Anda di halaman 1dari 11

EVALUASI CAPITAL BUDGETING (ANGGARAN MODAL)

1. Investasi dalam Aktiva Tetap


Fitzgerald cit Basalamah et. al., (1994) menyatakan bahwa investasi adalah aktivitas
yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber untuk dipakai mengadakan barang
modal pada saat sekarang ini dan dengan barang modal tersebut akan dihasilkan aliran
produk baru di masa yang akan datang. Oleh karena proyek atau program investasi itu akan
mempergunakan sumber-sumber yang ada pada saat sekarang ini dengan harapan bahwa
pemakaian sumber-sumber tersebut mampu menyumbangkan manfaat ekonomis yang lebih
besar di masa mendatang, maka sejak lama di bidang studi pembelanjaan perusahaan telah
dikembangkan metode analisis yang selaras, dan dikenal dengan sebutan Capital Budgeting.
Investasi dalam proyek yang baru, yang menyangkut dalam aktiva tetap, terutama
dalam pembelian alat-alat produksi, harus diperhitungkan secara seksama. Sebab apabila
sudah dijalankan, tetapi kemudian terjadi kekeliruan perhitungan, sukar untuk menariknya
kembali. Dan ini berarti kerugian besar. Alat-alat tahan lama terutama mesin-mesin tidak
mudah dijual kembali dalam waktu singkat. Lain halnya dengan investasi dalam modal kerja.
Dasar yang dipakai adalah forecast penerimaan (cash inflow) dan pengeluaran (cash
outflows) sebagai akibat adanya investasi, yang harus dihitung berdasarkan metode-metode
tertentu (Alwi, 1994).
2. Analisis Kelayakan
Studi kelayakan pada hakikatnya adalah suatu metode penjajakan dari suatu gagasan
usaha tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha tersebut dilaksanakan. Studi
kelayakan atau feasibility study sering dipandang sebagai suatu pekerjaan yang sulit dan
rumit, karena selalu diasosiasikan dengan proyek-proyek besar yang dikelola oleh ahli-ahli
dari berbagai disiplin ilmu serta menggunakan metodologi atau teknik-teknik yang kompleks.
Akan tetapi, anggapan ini tidaklah benar jika studi kelayakan hanya memonopoli perusahaan-
perusahaan atau proyek-proyek raksasa, karena setiap rencana usaha seharusnya
melaksanakan studi kelayakan (Nitisemito dan Burhan, 2004).
Sumber yang tersedia untuk investasi pada dasarnya adalah terbatas, andaikata semua
proyek diharapkan memberikan keuntungan, tidak semuanya dapat dilaksanakan. Dari
berbagai peluang investasi yang terbuka dengan tingkat keuntungan atau kemanfaatan yang
berbeda, baik pengusaha swasta maupun instansi pemerintah akan memilih proyek yang
memberikan keuntungan atau kemanfaatan yang paling besar dari sudut pandangnya. Tujuan
analisis investasi proyek menurut Gray et. al. (1993) adalah :
a) mengetahui tingkat keuntungan yang dapat dicapai melalui investasi dalam suatu
proyek.
b) menghindari pemborosan sumber-sumber, yaitu dengan menghindari pelaksanaan
proyek yang tidak menguntungkan.
c) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat
memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan.
d) menentukan prioritas investasi..
3. Nilai Waktu dari Uang

