Anda di halaman 1dari 1

Nama : Putri Fhonna

Nim : 2109876
Kelas : Kepelatihan Fisik Olahraga B
Makul : Ppkn pertemuan 11

1. Karena jika tidak hidup dalam demokrasi , maka akan lahir demokrasi yang tidak
sempurna. Situasi yang dapat menjadi kendala bagi demokrasi misalnya elit politik
yang terus terikat sedangkan rancang bangun undang-undang yang miskin kapasitas
argumentatif dan deliberative terus diproduksi.
2. Akar terdalam pada persoalan demokrasi didunia termasuk diIndonesia dalam urutan
ketiga bukanlah suatu masalah legal, melainkan masalah hati dan pikiran.
Perkembangan demokrasi dapat dikerdilkan oleh kombinasi mematikan dari sisa
watak feodalistik yang memuja hirarki dan kapitalistik yang memuja egoisme dan
kerakusan.
3. Terjadi inkonsistensi dalam pengamalannya contohnya pada sila pertama ketuhanan
yang maha esa, manusia sebetulnya dipandang merata di depan Tuhan namun tidak
sama didepan sesama manusia. Yang kedua dengan sila kemanusiaan yang adil dan
beradab manusia itu dipandang ada bersama dengan yang lain atas dasar cibta dan
kasih yang terwujud dalam keadilan dan keadaban, namun pada dasar pembenarannya
keadilan dan keadaban dalam suatu komunitas politik penuh diskriminasi, enklusi dan
permusuhan. Yang ketiga dengan sila persatuan Negara melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah bangsa Indonesia namun dasar pembenarannya
bahwa persatuan dalam suatu komunitas. Politik berdiri atas kepentingan perorangan
dan golongan tanpa kesanggupan yang penuh kekuatan bagi semua. Yang keempat
sila kerakyatan yang dipimpin ooleh hikmat kebijaksanaan dan perwakilan demokrasi
hendak dijalankan melalui Negara Hukum yang memperjuangkan Negara persatuan
dan keadilan dengan semangat permusyawaratan dan hikmat kebijaksanaan
perwakilan. Namun dasar pembenarannya bahwa Negara persatuan dan semangat
permusyawaratan dalam suatu komunitas politik dengan dominasi partai politik yang
menyulitkan proses agregasi aspirasi kekuatan lain serta menepikan proses-proses
yang inklusif dan bijaksana. Dan yang kelima sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia, manusia sebagai makhluk rohani yang menjasmani dipandang sama
memerlukan kesejahteraan yang menuntut keadilan dalam distribusi harta,
kesempatan dan prinsip sosial lainnya. Namun dasar pembenarannya bahwa keadilan
sosial dalam suatu komunitas politikdengan ketimpangan sosial yang tajam.
Ketidaksetaraan dalam akses terhadap pendidikan, terhadap kesehatan, pemerolehan
pekerjaan, pemerolehan pemodalan, serta dalam penguasaan privillage politik oleh
oligarki keturunan dan pemodal. Alhasil tanpa kesetaraan dan persaudaraan membuat
bangsa demokratis kehilangan jiwa kebajikan bersama.