Anda di halaman 1dari 49

LAPORAN AKTUALISASI

“OPTIMALISASI DISEMINASI PEMBERDAYAAN HAK ATAS TANAH ATAS


RENDAHNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMBERDAYAAN
HAK ATAS TANAH DI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN
NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA”

Disusun Oleh:

Panisioan Hamer Digo Sinaga, S.E.


NIP. 19920506 201903 1 001

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL


PUSAT PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL
TAHUN 2019
LEMBAR PENGESAHAN JUDUL

Rancangan Aktualisasi ini diajukan oleh;

Nama Peserta : Panisioan Hamer Digo Sinaga,S.E.


NIP : 19920506 201903 1 001
Jabatan : Calon Analis Permohonan Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah
Unit Kerja : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Prov. Sumatera
Utara
Angkatan : XII

Core Issue/Isu yang diangkat :


“RENDAHNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG
PEMBERDAYAAN HAK ATAS TANAH DI KANTOR WILAYAH BADAN
PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA”

Telah diseminarkan dan diterima sebagai salah satu persyaratan Pelatihan Dasar CPNS
untuk selanjutnya diaktualisasi pada saat Off Class mulai tanggal 24 Mei 2019.

Bogor, 22 Mei 2019

Coach, Mentor,

Lucia Susi Astuti, S.SiT.


Movian Edrial Riza, S.SiT
NIP. 19710614 199503 2 001
NIP.19770401 199703 1 003
LEMBAR PENGESAHAN SEMINAR

Rancangan Aktualisasi ini diajukan oleh;

Nama Peserta : Panisioan Hamer Digo Sinaga,S.E.


NIP : 19920506 201903 1 001
Jabatan : Calon Analis Permohonan Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah
Unit Kerja : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Prov. Sumatera
Utara
Angkatan : XII

Judul yang diangkat :


“RENDAHNYA OPTIMALISASI DISEMINASI PEMBERDAYAAN HAK ATAS
TANAH ATAS RENDAHNYA PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG
PEMBERDAYAAN HAK ATAS TANAH DI KANTOR WILAYAH BADAN
PERTANAHAN NASIONAL PROVINSI SUMATERA UTARA”

Telah diseminarkan dan diterima sebagai salah satu persyaratan Pelatihan Dasar CPNS
untuk selanjutnya diaktualisasi pada saat Off Class mulai tanggal 24 Mei 2019.

Bogor, 22 Mei 2019

Coach, Mentor,

Lucia Susi Astuti, S.SiT.


Movian Edrial Riza, S.SiT
NIP. 19710614 199503 2 001
NIP.19770401 199703 1 003
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis tujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwa
berkat limpahan rahmat, kasih dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan
Aktualisasi ini.

Laporan Aktualisasi ini disusun dan diajukan demi persyaratan kelulusan Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongam III pada Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/ Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia dengan judul “OPTIMALISASI
DISEMINASI PEMBERDAYAAN HAK ATAS TANAH ATAS RENDAHNYA
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PEMBERDAYAAN HAK ATAS
TANAH DI KANTOR WILAYAH BADAN PERTANAHAN NASIONAL
PROVINSI SUMATERA UTARA”

Di dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari banyak pihak-pihak yang


turut memberikan bantuan, kontribusi motivasi, semangat, saran, ide, bahkan fasilitas
moril dan materil. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada kedua Orang Tua dan seluruh anggota keluarga penulis yang selalu
memberikan semangat dan motivasi tanpa lelah. Selain itu penulis juga mengucapkan
terima kepada:

1. Bapak Ir.. Virgo Eresta Jaya, M.Eng.Sc., selaku Kepala Pusat Pengembangan
Sumber Daya Manusia Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan
Nasional RI.
2. Bapak Bambang Priono, S.H.,M.H., Selaku Kepala Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara.
3. Bapak Deni Prasetyo, S.E, M.M., selaku Kepala Bagian Tata Usaha Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara
4. Bapak Movian Edrial Riza, S.SiT selaku Mentor penulis yang selalu membimbing
dan memberikan arahan serta nasihat selama pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
5. Ibu Lucia Susi Astuti,S.SiT, selaku Pembimbing (Coach), yang selama ini telah
senantiasa meluangkan waktu dan pikirannya dengan penuh kesabaran dalam
membimbing penulis membuat rancangan aktualisasi.
6. Bapak Ir. Hadi Arnowo, M.App, Sc, selaku Penguji yang telah membantu penulis
dalam menyempurnakan Rancangan Aktualisasiini dan meluangkan waktu untuk
menguji penulis.
7. Ibu Popy dan Bapak Vega selaku Fasilitator Latsar CPNS Kementerian Agraria
dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI Gelombang III Angkatan XII
Tahun 2019.
8. Seluruh karyawan dan staf yang ada di Pusat Pengembangan Sumber Daya
Manusia Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional RI.
9. Seluruh pegawai dan staf Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi
Sumatera Utara.
10. Seluruh para pihak yang telah membantu memberikan masukan guna melengkapi
data yang diperlukan dalam pembuatan aktualisasi ini.
11. Rekan-rekan peserta Latsar CPNS Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan
Pertanahan Nasional RI Gelombang II Tahun 2019.

Dengan segala keterbatasan, penulis menyadari bahwa laporan ini tidak luput dari segala
kekurangan dan kesalahan. Atas segala kekurangan dan kesalahan dalam penulisan
laporan ini penulis mohon maaf.

Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih, semoga laporan ini dapat diterima
sebagai karya dan amalan penulis dan dapat memberikan manfaat terutama untuk penulis
dan pihak-pihak lain yang memerlukannya.

Medan, 18 Juli 2019

Penulis,

PANISIOAN HAMER DIGO SINAGA, S.E.

NIP. 199205062019031001
DESKRIPSI SINGKAT

Berdasarkan Pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dijelaskan bahwa “bumi, dan air, dan
kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk
sebesar-besar kemakmuran rakyat.” Pasal tersebut mengamanatkan bahwa segala sesuatu
mengenai bumi, tanah, air, sumber daya alam, dan kekayaan alam lainnya yang berada
dalam wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dikuasai, diatur, dan
dikelola oleh Negara, Pemerintah, dan segenap lembaga pengelolanya untuk dipergunakan
sebagai alat untuk memakmurkan dan menyejahterakan rakyat Indonesia.

Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemahaman akan


optimalisasi pemanfaatan sebuah hak atas tanah harus dapat tercipta melalui penciptaan
model-model pemberdayaan hak atas tanah. Pengembangan akan model tersebut juga sangat
penting seiring dengan perkembangan zaman . Untuk itu perlu upaya diseminasi tentang
pemberdayaan hak atas tanah bagi masyarakat agar ada pemahaman peningkatan
kesejahteraan melalui pemberdayaan hak atas tanah

Atas rendahnya perhatian dan pemahaman masyarakat tentang pemberdayaan hak


atas tanah, penulis mengusulkan beberapa kegiatan untuk mendukung optimalisasi
diseminasi pemberdayaan hak atas tanah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kata Kunci : Hak Atas Tanah, Diseminasi,Model Pemberdayaan Hak Atas Tanah, Akses
Permodalan
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Analisis USG ................................................................................. .... ..3

Tabel 2. Analisis CBA......................................................................................... 5

Tabel 3. Rancangan Kegiatan .............................................................................17

Tabel 4. Jadwal Pelaksanaan Rancangan Aktualisasi ..........................................19

Tabel 3. Realisasi Kegiatan dan Out Put Kegiatan ..............................................21


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN JUDUL ................................................................ii

LEMBAR PENGESAHAN SEMINAR........................................................... iii

KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv

DESKRIPSI SINGKAT ...................................................................................vi

DAFTAR TABEL .......................................................................................... vii

DAFTAR ISI .................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1

A. Latar Belakang ........................................................................................ .... ..1

B. Identifikasi Isu................................................................................................ 2

C. Identifikasi Gagasan ....................................................................................... 5

BAB II DESKRIPSI LOKUS ...................................................................................7

A. DESKRIPSI UMUM ...................................................................................... 7

1. Gambaran Umum Kementerian ATR/BPN ...................................................... 7

2. Deskripsi Wilayah/ Gambaran Umum Instansi ................................................ 9

3. Sumber Daya .................................................................................................10

4. Visi Misi ........................................................................................................11

5. Tugas Pokok dan Fungsi ................................................................................12

6. Struktur Organisasi ........................................................................................14

B. DESKRIPSI KHUSUS............................................................................................

1. Role Model ....................................................................................................16

2. Formulir Rancangan Aktualisasi ....................................................................16

3. Rencana Kegiatan, Tahapan Kegiatan dan Output Kegiatan ...........................17


BAB III REALISASI AKTUALISASI...................................................................21

A. Realisasi Kegiatan dan Output Kegiatan ........................................................ 21

B. Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi ........................................................ 22

C. Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi....................................................... 22

BAB IV ANALISA ......................................................................................................23

A. Realisasi Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Subtansi Mata Pelatihan.......... 23

B. Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi .............. 25

C. Realisasi Aktualisasi dan Penguatan Nilai-Nilai Organisasi ........................... 27

BAB V PENUTUP.......................................................................................................29

A. Kesimpulan ................................................................................................... 29

B. Tindak Lanjut ................................................................................................ 29

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 30

LAMPIRAN ..................................................................................................... 31

BIODATA PENULIS ...................................................................................... 39


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kedudukan tanah sangatlah penting bagi pribadi, kelompok, masyarakat dan negara.
Sangat banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupannya pada tanah., baik
dalam kegiatan bertani, beternak ataupun usaha-usaha lainnya dengan
memberdayagunakan yang dimiliki. Bahkan masih banyak orang yang menggantungkan
tanah untuk manfaat di masa depan, kehidupan anak cucu karena alasan peningkatan
nilai ekonomi tanah yang terus melambung.
Sebagai bentuk upaya Pemerintah dalam memberikan kepastian hukum terhadap
kepemilikan tanah adalah pendaftaran tanah yang bertujuan untuk perlindungan hukum
bagi pemilik tanah atas tanahnya.
Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara
terus menerus. Tetapi masih sangat sedikit masyarakat yang menyadari manfaat dan
pentingnya suatu bukti kepemilikan yang sah atas tanah mereka. Pendaftaran tanah harus
dilakukan secara terus menerus dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan,
pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis dalam bentuk
peta dan daftar mengenai bidang-bidang tanah yang sudah haknya dan hak milik atas
satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya (pasal 1 angka 1 PP No.
24 Tahun 1997)
Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) disebutkan pada Pasal 19 ayat 2
huruf c bahwa setelah Pendaftaran Tanah akan diberikan surat-surat tanda bukti hak yang
berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. Sertifikat tanah adalah tanda bukti hak atas
tanah. Ketentuan lebih lanjut mengenai Pendaftaran Tanah diatur dalam Peraturan
Pemerintah No. 24 tahun 1997 yang bertujuan untuk memberikan kepastian dan
perlindungan hukum kepada pemegang hak atas suatu bidang tanah, satuan rumah susun
dan hak-hak lain yang terdaftar agar mudah dalam membuktikan diri sebagai pemegang
hak yang bersangkutan berdasarkan pada sertifikat hak atas tanah yang telah diberikan.
Dalam rangka percepatan pendaftaran tanah diterbitkan Peraturan Menteri Agraria
dan Tata Ruang/Kepala BPN No. 6 Tahun 2018 tetntang Pelaksanaan Pendaftaran
Sistematis Lengkap. Peraturan tersebut merupakan acuan kegiatan sertipikasi tanah
secara masal yang diarahkan secara sistematis.

1
Pemberdayaan masyarakat di bidang pertanahan melalui pemanfaatan reforma agraria
dalam rangka tanah untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat merupakan upaya
meningkatkan harkat lapisan masyarakat dan pribadi manusia. Upaya ini meliputi (1)
Mendorong, memotivasi, meningkatkan kesadaran akan potensinya dan menciptakan
iklim/suasana untuk berkembang. (2) Memperkuat daya, potensi yang dimiliki dengan
langkah-langkah positif dalam memperkembangkannya. (3) Penyediaan berbagai
masukan dan pembukaan akses kepeluang-peluang. Upaya pokok yang dilakukan dalam
pemberdayaan di bidang pertanahan adalah peningkatan akses kepada modal, teknologi
tepat guna, informasi, lapangan kerja dan pasar, dan fasilitas-fasilitas yang ada. Tujuan
pemberdayaan masyarakat di bidang pertanahan pada dasarnya sebagai berikut:

1. Membentuk pengembangan manusiawi yang otentik dan integral dari masyarakat


lemah, rentan, miskin, marjinal dan kaum kecil seperti petani kecil, buruh tani,
masyarakat miskin perkotaan, masyarakat adat yang terbelakang, dan kaum muda
pencari kerja melalui optimalisasi pemanfaatan bidang-bidang tanah yang dimiliki atau
dikuasainya;

2. Memberdayakan kelompok-kelompok masyarakat tersebut secara sosio-ekonomis


sehingga mereka dapat lebih mandiri dan dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup
mereka, dan juga sanggup berperan serta dalam pengembangan masyarakat secara umum
dan dapat menjaga keberlanjutan dan kelestarian daya dukung tanah terhadap pencapaian
tujuan tanah unutuk sebesar-besar kemakmuran rakyat

1.2 IDENTIFIKASI ISU


Dari latar belakang yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya maka dapat
ditemukan beberapa isu atau potensi permasalahan yang mungkin muncul dalam
penyelenggaraan pemerintahan pada sektor pertanahan, khususnya yang menjadi
kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional, yaitu:
1. Rendahnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang pemberdayaan hak atas tanah
di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara
2. Minimnya jumlah sumber daya manusia di Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional Provinsi Sumatera Utara
3. Kurangnya sarana penunjang untuk mendukung kegiatan administrasi Pengendalian
Pertanahan

2
1.2.1 ANALISIS USG
Isu Permasalahan Kriteria
No U S G Jumlah
(1-5) (1-5) (1-5)
Rendahnya pengetahuan dan
minat masyarakat tentang
pemberdayaan hak atas
1. tanah di Kantor Wilayah 5 5 5 15
Badan Pertanahan Nasional
Provinsi Sumatera Utara

Minimnya jumlah sumber daya


manusia di Kantor Wilayah 4 4 5 13
2.
Badan Pertanahan Nasional
Provinsi Sumatera Utara
Kurangnya sarana penunjang
untuk mendukung kegiatan
3. administrasi Pengendalian 4 3 3 10
Pertanahan
.
*Angka total tertinggi menjadi isu utama yang diangkat dalam rancangan aktualisasi

Berdasarkan hasil dari analisis USG diatas maka nilai tertinggi ada pada permasalahan
rendahnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang pemberdayaan hak atas tanah di
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara.

3
1.2.2 ANALISIS FISHBONE
Untuk mengetahui penyebab permasalahan yang menjadi isu utama maka dilakukan
analisa menggunakan metode Fish Bone. Berikut analisis 5 M yang digambarkan melalui
diagram tulang ikan (fishbone diagram):

Machi Materi
ne al
Core Isu
Rendahnya
pengetahuan
masyarakat
tentang
pemberdayaa
n hak atas
tanah di
Metho
de Money Man Kantor
Wilayah
Badan
Pertanahan
Nasional
1.2.3 IDENTIFIKASI FISHBONE Provinsi
Man : 1. Belum adanya petugas yang mampu memberikan Sumatera
pemaham
pentingnya kepemilikan hak atas tanah dalam bentukUtara
sertifikat
untuk dapat diberdayakan.
Money : 1. Belum tersedianya anggaran untuk membuat iklan layanan
masyarakat dalam bidang pertanahan.
2. Belum tersedianya anggaran untuk penguatan kesadaran atas
pentingnya bukti kepemilikan hak atas tanah dalam bentuk
sertifikat.
Methode : 1. Belum adanya metode digitalisasi diseminasi pemberdayaan
hak atas tanah .
2. Belum adanya layanan FAQ (Frequently Asked Question)
dalam pemberdayaan hak atas tanah untuk memunculkan atensi

4
masyarakat terhadap pendaftaran tanah
3. Belum ada metode pendekatan pemberdayaan hak atas tanah
pada penyuluhan pendaftaran tanah
4. Belum ada pemahaman alur yang jelas dalam pemberdayaan
hak atas tanah
5. Belum ada kejelasan informasi tentang layanan dari lembaga
keuangan terkait pemberdayaan hak atas tanah.
Machine : 1. Belum tersedianya alat peraga untuk kampanye pemberdayaan
hak atas tanah
2. Kurangnya ketersediaan komputer dan alat cetak untuk
pengolahan media informasi dan publikasi pemberdayaan hak
atas tanah.
Material : 1. Bahan dan media pengayaan pengetahuan pemberdayaan hak
atas tanah kepada masyarakat belum memadai

