal Indonesia saat ini mulai menunjukkan perkembangan yang


menggembirakan. Hal ini tercermin dari jumlah emiten dan nilai emisi serta
volume perdagangan dan kapitalisasi pasar yang terus meningkat. Namun
demikian perkembangan yang telah dicapai oleh Pasar Modal Indonesia yang
tercermin dalam peningkatan jumlah emiten dan nilai emisi, volume perdagangan
dan nilai kapitalisasi pasar, belum diimbangi oleh pertumbuhan jumlah pemodal
domestik, yang merupakan suatu elemen pengukur penting kemajuan Pasar Modal
di suatu negara.
Semakin berkembangnya perekonomian di dunia mengakibatkan
perubahan yang signifikan di berbagai bidang kehidupan. Orang mulai melakukan
transaksi ekonomimelalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan
menginvestasikan harta atau uangnyamelalui pasar modal. Pasal modal dibentuk
untuk mempermudah para investormendapatkan asset dan mempermudah
perusahaan menjual asset.
Kehidupan yang semakin kompleks akan mendorong berbagai pihak
untukmencapai segala sesuai secara instan, mudah dan terorganisasi. Dalam hal
ini, untukmempermudah transaksi produk pasar modal makan dibentuk Bursa
Efek. Fungsinyasangat membantu berbagai pihak yang terkait.
Perkembangan pasar modal dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.
Dimulaidengan adanya perubahan yang terdapat didalamnya hingga menghasilkan
Bursa EfekJakarta yang kemudia menjadi Bursa Efek Indonesia. Aktivitas yang
dilakukan sangat banyak guna membantu para investor dan perusahaan melakukan
transaksi ekonomi.

1.2 Rumusan Makalah

v
Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang, maka dapat dibuat
beberapa rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana pasar modal di Indonesia.
2. Bagaimana mekanisme perdagangan pasar modal.
3. Bagaimana hubungan investor dan pialang (Broker).
4. Bagaimana indeks pasar saham.
5. Bagaimana perkembangan pasar modal di Indonesia.

1.3 Tujuan Makalah


Berdasarkan perumusan makalah di atas, penyusun dapat menjelaskan
tujuan dari pembuatan makalah ini sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pasar modal Indonesia.
2. Untuk mengetahui mekanisme perdagangan pasar modal.
3. Untuk mengetahui hubungan investor dan pialang (Broker).
4. Untuk mengetahui indeks pasar saham.
5. Untuk mengetahui perkembangan pasar modal di Indonesia.

1.4 Manfaat Makalah


Makalah ini memiliki beberapa manfaat yang dapat dirasakan setelah
membacanya sebagai berikut:
1. Dapat menambah wawasan mengenai struktur pasar modal di Indonesia.
2. Dapat menambah pengetahuan bagi mahasiswa mengenai struktur pasar modal
yang merupakan salah satu materi dalam matakuliah manajemen pasar modal
dan portofolio.

vi
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pasar Modal di Indonesia


Pasar modal Indonesia memiliki peran besar bagi perekonomian Negara.
Dengan adanya pasar modal (capital market), investor sebagai pihak yang
memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dananya pada berbagai sekuritas
dengan harapan memperoleh imbalan (return). Sedangkan perusahaan sebagai
pihak yang memerlukandana dapat memanfaatkan dana tersebut untuk
mengembangkan proyek-proyeknya. Dengan alternatif pendanaan dari pasar
modal, perusahaan dapat beroperasi danmengembangkan bisnisnya dan
pemerintah dapat membiayai berbagai kegiatannyasehingga meningkatkan
kegiatan perekonomian Negara dan kemakmuran masyarakat luas.
Undang-undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal mendefinisikan
pasarmodal sebagai kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan efek. Definisi ini
menyiratkan bahwa seperti pasar modal pada umumnya, pasar modal Indonesia
dibentuk untuk menghubungkan investor (pemodal) dengan perusahaan atau
institusi pemerintah. Investor merupakan pihak yang mempunyai kelebihan dana,
sedangkan perusahaan atau institusi pemerintah memerlukan dana untuk
membiayai berbagai proyek-proyeknya. Dalam hal ini, pasar modal berfungsi
sebagai pengalokasi dana dari investor ke perusahaan atau institusi pemerintah.
Agar alokasi dana menjadi efektif berbagai jenis sekuritas (efek/surat berharga),
diciptakan dan diperdagangkan di pasar modal untuk mempertemukan kedua
pihak tersebut.
Uraian pendahuluan ini mengimplikasikan bahwa ada tiga pihak yang
terutama terlibat dalam perdagangan sekuritas di pasar modal Indonesia, yaitu
perusahaan (dan pemerintah), bursa efek, dan investor. Akan tetapi, kegiatan yang
berhubungan dengan pasar modal Indonesia sesungguhnya dilakukan oleh banyak
pihak terkait. Bagian ini menguraikan secara singkat masing-masing komponen
dalam struktur pasar modal Indonesia.

vii
2.1.1 Otoritas Jasa Keuangan
Ketika pasar modal Indonesia diaktifkan kembali pada tahun 1976,
Badan Pelaksana Pasar Modal (Bapepam) bertindak sebagai penyelenggara pasar
modal dan sekaligus sebagai Pembina dan pengawas. Dualism fungsi Bapepam
ini ditiadakan pada tahun 1990. Bapepam memfokuskan fungsinya pada
pengawasan pembinaan pasar modal. Dengan fungsinya tersebut, bapepam
mengusahakan untuk mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur wajar,
efisien, serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. Sebagai
perbandingan, tugas-tugas Bapepam tersebut hamper sama dengan tugas pokok
Securities and Exchange Commision (SEC) di Amerika Serikat. SEC
bertugas menjaga keterbukaan pasar modal secara penuh kepada masyarakat
investor dan melindungi kepentingan masyarakat investor dari malpraktek di
pasar modal.
Pada tahun 2005, Menteri Keuangan RI mengeluarkan Surat Keputusan
Nomor KMK 606/KMK.01/2005 tanggal 30 Desember 2005 tentang
penggabungan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dn\an Direktorat
Jenderal Lemabaga Keuangan (DJLK) menjadi Badan Pengawas Pasar Modal
dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).
Berdasarkan UU RI No. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), pemerintah menetapkan pembentukan OJK yang berfungsi
menyelenggarakan system peraturan dan pengawasan yang terintegrasi
terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sector jasa keuangan. Pemberlakuan
UU RI No. 21 Tahun 2011 menetapkan OJK menggantikan peran Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Bapepam LK). Sejak 31
Desember 2012, OJK mengambil alih tugas Bapepam LK.
Kewenangan OJK memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan
Bapepam LK. Selain bidang pasar modal dan jasa keuangan, OJK juga
mencakup pengaturan dan pengawasan pada sector perbankan. Pasal 5 UU RI
No. 21 Tahun 2011 menyatakan bahwa OJK berfungsi menyelenggaran system
pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di

