Anda di halaman 1dari 34

PERJANJIAN PENGIKATAN JUAL BELI

Nomor : 01.

-Pada hari ini, Senin, tanggal dua belas Oktober duaribu duapuluh (12-10-

2020), pukul 09.00 WIB (sembilan nol-nol Waktu Indonesia bagian

Barat).--------------

-Berhadapan dengan saya, NINDA PUSPITA DEWI, Sarjana-Hukum,

Magister Kenotariatan, Notaris di Kabupaten Bekasi, dengan dihadiri saksi-

saksi yang saya Notaris, kenal dan akan disebut pada bagian akhir akta

ini.--------------------

-Tuan BUDI WALUYO, lahir di Kotawaringin, tanggal 10-01-1976

(sepuluh oktober seribu sembilanratus tujuhpuluh enam),--------

bertempat tinggal di Jakarta Utara, Perumahan Bintang sektor V,

Jalan--- Apel nomor 5, Rukun Tetangga 007 Rukun Warga 008,

Kelurahan----- Kejora, Kecamatan Lebak Angka, Warga Negara

Indonesia, Karyawan Swasta, pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP)

dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :

3216014802941234.----------------------------------

-menurut keterangannya dalam hal ini dalam bertindak dalam

jabatannya sebagai berdasar Surat Kuasa dari Direksi yang

dibuat di bawah tangan Nomor : 10/068-KUA/DIR tanggal 05-

02-2008 (lima Pebruari tahun duaribu delapan). Dibuat di

hadapan Dwi Hutama, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta, oleh


karena itu berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan yang dimuat

dalam Akta Nomor : 51, tanggal 26-05-2008 (duapuluh enam

Mei tahun duaribu delapan), dibuat dihadapan FATHIAH

HELMI, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta dan telah

diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor :

68 tanggal 25-08-2009 (duapuluh lima Agustus tahun duaribu

sembilan) Tambahan Berita Negara Nomor : 23079, sehingga

oleh karena itu bertindak untuk dan atas nama PT.

BERDIKARI JAYA UTAMA, berkedudukan di Jakarta

Pusat melalui kantor Cabang Semarang berkedudukan, yang

anggaran dasarnya telah diumumkan dalam berita dengan akta

nomor : 45, tanggal 10 Agustus 2006, dibuat dihadapan Nyonya

SULISTYANI, Notaris di Jakarta, SK Menteri Kehakiman dan

Hak Asasi Manusia nomor : AHU. 455560.O1.O1.AH.2006,

diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal

31 Oktober 2006 (tigapuluh satu Oktober tahun duaribu)

Nomor : 87, Tambahan Nomor : 6588 ; Anggaran Dasar mana

kemudian diubah dengan Akta tanggal 22 Juni 2008 Nomor : 83,

dibuat dihadapan AGUSTINA JUNAEDI, Sarjana Hukum,

Notaris di Jakarta, yang pemberitahuannya telah diterima dan

dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum

(Sisminbakum) Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia

Republik Indonesia tanggal 15 Juli 2008 Nomor : C-

UM.02.01.10085;-------------------------------
-Selaku kreditur yang selanjutnya disebut

juga:----------------------------------------

--------------------------------PIHAK

PERTAMA--------------------------------------

-Tuan Tuan CHRISTIAN SUDJONO, Wiraswasta, lahir di

Semarang---- pada tanggal 08 Agustus 1987, bertempat tinggal di Jalan

Melati I nomor 5, Rukun Tetangga 008 Rukun Warga 009, Kelurahan

Candirejo, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pemegang

Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan

(NIK) :------------

3374150808870004---------------------------------------------------------------

-Selaku debitur yang selanjutnya disebut

juga:-----------------------------------------

-------------------------------------PIHAK

KEDUA--------------------------------------
PERUBAHAN PERJANJIAN KREDIT
DENGAN JAMINAN (ADDENDUM)
Nomor : 02.-

-Pada hari ini, hari Sabtu, tanggal sembilanbelas Desember duaribu duapuluh
-------(19-12-2020), pukul 10.00 WIB (sepuluh nol nol Waktu Indonesia Bagian
Barat). ---
-Hadir di hadapan Saya, NINDA PUSPITA, Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta,
dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang Saya, Notaris kenal dan akan disebut
nama-namanya pada bagian akhir akta ini :
---------------------------------------------------------
I.- 1. -Tuan Insinyur MUHAMMAD BUSRONI, Master of Science, Doctor
of Philosophy (dalam Kartu Tanda Penduduk tertulis Ir. MUHAMMAD
BUSRONI, MSc, PhD) lahir di Jakarta, pada tanggal duapuluh Januari
seribu sembilanratus enampuluh enam (20-01-1966), Warga Negara
Indonesia, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Hadiah Nomor 1A,
Rukun Tetangga 007, Rukun Warga 003, Kelurahan Gajahmungkur,
Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pemegang Kartu Tanda
Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :
3171002001660010; -------------
2. –Nyonya DEBI SAHERTIAN, lahir di Jogjakarta, pada tanggal duapuluh
semnbilan Juni seribu sembilanratus tujuhpuluh tiga (29-06-1973),
Warga Negara Indonesia, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Satria
Nomor 110, Rukun Tetangga 007, Rukun Warga 001, Kelurahan
Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pemegang
Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan
(NIK) : 3171002906730010;
--------------------------------------------------------------------
-menurut keterangan keduanya bertindak selaku Direktur dan
Komanditer dari dan oleh karena itu untuk dan atas nama Perseroan
Komanditer -----------CV MEGA SEJAHTERA, suatu Perseroan yang
berkedudukan di Kota Semarang, yang Anggaran Dasarnya dibuat pada
tanggal sepuluh Februari duaribu (10-02-2000), Nomor 56, dihadapan
SUSANTO, Sarjana Hukum, pada waktu itu Notaris di Kota Semarang,
yang mana telah tercatat di Panitera Pengadilan Negeri Semarang
dengan register Nomor 445/Reg/II/2000, tanggal duapuluh tiga Februari
duaribu (23-02-2020).-------
-selanjutnya disebut :
--------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------- DEBITUR
----------------------------------------
-II. - Nona DEBBY AUGUSTINI, lahir di Jakarta, pada tanggal duabelas
Agustus seribu sembilanratus delapanpuluh satu (12-08-1981), Warga
Negara Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Gading Putih RY SC II/10,
Rukun Tetangga 001, Rukun Warga 002, Kelurahan Gayamsari,
Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, pemegang Kartu Tanda
Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :
3171031208790013; -----------------------
-menurut keterangannya dalam hal ini bertindak selaku Direktur Utama
dari dan demikian mewakili Direksi dan karenanya untuk dan atas nama
serta sah mewakili perseroan terbatas PT BANK BERGERAK
BERSAMA, suatu Perseroan yang berkedudukan di Kota Semarang,
yang Anggaran Dasarnya dibuat pada tanggal sepuluh Januari duaribu
delapan belas (10-01-2018), Nomor 113, dihadapan HENDRIAWAN,
Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kota Semarang, yang
telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Kementraian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
0000000.AH.01.01.Tahun 2018.--------------------------
- Selanjutnya disebut : BANK.
----------------------------------------------------------------
III.- Tuan DEWA BASKARA, lahir di Jakarta, pada tanggal limabelas
Oktober seribu sembilanratus sembilanpuluh (15-10-1990), Warga
Negara Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Maharaja IV Nomor 2,
Rukun Tetangga 001, Rukun Warga 002, Kelurahan Rowosari,
Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pemegang Kartu Tanda
Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) :
3171101510900020; ---------------------------------------
-menurut keterangannya dalam hal ini telah mendapatkan persetujuan
dari isterinya yaitu Nyonya LINAWATI AKHYAR, lahir di Solo, pada
tanggal tigapuluh satu Maret seribu sembilanratus sembilanpuluh satu
(31-03-1991), Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal sama dengan
suaminya tersebut di atas, pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) : 31711003103910002,
berdasarkan Surat Kuasa dan Persetujuan yang dibuat dibawah tangan,
bermaterai cukup, pada tanggal delapanbelas Desember duaribu
duapuluh (18-12-2020), yang aslinya telah diperlihatkkan kepada saya,
Notaris, dan pula turut dijahitkn dalam warkah minuta akta
ini.--------------------------------------------------------------------------
-untuk selanjutnya disebut :
--------------------------------------------------------------------

--------------------------------- PEMILIK JAMINAN.


