Anda di halaman 1dari 20

, BAB TV

LIKUIDASI PERSEKUTUAN

PENGERTIAN LIKUIDASI

ikuidasi adalah pernbubaran suatu perusahaan. Ada beberapa sebab terjadinya


likuidasi antara lain sebagai berikut: perusahaan mengalami kerugian, adanya
peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan dibubarkan.

Proses Likuidasi
Proses likuidasi terdiri dari empat tahap, yaitu:
l. Menghitung laba/rugi persekutuan sampai saat likuidasi. Labalrugi tersebut dibagi
kepada para sekutu sesuai dengan rnetode pernbagian labairugi yang disepakati.
2. Menjual/merealisasi aktiva selain kas (mencairkan aktiva selain kas menjadi kas).
Apabila realisasi aktiva selain kas tidak sama dengan nilai bukunya, maka laba atau
rugi realisasi dibagi kepada para sekutu sesuai dengan metode pembagian laba/rugi
yang disepakati.
3. Melunasi utang kepada pihak ketiga. Apabila ada utang kepada sekutu, maka
pembayaran utang kepada sekutu dilakukan bersama-sama dengan pengembalian
rnodalnya.
4. Membagi sisa kas yang ada kepada para sekutu, sesuai dengan perjanjian
persekutuan.

PENGGOLONGAN LI KUIDASI

Berdasarkan frekuensi pernbagian kas yang dilaksanakan, likuidasi dibagi menjadi


dua golongan, yaitu:
1. Likuidasi sederhana/likuidasi tunggal (simple liquidation)
2. Likuidasi berangsur/likuidasi bertahap Snstallment liquidation)

50 Bab IV Likuidasi Persekutuan


1. Likuidasi Sederhana/Likuidasi Tunggal (Simple Liquidation)
Likuidasi sederhana terjadi apabila sekiranya proses likuidasi relatif cepat atau
apabila realisasi aktiva non kas tidak berlangsung larna. Likuidasi sederhana adalah
likuidasi yang proses pernbagian kasnya hanya sekali saja, yaitu setelah semua aktiva
non kas terealisasi menjadi kas dan setelah utang kepada pihak ketiga lunas. Semua kas
akan dibagi kepada semua sekutu sesuai dengan rnodal bersih masing-masing sekutu
setelah diperhitungkan dengan laba/rugi realisasi aktiva non kas.
Modal bersih sekutu adalah modal sekutu setelah diperhitungkan dengan utang
piutang kepada persekutuan atau bisa dirurnuskan sebagai berikut:
'
Saldo modal bersih sekutu =
Saldo rekening modal sekutu + Saldo rekening utang sekutu
\t o10O
atau

Saldo rnodal bersih sekutu:


Saldo rekening modal sekutu - Saldo rekening piutang sekutu

Contoh l:
Persekutuan "FIDEL" dengan para sekutu Fikri, Dela dan Lala membagi laba/rugi
dengan rasio sebagai berikut: Fikri : Dela : Lala = 40Yo : 30Yo : 30o/o. Pada tanggal 31
Desember 2011 persekutuan tersebut sepakat untuk dilikuidasi. Neraca persekutuan per
31 Desember 2011 adalah sebagai berikut:

Persekutuan 'FIDEL"
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 3l Desember 201 I
Kas Rp 9.000.000,00 Utang Dagang Rp21.000.000,00
kas
Aktiva selain Rp82.000.000,00 Utang Lala Rp 4.000.000,00
Piutang Fikri Rp 3.000.000,00 Modal Fikri Rp30.000.000,00
Model Dela Rp20.000.000,00
Modal Lala Rp19.000.000,00
Total Aktiva Rp94.000.000,00 Total Pasiva Rp94.000.000,00

Dalam likuidasi tersebut serlua aktiva selain kas dapat direalisasi menjadi kas sebesar
Rp70.000.000,00.

Bah 4 Likuidasi Persekutuan 51


Laporan likuiditasinya adalah sebagai berikut (dalam ribuan rupiah):
AKTIVA PASIVA
KETERANGAN Aktiva
Piutang Utang Utang Modal Modal Modal
Kas Non
Fikri Dagang Lala Fikri Dela Lala
Kas
- Sebelurn Realisasi 9.000 82,000 3,000 2 r.000 4.000 30.000 20,000 r 9,000
- Realisasi 70,000 (82.000) (4.800) (3.600) (3.600)
- Saldo setelah 79.000 0 3.000 2l,000,00 4.000 25.200 16.400 r 5.400
Realisasi
- Pelunasan Utang (21.000) (2 r .000)
Dagang
- Saldo stlh pelunasan
Utang Dagang 58.000 0 3.000 0 4.000 25.200 16.400 15.400
- Konversi Utg/
Piutang sekutu ke
rnodal sekutu
(3.000) (4.000) (3.000) 4.000
- Saldo 58.000 0 0 0 0 22.200 t6.400 r9.400
- Pembagian Kas 58.000) 22.2,00\ 16.400) 19.400)
- Setelah pernbagian
0 0 0 0 0 0 0 0
Kas

