Anda di halaman 1dari 13

ELIMINASI URINE

Ruslan Muchtar
Eliminasi
Eliminasi merupakan kebutuhan
dasar manusia yang esensial dan
berperan penting untuk
kelangsungan hidup manusia.
Eliminasi dibutuhkan untuk
metabolisme (Kasiati dan Ni
Wayan Dwi Rosmalawati, 2016).
Pendahuluan
Kebutuhan dasar manusia adalah unsur-unsur
yang dibutuhkan manusia dalam
mempertahankan keseimbangan fisiologis
maupun psikologis yang bertujuan untuk
mempertahankan kehidupan maupun kesehatan.
“Eliminasi urine adalah salah satu dari proses
metabolic tubuh yang bertujuan untuk
mengeluarkan bahan sisa dari tubuh (Miftahul
Hasanah, 2016).”

Eliminasi Urine
Sistem yang berperan dalam
eliminasi urin
Ginjal

Ureter
Vesika Urinaria
(kandung kemih)
Uretra
Ada tiga proses dasar yang berperan dalam
pembentukan urine:

Filtrat Reabsorpsi Sekresi


Glomerulus Tubulus Tubulus
Proses ini terjadi karena Pada tubulus bagian atas, merupakan cara kedua
permukaan aferen lebih terjadi penyerapan bagi darah untuk masuk
besar dari permukaan kembali sebagian besar ke dalam tubulus di
eferen sehingga terjadi zat-zat penting, seperti samping melalui filtrat
penyerapan darah glukosa, natrium, klorida,
sulfat, dan ion bikarbonat
glomerulus
Gangguan/masalah yang sering
didapatkan pada eliminasi urin, yaitu:
a. Retensi urine f. Enuresis
b. Inkontinensia total g. Urgency
c. Inkontinentia stress h. Dysuria
d. Inkontinentia refleks i. Polyuria
e. Inkontinentia fungsional j. Anuria
Kasus Eliminasi Urine

Pasien anak perempuan yang berusia 18 tahun


datang dengan keluhan tidak bisa buang air
kecil sejak rabu pagi, saat buang air kecil
terasa nyeri, kandung kemih terasa penuh
serta nyeri pada bagian suprapubik,
sebelumnya pasien sering mengalami sulit
buang air kecil. Pasien mengatakan selain
keluhan utama yang dirasakan tadi terkadang
dirinya merasakan nyeri saat ingin buang air
kecil serta nyeri tekan pada daerah suprapubik
atau perut bagian bawahnya.
Rasional Pemilihan Kasus
Eliminasi Urin

Kesehatan yang menjadi kekuatan utama manusia untuk melaksanakan aktivitas


hidupnya. Pada kasus ini di lakukan pertolongan seperti dipasangkan kateter dan
diberikan antibiotik.
Prinsip Prosedur Tindakan Pada Pasien

1. Memperkenakan diri, lakukan identifikasi


2. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
3. Siapkan alat di samping klien.
4. Siapkan ruangan dan pasang sampiran.
5. Cuci tangan.
6. Atur posisi pasien dengan telentang abduksi.
7. Berdiri disebelah kanan tempat tidur klien.
8. Pasang pengalas.
9. Pasang selimut, daerah genetalia terbuka.
10. Pasang handschoen on steril.
11. Letakkan bengkok diantara kedua paha.
12. Cukur rambut pubis.
13. Lepas sarung tangan dang anti dengan sarung tangan steril.
14. Pasang doek.
15. Bersikan vulva dengan kasa, buka labia mayoer, dengan ibu jari
dan telunjuk tangan kiri, bersihkan bagian dalam.
16. Beri jelly pada ujung kateter ( 2,5 – 5 cm) lalu masukkan pelan –
pelan ujung kateter pada meatus uretra sambil pasien dianjurkan
menarik napas. Perhaikan respon klien.
17. Setelah kateter masuk isi balon dengan cairan aquades 10 cc.
18. Fiksasi.
19. Sambung dengan urobag.
20. Rapikan alat.
21. Buka handschoen dan cuci tangan.
22. Dokumentasikan tindakan
Kesimpulan
Eliminasi urine adalah salah satu dari proses metabolic tubuh yang bertujuan
untuk mengeluarkan bahan sisa dari tubuh.
Sistem yang berperan dalam eliminasi urin, adalah ginjal, ureter, vesika urinaria
(kandung kemih), dan uretra.
Eliminasi fekal adalah proses pembuangan sisa metabolisme tubuh berupa
feses dan flatus yang berasal dari saluran anus.Sistem tubuh yang memiliki
peran dalam eliminasi fekal adalah sistem gastrointestinal bawah yang meliputi
usus halus, usus besar, rektum dan anus.
Terima
Kasih