----------------------------------------
-Para penghadap yang bertindak dalam kedudukan mereka tersebut
menerangkan terlebih dahulu :
----------------------------------------------------------------------------------
-bahwa DEBITUR pada saat ini telah memperoleh fasilitas kredit/pinjaman
uang dari BANK, dalam
bentuk :--------------------------------------------------------------------------
- Kredit Modal Kerja sebesar Rp.3.000.000.000,- (tigamilyar rupiah);
---------
- satu dan lain sebagaimana termaktub dalam :
------------------------------------
Akta Perjanjian Kredit tertanggal duapuluh Desember duaribu
tujuhbelas (20-12-2017) 290 yang dibuat di hadapan
HENDRIAWAN, Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di
Kota Semarang; -------------------
(selanjutnya perjanjian kredit tersebut di atas, demikian berikut
dengan segala perubahan-perubahan,penambahan-penambahan,
pembaharuan dan perpanjangan nya, baik yang dibuat-dengan suatu
akta Notaris maupun yang dibuat secara di bawah tangan, akan disebut
juga : “ PERJANJIAN KREDIT ”);
---------------------------------------------------------------------------
-bahwa pada hari ditandatanganinya Akta ini sisa kredit (outsatndeing credit)
DEBITUR pada BANK tersisa Rp.2.250.000.000,- (dua milyar duarartus
limaapuluh juta
rupiah);--------------------------------------------------------------------------------------
-
-bahwa DEBITUR, untuk keperluan usahanya telah mengajukan permohonan
untuk memperoleh penambahan fasilitas kredit dari BANK dalam bentuk
Kredit Modal Kerja, sesuai Surat Permohonan yang dibuar dibawah tangan,
bermaterai cukup, tertanggal duabelas Desember duaribu delapanbelas (12-12-
2018) sebesar Rp.750.000.000,- (tujuhratus limapuluh juta rupiah);
--------------------------------------
-bahwa BANK menyetujui untuk menambah jumlah fasilitas kredit/pinjaman
uang kepada DEBITUR, berupa Pinjaman Kredit Modal Kerja sebesar
Rp.750.000.000,- (tujuhratus limapuluh juta rupiah), sesuai dengan Surat
Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter) Nomor B-4007.KC-
VIII/ADK/12/018 sehingga jumlah keseluruhan fasilitas-fasilitas
kredit/pinjaman uang dalam bentuk Kredit Modal Kerja sebesar
Rp.3.750.000.000,- (tiga milyar tujuhratus limapuluh juta
rupiah);--------------------------------------------------------------------------------------
-------
sebagaimana akan diuraikan dibawah ini (selanjutnya akan disebut :
“FASILITAS KREDIT”);
---------------------------------------------------------------------------------------
-bahwa para pihak menyetujui untuk menegaskan dan menyatakan terlebih jauh
mengenai penambahan fasilitas kredit serta tata cara pembayaran dan
pembayaran kembali serta mengenai pemberian jaminan atas fasilitas kredit di
dalam akta ini;----
-Maka, berhubung dengan hal-hal tersebut di atas, para penghadap masing-
masing bertindak sebagaimana tersebut diatas menerangkan bahwa para pihak
dalam perjanjian ini telah saling setuju dan semufakat untuk membuat
perjanjian ini dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
-----------------------------------
--------------------------------------------- PASAL 1
------------------------------------------
1.1 Bank telah menerima dan menyetujui untuk memberikan penambahan
fasilitas kredit kepada DEBITUR dalam bentuk Kredit Modal Kerja
sampai jumlah setinggi tingginya sebesar Rp.750.000.000,- (tujuhratus
limapuluh juta rupiah), jumlah mana tidak termasuk bunga, provisi dan
biaya-biaya lainnya.
-----------------------------------------------------------------------------------
1.2 Jumlah kredit tersebut diterima oleh DEBITUR dari BANK dengan cara
pemindah bukuan segera setelah jangka waktu kredit ini mulai berlaku,
dan berdasarkan perjanjian kredit ini berlaku DEBITUR diperbolehkan
untuk mengambil uang dan karenanya berhutang kepada BANK sampai
jumlah sebanyak-banyaknya sebagaimana tersebut dalam Pasal
1.1.diatas.-------------
1.3 Kredit yang diberikan oleh BANK berdasarkan Perjanjian Kredit ini adalah
untuk Modal Kerja DEBITUR.
-------------------------------------------------------
1.4 Semua pencairan dana atas fasilitas kredit yang diberikan oleh BANK
kepada DEBITUR wajib dilakukan melalui Rekening atas nama
DEBITUR yang ada pada BANK.
-----------------------------------------------------------------------
1.5 Penarikan jumlah-jumlah uang oleh DEBITUR atas fasilitas kredit ini
dilakukan melalui rekening koran/giro DEBITUR yang ada pada BANK
dengan cara menandatangani dan memberikan cheque-cheque, giro
bilyet-giro bilyet atau surat-surat perintah pembebanan/pendebetan
rekening koran/giro DEBITUR pada BANK, atau surat-surat lainnya
yang disetujui oleh BANK.
-----------------------------------------------------------------------------
1.6 Fasilitas kredit mana dalam jangka waktu berlakunya perjanjian ini dapat
ditarik/dicairkan berulang oleh DEBITUR dengan tidak mengurangi
ketentuan tersebut di atas.
-------------------------------------------------------------
1.7 Bilamana karena satu dan lain hal DEBITUR telah menarik/mencairkan
seluruh-atau sebagian dari fasilitas kredit tersebut di atas dan kemudian
membayar seluruh hutangnya yang timbul berdasarkan perjanjian ini,
sedangkan jangka waktu fasilitas kredit tersebut belum berakhir, maka
DEBITUR dapat menarik/mencairkan kembali fasilitas kredit tersebut,
kecuali bila BANK berpendapat bahwa fasilitas kredit yang diberikan
BANK kepada DEBITUR berdasarkan akta ini tidak dapat diberikan
kembali oleh BANK, dengan pertimbangan DEBITUR telah lalai
memenuhi syarat-syarat dalam perjanjian ini. Dan yang sedemikian itu
dengan tidak mengurangi hak dari BANK untuk menurunkan jumlah
maksimum fasilitas kredit tersebut setiap waktu dan keputusan BANK
mengenai hal ini mengikat DEBITUR dan untuk penurunan plafond
fasilitas kredit tersebut, BANK akan memberitahukan maksudnya secara
tertulis kepada DEBITUR. -----------------
1.8 Ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian ini dengan surat-
surat lainnya dan segala lampiran serta perubahan-perubahan yang
berhubungan dengannya dianggap tercantum juga dalam perjanjian ini,
dan karenanya menjadi satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
perjanjian menurut akta ini.
---------------------------------------------------------------------------------------
--
--------------------------------------------- PASAL 2
------------------------------------------
2.1 Perjanjian kredit ini berlaku selama 36 bulan yaitu sejak tanggal
sembilanbelas Desember duaribu duapuluh (19-12-2020) dan akan
berakhir pada tanggal delapanbelas Desember duaribu duapuluh tiga
(18-12-2023). ---
2.2. Sehingga pada tanggal berakhirnya jangka waktu tersebut DEBITUR
harussudah membayar lunas seluruh hutang DEBITUR kepada BANK
pelunasan mana meliputi hutang pokok, bunga, provisi dan biaya-biaya
lainnya.
-----------------------------------------------------------------------------------
2.3. Dengan tidak mengurangi ketentuan dimaksud diatas, atas permintaan
DEBITUR dan persetujuan BANK jangka waktu tersebut dapat
diperpanjang.
------------------------------------------------- PASAL 3
--------------------------------------
3.1 Atas fasilitas kredit yang diberikan oleh BANK tersebut, DEBITUR
berkewajiban membayar bunga kepada BANK sebesar 12 % (duabelas
persen) per tahun.
-----------------------------------------------------------------------
3.2 DEBITUR wajib membayar bunga tersebut setiap bulan kepada BANK
setiap tanggal 26 (duapuluh enam) dan untuk pertama kalinya pada