1.3 IDENTIFIKASI GAGASAN


Dari analisis isu yang telah disampaikan, dapat ditemukan beberapa gagasan atau
potensi penyelesaian yang mungkin untuk dimunculkan dalam permasalahan rendahnya
pengetahuan dan minat masyarakat tentang pemberdayaan hak atas tanah di Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara, yaitu:
1. Optimalisasi diseminasi pemberdayaan hak atas tanah atas rendahnya pengetahuan
masyarakat tentang pemberdayaan hak atas tanah di Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara
2. Pelaksanan program bimbingan pemberdayaan hak atas tanah
3. Pembangunan struktur akses Pertanahan

1.3.1 ANALISIS CBA


Gagasan Kriteria
No BIAYA MANFAAT KELAYAKAN Jumlah
(1-5) (1-5) (1-5)
Optimalisasi diseminasi
pemberdayaan hak atas
1. tanah atas rendahnya 4 5 5 14
pengetahuan masyarakat
tentang pemberdayaan

5
hak atas tanah di Kantor
Wilayah Badan
Pertanahan Nasional
Provinsi Sumatera Utara
Pelaksanan program
2. bimbingan pemberdayaan 3 4 4 11
hak atas tanah
Pembangunan struktur
3. akses Pertanahan 4 3 3 10
.
*Angka total tertinggi menjadi gagasan utama yang diangkat dalam rancangan aktualisasi

Berdasarkan hasil dari analisis CBA diatas maka nilai tertinggi ada pada gagasan optimalisasi
diseminasi pemberdayaan hak atas tanah atas rendahnya pengetahuan masyarakat tentang
pemberdayaan hak atas tanah di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi
Sumatera Utara

6
BAB II

DESKRIPSI LOKUS

2.1. Deskripsi Umum

2.1.1 Gambaran Umum Kementerian ATR/BPN

Sesuai peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2015 tentang

Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN mempunyai tugas

menyelenggarakan urusan pemerintah dibidang agraraia/pertanahan dan tata ruang untuk

membantu presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan Negara. Dalam melaksanakan

tugasnya, kementerian ATR/BPN menyelenggarakan fungsi :

1. Perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan dibidang tata ruang, insfrastruktur

keagrariaan/pertanahan, hubungan hukum keagrarian/pertanahan, penataan

agrarian/pertanahan, penataan agrarian/pertanahan, pengadaan tanah, pengendalian

pemanfaatan ruang dan penguasaan tanah, serta penanganan masalah agraria/pertanahan,

pemanfaatan ruang dan tanah;

2. Koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada

seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang;

3. Pengelolaan barang milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian

Agraria dan Tata Ruang;

4. Pengawasan atas pelaksanaan tugas dilingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang;

5. Pelaksanaan bimbingan teknis dan supervise atas pelaksanaan urusan Kementerian

Agraria dan Tata Ruang di daerah; dan

6. Pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di

lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang terdiri atas:

7
1. Seketariat Jenderal

2. Direktorat Jenderal Tata Ruang

3. Direktorat Jenderal Infrastruktur Keagrariaan

4. Direktorat Jenderal Hubungan Hukum Keagrariaan

5. Direktorat Jenderal Penataan Agraria

6. Direktorat jendreral Pengadaan Tanah

7. Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah

8. Direktorat Jenderal penanganan masalah Agraria, Pemanfaatan Ruang dan Tanah

9. Inspektorat Jenderal

10. Staf Ahli Bidang Landreform dan Hak Masyrakat atas Tanah

11. Staf Ahli Bidang Masyarakat Adat dan Kemasyarakatan, dan

12. Staf Ahli Bidang Ekonomi Pertanahan

Sedangkan sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2015 tentang

Badan Pertanahan Nasional, BPN mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah

dibidang pertanahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dalam

melaksanakan tugasnya, BPN menyelenggarakan fungsi :

1. Menyusun dan penetapan kebijakan di bidang pertanahan

2. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang survey, pengukuran dan pemetaan

3. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penetapan hak tanah, pendaftaran

tanah, dan pemberdayaan masyrakat

4. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengaturan, penataan dan

pengendalian kebijakan pertanahan

5. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengadaan tanah

6. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengendalian dan penangan sengketa

dan perkara pertanahan

8
7. Pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan BPN

8. Pelaksanaan koordinasi tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi

kepada seluruh unit organisasi di lingkungan BPN

9. Pelaksanaan pengelolaan data informasi lahan pertanian pangan berkelanjutan dan

informasi di bidang pertanahan

10. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang pertanahan

11. Pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia di bidang pertanahan

Untuk menyelenggarakan tugas dan fungsi BPN di daerah, dibentuk Kantor Wilayah

BPN di Provinsi dan kantor Pertanahan di kabupaten/kota

2.1.2 Deskripsi Wilayah/ Gambaran Umum Instansi

Penulisan ini dibatasi pada kegiatan aktualisasi yang mengandung nilai-nilai dasar

profesi Pegawai Negeri Sipil yaitu: Aktuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen

Mutu, dan Anti Korupsi dan substansi mata pelatihan seperti Whole of Government, Pelayan

Publik, dan Manajemen ASN yang dilaksanakan dibidang Pertanahan dan Tata Ruang.

Bidang Hubungan Hukum Pertanahan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi

Sumatera Utara.

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara Berlokasi di

Jalan Brigjend Katamso No.45, Kelurahan Medan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota

Medan.

Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di pulau Sumatera, Indonesia

dan beribu kota di medan. Sumatera Utara merupakan provinsi keempat terbesar jumlah

penduduknya di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Pada zaman

pemerintahan Belanda, Sumatra Utara merupakan suatu pemerintahan yang bernama

9
Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh pulau Sumatra, dipimpin oleh

seorang Gubernur yang berkedudukan di kota Medan.

Setelah kemerdekaan, dalam sidang pertama Komite Nasional Daerah (KND), Provinsi

Sumatra kemudian dibagi menjadi tiga sub provinsi yaitu: Sumatra Utara, Sumatra Tengah,

dan Sumatra Selatan. Provinsi Sumatra Utara sendiri merupakan penggabungan dari tiga

daerah administratif yang disebut keresidenan yaitu: Keresidenan Aceh, Keresidenan Sumatra

Timur, dan Keresidenan Tapanuli.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Republik Indonesia (R.I.) No. 10 Tahun 1948 pada

tanggal 15 April 1948, ditetapkan bahwa Sumatra dibagi menjadi tiga provinsi yang masing-

masing berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri yaitu: Provinsi Sumatra

Utara, Provinsi Sumatra Tengah, dan Provinsi Sumatra Selatan. Tanggal 15 April 1948

selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi Provinsi Sumatra Utara.

Pada awal tahun 1949, dilakukan kembali reorganisasi pemerintahan di Sumatra. Dengan

Keputusan Pemerintah Darurat R.I. Nomor 22/Pem/PDRI pada tanggal 17 Mei 1949, jabatan

Gubernur Sumatra Utara ditiadakan. Selanjutnya dengan Ketetapan Pemerintah Darurat R.I.

pada tanggal 17 Desember 1949, dibentuk Provinsi Aceh dan Provinsi Tapanuli/Sumatra

Timur. Kemudian, dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 5 Tahun

1950 pada tanggal 14 Agustus 1950, ketetapan tersebut dicabut dan dibentuk kembali

Provinsi Sumatra Utara.

2.1.3 Sumber Daya

Sumber daya yang dimiliki oleh Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara terdiri dari

Sumber Daya Manusia (Pegawai) dan Sumber Daya lainnya (Inventaris), untuk jumlah

Pegawai, di Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara terdiri dari 120 orang Pegawai, yang

10
apabila diakumulasikan dengan seluruh pegawai di Kantor Pertanahan di Kantor Pertanahan

di bawah naungan BPN Sumatera Utara terdiri dari 837 pegawai.