Apabila saldo masing-masing kolom adalah nol, maka proses likuidasi adalah selesai.
Jurnal yang dibuat persekutuan sehubungan dengan iikuidasi tersebut adalah sebagai
berikut:
l. Untuk mencatat realisasi aktiva non kas :

Kas Rp70.000.000,00
Modal Fikri
Rp 4.800.000,00
Modal Dela
Rp 3.600.000,00
Modal Lala
Rp 3.600.000,00
Aktiva selain Kas Rp82.000.000,00
Keterangan:
Nilai buku aktiva selain kas Rp82.000.000,00
Nilai realisasi Rp70.000.000.00
Rugi realisasi nptZ.OOO.O00,00
Pembebanan rugi realisasi:
Fikri : 40o/o x Rp 12.000.000,00 = Rp4.800.000,00
Dela : 30o/o x Rp12.000.000,00 = Rp3.600.000,00

52 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrowati


Lala : 30o/o x Rp000.000,00 = Rp3.600.000,00
1 2.
2. Untuk mencatat pelunasan utang kepada pihak ketiga:
UtangDagang Rp2l.000.000,00
Kas Rp21.000.000,00
3. Untuk mencatat utang/piutang-sekutu ke modal sekutu:
Modal Fikri Rp3.000.000,00
Utang Lala Rp4.000.000,00
Piutang Fikri Rp 3.000.000,00
Modal Lala Rp 4.000.000,00
4. Untuk rnencatat pernbagian kas:
Fikri
Modal Rp22.200.000,00
Dela.
Modal Rp16.400.000,00
Lala
Modal Rp19.400.000,00
Kas Rp58.000.000,00
Akun modal masing-rnasing sekutu apabila diposting hasilnyas adalah sama dengan
saldo modal rnasing-masing sekutu saat dinyatakan likuidasi.

2. Likuidasi Berangsur/Likuidasi Bertahap (Installment Liq uifls1;sr1


Likuidasi berangsur terjadi apabila proses likuidasi relatif lama. Likuidasi
berangsur adalah likuidasi yang pernbagian kasnya tidak menunggu sampai dengan
realisasi aktiva non kas menjadi kas selesai. Pembagian kas dilakukan secara berangsur,
yaitu setiap saat tersedia kas.
Ada dua metode yang dapat digunakan dalam menentukan besarnya kas yang
akan dibagi kepada masing-masing sekutu setiap rnembagikan kas, yaitu:
a. Metode perhitungan pembagian kas
b. Metode program distribusi kas.
Hasil pernbagian kqs dengan rnenggunakan dua metode tersebut adalah sama, hanya
metodenya saja yang berbeda, Tetapi yang sering digunakan oleh persekutuan adalah
metode program distribusi kas.

a' -";:i::'l:#r,tr,::#,3:;;5J,i,0,r,,,
kas d,akukan seterah pelunasan utang
kepada pihak ketiga dan dilakukan setiap persekutuan akan rnembagi kas. Prosedur
perhitungan pembagian kas adalah sebagai berikut:

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 53


Rugi potensial adalah nilai buku sisa aktiva selain kas yang belum direalisasi.
Apabila persekutuan menetapkan kebijakan perlu adanyabiaya likuidasi (kas yang
harus

disisakan selama likuidasi berlangsung), maka dalarn menghitung rugi potensial


adalah sebesar nilai buku aktiva selain kas yang belum terjual ditambah biaya
likuidasi.
) 'Membagi rugi potensial
Rugi potensial dibagi kepada masing-masing sekutu sesuai dengan rasio labafugi.

dengan rugi potensial.


Jurnlah modal bersih setelah diperhitungkan dengan rugi potensial akan selalu sarna
dengan jumlah kas yang akan dibagi. Apabila saldo modal bersih sekutu setelah
dikurangi rugi potensial ada yang bersaldo negatif maka saldo yang negatif tersebut
ditutup dengan modal sekutu yang lain yang saldo modalnya positif, sesuai dengan
rasio laba/rugi. Apabila saldo negatif terlalu besar, bisa menyebabkan sekutu yang
semula saldo modalnya positif menjadi bersaldo negatif. Saldo rnodal defisii
tersebut ditutup lagi dengan rnodal sekutu lain yang saldo modalnya masih positif.
Begitu seterusnya sarnpai tidak ada saldo modal sekutu yang negatif. Setelah saldo
modal masing-masing sekutu tidak ada yang negatif; maka saldo rnodal yang ada
adalah sama dengan besamya bagian kas untuk sekutu yang bersangkutan. Sehingga
saldo modal bersih semua sekutu dikurangi rugi potensiai bersaldo positif r.-,,a.
Kemudian masing-tnasing sekutu akan menerirna pernbagian kas iebesar saldo
modal bersih tersebut. Apabila hal ini terjadi, maka saldo modal bersih masing-
masing sekutu setelah pembagian kas adalah proporsional dengan rasio laba/rugi.
Sehingga untuk pernbagian kas berikutnya tidak perlu membuat perhitungan
pernbagian kas lagi, kas yang ada langsung dibagi kepada masing-masing sekutu
sesuai dengan rasio laba/rugi.
Perhitungan ini dilakukan setiap persekutuan akan melakukan pembagian kas
sampai semua sekutu memperolah bagian kas. Apabila semua sekutu telah memperoleh
bagian kas, maka saldo rnodal bersih masing-masing sekutu setelah pembagian kas
adalah proporsional dengan rasio laba/rugi. Sehingga untuk pembagian kas berikutnya
tidak perlu rnembuat perhitungan pembagian kas lagi. Kas yang ada langsung dibagi
kepada masing-masing sekutu sesuai dengan rasio laba/rugi.