tanggal duapuluh enam Januari duaribu duapuluh satu (26-01-2021).
--------------------
a. Apabila pada tanggal tersebut jatuh pada hari libur resmi di
Indonesia----
atau pada hari-hari bank-bank ditutup berdasarkan ketentuan Bank
Indonesia, maka pembebanan bunga dilakukan pada hari kerja
berikutnya dengan perhitungan bunga sampai dengan tanggal
dimana bunga dibebankan.
----------------------------------------------------------------------
b. DEBITUR wajib mencadangkan sejumlah dana untuk pembayaran
bunga fasilitas ini 1 (satu) hari sebelum tanggal pembayaran bunga
dan apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur resmi di Indonesia
atau pada hari-hari bank-bank ditutup berdasarkan ketentuan Bank
Indonesia, maka pencadangan dana harus dilakukan pada hari kerja
sebelumnya. --
c. Besarnya suku bunga yang harus dibayar oleh DEBITUR setiap
bulannya dapat berubah setiap waktu, dan Bank dengan
sepengetahuan atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada
DEBITUR, setiap waktu dapat merubah dan menetapkan besarnya
suku bunga atas fasilitas kredit yang diberikan kepada DEBITUR,
sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku pada BANK.
----------------------------------------------------
d. Apabila DEBITUR tidak setuju atas perubahan suku bunga tersebut,
maka BANK dapat menghentikan perjanjian kredit ini dan
DEBITUR baik sekarang dan atau nanti pada waktunya akan selalu
menyetujui hal tersebut dan karenanya harus segera melunasi
seluruh hutangnya, baik hutang pokok beserta bunganya dan segala
sesuatu yang menjadi beban DEBITUR, terhitung sejak
pemberitahuan oleh BANK. ---------------
e. Bunga tersebut dihitung secara harian atas dasar pembagi tetap 360
(tigaratus enampuluh) hari dalam setahun.
-------------------------------------
3.3 Selain kewajiban sebagaimana ditetapkan dalam ayat 3.1 tersebut di atas,
DEBITUR juga berkewajiban membayar provisi kepada BANK sebesar
0,5 % (nol koma lima persen) per tahun, yang jumlahnya akan dipungut
oleh BANK pada saat mulai berlakunya jangka waktu fasilitas Kredit
ini, dan untuk selanjutnya pada saat fasilitas kredit ini diperpanjang.
--------------------
3.4 DEBITUR berjanji dan mengikat diri kepada BANK untuk membayar
biaya-
biaya yang timbul sehubungan dengan fasilitas kredit ini dan/atau
perjanjian-perjanjian lain yang menjadi satu kesatuan/berkaitan dengan
perjanjian ini termasuk dan tidak terbatas pada biaya pembuatan
perjanjian ini juga biaya untuk menagih hutang, sebagaimana tersebut
dalam akta ini serta biaya pelaksanaan eksekusi jaminannya, maka
seluruhnya menjadi tanggungan dan dibayar oleh DEBITUR.
---------------------------------------------------------------
3.5 Dalam hal DEBITUR lalai memenuhi kewajibannya sebagaimana dimaksud
dalam akta ini dan BANK menyerahkan penagihannya tersebut kepada
kuasanya dan atau pengacara atau wakil lain, maka segala biaya yang
timbul akibat penagihan di luar atau dengan perantaraan pengadilan,
demikian pula biaya kuasa, pengacara atau wakil BANK tersebut harus
ditanggung oleh DEBITUR sendiri.
----------------------------------------------------------------------
3.6 Selain biaya-biaya diatas DEBITUR dengan ini berjanji untuk membayar
biaya administrasi sebesar Rp.500.000, (limaratus ribu Rupiah), jumlah
mana harus dibayar pada saat berlakunya jangka waktu fasilitas kredit
ini, dan untuk selanjutnya pada saat fasilitas kredit ini diperpanjang.
----------------
--------------------------------------------- PASAL 4
------------------------------------------
4.1 Semua pengeluaran dan penerimaan DEBITUR mengenai perdagangannya
dan/atau perusahaan-perusahaannya yang lain sedapat mungkin
dilakukan dengan perantaraan BANK atau dikirimkan melalui BANK.
--------------------
4.2 Penyerahan pinjaman uang oleh BANK kepada DEBITUR berdasarkan
perjanjian ini dapat dilakukan bilamana persediaan dana rupiah pada
BANK (dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan oleh yang
berwajib) mencukupi dan setelah syarat-syarat berikut dipenuhi secara
memuaskan bagi BANK :
----------------------------------------------------------------------------------
a. DEBITUR telah memenuhi semua ketentuan-ketentuan dan syarat-
syarat yang telah ditentukan oleh BANK untuk menerima pinjaman
ini. ----------
b. BANK telah menerima sebelum atau pada tanggal sesuatu jumlah
pinjaman diberikan/diserahkan kepada DEBITUR, surat-surat yang
isi dan bentuknya disetujui oleh BANK sebagai berikut : --------------
1. Perjanjian-perjanjian jaminan yang disyaratkan dalam pasal
7.2 dibawah ini ;
-----------------------------------------------------
2. Surat Aksep (Promissory Note) dan/atau surat-surat lain
yang telah disetujui oleh BANK yang disyaratkan dalam
perjanjian ini;-
c. Pada waktu itu DEBITUR tidak dalam keadaan lalai dan tidak
melakukan suatu kelalaian dalam melakukan pembayaran atas bunga
dan/atau pokok pinjaman pada waktu yang ditentukan dalam
perjanjian ini dan atau perjanjian-perjanjian lain yang dibuat
sehubungan dengan perjanjian ini. -
--------------------------------------------- PASAL 5
------------------------------------Untuk lebih menjamin ketertiban pembayaran
kembali atas segala apa yang terhutang oleh DEBITUR pada BANK yang
timbul berdasarkan akta ini dan/atau berdasarkan perjanjian perjanjian lainnya,
baik yang telah dan/atau akan dibuat antara DEBITUR pada BANK termasuk
perubahannya dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau
perpanjangannya yang mungkin ada serta baik karena hutang-hutang pokok,
bunga, provisi dan biaya-biaya lain sehubungan dengan hutang dimaksud, maka
DEBITUR dan/atau PEMILIK JAMINAN sekarang untuk nanti pada waktunya
dengan ini memberi kuasa yang tidak dapat-dicabut kembali karena sebab
apapun juga kepada BANK untuk bertindak atas nama DEBITUR dan/atau
PEMILIK JAMINAN menjual atau mengalihkan jaminan dengan cara apapun
kepada pihak ketiga segala kekayaan DEBITUR dan/atau PEMILIK JAMINAN
apapun bentuknya yang diadministrasikan oleh BANK atau untuk
membebankan rekening-rekening DEBITUR lainnya yang juga
diadministrasikan oleh BANK guna keperluan pembayaran lunas hutang-hutang
DEBITUR kepada BANK. ----------------------
--------------------------------------------- PASAL 6
------------------------------------
6.1 DEBITUR berkewajiban untuk mematuhi segala peraturan-peraturan
serta kebiasaan BANK, baik yang sekarang ada maupun yang akan
diadakan atau berlaku dikemudian hari oleh BANK berkenaan dengan
pemberian fasilitas kredit tersebut dalam akta ini, antara lain : ------------
a. DEBITUR wajib memenuhi kewajiban-kewajibannya berdasarkan
akta ini dan/atau melakukan pembayaran-pembayaran untuk
melunasi atau mengangsur hutang-hutangnya kepada BANK
menurut sebagaimana mestinya, di kantor BANK, kecuali BANK
secara tertulis menentukan lain, pada hari kerja dan jam kerja,
dengan mendapat tanda pembayarannya.
-------------------------------------------
b. Apabila suatu pembayaran jatuh pada waktu hari libur resmi di
Indonesia atau pada hari-hari bank-bank ditutup berdasarkan
ketentuan Bank Indonesia, maka pembayaran harus dilakukan 1
(satu) hari sebelumnya. Semua pembayaran dan penerimaan yang
dilakukan oleh DEBITUR akan dicatat dalam Rekening Koran
DEBITUR yang ada pada BANK, dan dengan ini pula DEBITUR
memberi kuasa kepada BANK untuk mendebet Rekening Koran
DEBITUR sehubungan dengan pembayaran-pembayaran yang harus
dilakukan oleh DEBITUR berkenaan dengan pemberian fasilitas
kredit termaksud.
---------------------------------------------------------------------