viii
dalam sector jasa keuangan. Secara lebih spesifik, pasar 6 menyatakan bahwa
OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap:
1. Kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan.
2. Kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal.
3. Kegiatan jasa keuangan di sektor Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga
Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.

2.1.2 Emiten
Emiten merupakan sebutan bagi perusahaan yang menerbitkan
saham atau obligasi (bond) dan pembelinya adalah masyarakat umum. Berikut
jenis emiten:
1. Emiten saham menjual saham melalui penawaran umum baik penawaran
umum perdana (initial public offering, IPO) kepada investor public,
penawaran kepada pemegang saham yang ada (right issue), maupun
penawasan saham berikutnya (seasoned equity offering).
2. Emiten obligasi menjual obligasi melalui penawaran umum baik IPO
meupun penawaran obligasi berikutnya.
Selanjutnya, saham atau obligasi tersebut dapat dictatkan di bursa efek
untuk diperdagangkan antar investor. Jadi, seluruh perusahaan yang saham atau
obligasinya tercatat di BEI (dahulu BEJ atau BES) disebut juga sebagai emiten.
Namun tidak semua emiten mencatatkan saham atau obligasinya di bursa efek.

2.1.3 Emisi Saham


Pada waktu pendirian perseroan sebagian dari saham-saham telah
diambil oleh para pendiri. Saham-saham lainnya ditawarkan kepada umum, baik
secara di bawah tangan maupun dengan memasukkan dalam pasar modal di bursa.
Perseroan-perseroan yang sifatnya lokal yang tidak banyak membutuhkan modal
lazimnya menjual saham-sahamnya pada lingkungan yang terbatas, sedangkan
maskapai-maskapai yang besar dan banyak membutuhkan modal biasanya
mengeluarkan saham-sahamnya di pasar modal.

ix
Seringkali diminta bantuan dari bank-bank atau badan-badan yang
mengusahakan pengeluaran macam-macam saham atas risiko sendiri. Saham
dapat dikeluarkan pari, artinya harga tidak kurang dan tidak lebih dari harga
nominal seperti disebut pada saham itu. Mungkin juga dikeluarkan saham di atas
pari, artinya dijual dengan harga lebih tinggi dari harga nominalnya. Hal ini
disebabkan karena perseroan dalam tahun-tahun yang sudah, mendapatkan
keuntungan dari usahanya.
Saham dapat juga dikeluarkan di bawah pari, artinya dijual dengan harga
yang lebih rendah daripada harga nominal saham. Yang menyebabkan saham itu
mempunyai harga di bawah pari, ialah kerugian-kerugian yang diderita oleh
perseroan dalam tahun-tahun yang sudah.

2.1.4 Emisi Obligasi


Perusahaan dapat menerbitkan obligasi atau saham kepada investor
sebagai metode pembiayaan bisnis. Penerbitan sekuritas mempunyai beragam
bentuk. Perusahaan mungkin memiliki emisi baru, di mana mereka merilis
sekuritas untuk pertama kalinya, atau masalah musiman, di mana perusahaan yang
sudah mapan menawarkan saham tambahan. Emisi cenderung merujuk pada
penawaran tertentu. Misalnya, jika perusahaan menjual sekelompok obligasi 10
tahun kepada publik, set obligasi itu akan disebut sebagai satu emisi tunggal.
Jika sebuah perusahaan membutuhkan modal untuk bertahan dalam
bisnis, maka perusahaan tersebut memiliki opsi untuk mendapatkan pendanaan
melalui penjualan saham atau menerbitkan obligasi. Dalam penawaran saham
sekunder, dewan direksi (BOD) memberikan suara untuk menerbitkan lebih
banyak saham dan meningkatkan jumlah saham yang tersedia di pasar untuk
diperdagangkan. Hasil penjualan saham tambahan kepada publik pun langsung
masuk ke perusahaan.
Demikian juga, jika bisnis ingin memindahkan utang yang ada dan
membuat utang baru pada saat yang sama, mereka pun harus memutuskan untuk
menerbitkan obligasi. Perusahaan meminjam uang dari investor dan

x
membayarnya dengan bunga. Bunga adalah biaya yang dapat dikurangkan dari
pajak yang mengurangi biaya pinjaman perusahaan.

2.1.5 Bursa Efek


Setelah melakukan penawaran umum, emiten dapat mencatatkan saham
atau obligasinya di bursa efek. Di bursa efek, saham dan obligasi serta
sekuritas jangka Panjang lainnya diperdagangkan antar investor. Undang-
undang No. 8 Tahun 1995 tentang pasar modal mendefinisikan bursa efek
adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan sarana untuk
mempertemukan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan
memperdagangkan efek antara mereka.
Kecenderungan lain yang berkembangan adalah demutualisasi bursa
efek. Demutualisasi bursa efek merupakan kebijakan untuk mengurangi halangan
dalam memperoleh kepemilikan saham dengan memberikan kesempatan bagi
public (selain anggota bursa) untuk membeli saham di bursa efek. Tujuan
dilakukannya demutualisasi bursa efek antara lain adalah memperluas
kepemilikan saham bursa dan anggota bursa sebagai pemegang saham. Beberapa
bursa mencatatkan diri pada bursanya sendiri seperti London Stock Exchange,
Toronto Stock Exchange, Deutsche Borse, dan Osaka Stock Exchange.