2.1.4 Visi dan Misi

Badan Pertanahan Nasional mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintah

dibidang pertanahan secara nasional, regional dan sektoral sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan dalam rangka melaksanakan tugas dibidang pertanahan tersebut

Kementerian ATR/BPN memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :

VISI :

Menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah dan pertanahan untuk sebesar-besar

kemakmuran rakyat, serta keadilan dan keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan

dan kenegaraan Republik Indonesia.

MISI :

Mengembangkan dan menyelenggarakan politik dan kebijakan pertanahan untuk:

1. Peningkatan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran rakyat,

pengurangan kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, serta pemantapan ketahanan

pangan.

2. peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat dalam

kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah (P4T).

3. Perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai

sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air dan penataan perangkat

hukum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa, konflik

dan perkara di kemudian hari.

4. Keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaa dan kenegaraan Indonesia dengan

memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah

11
sebagai sumber kesejahteraan masyarakat. Menguatkan lembaga pertanahan sesuai

dengan jiwa, semangat, prinsip dan aturan yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi

rakyat secara luas.

2.1.5 Tugas Pokok dan fungsi


Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional

No.18 Tahun 2015 tentang uraian tugas jabatan fungsional di lingkungan Kementerian

ATR/BPN tugas pokok, fungsi dan wewenang jabatan analis permohonan hak tanah dan

pendaftaran tanah adalah sebagai berikut:

I. Tugas pokok

1. Menyusun bahan usulan rencana kegiatan dan anggaran di bidang hak tanah dan

pendaftaran tanah.

2. Menerima dan memeriksa kelengkapan berkas pemohon dan surat-surat yang

berhubungan dengan permohonan hak tanah dan pendaftaran tanah berdasarkan

disposisi pimpinan

3. Menganalisis dan memproses berkas permohonan sesuai ketentuan yang berlaku

4. Mempersiapkan petunjuk/penjelasan atas surat dari masyarakat/pihak lain yang

menyangkut hak tanah dan pendaftaran tanah

5. Membuat hasil risalah berdasarkan jenis layanan yang diserahkan kepada pimpinan

untuk ditinjak lanjuti.

6. Menyusun bahan evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang hak tanah dan pendaftaran

tanah

7. Menyusun konsep naskah kedinasan lainnya di bidang hak tanah dan pendaftaran

tanah

II. Fungsi :

12
Melakukan analis terhadap permohonan hak tanah dan pendaftaran tanah yang

dilakukan melalui proses pemeriksaan kelengkapan berkas pemohon.

III. Wewenang :

1. Mengajukan usul, saran dan pendapat yang diajukan.

2. Meminta data dan informasi untuk menyusun bahan usulan rencana kegiatan dan

anggaran dibidang hak tanah dan pendaftaran tanah

3. Meminta data dan informasi untuk melengkapi berkas permohonan dan surat-surat

permohonan hak tanah dan pendaftaran tanah yang telah memenuhi syarat.

4. Meminta data dan informasi untuk menyusun analisis kebenaran materi permohonan

dan yuridis berkas permohonan pendaftaran ha katas tanah.

5. Meminta data dan informasi serta memperbaiki konsep surat petunjuk/penjelasan atas

surat dari masyarakat/pihak lain yang menyangkut hak tanah dan pendaftaran tanah

6. Meminta data dan informasi untuk menyusun risalah layanan pendaftaran tanah

7. Meminta data dan informasi untuk menyusun konsep SK layanan dan pendaftaran

tanah

8. Meminta data dan informasi untuk menyusun konsep evalusi dan pelaporan kegiatan

di bidang hak tanah dan pendaftaran tanah

9. Meminta data dan informasi serta memperbaiki konsep naskah kedinasan lainnya

dibidang hak tanah dan pendaftaran tanah

13
2.1.6 Struktur Organisasi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Sumatera Utara

KEPALA KANTOR WILAYAH

Bambang Priono, S.H., M.H. KEPALA BAGIAN TATA USAHA


Pembina Utama Muda (IV/c)
Deni Prasetyo, S.E., M.M.
Pembina (IV/a)

Kepala Subbagian Kepala Subbagian Kepala Subbagian Kepala Subbagian


Perencanaan, Organisasi dan Keuangan dan BMN Umum dan Informasi
Evaluasi dan Pelaporan Kepegawaian
Ardhi Jayali Lubis S.IP. Sabirin, S.H.
Hasyanul Arief Sinaga, Nhora Herawaty Saragih. Penata (III/c) Penata Tingkat I (III/d)
S.SiT., S.E. S.ST., M.Si.
Penata Tingkat I (III/d) Penata Tingkat I (III/d)

KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG HUBUNGAN KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG KEPALA BIDANG
INFRASTRUKTUR HUKUM PERTANAHAN PENATAAN PERTANAHAN PENGADAAN TANAH PENANGANAN MASALAH
PERTANAHAN DAN PENGENDALIAN
Saikun, S.H. Ir. Sarwin Tambunan M.A.P. Sri Puspita Dewi, S.H., M.Kn. PERTANAHAN
Ismed Syah Alam, S.T., M.T. Pembina Tingkat I (IV/b) Pembina Tk. I (IV/b) Pembina Tingkat I (IV/b)
Pembina Tingkat I (IV/b) Sontian Siahaan, S.H.
Pembina (IV/a)

Kepala Seksi Pengukuran Kepala Seksi Penetapan Hak Kepala Seksi Penatagunaan Kepala Seksi Pemanfaatan Kepala Seksi Sengketa dan
dan Tanah dan Pemberdayaan Tanah Tanah Pemerintah Konflik Pertanahan
Pemetaan Dasar Hak Tanah Masyarakat
Anita Noveria Lismawaty, Sofyan Hadi Syam, S.H.
Abdul Rahman Irianto, S.ST. Obed Milton Simamora, S.H., Dra. Sri Mekar Yudiati S.H., M.H. Penata Tingkat I (III/d)
Penata Muda Tingkat I (III/b) M.A.P., M.MG. Penata Tingkat I (III/d) Pembina (IV/a)
Penata Tingkat I (III/d)

Kepala Seksi Pengukuran Kepala Seksi Pendaftaran Kepala Seksi Landreform Kepala Seksi Bina Kepala Seksi
dan Hak Tanah dan Konsolidasi Tanah Pengadaan Penanganan Perkara
Pemetaan Kadastral dan Penetapan Tanah Pertanahan
Marulam Siahaan, S.SiT., Pemerintah
Denny Ardian Lubis, S.SiT., Bahrum, S.H. M.M. Rotua Noviyanti, S.H., M.H.
M.H. Penata Tingkat I (III/d) Pembina (IV/a) Masniarni Situmorang, S.H., Penata Tingkat I (III/d)
Penatan Tingkat I (III/d) M.Kn.
Pembina (IV/a)
Kepala Seksi Survei dan Kepala Seksi Pemeliharaan Kepala Seksi Kepala Seksi Penilaian Kepala Seksi
Pemetaan Tematik Data Penataan Kawasan Tertentu Tanah Pengendalian Pertanahan
Penata Tingkat I / (III/d) Hak Tanah dan Pembinaan
NIP. 196709211997031001 PPAT Mindo Desima Sianturi, S.H.,
M. Luthfi,
TMT. A.Ptnh.
08-06-2017 Serepia Agustina, S.H., M.H. Movian Edrial Riza, S.SiT. M.H.
Penata Tingkat I (III/d) Pembina (IV/a) Penata Tingkat I / (III/d) Penata Tingkat I (III/d)
Jailani, S.H. 14
Penata Tingkat I (III/d)
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara dipimpin oleh

seorang Kepala Kantor yang bertanggungjawab kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Berdasarkan aturan tersebut, maka struktur organisasi yang ada di Kantor Wilayah Badan

Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara sebagai berikut:

1. Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara,

membawahi:

2. Kepala Bagian Tata Usaha, membawahi:

 Kepala Subbagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan

 Kepala Subbagian Organisasi dan Kepegawaian

 Kepala Subbagian Keuangan dan BMN

3. Kepala Bidang Infrastruktur Pertanahan, membawahi:

 Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan Dasar

 Kepala Seksi Pengukuran dan Pemetaan Kadastral

 Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Tematik

4. Kepala Bidang Hubungan Hukum Pertanahan, membawahi:

 Kepala Seksi Penetapan Hak Tanah dan Pemberdayaan Hak Tanah Masyarakat

 Kepala Seksi Pendaftaran Hak Tanah

 Kepala Seksi Pemeliharaan Data Hak Tanah dan Pembinaan PPAT

5. Kepala Bidang Penataan Pertanahan, membawahi:

 Kepala Seksi Penatagunaan Tanah

 Kepala Seksi Landreform dan Konsolidasi Tanah

 Kepala Seksi Penataan Kawasan Tertentu

6. Kepala Bidang Pengadaan Tanah, membawahi:

 Kepala Seksi Pemanfaatan Tanah Pemerintah

 Kepala Seksi Bina Pengadaan dan Penetapan Tanah Pemerintah

 Kepala Seksi Penilaian Tanah

7. Kepala Bidang Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan, membawahi:

 Kepala Seksi Sengketa dan Konflik Pertanahan

15
 Kepala Seksi Penanganan Perkara Pertanahan

 Kepala Seksi Pengendalian Pertanahan

2.2 Deskripsi Khusus

2.2.1 Role Model

Selama melakukan habituasi di Kantor Wilayah terdapat sosok pemimpin yang penulis

memiliki teladan untuk bekerja. Sosok tersebut adalah Kepala Seksi Penilaian Tanah. Bapak

Movian Edrial Riza, S.SiT

Sejak melaksanakan habituasi, beliau menjadi mentor sekaligus atasan yang memberikan

arahan dalam melaksanakan pengelolaan warkah. Beliau juga mendengarkan dan membantu

dalam mengembangkan ide penulis dan rekan-rekan demi terselesaikan penyusunan warkah

yang efektif, efesien dan tepat waktu. Ketelitian dan kedisplinan yang beliau terapkan dalam

bekerja membuat penulis termotivasi dalam bekerja dengan penuh tanggung jawab.

2.2.2 Formulir Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja : Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara
Identifikasi Isu : 1. Rendahnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang
pemberdayaan hak atas tanah di Kantor Wilayah Badan Pertanahan
Nasional Provinsi Sumatera Utara
2. Minimnya jumlah sumber daya manusia di Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara
3. Kurangnya sarana penunjang untuk mendukung kegiatan
administrasi Pengendalian Pertanahan
Isu Yang Diangkat : Rendahnya pengetahuan dan minat masyarakat tentang pemberdayaan
hak atas tanah di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi
Sumatera Utara
Gagasan Pemecahan : Optimalisasi diseminasi pemberdayaan hak atas tanah atas rendahnya
Isu pengetahuan masyarakat tentang pemberdayaan hak atas tanah di Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara

16
2.2.3 TABEL RANCANGAN KEGIATAN
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Mata Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Terhadap Visi Misi
Pelatihan Organisasi
Organisasi
1. Pembuatan daftar FAQ 1. Konsultasi kepada atasan Daftar FAQ 1. Bentuk upaya peningkatan Terwujudnya Mewujudkan sikap
(Frequently Asked terkait pertanyaan umum dalam bentuk komitmen mutu BPN dalam pengelolaan ruang jujur, adil, transparan,
Question) dalam layanan. buklet digital pemanfaatan teknologi. dan pertanahan yang akuntabel,tepat waktu,
pendaftaran dan 2. Persetujuan dari atasan 2. Bentuk upaya meningkatkan terpercaya dan cerdas, kreatif dengan
pemberdayaan hak terkait rencana layanan FAQ pelayanan publik dalam prinsip berstandar dunia filosofi senang
tanah 3. Melakukan tahapan pelayanan prima. memudahkan
pembuatan daftar FAQ 3. Penerapan akuntabilitas
pengolahan informasi tekstual
menjadi data digital.
2. Menyusun infografis 1. Konsultasi kepada atasan Infografis 1. Bentuk upaya peningkatan Terwujudnya Mewujudkan sikap
terkait pemberdayaan terkait desain dan konten pemberdayaan komitmen mutu BPN dalam pengelolaan ruang jujur, adil, transparan,
hak atas tanah infografis. hak atas tanah manajemen diseminasi metode dan pertanahan yang akuntabel,tepat waktu,
2. Persetujuan dari atasan digital dan pemberdayaan hak atas tanah. terpercaya dan cerdas, kreatif dengan
terkait desain dan konten poster 2. Bentuk upaya meningkatkan berstandar dunia filosofi senang
infografis. pelayanan publik dalam memudahkan
3. Melakukan tahapan penerapan prinsip pelayanan
penyusunan dan pembuatan prima.
infografis 3. Penerapan akuntabilitas
pengolahan informasi tekstual
menjadi data digital.
3. Melaksanakan simulasi 1. Konsultasi terkait simulasi Sosialisasi dan 1. Bentuk upaya peningkatan Terwujudnya Mewujudkan sikap

17
Kontribusi
Keterkaitan Substansi Mata Penguatan Nilai
No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Terhadap Visi Misi
Pelatihan Organisasi
Organisasi
model pemberdayaan model pemberdayaan hak penyebaran komitmen mutu BPN dalam pengelolaan ruang jujur, adil, transparan,
hak atas tanah di lokasi atas tanah di lokasi PTSL simulasi model sosialisasi informasi.. dan pertanahan yang akuntabel, tepat waktu,
PTSL 2. Persetujuan dari atasan dalam bentuk 2. Bentuk upaya meningkatkan terpercaya dan cerdas, kreatif dengan
terkait simulasi model brosur pelayanan publik dalam berstandar dunia filosofi senang
pemberdayaan hak atas pemberdayaan penerapan prinsip pelayanan memudahkan .
tanah di lokasi PTSL hak atas tanah prima.
3. Merancang brosur dan alat di lokasi PTSL 3. Penerapan akuntabilitas
peraga simulasi model melalui kantor sosialisasi pemberdayaan hak
pemberdayaan hak atas kantor atas tanah dalam kegiatan PTSL
tanah di lokasi PTSL petanahan di
4. Pelaksanaan simulasi model Sumatera
pemberdayaan hak atas Utara
tanah di lokasi PTSL
4 Evaluasi dan 1. Konsultasi dan evaluasi Laporan hasil 1. Bentuk upaya peningkatan Terwujudnya Mewujudkan sikap
penyusunan laporan terkait laporan hasil aktualisasi komitmen mutu BPN dalam pengelolaan ruang jujur, adil, transparan,
kegiatan aktualisasi pemafaatan informasi. dan pertanahan yang akuntabel, tepat waktu,
2. Menyusun laporan hasil 2. Bentuk upaya meningkatkan terpercaya dan cerdas, kreatif dengan
aktualisasi Manajemen ASN yang berstandar dunia filosofi senang
3. Persetujuan dari atasan profesional memudahkan .
terkait isi laporan hasil 3. Penerapan akuntabilitas
aktualisasi terhadap proses aktualisasi

18
JADWAL PELAKSANAAN RANCANGAN AKTUALISASI

Mei Juni Juli


No. Kegiatan Tahapan Kegiatan
1 2 3 4 5

1 Pembuatan daftar FAQ dalam pendaftaran dan 1. Konsultasi kepada atasan terkait pertanyaan
pemberdayaan hak tanah umum layanan.
2. Persetujuan dari atasan terkait rencana layanan
FAQ.
3. Melakukan tahapan pembuatan daftar FAQ

2 Menyusun infografis terkait pemberdayaan hak atas 1. Konsultasi kepada atasan terkait desain dan
tanah konten infografis.
2. Persetujuan dari atasan terkait desain dan konten
infografis.
3. Melakukan tahapan penyusunan dan pembuatan
infografis

3 Melaksanakan simulasi model pemberdayaan hak atas 1. Konsultasi terkait simulasi model pemberdayaan
tanah di lokasi PTSL hak atas tanah di lokasi PTSL
2. Persetujuan dari atasan terkait simulasi model
pemberdayaan hak atas tanah di lokasi PTSL
3. Merancang brosur dan alat peraga simulasi
model pemberdayaan hak atas tanah di lokasi

19
PTSL
1. Pelaksanaan simulasi model pemberdayaan hak
atas tanah di lokasi PTSL
4. Evaluasi dan penyusunan laporan aktualisasi 1. Konsultasi dan evaluasi terkait laporan hasil
aktualisasi
2. Menyusun laporan hasil aktualisasi
3. Persetujuan dari atasan terkait isi laporan hasil
aktualisasi

20
BAB III

REALISASI AKTUALISASI

3.1 Realisasi Kegiatan dan Output Kegiatan

Selama kegiatan aktualisasi nilai dasar profesi ASN yang telah ditentukan jadwal

pelaksanaannya yakni mulai dari tanggal 27 Mei sampai dengan 7 Juli 2019, diperoleh capaian

kegiatan yang disajikan dalam tabel berikut ini.