54 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


Contoh:
Suatu persekutuan beranggotakan A, B, dan C. masing-masing sekutu bersepakat
membagilaba/rugisebagaiberikut: A:B:C:20%o:30o/o:50olo,makaperhitungan
pernbagian kas adalah sebagai berikut:

Keterangan A B C Total
Modal saat akan pembagian kas xx xx xx xxx
Saldo utang sekutu xx xx
Saldo piutang sekutu (xx) (xx)
xx xx xx xxx
Modal bersih
(xx)z) (xx)o) (xx)a) (xx)t)
Rugipotensial xx (xx) xx xxx
Saldo (xx)6) xxs) (xx)r)

Menutup defisit B xx 0 xx xxx


(xx)a) (xx'19) {xxx)10}
Saldo 0 0 0
0
Pembasian kas

Penjelasan:
1). : Total rugi potensial 6). : 5 x2l7
2).: lx2}Yo 7). = 5x517
3). : 1 x 30o/o 8). : Bagian kas sekutu A
4).: I x50Yo 9). : Bagian kas sekutu B
5). = Defisit B 10). : Jumlah kas yang akan dibagi

b. Metode Program Distribusi Kas


Dalam metode ini setiap rnelakukan pelnbagian kas dilakukan sesuai dengan
program/rencana yang telah dibuat. Program distribusi kas dibuat saat persekutuan
dinyatakan likuidasi.
Prosedur penyusunan program distribusi kas adalah sebagai berikut:

persekutuan. Kemampuan masing-masing sekutu adalah sama dengan saldo modal


bersih dibagi dengan rasio laba/rugi.

ru$ dan rnenghitung selisih antar ranking tersebut

sekutu.

Bab 4 Likuidasi Persekutuctn 55


. Prioritas pertama
Yang memperoleh bagian kas pertama adalah sekutu yang paling mampu dalam
menanggung rugi (yang memperoleh ranking 1). Besarnya bagian kas sama
dengan selisih antara ranking 1 dengan ranking 2 dikalikan rasio laba/rugi
. Prioritas kedua
Yang memperoleh bagian kas adalah sekutu yang berada di ranking 1 dan
ranking 2. Besarnya bagian kas sama dengan selisih antara ranking 2 dan
ranking 3 dikalikan rasio laba/rugi. Dernikian seterusnya sampai semua sekutu
mempunyai kemampuan yang sama.
. Prioritas terakhir
Yang memperoleh bagian kas adalah semua sekutu (yang berada di ranking 1
sampai dengan ranking terakhir). Besamya bagian kas sama dengan ranking
terakhir dikalikan rasio laba/rugi.

Contoh l:
Suatu perusahaan beranggotakan A, B, C. para sekutu bersepakat membagi taba/rugi
sebagai berikut A : B : C : 20o/o :30o/o : 50%o, maka program distribusi kas sebagai
berikut:

Keterangan Kemampuan Sekutu Pembagian Kas


A B C A B c Total
Modal sekutu (1) xx XX xx
Saldo rek utang sekutu (2) xx
Saldo rek piutang sekutu (21 (xx)

Modal bersih (3) xx xx xx


Rasio pembagianUR (4) 20Yo 30% 50%
Kemampuan sekutu (3):(4) xx xx xx
Ranking kemampuan sekutu
Misal:
Ranking 'l = A
Ranking 2 = B
Ranking 3 = C
Pembagian kas:
- Prioritas 1 (xx)r1 xx4) xx10)

xx xx xx xx5) xx6) xx11)


- Prioritas 2 Ixx)l {xx)t
xx xx xx xx7) xx8) xxs) xx12)
- Prioritas 3 (terakhir) (xx)3) (xx)sr (xxhr

Sisa kemampuan 0 0 0
Jumlah pembaoian kas XX13) XX11l xx15) xx16)