2.1.6 Perusahaan Efek


Perusahaan efek atau disebut perusahaan sekuritas (securities companies)
adalah perusahaan yang memiliki satu atau gabungan tiga kegiatan berikut:
1. Penjamin emisi efek (underwriter) → adalah salah satu aktivitas pada
perusahan efek yang melakukan kontrak dengan emiten untuk
melaksanakan penawaran umum dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli
sisa efek yang tidak terjual (full commitment and non full commitment).
Contohnya adalah PT Indonesian Investments International (Indovest), PT
Aseam Indonesia, dsb. Pada umumnya terdapat dua bentuk penjaminan

xi
emisi efek, yakni penjaminan penuh dan sebagian. Indonesia menganut
bentuk penjaminan penuh (full commitment).
2. Perantara pedagang efek (broker dealer) → atau disebut juga perusahaan
pialang, adalah salah satu aktivitas pada perusahaan efek yang melakukan
kegiatan usaha jual beli efek untuk kepentingan sendiri atau pihak lain. Di BEI
perusahaan efek yang telah memiliki izin usaha dari sebagai perantara
pedagang efek inilah yang menjadi anggota bursa setelah memperoleh
persetujuan. Perusahaan pialang membeli dan menjual efek di lantai bursa atas
perintah atau permintaan (order) investor. Akan tetapi, perusahaan pialang juga
dapat melakukan jual beli efek untuk dan atas nama perusahaan itu sendiri
sebagai bagian dari investasi portofolio mereka. Contohnya adalah Bahana
Securities, Bhakti Investama, dsb. Contoh lain adalah PT Danareksa Sekuritas
dan PT Nikko Securities Indonesia yang memiliki kegiatan tidak hanya sebagai
peratara pedagang efek tetapi juga sebagai penjamin emisi efek.
3. Manajer investasi (investment manager) → adalah pihak yang kegiatan
usahanya mengelola portofolio efek untuk para nasabah atau mengelola
Portofolio Investasi Kolektif untuk sekelompok nasabah, kecuali perusahaan
asuransi, dana pensiun, dan bank yang melakukan kegiatan sendiri
usahanya berdasarkan perundang-undangan yang berlaku. Orang yang
bertindak mengelola portofolio tersebut disebut sebagai Wakil Manajer
Investasi (WMI).

2.1.7 Lembaga Penunjang Pasar Modal


Lima lembaga penunjang pasar modal berikut ini merupakan
lembaga yang menyediakan kegiatan yang membantu terselenggaranya pasar
modal yang sehat.
1. Biro Administrasi Efek (Securities Administration Bureau)
Adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan
pencatatan pemilihan efek dan pembagian hak berkaitan dengan efek.
Contohnya adalah Adimitra Transferindo, Ficomindo Buana Registar, dsb.
2. Kustodian

xii
Adalah pihak yang memberikan jasa penitipan efek dan harta lain
berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan
hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang
menjadi nasabahnya. Contohnya adalah PT Bank Central Asia Tbk, dsb.
3. Wali Amanat (trustee)
Adalah pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek bersifat utang. Pada
pertengahan 2015, OJK melaporkan ada 11 wali amanat di BEI.
4. Penasihat Investasi
Adalah pihak yang memberi nasihat kepada pihak lain mengenai penjualan
atau pembelian efek.
5. Pemeringkat Efek
Merupakan lembaga yang dapat menjembatani kesenjangan informasi anatara
emiten dan investor dengan menyediakan informasi standar atas tingkat risiko
kredit suatu perusahaan. Saat ini terdapat 2 perusahaan pemeringkat efek yaitu
PT Pefindo atau PT Kasnic Credit Rating Indonesia.

2.1.8 Profesi Penunjang Pasar Modal


Profesi penunjang pasar modal mempunyai tanggung jawab terutama
dalam membantu emiten dalam proses emisinya. Profesi tersebut adalah:
1. Akuntan Publik, membantu emiten dalam menyusun prospektus dan
laporan tahunan sehingga tersaji memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh
Bapepam dan Bursa Efek.
2. Notaris, berperan ketika emiten, perusahaan sekuritas dan pihak-pihak lainnya
menyusun anggaran dasar dan kontrak-kontrak kegiatan.
3. Konsultan Hukum, membantu dalam melakukan kegiatannya agar sesuai
dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku dan aspek hukum lainnya.
4. Perusahaan penilai, berperan dalam penentuan nilai wajar atas suatu
aktiva perusahaan dalam proses emisi.

xiii
2.1.9 Investor
Investor atau sering disebut juga pemodal adalah pihak yang
menginvestasikan dana pada sekuritas. Investor dapat dibedakan ke dalam
investor perseorangan (individual investor) atau investor institusi (institutional
investor). Investor perseorangan mewakili dirinya sendiri dan dari berbagai
profesi seperti karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, dsb. Sedangkan contoh
investor institusi adalah asuransi, dana reksa, dana pensiun dsb.
Investor biasanya juga dibedakan berdasarkan asal negaranya, yaitu
investor Indonesia (domestik/lokal) atau investor asing. Keterlibatan investor
asing sering menarik perhatian para pihak yang terlibat di pasar modal Indonesia
maupun masyarakat luas. Keterlibatan investor asing sebelum periode krisis
keuangan 1997 mencapai lebih dari 50%, namun peran investor asing semakin
melemah pasca krisis keuangan 1997. Selama periode 1995 s.d 1997, investor
asing lebih banyak terlibat dibandingkan investor domestik dalam perdagangan
saham. Namun selatelah itu, investor domestik lebih mendominasi perdagangan
saham di pasar modal Indonesia.

2.2 Mekanisme Perdagangan


Seperti pasar modal pada umumnya, pasar modal Indonesia terdiri atas
pasar perdana (primary market) dan pasar sekunder (secondary market). Di pasar
perdana, emiten pertama kali menawarkan sekuritas kepada para investor dengan
menggunakan jasa penjamin emisi efek (underwriter). Selanjutnya, sekuritas
tersebut dapat diperdagangkan antar investor di pasar sekunder. Di pasar
sekunder, sekuritas yang telah ada dibeli atau dijual antar investor.

