Anda di halaman 1dari 1

Kegiatan lobi yang pernah saya lakukan adalah dengan melobi kepala bidang perencanaan di tempat

instansi saya bekerja. Di instansi tersebut, saya ditempatkan di Bidang informasi. Bidang informasi
memiliki kegiatan sosialisasi tahun ini, namun karena adanya Covid-19 maka pemerintah
memerintahkan untuk memangkas atau mengefisiensikan anggaran belanja instansi.

Bidang informasi memiliki rencana kegiatan sosialisasi untuk memberikan layanan informasi kepada
publik mengenai hoax dengan mengundang seluruh kepala desa di Kabupaten kami. Hal ini juga sangat
diperlukan mengingat dimasa pandemi ini banyak sekali tersebar berita hoax mengenai Covid-19. Untuk
itu, kegiatan ini diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memberikan
panduan untuk dapat mengkonfirmasi dan melaporkan berita-berita yang masih simpang siur.

Mengingat pentingnya hal tersebut, kami melakukan lobi terhadap kepala bidang anggaran untuk tidak
menghapuskan kegiatan sosialisasi tersebut dari DPA (Dokumen Perencanaan Anggaran) sebagai usaha
efisiensi anggaran belanja instansi.

Agar dana tersebut dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, maka kepala bidang anggaran meminta
kami untuk dapat meyakini mereka apakah anggaran ini dapat diefisiensikan oleh bidang informasi.

Maka kami mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk mendukung keyakinan mereka bahwa
anggaran kegiatan sosialisasi ini memang sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan instansi dan untuk
menjalankan tupoksi dari bidang Informasi.

Setelah kami meyakini kepala bidang anggaran mengenai pentingnya kegiatan ini, maka kepala bidang
anggaran menyetujui bahwa kegiatan sosialisasi tersebut tetap ada dan harus direalisasikan.

Selanjutnya, saya pernah melakukan negosiasi sederhana dengan pemilik kontrakan. Saat itu saya baru
saja pindah domisili, dan saya mencari sebuah kontrakan untuk bisa saya tempati. Setelah mencari-cari
kontrakan yang sesuai, maka saya menemukan sebuah kontrakan yang sesuai dengan keinginan saya.
Namun harga yang ditawarkan sebesar Rp. 600.000,-/bln. saya coba untuk melakukan negosiasi harga
untuk mendapatkan harga dibawah pasaran.

Saya memutuskan untuk mengontrak selama setengah tahun dengan uang dibayar dimuka. Namun,
dengan perhitungan Rp. 500.000,- perbulannya. Setelah saya menawarkan negosiasi tersebut, pemilik
kontrakan menyetujuinya.

Jadi selama setengah tahun saya hanya harus membayar dimuka sebesar Rp. 3.000.000,- Bukan Rp.
3.600.000,- dicicil Selama 6 bulan. Dari negosiasi ini saya dapat menghemat pengeluaran biaya
kontrakan sebesar Rp.600.000,-.

Anda mungkin juga menyukai