c. Jika DEBITUR dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah
menerima salinan/kutipan Rekening Koran tidak mengajukan
keberatannya secara tertulis kepada BANK, maka DEBITUR
dianggap menyetujui atas apa yang tertulis dalam Rekening Koran
tersebut, dengan catatan bahwa bilamana terjadi kekeliruan pada
BANK, maka BANK setiap waktu dapat dengan ini diberi kuasa
untuk mengadakan pembetulan-pembetulan pada Rekening Koran
tersebut dengan dibebaskan dari segala ganti rugi berupa apapun bila
ada sehubungan dengan kekeliruan tersebut dan DEBITUR
melepaskan haknya untuk menolak pembetulan yang dilakukan oleh
BANK. ----------------------------------------------------------------------
6.2. DEBITUR dengan ini berjanji dan mengikatkan diri untuk melakukan
hal-hal sebagai berikut :
----------------------------------------------------------
a. mempergunakan kredit yang diberikan oleh BANK untuk Modal
Kerja DEBITUR;
-------------------------------------------------------------
b. mendahulukan pembayaran-pembayaran apapun yang terhutang
berdasarkan akta ini dari pembayaran-pembayaran lainnya yang
karena apapun juga wajib dibayar oleh DEBITUR terhadap siapapun
juga; ----------------------------------------------------------------------------
c. membayar semua kewajiban pajak dan beban-beban lainnya yang
ditetapkan oleh Pemerintah menurut sebagaimana mestinya;
----------
d. menjaga perputaran rekening DEBITUR di BANK secara aktif;
-----
e. mengijinkan pegawai atau wakil-wakil BANK pada waktu (waktu)
yang layak (sebagaimana akan ditetapkan oleh BANK dan akan
diberitahukan kepada DEBITUR) untuk masuk kedalam bangunan
yang dijaminkan kepada BANK dan memeriksa keadaan bangunan
tersebut; ---------------------------------------------------------------------
f. menyerahkan kepada BANK fotocopy laporan keuangan terakhir
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik berikut setiap
pembaharuan ijin usaha dan ijin-ijin lainnya; --------------------------
g. memberitahukan kepada BANK dengan segera tiap-tiap kejadian
yang mempunyai pengaruh buruk kepada usaha DEBITUR atau
menyebabkan keterlambatan DEBITUR untuk membayar bunga
atau hutang pokok dari fasilitas ini;
----------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------
h. memberitahukan secara tertulis kepada BANK bilamana DEBITUR
meminjam dari atau meminjamkan uang kepada pihak ketiga
siapapun, selain yang bertalian dengan usaha sehari-hari dari
DEBITUR; --------------------------------------------------------------------
6.3. Tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari BANK, DEBITUR tidak
akan melakukan hal-hal sebagai berikut : -------------------------------------
a. bertindak sebagai penjamin (borg) atas hutang pihak ketiga; --------
b. menjaminkan kepada bank lain dan/atau pihak lain ketiga manapun
juga, barang-barang yang telah diserahkan sebagai jaminan kepada
BANK untuk fasilitas ini; --------------------------------------------------
c. meminjamkan atau menyewakan kepada pihak lain ketiga
manapun-
juga, barang-barang yang telah diserahkan sebagai jaminan kepada
BANK untuk fasilitas ini;
--------------------------------------------------
d. menarik dana melampaui plafond fasilitas kredit yang telah
ditentukan oleh BANK;
-----------------------------------------------------
6.4. DEBITUR dengan ini berjanji dan mengikatkan diri untuk
menandatangani akta surat hutang sebagaimana yang dimaksudkan
dalam pasal 224 H.I.R (Het Herziene Indonesisch Reglement/Reglemen
Indonesia yang diperbaharui) untuk Jawa dan Madura atau pasal 258
Reglement untuk luar Jawa dan Madura, demikian itu apabila sewaktu-
waktu diminta oleh BANK. -Untuk hal tersebut DEBITUR dengan
ini sekarang untuk nantinya dikemudian hari memberi kuasa yang tidak
dapat ditarik kembali dan tidak akan berakhir karena sebab sebab
apapun juga serta dengan hak substitusi kepada BANK, untuk dan atas
nama DEBITUR membuat dan menandatangani akta Surat Hutang
DEBITUR kepada BANK sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 224
H.I.R (Het Herziene Indonesisch Reglement/Reglemen Indonesia yang
diperbaharui) untuk Jawa dan Madura atau pasal 258 Reglement untuk
luar Jawa dan Madura dan menyatakan dalam akta tersebut mengenai
jumlah uang yang terhutang oleh DEBITUR kepada BANK, baik
hutang pokok, provisi, denda, bunga dan biaya-biaya lainnya yang
timbul berdasarkan perjanjian ini, termasuk perubahannya dan/atau
penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau perpanjangannya,
demikian itu setiap saat bila dipandang perlu oleh BANK.-
--------------------------------------------- PASAL 7
------------------------------------
7.1. DEBITUR dengan ini menyatakan kepada BANK bahwa : ----------------
a. DEBITUR tidak tersangkut dalam suatu perkara atau sengketa
berupa apapun; -------------------------------------------------------------
b. DEBITUR tidak mempunyai tunggakan kepada Negara
(Pemerintah Republik Indonesia) yang sedemikian rupa sehingga
apabila tidak dibayar menurut sebagaimana mestinya dapat
membahayakan usaha-usaha atau perusahaan-perusahaan
DEBITUR atau kekayaan DEBITUR yang dijaminkan untuk
menjamin hutang sebagaimana diuraikan dalam perjanjian ini;
------------------------------------------
c. DEBITUR tidak berada dalam keadaan ditaruh dibawah
pengampuan (curatele) atau pailit;
---------------------------------------
7.2. Untuk menjamin agar DEBITUR membayar hutangnya kepada BANK
menurut sebagaimana mestinya, baik hutang yang tersebut dalam
perjanjian ini maupun hutang-hutang yang akan timbul/dibuat
dikemudian hari oleh DEBITUR pada BANK termasuk perubahannya
dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau
perpanjangannya yang mungkin ada, serta baik karena hutang pokok,
bunga, provisi dan biaya-biaya lain sehubungan dengan hutang
dimaksud, maka dengan ini PEMILIK JAMINAN tersebut di atas, telah
menyerahkan dan memberikan jaminan berupa :
-----------------------------
1. Sebidang Tanah Hak Miik Nomor 02502/Ngesrep, sebagimana
diuraikan dalam Surat Ukur tanggal sembilan Nopember
duaribu enam (09-11-2006) Nomor 223/Ngesrep/2006, seluas
552 m2 (limaratus limapuluh dua meter persegi), sertifikat
dikeluarkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kotamadya
Semaramg tanggal duapuluh enam Maret duaribu enam (26-
03-2006), yang terletak di :
----------------------------------------------
- Propinsi : Jawa Tengah; --------------------------------
- Kotamadya : Semarang; ------------------------------------
- Kecamatan : Banyumanik;
---------------------------------
- Kelurahan : Ngesrep; --------------------------------------
Terdaftar atas nama DEWA BASKARA, Sarjana Hukum.------
berikut segala sesuatu yang sekarang ada maupun kelak
dikemudian hari akan berada dan/atau diperoleh atas bidang
tanah hak itu, yang menurut sifat peruntukkannya atau yang
berdasarkan Undang-Undang dan peraturan yang berlaku dapat
dianggap sebagai benda
tetap;----------------------------------------
-satu dan lain sebagaimana pengikatan jaminannya telah
diberikan oleh PEMILIK JAMINAN dan telah dibebankan
Hak Tanggungan peringkat I (Pertama) sebesar
Rp.3.750.000.000,- (tiga milyar tujuhratus limapuluh juta
rupiah), yang akan dibuat secara terpisah dari akta
ini.------------------------------------------
2. Barang jaminan lain yang diminta oleh BANK dari waktu ke
waktu.
7.3. DEBITUR dan/atau PEMILIK JAMINAN dengan ini selanjutnya
menyatakan bahwa jaminan yang telah diberikan sehubungan dengan
“PERJANJIAN KREDIT” tetap berlaku dan juga untuk menjamin