2.2.1 Mekanisme Perdagangan Di Pasar Perdana


Di pasar perdana, saham atau obligasi untuk pertama kalinya ditawarkan
kepada investor publik atau masyarakat luas. Proses penjualan saham atau obligasi
yang pertama ini biasa disebut sebagai penawaran umum perdana [initial publik
offering (IPO)]. Jadi, ada IPO saham dan IPO obligasi. Selanjutnya, di masa
mendatang setelah IPO, emiten juga dapat melakukan penawaran umum lagi dan

xiv
menawarkan saham baru, yang menambah jumlah saham yang telah ada, melalui
penawaran umum terbatas (right issue) kepada pemegang sahamnya. Demikian
juga halnya dengan obligasi, emiten dapat menawarkan obligasi berikutnya
melalui penawaran umum obligasi II, III, dan seterusnya. Saham atau
obligasi baru tersebut dibeli investor di pasar perdana. Penawaran saham baru
tersebut dikenal sebagai seasoned equity offering. Dengan demikian,
hubungan perdagangan yang terjadi di pasar perdana adalah antara investor dan
emiten, bukan antara investor dan investor lainnya.
Istilah yang juga populer untuk IPO adalah go-public dan perusahaan
yang melakukannya selanjutnya disebut sebagai perusahaan terbuka (Tbk.) atau
perusahaan publik. Sebelum go-public, perusahaan disebut sebagai perusahaan
tertutup (private company). Bagaimana investor publik atau masyarakat luas dapat
membeli saham atau obligasi di pasar perdana ini? Sebelum memutuskan
investasinya, investor dapat memulai dengan mempelajari prospektus, yang
berisikan berikut ini:
1. Jenis usaha dan juga riwayat emiten
2. Jumlah saham atau obligasi yang ditawarkan ke publik, serta harga
penawaran.
3. Tujuan dari penawaran perdana.
4. Prospek usaha emiten beserta risiko-risiko usaha yang mungkin terjadi di
masa depan.
5. Kebijakan pembayaran bunga surat utang dan juga kebijakan pembagian
dividen.
6. Kinerja keuangan secara historis.
7. Agen penjualan yang berpartisipasi dalam proses penawaran perdana.
8. Jadwal pelaksanaan penawaran perdana.
Investor dapat memperoleh prospektus di perusahaan efek dan juga dpaat
membacanya di surat kabar. Laporan keuangan ada di dalam prospektus, dan
sebagai tambahan, emiten diharuskan untuk mempublikasikan laporan
keuangannya secara regular, baik itu kuartalan, setengah tahunan dan tahunan

xv
di surat kabar. Laporan keuangan juga bisa diperoleh di perusahaan efek.
Laporan keuangan terdiri atas:
1. Laporan laba rugi, yaitu laporan yang menyajikan hasil operasional emiten
selama periode tertentu, baik itu penjualan yang dicapai, biaya-biaya yang
dikeluarkan dan juga keuntungan atau kerugian yang dihasilkan.
2. Neraca, yaitu laporan yang menyajikan posisi keuangan emiten pada saat
tertentu yang berisi informasi tentang aktiva yang dimiliki, kewajiban, dan
ekuitas.
3. Laporan arus kas, yaitu laporan yang menyajikan arus kas emiten selama
periode tertentu.
Penawaran perdana untuk saham dan obligasi suatu perusahaan kepada
investor publik dilakukan oleh penjamin emisi melalui perantara perdagangan
efek yang bertindak sebagai agen penjual saham. Tata cara pemesanan saham atau
obligasi seperti: harga penawaran, jumlah saham yang ditawarkan, masa
penawaran, dan informasi lain yang penting lainnya dapat dilihat pada prospektus
dan dipublikasikan di surat kabar. Investor yang berminat dapat memesan saham
atau obligasi dengan cara menghubungi penjamin emisi atau agen penjual dan
kemudian mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Investor kemudian
melakukan pemesanan saham atau obligasi tersebut dengan disertai
pembayaran uang. Selanjutnya, penjamin emisi dan agen penjual mengumumkan
hasil penawaran umum tersebut kepada investor yang telah melakukan
pemesanan. Proses penjatahan saham atau obligasi (biasa disebut “allotment”)
kepada investor yang telah memesan dilakukan oleh penjamin emisi dan emiten
yang menerbitkannya. Saham atau obligasi tersebut kemudian didistribusikan
kepada investor melalui penjamin emisi dan agen penjual.
Sehubungan dengan proses penjatahan, ada istilah yang harus
diperhatikan, yaitu undersubscribed dan oversubscribed. Undersubscribed adalah
kondisi saat total saham atau obligasi yang dipesan oleh investor kurang dari total
saham atau obligasi yang ditawarkan. Dalam kondisi seperti ini, semua investor
pasti akan mendapat saham atau obligasi sesuai dengan jumlah yang
dipesannya. Sedangkan oversubscribed adalah kondisi di mana total saham atau

xvi
obligasi yang dipesan oleh investor melebihi jumlah total saham atau obligasi
yang ditawarkan. Dalam kondisi ini, terdapat kemungkinan investor mendapatkan
saham atau obligasi kurang dari jumlah yang dipesan, atau bahkan mungkin tidak
mendapatkan sama sekali. Apabila jumlah saham atau obigasi yang didapat
oleh investor kurang dari jumlah yang dipesan, atau telah terjadi oversubscribed,
maka kelebihan dana investor akan dikembalikan (proses ini sering disebut
dengan refund).