1
Suatu investasi yang ditanamkan dengan selang waktu tertentu, maka uang yang
ditanam itu jumlahnya akan membesar pada saat uang itu diambil pada akhir selang
penanaman. Hal ini menunjukkan bahwa waktu dan suku bunga berpengaruh terhadap jumlah
yang diterima pada akhir selang waktu dari hasil penanaman awal. Suku bunga diadakan
untuk menyesuaikan nilai uang yang ditanamkan pada awal selang waktu tertentu dengan
nilai setelah penanaman. Dengan demikian, sejumlah uang pada saat ini tidak sama nilainya
dengan uang pada jumlah yang sama jika dimiliki pada saat yang akan datang (Khotimah, et.
al., 2002).
Proyek industri merupakan suatu aktivitas yang bersifat jangka panjang, sehingga
aliran kas (cash flow) akan terdiri dari beberapa waktu sesuai dengan umur ekonomis dari
proyek industri itu. Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa nilai uang sebagai manfaat
ekonomi dari proyek yang diperkirakan akan diterima pada masa mendatang tidak sama
dengan nilai uang yang diterima pada saat sekarang, karena adanya faktor interest rate
tertentu. Karena itu untuk keperluan perhitungan nilai uang itu perlu dievaluasi pada satu titik
waktu tertentu yaitu waktu sekarang. Dengan demikian semua nilai uang apakah sebagai
penerimaan total atau biaya total sepanjang waktu, harus dievaluasi pada nilai sekarang
(present value of money) (Gaspersz, 1999).
4. Arus Kas (Cash Flow)
Dalam mengukur kesejahteraan perusahaan maka menggunakan arus kas (cash flow)
dan bukan keuntungan akuntansi (accounting profit) sebagai alat pengukuran. Uang kas
adalah sesuatu yang secara real diterima dan dapat diinvestasikan kembali oleh perusahaan.
Sedangkan keuntungan akuntansi, lebih banyak menggambarkan besarnya keuntungan yang
diperoleh perusahaan, daripada besarnya uang kas yang benar-benar ada. Besarnya
keuntungan perusahaan mungkin tidak akan sama dengan uang kas yang ada (Keown, et. al.,
2001).
Pada saat melakukan investasi modal, perusahaan melakukan pengeluaran kas lancar dengan
harapan adanya keuntungan di masa depan. Menurut VanHorne dan Wachowicz (1998)
berdasarkan waktu, arus kas proyek dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
a) Arus kas awal, yakni investasi kas bersih awal
b) Arus kas tambahan sementara, yakni arus kas yang terjadi setelah investasi setelah
investasi kas awal tapi tidak termasuk arus kas periode akhir.
c) Arus kas bersih tambahan tahun akhir, yakni arus kas bersih periode terakhir.
5. Analisis Risiko
Salim (1993) mendefinisikan risiko adalah ketidakpastian (uncertainty) yang mungkin
melahirkan kerugian. Ketidaktentuan ini dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni :
a) ketidaktentuan ekonomi, yaitu kejadian yang timbul sebagai akibat dari perubahan
sikap konsumen seperti : terjadinya perubahan pada harga, teknologi atau didapat
penemuan baru.
b) ketidaktentuan yang disebabkan oleh alam, misalnya hama penyakit.
c) ketidaktentuan yang disebabkan oleh manusia, umpamanya pencurian.
Analisis risiko adalah proses mengenal dan menilai masalahmasalah dalam manajemen
risiko yaitu menentukan tempat kemungkinan terjadinya kerugian, mengukur jumlah
kerugian yang dapat ditimbulkan oleh kemungkinan-kemungkinan itu dan menaksir
kemungkinan terjadinya kerugian (Soedarni, 2000).
2
4. Kriteria Investasi
Favourable/Un favourable al:
a. Pay Back Period (PBP)
Pay Back Period merupakan jangka waktu periode yang diperlukan untuk membayar
kembali (mengembalikan) semua biaya yang telah dikeluarkan didalam investasi suatu
proyek. Di dalam hal ini, biasanya yang digunakan pedoman untuk menentukan suatu proyek
yang akan dipilih adalah suatu proyek paling cepat mengembalikan biaya investasi
(Pudjosumarto, 2002).
Metode Pay Back Period mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali.
Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tetapi satuan waktu (bulan, tahun, dan
sebagainya). Kalau periode Pay Back ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka
proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak. Karena
metode ini mengukur seberapa cepat suatu investasi bisa kembali, maka dasar yang
digunakan adalah aliran kas, bukan laba. (Husnan dan Suwarsono Muhammad, 2000).
b. Net Present Value (NPV)
NPV dari proposal investasi adalah nilai sekarang dari arus kas bersih proposal
dikurangi arus keluar kas awal proposal. Kriteria penerimaan : jika NPV dari proyek investasi
lebih dari sama dengan 0, maka proyek diterima ; jika tidak, proyek ditolak. Cara lain untuk
menyatakan kriteria penerimaan adalah proyek akan diterima jika NPV arus kas melebihi
nilai sekarang arus kas keluar ( Vanhorne dan Wachowicz, 1998).
Nilai bersih sekarang proyek memberikan ukuran nilai bersih proposal investasi
dalam nilai uang pada saat sekarang. Oleh kerena semua arus kas didiskontokan kembali ke
masa sekarang, membandingkan selisih antara nilai sekarang arus kas tahunan dan
pengeluaran investasi menjadi tepat. Perbedaan antara nilai sekarang arus kas tahunan dan
pengeluaran awal menentukan nilai bersih atas penerimaan proposal investasi dalam nilai
uang pada saat sekarang (Keown, et. al., 2001).
c. Profitability Indeks (PI)
Profitability Ratio menunjukkan perbandingan antara penerimaan (benefit) dengan
biaya modal yang digunakan setelah di present value. Angka perbandingan ini kadang-
kadang dipakai sebagai perhitungan rentabilitas dari suatu investasi di atas tingkat discount
rate. Profitability Ratio ini biasanya akan mendekati hasil dalam perhitungan Net B/C Ratio
(Pudjosumarto, 2002).
Indeks keuntungan atau rasio keuntungan/ biaya, adalah rasio nilai sekarang dari arus
kas bersih pada masa depan terhadap pengeluaran awalnya. Walau kriteria nilai bersih
sekarang investasi memberikan ukuran kelayakan proyek dalam nilai uang yang absolut,
maka indeks keuntungan memberikan ukuran relatif dari keuntungan bersih masa depannya
terhadap biaya awal (Keown, et. al., 2001).
d. Internal Rate of Return ( IRR )
Metode Internal Rate of Return ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai
sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa mendatang. Apabila tingkat bunga ini