hutang yang timbul berdasarkan akta Perubahan Perjanjian Kredit
Dengan Jaminan (Addendum)
ini.--------------------------------------------------------
-Demikian pula sebaliknya, (Cross Collateral/pemberian jaminan secara
pari pasu) sehingga apabila kewajiban DEBITUR atas “PERJANJIAN
KREDIT” telah dibayar lunas, maka jaminan yang menjamin
“PERJANJIAN KREDIT” tersebut seluruhnya untuk menjamin
pinjaman DEBITUR berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kredit
Dengan Jaminan (Addendum) ini ;
----------------------------------------------------
-Bila salah satu fasilitas kredit yang diberikan oleh BANK kepada
DEBITUR menjadi macet, maka dalam hal demikian seluruh fasilitas-
fasilitas kredit yang telah diterima oleh DEBITUR tersebut diatas,
seluruhnya dianggap macet (Cross Default).----------------------------------
--------------------------------------------- PASAL 8
------------------------------------Bilamana DEBITUR lalai membayar lunas
kepada BANK sesuatu jumlah uang yang telah wajib dibayar berdasarkan akta
ini, baik jumlah pokok, bunga atau jumlah uang lain pada tanggal
pembayarannya dan/atau apabila DEBITUR menarik fasilitas melebihi pagu
fasilitas kredit, maka DEBITUR wajib membayar denda bunga atas jumlah
yang terhutang itu sejak (dan termasuk) tanggal jumlah tersebut, sudah harus
dibayar lunas sampai dengan tanggal jumlah tersebut dibayar seluruhnya yaitu
sebesar 4 % (empat persen) perbulan, demikian pula denda untuk setiap
keterlambatan pembayaran kembali hutang pokok serta bunga atas fasilitas
kredit yang tertunggak adalah sebesar 4 % (empat persen) perbulan dan
DEBITUR wajib membayar denda- tersebut pada saat menerima pemberitahuan
tertulis dari BANK.--- Bank berhak sewaktu-waktu untuk merubah suku bunga
denda tersebut satu dan lain semata-mata menurut pertimbangan situasi dan
kondisi bunga yang berlaku di pasar uang di Indonesia. Jumlah-jumlah
kewajiban tersebut akan dibebankan oleh BANK kedalam Rekening DEBITUR
yang ada pada BANK. ------------------------------------------
--------------------------------------------------- PASAL 9
------------------------------
9.1. Selama DEBITUR masih mempunyai kewajiban terhadap BANK, maka
DEBITUR dan/atau PEMILIK JAMINAN harus mengasuransikan
segala sesuatu yang didirikan, ditanam dan ditempatkan di atas tanah-
tanah yang dijaminkan tersebut terhadap bahaya kebakaran dan resiko
lainnya pada Perusahaan Asuransi yang ditunjuk oleh BANK, dengan
premi untuk asuransi ditanggung oleh DEBITUR dan/atau PEMILIK
JAMINAN, dan tanda pelunasan premi dan polis yang memuat Banker's
Clause pada BANK, disimpan oleh BANK.
--------------------------------------------------
9.2. BANK dengan ini diberi kuasa oleh DEBITUR dan/atau PEMILIK
JAMINAN untuk : --------------------------------------------------------------
a. Setiap kali memperpanjang jangka waktu asuransi, walaupun
BANK-
berhak dan/atau diberi kuasa untuk
mengasuransikan/memperpanjang jangka waktu asuransi atas barang
jaminan, akan tetapi apabila BANK tidak menggunakan kekuasaan
yang diberikan kepadanya tersebut DEBITUR dan/atau PEMILIK
JAMINAN dengan ini membebaskan BANK dari segala tuntutan
mengenai tidak digunakannya kekuasaan tersebut.
-----------------------------------------
b. Bila terjadi resiko atas barang jaminan yang telah ditutup dengan
asuransi tersebut, BANK berhak mengajukan klaim, mengadakan
perundingan, menerima ganti kerugian asuransi, selanjutnya
melakukan tindakan apapun juga tanpa ada yang dikecualikan.
-------
c. Menggunakan ganti rugi itu untuk memperbaiki kerusakan atau
untuk diperhitungkan pembayaran kembali hutang DEBITUR, dan
sisanya (bila ada) harus segera diserahkan kepada DEBITUR.
-----------------
--------------------------------------------- PASAL 10 -----------------------------------
-Menyimpang dari apa yang ditentukan dalam pasal 1 dan pasal 2 tersebut di
atas, jika terjadi salah satu sebab yang akan disebutkan dibawah ini, maka
DEBITUR akan selalu menyetujui bahwa pembukuan BANK akan menjadi
satu-satunya dasar untuk menetapkan jumlah-jumlah uang yang terhutang dan
BANK berhak untuk seketika tanpa somasi lagi mengakhiri perjanjian ini dan
menuntut pembayaran dengan seketika dan sekaligus lunas dari jumlah-jumlah
uang yang terhutang oleh DEBITUR berdasarkan perjanjian ini dan/atau
berdasarkan perjanjian-perjanjia lainnya baik yang telah dan/atau akan dibuat
antara DEBITUR dan BANK termasuk perubahannya dan/atau penambahannya
dan/atau pembaharuannya dan/atau perpanjangannya baik yang dibuat secara
notariil maupun yang dibuat secara dibawah tangan yang mungkin ada serta
baik karena hutang-hutang pokok, bunga provisi dan biaya-biaya lain
sehubungan dengan hutang dimaksud dan karena itu pemberitahuan dengan
surat juru sita atau surat-surat lain yang berkekuatan serupa itu tiada diperlukan
lagi : ----------bilamana antara BANK dan DEBITUR tidak tercapai persetujuan
tentang besarnya bunga yang harus dibayar oleh DEBITUR kepada BANK
berdasarkan perjanjian ini;
-------------------------------------------------------------------------------
a. bilamana sesuatu hutang pokok atau bunga atau lain-lain jumlah yang
terhutang berdasarkan perjanjian ini atau Surat Aksep (Promissory Note)
yang dikeluarkan menurut ketentuan dalam pasal 1 ayat 5.b. di atas,
tidak dibayar lunas pada waktu dan dengan cara sebagaimana ditentukan
dalam perjanjian ini dan/atau Surat Aksep (Promissory Note) tersebut,
dalam hal mana lewatnya waktu saja merupakan bukti yang sah dan
cukup bahwa DEBITUR telah melalaikan kewajibannya;
-----------------------------------
b. bilamana menurut BANK, DEBITUR lalai memenuhi atau tidak
memenuhi/belum cukup memenuhi syarat-syarat lain dalam perjanjian
ini (dan/atau sesuatu penambahan, perubahan, pembaharuan atau
perpanjangannya) dan/atau terjadi pelanggaran terhadap tujuan
penggunaan kredit atau kealpaan menurut syarat-syarat yang tertera
dalam perjanjian-perjanjian jaminan yang dibuat berkenaan dengan
perjanjian ini;
-----------------------------------------------------------------------------------
c. bilamana sesuatu keterangan, pernyataan, surat keterangan atau dokumen
yang diberikan dalam perjanjian ini (dan/atau penambahan, perubahan,
pembaharuan atau perpanjangannya) dan/atau dalam perjanjian jaminan
yang berhubungan dengan perjanjian ini ternyata tidak benar atau tidak
sesuai dengan kenyataan sebenarnya, sehingga dapat menimbulkan
kerugian bagi BANK;
-------------------------------------------------------------
d. bilamana DEBITUR berdasarkan perjanjian ini (dan/atau setiap
penambahan dan/atau perubahan dan/atau pembaharuan an/atau
perpanjangannya) mengajukan permohonan untuk dnyatakan dalam
keadaan pailit dan/atau meminta Penundaan ewajiban Pembayaran Utang
(PKPU) kepada instansi yang erwenang atau tidak membayar hutangnya
kepada pihak ketiga yang telah dapat ditagih (jatuh waktu), atau karena
sebab apapun tidak berhak lagi menguasai kekayaannya atau dinyatakan
pailit atau suatu permohonan atau tuntutan untuk kepailitan telah
diajukan terhadap DEBITUR oleh pihak ketiga kepada instansi yang
berwenang;
e. bilamana kekayaan DEBITUR dan/atau PEMILIK JAMINAN
seluruhnya atau sebagian disita oleh pihak pengadilan dan atau pihak
lain;
f. bilamana DEBITUR meninggal dunia, jatuh pailit, ditaruh dibawah
pengampuan (curatele) atau ijin usaha DEBITUR dicabut/ditarik kembali
oleh instansi yang berwenang atau tidak diperbaharui/diperpanjang lagi
atau menghentikan usahanya atau menangguhkan untuk sementara