2.2.2 Mekanisme Perdagangan Di Pasar Sekunder


Setelah melakukan penawaran efek di pasar perdana, kebanyakan
perusahaan mencatatkan efek tersebut (saham atau obligasinya) di pasar sekunder
agar dapat diperdagangkan antarinvestor. Pasar sekunder memberikan kesempatan
kepada para investor untuk membeli atau menjual saham atau obligasi serta
berbagai jenis efek lainnya yang tercatat di bursa. Dengan demikian hubungan
yang terjadi di pasar sekunder adalah antarinvestor yang tidak melibatkan emiten.
Hingga saat ini, sekuritas yang diperdagangkan di BEI adalah saham biasa, saham
preferen, bukti right, waran, obligasi perusahaan, obligasi konversi, kontrak opsi
saham (KOS), obligasi Negara, reksa dana, serta kontrak berjangka.
Pelaksanaan perdagangan efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan
fasilitas Jakarta Automated Trading System (JATS). Perdagangan Efek di bursa
hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi Anggota
Kliring KPEI. Transaksi obligasi perusahaan dan obligasi Negara di BEI
menggunakan system perdagangan yang disebut FITS (Fixed income Trading
System) dan OTC-FIS (Over-the-Counter Fixed Income Service) yang
memungkinkan semua kuotasi yang masuk ke dalam system dapat dilihat secara
langsung (real time) oleh pelaku pasar lainnya. OTC-FIS adalah system informasi
dan penawaran yang memberikan kemudahan bagi pelaku pasar dalam melakukan
order jual dan beli, negosiasi dan pelaporan transaksi untuk obligasi. Sistem OTC-
FIS bisa digunakan baik oleh partisipan maupun non-partisipan. Yang dimaksud
dengan partisipan adalah bank ataupun perusahaan sekuritas yang memanfaatkan
OTC- FIS untuk memperdagangkan dan melaporkan setiap transaksi obligasi,

xvii
sedangkan partisipan adalah mereka yang ingin mendapatkan informasi secara
real time mengenai perdagangan obligasi. Sedangkan oblgasi yang transaksi
melalui FITS adalah obligasi ritel, yaitu obligasi yang memiliki satuan nilai
nominal kecil, mulai Rp5.000.000 dan kelipatannya. Sistem FITS juga
memungkinkan dilakukannya transaksi jarak jauh sehingga para pelaku
perdagangan tidak perlu bertemu secara fisik di lantai perdagangan, melainkan
cukup melakukan transaksi dari kantor anggota bursa.
Sebelum dapat melakukan transaksi, investor harus menjadi nasabah di
salah satu perusahaan efek. Investor dapat menjadi nasabah di salah satu atau
beberapa perusahaan efek (seperti halnya di bank, seseorang dapat menjadi
nasabah di beberapa bank). Pertama kali investor melakukan pembukaan
rekening (account) dengan mengisi dokumen pembukaan rekening. Di dalam
dokumen pembukaan rekening tersebut memuat identitas nasabah lengkap
(termasuk tujuan investasi dan keadaan keuangan) serta keterangan tentang
investasi yang akan dilakukan. Nasabah dapat melakukan order jual atau beli
setelah investor disetujui untuk menjadi nasabah di perusahaan efek yang
bersangkutan. Umumnya setiap perusahaan efek mewajibkan kepada nasabahnya
untuk mendepositkan sejumlah uang tertentu sebagai jaminan bahwa nasabah
tersebut layak melakukan jual beli saham. Jumlah deposit yang diwajibkan
bervariasi; misalnya ada yang mewajibkan sebesar Rp25.000.000, sementara yang
lain mewajibkan sebesar Rp15.000.000 dan seterusnya, namun ada juga
perusahaan efek yang menentukan misalnya 50% dari nilai transaksi yang akan
dilakukan.
Proses perdagangan atau transaksi saham dan obligasi di pasar sekunder
diawali dengan order (pesanan) untuk harga tertentu. Pesanan tersebut dapat
disampaikan baik secara tertulis maupun lewat telepon dan disampaikan kepada
perusahaan efek melalui sales dealer. Pesanan tersebut harus menyebutkan jumlah
yang akan dibeli atau dijual dan dengan menyebutkan harga yang diinginkan.
Pesanan jual atau beli oleh para investor dari berbagai perusahaan
sekuritas akan bertemu di lantai bursa. Setelah terjadi pertemuan (match)
antarorder tersebut, maka proses selanjutnya adalah proses terjadinya transaksi.

xviii
Mekanisme matching umumnya berdasarkan criteria prioritas harga pada waktu
berikutnya. Prioritas harga pada waktu berikutnya. Prioritas harga berarti
permintaan beli pada harga beli yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap
permintaan beli pada harga yang lebih rendah. Sedangkan penawaran jual pada
harga jual yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada
harga yang lebih tinggi.
Prioritas waktu berlaku dalam hal penawaran jual atau permintaan beli
diajukan pada harga yang sama. Prioritas diberikan kepada permintaan beli atau
penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.
Sebagai contoh, Bapak Sigit telah melakukan pesanan pembelian saham
MEDC pada harga Rp1.200per lembar sebanyak 1.000 lembar. Anggap pesanan
(order) ini tidak bertemu dengan pesanan penjual lainnya, maka order beli Bapak
Sigit ini akan tinggal dalam limit order book untuk menunggu pertemuan dengan
order jual investor lainnya.
Selanjutnya anggap investor lain yang bernama Ibu Tini juga melakukan
pesanan pembelian saham MEDC. Seperti halnya order beli Bapak Sigit. Namun
Ibu Tini ingin menempatkan pesanannya pada posisi yang lebih didahulukan dari
Bapak Sigit agar dapat dipertemukan dengan pesanan jual investor lain. Jika
demikian, Ibu Tini dapat membeli saham MEDC ini pada harga yang lebih tinggi
dari pada harga pesanan beli Bapak Sigit untuk mendapatkanprioritas harga.
Ibu Tini tidak diperbolehkan memesan pada harga yang melanggar
satuan perubahan harga atau dikenal dengan fraksi harga (tick size). Karena fraksi
harga yang berlaku untuk perdagangan saham MEDC pada hari itu adalah Rp100,
maka Ibu Tini tidak diperbolehkan memesan pada harga katakanlah Rp1.215 atau
pada harga yang bukan kelipatan Rp100. Dengan melakukan pesanan beli pada
harga Rp1.300 atau kelipatan Rp100 di atas harga Rp1.200, maka pesanan beli
Ibu Tini akan mendapat prioritas di depan pesanan beli Bapa Sigit untuk
dipertemukan dengan pesanan jual dari para investor lainnya.