No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output Evidence

1. Pembuatan daftar FAQ 1. Konsultasi kepada atasan terkait Akses unduhan


dalam pendaftaran dan pertanyaan umum layanan. buletin digital
pemberdayaan hak tanah
2. Persetujuan dari atasan terkait dengan QR
rencana layanan FAQ. Buletin Digital Code pada
3. Melakukan tahapan pembuatan Brosur dan
daftar FAQ Poster

2 Menyusun infografis 1. Konsultasi kepada atasan terkait Mini X-Banner


terkait pemberdayaan desain dan konten infografis. dan Poster
hak atas tanah
2. Persetujuan dari atasan terkait Poster Digital dengan
desain dan konten infografis. Infografis media sosial
3. Melakukan tahapan penyusunan Instagram
dan pembuatan infografis

3 Melaksanakan simulasi 1. Konsultasi terkait simulasi model Brosur dan


model pemberdayaan hak pemberdayaan hak atas tanah di Dokumentasi
atas tanah di lokasi PTSL
lokasi PTSL
2. Persetujuan dari atasan terkait
simulasi model pemberdayaan Simulasi Model
hak atas tanah di lokasi PTSL Pemberdayaan
3. Merancang brosur dan alat Hak Atas
peraga simulasi model Tanah
pemberdayaan hak atas tanah di
lokasi PTSL
4. Pelaksanaan simulasi model
pemberdayaan hak atas tanah di
lokasi PTSL
4 Evaluasi dan 1. Konsultasi dan evaluasi terkait Laporan
penyusunan laporan laporan hasil aktualisasi Aktualisasi
Laporan
aktualisasi 2. Menyusun laporan hasil
Realisasi
aktualisasi
Aktualisasi
3. Persetujuan dari atasan terkait isi
laporan hasil aktualisasi

21
3.2 Faktor Pendukung Realisasi Aktualisasi
Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk pemecahan Core issue yang dipilih

penulis terdapat faktor-faktor pendukung dalam penyelesaian realisasi aktualisasi ini

faktor-faktor tersebut, yaitu:

1. Adanya fasilitas yang dapat mendukung dalam pelaksanaan hingga penyelesaian

aktualisasi di Kanwil BPN Sumatera Utara sehingga aktualisasi berjalan secara

efektif dan efesien

2. Adanya tenaga bantuan dari ASN dalam beberapa kegiatan realisasi aktualisasi

3. Adanya arahan kritik, bantuan dan saran serta motivasi dari mentor sebagai atasan

dalam pelaksanaan aktualisasi di Kanwil BPN Sumut.

3.3 Faktor Penghambat Realisasi Aktualisasi

Realisasi pelaksanaan kegiatan aktualisasi di Kantor Wilayah Badan Pertanahan

Nasional Provinsi Sumatera Utara juga mengalami hambatan yang disebabkan oleh

beberapa faktor penghambat sebagai berikut:

1. Kurangnya ketersediaan informasi statistik tentang pemberdayaan hak atas tanah

sehingga pemaparan data pada media poster, brosur dan buletin belum cukup

optimal.

2. Keterbatasan dalam jenis-jenis model pemberdayaan hak atas tanah yang dapat

disimulasikan pada masyarakat

22
BAB IV

ANALISA
3.1 Realisasi Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelatihan

4.1.1 Keterkaitan dengan Substansi Mata Pelatihan

Selama menjalani masa habituasi untuk merealisasikan kegiatan aktualisasi di Kantor

Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara juga perlu menerapkan nilai-

nilai ANEKA. Nilai-nilai ini telah diajarkan saat pelaksanaan on-class Pelatihan Dasar Calon

Pegawai Negeri Sipil agar menjadi CPNS yang profesional, bersih, dan dapat melayani

masyarakat dengan baik. Adapun realisasi dan keterkaitannya dengan substansi mata

pelatihan sebagai berikut:

Kegiatan 1 : Pembuatan daftar FAQ dalam pendaftaran dan pemberdayaan hak tanah
Tahap Kegiatan:
1. Konsultasi kepada atasan terkait pertanyaan umum layanan.
2. Persetujuan dari atasan terkait rencana layanan FAQ
3. Melakukan tahapan pembuatan daftar FAQ

Output/Hasil : Buletin Digital

Evidence: Akses unduhan buletin digital dengan QR Code pada Brosur dan Poster

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan :


Dalam isi dari Buletin Digital harus menyampaikan hal substansial terkait

pemberdayaan hak atas tanah sebagai wujud dari nilai Komitemen Mutu. Dalam mengakses

buletin digital harus mengedepankan kemudahan melalui pengembangan berbasis digital. Hal

ini merupakan perwujudan nilai Pelayanan Publik. Pembuatan dan pengeditan Buletin beserta

isinya harus dapat dipertanggungjawabkan dan bersifat transparan hal ini merupakan

perwujudan dari nilai Akuntabilitas.

23
Dengan adanya buletin digital yang dapat diakses publik, maka pemahaman

masyarakat akan pemanfaatan hak atas tanah akan meningkat, hal ini adalah upaya

peningkatan kesejahteraan yang bersumber dari pengelolaan manfaat hak atas tanah.

Kegiatan 2 : Menyusun infografis terkait pemberdayaan hak atas tanah

Tahap Kegiatan :

1. Konsultasi kepada atasan terkait desain dan konten infografis.


2. Persetujuan dari atasan terkait desain dan konten infografis.
3. Melakukan tahapan penyusunan dan pembuatan infografis
Output/Hasil : Poster Infografis

Evidence: Mini X-Banner dan Poster Digital dengan media sosial Instagram

Keterkaitan dengan Substansi mata pelatihan :

Konsultasi dengan mentor untuk memastikan isi dari poster yang dibuat sudah sesuai

dengan konsep pemberdayaan hak atas tanah merupakan wujud dari nilai Komitmen Mutu.

Desain poster menggunakan aspek estetika dan juga akses ke buletin digital melalui QR

Code. Bentuk infografis ini adalah wujud dari Pelayanan Publik untuk pelayanan prima.

Bentuk poster selain fisik juga menggunakan konsep digital melalui media sosial Instagram,

Bentuk ini sebagai peningkatan akses yang merupakan wujud nilai Akuntabilitas.

Kegiatan 3: Melaksanakan simulasi model pemberdayaan hak atas tanah di lokasi


PTSL
Tahap Kegiatan :

1. Konsultasi terkait simulasi model pemberdayaan hak atas tanah di lokasi PTSL
2. Persetujuan dari atasan terkait simulasi model pemberdayaan hak atas tanah di lokasi
PTSL
3. Merancang brosur dan alat peraga simulasi model pemberdayaan hak atas tanah di
lokasi PTSL
4. Pelaksanaan simulasi model pemberdayaan hak atas tanah di lokasi PTSL
Output/Hasil : Simulasi Model Pemberdayaan Hak Atas Tanah

24
Evidence: Brosur dan Dokumentasi

Keterkaitan dengan substansi mata pelatihan :

Simulasi model pemberdayaan hak atas tanah menggunakan metode sosialisasi ke

masyarakat di lokasi PTSL, hal ini perwujudan dari nilai Komitmen Mutu. Tujuan simulasi

model pemberdayaan hak atas tanah ini bertujuan untuk memberi nilai tambah bagi

kehidupan masyarakat, yang mencerminkan nilai Pelayanan Publik. Dalam kegiatan

penyusunan simulasi model pemberdayaan hak atas tanah ini diperlukan transparansi dan

ukuran yang jelas untuk dapat dipahami masyarakat, yang merupakan perwujudan nilai

Akuntabilitas.