usaha DEBITUR dan atau PEMILIK JAMINAN meninggal dunia, jatuh
pailit, dibawah pengampuan (curatele) atau DEBITUR mengadakan
pengalihan/pengoperan usaha kepada pihak ketiga manapun juga; --------
g. bilamana DEBITUR telah lalai atau melanggar sesuatu ketentuan dalam
sesuatu perjanjian lain yang mengenai atau berhubungan dengan
pinjaman uang atau pemberian kredit dimana DEBITUR adalah sebagai
pihak yang meminjam atau menanggung/menjamin (borg) dan bilamana
kelalaian atau pelanggaran tersebut mengakibatkan atau memberikan hak
kepada pihak yang lain dalam perjanjian tersebut untuk menyatakan
bahwa hutang atau kredit yang diberikan dalam perjanjian tersebut
menjadi harus dibayar atau dibayar kembali dengan seketika dan
sekaligus lunas sebelum tanggal jatuh waktu pembayaran yang telah
disepakati bersama;
----------------------------------------------------------------------------
h. bilamana tanah dan bangunan yang diserahkan sebagai jaminan pada
BANK, untuk pembayaran dan pembayaran kembali hutang-hutang
DEBITUR kepada BANK berdasarkan perjanjian ini (termasuk
perubahan-perubahan, penambahan-penambahan, pembaharuan-
pembaharuan atau perpanjangannya) disita oleh pihak lain, baik untuk
sebagian maupun untuk seluruhnya atau harganya atau keadaannya
menurun sedemikian rupa; -------------------------------------------------------
i. bilamana DEBITUR lalai untuk mengasuransikan atau memperpanjang
asuransi barang-barang/benda-benda jaminan sesuai dengan syarat-
syarat dan kondisi-kondisi yang disebut dalam perjanjian ini;
---------------------
j. bilamana terjadi kerusakan atau kehancuran baik untuk sebagian maupun
untuk seluruhnya atas barang-barang/ benda-benda yang diberikan
sebagai jaminan untuk fasilitas kredit berdasarkan perjanjian ini;
----------
Dalam hal demikian itu terjadi, maka DEBITUR baik sekarang atau nantinya
akan selalu menyetujui dan karenanya tidak akan melakukan tuntutan pada
BANK atas hal tersebut. ------------------------------------------------------------------
------------------------------------------- PASAL 11 -------------------------------------
11.1 Bilamana BANK menjalankan hak-haknya dan hak-hak istimewanya
yang timbul berdasarkan akta ini dan/atau perubahannya dan/atau
penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau perpanjangannya
serta perjanjian lainnya yang dibuat oleh BANK dan DEBITUR
kemudian, maka BANK berhak untuk menetapkan sendiri jumlah-
jumlah hutang DEBITUR pada BANK yang timbul berdasarkan
perjanjian ini dan/atau berdasarkan perjanjian-perjanjian lainnya baik
yang telah dan/atau akan dibuat antara DEBITUR dan BANK termasuk
perubahannya dan/atau penambahannya dan/atau pembaharuannya
dan/atau perpanjangannya baik yang dibuat secara notariil maupun yang
dibuat secara dibawah tangan yang mungkin ada serta baik karena
hutang-hutang pokok, bunga, provisi dan biaya-biaya lain menurut
pembukuan BANK dan dalam menjalankan hak-haknya dan hak-hak
istimewanya tersebut untuk mendapatkan kembali pinjaman DEBITUR
berikut bunga dan biaya-biaya yang berkenaan, maka BANK diberi
kuasa oleh DEBITUR dan karenanya berhak untuk menjual atau
mengalihkan jaminan dengan cara apapun kepada pihak ketiga
manapun, baik dimuka umum atau dibawah tangan dengan harga jual
dan syarat/ketentuan yang tidak bertentangan dengan peraturan yan
berlaku, serta untuk menerima, menahan dan mempergunakan hasil
penjualan tanah untuk membayar jumlah yang ditetapkan BANK dan
DEBITUR dengan ini melepaskan semua haknya untuk mengajukan
suatu keberatan/sanggahan maupun bantahan berupa apapun juga
terhadap perhitungan-perhitungan BANK tersebut;
----------------------------------------------------------------------------
11.2 Apabila dalam pelaksanaan penjualan barang jaminan seperti dimaksud-
dalam pasal 11.1 di atas terdapat kelebihan setelah dilakukan
perhitungan dengan sisa kewajiban DEBITUR pada BANK, maka
BANK wajib mengembalikan kelebihan tersebut tanpa dikenakan ganti
rugi berupa apapun juga jika terdapat keterlambatan pada pengembalian
tersebut; --------
11.3 Dalam hal hasil penjualan/eksekusi barang jaminan jumlahnya kurang
dari jumlah hutang yang telah ditetapkan oleh BANK, maka DEBITUR
wajib melunasi kekurangan tersebut selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
setelah permintaan pertama diajukan oleh BANK; --------------------------
---------------------------------------------- PASAL 12 ----------------------------------
12.1 DEBITUR dengan ini sekarang mengaku berhutang kepada BANK atas
fasilitas-fasilitas kredit tersebut diatas, yaitu
berupa :------------------------
Kredit Modal Kerja sebesar Rp.3.750.000.000,- (tiga milyar tujuhratus
limapuluh juta rupiah);
----------------------------------------------------------
-ditambah dengan bunga, provisi dan biaya-biaya lainnya. BANK
dengan ini menerima baik pengakuan hutang DEBITUR sebagaimana
tersebut di atas.--------------------------------------------------------------------
12.2 DEBITUR menyetujui bahwa BANK berhak mengalihkan hak-
hak/wewenangnya yang timbul/dipunyainya berdasarkan Surat Aksep
kepada orang/pihak lain dengan cara mengendorsement Surat Aksep
tersebut. ----------------------------------------------------------------------------
12.3 BANK dengan ini mengikatkan diri untuk memberikan fasilitas kredit
kepada DEBITUR sebagaimana tersebut di atas, dengan ketentuan
bahwa BANK setiap waktu berhak untuk menyesuaikan
(menambah/mengurangi) jumlah fasilitas kredit yang diberikan kepada
DEBITUR dengan mempertimbangkan nilai jaminan yang diberikan
oleh PEMILIK JAMINAN, nilai jaminan tersebut berdasarkan nilai
yang diberikan BANK.
-----------------------------------------------------------------
12.4 DEBITUR menyetujui bahwa pembukuan BANK selalu akan menjadi
satu-satunya dasar untuk menetapkan jumlah-jumlah uang yang
terhutang oleh DEBITUR pada BANK dan DEBITUR melepaskan
haknya untuk mengajukan keberatan atas pembukuan tersebut.
----------------------------
12.5 Apabila terjadi suatu perubahan Undang-Undang atau peraturan
perundang-undangan yang berlaku, atau keputusan penguasa/pejabat
yang berwenang mengakibatkan tidak sahnya bagi BANK, atau
menjadikan BANK dari segi pertimbangan finansiil menjadi tidak layak
untuk mempertahankan dan/atau melaksanakan kewajibannya
sebagaimana ditetapkan dalam perjanjian ini, maka kewajiban BANK
untuk memberikan kredit dengan segera berakhir dan DEBITUR wajib
membayar kembali kepada BANK semua jumlah yang terhutang,
termasuk hutang pokok, bunga, denda dan kewajiban-kewajiban lainnya
yang harus dibayar oleh DEBITUR kepada BANK berdasarkan
perjanjian ini.
----------------------------------------------------------------------
12.6 Perjanjian ini berlaku bagi para pihak, ahli waris para-pihak dan para
pengganti hak dari masing-masing pihak dengan ketentuan bahwa
DEBITUR tidak dapat mengalihkan suatu hak dan kewajibannya
berdasarkan perjanjian ini kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari BANK. --
12.7 Hal-hal yang belum atau belum cukup diatur dalam akta ini akan diatur
kemudian oleh BANK baik dalam bentuk surat menyurat atau keputusan
lainnya dari BANK dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
perjanjian
ini.----------------------------------------------------------------------
------------------------------------------ PASAL 13 --------------------------------------
13.1 Masing-masing pihak setiap waktu dapat mengakhiri perjanjian ini asal
saja memberitahukan kehendaknya tersebut sekurang-kurangnya 14