xix
2.3 Hubungan Investor dan Pialang (Broker)
Satu cara untuk berinvestasi adalah calon investor membuka sebuah
rekening atau akun (account) pada suatu perantara pedagang efek (pialang atau
broker). Rekening ini disebut brokerage account atau trading account. Calon
investor akan diminta untuk memberikan informasi seputar dirinya dan
menandatangani suatu perjanjian yang berisi hak dan kewajiban calon investor
dan perusahaan efeknya. Kemudian calon investor memberikan uang tunai dan
perintah bagaimana yang tersebut diinvestasikan. Umunya para pialang dibedakan
ke dalam tiga kelompok sebagai berikut:
1. Full-service brokers, pialang ini menyediakan saran investasi dan strategi
investasi yang sekiranya tepat bagi investor. Full-service broker bahkan dapat
mengelola rekening jika diinginkan investor.
2. Deep-discount brokers, pialang ini menyediakan layanan pada pemeliharaan
rekening dan eksekusi pesanan membeli atau menjaul.
3. Discount brokers, pialang ini menyediakan layanan di antara layanan yang
disediakan oleh kedua jenis pialang lainnya. Discount broker menawarkan
bimbingan investasi yang lebih banyak disbanding Deep-discount broker
dan biaya komisi yang lebih rendah disbanding Full-service broker.
Jenis pialang yang sebaiknya dipilih tergantung pada berapa banyak
layanan dan saran yang dibutuhkan dan diinginkan investor. Dengan melakukan
kegiatan investasi tanpa bimbingan pialang dapat menurunkan biaya komisi,
namun investor pemula akan dapat memperoleh banyak pengalaman dan
keyakinan dengan Full-services broker. Hal yang perlu diperhatikan adalah saran
yang diterima dari pialang tidaklah dijamin. Tugas pialang memang memberikan
rekomendasi yang seharusnya juga dirumuskan secara hati-hati. Namun investor
tetap menjadi pihak yang menanggung risiko meskipun rekomendasi beli atau
jual diberikan oleh pialang.

2.3.1 Margin
Investor dapat membeli sekuritas baik secara tunai maupun sebagian
tunai dan sebagian pinjaman. Dengan menggunakan margin account, investor

xx
dapat membeli sekuritas secara kredit dengan meminjam uang dari
pialangnya. Pembelian sekuritas seperti ini disebut pembelian margin (margin
purchase). Investor meminjam dana dari pialang dengan dibebani suatu tingkat
bunga tertentu. Pembelian margin dapat berlaku pada sekuritas apa pun, namun
bahasan ini memfokuskan pada saham. Ketika investor membeli sekuritas secara
kredit, sebagian dana adalah miliknya sendiri dan sisanya adalah pinjaman.
Banyaknya dana yang dimiliki investor disebut margin, dan biasanya dinyatakan
dalam persentase. Contohnya, seorang investor menggunakan uangnya sendiri
Rp80 juta dan meminjam Rp20 juta dari pialangnya untuk membeli saham.
Jumlah investasi adalah Rp100 juta. Maka margin adalah Rp80 juta/Rp100 juta =
0,80 atau 80 persen.

2.3.2 Short Sales


Investor yang membeli dan memiliki saham dikatakan mempunyai long
position. Investor ini mengharapkan bahwa harga sahamnya akan meningkat.
Kenaikan harga saham akan menghasilkan uang dan penurunannya akan
mengurangi uangnya. Berbagai aset financial dapat diperdagangkan secara short
sales tetapi mekanismenya adalah berbeda-beda antar jenis sekuritas. Bahasan ini
memfokuskan pada short sales pada saham. Anggaplah seorang investor meyakini
bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun. Dan tentunya tidak ingin
membeli maka kemungkinan saham tersebut akan dijual. Namun apabila dia tidak
mempunyai saham tersebut, dengan short sales, dia masih dapat menjual saham
tersebut meskipun tidak memilikinya. Jadi, dalam short sales, investor menjual
sekuritas yang tidak dimilikinya. Secara definisi, short sales adalah penjualan
yang penjualnya sebenernya tidak memiliki sekuritas yang dijualnya. Setelah
short sales, investor dikatakan mempunyai short position dalam sekuritas
tersebut.
Seorang investor dengan short position akan memperoleh keuntungan
apabila nilai sekuritas mengalami penurunan. Sebuah kearifan di pasar modal
mengatakan bahwa untuk menghasilkan keuntungan adalah dengan membeli

xxi
ketika harga rendah, menjual ketika harga tinggi. Dengan short sales, investor
membalik urutannya, yaitu menjual ketika harga tinggi, membeli ketika harga
rendah. Investor dengan long position akan diuntungkan dari kenaikan harga.
Sedangkan investor dengan short position akan diuntungkan dari penurunan
harga.

2.4 Indeks Pasar Saham


Informasi mengenai kinerja pasar saham sering kali diringkas dalam satu
indeks yang disebut indeks pasar saham. Indeks pasar saham merupakan indicator
yang mencerminkan kinerja saham – saham di pasar. Karena merupakan indicator
yang menggambarkan pergerakan harga – harga saham, maka indeks pasar saham
juga disebut indeks harga saham.

2.4.1 Indeks Harga Saham Gabungan


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau composite stock price index
menggunakan seluruh saham tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.
Masing – masing pasar modal memiliki indeks yang dibentuk berdasarkan saham
– saham yang dipakai sebagai dasar dalam perhitungan indeks harga. Sebagai
contoh IHSG di masing – masing Negara memiliki tingkat perkembangan yang
berbeda. Indeks ini mencakup pergerakan harga seluruh saham biasa dan saham
preferen yang tercatat di BEI.
Perhitungan indeks menggambarkan pergerakan harga saham di
pasar/bursa yang terjadi melalui sistem perdagangan lelang. Nilai dasar akan
disesuaikan secara cepat bila terjadi perubahan modal emiten atau terdapat faktor
lain yang tidak terkait dengan harga saham. Penyesuaian akan dilakukan bila ada
tambahan emiten baru, HMETD (right issue), partial/company listing, waran dan
obligasi konversi, demikian juga delisting. Dalam hal terjadi stock split, dividen
saham atau saham bonus, nilai dasar tidak disesuaikan karena nilai pasar tidak
terpengaruh. Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga
saham di pasar reguler yang didasarkan pada harga yang terjadi berdasarkan
sistem lelang.

xxii
Perhitungan IHSG dilakukan setiap hari, yaitu setelah penutupan
perdagangan setiap harinya. Dalam waktu dekat, diharapkan perhitungan IHSG
dapat dilakukan beberapa kali atau bahkan dalam beberapa menit. Hal ini dapat
dilakukan setelah sistem perdagangan otomasi diterapkan dengan baik.