3
lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka
investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan (Husnan dan
Suwarsono Muhammad, 2000).
Metode penilaian usul-usul investasi lain yang menggunakan discounted cash flow
ialah apa yang disebut metode Internal Rate of Return. Pengertian Internal Rate of Return itu
sendiri dapat didefinisikan sebagai tingkat bunga yang diharapkan akan diterima (PV of
Future Proceeds) sama dengan jumlah nilai sekarang dari pengeluaran modal (PV of Capital
Outlays). Pada dasarnya Internal Rate of Return harus dicari dengan cara trial and error
( Riyanto, 2001).
Kriteria Investasi
a. Pay Back Period (PBP)
Tahap berikutnya adalah membandingkan PBP dari investasi yang diusulkan dengan PBP
yang disyarakan oleh perusahaan. Usulan proyek investasi akan diterima jika PBP yang
dihasilkan lebih kecil dari yang disyaratkan. Sebaliknya, jika PBP yang dihasilkan lebih besar
dari yang yang disyaratkan, maka usulan proyek investasi tersebut ditolak.
b. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai sekarang dari keuntungan yang diperoleh melalui investasi
tersebut. NPV dihitung dengan rumus sebagai berikut :
NPV = PV of Proceed – InitialOutlay
Atau dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:
Pt
NPV =∑ t
−IO
(1+i)

(1+i )n −1
P= A×
( 1+i )n ×i
Dimana:
Pt = net cashflow (proceed) pada tahun ke t..
i = Tingkat diskonto
n = Lama periode investasi
IO = Initial Outlays atau pengeluaran mula-mula
c. Profitability Index (PI)
Profitability Index adalah perbandingan present value dari net cash flow (proceed) dengan
initial outlays.
PV of proced
PI =
Initial Outlays
Atau dengan rumus:

4
Pt
PI =∑
(1+ i)t
Io
Dimana:
Pt = Net cashflow (proceed) pada tahun ke t
i = tingkat diskonto
n = lama periode invetasi
Io = Initial Outlays

d. Internal Rate of Return (IRR)


IRR adalah tingkat bunga yang dapat menjadikan NPV sama dengan nol. Rumusnya
adalah sebagai berikut :
NPV 2
IRR=IR 2 +(IR 1−IR 2)
TPV 2−TPV 1

Dimana:
IRR = Internal Rate of Return yang akan dicari
IR 1 = Internal Rate (tingkat bunga) untuk penetapan ke-1

IR 2 = Internal Rate (tingkat bunga) untuk penetapan ke-2

TPV 1 = NPV dari hasil IR 1

TPV 2 = NPV dari hasil IR 2

Untuk pengambilan keputusan apabila nilai IRR lebih besar dari biaya modal yang
diharapkan, maka investasi diterima, sebaliknya apabila nilai IRR lebih kecil dari biaya yang
diharapkan maka investasi ditolak, NPV = 0 dimana TPV of proceed = Investasi
LANGKAH-LANGKAH IRR
1. 1.BILA DATA NPV + TINGKAT BUNGA DINAIKKAN TETAPI BILA NPV –
TNGKAT BUNGA DINAIKKAN
2. NPV - = R1, NPV + = R2
3. INTERPOLASI

PENILAIAN SAHAM
a. Penilaian Perperiode atau Normal/discount model
Diramalkan bahwa PT. Liest akan membayar dividen sebesar $4, $4.5, and $5 untuk 3 tahun
yang akan datang. Pada tahun ketiga, kalian mengantisipasi menjual saham dengan harga
pasar sebesar $100. Berapakah harga saham apabila diketahui 15% expexted return?

5
JAWAB :
PV = 
Div1/(1+r)pangkat1 + Div2/(1+r)pangkat2 +.......+ (DivH + PH)/(1+r)pangkatH
PV = 4/(1+0,15)pangkat1 + 4,5/(1+0,15)pangkat2 + (5+100)/(1+0,15)pangkat3
 PV = 3,48 + 3,40 + 69,04
PV = $75.92

b. Penilaian Model konstan


Apabila diketahui dividen terakhir adalah Rp 2. Tingkat pertumbuhan perusahaan
diperkirakan sebesar 15%. Investor mensyaratkan return sebesar 20%, berapa harga saham
nya?

JAWAB
Po = Do (1+g)/Ks-g
P0 = 2 (1+0.15)/0.2-0.15
P0 = 46

c.Penilaian tidak konstan atau abnormal


CONTOH 1:
PT. Liest selama ini membagikan dividen yang jumlahnya bervariasi. Perusahaan
memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 10% per tahun selama 3 tahun mendatang,
tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per tahun sampai waktu tak
terhingga. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 20%. Dividen terakhir yang
dibagikan adalah Rp 300/lembar. Berapakah harga saham PT. Liest sekarang?
JAWAB
D1 = D0 (1+0.1) = 300(1.1) = 330
D2 = D0 (1+0.1)2 = 300 (1.21) = 363
PV (D1,D2) = 330/(1+0.2)+363/(1+0.2)2
                        = 275+252,08
                        = 527,08
P2 = D3/Ks-g = D2(1+0,05)/0,2-0,05
                        = 363(1.05)/0,2-0,05
                        = 381,15/0,15
                        = 2.541
PVP2 = 2.541/(1+0,2)2
            = 3.659,04
P0 = PV + PVP2 
            = 527.08 + 3.659,04
            = 4.186,12
CONTOH 2
PT. Liesti selama ini membagikan dividen yang jumlahnya berbeda sesuai dengan
pertumbuhan perusahan. Perusahaan memperkirakan kenaikan pendapatan sebesar 15% per
tahun selama 3 tahun mendatang tetapi setelah itu pendapatan akan menurun menjadi 5% per