(empat belas) hari sebelumnya kepada pihak lainnya, dan terhitung
mulai berakhirnya perjanjian ini karena apapun juga, maka :
----------------------
a. BANK tidak diwajibkan lagi memberi kredit/pinjama kepada
DEBITUR;--------------------------------------------------------------------
-
b. segala hutang-hutang DEBITUR pada BANK berikut bunga-bunga
dan ongkos-ongkos lainnya yang timbul berdasarkan perjanjian ini,
dapat ditagih dengan seketika dan sekaligus oleh BANK; -------------
13.2 Pada saat perjanjian ini berakhir baik karena waktu yang disebutkan
dalam pasal 2 diatas telah lampau maupun salah satu sebab dalam pasal
10 diatas, maka BANK berhak untuk menghentikan dengan seketika
fasilitas yang diberikan kepada DEBITUR untuk jumlah yang belum
dicairkan dan menarik kembali fasilitas kredit tersebut, dalam kejadian
mana seluruh hutang-hutangnya DEBITUR yang timbul berdasarkan
perjanjian ini maupun hutang yang akan timbul/dibuat dikemudian hari
oleh DEBITUR pada BANK termasuk perubahannya dan/atau
penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau perpanjangannya
yang mungkin ada, serta baik karena hutang pokok, bunga provisi dan
biaya-biaya lainnya sehubungan dengan hutang dimaksud yang
jumlahnya ditetapkan berdasarkan pembukuan BANK, dapat dengan
segera ditagih dan harus dibayar lunas oleh DEBITUR pada BANK
dengan seketika dan sekaligus. -------------------------------------------------
13.3 Sehubungan dengan apa yang diuraikan di atas, BANK dan DEBITUR
dengan ini melepaskan ketentuan pasal 1266 dan 1267 dari Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata, sehingga untuk menghentikan fasilitas
kredit sebagaimana diuraikan diatas, tidak diperlukan keputusan atau
ketetapan apapun juga dari instansi pengadilan yang berwenang. ---------
13.4 Bilamana DEBITUR jatuh pailit atau ditaruh dibawah pengampuan,
maka seluruh hutang dan kewajiban DEBITUR yang timbul
berdasarkan perjanjian ini dan/atau hutang-hutang yang akan
timbul/dibuat dikemudian hari oleh DEBITUR pada BANK, merupakan
hutang dan kewajiban (para) penerima hak DEBITUR dan terhadap
hutang dan kewajiban mana pelunasannya tidak dapat dibagi-bagi
diantara (para) penerima hak/DEBITUR.
--------------------------------------------------------
13.5 Semua surat menyurat atau pemberitahuan antara para pihak dilakukan
melalui facsimile atau pos tercatat atau dikirim dengan disertai bukti
tanda terima khusus ke alamat para pihak tersebut di bawah ini :
---------
DEBITUR : Insinyur MUHAMMAD BUSRONI, Master of Science,
Doctor of Philosophy (dalam Kartu Tanda Penduduk
tertulis Ir. MUHAMMAD BUSRONI, MSc, PhD) dan
Nyonya DEBI SAHERTIAN tersebut; --------------------
Alamat : Jalan Hadiah Nomor 1A, Rukun Tetangga 007, Rukun
Warga 003, Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan
Gajahmungkur, Kota Semarang, dan Jalan Satria
Nomor 110, Rukun Tetangga 007, Rukun Warga 001,
Kelurahan Gajahmungkur, Kecamatan Gajahmungkur,
Kota Semarang;
Telepon : (024) 568 6193 – 569 76617; -------------------------------
Facsimile : (024) 568 6235;
-----------------------------------------------
BANK : PT BEGERAK BERSAMA;
--------------------------------
Alamat : Jalan Sukarjo Wiryopranoto Nomor 2/5, Kota-------
Semarang; -----------------------------------------------------
Telepon : (024) 350 9959 (Hunting); ----------------------------------
Facsimile : (024) 350 9622; ----------------------------------------------
atau ke alamat lain yang ditentukan secara tertulis oleh salah satu pihak.
BANK tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul oleh karena
perubahan alamat/telepon/facsimile DEBITUR yang tidak diberitahukan
kepada BANK..
--------------------------------------------- PASAL 14
-----------------------------------Kuasa-kuasa yang tersebut dalam akta ini serta
kuasa-kuasa yang akan diberikan oleh DEBITUR dan/atau PEMILIK
JAMINAN tidak dapat dicabut kembali dan tidak akan gugur serta diberikan
dengan melepaskan aturan-aturan yang dimuat dalam peraturan perundang-
undangan termasuk tetapi tidak terbatas ada pasal 1813 KUH Perdata, yaitu
selama perjanjian-perjanjian hutang antara DEBITUR pada BANK belum
selesai seluruhnya dan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan
dari perjanjian ini dan atau perjanjian-perjanjian lainnya, baik yang telah atau
akan dibuat antara DEBITUR dengan BANK termasuk perubahannya dan/atau
penambahannya dan/atau pembaharuannya dan/atau perpanjangannya yang
mungkin- ada, yang mana dengan tidak adanya kuasa-kuasa dimaksud
perjanjian tersebut tidak akan dibuat. Apabila dalam pelaksanaan kuasa-kuasa
yang dimaksud dalam perjanjian ini diperlukan suatu kuasa yang bersifat
khusus, maka kuas tersebut kata demi kata dianggap telah tercantum dalam
perjanjian ini. ----------------------------------------------------------
-------------------------------------------- PASAL 15 -----------------------------------
-Lain-lain ketentuan dalam PERJANJIAN KREDIT tidak diubah dan sebagai
demikian tetap berlaku dan mempunyai kekuatan hukum yang mengikat
terhadap BANK dan DEBITUR;
-------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------- PASAL 16
------------------------------------Mengenai perjanjian ini dan segala akibatnya
serta pelaksanaannya DEBITUR memilih tempat tinggal yang tetap dan
seumumnya dikantor Panitera Pengadilan Negeri Semarang, akan tetapi
demikian itu dengan tidak mengurangi hak BANK untuk melakukan penuntutan
dan/atau mengenai pelaksanaan eksekusinya DEBITUR di Pengadilan-
Pengadilan Negeri lainnya di dalam wilayah Republik Indonesia sesuai dengan
ketentuan hukum yang berlaku. ------
-Para penghadap telah dikenal oleh Saya, Notaris.
------------------------------------
-Dari segala sesuatu yang tersebut di atas ini, maka dibuatlah : --------------------
---------------------------------------- A K T A I N I -------------------------------
-Dibuat dalam minit, dibacakan dan ditandatangani di Jakarta, pada hari dan
tanggal tersebut pada kepala akta ini, dengan dihadiri oleh : -----------------------
1.- Tuan Haji ADJIE MUHAMMAD FACHRURRODJIE, lahir di Jakarta,
pada tanggal enambelas Juli seribu sembilanratus enampuluh enam (16-
07-1966) Warga Negara Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat tinggal
di Depok, Komplek Perumahan Reni Jaya Blok G.20 Nomor 5, Rukun
Tetangga 07, Rukun Warga. 06, Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan
Sawangan, Kotamadya Depok, pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK): 3277022007029, untuk
sementara berada di Kota Semarang; ------------------------------------------
2.- Tuan MARIO RAYNOLD ALEXANDER, lahir di Manado, pada
tanggal duapuluh delapan Nopember seribu sembilanratus delapanpuluh
(28-11-1980), Warga Negara Indonesia, Karyawan Swasta, bertempat
tinggal di Jalan Melati Nomor 16, Rukun Tetangga 010, Rukun Warga
002, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Kotamadya Jakarta
Selatan, pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan Nomor Induk
Kependudukan (NIK): 3717530920258, untuk sementara berada di Kota
Semarang; -------------------------------------------------------------------
-Keduanya karyawan Notaris, sebagai saksi-saksi.------------------------------------
-Segera setelah akta ini dibacakan oleh Saya, Notaris, kepada para penghadap
dan saksi-saksi, maka akta ini ditandatangani oleh para penghadap, saksi-saksi
dan Saya, Notaris. -------------------------------------------------------------------------
-Dilangsungkan dengan dengan tanpa perubahan.-------------------------------------