2.4.2 Indeks LQ45


Intensitas transaksi setiap sekuritas di pasar modal berbeda. Sebagian
sekuritas memiliki frekuensi yang sangat tinggi dan aktif diperdagangkan di pasar
modal, namun sebagian sekuritas lainnya relatif sedikit frekuensi transaksi dan
cenderung bersifat pasif. Hal ini menyebabkan perkembangan dan tingkat
likuiditas IHSG menjadi kurang mencerminkan kondisi riil yang terjadi di bursa
efek. Di Indonesia persoalan tersebut dipecahkan dengan menggunakan indeks
LQ45. indeks LQ45 terdiri atas 45 saham di BEI dengan likuiditas tinggi dan
kapitalisasi pasar yang besar serta lolos seleksi menurut beberapa kriteria
pemilihan. Kriteria-kriteria berikut digunakan untuk memilih ke-45 saham yang
masuk dalam indeks LQ45:
1. Masuk dalam urutan 60 terbesar dari total transaksi saham di pasar reguler
(rata- rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).
2. Urutan berdasarkan kapitalisasi pasar (rata-rat nilai kapitalisasi pasar selama 12
bulan terakhir).
3. Telah tercatat di BEI selama paling sedikit 3 bulan.
4. Kondisi keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi dan jumlah
hari transaksi di pasar reguler.
Indeks LQ45 pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 Februari 1997.
hari dasar untuk pernghitungannya adalah 13 Juli 1994 dengan nilai dasar 100.
selanjutnya bursa efek secara rutin memantau perkembangan kinerja masing-
masing ke-45 saham yang masuk dalam penghitungan indeks LQ45. penggantian
saham dilakukan setiap enam bulan sekali, yaitu pada awal bulan Februari dan
Agustus. Apabila terdapat saham yang tidak memenuhi kriteria seleksi, maka

xxiii
saham tersebut dikeluarkan dari penghitungan indeks dan diganti dengan saham
lain yang memenuhi kriteria.

2.4.3 Indeks Harga Saham Lainnya


Selain IHSG dan indeks LQ45, BEI juga mengeluarkan beberapa indeks
harga saham lainnya yang meliputi: Indeks Kompas 100, Indeks Sektoral,
Jakarta Islamic Indeks, dan Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembang.
1. Indeks Kompas 100
Indeks kompas 100 pada prinsipnya sama dengan LQ45, yakni terkait
dengan isu likuiditas saham. Dalam hal ini yang dipakai sebagai dasar
perhitungan indeks adalah 100 saham teraktif. Secara lebih spesifik proses
pemilihan 100 saham mempertimbangkan frekuensi transaksi dan
kapitalisasi pasar serta kinerja fundamental dari saham-saham tersebut.
Peluncuran indeks kompas 100 bersamaan dengan hari ulang tahun ke
30 pasar modal pada 10 Agustus 2007.
2. Indeks sektoral
BEI merupakan sub indeks dari IHSG. Indeks sektoral menggunakan
semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor. Indeks sektoral
diperkenalkan pada tanggal 2 Januari 1996 dengan nilai awal indeks 100
untuk setiap sektor dan menggunakan hari dasar tanggal 28 Desember
1995. Semua saham yang tercatat di BEI diklasifikasikan ke dalam
sektor menurut klasifikasi industri yang telah ditetapkan BEJ, yang diberi
nama JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification).
Selain 9 sektor tersebut, BEI juga mengitungan indeks industri
manufaktur (industri pengolahan) yang merupakan indeks gabungan dari
tiga sektor industri. Hasilnya adalah 10 indeks sektoral. Kesepuluh
indeks sektoral di BEI tersebut adalah (tanda dalam kurung
menyatakan sebutan tertulis yang digunakan BEJ):
1. Pertanian (agri)
2. Pertambangan (mining)
3. Industri dasar dan kimia (basic-ind)

xxiv
4. Aneka industri (misc-ind)
5. Industri barang konsumsi (consumer)
6. Properti dan real estate (property)
7. Transportasi dan infrastruktur (infrastruture)
8. Keuangan (finance)
9. Perdagangan, jasa, dan investasi (trade)

10. Manufaktur (manufacture)


3. Jakarta Islamic Indeks
Jakarta Islamic Indeks terdiri atas 30 jenis saham yang dipilih dari saham-
saham yang sesuai dengan syariah islam dan termasuk saham yang
likuid. Jakarta Islamic Indeks dimaksudkan sebagai tolok ukur untuk
mengukur kinerja investasi pada saham dengan basis syariah dan
diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi
secara syariah.
4. Indeks Papan Utama dan Indeks Papan Pengembangan
Indeks papan utama (MBX) dan papan pengembangan (DBX). kedua
indeks ini dikeluarkan BEI untuk menyediakan indikator dalam memantau
perkembangan saham-saham yang masuk dalam masing-masing papan
pencatatan. Hari dasar untuk penghitungan indeks papan utama dan indeks
papan pengembangan adalah 28 Desember 2001 dengan nilai dasar 100.
pada hari itu, 34 saham tercatat pada papan utama dan 287 saham
tercatat pada papan pengembangan dengan komposisi kapitalisasi pasar
untuk indeks masing-masing 62% dan 38% dari total keseluruhan saham
yang tercatat di BEI.
5. Indeks Saham Lainnya
Beberapa indeks lainnya memiliki ciri yang disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing stakeholders dalam menentukan kriteria saham
yang tergabung dalam indeks kompositnya.