56 Akuntonsi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


Penjelasan;
1). Selisih antara ranking 1 dengan ranking 2 atau (ranking I - ranking 2)
2). Selisih antara ranking 2 dengan ranking 3 atau (ranking 2 - ranking 3)
3). Ranking terakhir
4). t^)*zot
5). ")21x3oYo
x20%o
6). 31x20%
7\. 3;x
8). 3o%
e). ) x s0%
r0). -t)*6
4
il). 7;+8+9
tz).
13). : Modal bersih A
14). : Modal bersih B
15). - Modal bersih C
16). : Total modal bersih semua sekutu

Contoh 2:
Anton, Heri dan Naldi adalah sebagai pernilik persekutuan'.ALFA". Labalrugi dibangi
dengan perbandingan sebagai berikut: Anton : Heri : Naldi = 30o/o : 20Yo : 50Yo.
Persekutuan "ALFA pada tanggal 31 Mei 2011 dinyatakan likuidasi. Posisi keuangan
saat dinyatakan likuidasi adalah sebagai berikut:

Persekutuan " ALFA'


LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 3l Mei 20r I

Kas Rp 10.000.000,00 Utang Dagang Rp 20.000.000,00


Aktiva selain kas Rp130.000.000,00 Modal Anton Rp 60.000.000,00
Piutang Heri Rp 10.000.000,00 Modal Heri Rp 20.000.000,00
Modal Naldi Rp 50.000.000,00

Total Aktiva Rp 1 50.000.000,00 Total Pasiva Rp I 50.000.000,00

Pada tanggal I Juni 2011 aktiva non kas senilai Rp30.000.000,00 direalisasi sebesar
Rp40.000.000,00. Pada tanggal I Septernber 2011 sisa aktiva non kas direalisasi sebesar
Rp100.000.000,00 *

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 57


Laporan Likuidasi adalah sebagai berikut (dalam ribuan rupiah):

AKTIVA PASIVA
KETERANGAN
Aktiva Non Utang Modal
Kas Piutang Heri Modal Heri Modal Naldi
kas Daganq Anton
- Sebelum Realisasi 10.000 I 30.000 10.000 20.000 60.000 20.000
- Realisasi 40.000 (30.000) (3.000)
, (r.olol'
50.000
(5.000)
- Saldo setelah realisasi 1 50.000
X 100.000 10.000 20.000 63.000 22.000
_--56p00
4 - Pelunasan utanq daqano (20.000) (20.000t

tT9
- Saldo setelah pelunasan 30.000 10.000 0 63.000 22.000 55.000
Utang Dagang
\ \- -/
- Pembagian kas 1' (30.000) (30.000)

- Saldo
0 100.000 10.000 0 33.000 22.000 55.000
-n - Realisasi 2 1 00.000 J lroo.oooy
- Saldo setelah realisai 2 00.000 0 10.000
\ 0 33.000
1
22.000 55,000
- Konversi piutang sekutu

-i ke modal sekutu (10:000r


tr0s00f
- Saldo 00.000 0
1 0 0 33.000 _J2.qgg- -,""-,--55000
.-) - Pembagian kas ke 2 (100.000) 0 0 0 ftrxdf (12.000) (s5.000)
- Saldo 0 0 0 0 0 0 ."*,.',. 0

Catatan:
tersebut pencairan aktiva non kas adalah bertepatan dengan saat dinyatakan
5.utf
likuidasi. Apabila pencairan aktiva non kas menjadi t<as Uaat beiepatan dengan saat
dinyatakan likuidasi, maka tahap pertama kal yang tersedia di persekutuan saat
dinyatakan likuidasi digunakan untuk membayar uturg kepada pihak ketiga terlebih
dahulu.

* menggunakan program distribusi kas, lihat penjelasan pada bagian program


1.................ika.-

distribusi kas. Jika menggunakan perhitungun p"rotagian kas setiap afan membagi
kas, lihat penjelasan pada bagian perhitungan pernbagian kas setiap akan mernbagi
Kas.
Keterangan:
Dalam realisasi tersebut terjadi laba Rp10.000.000,00 yang beras al dari;
Nilai realisasi Rp40.00ti.00b,00
Nilai buku aktiva non kas yang direalisasi no:o.ooo.ooo.oo
Laba realisasi Rp10.000.000,0q

58 Akunlansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


Pembagian laba realisasi sebagai berikut:
:
Anton 30Yox Rp10.000.000,00i np:.000.000,00'
Heri :20o/o x Rp 10.000.000,00 r Rp2.000.000,00 r
Naldi :50Yox nptO.OOO.000,00 * Rp5.000.000,00 "-
Jurnal yang dibuat oleh persekutuan sehubungan dengan likuidasi tersebut adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mencatat realisasi aktiva non kas ke-1 dan mengakui laba realisasi:

Kas Rp40.000.000,00
Aktiva non kas Rp30.000.000,00
Modal Anton Rp 3.000.000,00
Modal Heri Rp 2.000.000,00
Modal Naldi Rp 5.000.000,00
2. Untuk mencatat pelunasan utang dagang:
Utang dagang Rp20.000.000,00
Kas Rp20.000.000,00
3. Untuk mencatat pernbagian kas pada sekutu:
Anton
Modal Rp30.000.000,00 '/
Kas Rp30.000.000,00
.4. Untuk mencatat realisasi aktiva non kas ke-2:
V Kas Rp100.000.000,00
Aktiva non kas Rp100.000.000,00
5. Untuk mencatat pembagian kas kepada sekutu:
Modal Anton Rp33.000.000,00
Modal Heri Rp12.000.000,00
Modal Naldi Rp55.000.000,00
Kas Rp100.000.000,00
6. Untuk menutup rnodal Heri dengan piutang Heri: /
Modal Heri Rp10.000.000,00
Piutang Heri Rp10.000.000,00

Perhitungan pembagian kas setiap saat akon membagi kas:


Pada tanggal I Juni 2008, jurnlah kas yang akan dibagi sebesar Rp30.000.000,00.
Berdasarkan perhitungan pembagipn kas, kas tersebut akan dibagi berdasar perhitungan
sebagai berikut:

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 59


Keteranqan Anton Heri Naldl Total
- Modal sebelum pembagian Rp63.000.000,00 Rp22.000.000,00 RpS5.000.000,00 Rp140.000.000,00
kas ke-1
- Utang sekutu kepada (Rp10.000.000,00) (Rp10.000.000,0b)
persekutuan
- Modal bersih Rp63.000.000,00 Rp12.000.000,00 Rp55.000.000,00 Rp130.000.000,00
- Ruoi potensiall 'r (R030.000.000).00 (Ro20 000 000 00) (Rp50.000.000,00) (R0100.000.000.00)
- Saldo I Rp33.000.000,00 ./ (Rp8,000.000,00)
J Rp5.000.000,00 Rp30,000,000,00
- Defisit Heriz (Rp3.000.000,00) R08.000.000.00 Rp5.000.000.00) 0
- Saldo Rp30.000.000,00 0 0 Rp30.000.000,00
- Pembaqian kas ke-2 (R030.000.000.00) {Ro30 000 000 00}
0 0

Pada tanggal I
September 2008, jumlah kas yang akan dibagi sebesar
Rp 1 00.000.000,00, maka kas tersebut akan dibagi berdasar perhitungan sebagai berikut:

Keterangan Anton Heri Naldi Total


- Modal sebelum pembagian Rp33.000.000,00 Rp22.000.000,00 Rp55.000.000,00 Rp1 10.000.000,00
kas ke-2
- Utang sekutu kepada (Rp10.000.000,00) (Rp10.000.000,00)
persekutuan
- Modal bersih Rp33.000.000,00 Rp12.000.000,00 Rp55.000.000,00 Rp100.000.000,00
- Rugi potensialz (Rp33.000.000.00) (Rp12.000.000,00) (Rp55.000.000,00) (Rp1 00.000.000.00)

\ -', l
Penjelasan:
tRugi potensial:
t ov {*
Rugi potensial berjumlah Rp I 00.000.000,00
Dibagi kepada:
Anton :30o/o x Rp100.000.000,00 = Rp30.000.000,00
Heri :20o/o x Rp100.000.000,00 = Rp20.000.000,00
:
Naldi 50Yox Rp100.000.000,00 : Rp50.000.000,00
2
Defisit:
Defisit Heri berjumlah Rp8.000.000,00

lLi::' ::l3Y *rr. 000.000,00 : Rp3. 000. oo0,oo/1


Naldi : 5/8 x Rp8.000.000,00: Rp5.000.000,00'
Dalarn pembagian kas ke-2, semua sekutu telah menerirna bagian kas, maka
apabila ada pembagian kas selanjutnya tidak perlu dibuat perhitungan lagi. Kas yang
ada akan dibagi secara proporsional dengan rasio pemb agian labalrugi, y;itu *urirg-
masing akan menerima sebagai berikut: Anton 30%;Heri2}o/odan Natdi s0%.

60 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


2o xgD.@ . = t'C.OoO '
Program Distribusi Kas IOD

Program distribusi kas nya adalah sebagai berikut: (dalam ribuan rupiah) to4q
'gou*
Kemampuan Sekutu Pembagian Kas
Keterangan
Anton Heri Naldi Anton Heri Naldi Total

Modal Sekutu 60.000 20.000 50.000 / rN\ 1s1o 9D7o'

Piut.sekutu (l0.oo0)

Modal bersih 60.000 10.000 50.000


v
Rasio pemb. L/R 30o/o 20% s0%

Kemamp.sekutu 200.000 s0.000 100.000 V


Ranking
kemampuan
sekutu:

Rangking I ( 100.000) 30.000 30.000


I

100.000 s0.000 100.000

Rangking 2 (50.ooo) (50.000) 15.000 25.000 40.000

s0.000 s0.000 50.000

Rangking 3 (s0.000) (s0.ooo) (s0.000) 15.000 10.000 25.000 50.000

-0- -0- -0- 60.000 10.000 50.000

iBerdasar program distribusi kas, maka: . Pada ,gl. 1 Juni 2011 sebesar Rp
lisa fas.
;:O.OOO.OOb,OO semuanya sebagai pengurang modal Anton. Pada tgl. September I
kas sebesar Rp 100.000.000,00 sebagai pengurang modal Anton, Heri & Naldi
'ZOtt perhitungan
dengan sebagai berikut: (dalarn ribuan rupiah)

w- r \o o$'o'
2* )a-eropo *,
to$ ur.to' Y*^w'd^
? ooo-ooo 1S .&tz . t'r'z
ls **

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 6l


Keterangan
Jumlah Kas yang .\ol* Pembagian'To/, gD f,
Dibaei Anton Heri Naldi
100.000.000
Prioritas ke-2 40.000.000
60.000.000
rs.000.000
"/ zs.ooo.ooo

Prioritas ke-3-
terakhir 60.000.000 18.000.000 12.000.000 30.000.000

0 33.000.000 12.000.000 55.000.000

Pada prioritas terakhir kas yang ada dibagi kepada masing-masing sekutu sesuai dengan
perbandingan laba/rugi. Jadi kas sebesar Rp100.000.000,00 AiUagi kepada Anton
Rp3 3.000.000,00; Heri Rp I 2.000.000,00 dan Naldi Rp55.000.000,00.

SOAL DAN PENYELESAIAN


Soal
Desi, Vera dan Hendra adalah pemilik persekutuan 'sukses' . Laba atau rugi dibagi
dengan kesepakatan sebagai berikut: Dedi : vera : Hendra :20yo : 4oyo : qo%. paaa
tanggal 1 Juli 2011 persekutuan 'sukses' dinyatakan likuidasi. Posisi keuangan
persekutuan 'Sukses' pada tanggal I Juli 2008 adalah sebagai berikut:

Neraca
Persekutuan 'Sukses'
Tanggal I Juli 201I
Kas Rp140.000.000,00 Utangdagang Rp 60.000.000,00
Piut.Dagang Rp 60.000.000,00 Utang Vera Rp 20.000.000,00
Persediaan Rp 85.000.000,00 Modal Dedi Rp 75.000.000,00
Aktiva tetap (net) Rp200.000.000,00 Modal Vera Rp200.000.000,00
Piutang Dedi Rp 25.000.000,00 Modal Hendra Rp155.000.000,00
Total aktiva Rp510.000.000,00 Total pasiva Rp510.000.000,00
Pada tanggal I Agusfus 201I aktiva non kas senilai Rp250.000.000,00 direalisasi
sebesar Rp25 1.000.000,00. Pada tanggal I Oktober 2011 sisa aktiva non kas direalisasi
sebesar Rp94.000. 000,00.

Diminta:
Buat tabel perhitungan likuidasi dan jurnal yang diperlukan, apabila menggunakan
metode:

62 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


a. Proggram distribusi kas
b. Perhitungan pembagian kas saat akan membagi kas

Penyelesaian
a. Prosram distribusi kas (dalam iutoan ruoiahl:

Keteransan Dedi Vera Hendra Dedi Vera Hendra


Modal saat likuidasi 75 200 155
Utang/piutang sekutu (2s\ 20
Modal bersih 50 220 155
Prosentase laba/rugi 20% 40% 40%
Kemampuan sekutu 250 550 387,5
Pembagian kas:
Prioritas ke I (t62,5) 65
250 3U-/,5
-787,5
Prioritas ke 2 ( 137.5) ( 137.s) 55 55
250 250 2s0
Prioritas ke 3 (2s0) (250) (250) 50 100 100

0 0 0 50 220 155

Pembagian kas (dalam jutaan rupiah):

Keterangan Total Dedi Vera Hendra

Jumlah kas yang akan dibagi 80


Prioritas ke I (65) 65
Prioritas ke 2 ( l5) 7.5 7.5
Jumlah 72.5 7.5
Jumlah kas yang akan dibagi 251
Prioritas ke 2 (e5) 47,5 47,5
Prioritas ke 3 (1s6) 31,2 62.4 62.4
Jumlah 31.2 109.9 109.9

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 63


b. Perhitunsan nembasian kas setian saat akan membasi kas
Pernbagian kas ke-l (dalam jutaan rupiah):

Keterangan Dedi Vera Hendra Jumlah


Modal saat akan membagi kas 75 200 l5s
Utang atau piutanq sekutu (25\ 20
Modal bersih 50 220 155
Rugi potensial (69) (l38) (138) 345
(1e) 82 t7
Menutup defisit t9 19.5) r9.s)
Pembagian kas 0 72.s 7.5 80

Pernbagian kas ke-2:

Keterangan Dedi Vera Hendra Jumlah


Modal saat akan membagi kas 75,2 127,9 147,9
Utang atau piutanq sekutu o5\ 20
Modal bersih 50,2 147,9 147,9
Rugi potensial (l9) 138) (38) 95
Pembagian kas 3t.2 109.9 109,9 251

Tabel likuidasi untuk (a.) dan (b.) adalah sama.