-Asli sahih akta ini telah ditandatangani dengan sebagaimana mestinya-----------

-Diberikan sebagai SALINAN yang sama bunyinya.---------------------------------

Notaris di Kota Bekasi

Ninda Puspita Dewi, SH, MKn

Jawaban pertanyaan No. 3

Hal-hal yang akan dilakukan Notaris setelah menerima Berita Acara Sumpah

Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang No. 2 tahun 2014 perubahan atas UUJN

adalah sebagai berikut :

Pasal 7

(1) Dalam waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal

pengambilan sumpah/janji jabatan Notaris, yang bersangkutan wajib:

a. menjalankan jabatannya dengan nyata;

b. menyampaikan berita acara sumpah/janji jabatan Notaris kepada Menteri,

Organisasi Notaris, dan Majelis Pengawas Daerah; dan


c. menyampaikan alamat kantor, contoh tanda tangan, dan paraf, serta teraan

cap atau stempel jabatan Notaris berwarna merah kepada Menteri dan pejabat

lain yang bertanggung jawab di bidang pertanahan, Organisasi Notaris, Ketua

Pengadilan Negeri, Majelis Pengawas Daerah, serta Bupati/Walikota di tempat

Notaris diangkat.

(2) Notaris yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

dapat dikenai sanksi berupa: a. peringatan tertulis; b. pemberhentian sementara;

c. pemberhentian dengan hormat; atau d. pemberhentian dengan tidak

hormat.Notaris diangkat.

Jawaban pertanyaan No. 4

Perbedaan dari Akta Relaas dan Partij Akta

Akta Relaas atau Akta Berita Acara

 Adalah Akta yang dibuat oleh notaris, berdasarkan apa yang didengar,

dilihat fakta dan data. Biasanya relaas akta dibuat berkenaan dengan

kehadiran orang banyak, oleh karenanya minuta cukup ditandatangani

oleh salah satu yang hadir, Notaris dan saksi-saksi. Ciri khasnya

adalah “Berdasarkan permintaan”.

 Partij Akta atau Akta Para Pihak

 Adalah akta yang dibuat di hadapan notaris, berdasarkan keterangan dan

data yang diberikan oleh penghadap. Ciri khasnya adalah “Menurut

keterangan“.
Perbedaan mendasar antara kedua akta adalah kalau Relaas Akta disaksikan

langsung oleh notaris. sedangkan Partij Akta hanya berdasarkan keterangan

dan data yang diberikan oleh penghadap.

Jawaban pertanyaan No. 5

Pengaturan pembacaan akta adalah salah satu dari syarat dari suatu wajib akta

yang dibuat oleh seorang Notaris yang tercantum dalam Undang-undang

Jabatan Notaris, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 16 ayat (1) huruf l UUJN

yaitu, “membacakan akta di hadapan penghadap dengan dihadiri oleh paling

sedikit 2 (dua) orang saksi dan ditandatangani pada saat itu juga oleh

penghadap, saksi, dan Notaris”

Pembacaan akta merupakan kewajiban Notaris, tetapi saat ini menjadi bukan

merupakan suatu hal yang wajib yang disebabkan dengan adanya adanya aturan

dalam pasal 16 ayat (7) UUJN, yang bunyinya sebagai berikut :

“ pembacaan akta sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) huruf l tidak wajib

dilakukan, jika penghadap menghendaki agar akta tidak dibacakan karena

penghadap telah membacanya sendiri, mengetahui dan memahami isinya,

dengan ketentuan bahwa hal tersebut dinyatakan dalam penutup akta serta pada

setiap halaman Minuta Akta diparaf oleh Penghadap, saksi, dan Notaris”

Jika dilihat dari pasal tersebut bisa saja Notaris dapat melakukan celah untuk

tidak melakukan kewajiban untuk membacakan akta . Notaris dianggap

bertanggungjawab dan dapat dipersalahkan apabila terdapat kesalahpahaman

mengenai maksud dan isi dari akta dan mengakibatkan terjadi wanprestasi atas

akta tersebut. Notaris yang secara sengaja tidak membacakan akta yang dibuat
dihadapan para penghadap tersebut merupakan suatu pelanggaran yang

berakibat kepada akta yang dibuatnya tersebut menjadi batal demi hukum dan

kekuatan pembuktiannya menjadi sebuah akta dibawah tangan.