Anda di halaman 1dari 3

Pengertian K3, Tujuan K3 dan fungsi K3

juan

Disetiap tempat kerja atau industri tentunya terdapat suatu standar K3 yang diterapkan untuk
melindungi setiap pekerja yang bekerja di tempat kerja tersebut.

K3 atau kependekkan dari kata Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan sebuah prinsip untuk
melindungi keselamatan dan kesehatan semua pekerja yang sedang melaksanakan suatu pekerjaan agar
terhindar dari kecelakaan dan penyakit kerja, serta agar membuat pekerjaan dapat berjalan dengan
efisien dan aman.

Di dalam K3 terdapat kata keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat diartikan sebagai berikut :

Keselamatan (safety) dalam bekerja dapat diartikan segala upaya yang dilakukan untuk melindungi
pekerja, orang lain, peralatan kerja, bahan kerja dan tempat kerja.

Kesehatan (health) dalam bekerja dapat diartikan sebagai segala upaya yang dilakukan untuk mencegah
timbulnya penyakit, mencegah kelelahan kerja dan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

Di dalam bahaya kerja terdapat beberapa istilah-istilah yang digunakan diantaranya adalah :

Hazard yang artinya suatu keadaan yang memungkinkan terjadinya bahaya saat bekerja atau potensi
yang dapat menimbulkan bahaya.

Danger yang artinya adalah peluang bahaya yang sudah tampak tetapi dapat dicegah dengan berbagai
tindakan preventif.

Risk yang artinya adalah resiko yang akan terjadi apabila terjadi bahaya kerja.

Incident yang artinya adalah munculnya kejadian yang bahaya yang tidak diinginkan yang dapat
menyebabkan kecelakaan dalam bekerja.

Accident yang artinya adalah kejadian bahaya yang terjadi dan disertai dengan adanya korban atau
kerugian baik pada manusianya atau benda kerjanya.
Upaya-upaya yang dilakukan untuk pengendalian bahaya di tempat kerja antara lain dapat dilakukan
dengan membuat standar keselamatan kerja yang harus dilakukan atau yang harus ada ketika di tempat
kerja diantaranya :

Peralatan perlindungan diri yang harus dikenakan pekerja atau orang lain ketika di dalam tempat kerja.
Peralatan perlindungan diri diantaranya adalah safety helmet (helm pengaman), penutup telinga,
kacamata pengaman, pakaian kerja, safety shoes (sepatu pengaman), masker dan lain sebagainya.

Perlindungan terhadap mesin-mesin produksi atau peralatan-peralatan produksi.

Mengatur prosedur kerja yang baik dengan mempertimbangkan faktor kemampuan manusia, peralatan
kerja dan bahan yang dikerjakan.

Membuat tanda-tanda tempat bahaya atau bahan yang dapat membuat bahaya, misan\lnya
memberikan tanda terhadap bahan-bahan yang berbahaya, memasang tanda-tanda peringatan atau
batas diantara tempat untuk jalan dan tempat untuk produksi (kerja) dan lain sebagainya.

Pengamanan tempat kerja apabila terjadi bahaya, misalnya jalur evakuasi bahaya, alat pemadam
kebakaran (APAR), alarm tanda bahaya, ventilasi ruangan yang cukup dan lain sebagainya.

Tujuan K3

Tujuan utama dari penerapan K3 dilingkungan tempat kerja telah diatur di dalam Undang-Undang,
tepatnya pada Undang-Undang no 1 tahun 1970 tentang kesehatan dan keselamatan kerja, yaitu :

Melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada di tempat kerja.

Menjamin setiap sumber produksi (peralatan-peralatan kerja) dapat digunakan secara aman serta
efisien.

Meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas kerja.

Fungsi K3

Diterapkannya K3 di dalam tempat kerja memiliki fungsi diantaranya adalah :

Sebagai pedoman untuk melaksanakan identifikasi dan peniliakan akan adanya resiko serta bahaya bagi
kesehatan dan keselamatan di tempat kerja.

Membantu memberikan saran dalam perencanaan pekerjaan, proses kerja dan desain tempat kerja.

Sebagai pedoman untuk memantau kesehatan dan keselamatan pekerja di tempat kerja.
Memberikan saran mengenai informasi, edukasi dan pelatihan mengenai kesehatan dan keselamatan
kerja di lingkungan tempat kerja.

Sebagai pedoman untuk membuat desain tentang pengendalian bahaya.

Sebagai acuan dalam melakukan pengukuran keefektifan tindakan pengendalian bahaya dan program
pengendalian bahaya.