Kegiatan 4: Evaluasi dan penyusunan laporan aktualisasi


Tahap Kegiatan :

1. Konsultasi dan evaluasi terkait laporan hasil aktualisasi


2. Menyusun laporan hasil aktualisasi
3. Persetujuan dari atasan terkait isi laporan hasil aktualisasi

Output/Hasil : Laporan Akhir Aktualisasi

Evidence : Laporan Aktualisasi

Keterkaitan dengan substansi mata pelatihan :


Evaluasi adalah bagian dari jaminan suatu kualitas yang terukur, hal ini mewujudkan

nilai Komitmen Mutu. Pelaksanaan evaluasi dan pembuatan laporan untuk tujuan ASN yang

bertanggungjawab yang merupakan nilai dari Manajemen ASN. Pencantuman evidence serta

laporan adalah bentuk dari penerapan Akuntabilitas

3.2 Realisasi Aktualisasi dan Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi

3.2.1 Analisa Keterkaitan Aktualisasi dengan Visi Misi Organisasi

25
Realisasi aktualisasi ditinjau berdasarkan Visi Kantor Wilayah Badan Pertanahan

Nasional Provinsi Sumatera Utara adalah menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah

dan pertanahan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, serta keadilan dan berkelanjutan

sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan republik Indonesia. Sedangkan misi

Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari:

1. Mengembangkan dan menyelenggarakan politik dan kebijakan pertanahan untuk

meningkatkan kesejahteraan rakyat, penciptaan sumber-sumber baru kemakmuran

rakyat, pengurangan kemiskinan & kesenjangan pendapatan, serta pemantapan

ketahanan pangan

2. Peningkatan tatanan kehidupan bersama yang lebih berkeadilan dan bermartabat

dalam kaitannya dengan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah

(P4T)

3. Perwujudan tatanan kehidupan bersama yang harmonis dengan mengatasi berbagai

sengketa, konflik dan perkara pertanahan di seluruh tanah air dan penataan perangkat

hokum dan sistem pengelolaan pertanahan sehingga tidak melahirkan sengketa,

konflik dan perkara.

4. Keberlanjutan sistem kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dengan

memberikan akses seluas-luasnya pada generasi yang akan datang terhadap tanah

sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

5. Menguatkan lembaga pertanahan sesuai dengan jiwa, semangat, prinsip dan aturan

yang tertuang dalam UUPA dan aspirasi rakyat secara luas.

4.2.2. Dampak Aktualisasi terhadap Visi-Misi Organisasi

Dampak aktualisasi Optimalisasi Diseminasi Model Pemberdayaan Hak Atas Tanah

di Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara terhadap visi misi

organisasi adalah mewujudkan visi misi organisasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang /

26
Badan Pertanahan Nasional yaitu terwujudnya pengelolaan ruang dan pertanahan yang

terpercaya dan berstandar dunia. Penggunaan metode yang lebih praktis dan tepat serta

tersedianya SDM yang mumpuni akan membantu terwujudnya pengelolaan ruang dan

pertanahan yang terpercaya dan berstandar dunia.

4.2.3. Komitmen Aktualisasi sebagai Bentuk Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi

Bentuk komitmen dalam keberlanjutan aktualisasi sebagai kontribusi visi misi

organisasi yaitu dengan kegiatan-kegiatan optimalisasi diseminasi model pemberdayaan hak

atas tanah melalui simulasi akses permodalan dan juga penguatan model memberikan

kontribusi bagi masyarakat yang berdaya ekonomis .

4.3. Realisasi Aktualisasi Dan Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

4.3.1. Analisa Keterkaitan Aktualisasi dengan Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Keterkaitan antara pelaksanaan aktualisasi dengan penguatan nilai-nilai organisasi

dapat dilihat dengan meninjau nilai-nilai organisasi Kementerian Agraria dan Tata

Ruang/Badan Pertanahan Nasional dikenal juga sebagai catur tekad jajaran, yang terdiri dari:

1. Mewujudkan sikap jujur, adil, transparan, akuntabel, tepat waktu, cerdas, kreatif,

dengan filosofi senang memudahkan.

2. Mewujudkan penolakan segala bentuk pemberian janji, kerja sama dengan oknum

mafia tanah dan tata ruang yang bertentangan dengan norma dan etika profesi.

3. Mewujudkan sikap ramah, sopan dan disiplin kreatif serta professional dalam

memberikan pelayanan.

4. Menjaga harkat martabat dan marwah institusi Kementerian Agraria dan Tata

Ruang/Badan Pertanahan Nasional.

4.3.2. Analisa Dampak Aktualisasi terhadap Nilai-Nilai Organisasi

Dampak aktualisasi terhadap nilai-nilai organisasi adalah melalui kegiatan penyusunan

rencana ini diharapkan dapat mewujudkan sikap jujur, adil, transparan, akuntabel, tepat

27
waktu, cerdas, kreatif, dengan filosofi yang senang memudahkan. Selain itu diharapkan juga

agar dapat mewujudkan sikap, ramah, sopan dan disiplin, kreatif serta professional dalam

memberikan pelayanan.

4.3.3. Komitmen dalam Rangka Penguatan Nilai-Nilai Organisasi

Bentuk komitmen yang dilakukan dalam rangka penguatan nilai-nilai organisasi adalah

mewujudkan sikap jujur, adil, transparan, akuntabel, tepat waktu, cerdas, kreatif, dengan

filosofi yang senang memudahkan. Selain itu diharapkan juga agar dapat mewujudkan sikap,

ramah, sopan dan disiplin, kreatif serta professional dalam memberikan pelayanan.

28
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan aktualisasi yang telah penulis kerjakan, maka dapat ditarik
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembuatan Buletin F.A.Q terlaksana dengan bentuk digital di Kantor Wilayah Badan
Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara dapat dilakukan dengan membuat
sistem QR Code untuki memudahkan akses secara digital
2. Poster infografis dalam bentuk mini x-banner dan poster digital dapat lebih mengena
bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang pemberdayaan hak atas tanah.
3. Perlu lebih memperdalam model-model pemberdayaan hak atas tanah dan juga
simulasi simulasi atas model pemberdayaan hak atas tanah tersebut agar masyarakat
dapat lebih paham.
4. Pelaksanaan setiap tahapan pada empat kegiatan yang dilakukan telah mengandung
nilai-nilai ANEKA yang harus dilaksanakan dan diterapkan sebagai salah bentuk
pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai Calon Aparatur Sipil Negara.
5. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam aktualisasi diharapkan mampu mendukung
visi Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara yaitu
menjadi lembaga yang mampu mewujudkan tanah dan pertanahan untuk sebesar-
besar kemakmuran rakyat, serta keadilan dan keberlanjutan sistem kemasyarakatan,
kebangsaan dan kenegaraan Republik Indonesia.

5.2 Tindak Lanjut


Dalam upaya Optimalisasi diseminasi model pemberdayaan hak atas tanah di Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara, tindak lanjut dari kegiatan-
kegiatan yang telah dilakukan dalam aktualiasi yaitu:
1. Pengembangan buletin digital lainnya tentang pemberdayaan hak atas tanah di Kantor
Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatera Utara.
2. Penyusunan model model pemberdayaan hak atas tanah untuk dapat disimulasikan
bagi masyarakat
.

29
DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
Perarturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tetang Pendaftara Tanah
Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997
tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang
Pendaftaran Tanah

30
LAMPIRAN

LAMPIRAN 1
Surat tugas aktualisasi

31
LAMPIRAN 2
Konsultasi dan bimbingan mentor

LAMPIRAN 3
QR Code Buletin Digital

32
LAMPIRAN 4
Poster Infografis dalam bentuk mini X-banner dan Poster Digital

LAMPIRAN 4 Brosur Simulasi Model Pemberdayaan Hak Tanah di Loket BPN


Sumatera Utara

33
LAMPIRAN 5
Simulasi model pemberdayaan masyarakat kepada masyarakat

34
LAPORAN PENGUATAN KOMPETENSI BIDANG

A. Dasar Pertanahan
Sehubungan dengan jabatan penulis sebagai Calon Analis Permohonan Hak Tanah
dan Pendaftaran Tanah, penting untuk mengetahui peraturan prundang-undangan di bidang
pertanahan, terutama peraturan-peraturan dasar, yakni:
1. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria
(UUPA);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah ;

3. Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun


1997;

4. Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2015;

5. Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2015 dan peraturan lainnya yang terkait.