6
tahun untuk selamanya. Pemilik perusahaan menginginkan return sebesar 20%. Dividen
terakhir yang dibagikan adalah 2.00/lembar.
Berapakah harga saham perusahaan tersebut sekarang?
D0 = 2.00
D1 = D0 (1+0.15) = 2(1,15) = 2,3
D2 = D0 (1+0.15)2 = 2(1,3225) = 2,645
D3 = D0 (1+0.15)3 = 2(1,5209) = 3,042
D4 = 3,042(1+0.05) = 3,194
PV (D1,D2,D3) =
2,3/(1+0.2)+2,645/(1+0,2)2+3,042/(1+0,2)3 =
2,255 + 1,837 + 1,760 = 5,852
P3 = D4/Ks-g
            = 3,194/(0.2-0.05)
            = 21,29
PVP3 = 21,29/(1+0.2)3
            = 12,32
Jadi harga saham adalah
P0 = PV(D1,D2,D3)+PVP3
            = 5,852 + 12,32
            = 18,172

SOAL SAHAM:
1. Nona mona membeli saham seharga Rp 11.000,- perlembar dimana pembayaran deviden
yang perusahaan tersebut untuk tahun pertama adalah Rp 300,- perlembar dan tahun kedua
Rp 400,- perlembar, rate of return yg diharapkan investor 12% pertahun. Berapa nila atau
harga saham tersebut?
2. Pembayaran dividen perusahaan saat ini sebesar Rp 2.000,- perlembar, tingkat keuntungan
atau rate of return 16%, Hitung harga saham tersebut bila dalam beberapa kondisi sbb:
a. Tingkat pertumbuhan dividen zero (nol)?
b. Tingkat pertumbuhan dividen 10% untuk selamanya? Tingkat pertumbuhan dividen
22% pertahun selama 4 tahun pertama setelah itu tumbuh sebesar 8% untuk selamanya?
c. Tingkat pertumbuhan dividen mengalami penurunan rata-rata pertahun 2%?

Bunga variasi :
2. . n
FV =P×( 1+i/2 ) bunga dihitung per 6 bulan
4.n
FV =P×( 1+i/4 ) bunga dihitung per 3 bulan
360. n
FV =P×( 1+i/360 ) bunga dihitung per harian
12. . n
FV =P×( 1+i/12 ) bunga dihitung per bulan

OBLIGASI:
1. PT. Sinar Terang menerbitkan sebuah obligasi tanpa bunga
dengan principal sebesar Rp100.000.000 yang jatuh tempo
dalam 5 tahun. Tentukanlah nilai intrinsik dari obligasi
tersebut jika tingkat bunga pasar adalah sebesar 10%!

7
2. Latinka ditawarkan sebuah obligasi tanpa bunga PT. Marga
Sarana seharga Rp35.421.260,55. Jika obligasi tersebut
memiliki principal sebesar Rp50.000.000 dan jatuh tempo
dalam jangka waktu 4 tahun, maka berapakah tingkat suku
bunga saat ini?

Future value:
F  P  1  i 
n

Present value
1
P F
1  i  n

Annuity/anuitas
1) Future value anuitas

Sn  A 
 1 i 1
n

i
2) Present value anuitas

P  A
1  i  n  1
1  i  n  i

Kriteria Investasi
a. Pay Back Period (PBP)
Tahap berikutnya adalah membandingkan PBP dari investasi yang diusulkan dengan PBP
yang disyarakan oleh perusahaan. Usulan proyek investasi akan diterima jika PBP yang
dihasilkan lebih kecil dari yang disyaratkan. Sebaliknya, jika PBP yang dihasilkan lebih besar
dari yang yang disyaratkan, maka usulan proyek investasi tersebut ditolak.