Tabel likuidasinya adalah sebagai berikut (dalam jutaan rupiah):

Keterangan
Aktiva Piutang Utang Utang Modal Modal Modal
Kas
non kas Dedi Dasano Vera Dedi Vera Hendra
Saldo 1-7-'01 140 345 ,< 60 20 75 200 155
Pelunasan utang (60) (60)
80 34s ?( 0 20 75 200 r55
Pernbagian kas ke I (80) (72.5\ (7.5)
0 345 25 0 20 75 127,5 t47,5
1 -8-'0 I 251 (250) o_2 0.4 o.4
25t 95 25 0 20 75,2 127,9 147,9
Pembagian kas ke 2 (251\ (31.2\ fl09.9) ( 109.9)
0 95 25 0 20 44 l8 38
Utang/piutang
sekutu ke M (25\ (20) (25) 20
0 95 0 0 0 l9 38 38
l-1001 94 (gs) (o ),\ (0.4) (o 4\
94 0 0 0 0 18,8 37,6 37,6
Pembagian kas ke 3 (94\ fl 8.8) (37.6\ (37.6\
0 0 0 0 0 0 0 0

64 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


Jurnal yang dibuat oleh persekutuan 'Suksesn adalah sebagai berikut:
Untuk mencatat pelunasan utang kepada pihak ketiga.
Utang dagang Rp60.000.000,00
Kas Rp 60.000.000,00

Untuk mencatat pembagian kas kepada Vera dan Hendra.


Modal Vera Rp72.500.000,00
Modal Hendra Rp 7.500.000,00
Kas Rp 80.000.000,00

Tgl. 1 Agustus 2011


Gt"f *.n.utui aktiva non kas senilai Rp250.000.000,00 direalisasi sebesar
Rp251.000.000,00.
Kas Rp251.000.000,00
Modal Dedi Rp 200.000,00
Modal Vera Rp 400.000,00
Rp 400.000,00
Aktiva non kas Rp250.000.000,00
Untuk mencatat pembagian kas kepada sekutu.
Modal Dedi Rp 31.200.000,00
Modal Vera Rp109.900.000,00
Modal Hendra Rp109.900.000,00
Kas Rp251.000.000,00
Untuk mencatat konversi utang atau piutang sekutu ke modal sekutu.
Modal Dedi Rp25.000.000,00
Utang Vera Rp20.000.000,00
Piutang Dedi Rp25.000.000,00
Modal Vera Rp20.000.000,00

Tgl. 1 Oktober 2011


Kas Rp94.000.000,00
Modal Dedi Rp 200.000,00
Modal Vera Rp 400.000,00
Modal Hendra Rp 400.000,00
Aktiva non kas nplS.OOO.O00,00
Untuk mencatat aktiva non kas senilai Rp95.000.000,00 direalisasi sebesar
Rp94.000.000,00.

Bab 4 l-ikuidasi Persekutuqn 65


Untuk mencatat pembagian kas kepada sekutu.
Modal Dedi Rp18.800.000,00
Modal Vera Rp37.600.000,00
Modal Hendra Rp37.600.000,00
Kas - Rp94.000.000,00

SOAL
Pada tanggal 6 Maret 2011 persekutuan tersebut dilikuidasi. Pada saat itu .posisi
keuangan persekutuan sebagai berikut:

AKTIVA PASryA
(Rp.) (Rp.)
Kas 100.000.000 Utang dagang 500.000.000
Piutang dagang 700.000.000 Utang Hendra 100.000.000
Piutang Fikri 200.000.000 Modal Fikri 800.000.000
Persediaan 600.000.000 Modal Galuh 600.000.000
Kendaraan (net) 200.000.000 Modal Hendra 500.000.000
Tanah (net) 700.000.000
Jurnlah aktiva 2.500.000.000 Jumlah pasiva 2.500.000.000

Pembagian laba/rugi sebagai berikut: Fikri : Galuh : Hendra : 50%o:30%o:20yo. Dalam


likuidasi tersebut pencairan aktiva non kas menjadi kas berlangsung relative lama
harnper satu tahun, sehingga proses likuidasinya bertahap. Tahap p"n.ui.un aktiva non
kas rnenjadi kas adalah sebagai berikut:

Tanssal Keterangan
I Mei 2011 Aktiva non kas senilai Rp. 800.000.000,00 direalisasi
menjadi kas sebesar Rp. 900.00.000,00
I September 20Ll Semua sisa aktiva non kas direalisasi menjadi kas sebesar
Rp. 700.000.000,00

Diminta:
- Buat program distribusi kas pada saat dinyatakan likuidasi dan buat laporan
likuidasinya.