xxv
Indeks Bisnis 27. indeks bisnis 27 merupakan indeks yang mengacu pada
27 saham terpilih yang memenuhi 3 kriteria yaitu fundamental, teknikal,
dan tata kelola.
Indeks PEFINDO 25. indeks PEFINDO 25 ditujukan untuk emiten kecil
dan menengah dengan menggunakan kriteria, yaitu: total aset kurang dari
Rp 1 triliun, tingkat return on equity (ROE), opini akuntan publik atas
laporan keuangan auditan adalah wajar tanpa pengecualian (WTP), dan
telah tercatat di BEI sekurang-kurangnya 6 bulan, likuiditas, dan jumlah
saham yang dimiliki oleh publik (free float stock).
Indeks SRI-KEHATI. Indeks SRI-KEHATI (sustainable responsible
investment - keanekaragaman hayati indonesia) bertujuan untuk
memberikan informasi tambahan kepada investor yang memliki perhatian
pada emiten yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan
menjalankan tata kelola yang baik serta memiliki perhatian pada emiten
yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan menjalankan tata kelola
yang baik serta memiliki kinerja sangat baik dalam mendorong usaha
berkelanjutan. Indeks ini juga memperhatikan total aset, price earning
ratio, dan free float. Indeks ini dihitung berdasarkan 25 saham yang
memenuhi kriteria di atas.
Indeks MNC 26. indeks MNC 36 terdiri atas 36 saham yang dipilih
berdasarkan kriteria kapitalisasi pasar, likuiditas transaksi, dan faktor-
faktor fundamental.
Indeks IDX 30. indeks IDX 30 adalah indeks yang terdiri atas 30 saham
yang dipilih dari saham-saham yang termasuk dalam indeks LQ45. aspek
yang dipertimbangkan dalam pemilihan mencakup nilai, frekuensi, hari
transaksi, dan kapitalisasi pasar. Selain itu beberapa aspek yang juga
dipertimbangkan adalah informasi kelangsungan usaha, laporan keuangan,
dan pertimbangan lainnya (terdapat kasus, suspensi, dan sanksi).

xxvi
2.4.4 Perhitungan Indeks Harga Saham
Indeks-indeks harga saham bursa efek merupakan indeks yang
menggunakan rata- rata tertimbang dari nilai pasar (market value weighted
average index). nilai pasar atau kapitalisasi pasar untuk suatu saham dihitung
sebagai perkalian antara jumlah lembar saham dengan harga penutupan pasar.
Perhitungan indeks rata-rata dibobot nilai pasar juga digunakan pada berbagai
indeks di bursa dunia lainnya, antara lain indeks S&P 500 di pasar saham
Amerika yang juga telah lama dikenal di berbagai negara dunia.

2.5 Perkembangan Pasar Modal Indonesia


Perkembangan pasar modal Indonesia sudah semakin pesat. Hal tersebut
dibuktikan dengan banyaknya perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Biasanya dalam pasar modal dikeluarkan berupaminformasi keuangan dalam
pengambilan keputusan serta untuk mengetahui kinerja suatu perusahaan. Untuk
pengambilan keputussan ekonomi, para pelaku bisnis dan pemerintah
membutuhkan informasi tentang kondisi dan kinerja keuangan perusahaan.
Pasar modal di Indonesia diyakini tumbuh pesat tahun ini sepanjang 2020
menjadi tahun yang penuh tantangan bagi seluruh industri akibat pandemi covid-
19, tak terkecuali perdagangan pasar modal Indonesia. Akan tetapi, di tengah
keadaan tersebut, pasar modal Indonesia mampu berdaptasi dengan mencatatkan
51 perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public
Offering (IPO). Pencapaian ini merupakan yang tertinggi di ASEAN.
Proyeksi pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif
pascapandemi. Pada awal pandemi, pasar modal sempat terjadi koreksi penurunan
yang sangat dalam. Tapi saat ini pasar modal mengalami pertumbuhan yang
sangat baik. Pada 2020 pasar modal Indonesia mampu mencatatkan perusahaan
IPO tertinggi se-ASEAN sebanyak 51 perusahaan. Tiga di antara jumlah tersebut
berhasil diantarkan IPO oleh SGI yaitu 2 perusahaan yang bergerak di bidang
properti dan 1 digital media.

xxvii
BAB III

KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Pasar Modal adalah tempat perusahaan mencari dana segar untuk
mengingkatkan kegiatan bisnis sehingga dapat mencetak lebih banyak
keuntungan. Dana segar yang ada di pasar modal berasal dari masyarakat yang
disebut juga sebagai investor. Para investor melakukan berbagai tehnik analisis
dalam menentukan investasi di mana semakin tinggi kemungkinan suatu
perusahaan menghasilkan laba dan semakin kecil resiko yang dihadapi maka
semakin tinggi pula permintaan investor untuk menanamkan modalnya di
perusahaan tersebut.
Pada pasar modal pelakunya dapat berupa perseorangan maupun
organisasi / perusahaan. Bentuk yang paling umum dalam investasi pasar modal
adalah saham dan obligasi. Saham dan obligasi dapat berubah-ubah nilainya
karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Saat ini pasar modal di Indonesia adalah
Bursa Efek Jakarta atau yang disingkat BEJ dan Bursa Efek Surabaya atau yang
disingkat BES. Pelaku pasar modal ialah emiten, investor dan lembaga penunjang.
Pasar Modal memiliki peran yang sangat penting di dalam perekonomian
Indonesia. Pasar modal mempunyai dua fungsi yaitu ekonomi dan keuangan. Di

xxviii
dalam ekonomi, pasar modal menyediakan fasilitas untuk memindahkan dana dari
lender ke borrower.
Dengan menginvestasikan dananya lender mengharapkan adanya
imbalan atau return dari penyerahan dana tersebut. Sedangkan bagi borrower,
adanya dana dari luar dapat digunakan untuk usaha pengembangan usahanya
tanpa menunggu dana dari hasil operasi perusahaannya. Di dalam keuangan,
dengan cara menyediakan dana yang diperlukan oleh borrower dan para lender
tanpa harus terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil.

xxix