b. Net Present Value (NPV)

NPV merupakan nilai sekarang dari keuntungan yang diperoleh melalui investasi
tersebut. NPV dihitung dengan rumus sebagai berikut :

NPV = PV of Proceed – InitialOutlay

Atau dengan menggunakan formulasi sebagai berikut:

Pt
NPV =∑ −IO
(1+i)t

(1+i )n −1
P= A×
( 1+i )n ×i

Dimana:

8
Pt = net cashflow (proceed) pada tahun ke t..

i = Tingkat diskonto

n = Lama periode investasi

IO = Initial Outlays atau pengeluaran mula-mula

c. Profitability Index (PI)

Profitability Index adalah perbandingan present value dari net cash flow (proceed) dengan
initial outlays.

PV of proced
PI =
Initial Outlays

Atau dengan rumus:

Pt
PI =∑
(1+ i)t
Io

Dimana:

Pt = Net cashflow (proceed) pada tahun ke t

i = tingkat diskonto

n = lama periode invetasi

Io = Initial Outlays

d. Internal Rate of Return (IRR)

IRR adalah tingkat bunga yang dapat menjadikan NPV sama dengan nol. Rumusnya
adalah sebagai berikut :

NPV 2
IRR=IR 2 +(IR 1−IR 2)
TPV 2−TPV 1

Dimana:

IRR = Internal Rate of Return yang akan dicari

IR 1 = Internal Rate (tingkat bunga) untuk penetapan ke-1

IR 2 = Internal Rate (tingkat bunga) untuk penetapan ke-2

TPV 1 = NPV dari hasil IR 1

9
TPV 2 = NPV dari hasil IR 2

Untuk pengambilan keputusan apabila nilai IRR lebih besar dari biaya modal yang
diharapkan, maka investasi diterima, sebaliknya apabila nilai IRR lebih kecil dari biaya yang
diharapkan maka investasi ditolak, NPV = 0 dimana TPV of proceed = Investasi

LANGKAH-LANGKAH IRR

4. 1.BILA DATA NPV + TINGKAT BUNGA DINAIKKAN TETAPI BILA NPV –


TNGKAT BUNGA Diturunkan
5. NPV - = R1, NPV + = R2
6. INTERPOLASI

SOAL 1
ANDIKA CO. melakukan pengeluaran atas modalnya untuk investasinya sebesar US $
80.000, investasi tersebut diharapkan menghasilkan arus kas sebesar US $ 20.000 per
-tahun dan selama 10 tahun.dengan biaya modal 10% per- tahun. Investasi tersebut
menggunakan metode penyusutan garis lurus. Dari data, hitunglah :
a) Jangka Waktu Pengembalian dari investasi.
b) Net Present Value.
c) Internal Rate of Return.
d) Profitability Index .
e) Average Rate of Return/Accounting Rate of Return.

SOAL 2.
Jika Saudara mempunyai Perusahaan dan sedang mempertimbangkan 2 proyek
sekaligus yaitu Proyek A dan Proyek B . Dimana masing – masing proyek
membutuhkan dana untuk Investasi sebesar Rp 3.000.000,- Biaya Modal Perusahaan
tersebut 10 %. Cash Inflow dari investasi A dan B masing-masing adalah sebagai
berikut .

Tahun Proyek A Proyek B

0 ( 3.000.000,- ) ( 3.000.000,- )
1 1.500.000,- 400.000,-
2 1.200.000,- 900.000,-
3 500.000,- 1.300.000,-
4 300.000,- 1.500.000,-

Dari Data tersebut diatas Saudara akan membuat suatu analisis untuk kelayakan Proyek
A dan Proyek B untuk dilaksanakan dengan menggunakan metode-metode sebagai
berikut :
a. Net Present Value ( NPV )
b. Payback Period ( PBP )
c. Profitability Index ( PI )
d. Internal Rate of Return ( IRR)
e. Average accounting rate of return (ARR)

10
11