66 Akuntansi Keuangan Lanjutan I, Reni Yendrawati


KASUS KOMPREHENSIF BAB I, BAB II, BAB III DAN BAB IV
Pada tanggal I Maret 2Ol0 Edo, Fikri dan Galuh sepakat mendirikan suatu
persekutuan yang bergerak dibidang percetakan dan diberi nama Persekutuan 'MAJU
JAYA'. Pada saat dibentuk masing-masing menyetor modal sebagai berikut:

Nama Jenis Setoran


Edo - Kas Rp. 100.000.000,00
Fikri - Tanah dengan harga perolehan Rp. 100.000.000,00 dan
harga pasar Rp. 130.000.00,00
- Gedung dengan harga perolehan Rp. 200.000.000,00 dan
harga pasar Rp. 170.000.000,00
Galuh - Kendaraan dengan harga perolehan Rp. 60.000.000,00 dan
harga pasar Rp. 50.000.000,00
- Mesin detak dengan harga perolehan Rp. 40.000.000,00 dan
har ga pasar Rp. 50.000.000,00
- Kas Rp. 100.000.000,00

Modal masing-masing sekutu diakui dengan perbandingan sebagai berikut: Modal Edo :
modal Fikri : rnodal Galuh : 20oh : 40o/o : 40Yo. Modal diakui untuk masing-masing
sekutu tidak sama dengan jumlah setoran masing-masing. Perbedaan ini disebabkan
adanya bonus dari sekutu yang satu kepada sekutu yang lain. Sedangkan dalam
pembagian LabalRugi mereka sepakat sebai berikut: Edo : Fikri : Galuh = 20%o: 50o/o:
30%..
Pada tahun 2010 terdapat fluktuasi modal dari penambahan atau pengambilan
modal sekutu sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Modal Edo Modal Fikri Modal Galuh


(Ro.) (Ro.) (Ro.)
l Mei Penambahan 200.000.000
1 Juli Penambahan 200.000.000 300.000.000
1 Seotember Peneambilan 100.000.000
I November Penambahan 100.000.000

Selama tahun 2010 persekutuan tersebut memperoleh laba bersih sebesar Rp.
200.000.000,00
Tanggal 2 Januarr 2011 Hendra masuk menjadi sekutu dalam persekutuan
tersebut. Hendra masuk dengan cara menyetor modal Rp. 300.000.000,00 untuk

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 67


memperoleh 15% dari total modal persekutuan.Apabila pada saat itu modal diakui tidak
sama dengan modal sesungguhnya, ketidaksamaan tersebut diakui danya revaluasi.
Setelah Hendra masuk menjadi sekutu baru, maka pembagian laba/rugi *.r;uAi sebagai
berikut: Edo : Fikri : Galuh : Hendra = 20yo: qoN: lol%: lTo/o.5ehma lima tahun
berturut-turut persekutuan memperoleh labalrugi sebagai berikut:

Tahun Laba (Rugi)


(Rp.)
2010 200.000.000
20tt 300.000.000
20t2 (100.000.000)

Pada tanggal 6 Maret 2014 persekutuan tersebut dilikuidasi.Pada saat dinyatakan


likuidasi posisi keuangan persekutuan sebagai berikut:

AKTIVA PASIVA
(Rp.) (Rp.)
Kas loo.ooo.ooo Utang dagang 550.000.000
Piutangdagang 700.000.000 Utang Edo 100.000.000
PiutangFikri 200.000.000 Modal Edo 490.000.000
Persediaan 600.000.000 Modal Fikri 870.000.000
Kendaraan (net) 200.000.000 Modal Galuh 670.000.000
Gedung (net) 500.000.000 Modal Hendra 320.000.000
Tanah (net) 700.000.000
Jumlah aktiva 3.000.000.000 Jumlah pasiva 3.000.000.000

Dalam likuidasi tersebut pencairan aktiva non kas menjadi kas berlangsung relative
lama hampel satu tahun, sthirgga proses likuidasinya bertahap. Tahap pencaiian aktiva
non kas menjadi kas adalah sebagai berikut:

Tanggal Ketqrangan
1 Mei 2014 Aktiva non kas senilai Rp. 800.000.000,00 direaliiasi
menjadi kas sebesar Rp. 900.00.000.00
I Desember 2014 Aktiva non kas senilai Rp. 1.100.000.000,00 aireatisasi
menjadi kas sebesar Rp. 1.000.000.000.00
I Februari 2014 Semua sisa aktiva non kas direalisasi men;aOi tas seUesar
Bp. 700.000.000,00

68 Akuntansi Keuongan Lanjutan I, Reni Yendrawati


Diminta:
1. Buatjurnal yang diperlukan saat persekutuan dibentuk.
2. Hitung modal masing-masing sekutu yang diakui pada saat persekutuan
dibentuk.
3. Hitung modal masing-masing sekutu pada akhir tahun 2003 setelah pembagian
laba.
4. Buat jumal yang diperlukan pada saat masuknya Hendra menjadi sekutu baru.
t Hitung modal masing-masing sekutu dan total modal sesaat setelah Hendra
masuk menjadi sekutu baru.
6. Buat program distribusi kas pada saat dinyatakan likuidasi.
7. Buat table likuidasi .

Bab 4 Likuidasi Persekutuan 69