Pendaftaran tanah adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah secara
terus menerus, berkesinambungan dan teratur, meliputi pengumpulan, pengolahan,
pembukuan, dan penyajian serta pemeliharaan data fisik dan data yuridis, dalam bentuk peta
dan daftar, mengenai bidang-bidang tanah dan satuan-satuan rumah susun, termasuk
pemberian surat tanda bukti haknya bagi bidang-bidang tanah yang sudah ada haknya dan
hak milik atas satuan rumah susun serta hak-hak tertentu yang membebaninya. Pendaftaran
tanah dilakukan untuk memberi jaminan perlindungan dan kepastian hukum kepada
pemegang hak atas tanah dengan pemberian sertipikat sebagai tanda bukti hak yang berlaku
sebagai alat pembuktian yang kuat.

B. Pendaftaran Tanah

Kegiatan pendaftaran tanah pertama kali dilakukan dengan pengumpulan data fisik
dan yuridis tanah yang Laporan Penguatan Kompetensi Bidang dimohonkan haknya.
Kegiatan fisik yang dilakukan adalah pengukuran untuk mengetahui letak, batas, dan luas
bidang tanah yang kemudian menjadi data untuk pembuatan peta bidang tanah pada surat
ukur. Pada praktiknya, pengukuran dapat dilakukan dengan berbagai macam alat bantu,
diantaranya prisma, total station, dan statif, untuk menentukan koordinat bidang tanah.
Setelah diperoleh titik koordinat, dengan menggunakan aplikasi autocat dilakukan

35
penggambaran bidang tanah. Setelah itu diplotting sesuai dengan peta dasar dan letak lokasi.
Hasilnya lalu dicetak menjadi peta bidang untuk selanjutnya dicantumkan pada surat ukur.
Adapun data yuridis berupa dokumen-dokumen pendaftaran tanah, yang menjadi dasar
pemberian hak atas tanah, yaitu:
a. Fotokopi identitas pemohon (KTP dan KK) yang dicocokkan dengan aslinya.
b. Alas hak (bukti perolehan tanah) dapat berupa girik, ketitir, petuk, Verponding
Indonesia, rincik, atau nama lainnya a/n pemilik.
c. Surat keterangan tanah belum bersertipikat
d. Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah
e. Surat Keterangan Riwayat Tanah.
f. Surat Keterangan Tanah tidak sedang dalam sengketa
g. SPPT PBB tahun berjalan lunas.
h. Formulir permohonan pendaftaran tanah pertama kali ditandatangani dan bermeterai
cukup.
i. Surat permohonan pengukuran tanah
j. Surat kuasa dan KTP penerima kuasa apabila pengurusan sertipikat dikuasakan.
k. Bukti pembayaran PNBP.
Mengenai data fisik dan yuridis ini, penting membuat sistem check list, untuk
menyesuaikan berkas-berkas pemohon pendaftaran tanah dengan berkas-berkas yang
dipersyaratkan dalam peraturan perundang-undangan dan untuk mempercepat pengecekan
berkas.
a. Pendaftaran Tanah secara Sistematik
Pendaftaran tanah secara sistematik adalah kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama
kali yang dilakukan secara serentak yang meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang
belum didaftar dalam wilayah atau bagian wilayah suatu desa/kelurahan. Pendaftaran tanah
secara sistematik didasarkan pada suatu rencana kerja dan dilaksanakan di wilayah-wilayah
yang ditetapkan oleh Menteri. Pelaksana adalah Kepala Kantor Pertanahan, dibantu oleh:
1. PPAT;
2. Panitia Ajudikasi;
3. Pejabat Pembuat Ikrar Wakaf;
4. Pejabat Kantor Lelang;
5. Lurah Prosedur pendaftaran sistematik.

Adapun prosedur pendaftaran tanah sistematik adalah:

36
1. Penetapan lokasi (Pasal 46);
2. Persiapan (Pasal 47);
3. Pembentukan Panitia Ajudikasi (Pasal 48-51);
4. Penyelesaian permohonan yang ada saat dimulainya pendaftaran tanah secara sistematik
(Pasal 55)
5. Penyuluhan (Pasal 56);
6. Pengumpulan data fisik (Pasal 57-58);
7. Pengumpulan dan penelitian data yuridis (pasal 59- 62);
8. Pengumuman Data Fisik dan Data Yuridis dan Pengesahannya (Pasal 63-64), selama 30
hari, dan disahkan oleh Panitia Ajudikasi;
9. Penegasan Konversi, Pengakuan Hak dan Pemberian Hak (Pasal 65-66);
10. Pembukuan Hak (Pasal 67);
11. Penerbitan Sertifikat (Pasal 69-71) TTD oleh panitia ajudikasi atas nama Kepala Kantor
Pertanahan.

b. Pendaftaran tanah secara Sporadik


Pendaftaran tanah secara sporadik dilaksanakan atas permintaan pihak yang
berkepentingan. Tugas pendaftaran tanah dilakukan oleh Kepala Kantor Pertanahan
Kota/Kabupaten, kecuali kegiatan tertentu yang oleh PP Nomor 24 Tahun 1997 atau
peraturan perundang undangan yang bersangkutan ditugaskan kepada pejabat lain.
Pejabat yang membantu Kepala Kantor:
1. Panitia A: melaksanakan penelitian data yuridis dan penetapan batas2 tanah yang
dimohon;
2. PPAT: membuat akta jual beli, jika tanah yang dimohon diperoleh berdasarkan jual beli;
3. Kepala Desa/Lurah: membantu membuat Kutipen Letter C, Riwayat Tanah,
menandatangani sporadik, berita acara pengukuran, sebagai anggota Panitia A, ikut
meneliti data yuridis, membuat surat keterangan waris, jika diperlukan, menandatangani
pengumuman;
4. Camat: sebagai PPAT sementara, membantu dalam menandatangani keterangan waris.

Adapun prosedur Pendaftaran Tanah Secara Sporadik (PP 24/1997):

1. Diajukan secara individual atau massal oleh pihak yang berkepentingan [Pasal 13 (4)],
yaitu pihak yang berhak atas bidang tanah yang bersangkutan atau kuasanya. Permen

37
Agraria/Kep BPN 3/1997 pihak yang berkepentingan adalah pemegang hak dan pihak
lain yang mempunyai kepentingan atas bidang tanah.
2. Pembuatan Peta Dasar Pendaftaran (Pasal 15 n 16), menjadi dasar pembuatan peta
pendaftaran. Untuk kepentingan ini BPN menyelenggarakan pemasangan, pengukuran,
pemetaan dan pemeliharaan titik dasar teknik nasional di setiap kabupaten/kota.
3. Penetapan Batas Bidang-Bidang Tanah (Pasal 17-19) Dilakukan dengan memperhatikan
batas bidang tanah yang telah terdaftar dan SU atau GS yang bersangkutan, jika ada yang
tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya maka sedapat mungkin disetujui oleh
pemegang hak yang berbatasan guna penetapan batas-batas maka BPN juga membuat
berita acara mengenai dilakukannya pengukuran.
4. Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah dan Pembuatan Peta Pendaftaran (Pasal 20);
5. Pembuatan Daftar Tanah (Pasal 21): Bidang tanah yang sudah dipetakan atau diberi
nomor pendaftarannya dibukukan dalam daftar tanah;
6. Pembuatan SU (Pasal 22), untuk keperluan pendaftaran haknya:
7. Pembuktian Hak Baru (Pasal 23).

C. Pemeliharaan data tanah


Kegiatan pendaftaran tanah untuk menyesuaikan data fisik dan data yuridis dalam
peta pendaftaran, daftar tanah, daftar nama, surat ukur, buku tanah dan sertifikat dengan
perubahan-perubahan yang terjadi kemudian. Kegiatan pemeliharaan data tanah meliputi:
pendaftaran peralihan dan pembebanan hak serta pendaftaran perubahan data pendaftaran
tanah lainnya.

38
BIODATA PENULIS

Panisioan Hamer Digo Sinaga, S.E, lahir di Medan pada


tanggal 06 Mei 1992. Penulis menyelesaikan pendidikan
dasar di Sekolah Dasar Budi Murni 2 Medan, dilanjutkan
dengan pendidikan menengah pertama di sekolah yang sama
SMP Budi Murni 2 Medan kemudian mengenyam sekolah
menengah atas di SMA Negeri 2 Medan.
Penulis menempuh pendidikan Strata-I di Universitas
Sumatera Utara pada Program Studi S-1 Manajemen
Fakultas Ekonomi dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
pada tahun 2016. Saat ini penulis adalah Calon Pegawai
Negeri Sipil di lingkunga Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional
tahun 2019

39

Anda mungkin juga menyukai